cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018" : 13 Documents clear
PERENCANAAN LONG STORAGE TREMBULREJO, KABUPATEN BLORA Brian Ridhlo Adila; Ahmad Fauzi Rosandi; Suripin Suripin; Sumbogo Pranoto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                        Desa Trembulrejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Desa Trembulrejo berjarak 15 km dari pusat Kabupaten Blora dan memiliki luas wilayah 398 ha dengan penggunaan lahan didominasi oleh tegalan dan sawah dengan luasan masing-masing 187 ha dan 151 ha. Begitu luasnya lahan pertanian membuat sebagaian besar masyarakat Desa Trembulrejo bekerja sebagai petani. Desa Trembulrejo terkenal sebagai salah satu desa penghasil padi. Dalam beberapa tahun terakhir para petani  setempat mengalami gagal panen. Masalah tersebut disebabkan kurangnya suplai air irigasi saat musim kemarau.Sebuah long storage akan dirancang di alur Sungai Trembulrejo untuk mengatasi masalah kurangnya suplai air irigasi yang terjadi. Long storage direncanakan menampung sebagian air di sungai Trembul saat musim penghujan kemudian air tampungan digunakan saat musim kemarau. Perencanaan Long Storage Trembulrejo meliputi konstruksi bangunan utama dan bangunan pelengkap. Perhitungan debit banjir rencana didesain menggunakan debit rencana 50 tahun sebesar 280,81 m3/detik. Konstruksi bangunan long storage direncanakan menggunakan material beton K275 serta perkuatan dinding menggunakan dinding beton K175 dan bronjong. Bangunan pelimpah memiliki 5 buah pintu air dari skot balk dengan material kayu jati. Dari hasil perencanaan didapatkan volume tampungan sebesar 14,000 m3, elevasi puncak mercu + 63,5 m, tinggi mercu 2,5 m, direncanakan dapat melayani kebutuhan air irigasi untuk lahan seluas 80 ha. Pembangunan Long Storage Trembulrejo diperkirakan menelan biaya Rp 2.754.249.000,00 dengan masa pengerjaan 40 minggu.
ANALISIS KINERJA DERMAGA 3 PELABUHAN CITRANUSA KABIL, BATAM Harry J Pangaribuan; Resi Ayu Agettis; Slamet Hargono; Sriyana Sriyana
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBatam merupakan suatu daerah atau kawasan yang potensial untuk dapat dikembangkan. Sehingga untuk kepentingan industri dan ekonomi Pemerintah Indonesia menetapkan Batam menjadi kawasan perdagangan bebas (free trade zone) dan pelabuhan bebas (free port). Otorita Batam sebagai lembaga pusat pemerintahan di Batam memberikan hak pengelolaannya kepada PT Sarana Citranusa Kabil dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 261 tahun 2005 tentang Pengoperasian Pelabuhan Umum Kawasan Industri Kabil yang berlokasi di Desa Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.Evaluasi dilakukan dengan melakukan analisis data lalu lintas kapal dan bongkar muat barang pada tahun 2010 hingga tahun 2016, untuk mendapatkan nilai berth occupancy ratio (BOR), berth throughput (BTP) dan kapasitas alat yang ada di dermaga 3. Hasil analisis data selama peneltian diperoleh bahwa nilai BOR (berth occupancy ratio) bulanan terkecil 1,60% dan terbesar adalah 67,41% di mana nilai ini telah melebihi nilai BOR UNCTAD, akan tetapi masih di bawah standar nilai BOR Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: UM.002/38/18/DJPL-11. Untuk barang yang lewat dermaga (BTP/berth throughput) 1.763,07 ton/meter/bulan dan kapasitas alat 614.892,19 ton/bulan. Berdasarkan analisis regresi arus kedatangan kapal dan arus barang pada dermaga 3 menunjukkan penurunan, hal ini dapat disimpulkan bahwa fasilitas dermaga 3 sudah cukup untuk dapat melayani arus barang dan kedatangan kapal yang ada.
DESAIN STRUKTUR GEDUNG TRANSMART LAMPUNG Willy Barasa; Feby Adryan; Sri Tudjono; Hardi Wibowo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGedung Transmart Lampung adalah bangunan gedung 6 lantai, dimana terdapat 1 lantai basement untuk parkir kendaraan, 3 lantai store area untuk tempat perbelanjaan, 1 lantai kids city untuk tempat bermain, 1 lantai CGV cinema sebagai tempat menonton, dan 1 lantai atap untuk tempat cooling tower. Total ketinggian gedung ini adalah 41,13 meter. Desain struktur gedung ini mencakup perencanaan struktur atas dan struktur bawah. Struktur atas direncanakan menggunakan atap rangka baja dan beton bertulang (plat lantai, tangga, balok, dan kolom) sedangkan struktur bawah direncanakan menggunakan pondasi sumuran. Peraturan yang digunakan yaitu SNI 1727-2013 mengenai Beban Minimum untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur Lain, SNI 1726-2012 mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung, SNI 2847-2013 mengenai Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, dan SNI- 03-1729-2015 untuk perencanaan struktur baja. Perencanaan struktur beton bertulang pada bangunan ini didesain menggunakan metode sistem rangka gedung dengan konfigurasi struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Dari hasil analisis dan perencanaan, dapat disimpulkan bahwa partisipasi massa lebih dari 90% dicapai sampai dengan kombinasi mode 20 dan gaya geser dasar dinamik lebih besar 85% dari gaya geser dasar statik ekivalen. Pemilihan konfigurasi Sistem Rangka Gedung ini bertujuan mendapatkan daktilitas tinggi agar struktur dapat mengalami simpangan pasca elastis besar secara berulang kali sehingga mampu mempertahankan kekuatan struktur pada saat terjadi gempa kuat. Pembebanan yang ditinjau untuk perencanaan elemen struktur adalah beban mati, beban hidup, beban gempa, beban angin, dan juga beban khusus Roller Coaster. Karena adanya Beban Roller Coaster mengakibatkan torsi yang sangat besar sehingga untuk pengurangan torsi digunakan sistem balok anak bersilang pada joint kolom Roller Coaster. Struktur rangka kuda-kuda atap digunakan profil asal IWF 500.200.10.16 yang akan diubah menjadi CB 700.200.10.16. Pada perencanaan balok induk diperoleh hasil dimensi 400 mm × 700 mm dengan tulangan longitudinal D25 dan tulangan transversal D10 – 75, untuk perencanaan kolom diperoleh dimensi 650 mm × 650 mm dengan tulangan longitudinal 28D25 dan tulangan confinement D10 – 50. Pada perencanaan pondasi sumuran direncanakan sampai kedalaman 6 meter dengan diameter tiang 2200 mm.
ANALISA KEBUTUHAN JENIS DAN LUAS FASILITAS SITE PLAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI WILAYAH SEMARANG Dolly Anugrah; Mohammad Lazuardi Imaduddin; Frida Kistiani; Arif Hidayat
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan site plan merupakan syarat penting dalam pekerjaan konstruksi karena berhubungannya dengan efisiensi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Salah satu tujuan pokok dalam perencanaan site plan adalah untuk mengatur  tata letak dan kebutuhan fasilitas siteplan agar proyek dapat berjalan dengan nyaman, aman, mudah, produktif, dan minim hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebutuhan jenis fasilitas dan luasan fasilitas pada site plan proyek konstruksi gedung di wilayah Semarang. Peraturan KDB wilayah Semarang mensyaratkan batas maksimum persentase KDB adalah sebesar 60%. Sehingga terdapat 40% luas lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai siteplan. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah kuesioner dan profil responden. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah gambar site lay out proyek untuk mendapatkan luas fasilitas site plan. Metode yang digunakan dalam pengambilan data dengan melakukan wawancara dan survey objek penelitian. Pada penelitian ini akan digunakan dua analisa yaitu analisa jenis dan luas fasilitas untuk memperoleh fasilitas apa saja yang harus ada pada proyek pembangunan gedung serta analisa bobot untuk mengetahui karakteristik site plan berdasarkan lima indikator yaitu kenyamanan, kemudahan, keamanan, produktivitas, dan tidak ada hambatan.Berdasarkan hasil analisis, proyek Hotel Tentrem Semarang masih memenuhi peraturan dengan nilai 59,2% sedangkan proyek Srondol Mixed Use tidak memenuhi dengan persentase sebesar 79,66%. Jenis fasilitas yang harus ada pada proyek gedung adalah pos security, kantor owner, kantor kontraktor, gudang material, gudang peralatan, fabrikasi besi, tower crane, dan toilet. Total luas fasilitas pada siteplan proyek pembangunan Hotel Tentrem Semarang adalah sebesar 1115,92 m² atau 13,95% dari luas lahan total. Sedangkan proyek pembangunan Srondol Mixed Use Development menggunakan total luasan fasilitas siteplan sebesar 2581,04 m² atau 11,47% dari luas lahan total. Siteplan proyek Srondol Mixed Use Semarang unggul pada indikator kenyamanan, keamanan, dan tidak ada hambatan. Sedangkan siteplan proyek Hotel Tentrem Semarang unggul pada indikator kemudahan dan produktivitas.
EVALUASI DAN PERENCANAAN BANGUNAN PELIMPAH BENDUNG NAIN Afiff Faiq Hakim Harahap; Fadhlul Rahman; Sri Sangkawati; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSungai Bikomi merupakan salah satu sungai besar di Kabupaten Timor Tengah Utara yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan air di wilayah daerah aliran Sungai Bikomi. Sungai Bikomi saat ini terdapat bangunan air yaitu Bendung Nain dengan tinggi bendung 7 m dan lebar bendung 10 m yang hanya berfungsi untuk mengairi daerah irigasi Nain di subDAS Nain. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk di wilayah subDAS Nain menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan kebutuhan air. Hasil analisis ketersediaan air tahunan di subDAS Nain adalah 26.200.367,41 m3yang dihitung dengan menggunakan metode FJ.Mock. Kebutuhan air baku proyeksi sampai tahun 2022 adalah 3.457.356,01 m3, sedangkan kebutuhan air irigasi untuk 300 ha adalah 12.555.404,93 m3 dengan pola tanam padi-padi-palawija. Neraca air tahunan di subDAS Nain menunjukkan nilai positif yaitu 10.187.606,47 m3. Walaupun terjadi kelebihan air pada neraca air tahunan, namun terdapat defisit air pada bulan Mei hingga November dan surplus pada bulan Desember hingga April. Volume air pada bulan defisit adalah 8.207.436,14 m3 sehingga diperlukan tampungan dengan volume 11.738.628,25 m3 yang dihitung dengan menjumlahkan kebutuhan air pada bulan defisit dengan volume evaporasi, sedimentasi, dan rembesan. Dari volume tampungan tersebut maka didapatkan tinggi mercu bangunan pelimpah sebesar 20,1 m sehingga Bendung Nain perlu ditingkatkan fungsinya menjadi bendungan. Tinggi muka air banjir 21,9 m adalah hasil dari perhitungan flood routing dengan debit outflow 0,5 PMF (probable maximum flood) dan ditambah tinggi jagaan 3 m sehingga didapat tinggi bendungan 24,9 m. Bangunan pelimpah Bendungan Nain direncanakan tipe mercu Ogee 1:0,33 dengan lebar 30 m, panjang saluran transisi 35 m dengan kemiringan 0,04, panjang saluran
PERENCANAAN KOLAM RETENSI ARSO KABUPATEN KEEROM PROVINSI PAPUA Romi Setiawan; Sony Lesmana; Suharyanto Suharyanto; Sumbogo Pranoto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam siklus hidrologi terdapat sungai dan saluran drainase yang berfungsi untuk mengalirkan air dari daerah tangkapan sampai ke laut. Pada lokasi studi yang berada di kawasan Arso terdapat dua sungai dan dua saluran yaitu Sungai Skanto, Sungai Tami, saluran drainase Arso Barat, dan saluran drainase Arso Timur. Kondisi saat ini, debit di Sungai Skanto dan Sungai Tami cukup besar sehingga terjadi backwater. Dengan adanya backwater di Sungai Skanto dan Sungai Tami maka aliran air limpasan dari drainase Arso Barat dan Arso Timur tidak bisa mengalir ke Sungai Skanto dan Sungai Tami yang menyebabkan melimpasnya air ke wilayah Arso. Dalam pengendalian banjir di kawasan Arso, secara prinsip air limpasan dari kawasan Arso di tampung sementara di kolam retensi. Saat banjir di Sungai Skanto dan Sungai Tami surut, air di kolam retensi dapat dialirkan keluar. Perencanaan sistem kolam retensi Arso dihitung menggunakan debit banjir dengan periode ulang 10 tahun. Dari hasil pengolahan data curah hujan periode ulang 10 tahun dengan menggunakan metode Nakayasu didapat Qrencana sebesar 246,20m3/detik untuk saluran drainase Arso Barat dan 17,282 m3/detik untuk saluran drainase Arso Timur. Dari hasil pemeriksaan saluran eksisting didapatkan bahwa saluran drainase Arso Barat bahwa saluran harus dinormalisasi. Dengan menggunakan metode flood routing Q periode ulang 10 tahun didapat volume air yang tertampung di kolam retensi sebesar 3.253.796 m3.
ANALISIS FINANSIAL PADA RENCANA PEMBANGUNAN LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DENGAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DI KOTA SEMARANG Viqi Maulana Ihsan; Vania Utami; Ismiyati Ismiyati; Kami Hari Basuki
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLight Rail Transit (LRT) merupakan moda transportasi massal berbasis rel yang mempunyai jalur khusus di atas permukaan tanah (Elevated Grade) oleh karena itu membutuhkan biaya pembangunan infrastruktur yang besar. Hal ini yang membedakan perhitungan biaya operasional LRT dengan biaya operasional kendaraan lain. Komponen perhitungan biaya operasional LRT yaitu berupa biaya modal, biaya operasi, biaya perawatan, dan keuntungan. Biaya operasional kendaraan merupakan salah satu indikator penentuan tarif angkutan umum yang bisa digunakan sebagai dasar untuk menentukan tarif minimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Konsep TOD pada LRT dapat mengurangi kemacetan di Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah perhitungan biaya operasional kendaraan sebesar Rp81.903.135,00 per lintas dan tarif LRT yaitu sebesar Rp14.626,00 per orang per km. Nilai tarif tersebut melebihi kemampuan masyarakat membayar satu kali perjalanan LRT sehingga pemerintah diharapkan dapat memberikan subsidi tarif. Oleh karena itu, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perhitungan biaya operasional kendaraan dan tarif perjalanan LRT di Kota Semarang.
ANALISIS PENGARUH REMBESAN TERHADAP STABILITAS BENDUNGAN LOGUNG, KUDUS Nuryatna Nuryatna; Fauzy Noor Ibrahim; Sri Prabandiyani; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStabilitas pada suatu bendungan merupakan hal utama yang diperhatikan serta menjadi salah satu parameter penting bahwa bendungan tersebut aman dan layak untuk berdiri, dimana didalamnya terdapat peristiwa rembesan yang harus memperhatikan faktor freatic line dan permeabilitas dalam perhitungan perencanaannya. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rembesan terhadap stabilitas bendungan dengan menggunakan bantuan program Plaxis untuk uji cobanya. Pemodelan dibuat berdasar Shop Drawing bendungan serta data yang digunakan dalam pemodelan seperti koefisien permeabilitas dan berat jenis mengacu pada data eksisting yang telah diuji pada titik tertentu oleh laboratorium proyek terkait namun tidak mewakili data sebenarnya pada seluruh zonal bendungan dikarenakan adanya kemungkinan faktor pengaruh seperti adanya perbedaan alat berat, metode kerja, konsistensi dan ketelitian kerja dan sebagainya tiap segmen atau titik pekerjaan, kemudian nilai angka pori yang menjadi material input penelitian diasumsikan oleh sifat freatic line yang diprediksi dan dianggap representatif dengan teori kondisi yang diperhitungkan mulai dari kondisi End of Construction (kosong air), Steady (muka air normal rencana), hingga Rapid Draw Down (cepat surut). Adapun data lain seperti Sudut Geser, Angka Poison, dan lain sebagainya menggunakan asumsi yang paling mendekati dengan acuan teori seperti Das (2007,2010), Bowles (1997) dan lain sebagainya. Agar kemudian data tertentu seperti koefisien permeabilitas dan freatic line direkayasa sedemikian rupa untuk  diketahui pengaruhnya dan dibandingkan dengan kondisi eksisting untuk output angka keamanan serta deformasinya. Selain menggunakan bantuan program Plaxis, dilakukan pula perhitungan dengan menggunakan metode Bishop untuk mendapatkan angka keamanannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa parameter material desain eksisting telah memenuhi persyaratan SNI 8064:2016 namun memiliki selisih yang sedikit. Oleh karena itu tetap perlu dilakukan perbaikan menganut dari beberapa solusi seperti dilakukan metode pekerjaan grouting, memaksimalkan pekerjaan pemadatan timbunan, serta bila perlu dilakukan pekerjaan face slab pada permukaan tubuh bendungan bagian hulu.
OPTIMASI RUANG PARKIR SHOPPING MALL TRANSMART SETIABUDI SEMARANG Atyanta Cendikya Candra Baswara; Bayu Azwar Suryawan; Amelia Kusuma Indriastuti; Djoko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Shopping Mall Transmart merupakan pusat perbelanjaan pertama  di Semarang yang dibangun dengan konsep one stop shopping atau 4 in 1 (Belanja, Bersantap, Bermain dan Menonton). Jumlah lot parkir yang disediakan belum dapat menampung semua kendaraan yang datang pada akhir pekan atau hari libur nasional. Permasalahan tersebut dikarenakan penataan ruang parkir yang belum optimal sehingga perlu dikaji lebih mendalam tentang penataan ruang parkir tersebut baik untuk masa sekarang maupun 5 tahun mendatang. Tahapan yang dilakukan meliputi: perhitungan kapasitas standar parkir, perhitungan kebutuhan parkir sekarang, optimasi sirkulasi dan ruang, optimasi gardu, prediksi kebutuhan parkir dan kinerja gardu untuk 5 tahun. Shopping Mall Transmart memiliki ruang parkir yang terdiri dari ruang parkir motor dan ruang parkir mobil yang terpisah. Berdasarkan jenis dan fungsi bangunan, Shopping Mall Transmart kebutuhan ruang parkirnya sebesar 369 SRP motor dan 433 SRP mobil. Setelah dilakukan penanganan dengan cara optimasi sirkulasi dan ruang, kapasitas hanya bertambah 25 SRP motor dan 18 SRP mobil sehingga diperlukan penanganan lanjutan yaitu dengan membangun gedung parkir baru yang juga merupakan bagian dari solusi untuk masa mendatang. Kemudian dilakukan prediksi jumlah kebutuhan parkir untuk 5 tahun ke depan hingga tahun 2023. Berdasarkan hasil prediksi tersebut maka jumlah kapasitas parkir yang harus disediakan hingga tahun 2023 adalah sebesar 424 SRP motor dan 497 SRP mobil. Mengingat lahan terbatas maka perlu disediakan gedung parkir 3 lantai yang memiliki kapasitas sebesar 437 SRP motor dan 520 SRP mobil.  Optimasi gardu dilakukan pada gardu yang mengalami antrian yaitu pada gardu masuk mobil dan gardu keluar motor. Gardu masuk mobil dioptimasi dengan cara optimasi sirkulasi dan ruang parkir, sedangkan gardu keluar motor dioptimasi dengan penanganan kondisional yaitu membuka gardu keluar lain bagi motor yaitu menggunakan gardu keluar mobil KFC karena antrian terjadi hanya pada jam puncak weekday. Prediksi kinerja gardu dilakukan hingga tahun 2023 dan menunjukkan bahwa setelah dilakukan optimasi gardu, kinerja semua gardu menjadi optimal dan tidak terjadi antrian karena nilai tingkat kegunaan (ρ) masih di bawah nilai 1.
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL TERKAIT RENCANA SEMARANG MIDDLE RING ROAD (SMRR) DI SIMPANG SRONDOL, SEMARANG Willy Yudha Putra; Irvan Rivaldi; Supriyono Supriyono; Djoko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTingginya tingkat pergerakan di Kota Semarang menyebabkan rendahnya tingkat pelayanan kinerja jalan (ruas jalan maupun simpang). Sebagai contoh Simpang Srondol di Jalan Setiabudi, Semarang masih terdapat tundaan kendaraan dan antrian yang cukup panjang sebagai bukti bahwa masih kurang optimalnya fungsi dari Simpang Srondol yang merupakan simpang bersinyal. Maksud dari studi ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja simpang bersinyal pada Simpang Srondol Semarang dalam kaitannya dengan dengan rencana pembangunan Semarang Middle Ring Road (SMRR). Sedangkan tujuan dari studi ini adalah menawarkan alternatif desain simpang dengan pengaturan terbaik untuk menghasilkan simpang berkinerja optimal yang berkaitan dengan rencana pembangunan Semarang Middle Ring Road (SMRR). Hasil evaluasi kinerja simpang bersinyal, pada Simpang Srondol kondisi eksisting menunjukkan bahwa sudah cukup jenuh. Nilai derajat kejenuhan di semua pendekat pada kondisi eksisting sudah melebihi kondisi normal (≥0.85). Perbaikan geometri simpang didapatkan dengan jenis tipe simpang tak sebidang (flyover) dikombinasikan dengan bundaran tak bersinyal di bagian bawahnya yang memiliki derajat kejenuhan (DJ) untuk semua lengan simpang dan bagian bundaran bernilai ≤0.85. 

Page 1 of 2 | Total Record : 13