cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012" : 20 Documents clear
ANALISIS RANTAI NILAI UNTUK MENENTUKAN STRATEGI DAYA SAING PRODUK MANISAN CARICA DIENG Bibit Setyo Pambudi; Diana Puspita Sari; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Carica merupakan buah khas daerah yang dihasilkan di daerah dieng dan tidak mudah ditemukan di daerah lain. Dengan tanah yang subur dan iklim yang mendukung, carica memiliki potensi yang besar untuk dieksplorasi. Industri pengolahan buah  carica menjadi manisan carica saat ini sudah cukup berkembang. Tetapi masih banyak kekurangan dalam industri manisan carica yang menyebabkan daya saing terhadap produk sejenis sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tahapan dan kondisi dari rantai nilai (value chain) produk manisan carica yang selanjutnya akan digunakan untuk menentukan strategi untuk meningkatkan daya saing industri manisan carica. Analisis value chain memandang perusahaan sebagai salah satu bagian dari rantai nilai produk. SWOT digunakan untuk mengetahui gambaran umum mengenai kondisi industri carica. Sedangkan diamond porter digunakan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail mengenai faktor kondisi (input), kondisi permintaan, industri terkait dan pendukung, dan konteks persaingan dan strategi perusahaan. Selanjutnya dilakukan survei pasar untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap kinerja dan ekspektasi dari 14 indikator dari variabel kepuasan pelanggan. Importance-performance analysis dan customer satisfaction index (CSI) digunakan untuk mengetahui indikator yang perlu diprioritaskan untuk mendapatkan perbaikan kinerjanya. Masih terdapat banyak masalah mulai pada tahap petani carica, produsen, dan juga retail berdasarkan hasil dari analisis kondisi rantai nilai. Dengan mengacu pada permasalahan tersebut, ditentukan strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan daya saing industri carica. Integrasi horizontal dan vertikal dalam rantai nilai sangat diperlukan untuk menunjang ketahanan dan daya saing industri manisan carica. Kerjasama antar produsen, antara produsen dengan petani, dan produsen dengan retail akan membuat industri ini semakin berkembang dengan pesat. Peran pihak-pihak dari luar rantai nilai carica seperti lembaga penelitian, lembaga permodalan dan juga pemerintah sangat diharapkan bisa membantu mengembangkan industri carica.  Abstract Carica is typical of the region fruit that produced in the Dieng and not easily found in other areas. With fertile soil and favorable climate, carica has great potential to be explored. Carica fruit processing industry that produce candied carica is currently developed enough. But there are still many shortcomings in the carica confectionery industry leading competitiveness of similar products is very low. This study aims to understand the stages and conditions of the carica confectionery products value chain which would then be used to define strategies to enhance industrial competitiveness candied carica. Value chain analysis view the company as one part of the product value chain. SWOT is used to determine a general overview of the condition of carica industry. While the porter diamond is used to obtain a more detailed explanation of the factor (input) condition, demand conditions, related and supporting industries, and the context of competition and corporate strategy. Subsequently conducted a market survey to determine consumer ratings of performance and expectations from the 14 indicators of customer satisfaction variables. Importance-performance analysis and customer satisfaction index (CSI) is used to determine which indicators should be prioritized to obtain performance improvements. There are still many problems start at the stage of carica farmers, manufacturers, and also retails based on the results of the analysis of the value chain condition. using reference to the issue, that determined the strategy could be applied to enhance industrial competitiveness carica. Horizontal and vertical integration in the value chain is needed to support the resistance and competitiveness of the carica confectionery industry. Cooperation between producers, between producers with farmers, and between manufacturers with retails will make the industry growing by leaps and bounds. The role of external parties of carica value chain such as research institutions and government capital is more expected to help develop the carica industry.  
PENERAPAN BAMBOO BENT LAMINATION PADA PEMBUATAN KURSI DENGAN METODE TOHNET Cintantya Anindita AS; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya isu-isu dunia mengenai global warming serta sustainable production, tengah mempengaruhi para designer furnitur untuk berlomba-lomba menciptakan produk inovatif yakni menciptakan produk dengan memanfaatkan bahan-bahan terbarukan, yaitu dengan menggunakan material bambu. Namun pengetahuan akan cara pengolahan bambu untuk dapat dimanfaatkan sebagai produk masih terbilang kurang, khususnya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah trial and error dengan menerapkan metode Tohnet, yaitu dengan menganalisis langkah-langkah, alat dan bahan yang tepat untuk diterapkan dalam bamboo bent lamination pada pembuatan kursi. Langkah awal dalam penelitian ini adalah merancang desain kursi yang memiliki kelengkungan yang berbeda-beda sebagai batasan penelitian itu sendiri. Perancangan desain kursi menggunakan software Solidworks. Selanjutnya melakukan proses pembuatan kursi dengan menerapkan metode Tohnet terebut yang dibagi menjadi 3 bagian yakni, sandaran, kaki bagian atas, dan kaki bagian bawah. Setelah prototype kursi jadi dilakukan pengujian untuk mengetahui kekuatan dari kursi tersebut. Hasil penelitian bamboo bent lamination yang menerapkan metode Tohnet ini diantaranya memiliki keuntungan, yakni proses bending dan laminasi dapat dilakukan bersamaan dengan lama pencekaman bagian sandaran sekitar 4 jam dan bagian kaki sekitar 2 jam karena tingkat kelengkungan yang berbeda, memberikan keuletan terhadap material sehingga dapat meminimalisasi kerusakan material pada saat proses bending dilakukan, hasil kursi yang melalui proses bamboo bent lamination ini mampu menahan beban statis 110 kg dan dinamis 70 kg yang memenuhi standar uji SNI. Namun, terdapat kelemahan dari bent lamination ini yakni biaya produksi yang cenderung mahal dan proses yang cukup lama, serta tingkat keberhasilan yang rendah terjadi pada radius 80,5 mm.
PENYUSUNAN DOKUMEN MUTU SUBDIREKTORAT DATA dan INFORMASI BERDASARKAN STANDAR ISO 9001 : 2008 (Studi Kasus Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum) Shinta Dewi Paramita; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Subdirektorat Data dan Informasi dinilai belum dapat memenuhi kebutuhan pelayanan yang baik, karena belum adanya sistem pendokumentasian prosedur kerja yang baik yang mengakibatkan kurang efektif dan efisiennya kinerja individu yang ada dalam unit pelayanan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menuju Tata Pemerintah yang baik (good governance) adalah dengan melakukan reformasi birokrasi. Reformasi Birokrasi harus diwujudkan dalam wujud perubahan secara signifikan (evolusi yang dipercepat) melalui tindakan atau rangkaian kegiatan pembaharuan secara konsepsional, sistematis dan berkelanjutan dengan melakukan upaya penataan, peninjauan, penertiban, perbaikan, penyempurnaan dan pembaharuan sistem, kebijakan dan peraturan perundang-undangan. Perubahan secara signifikan dapat diwujudkan dalam pendokumentasian Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001:2008. Dimulai dengan mengidentifikasi Tatalaksana (business process) melalui tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) Subdirektorat Data dan Informasi untuk melakukan pemetaan awal. Hasil akhir penelitian ini berupa perancangan 1 (satu)  manual mutu, 19 (sembilan belas) prosedur mutu, dan 45 (lima puluh empat) instruksi kerja sebagai persyaratan pendokumentasian Sistem Manajemen Mutu berdasarkan ISO 9001:2008.
Analisis Pengaruh Pengaturan Strap Gitar dan Tempo/beat TerhadapTingkat Konsumsi Energi dan Tingkat Kesalahan Bermain Rhythm Gitar Pada Pemain Gitar Dengan Metode Pengukuran Kerja fisiologi Adika Abibowo; Zainal Fanani
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermain gitar pada kondisi-kondisi tertentu dapat mengakibatkan kelelahan fisik yang tanpa disadari membutuhkan konsumsi energi yang besar. Kelelahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pengaturan strap gitar dan beat/tempo. Hal tersebut yang membuat kelelahan terjadi bahkan terkadang timbul kecenderungan melakukan kesalahan saat memainkan gitar. Perhitungan konsumsi energi dan %CVL dilakukan menggunakan metode pengukuran beban kerja fisiologi dengan pengambilan data denyut nadi pada saat responden memainkan gitar dan dikenai dua variabel perlakuan yaitu pengaturan strap dan tempo. Pengaturan strap terdiri dari pengaturan strap tinggi, strap sedang, dan strap normal. Tempo terdiri dari tempo lambat (80bpm), tempo sedang (160bpm), dan tempo cepat (220bpm). Keduanya dikombinasikan menjadi 9 perlakuan. Data yang diambil saat penelitian berupa Denyut Nadi Istirahat (DNI), Denyut Nadi Kerja (DNK), keluhan responden, dan banyaknya kesalahan yang dibuat akibat kombinasiperlakuan tersebut. Secara umum dapat disimpulkan pada aspek konsumsi energi, secara umum variabel pengaturan strap dan tempo mempengaruhi konsumsi energi secara signifikan. Pada aspek %cardiovascular Load, secara umum variabel pengaturan strap dan tempo mempengaruhi %CVL secara signifikan. Pada aspek perhitungan kesalahan bermain gitar, secara keseluruhan jumlah kesalahan terbanyak terjadi pada perlakuan pengaturan strap rendah, sedangkan jumlah kesalahan terkecil terjadi pada perlakuan pengaturan strap sedang. Secara umum variabel pengaturan strap dan tempo mempengaruhi jumlah kesalahan secara signifikan
ANALISIS RISIKO DAN USULAN STRATEGI UNTUK MITIGASI RISIKO PADA RANTAI PASOK (STUDI KASUS: CV. ABC SEMARANG) Inggit Ramadhani; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian atau bencana alam dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan supply chain, gangguan tersebut dapat berdampak panjang terhadap perusahaan. CV. ABC sebagai perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi hospital equipment sering dihadapkan pada berbagai risiko yang dapat menyebabkan gagalnya sebuah tujuan yang akan dicapai. Untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut perlu dikembangkan supply chain risk management (SCRM). Evaluasi dan analisis risiko dilakukan dengan pengembangan Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) dan Quality Function Deployment (QFD), yang kemudian didapat formulasi Risk Index Priority (RPI) untuk menentukan prioritas agen risiko yang akan dimitigasi. Analisa hubungan korelasi dilakukan dengan menggunakan House of Risk (HOR). Hasil analisa tersebut digunakan untuk memetakan strategi mitigasi. Dari hasil penelitian ini, didapatkan sebanyak 50 risk event teridentifikasi dengan 22 risk agent. Pada pemetaan risiko terdapat 8 risk event berada pada area merah dan 8 pada area oranye yang menjadi prioritas perbaikan. Dari pengembangan HOR diusulkan 3 strategi yang dilakukan untuk memitigasi dampak risiko,yaitu memperbaiki manajemen SDM perusahaan, memperbaiki hubungan dengan supplier, dan memperbaiki aliran produksi dan sistem perawatan mesin.
USULAN PENEMPATAN FASILITAS PERLENGKAPAN JALAN UNTUK MEMINIMALKAN HUMAN ERROR PENGENDARA MOTOR DI PERLINTASAN TANPA PALANG PINTU I Nyoman Bayu Wardana; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data rasio kecelakaan kereta api di dunia, tingkat kecelakaan transportasi di Indonesia jauh lebih buruk. Di tahun 2003 dengan jumlah perjalanan KA di Indonesia sebanyak 47,6 juta km, angka rasionya 1.55 yang berarti pada tahun tersebut terjadi 73 kasus kecelakaan KA dengan Kendaraan Umum. Dari jenis kecelakaan yang telah diidentifikasikan tersebut terdapat kategori kecelakaan kereta api dengan kendaraan umum.Dari tahun 2008-2010 setidaknya terdapat 21 kasus kecelakaan di wilayah PT KAI DAOP 4 semarang yang mayoritas melibatkan kendaraan bermotor di perlintasan tanpa palang pintu. Berdasarkan SK dirjen perhubungan darat tahun 2005 perlintasan tanpa palang pintu setidaknya terdapat fasilitas perlengkapan jalan berupa dua jenis rambu yaitu rambu peringatan dan rambu perintah.Menurut manager operasional PT KAI DAOP 4 semarang sebagian besar kecelakaan diperlintasan merupakan kesalahan pengendara motor. Manusia sebagai operator kendaraan bermotor memiliki keterbatasan baik fisik maupun mental sehingga seringkali terlibat dalam kecelakaan. Mengingat faktor human error pengendara motor merupakan salah satu faktor dalam kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu. maka diperlukan suatu kajian tentang human error di perlintasan tanpa palang pintu ini. Salah satu metode penilaian reliabilitas manusia adalah Human Error Assesment and Reduction Technique (HEART). HEART digunakan untuk mengukur kesalahan manusia dalam tugasnya sebagai operator (operator task). Teknik ini didasarkan pada campuran dari penilaian  subjektif dengan data-data dari sisi ergonomi dan literatur performansi psikologi manusia yang berdampak negatif mempengaruhi performansi sistem. Langkah dalam penelitian diawali dengan terlebih dahulu membuat task analysis pengendara motor terkait dengan rambu-rambu yang terdapat di perlintasan, setelah itu dilakukan representasi human error dengan fault tree untuk mengetahui tasks penting yang jika gagal bisa menyebabkan kecelakaan. Setelah tasks tersebut didapat dilakukan assessment dengan terlebih dahulu menentukan kondisi-kondisi yang menyebabkan kegagalan (EPCs) yang didapat dari observasi langsung maupun data kecelakaan sejenis dari sumber online.
ANALISA PENYEBAB KEGAGALAN PROSES ANYAMAN PRODUK KARUNG PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) (Studi Kasus di PT. Poliplas Indah Sejahtera) Wenny Mahadmagandhy T; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Poliplas Indah Sejahtera merupakan perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan karung plastik. Proses produksi yang terjadi meliputi proses pembuatan benang, penganyaman, pemotongan dan penjahitan, pencetakan, penyegelan, dan pengepakan. Kegagalan yang terjadi pada PT. Poliplas Indah Sejahtera secara umum dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni cacat anyaman, cacat cetakan, dan cacat potong dan jahit. Hingga saat ini, pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat melalui angka persentase kegagalan yang terjadi selama bulan Mei sampai Juli 2011. Secara berurutan, persentase tersebut adalah 3,35%, 3,28%, dan 3,22%. Dalam penelitian ini digunakan metode Root Cause Analysis (RCA) untuk menemukan dan mengidentifikasi akar penyebab masalah dan mengeliminasi masalah atau kejadian. Teknik yang digunakan Fault Tree Analysis dan Barrier Analysis. Dengan fokus pada akar penyebab, diharapkan masalah yang muncul dapat diminimalisasi dan mampu memberi rekomendasi tindakan pencegahan kegagalan yang kemungkinan akan muncul sebelum terjadi. Sebagian besar kegagalan yang terjadi pada proses anyaman Mesin Circular Loom yang dikelompokkan menjadi tiga, yakni cacat karung sarang laba-laba, cacat karung merampang lusi, dan cacat karung merampang skoci.  Akar penyebab kesalahan atau kegagalan pada proses anyaman karung plastik selain dari fakor sparepart mesin yang sudah melampaui batas maksimal pemakaian juga karena tidak telitinya operator maupun maintenance dalam  menjalankan atau mengoprasikan mesin pada saat setting awal mesin ketika mesin akan mulai dijalankan. Dan untuk pencegahan yang dapat dilakukan adalah Kondisi mesin harus di cek sebelum proses produksi dimulai, SOP harus ditempel di ruang produksi untuk menghindari kesalahan prosedur operasi, Mengembangkan supplier bahan baku dan raw material yang terpercaya
Pengembangan Aplikasi untuk Menginvestigasi Human Error pada Kecelakaan Kereta Api Muhammad Hani; Singgih Saptadi; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human error merupakan faktor terbesar dibalik berbagai kejadian kecelakaan kereta api di Indonesia. Terjadinya human error sendiri bukan semata-mata karena kesalahan petugas di lapangan namun juga dipengaruhi oleh banyak faktor dari berbagai aspek. Untuk menganalisa faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya human error diperlukan suatu metode yang terstruktur dan lengkap. Salah satu metode analisa human error tersebut adalah HFACS-IR (Human Factors Analysis and Classification System-Indonesian Railroad). Pada metode HFACS-IR ini, suatu tindakan (error) yang dilakukan oleh operator dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dari segi kondisi operator itu sendiri, aspek pengawasan, aspek organisasi, hingga faktor-faktor dari luar organisasi. Untuk mengerjakan proses analisa ini hingga diperoleh hubungan-hubungan faktor penyebab suatu human error akan memakan waktu yang cukup lama dan rumit jika dikerjakan secara manual. Oleh karena itu, diperlukan suatu aplikasi sistem informasi terkomputerisasi untuk mempermudah pekerjaan ini. Pada penelitian ini, dikembangkan suatu aplikasi berbasis web untuk menganalisa human error yang terjadi pada suatu kecelakaan kereta api. Keluaran utama dari aplikasi ini berupa skenario rantai penyebab munculnya suatu human error. Skenario yang dihasilkan oleh aplikasi ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak yang terkait dalam memfokuskan upaya perbaikan yang dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang lagi pada masa mendatang.
USULAN PROGRAM PERAWATAN DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) II PADA MESIN MANUGRAPH CITY-LINE Radhit Pamungkas Oetomo; Bambang Purwanggono; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada PT. Masscom Graphy, perusahaan percetakan tertua dan terbesar di Kota Semarang, mengalami kerugian yang disebabkan tingkat breakdown yang tinggi. Penelitian ini membahas mengenai program perawatan mesin Manugraph City-line dengan tujuan meningkatkan nilai reliability sehingga mampu mengurangi kerugian-kerugian yang terjadi pada perusahaan. Metode yang digunakan adalah Reliability Centered Maitenance (RCM II) karena berfungsi menentukan maintenance task yang optimal berdasarkan konsekuensi modus kegagalan dan konteks operasi pada sistem tersebut. Hasil penilaian risiko dengan Risk Priority Number (RPN) terhadap 32 modus kegagalan menunjukkan bahwa komponen kritis yang perlu mendapatkan prioritas utama perhatian adalah bearing pada unit auto paster rusak yang mendapatkan nilai RPN 32, kemudian brush pada unit auto paster dan packing blanket yang sudah aus/rusak dengan nilai RPN 24. Untuk modus bearing dan cutting knife yang rusak pada unit auto paster memiliki konsekuensi operasional diberikan kegiatan scheduled discard task dengan waktu maintenance optimal (TM) masing-masing 648 dan 2108 jam, agar tindakan tersebut menjadi technically feasible untuk menurunkan konsekuensi kerusakan. Nilai waktu TM yang diperoleh untuk mencegah kerusakan pada komponen bearing 4906 dan cutting knife lebih kecil dari nilai mean time to failure (MTTF), yang menunjukkan bahwa waktu maintenance optimal akan berusaha untuk menghindari terjadinya kerusakan fungsi komponen sebelum kerusakan terjadi.
PEMILIHAN PARAMETER PENGAWETAN BAMBU APUS MENGGUNAKAN LARUTAN GARAM UNTUK MENCAPAI PRODUKSI BERKELANJUTAN DENGAN METODE DESAIN EKSPERIMEN FAKTORIAL Melinda Widiani; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksploitasi hutan sebagai bahan baku furnitur semakin mengkhawatirkan. Penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab dan semakin langkanya hutan kayu membangkitkan kepedulian masyarakat akan penggunaan bahan baku yang bersifat berkelanjutan. Salah satu bahan yang berpotensi untuk menggantikan kayu adalah bambu. Bambu merupakan hasil alam non-hutan yang dapat tumbuh dengan cepat dan dapat diuraikan secara alami. Namun kelemahan bambu adalah tingkat keawetan yang rendah. Bambu rentan terhadap serangan kumbang bubuk dan rayap. Bambu tanpa pengawetan hanya dapat bertahan 1 – 3 tahun saja. Metode pengawetan yang paling sering digunakan adalah metode tekanan dengan menggunakan bahan kimia boraks. Penggunaan bahan kimia boraks sangat membahayakan kesehatan manusia dan dapat merusak lingkungan karena memiliki sifat racun. Oleh sebab itu perlu dicari bahan pengawet yang lebih alami dan bersifat berkelanjutan, yaitu larutan garam. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kombinasi terbaik dari konsentrasi bahan pengawet dan lama waktu pengawetan dengan metode rendaman. Model penelitian dilakukan dengan metode desain eksperimen faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi larutan garam dan lama perendaman. Konsentrasi yang digunakan adalah 15%, 25%, dan 35%. Sedangkan lama perendaman adalah 1 hari, 3 hari, dan 7 hari. Hasil penelitian keawetan bambu terhadap serangan rayap dilakukan dengan mengukur presentase pengurangan berat bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat bambu berkurang secara signifikan pada kombinasi 15% dan 1 hari. Pengawetan paling efektif adalah penggunaan konsentrasi 35% dengan lama perendaman 3 hari.

Page 2 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue