cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
KOMPARASI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PRIVAT PADA PERUMAHAN TERENCANA DAN TIDAK TERENCANA DI KAWASAN CEPAT BERKEMBANG (Studi Kasus: Sekitar Kawasan Pendidikan Undip Tembalang) Fadhilah Fadhilah; Retno Susanti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 1, No 1 (2012): November 2012
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.101 KB)

Abstract

Kecamatan Tembalang merupakan bagian wilayah Kota Semarang sebelah selatan yang ditetapkan sebagai Bagian Wilayah Kota (BWK) VI dengan luas wilayah 4.420.057 Ha dan memiliki 12 kelurahan. Perkembangan Kota Semarang cenderung kearah selatan yang menjangkau kawasan Kecamatan Tembalang dan sekitarnya. Penggunaan lahan yang beraneka ragam seperti: Permukiman, pendidikan, perdagangan dan jasa, pertanian, dan sebagainya, memberikan dorongan Kecamatan Tembalang untuk berkembang cepat dari tahun ke tahun di dukung dengan adanya Universitas Diponegoro Semarang, aktivitas perdagangan dan jasa yang berkembang di sepanjang Jalan Prof. Soedarto serta perkembangan kawasan permukiman yang terencana maupun yang tidak terencana. Penentuan komparasi pemanfaatan yang berbeda pada aspek ruang terbuka privat pada kawasan permukiman yang berkembang terencana (planned) dengan yang tidak terencana (unplanned) menjadikan permasalahan yang menarik sebagai obyek penelitian. Permasalahan ini menarik sebagai obyek penelitian dikarenakan pemanfaatan lahan ruang terbuka privat yang ada diwilayah studi mengalami kenaikan yang sangat cepat dari tahun-ketahun, yang dulunya sebagai permukiman sekarang menjadi kawasan percampuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui komparasi karakter pemanfaatan lahan ruang terbuka privat pada perumahan terencana dan perumahan tidak terencana dikawasan cepat berkembang di kawasan Undip Tembalang. Hasil analisis diatas maka dapat di ketahui bahwa secara keseluruhan komparasi pemanfaatan lahan ruang terbuka privat pada perumahan terencana dan perumahan tidak terencana memiliki komparasi yang relatif sama. Hal ini disebabkan oleh keberadaan kampus Undip Tembalang sebagai tempat kegiatan akademik bagi mahasiswa. Maka, para pelaku atau demand yang sama sehingga menimbulkan kebutuhan relatif sama. Selain mahasiswa dari kampus Undip juga di pengaruhi mahasiswa dari kampus lain yang mempunyai aktivitas pendidikan yang sama pula. Jadi ukuran, letak ruang terbuka privat tidak dapat membatasi jenis pemanfaatan lahan ruang terbuka privat.
Tingkat kerentanan sosial pada kawasan kumuh di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur Farhan Afif; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.586 KB)

Abstract

Slum settlements in urban areas arise because of the inequality between supply and demand especially in the provision of housing. Rejomulyo Village is one of the areas that has  8.42 Ha of slum areas. Currently, there are 33% of the population has not graduated from school, 41% of the population is still working as an industrial worker and do odd jobs that relies on daily basic income. The characteristics of residents and slum areas in the Rejomulyo Village become a conducive tool in increasing social vulnerability. Therefore, this study aims to measure the level of social vulnerability of the slum residents in the Rejomulyo village. The research uses several variables namely economics, environmental health and shelter, gender, demographics and also access. The methods used in this research are descriptive analysis and scoring. The results of the study showed that the level of social vulnerability in Rejomulyo Village is in medium with residential health and environment as the most influential variable.
PENILAIAN KUALITAS PERUMNAS BANYUMANIK DITINJAU DARI KONSEP ECOLOGICAL HOUSING Shidqi Shafirin Razan; Nany Yuliastuti
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.925 KB)

Abstract

Seiring meningkatnya jumlah penduduk maka kebutuhan hunian meningkat pula. Fenomena seperti ini menyebabkan pembangunan perumahan berlangsung secara cepat padahal untuk menyediakan hunian yang ideal diperlukan pemikiran, perencanaan, serta penataan yang matang. Perum Perumnas memiliki tanggung jawab pemenuhan kebutuhan hunian. Perumnas Banyumanik merupakan perumnas terbesar di Kota Semarang, yang tetap bertahan eksistensinya hingga sekarang sejak tahun 1979 dan merupakan perumahan skala besar berdasarkan jumlah unit hunian. Dengan factor usia perumahan ini, setelah 34 tahun bagaimana dapat mempertahankan kualitas lingkungannya. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas Perumnas Banyumanik melalui konsep Ecological Housing sebagai tolok ukur penilaian. Kondisi Perumnas Banyumanik inilah yang menjadi daya tarik untuk mengetahui apakah perumahan tersebut tetap memperhatikan aspek keberlanjutannya. Kualitas fisik perumahan dapat mengindikasikan bagaimana kondisi perumahan tersebut. Dengan menggunakan teknik analisis dengan deskritif kuantitatif dan analisis pembobotan dengan metode skala likert sebagai penilaian kualitas perumnas. Variabel yang digunakan meliputi ;(1) fisik bangunan hunian ;(2)komposisi ruang terbuka dengan lahan terbangun; (3)lingkungan perumahan ;(4)sarana ;(5)prasarana ;(6)moda transportasi dan ;(7)perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan mteode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan skala likert. berdasarkan penilaian semua variabel yang menjadi tolok ukur, secara keseluruhan Perumnas Banyumanik dinilai memiliki kualitas yang baik berdasarkan Konsep Ecological Housing dengan nilai indeks 2,81. Untuk itu pembangunan Perumnas Banyumanik dinyatakan baik dinilai dari Konsep Ecological Housing sehingga keberlanjutan perumahan ini dapat terjaga tentunya dengan lingkungan.
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KOTA AMPEL, KABUPATEN BOYOLALI Agung Kharisma Putra; Jawoto Sih Setyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.6 KB)

Abstract

Kota kecil memiliki peran sebagai penyaring arus urbanisasi dari perdesaan ke kota-kota besar. Dalam menjalankan perannya sebagai penyaring arus urbanisasi,  kota kecil harus mempunyai kapasitas dalam mendorong perkembangan wilayahnya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah di kota-kota kecil dalam pembangunan fisik adalah mengembangkan sektor infrastruktur perkotaan, seperti jaringan jalan, drainase, air bersih, persampahan, sanitasi, listrik dan telepon. Infrastruktur  jalan merupakan infrastruktur yang paling berpengaruh dalam proses urbanisasi. Jalan memiliki fungsi sebagai prasarana untuk  perpindahan barang dan manusia sehingga jalan memerlukan pembangunan  dan pemeliharaan. Dalam melakukan Pembangunan dan pemeliharaan jalan, suatu wilayah atau kota memerlukan pembiayaan. Pembiayaan infrastruktur jalan diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas jalan agar sesuai kebutuhan wilayah tersebut. Dari latar belakang tersebut, muncul pertanyaan bagaimana pembiayaan jalan di suatu kota kecil untuk menghadapi dampak urbanisasi? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pembiyaan infrstruktur jalan di wilayah studi, yaitu Kota Ampel. Analisis  yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dan tujuan penelitian adalah analisis deskriptif yang meliputi peran dan fungsi kota kecil, peran pemerintah, swasta dan masyarakat serta analisis  pembiayaan jalan. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk pemerintah daerah dalam memperbaiki pola pembiyaan infrastruktur jalan serta mengoptimalkan peran masing-masing pihak dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan.
UPAYA PELESTARIAN KAMPUNG KAUMAN SEMARANG SEBAGAI KAWASAN WISATA BUDAYA Kartika Yuliana K; Rina Kurniati
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.396 KB)

Abstract

Kawasan bersejarah merupakan suatu kawasan yang didalamnya terdapat berbagai peninggalan masa lampau dan membentuk suatu kota, baik berupa fisik historis maupun berupa nilai dan pola hidup masyarakatnya, serta kepercayaanya. Kauman merupakan salah satu cikal bakal pertumbuhan Kota Semarang. Dahulu kampung Kauman merupakan kampung para santri, kini telah mengalami perubahan menjadi kawasan perdagangan dan jasa dan semakin lama unsur hitoris dari Kauman hilang dan tergantikan oleh unsur modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan pelestarian pada Kampung Kauman Semarang sebagai kawasan wisata budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui pendekatan kualitatif yang berupa metode analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan karakteristik kampung kauman dan sosial budaya masyarakat kampung Kauman yang akan dikaji lebih lanjut. Hasil dari penelitan ini yang berdasarkan dari analisis yang sudah dilakukan, diketahui bahwa kawasan Kampung Kauman beralih fungsi menjadi kawasan perdagangan dan jasa, yang dahulunya merupakan kawasan permukiman. Bangunan tradisional yang ada di permukiman sudah mulai berubah seiring dengan banyaknya pendatang yang datang dan memilih untuk membangun bangunan yang modern. Namun, ciri khas yang masih melekat pada Kauman ini adalah Masjid Besar Kauman yang menjadi pusat kegiatan keagamaan di Kauman maupun Kota Semarang. Masjid ini adalah satu-satunya bangunan yang kokoh berdiri dan merupakan peninggalan sejarah Kampung Kauman. Walaupun seperti itu, kegiatan sosial budaya di Kauman seperti dugderan masih dilakukan sampai sekarang dan kegiatan keagaman yang masih sangat kental di kampung ini. Dari analisis-analisis sebelumnya akan menghasilkan konsep keberlanjutan untuk Kampung Kauman agar tetap menjadi kampung kota bersejarah bagi Semarang dan wisata budaya untuk Semarang.
HUBUNGAN TINGKAT KETERTARIKAN MASYARAKAT UNTUK BERKUNJUNG DENGAN KUALITAS TAMAN DI TAMAN MENTERI SUPENO Astrid Noviana Putri; Nurini .
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.918 KB)

Abstract

Taman kota merupakan salah satu jenis dari RTH di kawasan perkotaan, berdasarkan Permen PU No 5/PRT/M/2008. Taman kota memiliki fungsi yang sangat penting dan strategis bagi suatu kota dan kehidupan masyarakat perkotaan di dalamnya, sehingga taman kota memerlukan perencanaan yang matang dalam pembangunannya. Namun saat ini banyak taman kota yang sepi pengunjung,dan bahkan tidak dimanfaatkan dengan semestinya oleh pengunjung, contohnya pada Taman Menteri Supeno banyak disalahgunakan sebagai gudang sekaligus rumah para pemulung dan gelandangan, atau sebagai tempat “mojok” saat pacaran. Saat ini kondisi sarana bermain anak-anak di Taman Menteri Supeno telah berkarat, banyak cat yang mengelupas (Sindonews, 2013). Salah satu upaya untuk merencanakan taman kota sehingga menarik dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat perkotaan adalah dengan mengetahui persepsi masyarakat perkotaan terhadap tingkat ketertarikan untuk berkunjung dan kualitas dari taman tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis seberapa besar minat untuk berkunjung ke Taman Menteri Supeno dan hubungannya dengan kualitas taman menurut persepsi pengunjung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas taman menurut persepsi pengunjung dengan tingkat ketertarikan mereka untuk berkunjung ke Taman Menteri Supeno. Berdasarkan data yang diperoleh melalui teknik kuisioner, diketahui kualitas Taman Menteri Supeno berdasarkan persepsi pengunjung berada dalam kondisi sangat baik, baik ditinjau dari aspek kualitas sarana prasarana, kondisi visual maupun tingkat kenyamanan di Taman Menteri Supeno. Sedangkan, minat untuk berkunjung ke Taman Menteri Supeno berdasarkan hasil kuisioner terhadap pengunjung Taman Menteri Supeno diketahui dalam kondisi buruk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas Taman Menteri Supeno berada dalam kondisi sangat baik, namun hal tersebut tidak ada hubungannya dengan tingkat ketertarikan untuk berkunjung ke Taman Menteri Supeno yang masih buruk.
Ketersediaan Vegetasi Pada Koridor Jalan Ngesrep Banyumanik Poppy Poppy; Hadi Wahyono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 5, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.738 KB)

Abstract

Reduced land area of green open space for the availability of the vegetation along the corridor street Ngesrep be reduced aesthetic value of the corridor. Availability of vegetation plays an important role in the effective functioning of green open space which serves as the aesthetic value is also beneficial to absorb air pollution. Lack of availability of vegetation on Ngesrep corridor street  associated with the lack of proportion of areas allocated for open space and cause a decrease in the level of welfare. Directly causes decreased aesthetic value of green environment and the means to participate groundwater reserves decline. This study aims to identify the availability of vegetation on street corridor Ngesrep in fulfillment of a shortage of green space in the street corridor. Using descriptive quantitative research methods and analysis used is descriptive quantitative analysis to describe the results of the acquisition of the questionnaire and descriptive qualitative analysis to explain and generalize the results of penilitian form of interviews.Based on the results of the study the condition of vegetation found along the street corridor Ngesrep very concern and bad, which can no longer function ecologically to the surrounding environment. Total availability of vegetation such as trees without any other plants very little variation, as many as 143 trees for a length of 1.5 km on the right side and the left shoulder of the road. Low levels of government in the care and cultivation of new crops. Almost 90% of the vegetation conditions including bad categories and should be the turn of the new plant. Proposals for improving the availability of vegetation on street corridor Ngesrep need for rules and sanctions for those individuals who perform the cutting of trees and the hardening of the shoulder of the road without permission. Thus the availability of vegetation on the green line on the road corridors Ngesrep not just be a complementary element in spatial planning of road corridors, rather it is one of the spatial structure of the road corridor.
PENGARUH AKTIVITAS KAWASAN TERHADAP SIRKULASI LALU LINTAS DI KAWASAN JALAN PANDANARAN Shifa Fauzia; Anita Ratnasari Rakhmatulloh
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.196 KB)

Abstract

Aktivitas, transportasi, dan pergerakan merupakan tiga elemen sistem transportasi yang saling berkaitan. Hal ini juga terjadi pada kawasan oleh-oleh di Jalan Pandanaran yang lokasinya berada pada pusat kota dan menghubungkan dua pusat aktivitas di Kota Semarang. Pergerakan kendaraan pada kawasan ini cukup tinggi terlebih adanya tarikan perjalanan pada kawasan komersial. Tarikan perjalanan dapat menimbulkan perlambatan pergerakan sehingga tundaan. Gangguan pergerakan tersebut nantinya juga mempengaruhi keberlangsungan aktivitas ekonomi di dalamnya. Penelitian ini disusun untuk mengetahui pengaruh aktivitas pada kawasan komersial di Jalan Pandanaran terhadap kelancaran sirkulasi lalu lintas di kawasan tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan analisis ddeskriptif dengan data hasil survey primer terhadap aktivitas kawasan, transportasi, serta pergerakan lalu lintas di kawasan Jalan Pandanaran. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi perlambatan pergerakan kendaraan saat memasuki kawasan oleh-oleh karena tingginya volume pergerakan, hambatan samping, serta aktivitas parkir di tepi jalan yang mengakibatkan tingginya nilai tingkat pelayanan jalan, penyempitan jalan serta melambatnya pergerakan kendaraan. Perlambatan pergerakan ini menimbulkan tundaan apabila terjadi pada jam puncak yaitu siang hingga sore hari baik pada hari kerja maupun hari libur baik karena tingginya pergerakan maupun tingginya indeks parkir dan tingkat penggunaan ruang parkir.
HOMESTAY SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN DESA WISATA KANDRI Fithria Khairina Damanik; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.505 KB)

Abstract

Desa wisata Kandri merupakan desa wisata yang ada di Kota Semarang dengan keunggulan berada dekat dengan objek wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang serta memiliki potensi lokal yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Adanya desa wisata ini menjadi peluang bagi warga untuk menyediakan homestay bagi wisatawan. Selain mejadi akomodasi yang ditawarkan, homestay juga menjadi peluang usaha baru bagi warga. Pengembangan homestay yang masih baru dan hanya digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu memerlukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam tentang kondisi homestay di Desa Wisata Kandri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan homestay di Desa Wisata Kandri dilihat dari 3 (tiga komponen utama pengembangan program ini, yaitu kelembagaan, pelaku dan produk. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian ini akan menggambarkan pengembangan program homestay dilihat dari kelembagaan lokal yang ditunjukan oleh keberadaan organisasi lokal yang mengatur kegiatan pariwisata yaitu Pokdarwis Pandanaran dan Sukomakmur. Organisasi ini membawahi pelaku program homestay yang merupakan kelompok-kelompok swadaya masyarakat yang ada di Desa Wisata Kandri. Kelembagaan dan pelaku program homestay ini menghasilkan produk yang ditawarkan sebagai atraksi yang menjadi alasan wisatawan untuk datang berupa rumah homestay dan kegiatan yang menjadi atraksi wisata. Hasil analisis ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi pengembangan homestay dilihat dari ketiga komponen tersebut.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Sarangan Kabupaten Magetan Irham Abidurrahman; Mohammad Muktiali
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.855 KB)

Abstract

The problems local government has been facing in the development of Sarangan Tourism Village was backed by the existence of many weakness, misunderstanding, and conflicts as it seen through the low citizen participation. This includes a minimum sense of responsibility towards the development of existing tourism sites for instance. All because the respective local community already get used with the system of development given from the higher lawmakers (top down process) so that people perceive such tendency to become passive and moreover only wait for initiatives from external stakeholders.The main purpose of this study is to examine forms and level of community participation and to determine all possible factors which has been influencing community participation activity in Sarangan Tourism Village development program. This research uses quantitative descriptive analysis by deploying questionnaire as information digging tool supported by qualitative data in which will be extracted from interview process.Based on the result of the research, it is found that community participation in the research area is related to the participatory forms of social funding, collective physical activity, self-property donation, and softskill training session, in which majority of people dominantly participate in the social funding forms, followed by self-property donation, collective physical activity, and softskill training session as it’s counted in order. Overall the level of community participation in Sarangan Tourism Village is at the second level of Sherry Arnstein’s eight participation degrees, specifically mentioned as therapy level which also belongs to non-participation category. In addition, there is a strong correlations between internal factors of income levels, external factors of community leaders, local governments, and village officials on the level of community participation in all development stages that includes the stage of planning, implementation, and evaluation.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue