cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 797 Documents
Analisis Frekuensi Tubrukan Kapal Menggunakan Causation Probability Berdasarkan Metode Bayensian Network : Studi Kasus Alur Pelayaran Barat Surabaya Maharani, Heslina Fifani; Yudo, Hartono; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubrukan kapal mejadi salah satu kecelakaan yang memiliki nilai presentasi terbesar. Menurut laporan investigasi KNKT dan laporan hasil sidang putusan mahkamah pelayaran, kecelakaan tubrukan kapal menjadi salah satu ancaman yang serius baik untuk dua kapal atau lebih yang terlibat. Hal itu akan menimbulkan kerugian ada nya korban jiwa dan kerugian material. Penelitian ini melakukan pemodelan bertujuan mengetahui faktor penyebab yang berkontribusi besar pada probabilitas tubrukan kapal, mengetahui nilai causation probability di tiga tipe tubrukan kapal diperairan Indonesia, dimana causation probability didefinisikan sebagai probabilitas terjadinya kegagalan untuk menghindar ketika kapal berada dijalur tubrukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah metode bayensian network untuk pemodelan nya. Hasil yang didapat yaitu probabilitas kapal mengalami tubrukan adalah  64%. Nilai causation probability tipe tubrukan kapal Head-on yaitu 5,69 x10⁻⁵, Tubrukan kapal Crossing yaitu 4,23 x10⁻⁵, dan Tubrukan Kapal Overtaking yaitu 0,96  x10⁻⁵. Nilai causation probability tersebut diaplikasikan ke dalam frekuensi tubrukan kapal di alur pelayaran barat surabaya menghasilkan frekuensi tubrukan kapal berturut turut. Head-on sebesar 0,17, crossing  sebesar 0,00009  dan overtaking sebesar 0,008. Berdasarkan pemodelan bayensian network yang telah dibuat, didapatkan node factor yang memiliki pengaruh besar yaitu “Technical Failure”, “ Crew Competence”, dan “Preventive Timing”.
ANALISIS PENGARUH pH AIR TERHADAP LAJU KOROSI DENGAN PENGELASAN GMAW APLIKASI COATING DAN TANPA COATING BAJA A36 Pardede, Epan Rexky; Kiryanto, Kiryanto; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja Astm A36 yang umumnya diterapkan dalam pembangunan struktur kapal. kandungan karbon sekitar 0,14%, Baja ASTM A36 termasuk dalam kategori baja karbon rendah dengan kemampuan las yang baik,salah satu jenis pengelasan yang sering digunakan adalah GMAW (Gas Metal Arc Welding). Gmaw (Gas Metal Arc Welding) suatu proses menyambungkan dua material atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal).dan masalah terbesar yang dialami adalah korosi, korosi menjadi salah satu penyebab kerusakan yang paling sering terjadi pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kadar pH air, semakin asam kadar ph airnya maka laju korosi akan semakin tinggi, salah satu pencegahan yang dilakukan adalah pelapisan coating. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar pH air terhadap laju korosi dengan pengelasan GMAW aplikasi coating dan tanpa coating baja a36. Pengujian laju korosi pada penelitian ini menggunakan metode elektrokimia dan WeightLoss,dengan kadar pH air 4,6,7 dan 9. Hasil yang didapatkan dari pengujian laju korosi tertinggi terjadi pada spesimen yang tidak di coating dengan pH air 4 dengan nilai 4,5 mmpy dan hasil laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan coating pada pH air 7 dengan nilai laju korosi 0.042216054 mmpy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh coating dapat menghambat laju korosi dan tingkat keasaman air berpengaruh terhadap kenaikan laju korosi.
Analisis Teknis Balok Laminasi Bambu Ori dan Serat Ijuk Sebagai Alternatif Komponen Kapal Perikanan Sinaga, Joel Greson; Santosa, Ari Wibawa Budi; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kayu yang tersedia semakin berkurang seiring dengan peningkatan kebutuhan kapal untuk bahan baku. Teknik laminasi dapat digunakan untuk membuat produk kayu yang lebih awet dan memiliki struktur dan sifat mekanik yang lebih kuat. Laminasi bambu ori dan serat ijuk salah satu metode untuk mengembangkan bahan agar memiliki struktur yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan tekuk balok laminasi berpenguat bambu ori dan serat ijuk untuk digunakan sebagai alternatif komponen kapal kayu. Penelitian ini menganalisis perubahan nilai teknis berupa nilai uji tarik dan nilai uji tekuk balok laminasi dengan variasi persentase bahan 0% ijuk 100% bambu, 5% ijuk 95% bambu, 10% ijuk 90% bambu, 15% ijuk 85% bambu, 20% ijuk 80% bambu. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa balok laminasi bambu ori dan serat ijuk memiliki rata-rata kadar air 8,9-9,17%, berat jenis rata-rata 0,7-0,76 gr/cm3, memilki rata-rata kuat tarik sebesar 167,67-206,67 Mpa dan rata-rata kuat tekuk sebesar 80,36-88,92 Mpa. Dari penelitian ini juga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin tinggi persentase bambu ori dalam balok laminasi, berbanding lurus dengan kenaikan kekuatan teknis balok laminasi. Berdasarkan standar BKI bahwa balok laminasi bambu ori dan serat ijuk memenuhi standar kelas kuat kayu BKI dan tergolong dalam kayu kelas kuat II.
Perancangan Sistem Digitalisasi Monitoring Data RPM Engine dan Temperatur Minyak Lubrikan Kapal Berbasis Internet of Things (IoT) dengan Metode Simulasi Prototype ESP32 Agustini, Syarifah Ahdi; Mulyatno, Imam Pujo; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) pada permesinan kapal mendukung upaya pemeliharaan predictive maintenance yang memanfaatkan peralatan berteknologi tinggi seperti sensor dan satelit komunikasi untuk memonitor peralatan serta mendeteksi kerusakan sebelum terjadinya kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model sistem monitoring rpm mesin dan temperatur minyak lubrikan kapal berbasis IoT dengan menggunakan simulasi prototype. Sensor encoder berfungsi untuk membaca data rpm dan sensor DS18B20 untuk pembacaan data temperatur minyak lubrikan diintegrasikan dengan mikrokontroler ESP32 dan jaringan internet, sehingga didapatkan pelaporan data yang akurat secara real-time. Perancangan penerapan teknologi IoT pada permesinan kapal menggunakan sensor-sensor dan jaringan internet berpedoman pada Peraturan BKI Kapal Tak Berawak Section 8 terkait Pengendalian dan Pengoperasian Jarak Jauh. Hasil dari pengujian dan analisis kerja prototype sistem yang telah dirancang menunjukkan mikrokontroler ESP32 dapat digunakan untuk monitoring kondisi rpm mesin dan suhu minyak lubrikan dengan masing-masing nilai presentase error sebesar 1,305% untuk sensor encoder dan 0,972% untuk sensor DS18B20. Keunggulan penerapan sistem monitoring berbasis IoT antara lain, kondisi mesin dapat dipantau secara real-time menggunakan aplikasi/web dashboard yang dapat diakses oleh operator di kapal dan/atau operator jarak jauh di pelabuhan, mengirimkan peringatan kondisi operasi serta sebagai support decision making bagi operator mesin apabila terjadi kondisi tidak normal.
Analisa Pengaruh Penambahan Inhibitor CaCO3 Terhadap Laju Korosi Pada Baja ASTM A36 dengan Variasi Konsentrasi Inhibitor Rizkhi, Muhammad Ghozi Tirtha; Sisworo, Sarjito Joko; Budi Santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan fenomena yang tentu sering terjadi dalam industri perkapalan. Industri perkapalan yang sangat bersinggungan dengan air laut yang merupakan salah satu penyebab dari korosi tentu hal ini akan menjadi masalah besar apabila tidak ditanggulangi dengan baik. Inhibitor korosi adalah zat kimia yang ditambahkan pada suatu lingkungan terhadap logam untuk menurunkan laju korosi logam di dalamnya. Oleh sebab itu diperlukan inhibitor untuk menekan laju korosi pada baja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan inhibitor CaCO3 terhadap laju korosi merata pada baja ASTM A36. Pada penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi inhibitor 5 %, 10% 15% dan juga tanpa ditambahkan inhibitor sebagai pembanding serta dengan variasi waktu dalam 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan metode weightloss untuk meneliti kehilangan berat yang terjadi pada spesimen uji dan juga elektrokimia untuk meneliti terkait laju korosi. Hasil yang didapatkan dalam pengujian yaitu kehilangan berat dan laju korosi terendah terjadi pada penambahan inhibitor dengan konsentrasi 15 % dalam waktu 5 hari yaitu sebesar 0.72 gram dan 0.62433 mmpy. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa penambahan inhibitor CaCO3 dapat memperlambat laju korosi dan laju korosi bertambah seiring dengan lama waktu perendaman dan berkurang seiring dengan pertambahan konsentrasi inhibitor
Analisa Pengaruh Variasi Ketebalan Serta Jenis Coating Pada Pelat Baja SS400 Terhadap Laju Korosi dan Uji Adhesi Aji, Alfi Bayu; Santosa, Ari Wibawa Budi; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja SS 400 merupakan material utama dalam industri perkapalan. Meskipun memiliki keunggulan, baja ini menghadapi masalah yang tidak dapat dihindari yakni korosi. Namun dapat diperlambat dengan melakukan pemberian pelapisan pada permukaan baja (coating). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan dan jenis coating yang berbeda terhadap pengujian adhesi dan laju korosi. Material yang digunakan adalah baja SS400 dengan menerapkan variasi ketebalan 75 µm, 125 µm, dan 250 µm, serta jenis coating alkyd dan epoxy sebagai primer coating menggunakan solvent thinner. Pengujian adhesi menggunakan metode pull-off-test dengan Standar ASTM D4541, sedangkan untuk pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia menggunakan sel tiga elektroda dengan software CorrTest sesuai standar ASTM G102. Pengujian dilakukan setelah pelapisan diaplikasikan dan cat benar-benar kering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai adhesi metode pull-off-test  tertinggi diperoleh pada pelapis epoxy hempadur mastic 45881  dengan ketebalan 250 µm, yaitu 18,78 MPa. Sementara itu, laju korosi metode elektrokimia terbaik diperoleh pada coating epoxy hempadur mastic 45881 dengan ketebalan 125 µm menghasilkan nilai 0,016915 mmpy. Semakin tebal penerapan coating tidak selalu meningkatkan perlindungan terhadap laju korosi, tetapi justru dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cacat coating yang dapat menurunkan perlindungan pada material.
Analisis Pengaruh Tekanan dan Jarak Air Spray Terhadap Ketebalan Coating dan Laju Korosi Pada Baja A36 Kenteurachmat, Ahmad; Manik, Parlindungan; Wibawa, Ari
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coating merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melindungi material dari kerusakannya akibat lingkungan. Metode air spray pada coating dianggap sebagai metode paling optimal dalam melindungi material. Namun banyak faktor yang dapat merubah hasil dalam penggunaanya, salah satunya tekanan dan jarak. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai optimal penggunaan air spray terhadap ketebalan coating dan laju korosi . Metode penelitian menggunakan variasi tekanan 3,5, dan 7 bar dan jarak 15, 20, 25 cm, untuk pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia yaitu larutan NaCl 3,5%. Hasil penelitian nilai laju korosi paling rendah didapatkan pada tekanan 7 bar dan jarak 25 dengan hasil 0.0396 mm/year dan ketebalan 182.7 μm. Untuk hasil laju korosi tertinggi didapatkan pada tekanan 3 bar dan jarak 25 cm dengan nilai laju korosi 0.1085 mm/year dan nilai ketebalan 169.3 μm. Sehingga pada penilitian ini didapatkan dengan menggunakan jarak 15, 20, 25 cm dan tekanan 3, 5, 7 bar masih mendapatkan nilai hasil laju korosi dengan hasil yang dinilai baik dan optimal dalam perlindungannya. Untuk pengaruhnya terhadap ketebalan dibutuhkannya tekanan dan jarak optimal untuk mendapatkan hasil yang sesuai.
Optimasi Reschedule Reparasi Kapal KMP. Tribuana 1 dan MT. Bulue Star 5 Menggunakan Metode Time Cost Trade Off dengan 8 Variasi Crashing Berbasis CPM Asfala, Davierend; Mulyatno, Imam Pujo; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimasi reschedule reparasi 2 kapal yang dilaksanakan secara simultan bertujuan untuk mencegah keterlambatan dari pengerjaan proyek yang berdasarkan repair list untuk mendapatkan skenario pengerjaan yang paling efektif untuk menyelesaikan proyek dengan mempertimbangkan biaya dan durasi yang optimum, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah time cost trade off berbasis critical path method dengan variabel durasi, tenaga kerja, dan biaya, reschedule reparasi proyek diuji dengan 8 variasi crashing. Dari hasil pengujian didapatkan beberapa kesimpulan mengenai variasi dalam pengerjaan proyek bahwa Dalam skenario normal, proyek ini akan memakan waktu total selama 144 hari dengan biaya sebesar 50,400,000. berdasarkan crashing dengan variasi A1, waktu pengerjaan proyek dapat berkurang menjadi 134 hari dengan tambahan biaya 4,550,000, atau sebesar 9.03% biaya dari pengerjaan normal. Skenario A2 dan A3 juga menunjukkan efisiensi serupa dengan penambahan biaya sebesar 18.08% dan 15.08%. Sedangakan di sisi lain, pengerjaan proyek dengan scenario B1 menghasilkan pengurangan durasi pengerjaan proyek hingga 118 hari dengan tambahan biaya Rp.4.316.666,- pada pengerjaan B2 menghasilkan pengurangan durasi proyek 29,86% dengan biaya Rp.5.623.333,- skenario B3 memungkinkan pengurangan yang signifikan waktu penyelesaian menjadi 86 hari dengan penambahan biaya sebesar 12.15%
Analisa Shop Level Planning dengan Precedence Diagram Method pada Dua Unit Reparasi Kapal Hasibuan, Evi Aisah; Mulyatno, Imam Pujo; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa shop level planning diperlukan untuk mengetahui tingkat produktivitas pada setiap bengkel berdasarkan repair list, urutan pekerjaan dan dihitung berdasarkan jalur kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan  dua repair list pada  kapal X dan kapal Y sehingga diperoleh penjadwalan baru dengan alternatif penambahan waktu kerja dan tenaga kerja menggunakan shop level planning dan precedence diagram method dengan mempertimbangkan keadaan fasilitas, peralatan galangan. Hasil analisis penelitian ini menghasilkan 18 lintasan kritis dan memperoleh  percepatan durasi proyek  lebih optimal  dengan alternatif penambahan jam kerja selama 4 jam  dan penambahan tenaga kerja dengan persentase 30%, mengakibatkan penambahan tenaga kerja 44 orang atau 30%, lebih banyak  dari tenaga kerja awal dan pada kedua alternatif ini menghasilkan durasi dibawah normal yaitu dari 28 hari menjadi 13 hari atau sebesar 54%, lebih cepat dari durasi normal dengan produktivitas 403,79 kg/ hari, dan dihasilkan analisa nilai berupa produktivitas disetiap bengkel yaitu bengkel replating menghasilkan produktivitas sebesar 101,53 kg/ hari orang, bengkel sandblasting dan pengecatan menghasilkan produktivitas  sebesar 131,99 /hari orang, sedangkan bengkel perpipaan menghasilkan produktivitas  sebesar 68,14 kg / hari orang. Berdasarkan hasil perhitungan utilitas galangan sudah mencukupi dengan kebutuhan galangan  yaitu trafo las SMAW 105 kg/unit hari, trafo las GTAW 4,037 kg/ unit hari, mesin NC cutting 2632 kg/unit hari, mesin bending pipa 554 kg/unit hari, mesin pemotong 2148 kg/unit hari, pompa cat 478 /unit hari, compressor sandblasting 717 /unit hari.
Pengaruh Variasi Suhu PWHT Normalizing Pada Instalasi I Bracket Pasca Pengelasan FCAW Alqarni.M, Ways; Budiarto, Untung; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelasan konstruksi kapal material tidak hanya satu jenis saja bahkan ada dua material yang berbeda di sambungkan. Baja grade A termasuk golongan baja low carbon yang sering digunakan dalam konstruksi kapal, Cast iron juga menjadi salah satu solusi untuk konstruksi bagian dalam bentuk yang rumit. Pada pasca pengelasan material terdapat tegangan-tegangan sisa di daerah sekitar heat affeacted zone (HAZ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas dalam penyembungan baja grade A dengan cast iron pada pengelasan Flux Cored Arc Welding (FCAW). Metode yang digunakan dengan melakukan pemanasan material dengan suhu 550°C, 650°C dan 700°C kemudian dilakukan pengujian ultrasonik dan uji fracture. Hasil pengujian utrasonik spesimen dengan Post Weld Heat Treatment (PWHT) 550°C, 650°C, dan 700°C ada indikasi cacat las, setalah di uji dengan metode fracture didapatkan porosity pada hasil pengelasan. Hasil pengujian yang tanpa PWHT terdapapat slag inclution. Dari hasil penelitian ini dapat di ambil kesimpulan bahwa perlakuan panas atau PWHT tidak dapat mempengaruhi atau menghilangkan cacat pengelasan yang terjadi.