cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisis Pengaruh Salinitas Air dan Waktu Penyemprotan Sandblasting terhadap Laju Korosi dengan Coating dan Tanpa Coating pada Baja ST 60 Qusayyi, Abdillah Ahmad; Budi. S, Ari Wibawa; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi menyebabkan penurunan kualitas baja. Faktor-faktor yang memengaruhi laju korosi meliputi salinitas, pH, suhu, dan konsentrasi oksigen. Pencegahan korosi bisa dilakukan dengan coating, yang memerlukan tahap sandblasting untuk meningkatkan daya rekat cat. Penelitian ini mempelajari pengaruh salinitas dan waktu sandblasting pada baja ST 60 dengan dan tanpa coating. Baja ST 60 diuji dengan sandblasting menggunakan aluminium oxide dan steel grit selama 20, 45, dan 90 detik. Cat yang digunakan adalah polyurethane setebal 250 μm. Pengujian korosi dilakukan dengan metode elektrokimia dalam larutan salinitas 32 ‰ dan 38 ‰. Hasil menunjukkan bahwa waktu sandblasting 90 detik menghasilkan kekasaran tertinggi 88 μm dan laju korosi terendah terjadi pada penyemprotan 20 detik di larutan salinitas 32 ‰ 0,0035453 mmpy, sementara laju korosi tertinggi terjadi pada penyemprotan 45 detik di larutan salinitas 38 ‰ 0,045502 mmpy. Kesimpulannya, lapisan coating efektif menghambat korosi, dan variasi salinitas mempengaruhi laju korosi.
Optimalisasi Safety Cargo Operation pada Proses Loading Cargo Oil Product PT. Pertamina di Kapal MT. Dewi Sri Dhawala, Pakavy Aqshall; Yudo, Hartono; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oil products fall under the category of hazardous cargo that require special handling due to the potential risks of accidents such as overflow, which can cause pollution, leakage leading to fires, worker accidents due to lack of knowledge, and claims of delays during cargo loading that can harm both companies involved. Therefore, to prevent accidents that could cause significant losses to the company, it is necessary to optimize safety procedures for cargo operations. The objective of this study is to understand the process and obstacles during the oil cargo loading on MT Dewi Sri and to analyze the hazards and risks to both workers and the cargo, ensuring the process runs more optimally. Using the HIRARC Method and Likelihood and Severity Index Method in the oil product cargo loading process, it allows for hazard level analysis and helps reduce the risk of accidents and losses. Data collection techniques include in-depth interviews, surveys, documentation, and literature reviews. The results of this study show that in the oil cargo loading process on MT Dewi Sri, 6 out of 15 activities have potential hazards and risks. After analysis, it was found that 50% were classified as High Risk, and 50% were classified as Extreme Risk before risk control measures were implemented. After risk controls were applied, the percentage of risk decreased, with 83.3% classified as Moderate Risk, and 16.6% classified as Low Risk. The handling procedures for the cargo refer to the Manual Book in accordance with the ISM Code, minimizing the risks involved 
Analysis of Service Quality on Customer Satisfaction of Barge Ship Repair Services Case Study PT. Galangan Anugerah Wijaya Succeeds Using Smartpls and SPSS Methods Wijoyo, Afif Wibisono; Santosa, Ari Wibawa; Mursid, Ocid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In a service business, assessing service quality is very important and influences consumer perceptions and expectations. Customer satisfaction is the goal and means of marketing.Customer satisfaction can be achieved if the company provides what the customer wants and needs. Therefore, customer satisfaction is very important for service companies. Formulating service quality requires customer aspirations to encourage company innovation and creativity inimproving service quality. The aim of this research is to determine aspects of customer service and determine the sustainability of repair services at PT. Galangan Anugerah Wijaya Berjaya Determination of service variables was obtained using the Smartpls calculation method using SPSS software. In data processing there are several stages, namely observation, interviews, distributing questionnaires, processing respondent characteristics based on length of subscription and education. The results of this research show that there is an influence of shipyard service quality on customer satisfaction. The results of the questionnaire answers showthat PT. The Anugerah Wijaya Berjaya Shipyard serves carefully and the shipyard's service quality is 2,638, thus having a significant influence on customer satisfaction.
Analisis Hambatan Total pada Stepped Planing Hull dengan Variasi Geometri Trim Tab Dropfins menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics Simatupang, Ridho Justicia; Budiarto, Untung; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planing hull memiliki karakteristik hidrodinamika pada fase planing yang menimbulkan gaya angkat. Dalam mendesain planing boat harus dapat memaksimalkan gaya hidrodinamika untuk menghasilkan performa yang baik. Upaya untuk meningkatkan performa kapal adalah menambahkan appandage. Penelitian ini menggunakan trim tab untuk mereduksi nilai hambatan yang dihasilkan oleh kapal. Penelitian ini menggunakan model stephull dan modifikasi pada trim tab, yaitu menambahkan dropfins dengan variasi lebar span dan chord, serta kecepatan kapal. Penelitian ini menggunakan FVM dengan persamaan RANS dan model turbulensi k-ω SST untuk memperkirakan aliran turbulensi di sekitar kapal dan free surface dimodelkan menggunakan VOF dengan fasa air dan fasa udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan hambatan total setelah dilakukan instalasi trim tab, dimana reduksi hambatan total terbesar terdapat pada trim tab C2 di Fn 2.29 sebesar 6.8%. Kenaikan hambatan total terjadi di satu variasi, yaitu trim tab A di Fn 1.41 sebesar 2.84%. Trim tab tanpa dropfins lebih baik dalam mereduksi hambatan total, tetapi tidak lebih baik dalam menurunkan sudut trim kapal. Seluruh variasi pada penelitian ini mampu menurunkan sudut trim dengan perubahan terbesar pada trim tab A di semua kecepatan, namun variasi trim tab A di Fn 1.41 menciptakan penambahan hambatan total.
Analisis Kinerja Sistem Bongkar Muatan Curah Kering di PELINDO III Tanjung Emas Semarang Azzam, Muhammad Abdullah; Santosa, Ari Wibawa Budi; Mulyanto, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan hasil kerja terukur yang dicapai pelabuhan dalam melaksanakan pelayan pelabuhan.Seiring perkembangan waktu,pelabuhan Tanjung Emas justru memiliki nilai kinerja yang masih kurang dan tidak kosisten.Penelitian ini akan menganalisis penyebab kurang maksimalnya kinerja bongkar curah kering non pangan dan menganalisis kinerja bongkar ditahun yang akan datang sehingga dapat mengetahui apakan kinerja masih sesuai standar atau tidak dan rekomendasi perbaikan.Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis yaitu fault tree analysis untuk mengetahui kurang maksimalnya kinerja dan metode forecasting menggunakan trend analysis untuk mengetahui arus bongkar dan kinerja di masa yang akan datang.Penelitian ini menghasilkan fasilitas perlatan pelabuhan merupakan faktor terbesar dalam kurang maksimalnya kinerja bongkar dengan nilai probabilitas sebesar 0.0.Hasil perhitungan utilitas perlatan juga mengalami overload pada luffing crane diangka 84% dan pada excavator diangka 104%.Setelah melakukan forecasting juga terlihat pada tahun 2033 luffing crane megalami overload diangka 122%,excavator diangka 154%,dan grab diangka 116%.Setelah dilakukan penambhan alat berupa 1 luffing crane,2 excavator dan 1 grab,nilai utilitasnya turun menjadi 25-41% untuk luffing crane,51-72% untuk excavator dan 27-39% untuk grab sehingga utulitas kinerja peralatan masih sesuai dengan peraturan.Sehingga dapat disimpulkan faktor kurang maksimalnya kinerja bongkar adalah karena kurangnya perlatan dan dilakukan penambahan fasilitas agar sesuai dengan standar kinerja.
Pengaruh Temperatur dan Tegangan Listrik pada proses Elektroplating Lapisan Seng Terhadap Laju Korosi pada Baja Karbon Rendah A36 Candra, Ronaldo; Budiarto, Untung; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal baja sangat rentan terhadap serangan korosi, Jumlah korosi yang diinduksi pada baja struktural ditentukan oleh kehadiran oksigen, garam dan air di lingkungan paparan. Korosi dapat membuat kualitas dari baja menurun. Cara pencegahan korosi pada baja yang sering digunakan adalah dengan cara baja dilapisi dengan lapisan penghalang atau disebut electroplating. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui laju korosi dengan variasi tegangan dan suhu pada proses elektroplating pada baja karbon rendah A36.Pada penelitian ini menggunakan tegangan dan suhu yang berbeda yaitu dengan tegangan 7V 9V 11V dan suhu 47°C, 57°Cdan 67°C. Pengujian laju korosi ini menggunakan metode elektrokimia. Hasil dari pengujian elektrokimia mendapatkan hasil terkecil dan terbaik pada pelapisan dengan tegangan 11V suhu 57°C yaitu 0.022555 mmpy dengan ketebalan 6.00 µm. Sehingga dapat disimpulkan semakin tebal lapisan belum tentu menhasilkan laju korosi yang rendah. Pada uji ketebalan mendapatkan hasil lapisan terbaik pada pelapisan dengan Tegangan 11V dan Suhu 67°C. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besarnya tegangan dan suhu dapat menghasilkan lapisan yang lebih tebal.
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Austenisasi Pada Proses Quenching Tempering Baja ST37 Terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro Sebagai Material Poros Propeller Jonathan, Mario; Budiarto, Untung; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poros propeller merupakan komponen pada kapal yang memiliki peran penting pada proses perpindahan daya dari main engine ketika kapal sedang beroperasi. Proses perpindahan daya yang terjadi menyebabkan poros yang bekerja akan menerima berbagai jenis beban akibat dari berbagai jenis gaya, sehingga diperlukan sifat mekanis dari material yang baik untuk digunakan sebagai material poros propeller. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur austenisasi pada proses quenching tempering pada baja ST 37 terhadap sifat mekanis dan struktur mikro sebagai material poros propeller. Metode yang tepat untuk meningkatkan sifat mekanis pada suatu material adalah dengan memberikan perlakuan panas (heat treatment) pada material tersebut, perlakuan panas berupa quenching tempering merupakan metode yang tepat untuk mendapatkan sifat mekanis material berupa kombinasi antara kekuatan dan keuletan. Variasi temperatur austenisasi yang digunakan pada penelitian ini adalah 750°C, 850°C, dan 950°C. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sifat mekanis dari baja ST 37 setelah melalui proses quenching tempering cenderung mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya temperatur austenisasi yang digunakan. Berdasarkan dari data hasil pengujian, peningkatan sifat mekanis ditunjukkan oleh meningkatnya nilai kekuatan tarik, kekuatan puntir, dan kekerasan pada baja ST 37, serta penurunan sifat kekakuan dari material berupa penurunan nilai modulus young dan modulus geser. Nilai kekuatan tarik, puntir, dan kekerasan meningkat hingga mencapai 544,7 MPa, 114,7 MPa, dan 220,8 Hv pada variasi temperatur austenisasi 950°C. Peningkatan sifat mekanis pada baja ST 37 dikarenakan adanya transformasi struktur mikro pada baja berupa kombinasi antara ferrite dan tempered martensite setelah melalui proses heat treatment quenching tempering
Analisis Kekuatan Spherical Vessel Tank 42 - T- 404 G PT. Pertamina dengan Variasi Ketebalan dari Grade Material Nyawa, Dewa Anjar; Trimulyono, Andi; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pressure Vessel adalah tangki yang digunakan untuk menyimpan cairan dan gas di bawah tekanan tinggi. Tekanan tinggi menyebabkan timbulnya tegangan pada tangki, dan jika tegangan tersebut melebihi batas yang diizinkan, tangki akan mengalami kegagalan. Maka, penggunaan material yang tepat dalam pembuatan tangki spherical sangat penting untuk memastikan keamanan operasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari nilai tegangan maksimal pada setiap perbedaan ketebalan tangki, membandingkan hasil tegangan maksimal dengan allowable stress, dan mendapatkan desain dengan kemampuan terbaik. Penelitian dimulai dengan menghitung ketebalan tangki melalui beberapa Pendekatan yaitu, ketebalan berdasarkan kondisi desain, hydrostatic test, dan shear stress. Terdapat 4 variasi grade yang membuat objek penelitian menjadi 12. Setelah diperoleh ketebalan kemudian objek di simulasikan dengan pendefinisian material yang sesuai dengan keadaan asli dari objek termasuk density, minimum yield stress, modulus elasticity. Kemudian penentuan pembebanan juga dipastikan sama untuk setiap desain yakni 18,6 Kg/cm2 serta menentukan boundary conditions. Setelah semuanya sudah selesai, langkah selanjutnya adalah running dari hasil penelitian yang outputnya berupa tegangan maksimal yang akan dibandingkan dengan minimal yield strength dan allowable stress mengenai kemampuan dalam menahan pressure. Hasil akan dianalisa dan mencari desain dengan kemampuan paling baik dalam menahan pressure. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua grade aman untuk digunakan, namun grade paling aman adalah grade 70. Setiap penurunan grade dari 70, 65, 60, dan 55, ketebalannya semakin besar. Selain itu, semakin besar ketebalan dari tangki, maka tegangan maksimalnya semakin kecil. Tegangan maksimal paling besar adalah 106,7 MPa dan allowable terbesarnya juga adalah 138 MPa.
Studi Perancangan Trash Skimmer Boat (Kapal Pembersih Sampah) Tipe Catamaran Simetris Streamline Untuk Wilayah Perairan Pantai Marina Semarang Mu'afifah, Fajriyatul; Amiruddin, Wilma; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Marina Semarang merupakan tempat wisata yang bisa dikunjungi jika berkunjung di Semarang, namun Pantai Marina mempunyai permasalahan mengenai sampah dipermukaan pantai. Tujuan penelitian ini yaitu membuat rancangan Trash Skimmer Boat untuk mengatasi permasalahan sampah di Pantai Marina. Sampah di pantai marina berkisar 2.7 Ton dengan massa sampah 320kg/m3, dengan volume 8,4375 m3. Valume tempat penampung sampah menjadi dasar penetapan ukuran bak penampung sampah dengan lebar 3.5m, tinngi 1.2 m, dan panjang 2 m. Trash Skimmer Boat ini didesain dengan lambung catamaran yang simetris streamlines dan menggunakan conveyor belt sebagai pengangkut sampah. Proses awal perancangan kapal yaitu menentukan ukuran utama menggunakan acuan lebar bak penampung sampah sama dengan lebar kapal dan untuk mencari ukuran utama lainnya menggunkan rumus perbandinggan multihulship, insel&molland 1992 didapatkan ukuran utama sebagai berikut LWL 7.191 m, LOA 7.5 m, LPP7.05, B 3.5 m, H 1.5 m, T 1.3 m, Cb 0.4, kecepetan 8 Knot, menentukan nilai hambatan kapal yaitu 4,8 N, untuk mesin penggerak kapal berdasarkan BHP didapatkan hasil 44,6074 HP, dibuat pemodelan lambung, rencana garis dan rencana umum menggunakan software khusus. Setelah mendapatkan desain kapal, rencana garis, dan rencana umum kemudian dilakukan analisa stabilitas yang sudah sesuai dengan IMO dan IS Code, analisa hidrostatis dan hasil membuat estimasi biaya pembangunan kapal sebesar Rp. 315.335.662.
Analisa Kekuatan Konstruksi pada Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) Menggunakan Metode Elemen Hingga Shidqi, Muhammad Ilham
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) sebagai alat operasi amfibi oleh TNI harus dilakukan kajian kekuatan pada konstruksi geladak akibat  pembebanan muatan artileri. KAPA digunakan untuk mengangkut beberapa jenis artileri. Jenis muatan mempunyai kerakteristik pembebanan yang merata keseluruh geladak kendaraan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada kontruksi geladak Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA). Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (FEM) dan mengacu kepada aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Penulis melakukan penelitian dengan 4 kondisi pembebanan. Kondisi pertama 1 Meriam M1939 dengan total muatan 4500 kg, kondisi kedua 1 Meriam M1938 dengan total muatan 3100 kg, kondisi ketiga 1 Howitzer LG-1 MK II dengan total muatan 1500 kg, kondisi keempat 1 Meriam M119 Howitzer dengan total muatan 2100 kg. Validasi dilakukan pada model dengan cara membandingkan hasil perhitungan simulasi dengan perhitungan analitis menggunakan teori balok dan didapatkan nilai error sebesar 3,08%. Bahan material yang digunakan KI-A36 dengan yield 250 MPa, hasil analisa FEM didapatkan tegangan maksimum 134,8 MPa dan defleksi 8,91 mm, hasil dari penelitian kekuatan konstruksi pada Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) telah memenuhi kriteria aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)