cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
TIPOLOGI KLASTER PERTANIAN ORGANIK BERDASRKAN AKTIVITAS TRANSFER INFORMASI Muhammad Riza Pahlevi; Holi Bina Wijaya
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.179 KB)

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor yang memperkuat perekonomian rakyat dan mendominasi sebagian besar wilayah pedesaan. Klaster pertanian merupakan bentuk pengutan ekonomi rakyat yang dapat dikembangkan sebagai katalisator pembangunan wilayah. Kabupaten Semarang merupakan daerah yang berbasis pertanian. Konsep pengembangan ekonomi lokal telah diterapkan dalam pengembangan pertanian organik di Kecamatan Susukan. Pertanian organik yang dirintis klaster Al Barokah sejak akhir periode 1990-an telah semakin berkembang dengan menggunakan potensi lokal yang dimiliki. Permasalahannya adalah belum seluruh petani mengetahui informasi pengembangan potensi lokal. Hal ini yang menjadi tantangan klaster Al Barokah untuk memperluas praktek pertanian organik agar dapat meningkatkan produktivitas di masa depan. Hal ini menarik untuk diteliti karena praktek pertanian organik yang dilakukan klaster Al Barokah mengalami perkembangan yaitu dengan diangkatnya klaster Al Barokah sebagai  pusat pembelajaran (learning center) pertanian organik, namun disisi lain terdapat beberapa permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi klaster pertanian organik Al Barokah berdasarkan aktivitas transfer informasi. Keluaran dari penelitian ini adalah tipologi Klaster Padi Organik Al Barokah termasuk dalam tipologi klaster terpadu yang dapat diukur dari beberapa hal yaitu mempunyai fungsi pelengkap tinggi, mempunyai kelompok spesialis, banyak kerjasama, sering terjadi pertukaran informasi antar kelompok dalam klaster, kualitas informasi lebih bervariasi dan produk dirakit atau dikumpulkan oleh aktor sentral.
KAJIAN EKSTERNALITAS INDUSTRI PENGASAPAN IKAN DI KELURAHAN BANDARHARJO KECAMATAN SEMARANG UTARA Aulia Dzaki; agung sugiri
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.218 KB)

Abstract

Keberadaan kegiatan industri ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun pada kenyataanya sering ditemukan kegiatan industri ini menjadi sumber masalah yang merugikan masyarakat. Keberadaan industri selain menjadi penggerak ekonomi juga menjadi sumber masalah terkait pencemaran lingkungan di sekitar lokasi industri. Kota Semarang memiliki masakan atau makanan khas yaitu masakan Ikan Mangut. Masakan ini berbahan dasar ikan asap yang berasal dari industri pengasapan ikan di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Seperti yang sudah diketahui, industri ini menggunakan asap untuk memasak ikan yang  mengganggu kehidupan masyarakat di sekitar lokasi industri pengasapan ikan. Masyarakat akan mengeluarkan biaya eksternal untuk memenuhi kebutuhan sebagai dampak negatif (negative externality) industri pengasapan ikan. Pendekatan penelitian ini menggunakan mix method yaitu menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah besar kerugian yang ditanggung masyarakat sebagai dampak negatif (negative externality) dari industri pengasapan ikan. Penelitian ini akan menunjukkan bagaimana biaya eksternal sangat penting untuk diperhatikan sebagai salah satu pertimbangan dalam melakukan kegiatan industri disamping masalah pencemaran lingkungan.
Persepsi Masyarakat Terhadap Kawasan Industri Di Kecamatan Bergas Dalam Perubahan Kondisi Sosial-Ekonomi Dan Lingkungan Iqbal Sadri; Mohammad Muktiali
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.643 KB)

Abstract

This research is based on the rapid development of the industrial sector in Bergas district, this district has the largest industries in Semarang Regency, based on Disperindag data there is about 82 of industries. This study aims to determine the impact of the existence of industrial area on changing social economy conditions and environment especially in Bergas District. This research uses quantitative descriptive analysis method. The results of this study are that there is an influence on increasing employment opportunities and increasing income, which is directly proportional to the increase in education and ownership of living facilities. The impact of the industry on increasing pollution, they are water, air and noise pollution, found that as many as 98% of the people in the study area did not feel water pollution and 2% felt there was water pollution. Then for air pollution 57% do not feel air pollution while 43% feel there is air pollution. While for noise as much as 57% did not feel noise and 43% felt that there was industrial noise, the increase in disease did not have much impact.
POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI KAWASAN RAWA PENING, KABUPATEN SEMARANG Dhayita Rukti Tanaya; Iwan Rudiarto
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1868.57 KB)

Abstract

Ekowisata berbasis masyarakat merupakan salah satu upaya pengembangan pedesaan melalui sektor pariwisata, yang tidak hanya menyuguhkan sumber daya wisata yang masih alami, namun juga berkontibusi terhadap konservasi lingkungan, dan masyarakat sebagai pengendali utama dalam pengembangannya. Rawa Pening merupakan sebuah danau alami di Kabupaten Semarang yang terbentang di empat kecamatan, dan mulai dikembangkan sebagai kawasan ekowisata, namun masih memiliki banyak permasalahan, baik dari aspek lingkungan, aspek pengelolaan, hingga aspek sumberdaya manusia, sehingga aktivitas wisata di kawasan tersebut belum berkembang. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk menganalisis potensi-potensi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan Rawa Pening, dan untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan analisis pada semua aspek, yaitu analisis pada aspek objek dan daya tarik wisata, aspek kemasyarakatan, aspek pengelolaan, hingga aspek penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat. Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah studi literatur, observasi lapangan, wawancara pada narasumber yang ditentukan dengan purposive sampling, dan kuesioner pada responden yang ditentukan dengan random sampling. Analisis data menggunakan metode kuantitatif, yaitu dengan metode analisis statistik deskriptif, analisis skoring untuk memetakan potensi objek dan daya tarik wisata secara spasial, serta deskriptif kualitatif. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat menjadi rekomendasi dan bahan pertimbangan dalam mengembangkan konsep ekowisata berbasis masyarakat di kawasan Rawa Pening.
TRANSISI KLASTER INDUSTRI PADA KLASTER KOPI DI KABUPATEN TEMANGGUNG Tiara Kurnia Candra; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.211 KB)

Abstract

Isu globalisasi dan desentralisasi di negara berkembang khususnya di Indonesiatelah mendorong terjadinya fenomena pemerataan wilayah.Hal ini membawa implikasi pada semakin kompetitifnya daerah-daerah pinggiran dan menurunnya industri-industri besar. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi lokal berbasis klaster merupakan upaya yang dinilai dapat menggerakkan kembali sektor ekonomi basis dan menambah kesempatan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui transisi klaster pada 4 klaster kopi Kabupaten Temanggung yang tersebar di Kecamatan Kledung, Candiroto, Kandangan dan Wonoboyo.Penelitian ini menggunakan dua teori sebagai landasan teori.Teori pertama adalah Teori Mekanisme Transisi oleh Van Dijk dan Sverrisson. Teori kedua adalah Teori Model Diamond Klaster oleh Michael Porter.Penelitian ini menggunakan tiga teknik analisis, yaitu analisis deskriptif,analisis penskoran dan analisis faktor.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa pola transisi yang terjadi pada keempat klaster kopi di Kabupaten Temanggung tersebut adalah transisi klaster lokasi menjadi pasar lokal.Selain transisi tersebut, terdapat dua variabel lain, yaitu penguatan ekspor dan transfer teknologi.Temuan tambahan ini berbeda dari teori awal yang disampaikan oleh Van Dijk dan Sverrisson. Selain itu, terdapat dua faktor pendorong yang memicu terjadinya transisi ini. Faktor pertama adalah faktor internal dan permintaan pasar. Faktor kedua adalah faktor eksternal dan tenaga kerja.
PEMODELAN INTERAKSI AKTIVITAS PASANGAN SUAMI ISTRI PEMILIK KENDARAAN PRIBADI DI KECAMATAN TEMBALANG Putri Kumara Ratri; Okto Risdianto Manullang
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.383 KB)

Abstract

Aktivitas rumah tangga dilakukan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi dari anggota rumah tangga. Setiap anggota rumah tangga memiliki interaksi aktivitas yang dapat mempengaruhi keputusan pergerakan dari masing-masing anggota rumah tangga. Keputusan pergerakan dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan waktu dan alokasi tugas dalam rumah tangga, sehingga produktivitas dan utilitas rumah tangga mencapai nilai maksimal. Di Kota Semarang, terutama di Kecamatan Tembalang, kondisi transportasi umum masih belum mampu memenuhi permintaan pergerakan untuk kepala rumah tangga. Kondisi ini mengakibatkan pasangan suami istri (household heads) memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) untuk permintaan pergerakannya. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan penelitian “bagaimana model interaksi aktivitas pada pasangan suami istri pemilik kendaraan pribadi di Kecamatan Tembalang?”. Model struktural digunakan untuk menjelaskan interaksi aktivitas antara pasangan suami istri dalam kepemilikan kendaraan pribadi di Kecamatan Tembalang. Model ini mencoba menjelaskan keterkaitan antara aktivitas pasangan suami istri, aksesibilitas pasangan suami istri, dan hambatan pergerakan pasangan suami istri. Penelitian ini menggunakan AMOS 16 untuk menjelaskan keterkaitan antar variabel melalui diagram jalur dan hasil statistik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam pembuatan kebijakan transportasi, terutama untuk mengurangi kepemilikan kendaraan pribadi di Kecamatan Tembalang dan sebagai bahan evaluasi untuk pelayanan transportasi umum.
PEMBELAJARAN SOSIAL DALAM PERENCANAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS ( Studi Kasus : Program Peningkatan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP – BK) Kelurahan Kutoharjo) Tri Wahyudi
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam berbagai aktivitas perencanaan berbasis komunitas, terdapat berbagai fenomena yang disebut dengan pembelajaran sosial. Secara definisi, pembelajaran sosial dapat diartikan sebagai suatu proses dimana orang dikonfrontasi nilai dan kepentingannya dengan nilai dan kepentingan pihak lain yang berbeda, sehingga dalam proses ini individu-individu berinteraksi untuk belajar mengenai pandangan dan kepentingan mereka dalam konteks sosial (Healey, 1993). Dalam proses ini, diharapkan terjadi sutu transformasi pemikiran dari masyarakat untuk mau melaksanakan kerja sama dalam melaksanakan kegiatan perencanaa di kawasan mereka. Dalam konteks tata ruang, keberadaan permukiman yang tidak sesuai standar tersebut akan menyebabkan terbantuknya suatu tata ruang kawasan yang tidak sesuai dengan aturan dan standar yang telah ditentukan. Hal inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP – BK), dimanana program ini secara empirik berupaya untuk mengembangkan peningkatan kualitas permukiman masyarakat dengan mengedepankan basis komunitas lokal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menentukan bagaimana proses pembelajaran sosial (social learning) itu terlaksana dalam komunitas, dengan basis pengembangan kebijaksanaan lokal (local wisdom) yang dimiliki oleh masyarakat lokal tersebut. Diharapkan, upaya mendokumentasikan pembelajaran sosial yang yang terlaksana di wilayah studi, dapat menjadi suatu kajian dan pengalaman bagaimana proses pembelajaran itu terlaksana di suatu kawasan, dan dapat dimanfaatkan untuk sumber kajian dan pengalaman pengembangan tata ruang berbasis partisipasi masyarakat di kawasan lainnya di seluruh Indonesia.
Kajian Pengembangan Kampung Nelayan Malabero yang Terintegrasi Dengan Kawasan Wisata Kebun Keling Deslei Aulianti; Mussadun Mussadun
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.986 KB)

Abstract

Malebero regency is located in the coastal city of Bengkulu with a majority population of livelihood as a fisherman. Kampung Nelayan Malabero has great tourism potential, both in terms of ecology and society’s culture. Malabero fishing village is located in the famous tourist area and the historical area in Bengkulu. Some tourist sites in this area are Tapak Paderi and Fort Malborough. Although the location close to the tourist areas, Malabero fishing villages looks like slum area and gives contrast impression to tourist sites that close to the village. The purpose of this study was to determine the efforts for the development of Kampung Nelayan Malabero that integrated with Kebun Keling tourist area. The method used in this research is qualitative method with descriptive analysis. The data used in this study were collected through interviews with Malabero fishing village’s community, tourists and other related agencies, literature studies and observation. The samples that taken in this study using snowball sampling technique. Based on the survey and analysis results that Malabero fishing village has the potential of tourism development which can be integrated with Kebun Keling tourist areas such as the development efforts for both regions.
BENTUK ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP BANJIR DI KAMPUNG PURWODINATAN DAN JURNATAN KOTA SEMARANG Novia Riska; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.219 KB)

Abstract

Kampung Purwodinatan dan Kampung Jurnatan merupakan bagian dari Kelurahan Purwodinatan yang memiliki luas 6,25 Ha dan kepadatan penduduk 209 jiwa/Ha. Kedua kampung tersebut terletak pada Kecamatan Semarang Tengah dan berada tepat  di pinggir Kali Semarang. Menurut RDTR Kota Semarang Tahun 2011-2031  kampung tersebut berada pada BWK 1 yang memiliki fungi sebagai kawasan permukiman, perdagangan dan jasa. Kedua kampung ini terletak di pinggir Kali Semarang yang memiliki kualitas buruk dengan banyaknya tumpukan sampah dan tingginya tingkat sedimentasi. Buruknya kondisi Kali Semarang secara langsung berdampak pada kondisi perkampungan yang rawan akan bencana banjir. Dengan adanya permasalahan tersebut maka menarik untuk dilakukan penelitian yang erat kaitannya dengan adaptasi masyarakat akibat adanya bencana banjir. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan adanya perbedaan bentuk adaptasi antara Kampung Purwodinatan dan Kampung Jurnatan meskipun letak kedua kampung tersebut berdampingan. Kampung Purwodinatan lebih memperhatikan perbaikan terhadap fisik rumah daripada lingkungan dilhat dari hasil bentuk adaptasi renovasi untuk rumah dan maintenance untuk lingkungan. Pada Kampung Jurnatan adaptasi antara fisik rumah dan lingkungan memiliki bentuk yang sama yaitu pada bentuk adaptasi renovasi. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh tingkat kerusakan fisik bangunan dan lingkungan yang berbeda serta tingkat banjir yang lebih tinggi di Kampung Jurnatan. Selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi sosial maupun ekonomi penduduk untuk melakukan adaptasi di dalam perkampungan.
PERSEPSI DAN PREFERENSI MAHASISWA UNDIP TEMBALANG UNTUK BERSEPEDA KE KAMPUS Donny Cipta Utama; Agung Sugiri
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.32 KB)

Abstract

Kawasan pendidikan Kampus Undip Tembalang merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas terpadat di Kota Semarang. Kawasan ini dihuni oleh puluhan ribu mahasiswa. Kemacetan dan polusi udara juga terjadi di kawasan ini karena tingginya aktivitas dan penggunaan kendaraan bermotor oleh mahasiswa. Untuk mengurai kemacetan dan menurunkan tingkat polusi udara, pihak kampus telah menerapkan beberapa program, salah satunya adalah program penerapan jalur sepeda di kawasan kampus. Sejumlah sepeda juga disediakan oleh pihak kampus dengan bekerja sama dengan pihak swasta. Namun pada penerapannya, mahasiswa tetap menggunakan kendaraan bermotor untuk pergi ke kampus maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Padahal sebagian besar mahasiswa bertempat tinggal pada jarak atau radius nyaman bersepeda yaitu ± 2 km. Maka dilakukanlah penelitian ini guna mencari tahu bagaimana upaya yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan minat mahasiswa bersepeda ke kampus. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diidentifikasi terlebih dahulu mengapa minat dan preferensi mahasiswa untuk bersepeda ke kampus sangat rendah. Selain itu juga perlu digali lebih dalam mengenai penilaian atau persepsi mahasiswa terhadap kinerja program sepeda kampus saat ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis deskriptif, pembobotan, serta skoring. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa rendahnya minat mahasiswa untuk bersepeda ke kampus sangat dipengaruhi oleh faktor fisik lingkungan kawasan Tembalang. Bentuk lahan yang berbukit serta keberadaan PKL dan parkir kendaraan di bahu jalan akibat fungsi perdagangan pada sejumlah ruas jalan sangat mempengaruhi minat mahasiswa untuk bersepeda. Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya minat bersepeda mahasiswa adalah akses terhadap sepeda kampus yang sangat kurang serta karakteristik kendaraan bermotor yang lebih fleksibel dan praktis dibanding alat transportasi lainnya. Kinerja program sepeda kampus menurut mahasiswa saat ini masih kurang, terdapat beberapa aspek pendukung yang perlu mendapat perbaikan, antara lain kinerja vegetasi, jangkauan jalur sepeda, dan keamanan jalur sepeda. Pembangunan pos peminjaman sepeda menjadi prioritas fasilitas yang perlu dibangun untuk meningkatkan minat bersepeda, hal ini masih terkait dengan akses mahasiswa terhadap sepeda kampus. Pada dasarnya mahasiswa memiliki minat untuk bersepeda ke kampus, namun sejauh ini infrastruktur pendukung sepeda kampus dirasa belum memadai sehingga penggunaan sepeda hanya dinilai sebagai ajang rekreasi dan sarana olahraga, belum menjadi sebuah alternatif transportasi untuk menuju ke kampus.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue