cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 592 Documents
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG MENARA BRI SEMARANG Permatasari, Linda; W., Rahadhiyan Putra; Sabdono, Parang; Wibowo, Hardi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.248 KB)

Abstract

The structural of BRI tower building Semarang is designed in seismic zone of Semarang city, which is designed by using the Special Moment Resisting Frame System (SMRFS) based on ”Indonesian Concrete Code (SNI 03-2847-2002)”, while the analysis of earthquake load uses response spectrum method based on “Indonesian Seismic Code(SNI 03-1726-2012). The design structural of BRI tower building Semarang using“Capacity Design” concept. As for using this concept has purpose what if strong earthquake happens, that cause forms plastic hinge on structural elements which is desired appeared on the beams. To guarantee plastic hinge happens on the beams, so the columns must be designed stronger than the beams (Strong Column Weak Beam Concept). The analysis of the structure is using SAP2000 computer program  version 14. As the result of calculations showed that structural element of BRI tower building is safe based on analyze.
PERENCANAAN PERBAIKAN SUNGAI TIRTO GROBOGAN JAWA TENGAH Emha Afif Assgaf; Ekki Febri Trianto; Suseso Darsono; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.134 KB)

Abstract

Sungai Tirto merupakan salah satu anak Sungai Lusi yang terletak di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Pada tanggal 26 April 2014 terjadi longsor pada sungai tersebut yang menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan dan terputusnya akses jalan. Untuk mengetahui penanganan yang tepat dalam rangka perbaikan Sungai Tirto, perlu dilakukan analisa lebih lanjut yang meliputi : Analisa hidrologi, hidrolika, dan stabilitas alur sungai.  Dengan data – data pendukung yaitu peta topografi, data hujan selama 20 tahun pengamatan, data tanah, dan potongan melintang Sungai Tirto diperoleh hasil perhitungan : Daerah tangkapan sebesar 18,818 km2, debit banjir 50 tahunan (Q50) = 235,1 m3/s. Dari hasil pemodelan hidrolika sungai menggunakan aplikasi HEC-RAS dengan debit rencana Q50, diketahui bahwa beberapa bagian sungai meluap sehingga  perlu perencanaan penampang sungai baru.  Penampang sungai baru yang direncanakan berbentuk trapesium dengan b = 8m, h = 5m, dan m=1 : 1. Hasil dari analisa stabilitas sungai yaitu V > Vcr, yang berarti aliran sungai berpotensi menimbulkan gerusan baik di dasar maupun tebing sungai. Tindakan pencegahan yang direncanakan yaitu  pemasangan bronjong pada tikungan luar sungai dan pembangunan groundsill pada alur sungai yang lurus pada beberapa tempat. Sementara itu, tindakan perbaikan daerah sungai yang mengalami longsor direncanakan menggunakan anchored sheet pile.
DESAIN STRUKTUR SLAB ON PILE Kurniadi, Akbar; Rosyidin, Imam Faizal; Indarto, Himawan; Atmono, Indrastono Dwi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.035 KB)

Abstract

Sebelimbingan – Martadipura road has a length of 2.8 km, it was built in the sub-district of Kota Bangun, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. Trace of the road must pass through areas with very soft soil condition. During the rainy season, the location of  alignment in this road flooded. To overcome these problems then built bridge using Slab on Pile structure. Slab on Pile structure consisting of slab, pile head and pile foundation. Loading standart on the structure refers to the SNI T-02-2005 (Standar Pembebanan Untuk Jembatan). Modeling of pile foundation used elastic spring reaction model, which can represent the bearing capacity of pile foundation.
STUDI EKSPERIMENTAL APLIKASI MATERIAL NANO FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR BETON Astuti, Arini Wendy; Fathias, Endo; Purwanto, Purwanto; Lie, Han Ay
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.707 KB)

Abstract

Mortar merupakan material yang tersusun dari pasir dan semen. Setelah proses pencampuran dengan air, maka pada mortar akan terbentuk rongga-rongga yang sangat kecil. Penelitian ini menggunakan material Fly Ash sebagai bahan tambahan pada mortar, dimana Fly Ash yang memiliki gradasi lebih kecil dari pasir diharapkan dapat mengisi rongga-rongga yang ditinggalkan saat proses pencampuran mortar. Fly Ash yang digunakan pada penelitian ini merupakan bahan sisa dari pembakaran batu bara PLTU Jepara, sehingga diharapkan dengan penggunaan Fly Ash ini juga dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan dengan mereduksi limbah. Prinsip pengisian rongga dengan penambahan Fly Ash  akan dikembangkan lebih jauh lagi pada penelitian ini, yaitu dengan menyadur teknologi untuk mengecilkan ukuran (teknologi nano) dengan menggunakan alat Planetary Ball Mill (PBM) yang akan diterapkan pada Fly Ash, sehingga menciptakan Fly Ash Nano. Dengan semakin mengecilnya ukuran Fly Ash menjadi Fly Ash nano, maka Fly Ash diharapkan dapat mengisi rongga yang lebih kecil lagi sehingga didapat kuat tekan yang lebih besar.  Pada penelitian ini digunakan 3 variasi mortar yaitu Mortar Normal (MN), Mortal Fly Ash (MFA), dan Mortar Nano Fly Ash (MNFA), dengan variasi komposisi  penambahan  Fly Ash dan Nano Fly Ash  berkisar antara 0% hingga 20%. Adapun  perbandingan semen dan pasir digunakan sebesar 1 : 2,75, dengan besarnya FAS adalah 0,485. Dalam rangka mendapatkan hasil penelitian, maka benda uji akan dibuat ke dalam ukuran kubus 5 x 5 x 5 cm, dan akan diuji kuat tekannya dengan alat Universal Testing Machine di laboratorium bahan dan bangunan Teknik Sipil Universitas Diponegoro. Data kuat tekan tersebut akan dianalisa sehingga didapatkan perbandingan nilai kuat tekan antara benda uji MN sebagai benda uji kontrol, terhadap MFA dan MNFA, sehingga dapat dilihat kenaikan kuat tekan dengan penambahan Fly Ash maupun Nano Fly Ash. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa penambahan material Fly Ash memberikan kontribusi terhadap Kuat Tekan Mortar. Hasil lebih baik ditunjukkan dengan penambahan Nano Fly Ash, dengan kuat tekan dari Mortar Nano Fly Ash mencapai 180%  dari kuat tekan Mortar Normal. Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi nano akan meningkatkan kuat tekan mortar.
ANALISIS KELAYAKAN TERMINAL PENUMPANG 1A BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO – HATTA Nurdin, Rio; Asisi, Hayning Santa; YI.Wicaksono, YI.Wicaksono; Setiadji, Bagus Hario
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.4 KB)

Abstract

Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta terbagi menjadi 3 sub-terminal yaitu 1A, 1B dan 1C. Terminal 1A hanya dioperasikan oleh maskapai Lion Air. Kepadatan penumpang pada terminal 1A terjadi karena kapasitas terminal tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang per tahunnya. Penumpang peak hour dianalisis berdasarkan SNI 03-7046-2004 dan SKEP/77/VI/2005. Analisis ini bertujuan untuk evaluasi kelayakan terminal penumpang 1A pada check in counter, ruang tunggu keberangkatan, dan baggage claim. Hasil dari forecasting tahun 2024 didapatkan penumpang berangkat sebesar 2.943 penumpang per jam dan penumpang datang sebesar 3.189 penumpang per jam. Tahun 2014 dan 2024, kondisi eksisting check in counter dan baggage claim device tidak memadai untuk penumpang peak hour, tetapi ruang tunggu keberangkatan masih memadai untuk melayani penumpang peak hour. Analisis berdasarkan metode FIFO (first in first out) pada tahun 2014 dibutuhkan minimum 37 loket check in counter untuk melayani 1.828 penumpang berangkat per jam dan 7 buah baggage claim device untuk malayani 2.058 penumpang datang per jam sedangkan, pada tahun 2024 dibutuhkan minimum 60 loket check in counter dan 11 baggage claim device. Ruang tunggu keberangkatan masih memadai untuk melayani penumpang peak hour tahun 2014 dan tahun 2024 dengan Level Of Service (LOS) kategori Excellent Level Of Comfort. Adanya kepadatan pada check in counter dan baggage claim terminal 1A, memunculkan rencana maskapai Lion Group akan beroperasi di terminal 1A, 1B dan 1C. Kondisi eksisting dari terminal 1A, 1B dan 1C memiliki 75 check in counter dan 15 baggage claim device, sehingga dengan rencana tersebut dapat mengatasi kepadatan pada check in counter dan baggage claim sampai tahun 2021 dengan asumsi distribusi penumpang yang merata ke terminal 1A, 1B dan 1C. Selain distribusi penumpang yang merata, kepadatan juga dapat diatasi dengan adanya check in online dan pemisahan check in counter dengan bagasi dan tanpa bagasi. 
REKAYASA NILAI PEMBANGUNAN GEDUNG SERBA GUNA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Jatmiko, Jatmiko; Wibowo, Ary; Sriyana, Sriyana; Dwi H., Jati Utomo
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.692 KB)

Abstract

Value engineering of multipurpose building project Semarang State University conducted for optimization of cost and functionality. Value engineering is used to evaluate the project plan in order to save the budget costs, optimize performance and efficiency of time but still consider the quality of the work. Application of value engineering aims to obtain high-cost work items, bring alternative design ideas to replace the original design on selected work items and calculate the cost savings from the application of value engineering. Stages of this value engineering plans that include; stages of information, creative stage, analysis stage and the stage of recommendations. Identification of high-cost items of work with cost breakdown model and Pareto charts. Potential work item function analysis is performed to classify the basic functions and secondary functions in order to obtain the ratio of cost / worth, then performed a zero-one matrix analysis to determine the best alternative of testing against several criteria functions presented. Value engineering analysis results indicate that cost savings, for items slab occurred saving the value / cost of Rp. 3.274.245.393, 35 or 51.20 % of the initial cost of Rp. 6,394,649,122.60 and 8.57 % of the total project cost. For items foundations occurred saving the value / cost of Rp. 318,946,000 or 41.27 % of the initial cost of Rp. 772,790,000.00 and 1.19 % of the total project cost. For the cost of the item walls Eco Lite Panel larger Rp. 140,847,906.93 of the cost of masonry, but in terms of execution time Eco Lite Panels faster than bricks with the result of the acceleration time fee of Rp. 224.734.555,16 or 21,82 % of the cost of the wall work and 0.59 % of the total project cost. Physical Eco Lite Panel calsiboard coated on both sides to make more smooth and flat surface so that the surface can be directly painted. So the total cost savings after the engineering value is equal Rp. 3.817.926.101,65 or by 9.99 % of the total cost of the overall work of Rp. 38,199,420,000.00.
ANALISIS PENGARUH REMBESAN TERHADAP STABILITAS BENDUNGAN LOGUNG, KUDUS Nuryatna Nuryatna; Fauzy Noor Ibrahim; Sri Prabandiyani; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStabilitas pada suatu bendungan merupakan hal utama yang diperhatikan serta menjadi salah satu parameter penting bahwa bendungan tersebut aman dan layak untuk berdiri, dimana didalamnya terdapat peristiwa rembesan yang harus memperhatikan faktor freatic line dan permeabilitas dalam perhitungan perencanaannya. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rembesan terhadap stabilitas bendungan dengan menggunakan bantuan program Plaxis untuk uji cobanya. Pemodelan dibuat berdasar Shop Drawing bendungan serta data yang digunakan dalam pemodelan seperti koefisien permeabilitas dan berat jenis mengacu pada data eksisting yang telah diuji pada titik tertentu oleh laboratorium proyek terkait namun tidak mewakili data sebenarnya pada seluruh zonal bendungan dikarenakan adanya kemungkinan faktor pengaruh seperti adanya perbedaan alat berat, metode kerja, konsistensi dan ketelitian kerja dan sebagainya tiap segmen atau titik pekerjaan, kemudian nilai angka pori yang menjadi material input penelitian diasumsikan oleh sifat freatic line yang diprediksi dan dianggap representatif dengan teori kondisi yang diperhitungkan mulai dari kondisi End of Construction (kosong air), Steady (muka air normal rencana), hingga Rapid Draw Down (cepat surut). Adapun data lain seperti Sudut Geser, Angka Poison, dan lain sebagainya menggunakan asumsi yang paling mendekati dengan acuan teori seperti Das (2007,2010), Bowles (1997) dan lain sebagainya. Agar kemudian data tertentu seperti koefisien permeabilitas dan freatic line direkayasa sedemikian rupa untuk  diketahui pengaruhnya dan dibandingkan dengan kondisi eksisting untuk output angka keamanan serta deformasinya. Selain menggunakan bantuan program Plaxis, dilakukan pula perhitungan dengan menggunakan metode Bishop untuk mendapatkan angka keamanannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa parameter material desain eksisting telah memenuhi persyaratan SNI 8064:2016 namun memiliki selisih yang sedikit. Oleh karena itu tetap perlu dilakukan perbaikan menganut dari beberapa solusi seperti dilakukan metode pekerjaan grouting, memaksimalkan pekerjaan pemadatan timbunan, serta bila perlu dilakukan pekerjaan face slab pada permukaan tubuh bendungan bagian hulu.
PERANCANGAN WADUK MUNDINGAN DI KOTA SEMARANG Abror, Muhammad Taufiq; Setiawan, Rizka; Darsono, Suseno; Nugroho, Hari
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.507 KB)

Abstract

Flood in the Semarang City occur every year in the rainy season, drought and water shortages in the dry season. It has been built Jatibarang Reservoir and upstream there is a potential reservoir that could add to the raw water supply and flood control. The analysis used in planning reservoir that is the analysis of hydrology and hydraulics. Hydrological analysis using methods Soil Conservation Service Unit Hydrograph Synthetic (SCS) and Unit Hydrograph Synthetic of GAMA I. Q100 flood discharge plan with 165 mm of rain, the result of a method SCS unit hydrograph assisted HEC-HMS program amounting to 442 m3 / sec while the HSS GAMA I method with 218 mm of rain discharge plan generated at 359.02 m3 / sec. Flood discharge calculation used is a method SCS. PMF flood resulting from rainfall of 2408.7 mm deep as 677 m3 / sec. With the design of flushing water of 1.7 m3 / sec then storage volume up to 20,000,000 m3 and a storage volume of sediment up to 1,000,000 m3. With the reservoir can reduce flooding 100-year period by 77% from 442.9 m3 / sec to be 97.1 m3 / sec, and reduces the PMF discharge of 66% of 2408.7 m3 / sec to be 814.2 m3 / sec and reservoirs totaling 38 million m3. Dam 34 m high, dam crest 10 m wide, rock fill zone embankment type and spillway crest width of 20 m
STABILISASI TANAH DENGAN FLY ASH DAN SEMEN UNTUK BADAN JALAN PLTU ASAM-ASAM Huri, Andreas Dharmawan; Yulianto, Kristian; Retno Wardani, Sri Prabandiyani; Hardiyati, Siti
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.884 KB)

Abstract

The huge amount of coal waste (fly ash) produced by Acid plant could be use the main material for soil stabilizing at thr road ro plant acids Because it has the CBR value ≤ 6% is 3.52% roomates minimum limits allowed by SNI 03-1744-1989 and also to solve enviromental pollution problems, but certainly how much fly ash is used in order not to polute the environment Necessary to conduct futher research.In this research, the chemical stabilization method used to repaired the base soil condition is by the base soil mix with a combine of protland cement and fly ash as stabilizing agent in various ratios; 4% PC + 5% FA, 4% PC + 8 % FA, 4% PC + 10% FA, 2% PC + 7% FA, and 4.5% PC + 8% FA by weight of dry soil. The result of original soil tests indicate the clasification is clay with high plasticity (CH) According to the Unified System and grade A-7-6 According to AASHTO. The result of CBR test with various mixed ratio in soaked condition by 0, 4, and 7 days show the CBR value is increasing. The maximum increase of is%, happened in various optimum mix ratio of 4% PC + 8% FA for 4 days of soaked time. The conclusion is that the optimum use of fly ash at 8% could be used to solve environmental pollution problems and also used as stabilizing agent at the road to the power plant Acid.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG CENTER OF ADVANCES SCIENCE (CAS) INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Aziz, Arby Abdul; Yanuar Tanojo, Tri Adi; Nurhuda, Ilham; Purwanto, Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.266 KB)

Abstract

Perencanaan Struktur Gedung Center of Advances Science (CAS) Institut Teknologi Bandung pada Laporan Tugas Akhir ini direncanakan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) pada zonasi gempa wilayah Kota Bandung. Pemilihan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) diharapkan struktur gedung memiliki tingkat daktilitas tinggi. Struktur daktail merupakan tipe struktur yang mampu mengalami simpangan pasca elastis yang besar dan mampu mempertahankan kekuatan struktur sehingga struktur tetap berdiri. Struktur ini direncanakan menggunakan disain kapasitas dan konsep kolom kuat balok lemah. Dalam kondisi ini, kolom dibuat lebih kuat dari balok, sehingga sendi plastis terjadi pada ujung balok. Join – join pada hubungan balok – kolom juga didisain untuk dapat menahan keruntuhan. Analisis struktur gedung didasari oleh SNI 03-1726:2012 dan dibantu menggunakan program SAP2000 v14. Periode getar struktur pada SRPMK harus dibatasi agar struktur tidak terlalu fleksibel.