cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisa Pengaruh Pemasangan Energy Saving Device (ESD) Jenis Mewis Duct Terhadap Thrust Propeller INSEAN E779A Dengan Menggunakan Pendekatan CFD Alif Fauzan Rachmat; Andi Trimulyono; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya dalam meningkatkan performa pada sebuah kapal adalah dengan menggunakan komponen ESD (Energy Saving Device). Pengaruh penggunaan ESD (Energy Saving Device) seperti Kort Nozzle, PBCF, WED, Pre-Swirl, dll, memungkinkan untuk memberikan peningkatan terhadap performa seperti thrust, efisiensi, dan reduksi power dari propulsi kapal termasuk ESD (Energy Saving Device) dengan jenis Mewis Duct. Bedasarkan riset yang dilakukan pada penelitian terdahulu penggunaan ESD berjenis PBCF pada propeller B-series memberikan peningkatan thrust 3-4% dan penggunaan Duct pada propeller sebesar 20% hal ini membuktikan bahwa penggunaan ESD memberikan pengaruh terhadap peningkatan performa propeller. Pada Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan Analisa penggunaan ESD (Energy Saving Device) berupa Mewis Duct berdasarkan  variasi jumlah fin didalam duct yaitu 4,5,6 dan 4 sirip simetris untuk mengetahui pengaruh peningkatan performa propeller INSEAN e779a yaitu pada peningkatan thrust dan torque propeller dengan metode CFD (Computer Fluid Dynamics). Objek pada penelitian ini adalah propeller INSEAN e779a dengan lambung kapal KCS (Kriso Container Ship). Pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwa penambahkan komponen ESD berupa Mewis Duct memberikan pengaruh terhadap penambahan thrust sebesar 3-5%,  torque sebesar 3-4% pada performa propeller INSEAN e779a.
Analisa Olah Gerak Ponton Bentuk Segi Enam Dengan Penambahan Heaving Plate Segi Enam Pada Gelombang Reguler Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Roby Widiyanto; Eko Sasmito Hadi; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ponton adalah salah satu platform bangunan apung yang biasa digunakan untuk banyak keperluan pemanfaatan sumber daya laut, salah satunya untuk konversi energi yang memanfaatkan gelombang dan selanjutnya menghasilkan nilai olah gerak tertentu. Dalam penelitian untuk mengetahui variasi nilai olah gerak, maka digunakan tambahan platform berupa heaving plate yang dipasang di bagian bawah ponton dengan penghubung konstruksi tiang yang disebut spar. Dengan tambahan platform tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh dari heaving plate dengan beberapa variasi luas area heaving plate terhadap nilai olah gerak ponton serta menjadikan penelitian ini sebagai acuan untuk penelitian berikutnnya yang serupa. Maka dari itu, dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah simulasi pada software CFD berupa analisa olah gerak (seakeeping) dengan variasi luas area heaving plate,  gelombang, sarat ponton, dan ketinggian spar. Nilai olah gerak heaving terbesar terjadi pada ponton dengan heaving plate 120 dengan spar 67 pada gelombang 2 di sarat 0,5H, dengan nilai sebesar 12,69 mm/mm. Nilai olah gerak pitching terbesar terjadi pada ponton dengan heaving plate 120 dengan spar 67 pada gelombang 2 di sarat 0,5H, dengan nilai sebesar 7,10o/mm. Dan nilai olah gerak rolling terbesar terjadi pada ponton dengan heaving plate 80 dengan spar 33 pada gelombang 1 di sarat 0,5H, dengan nilai sebesar 0,05o/mm. Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan bahwa luas area heaving plate sangat berpengaruh terhadap nilai olah gerak, yang didukung oleh pengaruh gelombang, sarat ponton, dan juga ketinggian spar.
Analisa Crashing Project Menggunakan Metode Time Cost Trade Off Pada Pembangunan Mooring Boat Milik PT. Pertamina Trans Kontinental Akibat Modifikasi Desain Bottom Keel Sheila Ayu Kirana Prabani; Imam Pujo Mulyatno; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu proyek dapat dikatakan baik dan berjalan lancar jika dalam keberjalanannya sesuai dengan perencanaan awal, dan memperhatikan tiga komponen penting, yaitu waktu, biaya dan mutu. Pada tugas akhir ini, objek penelitian yang dipilih ialah pembangunan Mooring Boat milik PT. Pertamina TransKontinental yang mengalami keterlambatan pembangunan akibat permasalahan stabilitas kapal. Dalam hal ini akan dilakukannya percepatan durasi pekerjaan untuk meminimalisir keterlambatan serta mendapatkan biaya optimal setelah percepatan dengan analisa metode Time Cost Trade Off melalui opsi penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja (Lembur). Hasil yang didapat ialah komparasi dari dua alternatif yang digunakan terhadap hasil percepatan pekerjaan dengan biaya paling optimal. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada pekerjaan launching and testing yang terdapat pada jalur lintasan kritis didapatkan hasil waktu dan biaya optimum akibat penambahan Jam Kerja (Lembur) dengan percepatan durasi sebesar 3 hari dari durasi normal 37 hari menjadi 34 hari dan penambahan biaya sebesar Rp. 4.600.000,00 sehingga biaya total menjadi Rp. 16.200.000,00 sedangkan total biaya pada durasi normal Rp. 11.600.000,00. Sementara, hasil perhitungan akibat penambahan Tenaga Kerja pada pekerjaan yang sama diperoleh percepatan durasi sebesar 4 hari dari durasi normal 37 hari menjadi 33 hari melalui pengurangan biaya sebesar Rp. 100.000,00 sehingga biaya pekejaan tersebut menjadi Rp. 11.500.000,00. Kesimpulannya, pilihan terbaik untuk mempercepat durasi dengan biaya optimal pada penelitian ini adalah dengan penambahan tenaga kerja, dikarenakan menghasilkan waktu dan biaya proyek optimal sebanyak 4 hari sehingga untuk mengerjakan pekerjaan bagian Launching and Testing dapat dipercepat menjadi 33 hari dan biaya yang perlu dikeluarkan Rp. 11.500.000,00.
ANALISA PERUBAHAN DESAIN INTERIOR KAPAL PENUMPANG DINAS PERHUBUNGAN DKI JAKARTA DENGAN METODE CORELAP Shafira Nabila Siregar; Imam Pujo Mulyatno; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal terpenting dalam perencanaan umum kapal adalah penentuan ruang-ruang akomodasi. Mengacu pada instruksi Dirjen Hubla Nomor 21/PHBL-11, yaitu desainer kapal dituntut untuk membangun tata letak yang memiliki hubungan antar ruangan yang optimum sehingga aktivitas yang berjalan menjadi aman, nyaman dan efesien. Perhitungan mengenai tata letak ruangan pada penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan layout rancangan umum terbaik dimana setiap ruang tersusun dengan tingkat hubungannya masing masing, dengan mempertimbangkan derajat kepentingan dari setiap ruang dan disimulasikan dengan metode CORELAP yang dijabarkan melalui pendekatan Activity Relationship Chart (ARC) serta dilakukan analisa investasi pada bagian interior kapal untuk mengetahui besarnya biaya setelah dilakukan perubahan pada desain interior kapal. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan alogaritma metode CORELAP pada deck A, ruang duduk penumpang memiliki total closeness rating dengan infirmary dan passenger’s cabin. Pada deck B, mess room memiliki total closeness rating dengan pantry, sun deck, dan crew’s cabin, serta terdapat penambahan biaya dari hasil perubahan desain interior sebesar Rp 889.624.800.
Analisa Pengaruh Penambahan Hull Fixed Bow Fin Terhadap Gerak Pitching dan Heaving Pada Kapal Tanker 112 Meter Muhammad Aulia Zahril; Parlindungan Manik; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan variasi Fixed Fin pada haluan kapal dapat dilakukan untuk meredam gerakan pitching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemambahan Fixed Fin dengan model NACA 0018 dan NACA 0021 divariasikan dengan kecepatan kapal dan sudut serang fin terhadap seakeeping kapal. Penelitian dilakukan dengan menghitung RMS heaving, RMS pitching, Probabilitas slamming, dan Probabilitas deck wetness. Metode untuk menghitung RAO menggunakan software berbasis metode panel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dua variasi model fin mempunyai karakteristik yang sama, yaitu mengalami kenaikan pada nilai RAO heaving dan mengalami penurunan pada nilai RAO pitching yang mengakibatnya hasil yang sama pada nila masing – masing RMS. Variasi model fin yang dapat menimbulkan efek anti-pitching yang paling baik yaitu pada sea state slight model NACA 0021 dengan variasi sudut serang 3° dan kecepatan kapal 11 knot yang dapat menurunkan nilai RMS Pitching sebesar 0,2506° dengan penurunan 15.89 % dari model tanpa fixed fin. Probabilitas slamming dan deck wetness pada semua variasi model memenuhi standar nordforsk 1987. Nilai probabilitas slamming terbesar yaitu pada model NACA 0018 dengan sudut serang 5° dan kecepatan 14 knot sebesar1,40× 10-6. Nilai probabilitas  deck wetness terbesar yaitu pada model NACA 0018 dengan sudut serang 5° dan kecepatan 14 knot sebesar 0,015.
Optimalisasi Repair Schedule KN Panah P.207 Dengan Critical Path Method Guna Mempercepat Pengerjaan Repair Fajar adha; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pada proyek perbaikan kapal seringkali memiliki realisasi pengerjaan yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, Penelitian ini menggunakan metode jalus kritis dan network planning untuk untuk  mempersingkat durasi pengerjaan dan menghitung produktivitas pekerjaan repair kapal KN Panah P.207 di galangan Cirebon,  perbaikan kapal KN Panah P.207 pada mulanya memiliki durasi pengerjaan selama 30 hari kerja, Setelah dilakukan Crashing pada 8 pekerjaan di proyek ini dengan menambah jumlah pekerja sebanyak 13 orang maka di dapat pengurangan durasi sebanyak 2 hari sehingga pengerjaan proyek menjadi 28 hari dengan penambahan biaya sebanyak 1,57% dari biaya awal Rp 198.640.000 menjadi Rp 201.760.000  . Analisa produktifitas pada penelitian ini berfokus pada pekerjaan Sanblasting dan pengecatan lambung dengan pertimbangan pekerjaan tersebut berada dalam jalur kritis dan memiliki satuan pekerjaan tetap sehingga dapat dihitung. Harga produktifitas awal sebelum crashing adalah Rp 2.131/m2  dan indeks produktifitas tenaga kerja 61,02 m2/orang per 8 jam kerja, setelah crashing dengan menambah jumlah tenaga kerja sebanyak 2 orang dari total tenaga kerja 6 orang menjadi 8 orang maka di dapatkan harga produktifitas baru  sebesar Rp 2.209/m2  dengan indeks produktifitas tenaga kerja sebesar 58,84 m2/ orang per 8 jam kerja dan indeks produktivitas galangan meningkat dari 45,76 m2/jam menjadi 58,83 m2/jam.
Optimasi Energy Saving Device (ESD) Propeller Boss Cap Fins (PBCF) dengan Metode Response Surface Method (RSM) terhadap Propeller INSEAN E779A Daviensya Giovancha Anabel Malingkas; Andi Trimulyono; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam perencanaannya untuk mengoptimalkan pengoperasiannya. Salah satunya adalah perencanaan sistem penggerak, salah satunya adalah propeller. Salat satu upaya pengoptimalan propulsi kapal adalah dengan melakukan pemasangan Energy Saving Device (ESD) Propeller Boss Cap Fins (PBCF). Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan performa propeller INSEAN E779A dengan pemasangan ESD PBCF. Optimalisasi dilakukan dengan pendekatan statistic menggunakan metode Response Surface Methodology. Metode ini menganalisa permasalahan dimana beberapa variabel independen mempengaruhi variabel respon. Ide dasar metode ini adalah memanfaatkan desain eksperimen berbantuan statistika bertujuan untuk mencari nilai optimal dari suatu respon. Dalam penelitian ini ditentukan variabel optimasinya adalah nilai installation angle dengan nilai awal 60 derajat serta rasio r/R PBCF dengan nilai awal 0.25 dan menggunakan bantuan software Minitab. Model PBCF yang optimal didapatkan dengan memperkecil rasio r/R ke nilai 0.179289 serta nilai tengah installation angle PBCF dengan nilai 52.9298. Dari penelitian ini dapatkan performa propeller optimal dengan nilai thrust 1000.72 kN dengan peningkatan 8% dari sebelum dilakukan pemasangan PBCF
Pengembangan Dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara Nur Adi Triyantoro; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati sebagian besar warganya berkerja sebagai nelayan. Pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo perlu pengembangan dermaga, guna meningkatkan klasifikasi dari pelabuhan perikanan pantai menjadi pelabuhan perikanan nusantara. Nelayan pelabuhan Bajomulyo memiliki kapal terbesar (Mitra Utama Semesta) yang besarnya tidak sesuai dengan fasilitas yang berada dipelabuhan sehingga mengakibatkan olah gerak dipelabuhan terbatas dikarenakan ruang kurang sesuai dengan badan kapal. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap mencari data dilapangan, memperhitungkan dermaga dan perancangan pelabuhan perikanan pantai untuk menjadi pelabuhan perikanan nusantara serta menghitung tatanan tambat menggunakan ukuran utama kapal terbesar yang dikembangkan, sehingga memperoleh hasil sesuai kebutuhan kapal nelayan. Pada pengembangan dermaga dilakukan hasil perhitungan lebar, panjang, dan kedalaman alur. Hasil perhitungan pengembangan dermaga pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo untuk menjadi pelabuhan perikanan nusantara, kedalaman 6 meter, lebar alur pelayaran 71 m. Dengan kesimpulan ukuran dermaga baru pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo dapat menampung 100 kapal terbesar 289 GT berada dipelabuhan Bajomulyo berdasarkan surat perizinan berlayar yang dimiliki pelabuhan perikanan Bajomulyo dengan menggunakan data kapal terbesar, kapal lain setara maupun lebih kecil dapat beraktifitas maupun berkinerja menjadi lebih maksimal dan ditampung lebih lega dikarenakan ruang lebih luas dengan menggunakan perhitungan kapal terbesar.
Analisis Pengaruh Profil Rudder Terhadap Kemampuan Manuver Saildrone Ashoka Wira Parama Arta; Deddy Chrismianto; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kemampuan manuver pada kapal penelitian tanpa awak diperlukan untuk memberikan data yang akurat dikarenakan kebutuhan kapal untuk dapat mengikuti jalur ekspedisi yang telah ditetapkan. Penelitian terdahulu mengenai manuver dan rudder menemukan bahwa rudder memberikan dampak yang besar terhadap kemampuan manuver kapal. Kemampuan manuver dinilai dengan parameter kemampuan saildrone dalam melakukan swaying dan yawing. Penggunaan rumus empiris tidak dapat memperhitungkan perbedaan sectional shape pada rudder, sedangkan melakukan eksperimen memakan banyak biaya. Oleh karena itu, digunakan metode CFD dengan turbulence model Reynold Averaged Navier Stokes (RANS) yang dapat memberikan hasil lebih akurat dengan biaya dan beban komputasi yang lebih rendah. Analisis dilakukan terhadap kapal saildrone dengan variasi empat profil yang dikembangkan khusus untuk rudder kapal yaitu fishtail, wedge tail, IFS, dan HSVA. Profil tersebut dibuat dengan luas lateral yang sama agar hasil analisis dapat berfokus pada pengaruh bentuk rudder terhadap kemampuan manuver saildrone. Hasil analisis menemukan bahwa saildrone yang menggunakan profil fishtail memiliki kemampuan manuver paling baik dibandingkan dengan profil lainnya.
Aplikasi Metode Time Cost Trade Off Akibat Keterlambatan Bagian Mesin Pada Proyek Pembangunan Mooring Boat Milik PT. Pertamina Trans Kontinental Angelia, Christine; Mulyatno, Imam Pujo; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal penting dalam pengerjaan proyek adalah waktu, biaya dan mutu proyek. Hal tersebut harus terpenuhi agar proyek dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Namun dalam pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan akibat beberapa faktor. Proyek pembangunan mooring boat 11,3 DWT  milik PT. Pertamina Trans Kontinental diambil menjadi studi kasus karena dalam proyek ini terdapat keterlambatan. Untuk menanggulangi keterlambatan dilakukan perhitungan network planning yang dilanjutkan dengan analisa Time Cost Trade Off Method. Berdasarkan data serta analisa yang telah dilakukan pada pekerjaan machinery part yang berada pada jalur lintasan kritis utama didapatkan percepatan durasi selama 5 hari sehingga total durasi pengerjaan proyek keseluruhan menjadi 180 hari dari durasi normal 185 hari. Pada bagian machinery part dilakukan analisa Time Cost Trade Off Method pada 10 pekerjaan salah satunya pekerjaan Loading Main Engine yang didapatkan produktivitas harian normal sebesar 0,5 set/hari. Dengan penambahan durasi lembur selama 4 jam didapatkan koefisien penurunan produktivitas sebesar 0,6 sehingga produktivitas setelah penambahan jam lembur menjadi 0,65 set/hari sehingga terjadi percepatan durasi pengerjaan machinery part selama 5 hari dari durasi normal 59 hari menjadi durasi yang dipercepat 54 hari. Selain itu terdapat penambahan biaya sebesar 200% atau dua kali lipat dari biaya normal akibat penambahan biaya lembur.