cover
Contact Name
Muhamad Sahiddin
Contact Email
jurnaljktp@gmail.com
Phone
+6281342494099
Journal Mail Official
msahiddin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Padang Bulan II, Hedam, Distrik Heram, Kota Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Tropis Papua
ISSN : -     EISSN : 26545756     DOI : https://doi.org/10.47539
Core Subject :
Peer-reviewed, open-access journal publishing original research articles, systematic reviews, and nursing case studies in the field of nursing science and practice. Scientific coverage focuses on tropical nursing, with an emphasis on malaria, tuberculosis, dengue fever, and other neglected tropical diseases, as well as all fundamental fields of nursing practice in eastern Indonesia and similar tropical settings.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENGARUH TABLETOP DISASTER SIMULATION (TDS) TERHADAP PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI: THE EFFECT OF TABLETOP DISASTER SIMULATION (TDS) ON IMPROVING COMMUNITY PREPAREDNESS IN FACING TSUNAMI DISASTERS Guruh Suprayitno; Theresia Febriana Christi Tyas Utami; I Ketut Swastika
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.324

Abstract

Kejadian tsunami Indonesia menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat yang harus mempunyai kesiapsiagaan yang baik dilihat dari pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman tsunami. Diperlukan sebuah formula untuk bisa meningkatkan hal tersebut, salah satunya dengan tabletop disaster simulation terkait tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tabletop disaster simulation (TDS) terhadap peningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami di kampung Holtekamp, Kota Jayapura. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan pendekatan two group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 86 responden dengan teknik sampling purposive sampling. Analisis menggunakan uji wilcoxon dan Mann Whitney dengan tingkat kemaknaan α=0,05 (CI 95%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan ada pengaruh metode konvensional maupun tabletop disaster simulation (TDS) terhadap kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam tsunami di kampung Holtekamp (p= 0,000). Berdasarkan nilai rata – rata diketahui bahwa metode tabletop disaster simulation (TDS) (56,01) lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional (30,99). Sedangkan hasil uji Mann Whitney menunjukkan ada perbedaan antara metode konvensional dan TDS (p= 0,000). Kesimpulan simulasi dengan metode tabletop disaster simulation efektif terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami di kampung Holtekamp.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA KUSTA : THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT WITH DRINKING COMPLIANCE IN LEPROSY PATIENTS Muhamad Sahiddin
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.337

Abstract

Penyakit kusta sampai saat ini masih ditakuti oleh masyarakat, keluarga dan termasuk sebagian petugas kesehatan. Hal ini disebabkan, masih kurangnya pengetahuan dan kepercayaan yang keliru terhadap kusta serta cacat yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat kusta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan April – Mei 2021 di Kabupaten Mimika. Sampel penelitian berjumlah 33 orang yang merupakan pasien kusta terdaftar pada register kohort puskesmas yang telah menjalani pengobatan 6 – 9 bulan pada tipe pausibasiler dan 12 – 18 bulan pada tipe multibasile. Analisis bivariate dilakukan dengan menentukan hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat menggunakan uji chi-square dengan α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga dalam bentuk dukungan emosional (p= 0,025; OR 6,25 (1.145 – 34,123)), dukungan penilaian (p= 0,025; OR 6,25 (1.145 – 34,123)), dukungan informasi (p= 0,027; OR 6,00 (1,134 – 31,735) dan dukungan instrumental (p= 0,000; OR 38,5 (4,545 – 326,102)) berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien kusta. Pasien yang mendapatkan dukungan keluarga yang baik memiliki peluang lebih tinggi untuk patuh minum obat dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori kurang. Keluarga pasien perlu mendapatkan pelatihan dan penyuluhan tentang pendampingan dan penguatan pasien kusta untuk menjalani pengobatan kusta. Until now, leprosy is still feared by the community, families, and some health workers. This is due to a lack of knowledge and erroneous beliefs about leprosy and the defects it causes. This study aims to determine the relationship between family support and adherence to taking leprosy medication. The research used a quantitative approach with a cross-sectional design which was conducted in April - May 2021 in Mimika Regency. The study sample consisted of 33 people who were leprosy patients registered in the cohort register of the Centre Health Services who had undergone treatment for 6-9 months for the paucibacillary type and 12-18 months for the multibacillary type. Bivariate analysis was performed by determining the relationship between family support and medication adherence using the chi-square test with α = 0.05. The results showed that family support was in the form of emotional support (p= 0.025; OR 6.25 (1.145 – 34.123)), appraisal support (p= 0.025; OR 6.25 (1.145 – 34.123)), informational support (p= 0.027; OR 6.00 (1.134 – 31.735) and instrumental support (p = 0.000; OR 38.5 (4.545 – 326.102)) are related to medication adherence in leprosy patients. Patients who get good family support have a higher chance of adherence patients who take medication compared to patients who receive family support are in the less category. Families of patients need to receive training and counseling on assisting and strengthening leprosy patients to undergo leprosy treatment.
GAMBARAN KESEHATAN MENTAL REMAJA : OVERVIEW OF MENTAL HEALTH IN ADOLESCENTS Syenshie Virgini Wetik; Angela Maria Alfonsin Lusia Laka
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.338

Abstract

Masalah kesehatan mental yang umumnya dialami remaja adalah cemas, depresi, perasaan takut, agresif, hiperaktifitas, menarik diri, konflik dengan teman sebaya dan lingkungan sosial. Apabila tidak teratasi maka berdampak pada konfilik internal yaitu malu, murung, mudah menangis atau marah, memberontak, merasa tidak bahagia, tidak berharga/rendah diri dan juga berdampak secara fisik misalnya gangguan tidur, lelah, mudah gelisah, tegang, perilaku bullying serta memikirkan keinginan untuk mengakhiri hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesehatan mental remaja. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling berjumlah 144 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2023 di SMKN 6 Manado. Instrumen yang digunakan adalah strength and difficulties questionnaire (SDQ). Analisis yang digunakan adalah survei deskriptif cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan 61,1% berada pada kategori abnormal untuk skor gejala perilaku, 45,8% berada pada kategori normal untuk skor masalah perilaku, 75,7% berada pada kategori normal untuk skor hiperaktifitas, 52,1% berada pada kategori borderline untuk skor masalah teman sebaya dan 86,8% berada pada kategori abnormal untuk skor kesulitan. Sedangkan untuk skor kekuatan/perilaku prososial yang mendeteksi masalah kesehatan mental 88,2% berada pada kategori normal. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan ilmu dan intervensi keperawatan dalam bidang kesehatan jiwa baik program preventif dan promotif dengan melibatkan peran aktif dari keluarga, teman sebaya, sekolah dan masyarakat di lingkungan sosial.
WAKTU KEDATANGAN PASIEN POST SERANGAN KE INSTALASI GAWAT DARURAT DENGAN OUTCOME PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT Rasdiyanah Muhlis
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.339

Abstract

Keberhasilan tindakan dan peningkatan outcome pada stroke sangat bergantung pada kecepatan pasien dibawa ke instalasi gawat darurat namun sebagian besar pasien stroke iskemik akut datang terlambat ke instalasi gawat darurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu kedatangan pasien post serangan stroke iskemik akut dengan outcome pasien stroke iskemik akut di Rumah Sakit dr. H. Chasan Boesoirie di Kota Ternate. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit dr. H. Chasan Boesoirie di Kota Ternate, Maluku Utara. Sampel penelitian sebanyak 104 pasien stroke iskemik akut di instalasi gawat darurat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank correlation test dengan tingkat signifikan sebesar α= 0,05. Hasil analisis Spearman rank correlation test menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara waktu kedatangan post serangan stroke iskemik akut ke instalasi gawat darurat (p=0,027) dengan outcome pasien stroke iskemik akut dan koefisien korelasi sebesar (r) = 0,217. Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu kedatangan post serangan stroke iskemik akut ke instalasi gawat darurat dengan outcome pasien stroke iskemik akut di Rumah Sakit dr. H. Chasan Boesoirie di Kota Ternate.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN SEKS TENTANG PERILAKU SEKS BERISIKO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA REMAJA PUTRI Rabiah Umanailo
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i1.340

Abstract

Kecenderungan perilaku seksual di kalangan remaja dewasa ini semakin banyak terjadi, diperlukan pendidikan seks untuk memperkuat dasar-dasar pengetahuan dan pengembangan kepribadian. Melalui pendidikan seks diharapkan timbulnya sikap emosional yang sehat dan bertanggung jawab terhadap seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pendidikan seks tentang perilaku seksual berisiko terhadap tingkat pengetahuan remaja putri kelas VII di SMP Negeri 5 Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-post design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Kota Ternate, Maluku Utara. Sampel penelitian sebanyak 42 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan Simple random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikan sebesar (α) =0,05. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara efektivitas pendidikan seks tentang perilaku seksual berisiko terhadap tingkat pengetahuan remaja putri (p=0.000). Terdapat pengaruh yang signifikan antara efektivitas pendidikan seks tentang perilaku seksual berisiko terhadap tingkat pengetahuan remaja putri kelas VII di SMP Negeri 5 Kota Ternate.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PENTINGNYA KONSUMSI TABLET FE: THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION USING LEAFLET MEDIA ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF ADOLESCENT GIRLS ABOUT THE IMPORTANCE OF CONSUMPTION OF FE TABLETS Andi Nurhikma Mahdi; Usman; Teti Susliyanti Hasiu
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.343

Abstract

Menstruasi merupakan perkembangan fisik yang khas pada remaja putri dan menandai remaja tersebut telah mengalami pubertas. Dampak utamanya dapat menimbulkan risiko anemia pada remaja putri. Anemia selama menstruasi mampu memberikan efek yang negatif bagi pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang pentingnya konsumsi tablet Fe di SMP Negeri 7 Baubau. Penelitian ini menggunakan jenis quasi experimental dengan desain one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Pendidikan kesehatan diberikan dengan menggunakan metode ceramah dan media leaflet. Hasil penelitian diperoleh rata-rata tingkat pengetahuan remaja putri sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 8,19 sedangkan nilai rata-rata sesudah diberikan pendidikan kesehatan didapatkan 16,19. Hasil uji t diperoleh nilai p= 0,0000 <0,05, yang berarti ada perbedaan pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah intervensi, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan remaja putri.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT STRES PADA MAHASISWA AKHIR: FACTORS INFLUENCING STRES LEVELS OF FINAL YEAR STUDENTS Thasya Nur Oktaviona; Herlina; Tesha Hestyana Sari
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.344

Abstract

Stres adalah cara tubuh bereaksi ketika menghadapi situasi yang dapat menyebabkan ketegangan, perubahan, ketegangan emosional, dan sebagainya. Stresor merupakan penyebab terjadinya stres. Adapun faktor-faktor stres meliputi efikasi diri, motivasi belajar, hardiness, optimisme, dan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat stres (efikasi diri, motivasi belajar, hardiness, optimisme, dan prokrastinasi akademik) pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 152 responden yang diambil berdasarkan metode total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan menggunakan metode Spearman rho. Hasil penelitian yang didapatkan tingkat stres mahasiswa berada pada kategori stres normal berjumlah 58 responden (38,2%). Faktor-faktor yang mempengaruhi stres yaitu optimisme tinggi sebanyak 113 responden (24,3%), prokrastinasi akademik yang sedang sebanyak 119 responden (78,3%), efikasi diri tinggi sebanyak 150 responden (98,7%), motivasi belajar yang tinggi sebanyak 138 responden (90,8%), serta Hardiness rendah sebanyak 135 responden (88,8%). Hasil analisis bivariat didapatkan dua variabel yang mempengaruhi stress mahasiswa tingkat akhir yaitu optimisme (p= 0,000) dan prokrastinasi akademik (p= 0,031), namun efikasi diri (p= 0,070), motivasi belajar (p= 0,145), dan hardiness (p=0,442) tidak mempengaruhi tingkat stres yang dialami mahasiswa. Optimisme dan prokrastinasi akademik mempengaruhi tingkat stres mahasiswa tingkat akhir. Bagi peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti mengenai cara mengatasi stress pada mahasiswa.
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN HARGA DIRI DENGAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA: RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND SELF-ESTEEM WITH NOMOPHOBIA IN STUDENTS Humaidiyathul Fiqqriyah Nurhayati; Niken Yuniar Sari; Arneliwati
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i1.345

Abstract

Nomophobia adalah suatu ketidaknyamanan, kegelisahan, ketakutan atau kesedihan yang disebabkan karena tidak dapat berhubungan dengan telepon genggam smartphone. Nomophobia yang terjadi pada mahasiswa keperawatan akibat mahasiswa sering kali tidak menyadari bahwa penggunaan smartphone dapat menyebabkan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan jenis kelamin dan harga diri dengan fenomena nomophobia pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 245 responden yang diambil berdasarkan metode stratified random sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale dan Nomophobia Questionnare (NMP-Q). Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan menggunakan metode Chi Square dengan α= 0,05%. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas responden berusia 19 tahun (29%) dan berjenis kelamin perempuan (88,%). Mayoritas responden memiliki memiliki nomophobia berat sebanyak 152 responden (62%) dengan harga tinggi sebanyak 216 responden (88,2%). Hasil uji chi square terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan nomophobia (p=0,000). Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian nomophobia (p= 0,000), sedangkan harga diri tidak berhubungan dengan kejadian nomophobia (p= 0,490). Temuan ini merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengatasi tingkat nomophobia berat yang dialami mahasiswa dan sekaligus menganalisis faktor lainnya seperti durasi penggunaan smartphone yang kemungkinan dapat menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat nomophobia berat yang dialami mahasiswa.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENYAPU JALAN RAYA: THE EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT APPLICATION TOWARDS KNOWLEDGES AND ATTITUDES OF STREET SWEEPER Zahra Hunafa; Arneliwati; Niken Yuniar Sari
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i2.351

Abstract

Penyapu jalan merupakan kelompok rentan yang dapat mengalami berbagai masalah kesehatan. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pemahaman penyapu jalan terkait penggunaan alat pelindung diri (APD). Sehingga pendidikan kesehatan kesehatan tentang penggunaan APD perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap penyapu jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang penggunaan APD pada penyapu jalan raya di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dan pre-post test one group design. Teknik purposive sampling diterapkan untuk mengumpulkan data dari 34 responden yang terlibat dalam penelitian ini. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi adalah 8,44, sedangkan setelah intervensi mencapai 10,82. Adapun rata-rata sikap sebelum intervensi adalah 33, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 36,59. Hasil uji statistik menyatakan bahwa terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan dan sikap penyapu jalan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan APD (p= 0,000). Pendidikan kesehatan efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap penyapu jalan tentang penggunaan APD. Abstract Street sweepers are a vulnerable group that can experience various health problems, often due to a lack of understanding about the use of personal protective equipment (PPE). Therefore, health education on the use of PPE is necessary to improve the knowledge and attitudes of street sweepers. This study aims to determine the effectiveness of health education on the use of PPE among street sweepers in Pekanbaru City. This research employed a pre-experimental design with a pre-post test one group design. Purposive sampling technique was applied to collect data from 34 respondents involved in this study. Bivariate analysis was conducted using the Wilcoxon test. The findings from the study indicate that the average knowledge score before the intervention was 8.44, while after the intervention, it reached 10.82. The average attitude score before the intervention was 33, which increased to 36.59 after the intervention. Statistical test results state a difference in street sweepers' average knowledge and attitudes before and after receiving health education about using PPE (p= 0.000). Health education effectively improves street sweepers' knowledge and attitudes regarding using PPE.
GAMBARAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA LANSIA: DESCRIPTION OF INTENSITY OF SOCIAL MEDIA USE IN THE ELDERLY Selly Anjely; Ari Rahmat Aziz; Widia Lestari
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v6i2.353

Abstract

Peningkatan jumlah pendudukan usia lanjut memerlukan perhatian agar mereka dapat menikmati kehidupan yang sejahtera di masa tua. Penggunaan sosial media dapat memberikan dampak positif pada lansia dalam berkomunikasi dan memberikan dukungan sosial pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan intensitas penggunaan media sosial pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif di Kelurahan Labuh Baru Timur (Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki) Kota Pekanbaru pada bulan Juli 2023. Sampel penelitian terdiri dari 100 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden lansia berada dalam rentang usia 60-69 tahun (92%), dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (56%). Media sosial yang paling sering digunakan oleh lansia adalah WhatsApp (76%), diikuti oleh Youtube (54%). Dari segi aspek penggunaan media sosial, mayoritas lansia menunjukkan perhatian rendah terhadap penggunaan sosial media (61%), penghayatan rendah terhadap penggunaan sosial media (74%), durasi penggunaan sosial media yang rendah (55%), dan frekuensi penggunaan sosial media yang rendah (71%). Secara keseluruhan, intensitas penggunaan media sosial pada lansia cenderung rendah (52%). Diharapkan para lansia dapat lebih bijaksana dalam menggunakan dan memanfaatkan media sosial dengan mengatur waktu penggunaannya, sehingga dapat menghindari risiko terkait masalah kesehatan. Abstract The increasing number of elderly people requires attention so they can enjoy a prosperous life in their later years. The use of social media can have a positive impact on the elderly in terms of communication and providing social support. This study aims to describe the intensity of social media usage among the elderly. It employs a quantitative descriptive design in Labuh Baru Timur (Work Area of Puskesmas Payung Sekaki), Pekanbaru City, in July 2023. The sample consists of 100 respondents selected through accidental sampling. Data collection was conducted using a questionnaire, and data analysis was performed using descriptive analysis methods. The results show that the majority of elderly respondents are aged 60-69 years (92%), with a majority being female (56%). The most frequently used social media among the elderly is WhatsApp (76%), followed by YouTube (54%). In terms of social media usage aspects, the majority of the elderly show low attention to social media usage (61%), low appreciation of social media usage (74%), low duration of social media usage (55%), and low frequency of social media usage (71%). Overall, the intensity of social media use among the elderly tends to be low (52%). It is hoped that the elderly can be more prudent in using and utilizing social media by managing their usage time, thereby avoiding health-related risks.

Page 7 of 15 | Total Record : 147