cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
STUDI PERANCANGAN TONGKANG PENGANGKUT LIMBAH BATUBARA DI PLTU TANJUNG JATI B JEPARA Ferlyn Papalangi; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.198 KB)

Abstract

Industri  di bidang  batubara  mengalami  perkembangan  dan  kemajuan yang  sangat  signifikan sehingga secara tidak langsung  mampu  mendorong  pertumbuhan ekonomi  nasional  secara  menyeluruh  dan selalu  memberi  manfaat  baik  dalam  perluasan  tenaga  kerja  maupun  untuk kesejahteraan  masyarakat. Tetapi pada sektor pengolahan batubara, terutama di wilayah PLTU terdapat limbah yang berupa fly-ash,gypsum dan bottom ash. Limbah tersebut diangkut melalui jalur laut dengan menggunakan tongkang. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal tongkang yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, stabilitas kapal dan analisis kekuatan kapal.  Setelah dari perhitungan dengan metode regresi di dapatkan ukuran utama LOA =106,68 m, B= 25,91 m, H= 5,5 m, T= 4,57 m, Cb = 0,89, DWT=9100 ton. Kemudian dilakukan analisa stabilitas pada kapal dengan menggunakan  software dan mendapatkan karakter stabilitas yang baik menurut standar IMO karena daerah di bawah kurva GZ pada sudut oleng tidak  melebihi  dari nilai minimum pada standar IMO, begitu juga dengan hasil analisa kekuatan yang mendapatkan hasil yang baik menurut rules ABS hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan  yield  strength σp = 175 Mpa tidak melebihi dari ketentuan ABS σabs = 225 Mpa.
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Pada MV. Pan Marine Setelah Dikonversi Dari Kapal Kru Menjadi Kapal Wisata Andhyka Cakrabuana Adhitama; Eko Sasmito Hadi; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.237 KB)

Abstract

MV. Pan Marine merupakan salah satu kapal offshore yang sudah lama lay up disebabkan industri minyak dan gas yang sedang menurun. Oleh sebab itu, PT. Pan Marine melakukan konversi kapal tersebut dari kapal kru (offshore supply vessel) menjadi kapal wisata (passengger ship) agar tetap bisa operasi dan menghasilkan pemasukan. Kapal tersebut mengalami penambahan bangunan atas sehingga kapasitas muatan akan semakin banyak. Penelitian ini dilakukan dengan berbagai macam kondisi muatan serta menggunakan 5 variasi sudut yang berbeda. Tujuannya adalah mendapat nilai GZ, periode oleng, serta roll motion yang sesuai dengan standar kriteria umum. Metode yang digunakan adalah dengan membuat model 3D dari kapal sebelum dan setelah konversi yang nantinya akan digunakan untuk menganalisa stabilitas serta olah gerak menggunakan software CFD. Hasil dari analisa tersebut kemudian disesuaikan dengan kriteria IMO A.749(18) untuk stabilitas dan NORDFORSK untuk olah gerak. Dari analisa stabilitas didapatkan perbedaan rata-rata GZ kedua model kapal adalah 2,78% dan perbedaan rata-rata periode oleng dari kedua model kapal adalah 0,99%. Untuk analisa olah gerak, perbedaan nilai RMS gerakan roll pada kedua model kapal adalah 30%. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa kapal konversi ini layak secara stabilitas dan olah geraknya, sehingga aman untuk digunakan mengangkut penumpang.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI DOUBLE BOTTOM PADA FRAME 46 SAMPAI FRAME 50 AKIBAT PERUBAHAN DARI SINGLE HULL KE DOUBLE HULL PADA KAPAL TANKER 13944 LTDW DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Ary Ramadhan; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.843 KB)

Abstract

Kapal Tanker  Indradi  13944 LTDW merupakan kapal yang  dirancang untuk mengangkut cairan dalam jumlah besar. Karena kebutuhan minyak yang selalu meningkat, mengakibatkan kapal harus dapat beroprasi sesuai peraturan MARPOL 73/78-Annex 1, Regulation 13G, Amandemen 2001 perubahan lambung wajib dilakukan terhadap lambung kapal[3][4]. Penelitian ini hanya bertujuan untuk membandingkan Model sebelum dan sesudah dimodifikasi saat berada pada kondisi beban statis, Sagging dan Hogging. Adapun skenario pembebanan meliputi muatan penuh pada model Ring Construction dan Double Bottom saja sebelum dimodifikasi dan sesudah dimodifikasi[2]. Akibat perubahan pada ruang muat dengan penambahan inner shell, double bottom mengalami perubahan pembebanan. Maka itu memodifikasi konstruksi pada Bottom dengan menghitung kembali, sarat  kapal untuk mendapatkan ukuran profil dan ketebalan baja yang aman untuk bobot kapal yang baru sesuai dengan Rules BKI. Hasil analisa dengan Software berbasis FEM berupa tegangan Von Mises yang terjadi pada Double Bottom sebelum dimodifikasi pada keadaan Statis sebesar 14,3 Mpa, Sagging sebesar 71,6 Mpa, Hogging sebesar 68,4 Mpa, Kemudian Double Bottom sesudah dimodifikasi pada keadaan Statis sebesar 12,0 Mpa,Sagging sebesar  48,8 Mpa, Hogging sebesar  46,5  Mpa. Hasil analisa yang paling kritis pada Tegangan (stress) maksimum terbesar yang terjadi pada Double bottom frame 46-50 kapal chemical carrier 13944 LTDW ini sebesar 71,6 N/m2 pada kondisi Sagging model Double bottom saja sebelum dimodifikasi dan 48,8 N/mm2 pada model double bottom saja setelah dimodifikasi pembebanan ketika kondisi sagging.
Analisa Pengaruh Penambahan Hull Vane Tipe NACA 2415 Sudut 5 ° Pada Kapal Perintis 750 DWT, Variasi Jumlah Dan Posisi Foil Hull Vane Terhadap Hambatan Dan Seakeeping Kapal Dengan Menggunakan Metode CFD Afdi Supriyonggo Nugroho; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.209 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia perkapalan terjadi sangat pesat, dan banyaknya inovasi baru di bidang perkapalan yang bertujuan untuk membenahi kekurangan atau masalah yang sering di hadapi oleh kapal yang berlayar di lautan. Hambatan dan seakeping merupakan masalah yang selalu di hadapi. Salah satu inovasi untuk mengurangi hambatan dan seakeeping tersebut adalah dengan penambahan hull vane. Hull vane adalah adalah fixed foil yang terletak di bawah garis air pada bagian buritan kapal. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hambatan dan seakeeping setelah penambahan hull vane, letak efektif dari hullvane. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD). Analisa hambatan menggunakan aplikasi Tdyn, dan analisa olah gerak menggunakan Hydrodynamic Diffraction (ANSYS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapal dengan penambahan hull vane dengan variasi 50%T(Sarat) dengn Fn 0,342 dapat mengurangi hambatan sebesar 20,135% dari hambatan kapal asli.Dari hasil running menunjukkan pengurangan hambatan total dari 28,060 N menjadi 22,410 N, preasure force dari 12,298 N menjadi 7,696 N dan hambatan gesek berkurang dari 15,085 N menjadi 14,714 N. Dan untuk seakeeping heave acceleration dan Pitching menunjukkan model 3 memiliki respon heaving dan Pitching terkecil pada Fn 0,342, yaitu heaving berkurang 33%  dari 0.062 menjadi 0.041,  picthing berkurang 33% dari 0.2109 menjdi 0.135.
STUDI RANCANG RESCHEDULE PEMBANGUNAN KAPAL BARU MENGGUNAKAN FULL OUTFITTING BLOCK SYSTEM ( FOBS ) DENGAN PROJECT CPM PADA KAPAL LCT 200 GT Cindy Rizka Griyantia; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.558 KB)

Abstract

Produktivitas bagi galangan merupakan suatu hal yang harus diperhatikan karena merupakan tolak ukur keberhasilan galangan itu sendiri. Seiring dengan perkembangan teknologi produksi kapal, setiap galangan mengalami perubahan sistem pembangunan kapal guna mendapatkan hasil pengerjaan yang lebih efektif. Selain perkembangan sistem pengerjaan, dibutuhkan pula sumber daya yang dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan sistem yang digunakan, diantaranya yaitu kebutuhan sumber daya manusia, material, dan saranan & fasilitas yang dimiliki oleh galangan. Dalam menyelesaikan proyek pembangunan kapal LCT 200 GT dengan berat konstruksi 261.084,8 Kg dan berat outfitting 28.570 kg, galangan menggunakan sistem konvensional atau pembangunan kapal yang dimulai dari alas, kemudian gading – gadingnya dipasang dikulitnya, dan kemudian pekerjaan outfitting dimulai. Penelitian ini dimaksudkan untuk merancang jadwal proses pembangunan baru pada kapal sungai LCT 200 GT menggunakan Full Outfitting Block System ( FOBS ) dengan menggunakan project CPM dan bertujuan untuk membandingkan kecepatan, ketepatan, dan efektifitas produksinya. Critical Path Methode digunakan untuk mengkaji penjadwalan guna mengatasi keterlambatan proyek dengan menggunakan software manajemen proyek 2013. Dari hasil penelitian, menunjukan bahwa pembangunan kapal LCT 200 GT dengan menerapkan sistem konvensional dapat dikerjakan selama 321 hari. Pada penerapan sistem konvensional, galangan membutuhkan pekerja sebanyak 33 orang/hari dengan produktifitas 2.112  kg/hari. Sedangkan dengan menerapkan FOBS dapat dikerjakan selama 271 hari dengan membutuhkan pekerja sebanyak 37 orang/hari dengan produktifitas 2.368 kg/hari. Dari kedua penerapan sistem didapatkan selisih durasi pengerjaan selama 50 hari dan selisih Jam Orang yang dibutuhkan yaitu sebanyak 4.528 Jam Orang. Dengan menerapkan FOBS, galangan dapat mengefisiensikan biaya sebesar 5,3% dari pembayaran jasa pekerja.
KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS PENGGUNAAN DUAL FUEL SYSTEM (LPG-SOLAR) PADA MESIN DIESEL KAPAL NELAYAN TRADISIONAL Panuntun, Dhimas Satriyan; Mulyatno, Imam Pujo; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan bahan bakar alternatif dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), telah menjadi agenda penting  pemerintah. Penggunaan LPG (Liquefied Petrolium Gas) pada mesin diesel kapal nelayan tradisional didasarkan pada keberhasilan penggunaan LPG pada kendaraan-kendaraan darat. Penggunaan LPG pada mesin diesel dilakukan secara dual fuel. Penelitian dual fuel system pada mesin diesel kapal nelayan tradisional bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar dual fuel terhadap kinerja mesin dan sistem penggeraknya, meliputi konsumsi bahan bakar, daya, kecepatan kapal, serta efisiensi pada sistem penggerak kapal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan DongFeng ZS-1100 dengan tiga putaran mesin yang berbeda yaitu 1000rpm, 1250 rpm dan 1500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan LPG secara dual fuel mampu menggantikan konsumsi solar hingga 71% dari konsumsi solar seluruhnya selama satu jam. Komposisi LPG yang dihasilkan mencapai lebih dari 60%  dari total pemakaian bahan bakar saat dual fuel. Kecepatan dan jarak tempuh saat menggunakan solar seluruhnya mencapai 5% lebih tinggi dibandingkan dual fuel. Daya dan torsi saat menggunakan dual fuel mencapai 9,8 % lebih tinggi dibandingkan solar seluruhnya. Penggunaan dual fuel mampu mengurangi biaya operasional penangkapan ikan hingga 24,6%, namun dengan waktu tempuh 1,3% lebih lama dari solar seluruhnya. Efisiensi propulsi solar seluruhnya 6% lebih besar dibandingkan efisiensi propulsi dual fuel.
Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Hasil Pengelasan dengan Proses Friction Stir Welding pada Alumunium 6061 Menggunakan Modifikasi Tool Shoulder Gema Mar'ie Habibie; Sarjito Jokosisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan jenis logam paduan yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri, termasuk dalam industri perkapalan sebagai rangka konstruksi. Friction Stir Welding (FSW) merupakan teknik pengelasan padat (solid-state welding) dimana proses penyambungan terjadi pada kondisi lumer bukan cair. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi dengan menggunakan modifikasi tool shoulder agar didapatkan pengelasan yang optimal diantara bentuk probe siku (90°) dan bentuk probe tirus (120°). Material aluminium yang digunakan adalah Al 6061. Proses Friction Stir Welding dilakukan dengan putaran tool 2620 RPM dengan feed rate 30 mm/menit dan kemiringan tool 2°. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dengan standar ASTM E 8M -00b dan uji impak metode charpy dengan standar ASTM E23. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses FSW dengan menggunakan bentuk tool yang berbeda menyebabkan perbedaan dalam sifat mekanis termasuk kekuatan tarik, impak dan perbedaan dalam struktur mikro. Penggunaan bentuk tool paling optimal yaitu tool dengan bentuk tirus (120°) menghasilkan kekuatan tarik sebesar 56,51 N/mm² serta regangan rata-rata sebesar 6,31%, dan tool dengan betuk tirus (120°) menghasilkan nilai kuat impak terbaik sebesar 0,21 J/mm². Perubahan dari struktur mikro dari sambungan las FSW dengan bentuk tool tirus (120°) memiliki tingkat kerapatan partikel yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan las FSW dengan tool siku, karena struktur mikro yang dihasilkan pada las FSW dengan tool tirus (120°) terlihat lebih menyatu yang terlihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone).
STUDI PENGGUNAAN LAYAR SEBAGAI SUMBER UTAMA PENGGERAK KAPAL Nugroho, Azis Anjas; Trimulyono, Andi; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.647 KB)

Abstract

Dalam pengoperasion penangkapan ikan dibantu layar, perlu mendapatkan desain layar kapal yang baik. Layar merupakan salah satu dari berbagai macam alat penggerak yang digunakan untuk menggerakan kapal. Besarnya gaya dorong yang dihasilkan oleh layar sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Di samping itu, besarnya gaya dorong juga dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran layar. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui bentuk layar yang memberikan kontribusi kecepatan paling optimal pada kapal tersebut. Analisa ukuran layar dengan luas 60 m2 dilakukan dengan variasi layar utama kapal, yaitu berbentuk segitiga, segiempat dan oval. Analisa gaya dorong dilakukan dengan menggunakan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamic). Analisa gaya dorong dilakukan pada kecepatan angin 10 knot dengan variasi sudut datang angin 0, 15o, 45o, 75o, dan 90o. Dari hasil analisis CFD (Computational Fluid Dynamic) didapatkan bahwa kontribusi terbesar layar terhadap kecepatan adalah 0,81 knot pada layar segitiga dengan nilai hambatan 12,80 kN dan kontribusi layar pada pengujian langsung rata – rata sebesar 0,6 knot pada kecepatan angin 7,61 knot. Kemudian penganalisaan yang dilakukan menggunakan software Maxsurf Hydromax 13,01 untuk menunjukkan stabilitas yang terbaik adalah nilai GZ maksimal sebesar 3,425 meter dan periode oleng sebesar 10,44 detik.
Analisis Peforma Kapal Cargo 7082 DWT Terhadap Variasi Muatan Curah Dengan Rute Pelayaran Jakarta - Surabaya Dedi Setiawan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal cargo merupakan salah satu moda transportasi laut yang digunakan untuk menghubungkan tiap pulau di Indonesia. Kapal cargo memiliki karakteristik daya angkut yang sangat besar dengan jenis muatan curah unpackaged seperti batu bara, pasir, dan semen. Perbedaan jenis muatan curah yang diangkut dapat memberikan nilai berat dan tinggi sarat yang berbeda pada volume yang sama. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi peforma stabilitas, olah gerak, dan hambatan – nya. Oleh sebab itu, penulis bermaksud menganalisis stabilitas, olah gerak, dan hambatan dari kapal cargo 7082 DWT terhadap variasi perubahan jenis muatan yang diangkut. Muatan curah yang akan diangkut meliputi batu bara antrasit padat dan beras. Diketahui bahwa batu bara antrasit padat memiliki massa jenis 1,503 ton⁄m^3  sedangkan beras memiliki massa jenis 0,753 ton⁄m^3. Berdasarkan hasil analisis hambatan, stabilitas, dan olah gerak, dapat disimpulkan bahwa:kapal ini memiliki hambatan sebesar 258,02 kN pada kecepatan 14,36 knot. Sehingga membutuhkan daya mesin sebesar 3197,96 Hp dengan asumsi efisiensi 80%. 4, memiliki  stabilitas yang baik pada saat ruang muat diisi penuh, setengah penuh, dan seperempat penuh dengan jenis muatan berat. Adapun berat maksimum dari beras yang dapat diangkut sebanyak 4965,82 ton dengan displacement dan sarat yang dihasilkan sebesar 8410,325 ton dan 5,52 meter. 5.               Dengan mengasumsi kapal mendapatkan gelombang regular dengan karakteristik bentuk  berdasarkan Bretschneider atau ITTC, tinggi 1 meter, dan periode 5 detik, respon heaving, rolling, dan pitching terbesar rata – rata terletak pada frekuensi 0,00648 rad/s. Hal ini menunjukan karakteristik resonansi dari respon tersebut.
Studi Pengaruh Bentuk Rumah Propeller Pada Buritan Kapal Tradisional Belimbing Dengan Metode CFD Widya Rahman Fitriadi; Parlindungan Manik; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.919 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dan sebagian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai nelayan, masing – masing daerah mempunyai ciri khas kapal ikan, salah satunya kapal ikan didaerah Tuban Jawa Timur. Dalam operasinya di laut, kapal harus memiliki nilai ekonomis. Mengacu pada aliran fluida yang terjadi, perhitungan nilai hambatan total saat kapal beroperasi menjadi penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida yang ditimbulkan serta besarnya kecepatan kapal. Oleh karena itu tujuan  dilakukan penelitian  ini adalah untuk membandingkan antara kapal yang menggunakan kemudi manual dengan kapal yang menggunakan sepatu kemudi untuk  mencari nilai hambatan total serta aliran dan tekanan kapal yang bertujuan untuk  mencari performa terbaik kapal. Analisa kapal menggunakan software Computational Fluid Dynamic dan untuk pemodelan kapal menggunakan Software Rhinoceros. Berdasarkan hasil analisa perhitungan CFD nilai hambatan total pada kecepatan asli yaitu pada Fn 0.339 kapal tanpa sepatu kemudi memiliki nilai hambatan total sebesar 17.39 KN. Sedangkan nilai hambatan total pada kapal dengan sepatu kemudi sebesar 19.57 KN. Untuk besarnya aliran dan tekanan pada poros 0.05 m kapal tanpa sepatu sepatu kemudi sebesar 1.78 m/s dan 1661.9 Pa sedangkan model sepatu kemudi 1.58 m/s dan 1859.0 Pa. Aliran dan tekanan pada poros 0.3 m kapal tanpa sepatu sepatu kemudi sebesar 1.88 m/s dan 1743.4 Pa sedangkan model sepatu kemudi 1.74 m/s dan 1864.3 Pa.