cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 592 Documents
PERENCANAAN PENGEMBANGAN PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Aditya Perwira Aji; Brahmandita Paramarta; Sutarto Edhisono; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.602 KB)

Abstract

As one of the strategic port of Tanjung Emas Port in Semarang Indonesia can not be separated from a variety of problems. From the analysis, in 2012 the capacity of the Port of Tanjung gold almost exceeded the maximum limit. In the container dock and public piers ideal has exceeded its ideal capacity. Protection of the pier from the brunt of a wave also not enough. Wave height reaches 71 cm in the dock being critical limit allowed is 50 cm. Another issue that still has not been able to overcome the level of land subsidence in the port area is very rapid at 14, 63 cm / year, so many areas in  lower elevation of the sea level . Because of that, rob at high tide occurs in some port areas. To overcome these shortcomings and to develop. From the analysis planned, towards the development of the Port of Tanjung Emas include lengthening container dock along 300 mx 25 m, the expansion of container yard area of 15 hectares, the elongation of breakwater along 150 m and the polder planning system as a protection against tidal.
PERENCANAAN PELEBARAN JEMBATAN JATINGALEH KOTA SEMARANG Heri Irawan; Dedy Purnomo; Siti Hardiyati; Muhrozi Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.707 KB)

Abstract

Untuk menunjang kegiatan transportasi yang melintasi Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, maka dibangunlah Jembatan Jatingaleh pada ruas Jalan Teuku Umar- Setiabudi Kota Semarang. Seiring dengan pertumbuhan dan pola pergerakan lalu lintas, didapatkan bahwa pada kondisi tertentu khususnya pada saat jam sibuk, sering dijumpai antrian kendaraan yang akan melintasi Jembatan Jatingaleh. Hal ini dilandasi dengan didapatkan nilai Degree of Saturation (DS) Jembatan Jatingaleh sebesar 0,78 (> 0,75) yang mengindikasikan kondisi lalu lintas sudah tidak stabil. Oleh karena itu, pelebaran Jembatan Jatingaleh dapat menjadi solusi kemacetan dan potensi kelebihan beban akibat kendaraan yang terjadi. Namun, untuk merealisasikan hal  tersebut perlu ada perencanaan pelebaran pada struktur jembatan mengingat kondisi exsisting yang tidak dapat menampung arus lalu lintas kendaraan yang melewati jembatan tersebut dan terbatasnya ruang jembatan. Hal ini yang melatar belakangi pengambilan topik tugas akhir ini. Sebagai pertimbangan teknis dan estetika, Jembatan Jatingaleh didesain sama seperti kondisi exsisting sehingga jembatan direncanakan menggunakan struktur gelagar baja untuk struktur atasnya dan beton bertulang untuk struktur bawahnya. Dalam perencanaan, Jembatan Jatingaleh akan melayani lalu lintas dari arah Kota Semarang  ke Semarang ke arah selatan ataupun sebaliknya. Masing- masing pelebaran sisi kanan dan kiri dengan pelebaran jalan jembatan 6 meter ditambah lebar trotoar 2 x 1,5 meter. Sehingga nantinya pada jembatan jatingaleh menjadi 8 lajur 2 arah. Perencanaan pada aspek lalu lintas menggunakan umur rencana 25 tahun dengan nilai pertumbuhan lalu lintas kendaraan sebesar 2,472% per tahun. Ruang lingkup elemen jembatan yang direncanakan dalam tugas akhir ini meliputi pekerjaan untuk struktur keseluruhan jembatan dan jalan pendekat jembatan
EVALUASI DAN OPTIMASI SIMPANG BANGKONG DAN MILO KOTA SEMARANG Marlina Julianti; Prima Setiadita; Bambang Pudjianto; Djoko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.55 KB)

Abstract

Semarang city as a big city develop rapidly as centre business, trade, and government in Central Java faced with transportation problems such as traffic congestion caused by the volume of road vehicles with the road capacity is not balanced. The result of analysis of existing conditions with reference, Bangkong Intersection dominant currents in the western and eastern approach that shows the performance of intersections with an average degree of saturation 1,218  that means in excess of the ideal number. In the eastern approach Bangkong Intersection in the peak of morning, afternoon and evening, long queue reached 95 m, 219 m, and 219 m. To value the average intersection delay 62.46 sec/smp , 235.24 sec/smp, and 137.68 sec/smp. While in Milo Intersection, average DS values 1,100 that means in the excess of the ideal number. Long queues at the eastern approach Milo Intersection in the peak morning, afternoon and evening is 108 m, 242 m, and 242 m. To value the average intersection delay with a value of 36.99 sec/smp, 65.39 sec/smp, and 108.16 sec/smp.To get the operation optimization Simpang Bangkong and Milo made simulations by showing 3 scenarios. It was made the scenario 1 is the green time adjustments resulting DS same value in every second approach the intersection. Scenario 2 is to change LTOR into LT with the result being a greater capacity, the DS becomes small, a larger queue length, and delay be small. Next, scenario 3 is made by changing into a one-way system. Here after devised scenario 3, is one way system to produce a DS value becomes smaller, a small queue length, delay values are relatively larger. For QL values obtained Bangkong Intersection 44 m, 40 m, and 99 m. the average of intersection delay values 46.88 sec/smp, 38.27 sec/smp , and 40.74 sec/smp.  For Milo Intersection, the value of QL is 27, 15 m, and 18 m. Value of the average intersection delay 8.81 sec/smp, 32.60 sec/smp , and 7.61 sec / smp. The results of the analysis with 3 scenarios show that one way system scenario has better performance with consideration of this scenario prioritize large traffic flow from west to east and toward the opposite.
ANALISIS DAMPAK MANUVER KENDARAAN PADA KINERJA SIMPANG MENGGUNAKAN SIMULASI VEHICLE TRACKING (STUDI KASUS SIMPANG ARTERI UTARA, SIMPANG SULTAN AGUNG DAN SIMPANG AHMAD YANI) Nuriyana Wahida Azka; Dhiah Syafitri; Kami Hari Basuki; Djoko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.601 KB)

Abstract

 ANALISIS DAMPAK MANUVER KENDARAAN PADA KINERJA SIMPANG MENGGUNAKAN SIMULASI VEHICLE TRACKING(STUDI KASUS SIMPANG ARTERI UTARA, SIMPANG SULTAN AGUNG DAN SIMPANG AHMAD YANI) Nuriyana W. A, Dhiah Syafitri, Kami Hari Basuki*), Djoko Purwanto*) Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas DiponegoroJl. Prof Soedarto,SH Tembalang, Semarang. 50275, Telp.: (024)7474770,Fax.: (024)7460060 ABSTRAK Di Kota Semarang, persimpangan seringkali belum dapat mengakomodasi pergerakan kendaraan secara maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan sering adanya tundaan, baik karena pengaturan lalu lintasnya maupun kondisi geometrik yang kurang mendukung untuk manuver kendaraan khususnya pada lokasi simpang Arteri Utara, simpang Jalan Sultan Agung, dan simpang Jalan Ahmad Yani yang dapat mempresentasikan simpang-simpang yang sering dilalui kendaraan baik kendaraan pribadi, kendaraan umum, maupun angkutan barang. Oleh karena itu dilakukan analisa kinerja simpang untuk mengurangi adanya tundaan.Tahap-tahap yang dilakukan adalah menganalisis kinerja simpang eksisting menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan mensimulasikan manuver kendaraan rencana pada simpang eksisting menggunakan simulasi vehicle tracking. Analisis kinerja simpang akan menghasilkan keluaran berupa nilai derajat kejenuhan yang selanjutnya akan menjadi tolak ukur apakah simpang dapat melayani arus eksisting atau tidak, sedangkan simulasi manuver kendaraan menghasilkan keluaran berupa jejak kendaraan yang menentukan apakah geometrik simpang mampu melayani manuver kendaraan dengan efisien atau tidak. Setelah dilakukan analisis terhadap kondisi eksisting, dilanjutkan dengan optimasi jika diperlukan, baik dengan melakukan pengaturan ulang fase sinyal lalu lintas maupun dengan perubahan geometrik.Pada hasil analisis kinerja Simpang Arteri Utara, didapat kinerja seluruh pendekat memiliki DS<0,85. Geometrik simpang dinilai masih dapat dioptimasi untuk meningkatkan kinerja simpang dalam melayani kendaraan. Optimasi Simpang Arteri Utara dilakukan dengan pengaturan ulang waktu sinyal lalu lintas dan pemotongan median. Pada Simpang Sultan Agung, didapat DS semua pendekat <0,85. Pada Simpang Ahmad Yani, pendekat timur, selatan, dan utara memiliki DS<0,85 namun pada pendekat barat didapatkan nilai derajat kejenuhan 0,992. Optimasi Simpang Ahmad Yani adalah dengan pengaturan ulang sinyal lalu lintas dan adanya perlebaran jalan pada pendekat selatan. Menyadari bahwa masih banyak hal yang bisa ditingkatkan/diperbaiki dari studi ini, diharapkan adanya studi lebih lanjut berkaitan dengan pengaruh manuver kendaraan belok kiri pada kinerja simpang untuk menyempurnakan penelitian yang telah ada.
KAJIAN GEOTEKNIK STRUKTUR BAWAH BANGUNAN RUANG GENSET DI PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Anggoro Setyo Pratomo; Dwi Purnamajati; Indrastono Dwi Atmanto; Himawan Indarto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.951 KB)

Abstract

One of Tanjung Emas Port’s primary facility is container terminal yard used as center of container handling. The traffic of goods increase year by year. For increasing performance it needs center of generator room for e-RTG (Electrified Rubber Tyred Gantry Cranes) and CC (Container Crane). Therefore it is needed to build Generator Room at Container Terminal so that the activity of unloading and loading is getting easier. Before build Generator Room at Container Terminal, first we evaluated geotechnic and the structure of building. The part of upper structure design uses SRPMK with Strong Coloumn Weak Beam method, for foundation consists of pilecap with concrete pile until depth 20 m. From the result of analysis geotechnic and building structure can hold the load of the building. The consolidation settlement at Container Terminal Semarang area is 8,17 cm with time’s consolidation is 17 mounths 16 days, so it must be compacted to increase its density.
EVALUASI DAN PENINGKATAN KINERJA PELAYANAN RUANG TUNGGU KEBERANGKATAN BANDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG Muhammad Khalif; Mardonas Mardonas; Bambang Pudjiastuti; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.986 KB)

Abstract

Ahmad Yani International Airport in Semarang is one of the biggest airports in Central Java. Ahmad Yani International Airport in Semarang connecting various cities in Indonesia, especially Jakarta and Surabaya as well as the city to city which is on the island of Borneo. The number of passengers in the year 2010 amounted to 2,017,952 passengers. To get the service aircraft needs to be provided for the passenger waiting area before departure. The problems that arise are less than the requirement for a seat on the airport passenger terminal, in particular the departure lounge during peak hours and the occurrence of delayed. Data processing using queuing theory that the intensity obtained on 24th November 2012, at ρ = 0.9 <1 and 25th November 2012  ρ = 1.09 > 1 and obtained the optimum amount of seating as many as 269 on 24th November 2012 and 322 on  25th  November 2012 at a cost of airport tax of  analysis  is Rp 38,000.00 while the number of seats as many as 315 existing condition with the existing airport tax fee is Rp 35,000.00.
EVLUASI GRADASI AGREGAT PADA CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN TEORI FRACTAL Indira Ginting; Alfin Marpaung; Bagus Hario; Supriyono Supriyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.22 KB)

Abstract

Kerusakan jalan di Indonesia umumnya disebabkan oleh pembebanan yang berlebihan akibat pertumbuhan jumlah kendaraan yang tinggi. Selain karena faktor beban, perkerasan itu sendiri merupakan hal utama yang mempengaruhi kerusakan jalan. Agregat berperan penting dalam pembentukan lapis perkerasan karena merupakan komponen utama dari campuran aspal yaitu 80% dari volume, dan 95% dari berat total campuran. Gradasi adalah salah satu sifat agregat yang mempengaruhi kekuatan perkerasan. Teori fractal digunakan untuk menggambarkan secara kuantitatif kompleksitas geometris dan kemampuan mengisi ruang suatu objek tertentu yang diharapkan mampu mengoptimalkan kinerja campuran. Pada penelitian ini, jenis campuran yang digunakan adalah aspal beton (AC-WC). Campuran AC-WC dibuat dengan gradasi yang berbeda, yaitu; gradasi yang memiliki persentase lolos saringan mendekati spesifikasi batas atas, tengah, dan bawah. Setiap gradasi dianalisis nilai fractalnya dan didapatkan nilai fractal 2,5420 untuk gradasi atas, 2,4998 untuk gradasi tengah, dan 2,4113 untuk gradasi bawah. Semakin besar nilai fractal, maka semakin banyak jumlah fraksi agregat halus. Setiap gradasi dibuat benda uji, dan diuji marshall. Dari hasil pengujian, dilakukan kembali perhitungan dengan menggunakan simulasi secara matematis untuk mendapatkan nilai VIM yang sesuai dengan persyaratan, yaitu 3%-5%. Dapat disimpulkan bahwa nilai fractal gradasi atas yang memiliki karakteristik rongga udara memenuhi spesifikasi berkisar antara 2,5419 sampai 2,5422, gradasi tengah berkisar antara 2,4997 sampai 2,4998, dan gradasi bawah berkisar 2,4111 sampai 2,4115. 
PENGGANTIAN JEMBATAN KALIGUNG TUWEL DENGAN MENGGUNAKAN KONSTRUKSI RANGKA BAJA Gilar Taswindo; Wahyu Agung Nugroho; Moga Narayudha; Ilham Nurhuda
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.042 KB)

Abstract

Kaligung Bridge is located in Tuwel village of Slawi in Tegal regency. The Bridge connects Bumijawa and Tuwel area and stretches along 70 meters above Kaligung river. In this project, Kaligung Tuwel bridge was designed as a steel truss system. The design steps are as follows : analysis of the existing conditions, design the upper structure and the substructure of the bridge, and calculate budget plan (RAB). The Design of the upper structure considers loads such as : self weight, dead load, traffic load, wind load, and seismic load. The design was carried out using LRFD (Load and Resistance Factor Design) method. Next, the substructure was designed by calculating the dimension of the foundation and abutment. The foundation was designed as a caisson while the abutment wasof cantilever type.
ANALISIS FINANSIAL PADA RENCANA PEMBANGUNAN LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DENGAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DI KOTA SEMARANG Viqi Maulana Ihsan; Vania Utami; Ismiyati Ismiyati; Kami Hari Basuki
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLight Rail Transit (LRT) merupakan moda transportasi massal berbasis rel yang mempunyai jalur khusus di atas permukaan tanah (Elevated Grade) oleh karena itu membutuhkan biaya pembangunan infrastruktur yang besar. Hal ini yang membedakan perhitungan biaya operasional LRT dengan biaya operasional kendaraan lain. Komponen perhitungan biaya operasional LRT yaitu berupa biaya modal, biaya operasi, biaya perawatan, dan keuntungan. Biaya operasional kendaraan merupakan salah satu indikator penentuan tarif angkutan umum yang bisa digunakan sebagai dasar untuk menentukan tarif minimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Konsep TOD pada LRT dapat mengurangi kemacetan di Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah perhitungan biaya operasional kendaraan sebesar Rp81.903.135,00 per lintas dan tarif LRT yaitu sebesar Rp14.626,00 per orang per km. Nilai tarif tersebut melebihi kemampuan masyarakat membayar satu kali perjalanan LRT sehingga pemerintah diharapkan dapat memberikan subsidi tarif. Oleh karena itu, dapat dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perhitungan biaya operasional kendaraan dan tarif perjalanan LRT di Kota Semarang.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG @HOM HOTEL KUDUS BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 Wibowo Budi; Januar Reza; Sri Tudjono; Parang Sabdono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.49 KB)

Abstract

The structure of @HOM Hotel Kudus building design by SNI 03-1726-2012. To obtain ductile structure, special moment resisting frame (SRPMK) used. The analysis of the structure using SAP2000 software. Loading structure refers to SNI 03-1727-2013. Required for earthquake resistant buildings should not happen bristle failure. Thus the plastic hinge detail and beam-column joint must be calculated correctly. Lateral deflection requirements beetween floors should be controlled so that the stiffness of structure is not soft.