cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisis Pengaruh Variasi Arus Las Terhadap Laju Korosi dan Kekuatan Tarik Pengelasan Dissimilar Baja ASTM A36 dan Stainless SS304 Mubarak, Farhan; Budiarto, Untung; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja, khususnya baja ASTM A36 dan stainless  SS304 sangat umum digunakan dalam berbagai sektor industri karena kegunaannya yang beragam. Dengan menggunakan pengelasan dissimilar, penyambungan kedua material dengan logam dasar berbeda ini dapat dilakukan. Namun dengan pengelasan dua logam dasar yang berbeda, tentunya akan ada perubahan sifat mekanik dan yang terjadi di hasil pengelasan tersebut. Proses pengelasan juga dapat menjadi salah satu faktor penting dalam terjadinya korosi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai yang paling optimal terhadap kekuatan tarik dan laju korosi pada sambungan pengelasan dissimilar antara baja ASTM A36 dan satinless steel SS304 yang disambungkan menggunakan metode pengelasan SMAW dengan variasi intensitas arus listrik 90A, 100A, dan 110A. Pada penelitian ini nilai laju korosi terbesar terjadi pada spesimen dengan arus 90A dengan nilai 0,689 mm/year (fair), pada arus 100A dengan nilai 0,129 mm/year (good), dan terkecil pada arus 110A dengan nilai 0,089 mm/year (excellent) . Pada pengujian ini diperoleh hasil uji tarik terbaik pada spesimen dengan variasi arus 110A dengan nilai tegangan dan regangan tarik serta modulus elastisitas sebesar 631,74 MPa, 4,6% dan 101,7 GPa. Dapat disimpulkan pada penelitian ini arus pengelasan paling baik adalah 110A dengan nilai tegangan dan regangan tarik serta modulus elastisitas paling optimal dan laju korosi yang baik.
Analisis Perbandingan Penggunaan Nanopartikel Zinc Oxide (ZnO) Sebagai Campuran Coating Plat Baja SS 400 Terhadap Laju Korosi, Kekuatan Adhesi, dan Ketahanan Coating Fakhri, Alfian; Manik, Parlindungan; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan permasalahan yang banyak dijumpai khususnya pada konstruksi lambung kapal. Salah satu metode yang paling efektif dalam menahan laju korosi adalah coating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan zinc oxide pada campuran cat epoxy dibandingkan dengan tanpa penggunaan zinc oxide pada baja ss 400 terhadap laju korosi, uji adhesi, dan impact. Metode yang digunakan pada peneltian ini adalah eksperimen dengan coating epoxy yang ditambahkan zinc oxide sebesar 5% berdasarkan massa mixing ratio cat, uji laju korosi dilakukan dengan elektrokimia, adhesi dengan portable adhesive tester dan pengujian ketahanan coating menggunakan metode drop weight. Penelitian ini menghasilkan nilai laju korosi terbaik pada coating dengan penggunaan nanopartikel zinc oxide dengan hasil 0,024357 mmpy dan coating epoxy tanpa penambahan zinc oxide menghasilkan nilai 0,038897 mmpy. Pengujian adhesi menghasilkan nilai terbaik pada coating dengan penambahan zinc oxide yang menghasilkan nilai rata – rata 17,37 MPa dan tanpa penggunaan oxide menghasilkan nilai rata – rata 15,45 MPa. Hasil pengujian ketahanan coating pada penelitian ini menghasilkan kedua coating mampu menahan pembebanan kejut yang diberikan pada saat pengujian 
Analisis Pengaruh Salinitas Dan Temperatur Air Laut Pada Hasil Pengelasan Underwater Welding Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Dan Mikrografi Baja A36 Mizyal Laudany, Mohammad Rabith; Fauzan Zakki, Ahmad; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan bawah air ialah cara paling efektif dan efisien dalam kondisi yang mendesak untuk konstruksi, pemasangan dan perbaikan peralatan bawah air seperti pipa submersible, atau saat memperbaiki pelat kapal di bawah air daripada berlabuh di dok pelabuhan.. Penelitian ini merupakan eksperimen pengujian mekanis pada simulasi pengelasan dibawah air pelat baja ASTM-A36 dengan beberapa perubahan  lingkungan salinitas air laut dan temperatur yang cukup ekstrim. Studi ini membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan struktur mikro untuk setiap lingkungan pengelasan. Pada studi ini pengelasan yang dilakukan menggunakan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) basah dalam pengelasan posisi 1G. Elektroda Broco AWS E70XX dengan diameter elektroda 3,2 mm sebagai Elektrodanya, penggunaan salinitas 37 o/oo dan 28 o/oo, dan suhu 20oC dan 5oC.Dari hasil pengujian didapatkan bahwa Pengelasan bawah air dengan Lingkungan Salinitas 37o/oo dan temperatur 5oC mendapat nilai rata-rata tegangan Tarik tertinggi yaitu sebesar 533,21 MPa. Karena adanya proses pendinginan yang cepat dari efek temperatur dan salinitas air membuat material menjadi getas. Nilai Impak tertinggi didapatkan pada pengelasan dengan Lingkungan Salinitas 28o/oo dan temperatur 20oC yaitu 1,24 J/mm2, Dari hasil pengamatan struktur mikro terlihat bahwa pada lingkungan Salinitas 37o/oo dan temperatur 5oC memiliki fase perlit lebih banyak sehingga membuat material menjadi getas
Analisa Penerapan Schedule Reparasi 4 unit Kapal secara Simultan Berbasis Critical Path Method Serta Pengaruhnya Terhadap Progress Pekerjaan Rahmawati, Rissa Dwi; Mulyatno, Imam pujo; kiryanto, kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada galangan kapal yang mengerjakan reparasi dengan berbagai type kapal dilakukan scheduling pada masing-masing repair list. Sebelum kegiatan perbaikan kapal dilakukan, pihak dari galangan kapal akan menyediakan suatu jadwal (schedule) untuk perkiraan waktu kapal saat perbaikan. Agar pekerjaan menjadi efisien maka akan dibuat repair list secara simultan yang bertujuan untuk mengetahui produktifitas, lintasan kritis serta mendapatkan schedule baru berdasarkan network planning. Pada penelitian ini data yang dipakai adalah repair list 4 unit kapal dengan critical path method (CPM) yang dibantu oleh software Microsoft Project untuk membantu mengelola suatu proyek. Hasil yang diperoleh pada network diagram adalah dari total jumlah aktivitas kerja terdapat 75 kegiatan lintasan kritis dari 113 keseluruhan kegiatan perbaikan. Dengan opsi lembur (penambahan jam kerja) terjadi perubahan durasi sebanyak 18,03% atau 11 hari dari 61 hari menjadi 50 hari. Sedangkan dengan opsi penambahan jumlah pekerja, terjadi perubahan durasi sebanyak 19,67% atau 12 hari dari 61 hari menjadi 49 hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan opsi penambahan jumlah pekerja lebih efisien dan efektif, dikarenakan hasil percepatan durasi dengan opsi menambah jumlah pekerja lebih optimal dibandingkan menambah jam kerja (lembur).
Analisis Penanganan Arus Peti Kemas Terhadap Kemungkinan Terjadinya Dwelling Time di Terminal Ocean Going¸ PT IPC Terminal Peti Kemas Tanjung Priok 2 Susatyo, Fadhly Aldilas; Amiruddin, Wilma; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas dibongkar muat dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Keterlambatan dwelling time dapat merugikan banyak pihak, baik dari pihak importir maupun pihak eksportir. Faktor yang menghambat proses dwelling time adalah arus peti kemas yang tinggi, kurangnya fasilitas dan optimalisasi alat bongkar muat, dan lamanya proses administrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari solusi terbaik dengan beberapa skenario untuk mengantisipasi dan mengurangi dwelling time di PT IPC Terminal Peti Kemas Tanjung Priok 2. Metode yang digunakan adalah forecasting, response surface method, dan sistem antrian dengan aplikasi winqsb. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, peningkatan kinerja alat QCC menjadi 27 box/jam, peningkatan kinerja RTGC menjadi 19 box/jam, peningkatan kinerja HT menjadi 5 box/jam, dan penambahan fasilitas HT sebanyak 4 unit berhasil menurunkan presentase keterlambatan dwelling time sebesar 20.49% hingga 26.29% di masa mendatang.
Analisis Tubrukan Pada Haluan Kapal Mt. Kuang 6500 Dwt Terhadap Jetty Dengan Dan Tanpa Fender Hidayatullah, Yusuf; Zakki, Ahmad Fauzan; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan simulasi tubrukan haluan kapal MT.Kuang 6500 DWT terhadap jetty dengan dan tanpa fender. Penelitian menggunakan metode elemen hingga dengan software Abaqus 6.14 yang bertujuan mengkaji tingkat kerusakan kapal saat mengalami tubrukan terhadap jetty. Jurnal ini hanya menunjukkan variasi dalam kecepatan 3 knot serta sudut kedatangan kapal 90o dan 45o terhadap jetty. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kerusakan pada lambung kapal menjadi lebih kecil dengan pengaplikasian fender. Tubrukan tidak dilengkapi fender menghasilkan strain sebesar 0,2 untuk sudut 90o dan 0,1 untuk sudut 45o sedangkan tubrukan dilengkapi fender hanya menghasilkan strain yang lebih kecil senilai 0,17 dan 0,07 secara beruntun. Pada kontak tubrukan 3 m diatas lunas, strain yang dihasilkan berturut-turut 0,2 dan 0,12 serta 0,17 dan 0,1. Patah pelat hanya terjadi pada sudut 90o terhadap jetty tanpa fender. Tubrukan tanpa fender mengalami tingkat kerusakan lebih besar, namun demikian tingkat kerusakan berupa robekan pelat hanya terjadi pada area sekitar linggi haluan kapal dan tidak mencapai area sekat haluan. Hal ini memungkinkan kapal tetap dalam keadaan mengapung meskipun area fore peak tank mengalami kebocoran
PERENCANAAN KAPAL CONTAINER 12500 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN SURABAYA - BANJARMASIN Prabaswara, Alvian Dharmala; Kiryanto, Kiryanto; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal kontainer sangat penting digunakan dalam melakukan kegiatan ekspor impor dikarenakan dapat mengangkut barang secara efisien dan hemat biaya dibandingkan mengirim melalui pesawat terbang. Surabaya, kota pelabuhan utama dan pusat industri, mengandalkan ekspor produk seperti tekstil dan barang elektronik, sementara Banjarmasin, pusat industri pertambangan, minyak bumi, dan energi, bergantung pada ekspor batu bara, minyak, dan gas alam. Memahami komoditas dan aktivitas ekonomi kedua kota ini penting dalam perencanaan operasional kapal kontainer melintasi rute pelayaran Surabaya-Banjarmasin. Pengembangan kapal kontainer yang efisien dan mampu mengangkut berbagai macam komoditas antara kedua kota ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing sektor perdagangan maritim Indonesia. Untuk pemodelan kapal menggunakan software Auto Cad, Maxsurf, dan 3ds Max. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LOA = 140.13 m, LWL = 136.72 m, LPP = 132.73 m , B = 23.36 m, H = 11.45 m, T = 8.46 m, Vs = 17.29 knot.
Analisis Pengaruh Durasi Post Weld Heat Treatment Annealing Pada Pengelasan GMAW Baja ST60 Terhadap Kekuatan Uji Tarik, Uji Impak, Uji Bending dan Struktur Mikro Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil; Amiruddin, Wilma; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GMAW atau Gas Metal Arc Welding adalah metode pengelasan yang menggunakan busur listrik untuk melelehkan logam yang akan disatukan dengan bantuan gas pelindung untuk melindungi daerah las dari kontaminasi. Baja ST60 merupakan jenis baja karbon sedang dengan kandungan karbon sebesar 0,48-0,55% yang penggunaanya relevan dengan industri perkapalan saat ini, namun dalam proses pengelasan baja karbon sedang seperti baja ST60 ini sering mengalami permasalahan struktural dan pada sifat mekanis akibat perubahan suhu yang cepat dan distribusi panas yang tidak merata. Permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan Post Weld Heat Treatment (PWHT), yang berfungsi untuk mengurangi tegangan residual, meningkatkan ketahanan korosi, dan memperbaiki sifat mekanis logam. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengujian tarik, tegangan tarik maksimum tertinggi didapatkan oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 1 jam dengan nilai sebesar 627 MPa, sedangkan nilai regangan tarik terbesar didapat oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 3 jam dengan nilai rata-rata regangan sebesar 6%, untuk nilai modulus elastisitas terbesar didapat oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 1 jam dengan nilai rata-rata modulus elastisitas sebesar 97,2 GPa. Pengujian iMPak didapatkan spesimen dengan nilai ketangguhan iMPak tertinggi yakni oleh spesimen dengan perlakuan PWHT 3 jam dengan nilai rata-rata 1,21 J/mm². Pengujian bending didapatkan spesimen dengan nilai tegangan tekuk tertinggi pada PWHT 1 jam dengan nilai rata-rata sebesar 713,83 MPa. Pengamatan struktur mikro didapatkan spesimen dengan perlakuan PWHT 3 jam membentuk butiran ferrite dan pearlit yang paling rapi dan rapat pada daerah base metal, HAZ, dan weld metal.
Design Interior dan Re-layout Ruang Akomodasi dengan Metode CORELAP pada Kapal Ro-Pax 10000 GT Siswoyo, Ghaisani Nabilla; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Ro-Pax dilakukan perbaikan desain interior dan tata letak berdasarkan aturan SOLAS akibat kebakaran kapal. Penelitian ini bertujuan merencanakan layout ruang akomodasi kapal menggunakan metode CORELAP dan hasil desain interior dipastikan sesuai dengan peraturan SOLAS. Manfaat dari penelitian ini terciptanya layout yang teratur dan desain interior yang mementingkan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan berhasil menciptakan susunan layout baru yang merupakan opsi terbaik, dimana Ruang Deluxe memiliki kedekatan dengan Ruang VVIP dan Ruang VIP. Toilet 1 memiliki kedekatan dengan Ruang VIP. Toilet 2 memiliki kedekatan dengan Mushola, Ruang Medis dan Ruang Ekonomi. Ruang Pengemudi memiliki kedekatan dengan Ruang Eksekutif 1 dan Ruang Eksekutif 2. Mushola memiliki kedekatan dengan Toilet 2, Ruang Eksekutif 1, Ruang Eksekutif 2 dan Ruang Medis. Dapur Saji memiliki kedekatan dengan Ruang Ekonomi dan Kafetaria. Perubahan pada masing-masing ruangan yang diteliti sudah memenuhi peraturan keselamatan mengenai material yang tidak mudah terbakar, peletakan furnitur, penerangan darurat tambahan, deteksi kebakaran, sprinkler, ketersediaan APAR, lifejacket.
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus Dan Variasi Temperatur Preheat Pada Pengelasan Smaw Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Tekuk Baja St 60 Lumban batu, Afriando; Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan baja jenis karbon sedang yang memiliki rata-rata tegangan 647,71 MPa, regangan 0,22% dan Modulus Young 208,99 GPa yang sering digunakan pada konstruksi kapal. Pada saat pengelasan sering kali terjadi perbedaan tegangan didaerah pengelasan yang menyebabkan kurang maksimalnya hasil pengelasan, umum nya metode pengelasan yang digunakan adalah pengelasan SMAW. Preheat merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengurangi perbedaan tegangan antara spesimen dengan elektroda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi dampak dari variasi kuat arus dan suhu preheat terhadap kekuatan tarik dan kekuatan tekuk pada baja ST 60. Standar pengujian spesimen dibuat mengikuti aturan standar uji ASTM E8. Nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 767 MPa pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 100 A dan nilai regangan tekuk tertinggi sebesar 4,63 %  terdapat pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 100 A. Sementara untuk nilai modulus tertinggi sebesar 219,93 GPa pada spesimen preheat 250 0C dengan kuat arus pengelasan 115 A. Spesimen tanpa preheat yang memiliki nilai tegangan tekuk tertinggi sebesar 753,70 MPa dan nilai regangan tekuk tertinggi sebesar 0,86% dengan kuat arus pengelasan 100 A. Sementara itu, spesimen dengan preheat suhu 350°C dan kuat arus pengelasan 100 A menunjukan nilai modulus elastisitas tertinggi sebesar 905,94 GPa. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan perlakuan panas dan kuat arus pengelasan dapat meningkatkan kekuatan tarik, namun mengurangi kekuatan tekuk benda.