cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012" : 57 Documents clear
ANALISIS PENGARUH SHIFT DAN MASA KERJA TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN DENGAN APLIKASI PSYCHOMOTOR VIGILANCE TEST (PVT) (Studi Kasus di PT Polidayaguna Perkasa bagian Controlling, Ext – Winder, Primary dan Reslitter) Aniqatus Nurhamidati; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT Polidayaguna Perkasa merupakan salah satu industri plastik yang terletak di Ungaran, Semarang. Perusahaan ini menerapkan 3 shift kerja yaitu shift kerja pagi, siang, dan malam. Dalam 80-85% kasus kecelakaan kerja, faktor manusia menjadi penyebab utama terjadinya peristiwa tersebut. Hal ini disebabkan oleh  kelelahan dan turunnya tingkat kewaspadaan akibat gangguan tidur sebagai dampak dari penerapan shift kerja. Selain itu, Hasturi (2006) menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan kerja  juga berkaitan erat dengan masa kerja pekerja. Di PT Polidayaguna Perkasa sendiri selama 2 tahun terakhir, telah terjadi 2 kecelakaan besar yang menimpa pekerja dengan masa kerja 13 dan 19 tahun diShift siang dan malam. Berdasarkan dua kasus kecelakaan kerja tersebut dilakukan pengujian apakah terdapat pengaruh antara shift, masa kerja, maupun interaksi shift kerja dan masa kerja terhadap tingkat kewaspadaan pada pekerjaan Controlling, Ext – Winder, Primary, dan Reslitter. Berdasarkan hasil  uji desain faktorial dua faktor, didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh  antara shift, masa kerja maupun interaksi antara shift dan masa kerja terhadap tingkat kewaspadaan dengan nilai probabilitas (0,000<0,05) untuk shift, (0,000<0,05) untuk masa kerja dan (0,043<0,05) untuk interaksi antara shift dan masa kerja. Semakin lama masa kerja seseorang, tingkat kewaspadaan yang dimiliki pekerja tersebut semakin besar. Sedangkan shift kerja malam akan menghasilkan tingkat kewaspadaan yang terrendah dibandingkan dengan shift kerja pagi maupun siang. Untuk meningkatkan kewaspadaan pekerja dapat dilakukan beberapa usaha seperti mengadakan rotasi pekerja, pemerkayaan pekerjaan, memberikan program pelatihan kepada pekerja, mengadakan penilaian kerja, memberikan teh pada pekerja di shift pagi dan kopi untuk pekerja di shift malam
PENENTUAN LAMA WAKTU ISTIRAHAT PEKERJA MESIN EXTRUDER DAN MESIN CIRCULAR LOOM BERDASARKAN BEBAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FISIOLOGIS (Studi Kasus di PT. Indomaju Textindo Kudus) Martua Ade Putra G; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemulihan energi sangat penting diperhatikan karena selama proses kerja terjadi kelelahan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemulihan energi adalah istirahat. Pekerja dengan beban kerja berat membutuhkan periode dan frekuensi istirahat yang berbeda dengan pekerja dengan beban kerja yang ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lamanya waktu istirahat berdasar beban kerja pada dua tempat kerja yang berbeda yaitu pada pekerja Mesin Extruder dan Mesin Circular Loom. Pengamatan perbedaan beban kerja berdasarkan denyut nadi dan konsumsi energi. Dari hasil perhitungan untuk rerata denyut nadi kerja dan beban kardiovaskuler ( % CVL) pada mesin Extruder shift 1 adalah 137.21 denyut/menit dan 60.82% sehingga tergolong dalam kategori beban kerja berat,karena 137.21 terletak diantara 125 - 150 denyut/menit dan 60.82% terletak diantara 60 – 80%. Sedangkan Pada mesin Circular Loom shift 1 diperoleh rerata denyut nadi kerja dan beban kardiovaskuler (% CVL) yaitu 137.70 denyut/menit dan 61.43% yang tergolong dalam kategori beban kerja berat. Kemudian pada mesin Extruder shift 2 diperoleh rerata denyut nadi kerja dan beban kardiovaskuler ( % CVL) yaitu 138.03 denyut/menit dan 58.82% yang tergolong dalam kategori beban kerja berat. Dan pada mesin Circular Loom shift 2 diperoleh rerata denyut nadi kerja dan beban kardiovaskuler ( % CVL) yaitu 138.04 denyut/menit dan 59.31% yang tergolong dalam kategori beban kerja berat juga. Penentuan waktu istirahat berdasarkan beban kerja ditentukan dengan pendekatan fisiologis. Berdasarkan konsumsi energi menyatakan bahwa waktu istirahat 30 menit belum cukup mencukupi, nilai K > S yaitu energi yang dikeluarkan selama bekerja lebih dari nilai standar energi yang dikeluarkan (S = 4 kkal/mnt),sehingga dibutuhkan perubahan waktu istirahat pada kedua sistem kerja tersebut.Waktu istirahat optimal yang diterapkan yaitu sebesar 60 menit
ANALISA PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN DAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA MINIMARKET ALFAMART DAN INDOMARET SEMARANG Yedida Christa Pujianti; Aries Susanty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. (Alfamart) dan PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) merupakan perusahaan waralaba swalayan yang menjual barang keperluan sehari-hari. Kedua minimarket ini memiliki beberapa kesamaan, dari tampilan gerai, barang yang dijual, promo yang ditawarkan, dan lokasi yang selalu berdekatan. Tingkat persaingan antara kedua minimarket ini sangat tinggi sehingga konsumen cenderung tidak loyal terhadap minimarket. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengukuran pengaruh loyalitas dari kepuasan pelanggan dan Customer Relationship Management (CRM). Berdasarkan hasil perhitungan dengan regresi linier berganda, didapatkan bahwa pada kedua minimarket kepuasan pelanggan tidak berpengaruh pada loyalitas pelanggan. Hal ini disebabkan karena pelanggan lebih loyal kepada produk bukan kepada minimarket. Selain alasan tersebut, karena tidak ada keistimewaan yang khas dari salah satu minimarket. Berdasarkan hasil pengolahan data, faktor-faktor pada CRM berpengaruh terhadap loyalitas sebesar 16,2% untuk Indomaret dan 28,3% untuk Alfamart. Faktor-faktor kepuasan mempengaruhi loyalitas sebanyak 7% untuk Indomaret dan 8,7% untuk Alfamart. Kepuasan dan CRM secara bersamaan mempengaruhi loyalitas sebanyak 19,3% untuk Indomaret dan 21,6% untuk Alfamart
PERANCANGAN FASILITAS DAN PERENCANAAN INVESTASI PEMBUATAN STASIUN KERJA PEWARNAAN BATIK CAP (Studi Kasus Pada UKM Batik di Kauman – Kota Pekalongan) Mega Inayati Rif’ah; Diana Puspitasari; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mendukung pertumbuhan dan perkembangan UKM, dan Batik merupakan produk kebudayaan (artefac) bangsa Indonesia yang telah diwariskan secara turun temurun sejak zaman dahulu. Pekalongan merupakan kota batik dan memiliki banyak industri kecil sejak dahulu. Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya, hasil produksi batik cap di Pekalongan mengalami kondisi increasing return to scale, yang artinya masih ada peluang untuk meningkatkan produksi batik melalui peningkatan efisiensi. Penelitian ini dilakukan di salah satu UKM Batik di Pekalongan, UKM Batik Sidoluhur. Saat ini UKM tersebut menggunakan jasa outsourcing untuk proses pewarnaan colet dan perintangan warna. Setelah diteliti ternyata hal ini mengakibatkan lamanya manufacturing lead time (MLT). Sehingga kemudian penelitian ini berusaha meningkatkan efisiensi proses produksinya dengan cara merancang stasiun kerja untuk proses pewarnaan colet dan perintangan warna serta menilai investasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun kerja yang dibutuhkan adalah seluas 128 m2, dan perencanaan investasi berdasarkan metode NPW menunjukkan nilai keuntungan investasi Rp 30.621.710, berdasarkan metode IRR tingkat pengembaliannya 19% (> BI Rate 5,75%), dan berdasarkan metode PP jangka waktu pengembalian nilai investasi ini adalah 2 tahun
PENGGUNAAN PEWARNA ALAM SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN EKO-EFISIENSI PRODUK BATIK (Studi Kasus: IKM batik Larissa Pekalongan) Tri Setyo Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ratusan IKM batik telah berkembang pesat di Kota Pekalongan, salah satunya adalah IKM Batik Larissa. Ratusan IKM batik tersebut diindikasikan menjadi penyebab pencemaran lingkungan yang terjadi di Kota Pekalongan. Pencemaran tersebut disebabkan oleh penggunaan bahan kimia dalam proses pewarnaan. Oleh sebab itu penggunaan pewarna kimia tersebut perlu dikurangi.  Penggunaan pewarna kimia dapat diganti dengan zat pewarna alternatif seperti penggunaan kayu mahoni yang dinilai lebih ramah lingkungan dan  dapat meningkatkan eko-efisiensi produk. Tingkat eko-efisiensi dapat diukur dengan menggunakan metode LCA (Life Cycle Assessment) yang diolah dengan software SimaPro. Metode ini digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan yang timbul dari penggunaan material penyusunnya. Metode LCA tersebut menghasilkan nilai eco-costs yang dapat menjadi input dalam perhitungan nilai eko-efisiensinya. Penelitian ini bermaksud mengkaji penggunaan bahan pewarna kimia dan alam. Dari hasil pengolahan metode LCA, diperoleh nilai eco-costs untuk batik pewarna alam lebih besar dari kimia yaitu Rp 201.113,52 dan Rp 188.028,32. Namun, eko efisiensi batik cap pewarna alam lebih tinggi yaitu 96,55% sedangkan pewarna kimia 68,74%. Hal tersebut disebabkan karena penggunaan kayu mahoni yang merupakan kayu keras dan sangat berdampak pada kelestarian alam. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengkaji penggunaan pewarna alam yang berasal dari kulit buah atau daun dari tanaman.   ABSTRACT Hundreds of IKM batik has grown rapidly in Pekalongan, one of them is Batik Larissa. They were indicated to be the cause of environmental pollution that occurred in Pekalongan and it caused by the use of chemicals in the dyeing process. Therefore, it should be reduced and have to replaced with some alternatives such as the use of mahogany that considered more environmentally friendly and can improve the eco-efficiency of products. The level of eco-efficiency can be measured by using the method of LCA (Life Cycle Assessment)  in SimaPro software. This method is used to evaluate the environmental impacts from the use of the constituent materials. Besides that, it produces a value of eco-costs that can be input in the calculation of the value of eco-efficiency. This research intends to study the use of chemical and natural dyes. From the results of LCA method, eco-costs value for batik that use natural dyes is greater than the chemical dyes, with Rp 201,113.52 for natural dyes and Rp 188,028.32 for chemical dyes. However, the value of eco-efficiency for batik with natural dyes higher at 96.55% than chemical dyes at 68.74%. It is cause due to the use of mahogany wood that have hard contour and it affects the preservation of nature. Therefore, further research needs to examine the use of natural dyes derived from the skin of the fruit or the leaves of plants.  
PERANCANGAN LOKASI DAN FASILITAS PABRIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR SUSTAINABILITY Hasnul Ikhwan; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Barali Citra Mandiri adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi Meubel. Perusahaan bermaksud  membuat area pabrik baru yang memerlukan rancangan lokasi dan tata letak fasilitas produksi untuk mempertahankan proses produksi berorientasi ekspor, sambil mengembangkan  produk untuk membidik pasar lokal. Tugas akhir ini mencoba memberikan usulan rancangan lokasi dan tata letak fasilitas pabrik. Untuk memenuhi permintaan perusahaan, digunakan pertimbangan Sustainability dalam rencana lokasi dan rancangan pabrik baru. Selain itu, dalam merancang tata letak fasilitas penulis juga mengadopsi cara software terkomputerisasi ALDEP. Dari hasil perancangan, penulis merekomendasikan hasil rancangan lokasi yang paling efisien untuk transportasi barang dan  manusia. Perbedaan yang kontras terlihat pada rancangan lantai produksi baru yang terpusat di satu titik, sehingga banyak daerah yang kosong bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produksi lain. Perancangan lokasi pabrik ini juga lebih nyaman dan lebih mudah dalam proses supervisi, berbeda dengan rancangan lama yang terlalu sempit karena lantai produksi menghabiskan terlalu besar area pabrik. Faktor sustainability yang menonjol dalam perancangan ini adalah faktor sosial (people), dimana para karyawan lebih nyaman ketika bekerja di area pabrik. Sementara faktor lingkungan (planet) menghasilkan analisa kemungkinan perusahaan mampu membuat lantai produksi baru dalam memanfaatkan limbah blok kayu. Limbah ini bisa diolah kembali untuk menjadi produk yang bisa dijual di pasar ekspor ataupun pasar lokal
PERENCANAAN MAINTENANCE MENGGUNAKAN METODE RCM II UNTUK MENGURANGI DOWNTIME DAN CACAT PART Y 1069 PADA DIVISI STAMPING & TOOLS (Studi Kasus PT.New Armada, Magelang) Willy Patar Sitorus; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. New Armada  sudah melakukan perawatan namun kenyataannya hasilnya belum optimal. Hal ini  bisa dilihat dari masih terjadinya Breakdown machine dikarenakan adanya komponen utama yang sering rusak, sehingga berdampak terhadap hasil produk (cetakan) dan keselamatan pekerjanya. Cacat fisik yang terdapat pada part Y1069 disebabkan karena kecepatan bending yang tidak normal, jumlah cacat sebesar 22,16% lebih besar dari part lainnya. Dalam penelitian ini membahas perencanaan kegiatan maintenance dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) II, untuk menentukan maintenance task yang optimal berdasarkan konsekuensi modus kegagalan dan konteks operasi pada system stamping & tools. Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini dimulai dari identifikasi ABD&FBD, kemudian menentukan RPN terbesar setelah itu dari hasil RPN dibuat maintenance task dari setiap komponen. Untuk memperoleh interval dari komponen dilakukan perhitungan interval discard task. Hasil penilaian risiko dengan Risk Priority Number (RPN) terhadap 34 variasi modus  kegagalan menunjukkan bahwa komponen kritis yang perlu mendapatkan prioritas utama perhatian adalah pada oil seal pump dan solenoid valve yang kotor yang mendapatkan nilai RPN 32, kemudian flexible couple pecah dan hydraulic cylinder bocor dengan nilai RPN 24. Masing-masing pada oil seal pump rusak dan flexible  couple diberikan usulan redesign berdasarkan konsekuensinya terhadap kecelakaan kerja. Kemudian untuk modus oil seal pump, selenoid valve, dan hydraulic cylinder yang memiliki konsekuensi operasional diberikan kegiatan scheduled discard task dengan waktu maintenance optimal (TM) masing-masing 127, 373 dan 964 jam, agar tindakan tersebut menjadi technically feasible untuk menurunkan konsekuensi kerusakan. Nilai waktu TM yang diperoleh untuk mencegah kerusakan pada komponen oil seal pump, solenoid valve, dan hydraulic cylinder lebih kecil dari nilai mean time to failure (MTTF), yang menunjukkan bahwa waktu maintenance optimal akan berusaha untuk menghindari terjadinya kerusakan fungsi komponen sebelum kerusakan terjadi
OPTIMALISASI INTERVAL INSPEKSI MESIN HN 50 C UNTUK MEMINIMASI QUALITY LOSS (Studi Kasus PT. Kubota Indonesia-Semarang) Atika Novilia Utami; Diana Puspita Sari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Kubota Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur dengan memproduksi Horizontal Diesel Engine. Dalam proses machining terutama pada line Crank Case, banyak mengalami kerusakan pada mesin NH 50C diluar jadwal inspeksi yang ditetapkan. Selama ini jadwal inspeksi yang dilakukan adalah satu kali dalam sehari. Periode inspeksi yang dijadwalkan tidak optimal, sehingga dapat mengakibatkan breakdown diluar jadwal inspeksi atau pemborosan sistem perawatan karena inspeksi yang berlebihan. Dan pada akhirnya menyebabkan quality loss yang cukup membebani perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah interval inspeksi optimal yang dapat meminimasi quality loss dan untuk mengetahui penghematan yang diperoleh apabila diterapkan kebijakan jadwal inspeksi optimal pada perusahaan. Melalui data obyektif yang diperoleh dari penelitian dan perhitungan dengan menggunakan model Genichi Taguchi, diperoleh jadwal inspeksi yang optimal pada kelima mesin HN 50 C P7 sampai dengan P11 secara berurutan adalah 8,16 hari, 62,21 hari, 78,27 hari, 2,86 hari, dan 66,99 hari. Selain itu diperoleh penghematan biaya apabila dilakukan kebijakan pemakaian jadwal inspeksi optimal sesuai urutan nomer mesin, penghematannya sebesar Rp.73.496,67 per hari, Rp.43.141,62 per hari, Rp.100.661,80 per hari, Rp.317.855,80 per hari, dan Rp.79.219,24 per hari. Sehingga total penghematan yang diperoleh mesin HN 50 C sebesar Rp.614.375,19 per hari.AbstractPT. Kubota Indonesia is a company engaged in manufacture by producing Horizontal Diesel Engine. In machining processes, especially on the line Crank Case, there are lot of damages on NH 50C engines out of the specified inspection schedule. All this time, the inspection schedule is performed once a day. The schedule of inspection period is not optimal, so that it can cause breakdown out of the inspection schedule or waste of treatment system due to excessive inspection. At last, it will lead to quality loss which is burdensome for the company. This study aims to find out how many optimal inspection interval to minimize quality loss and to know the economization if the optimal inspection policy is applied on the company's schedule. Through the objective data obtained from research and calculations using Genichi Taguchi model, the optimal inspection schedule on the machines HN 50 C P7 to P11 that has been obtained alternately are 8.16 days, 62.21 days, 78.27 days, 2 , 86 days, and 66.99 days. Beside that, the cost savings can be obtained when the policy is carried out for the optimal inspection schedule in order of engine numbers, the savings amount are Rp.73.496, 67 per day, Rp.43.141, 62 per day, Rp.100.661, 80 per day, Rp.317.855, 80 per day , and Rp.79.219, 24 per day. So the total saving obtained by the machine is Rp.614.375 HN 50 C, 19 per day.
ANALISIS MODA KEGAGALAN POTENSIAL PADA PROSES PERMESINAN SPINDLE CHAMP FOND SP-120 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY FMEA (Studi Kasus di Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Brumbung) Christian Hendriawan; Bambang Purwanggono; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu (KBM IK) Brumbung merupakan salah satu perusahaan industri manufaktur pengolahan kayu yang menghasilkan beberapa produk diantaranya kursi, meja, alamari, dan masih banyak lainnya. Pada bulan november, desember 2011 dan bulan januari serta februari 2012 KBM IK Brumbung mengerjakan pesanan dari PT. NAP  (eksportir mebel). Java Arm Chair merupakan produk yang dipesan oleh PT. NAP dimana pada proses pengerjaan produk ini mengalami beberapa komponen reject yang cukup besar. Dimana reject atau cacat tersebut banyak diakibatkan pada proses permesinan spidle shaper ( Spindle Champ Fond SP-120). Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (F-FMEA). Penggunaan logika fuzzy akan memperoleh hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan metode FMEA yang klasik. Hal ini ditunjang oleh penggunaan pendekatan matematis dan juga paling memperhatikan kriteria terpenting dalam menilai suatu permasalahan. Dari hasil penelitian dengan FMEA klasik, moda kegagalan yang dianggap kritis terdapat 2 jenis moda kegagalan potensial. Sedangkan hasil F-FMEA dengan menggunakan fuzzy logic dengan metode Mamdani didapatkan 6 jenis moda kegagalan yang dianggap kritis pada tingkatan kategori High-Very High. Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi kegagalan tersebut yaitu dengan melakukan penambahan beberapa alat bantu dan perusahaan agar  lebih meperhatikan perawatan mesin agar mesin tidak mengalami kegagalan fungsinya
PENGARUH REWARD SYSTEM DAN MOTIVASI KARYAWAN TERHADAP INOVASI PERUSAHAAN DALAM PENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PT. TELKOM Indonesia Jateng & DIY) Yohanna Ayu Wulan; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Inovasi merupakan salah satu jaminan perusahaan dalam meningkatkan daya saingnya..PT. Telkom  merupakan  salah satu perusahaan yang membudayakan inovasi pada perusahaan serta karyawannya untuk mempertahankan pelanggan dalam dengan melakukan sistem reward didalamnya. Sistem reward menurut jenisnya dibedakan menjadi 2 yaitu reward material dan reward non material dimana masing-masing jenis reward ini mamiliki pengaruh yang berebda dalam kondisi yang berbeda. Penelitian terdahulu dilakukan oleh Yuan Li dkk menunjukkan adanya pengaruh sistem reward material dan reward non material terhadap inovasi perusahaan yang mempengaruhi pula kinerja perusahaan.penelitiannya dilakukan pada perusahaan teknologi di Cina dimana penelitian ini mendapaktan hasil bahwa reward non material memiliki pengaruh yang lebih besar dibanding reward non material.Kedua jenis reward ini dapat memberikan pengaruh yang berbeda pada kondisi dan budaya yang berbeda pula/ oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh system reward dengan dua jenis yang berbeda ( reward material dan non material ) yang dilakukan PT. Telkom terhadap motivasi karyawan dan inovasi perusahaan ,serta pengaruh inovasi tersebut  terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Sreuctural Equation Modelling (SEM) yang diolah dengan software AMOS 20 dengan criteria goodness of fit yang telah terpenuhi sebagai berikut CMIN/DF (1,529), RMSEA (0,065) , GFI ( 0,783) , AGFI (0,745, TLI  (0,826) ,CFI (0,842),  dan PNFI (0,597)  )  dan diperoleh hasil bahwa untuk meningkatkan motivasi karyawan pada PT. Telkom, pengaruh reward non material (kepercayaan, wewenang, dlll) lebih besar dibandingkan pengaruh dari reward materialdengan perbandingan 54,7 %  dan 13,3 %..sedangkan untuk memacu inovasi perusahaan pengaruh reward material sebesar 21,7% dan reward non material tidak berpengaruh secara langsung namun memiliki pengaruh secara tidak langsung.  

Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue