cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI AREA DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PT BITRATEX INDUSTRIES SEMARANG Widyanov, Aldibro Rizlan
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Bitratex Industries merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tekstil yang memproduksi berbagai macam benang pintal putih untuk produksi kain yang akan digunakan pada proses selanjutnya, seperti pada pakaian, perabotan, otomotif, dll. Dikarenakan angka kecelakaan yang meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 32 kasus dari 30 kasus pada tahun 2021, perusahaan harus menekan dan mengontrol angka kecelakaan tersebut agar kesejahteraan karyawan terjamin. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kecelakaan kerja yang terjadi pada departemen menggunakan metode FMEA agar angka kecelakaan kerja yang terjadi pada area produksi dapat berkurang, efektifitas kerja bertambah, dan produktivitas perusahaan meningkat. Dalam melakukan proses penelitian, metode lainnya yang digunakan adalah dengan mengikuti proses Six Sigma, yaitu tahapan Define, Measure, Analyze, and Control (DMAIC). Hasil dari pengolahan menggunakan FMEA didapatkan rank RPN ertinggi didapatkan sebesar 240 dengan modus kegagalan yaitu tangan masuk atau terjepit ke mesin carding; Rank 2 sebesar 200 dengan modus kegagalan yaitu tangan tersayat gerigi mesin carding; dan Rank 3 sebesar 140 dengan modus kegagalan yaitu tangan tersayat saat melakukan proses packing. Dengan demikian perusahaan dapat fokus terdapat 3 prioritas masalah tersebut dengan melakukan penegasan SOP dan penambahan tanda bahaya di sekitar mesin carding, sistem pelatihan karyawan baru yang sesuai, dan pengadaan serta penggunaan APD yang sesuai.  Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja (K3); identifikasi bahaya; risk priority number (RPN); FMEA Abstract PT Bitratex Industries is a company that PT Bitratex Industries is a company engaged in the textile sector that produces various kinds of white spun yarn for the production of fabrics that will be used in the next process, such as in clothing, furniture, automotive, etc. Due to the number of accidents that have increased from the previous year, namely 32 cases from 31 cases in 2021, the company must reduce and control the number of accidents so that employee welfare is guaranteed. This research aims to analyze the risk of work accidents that occur in the department using the FMEA method so that the number of work accidents that occur in the production area can be reduced, work effectiveness increases, and company productivity increases. In conducting the research process, another method used is to follow the Six Sigma process, namely the Define, Measure, Analyze, and Control (DMAIC) stages. The results of processing using FMEA obtained the highest RPN rank obtained was 240 with the failure mode, namely the hand entering or being pinched into the carding machine; Rank 2 was 200 with the failure mode, namely the hand being cut by the carding machine serrations; and Rank 3 was 140 with the failure mode, namely the hand being cut during the packing process. Thus the company can focus on the 3 priority problems by confirming the SOP and adding danger signs around the carding machine, the appropriate new employee training system, and the procurement and use of appropriate PPE. Keywords: occupational health and safety (OHS); hazard identification; risk priority number (RPN); FMEA
ANALISIS RISIKO KERJA MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DENGAN PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT, RISK CONTROL (HIRARC) PADA BAGIAN CONVERTING PT JAWASURYA KENCANA INDAH Indriyant, Ladunia Adzka; Prastawa, Heru
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT. Jawasurya Kencana Indah merupakan perusahaan manufaktur produksi kertas karton dan corrugated box di Semarang. Berdasarkan data perusahaan dan audit ISO 9001:2015 terdapat beberapa kasus kecelakaan kerja seperti tangan terjepit dan tersayat mesin serta adanya potensi kecelakaan seperti tersengat listrik dan jari terpotong. Pada saat pengamatan langsung di lapangan, ditemukan potensi bahaya lain seperti udara yang berdebu, substansi yang menganggu mobilitas, penggunaan mesin-mesin dengan mata pisau tajam dan alat jahit kawat lancip dengan kecepatan tinggi,serta postur tubuh yang kurang ergonomis. Selain itu, belum adanya audit rutin mengenai K3 pada perusahaan secara tidak langsung juga dapat memengaruhi terhadap potensi terjadinya kecelakaan kerja. Sehingga dilakukan proses identifikasi bahaya dan menganalisis tingkat risiko serta memberikan usulan pengendalian sehingga dapat meminimalisir kecelakaan kerja kedepannya agar kenyamanan dan keamanan bekerja meningkat. Metode yang digunakan yaitu Job Safety Analysis (JSA) dengan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Control (HIRARC). Tools tersebut mengidentifikasi bahaya (hazard) dari setiap langkah pekerjaan sehingga dinilai lebih detail dan sistematis serta memudahkan peneliti dalam penyusunan potensi risiko. Hasil penelitian pada proses stitching 21 variabel risiko dengan mayoritas tingkat medium, proses slittering 19 variabel risiko dengan mayoritas tingkat high, proses glue manual sebanyak 16 risiko dengan mayoritas tingkat high. Selanjutnya diberikan 10 buah rekomendasi pengendalian risiko menggunakan analisis hierarcy control menurut OHSAS 18001:2007 yang terdiri dari eliminasi, subtitusi, kontrol teknik, kontrol administrasi, dan penggunaan APD.Kata Kunci: JSA, HIRARC, K3, Kecelakaan KerjaABSTRACTPT. Jawasurya Kencana Indah is a paperboard and corrugated box manufacturing company in Semarang. Based on company data and the ISO 9001:2015 audit, there are several cases of work accidents such as hands being pinched and cut by machines as well as potential accidents such as electric shocks and cut fingers. During direct observations in the field, other potential dangers were found, such as dusty air, substances that interfere with mobility, the use of machines with sharp blades and sharp wire sewing tools at high speed, and less ergonomic body posture. Apart from that, the absence of routine audits regarding K3 in companies can also indirectly influence the potential for work accidents. So that the process of identifying hazards and analyzing the level of risk is carried out and providing control suggestions so that work accidents can be minimized in the future so that work comfort and safety increases. The method used is Job Safety Analysis (JSA) with the Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Control (HIRARC) approach. This tool identifies the dangers of each work step so that it is assessed in more detail and systematically and makes it easier for researchers to prepare potential risks. The research results on the stitching process had 21 risk variables with the majority being medium level, the slittering process had 19 risk variables with the majority being high level, the manual glue process had 16 risks with the majority being high level. Next, 10 risk control recommendations are given using hierarchy control analysis according to OHSAS 18001:2007, consisting of elimination, substitution, technical control, administrative control and use of PPE.Keywords: JSA, HIRARC, K3, Work Accidents
ANALISIS KEPUTUSAN PENGAJUAN SUBCONTRAK PADA PROSES BORDIR DENGAN ANALISIS WHAT-IF (Studi Kasus: PT. Sandang Asia Maju Abadi) Saragih, Otniel Joe Anggi; Hapsari, Chaterine Alvina Prima
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Sandang Asia Maju Abadi merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri garmen denganproses produksi Make To Order (MTO). Dalam proses pembuatan celana denim terdapat beberapaproses salah satunya adalah proses bordir. Pada proses bordir perusahaan sering mengalami kendaladi mana lini produksinya tidak sanggup untuk memenuhi permintaan. Untuk mengatasi masalahtersebut perusahaan biasanya melakukan kegiatan subkontrak. Hal tersebut mengakibatkanperusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melaksanakan subkontrak yang mengakibatkanpeningkatan biaya produksi. Berdasarkan hal tersebut dilakukan analisis dengan what-if analysisterkait keputusan pengajuan subkontrak pada proses bordir sehingga dapat mengetahui apakahkeputusan tersebut sudah merupakan keputusan terbaik. Analisis dilakukan dengan membandingkanbiaya yang dikeluarkan antara pemberian overtime dengan melakukan subkontrak. Perusahan dapatmemberi keputusan terbaik terkait permasalahan dalam proses bordir. Setelah dilakukan analisis whatif,berdasarkan perhitungan simulasi percobaan menunjukkan bahwa perusahaan mampu untukmemenuhi sebagian besar permintaan dengan melakukan overtime tanpa adanya subkontrak. Prosesproduksi dapat berjalan dengan optimal bila perusahaan dapat memaksimalkan penggunaan mesinyang ada. Perusahaan juga dapat menambahkan jumlah mesin produksi sehingga dapat memenuhipermintaan yang tinggi.Kata Kunci: Analisi What-if; Industri Garmen; Proses Bordir Abstract [Analysis of Decisions for Subcontract Submission in the Embroidery Process Using What-IfAnalysis (Case Study: PT Sandang Asia Maju Abadi)]. PT. Sandang Asia Maju Abadi is a companyengaged in the garment industry with a Make To Order (MTO) production process. In the process ofmaking denim pants, there are several processes, one of which is the embroidery process. In theembroidery process, companies often experience problems where their production lines are unable tomeet demand. To overcome this problem, companies usually carry out subcontracting activities. This results in the company having to incur additional costs for subcontracting, which leads to an increase in production costs. Based on this, an analysis with what-if analysis is carried out regarding the decisionto subcontract in the embroidery process, in order to determine whether it is the best decision. Theanalysis is conducted by comparing the costs incurred between granting overtime and subcontracting.The company can make the best decisions regarding problems in the embroidery process. Afterconducting the what-if analysis, based on experimental simulations, it shows that the company is ableto fulfill most of the demand by using overtime without subcontracting. The production process can runoptimally if the company can maximize the use of existing machines. The company can also addproduction machines to meet high demand.Keywords: Embroidery Process; Garment Industry; What-if analysis
ANALISIS PERBAIKAN SISTEM KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) PADA LINI TTSK TTD DARI TTSK GEDUNG J DI PT PHAPROS, Tbk Yahya, Muhammad Dimas; Purwaningsih, Ratna
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Phapros, Tbk merupakan perusahaan farmasi yang merupakan anak perusahaan PT Kimia Farma, Tbk.dimana perusahaan ini merupakan perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk farmasi diIndonesia. Salah satu gedung yang terdapat pada PT Phapros, Tbk adalah gedung TTSK gedung J dimanagedung tersebut merupakan tempat produski tablet, tablet salut, kapsul, dan OT. Pada TTSK gedung J ini,terdapat satu lini bernama lini TTSK TTD yang merupakan lini produksi inline dimana bahan baku, prosesproduksi, dan pengemasan dilakukan didalam satu gedung. Pada proses produksi di TTSK TTD, terdapatbanyak pekerja yang memiliki postur kerja yang berpotensi menimbulkan musculoskeletal disorders. Untukmenilai postur kerja dari setiap aktivitas kerja, digunakan metode rapid upper limb assessment (RULA)dimana metode ini dipilih untuk melengkapi penelitian yang dilakukan secara objektif dari hasil pengamatanyang dilakukan pengamat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis potensi penyakitakibat kerja pada proses produksi lini TTSK TTD,, Tbk serta memberikan usulan perbaikan ergonomi yangdapat diterapkan pada pekerja untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya musculoskeletal disorders danmenjaga kesejahteraan pekerja. Pada penelitian ini, dihasilkan skor akhir dari setiap postur, skor indeks untuksatu lini produksi, serta rekomendasi yang dapat diberikan sebagai perbaikan yang dapat diterapkankedepannya.Kata Kunci: Musculoskeletal Disorders; Postur Kerja; RULA
ANALISIS LINGKUNGAN KERJA (OFFICE) DAN SUMBER DAYA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE ERGONOMI CHECKLIST Studi Kasus : PT Pertamina Lubricants Fungsi General Affairs Nur, Airin Nastiti; Widharto, Yusuf
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ergonomi merupakan penerapan ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dan lingkungannyauntuk menciptakan kenyamanan dan keselamatan kerja. Keselamatan dan kenyamanan pekerja adalahaspek fundamental yang harus diprioritaskan, karena pekerja adalah elemen utama dalam sebuah perusahaan. Upaya keselamatan kerja harus dilakukan secara preventif untuk mengurangi risikocedera dan kecelakaan. Namun, banyak perusahaan masih mengabaikan pentingnya langkahpencegahan, baik dari sisi pekerjaan maupun lingkungan kerja. Dalam mengatasi permasalahan ini,metode Ergonomi Checklist dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kondisi kerjaserta lingkungan kerja berdasarkan prinsip ergonomi. Metode ini bertujuan untuk menemukan potensibahaya dan memberikan usulan perbaikan pada aspek ergonomi yang belum optimal. Hasil analisisilmiah menunjukkan bahwa penerapan metode ini dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengurangikelelahan, dan menurunkan tingkat kecelakaan kerja secara signifikan. Rekomendasi perbaikan yangdiperoleh nantinya disampaikan kepada perusahaan untuk diimplementasikan, dengan harapanproduktivitas meningkat seiring dengan terjaminnya keselamatan dan kenyamanan pekerja, sertalingkungan kerja yang lebih sehat dan aman. Kata kunci: Ergonomi; Ergonomi Checklist; Lingkungan Keja; Produktivitas Abstract [Title: Analysis of Work Environment (Office) and Human Resources Using The ErgonomicChecklist Method (Case Study: PT Pertamina Lubricants General Affairs Function)] Ergonomics isthe application of science that studies the interaction between humans and their environment to createworkplace comfort and safety. Worker safety and comfort are fundamental aspects that must beprioritized, as workers are the key elements in a company. Workplace safety efforts should be carriedout preventively to reduce the risk of injury and accidents. However, many companies still neglect the importance of preventive measures, both in terms of work and the work environment. To address thisissue, the Ergonomics Checklist method can be used to identify and analyze working conditions and thework environment based on ergonomic principles. This method aims to identify potential hazards andpropose improvements for under-optimized ergonomic aspects. Scientific analysis results show thatapplying this method can significantly improve work efficiency, reduce fatigue, and lower workplaceaccident rates. The resulting improvement recommendations will be provided to the company forimplementation, with the expectation that productivity will increase alongside the assurance of workersafety and comfort, as well as a healthier and safer work environment. Keywords: Ergonomic; Ergonomic Checklist; Work Environment; Productivity
IDENTIFIKASI KELUHAN GANGGUAN OTOT RANGKA AKIBAT KERJA (GOTRAK) PADA PEKERJA LASER CUTTING MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (Studi Kasus : PT INKA Multi Solusi) Fauzi, Muhammad Yusufa Riyan; Purwaningsih, Ratna
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Stasiun Kerja Laser Cutting PT INKA Multi Solusi memiliki beberapa operasi manual material handling yang manaaktivitas memindahkan benda yang relatif berat dengan ukuran yang variatif masih dilakukan secara manual. Hal inimenyebabkan potensi terjadinya gangguan otot rangka (GOTRAK) dikarenakan dalam aktivitasnya masih terdapatpostur abnormal. Permasalahan tersebut akan diidentifikasi menggunakan kuisioner SNI Nomor 9011 Tahun 2021tentang Pengukuran dan Evaluasi Potensi Bahaya Ergonomi di Tempat Kerja yang disebarkan pada seluruh pekerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penyebab GOTRAK serta merekomendasikanperbaikan pada aspek yang dinilai kurang baik. Metode pengukuran tingkat bahaya yang digunakan dalam penelitianini adalah Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Lifting Index. Penelitian menganalisis postur abnormal gunamelihat dampak dari usulan perbaikan. Rekomendasi perbaikan mereduksi potensi GOTRAK sehingga pekerjaantergolong aman melalui usulan yang dapat diterapkan oleh perusahaan.Kata kunci : Gangguan Otot Rangka, Penanganan Material Secara Manual, Rapid Upper Limb AssessmentAbstract Laser Cutting Work Station at PT INKA Multi Solusi has several manual material handling operations where theactivity of moving relatively heavy objects of varying sizes is still done manually. This causes the potential forMusculoskeletal Disorders (MSDs) because in their activities there are still abnormal postures. These problems willbe identified using the SNI Questionnaire Number 9011 of 2021 concerning Measurement and Evaluation of PotentialErgonomic Hazards in the Workplace which will be distributed to all workers. This study aims to identify and analyzethe causes of GOTRAK and to recommend improvements to aspects that are considered unfavorable. The hazard levelmeasurement method used in this study is the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) and the Lifting Index. Researchanalyzes abnormal postures to see the impact of proposed improvements. Recommendations for improvement reducethe potential of GOTRAK so that jobs are classified as safe through suggestions that can be implemented by thecompany.Keywords : Musculoskeletal Disorders, Manual Material Handling, Rapid Upper Limb Assessment
Analisis Pengendalian Persediaan Material Unshielded Twisted Pair untuk Pemasangan Jaringan pada PT Pratama Persada Teknologi Aisyah, Marinka Rahmalia
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pratama Persada Teknologi merupakan perusahaan kontraktor pihak ketiga yang bergerak dibidangteknologi dan informasi. PT Paratama Persada melakukan pemasangan jaringan listrik, telepon, internet,dan CCTV sesuai permintaan pelanggan. Dalam menjalankan proses bisnisnya, tentu perusahaan inimemerlukan beberapa bahan material untuk melakukan pemasangan jaringan, yaitu Unshielded TwistedPair (UTP). PT Pratama Persada Teknologi menyediakan gudang peralatan dan bahan untuk melakukanpemasangan jaringan. Kelebihan stok akan menyebabkan pengeluaran berlebih untuk perusahaan,sedangkan jika kekurangan stok menyebabkan terjadinya keterlambatan sehingga perusahaan PT PratamaPersada Teknologi akan dikenakan biaya penalti. Terjadinya kelebihan dan kekurangan stok barangmaterial pada akhirnya mempengaruhi keuangan serta profit perusahaan. Oleh karena itu, dilakukanpengendalian persediaan barang material dilakukan dengan menggunakan metode Material RequirementPlanning (MRP) dengan teknik Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity(POQ), dan Part Period Balancing (PPB). Selisih biaya aktual perusahaan dengan teknik Part PeriodBalancing (PPB) adalah sebesar Rp1.136.000.Kata Kunci: Persediaan, Pengendalian persediaan, Material Requirement Planning.Abstract [Title: Unshielded Twisted Pair Material Inventory Control for Nerwork Installation at PT PratamaPersada Teknologi] PT Pratama Persada Teknologi is a third-party contractor company engaged intechnology and information. PT Paratama Persada installs network, telephone, internet, and CCTVnetworks according to customer requests. In carrying out its business processes, of course, this companyrequires several materials to install the network, namely Unshielded Twisted Pair (UTP). PT PratamaPersada Teknologi provides a warehouse of equipment and materials to do network installation. Excessstock will cause higher holding cost for the company, while if the shortage stock causes delays so that thecompany PT Pratama Persada Teknologi will be charged a penalty fee. The occurrence of excess andshortage of stock of material ultimately had an impact for company's finances and profits. Therefore,material inventory control is carried out using the Material Requirement Planning (MRP) method with LotFor Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), and Part Period Balancing(PPB) techniques. The calculation of UTP material inventory is carried out using the MRP method. Thedifference in the actual cost of the company with the Part Period Balancing (PPB) technique is Rp1,136,000Keywords: Inventory, Inventory Control, Material Requirement Planning.
PERANCANGAN MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN LABORATORIUM TERINTEGRASI FAKULTAS TEKNIK UNDIP Hera, Silvia Helvi; Purwanggono, Bambang; Ulkhaq, M. Mujiya
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam melaksanakan proyek konstruksi dibutuhkan manajemen risiko untuk menghindari risiko-risiko yangterjadi dan mungkin terjadi yang menyebabkan kerugian diantaranya waktu (terjadi keterlambatan), biaya(pembengkakan biaya), dan mutu (tidak sesuai spesifikasi). Pembangunan Laboratorium Terintegrasi FTUndip merupakan proyek yang kompleks dan memiliki risiko-risiko potensial yang dapat mempengaruhikeberhasilan proyek. Pada keberjalanan proyek tersebut terdapat beberapa kendala sehingga terpengaruhpada pelaksanaannya, yakni beberapa perubahan desain, terdapat kesalahan pada gambar desain, danterjadi keterlambatan pasokan material. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan identifikasi danpenilaian risiko menggunakan Relative Importance Index (RII), alokasi risiko dan memberikan strategiuntuk melakukan pengendalian terhadap tingkat risiko significant dan high. Identifikasi risiko yang akandigunakan dilakukan dengan studi literatur dan validasi lapangan yang diperoleh 30 faktor risiko dalam 5tahapan konstruksi pada proyek tersebut. Hasil penilaian RII diperoleh 4 faktor risiko significant terhadapdampak waktu, terdapat 1 risiko yang termasuk pada kategori high risk, 3 faktor risiko significantberdampak terhadap biaya, dan 2 faktor risiko significant berdampak terhadap kualitas. Mayoritas risikodialokasikan kepada kontraktor yaitu sebanyak 16 faktor risiko.Kata kunci: Manajemen Risiko; Proyek Konstruksi; Risiko; RII, Alokasi Risiko Abstract[Risk Management Design in Integrated Laboratory Construction Project Faculty of Engineering Undip]In executing construction projects, risk management is essential to avoid and mitigate risks that can lead tolosses, including delays, cost overruns, and quality issues. The construction of the Integrated Laboratory atFT Undip is a complex project with potential risks that could affect the project's success. During the courseof the project, several challenges impacted its execution, including design changes, errors in the designdrawings, and delays in material supply. Therefore, this research identifies and assesses risks using theRelative Importance Index (RII), risk allocation, and provides strategies to control significant and highlevelrisks.Riskidentificationwasconductedthroughliteraturereviewandfieldvalidation,resultingin30riskfactorsacrossfiveconstructionstagesoftheproject.TheRIIassessmentidentified4significantriskfactorsaffectingtime,1ofthemcategorizedashighrisk,3significantriskfactorsaffectingcost,and2significantrisk factors affecting quality. The majority of the risks, totaling 16, were allocated to thecontractor.Keywords:Risk Management;Construction Project;Risk; RII; Risk Allocation
UPAYA PERBAIKAN PERAMALAN PERMINTAAN OBAT A DAN RENCANA PRODUKSI DENGAN METODE TIME SERIES PADA PT. PHAPROS TBK Prasetya, I Made Bagus Ananta; Hartini, Sri
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peramalan permintaan memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan perusahaan, karenamempengaruhi jumlah produksi tahunan dan keuntungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untukmelakukan peninjauan dalam meramalkan jumlah permintaan kedepannya, serta memberi usulanperbaikan terkait metode peramalan yang digunakan PT Phapros Tbk saat ini dengan metode timeseries, sehingga dapat menghasilkan nilai error yang lebih kecil. Hal tersebut didasarkan pada studidan observasi yang dilakukan, proses peramalan permintaan yang dilakukan masih tergolongkonvensional, sehingga berdampak pada kurangnya akurasi hasil peramalan permintaan produk.Alternatif solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan mengaplikasikan metode peramalan timeseries pada berdasarkan data historis demand Obat A selama 1 tahun terakhir (2022). Hasilpengolahan data menunjukkan bahwa metode time series terbaik dengan nilai eror terkecil adalahmetode Winters Method dengan nilai MAPE sebesar 6% dan MAD sebesar 313. Hasil peramalan yangdidapatkan berdasarkan output Winters Method Smoothing selama 12 periode kedepan adalah Januarisebesar 6297, Februari sebesar 5595, Maret sebesar 4723, April sebesar 2457, Mei sebesar 8296, Junisebesar 1943, Juli sebesar 6202, Agustus sebesar 4496, September sebesar 7227, Oktober sebesar7436, November sebesar 8999, dan Desember sebesar 4186.Kata Kunci: Peramalan, Time Series, Industri Manufaktur Farmasi, Permintaan Abstract [Efforts to Enhance the Forecasting of Drug A Demand and Production Planning Using the TimeSeries Method at PT. Phapros Tbk] Forecasting demand has an important role in corporate decisionmaking, because it affects the amount of annual production and company profits. This research aims toconduct a review in predicting the number of future demand, as well as to provide proposals forimprovements related to the forecasting method used by PT Phapros Tbk currently with the time seriesmethod, so that it can produce smaller error values. This is based on studies and observations carriedout, the process of forecasting that company currently used is still classified as conventional, thusimpacting the lack of accuracy of the product request forecasting results. An alternative solution to thisproblem is to apply the time series forecasting method based on historical data on Drug A for the past1 year (2022). Data processing results show that the best time series method with the smallest erorvalue is the Winters Method method with a MAPE value of 6% and a MAD of 313. Forecasting resultsobtained based on Winters Method Smoothing output over the next 12 periods are January 6297,February 5595, March 4723, April 2457, May 8296, June 1943, July 6202, August 4496, September7227, October 7436, November 8999, and December 4186. Keywords: Forecasting, Time Series, Pharmaceutical Manufacturing, Demand
ANALISIS QUALITY CONTROL UNTUK MENGURANGI JUMLAH WASTE (NOT GOOD) PADA PRODUK SINGLE LASER 5.6 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN JUGA FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT. SHARP SEMICONDUCTOR INDONESIA Perdana HM, Muhammad Arief; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT. Sharp Semiconductor Indonesia merupakan salah satu perusahaan manufaktur multinasional yangbergerak di bidang industri semikonduktor. Berdasarkan data yang penulis dapatkan, yaitu data produksi padabulan Oktober 2021 – Desember 2021. PT. Sharp Semiconductor Indonesia memiliki permasalahan terkaitkualitas (output produk) yaitu pada produk Single Laser 5.6. Pada produk tersebut selama bulan Oktober 2021 –Desember 2021 terdapat defect produk (produk not good) sebanyak 578 buah (7%) dari total produksi yaitusebanyak 7.419 buah (100%) yang dimana angka tersebut masih tergolong tinggi. Jenis defect yang terdapat padaproduksi produk Single Laser 5.6 tersebut adalah Dust, Glass Dirt, Kaki Bengkok, LD Dirt, Cap NG, dan lainsebagainya. Oleh karena itu, pada masalah defect atau produk not good ini perlu dilakukan adanya perbaikan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kualitas pada produk Single Laser 5.6 tersebut. Berdasarkan hasil analisayang dilakukan dengan menggunakan pareto chart maka dari 6 defect tersebut terdapat 4 jenis defect dengan totalpersentase kumulatif berada di angka 80% yaitu defect LD Dirt dengan bobot sebesar 24,39%, defect Dust sebesar21,28%, defect Glass Dirt sebesar 19,90%, dan defect Kaki Bengkok sebesar 18,86%, sehingga perbaikan utamadifokuskan pada keempat jenis defect tersebut. Berdasarakan analisa dari metode FTA (Fault Tree Analysisi)maka akar penyebab masalah dari defect LD Dirt, Dust, Glass Dirt, dan Kaki Bengkok dipengaruhi oleh beberapafaktor yaitu man, machine, dan material. Adapun usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk melakukan prosesperbaikan defect LD Dirt, Dust, Glass Dirt, dan Kaki Bengkok berdasarkan RPN (Risk Priority Number) terbesardari hasil analisa FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) adalah usulan perbaikan defect LD Dirt yaitumelakukan pembersihan secara rutin pada mesin proses assembly, usulan perbaikan defect Dust yaitu melakukanpengawasan terhadap kelengkapan pakaian operator di lantai produksi, usulan perbaikan defect Glass Dirt yaitumelakukan sosialisasi work instruction yang benar kepada para operator, dan usulan perbaikan defect Lead Bend(Kaki Bengkok) yaitu memberikan training (pelatihan) secara rutin kepada operator.Kata Kunci: Kualitas, Single Laser 5.6, FTA, dan FMEA

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue