cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
PENGARUH MONSUN TERHADAP DISTRIBUSI SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-a DI PERAIRAN SELATAN BALI Aditya Gilang Saraswata; Petrus Subardjo; Muslim Muslim
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.249 KB)

Abstract

Abstrak Klorofil-a merupakan pigmen yang sangat penting dalam proses fotosintesis fitoplankton di laut. Sedangkan suhu merupakan salah faktor dapat mempengaruhi proses fotosintesis di laut baik secara langsung maupun tidak langsung. Perairan selatan Bali merupakan salah satu daerah yang terletak di antara daerah pembangkit angin monsun, yaitu benua Asia dan Australia. Untuk mengukur konsentrasi klorofil-a dan suhu di permukaan laut dideteksi dengan Satelit Oseanografi, yaitu Aqua-MODIS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh monsun (Timur dan Barat) terhadap perubahan distribusi suhu permukaan laut dan klorofil-a di perairan selatan Bali. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa pada monsun Timur, suhu permukaan laut memiliki kisaran nilai yang relatif lebih rendah daripada monsun Barat. Sedangkan konsentrasi klorofil-a memiliki kisaran nilai yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan monsun Barat. Nilai suhu permukaan laut di perairan Selatan Bali memiliki kisaran nilai 26,167 oC-29,849 oC dan pada monsun barat nilai suhu permukaan laut berkisar 25,495 oC-32,774 oC. Nilai konsentrasi klorofil-a di perairan selatan Bali pada monsun Timur berada pada 0,17 mg/m3-0,996 mg/m3 dan nilai konsentrasi klorofil-a pada monsun Barat berkisar 0,031 mg/m3-0,352 mg/m3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa, perubahan distribusi suhu permukaan laut dan klorofil-a di perairan selatan Bali dipengaruhi oleh adanya pergerakan angin monsun (Timur dan Barat).
PEMODELAN DISTRIBUSI SALINITAS DAN SUHU PERMUKAAN LAUT PERAIRAN SELAT BALI BAGIAN SELATAN PADA MUSIM TIMUR Hernomo, Arindri Diestya; Purwanto, Purwanto; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.916 KB)

Abstract

Bagian penting dari gambaran oseanografi adalah deskripsi distribusi parameter suhu dan salinitas laut yang mempengaruhi sifat fisika, kimia dan biologi perairan.Memasuki musim timur, Perairan Selat Bali memiliki pola kesuburan yang ditandai dengan rendahnya suhu permukaan dan tingginya salinitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan sebaran suhu dan salinitas lapisan permukaanPerairan Selat Bali bagian selatan secara horizontal pada musim timur.Sebaran suhu dan salinitas disimulasikan menggunakan modul RMA2 dan RMA4 dalam sofware SMS 8.1 dan 11.1. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling.Hasil simulasi sebaran salinitas di Perairan Selat Bali bagian selatan menunjukkan salinitas bergerak menyebar dari selatan ke barat daya nilainya semakin tinggi (30 – 33,9 psu) dan suhu pada lapisan permukaan menunjukkan pola sebaran dari selatan ke utara nilainya semakin tinggi (28 – 30oC). Pola sebaran tersebut dipengaruhi oleh adanya proses adveksi-difusi di perairan.
INFLUKS SEDIMEN DAN LAJU SEDIMENTASI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANGER, PEKALONGAN JAWA TENGAH Driyogo, Yuwono Wikan; Satriadi, Alfi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.207 KB)

Abstract

AbstrakMuara Sungai Banger di Kabupaten Pekalongan telah mengalami sedimentasi sehingga terjadi pendangkalan. Untuk mengetahui besar sedimentasi maka dilakukan penelitian mengenai influks sedimen dan laju sedimentasi tempat tersebut. Dasar dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah sedimen yang masuk kelaut dengan terlebih dahulu mengetahui debit sedimen total dan laju sedimentasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya influks sedimen di Perairan Muara Sungai Banger, Pekalongan Jawa Tengah. Data yang diambil merupakan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data arus sungai yang didapat dari alat bola duga, sampel air untuk MPT dengan menggunakan alat botol nanses, laju sedimentasi yang didapat dengan alat sedimen trap, dan  sedimen perairan yang diambil dengan alat sedimen grab. Sedangkan data skunder berupa data debit air selama satu tahun dan peramalan pasang surut pada bulan penelitian. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, pengukuran lapangan dan proses analisis laboraturium. pengukuran lapangan yang meliputi pengukuran dan pengambilan data pasang surut, data sampel air, sampel sedimen, dan data arus pada tanggal 28 mei - 16 juni 2012, serta proses analisis dilaksanakan di Laboratorium Geologi Jurusan Ilmu Kelautan pada bulan 16 – 29 Juni 2012.  Dalam pelaksanaan penelitian, influks sedimen pada Muara Sungai Banger Perairan Pekalongan berkisar dari 0,019 m3/dtk hingga 0,180 m3/dtk dengan arus sebagai faktor yang mempengaruhinya. Besarnya laju sedimentasi pada Muara Sungai Banger Perairan Pekalongan berkisar dari 0,0292 Kg/dtk hingga 0,0306 Kg/dtk. Untuk hasil per stasiun, nilai laju sedimentasi dari 0,450 Kg/m3 hingga dari 1,593 Kg/m3 perhari. Jenis sedimen yang terperangkap didominasi oleh pasir berlanau (silty sand ) denga kecepatan endap mulai dari 3,84 – 15 mikron/dtk 
Kajian Refraksi-Difraksi dan Transformasi Penjalaran Gelombang Laut di Perairan Pantai Tapak Paderi Kota Bengkulu Vimeris, May Trio; Sugianto, Denny Nugroho; S, Wahyu Budi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2286.84 KB)

Abstract

AbstrakPantai Tapak Paderi Kota Bengkulu merupakan pantai yang telah beralih fungsi dari kawasan pelabuhan menjadi kawasan pantai wisata akibat kurangnya informasi terkait penjalaran gelombang laut di perairannya. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi transformasi penjalaran gelombang terkait refraksi dan difraksi gelombang di perairan Tapak Paderi Kota Bengkulu berdasarkan jalur pengamatan. Proses pengolahan data terdiri dari konversi gelombang per musim dari data angin 10 tahun dan proses model simulasi penjalaran gelombang menggunakan BOUSS2D dari program Surface Water Modeling System 11. Hasil pengukuran lapangan selama tiga hari di perairan Tapak Paderi menghasilkan tinggi signifikan 1,6 m dan periode signifikan 7,75 s. Hasil konversi angin menggunakan metode SMB mengasilkan resume data gelombang per musim selama sepuluh tahun. Gelombang signifikan tertinggi di perairan Tapak Paderi terjadi pada musim Timur dan peralihan II, masing-masing memiliki tinggi signifikan 2,23 m dan 2,0 m dengan periode signifikan 7,12 s dan 7,0. Gelombang di perairan Tapak Paderi memiliki dua arah datang dominan, yakni gelombang datang dari kelompok fetch barat laut dan kelompok fetch selatan. Hasil analisis simulasi model berdasarkan jalur pengamatan menunjukkan bahwa gelombang mengalami refraksi di jalur pengamatan 1, mengalami difraksi setelah adanya Gosong Patasembilan di jalur pengamatan 2, mengalami difraksi setelah adanya anak Gosong Patasembilan dan konvergensi gelombang pada Tanjung Pantai Tapak Paderi di jalur pengamatan 3, mengalami konvergensi pada daerah tanjung dan divergensi pada daerah teluk di jalur pengamatan 4. Sedangkan untuk tinggi gelombang terendah sebesar 0,29 m terjadi pada musim peralihan II pada titik pengamatan di belakang ujung bangunan pantai Tapak Paderi.
Analisa Laju Sedimentasi di Muara Sungai Karangsong, Kabupaten Indramayu Adrianto, Bayu; Hariyadi, Hariyadi; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2679.374 KB)

Abstract

Sungai Karangsong terletak di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sungai Karangsong pada mulanya merupakan anak sungai Cimanuk. Tetapi sejak pembangunan bendungan Waledan pada tahun 2011, sungai Karangsong merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terpisah dari sungai Cimanuk. Dalam 1 minggu bisa terjadi 1-2 kali pengerukan sedimen di alur sungai dan muara sungai Karangsong karena terjadinya pendangkalan. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi di sungai dan perairan sekitar muara sungai Karangsong, maka perlu dilakukan analisa untuk mengetahui nilai laju sedimentasi dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan data utama dan data pendukung. Data utama, meliputi contoh sedimen dan data arus. Sedangkan untuk data pendukung, meliputi data pasang surut dan peta Rupa Bumi Indonesia Kota Indramayu. Pengambilan contoh sedimen dilakukan selama 15 hari menggunakan alat sediment trap dengan interval waktu pengambilan contoh sedimen selama 3 hari 1 kali pengambilan. Penempatan sediment trap dilakukan di 7 lokasi, yaitu  1 sediment trap di alur sungai, 1 sediment trap di muara sungai dan 5 sediment trap di perairan sekitar muara sungai Karangsong. Pengukuran data arus dilakukan selama 25 jam dengan interval waktu pengambilan data adalah 1 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat diketahui nilai laju sedimentasi yang terdapat di setiap lokasi penelitian. Lokasi 1 di alur sungai nilai laju sedimentasinya yaitu 108,8 g/m²/hari. Lokasi 2 di muara sungai nilai laju sedimentasinya yaitu 101,3 g/m²/hari. Lokasi 3-7 di perairan sekitar muara sungai nilai laju sedimentasinya bervariasi tetapi tidak lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi 1 dan 2. Nilai kecepatan arus maksimum di perairan Karangsong adalah 0,08849 m/s, nilai kecepatan arus minimum adalah 0,03731 m/s, sehingga diperoleh nilai rata-rata kecepetan arusnya adalah 0,0629 m/s.
STUDI DISTRIBUSI SUHU, SALINITAS DAN DENSITAS SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL DI PERAIRAN PESISIR, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR Maharani, Widhi Ria; Setiyono, Heryoso; Setyawan, Wahyu Budi
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.949 KB)

Abstract

Abstrak Di daratan pesisir Probolinggo mengalir beberapa sungai besar yang bermuara di perairan pesisir Probolinggo, sehingga terjadi interaksi antara air tawar dan air laut di perairan tersebut.Percampuran massa air laut dan air tawar di perairan pesisir Teluk Gending, Probolinggo di analisa dalam penelitian ini dengan menganalisa penyebaran parameter suhu, salinitas dan densitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah penelitian terdapat stratifikasi massa air laut yang diperlihatkan dari stratifikasi suhu, salinitas dan densitas yang konsisten satu sama lain. Pola stratifikasi yang terjadi di perairan pesisir Teluk Gending itu menunjukkan karakter percampuran massa air suatu estuari tipe tercampur sebagian. Kondisi tersebut sangat mungkin berkaitan dengan volume air tawar yang masuk ke perairan Teluk Gending melalui beberapa aliran sungai yang bermuara ke teluk tersebut dengan volume yang rendah ketika penelitian dilakukan. 
ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT DI PERAIRAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA Hadi Nugroho, Bara Yanwar; Wulandari, Sri Yulina; Ridlo, Ali
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.449 KB)

Abstract

Perairan Mlonggo merupakan kawasan perairan teluk yang terletak di Kabupaten Jepara. Bidang pertanian merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan ini. Petani banyak menggunakan pestisida jenis organofosfat karena dianggap paling efektif membunuh hama dan mudah diperoleh di pasaran. Organofosfat mempunyai sifat racun dan kurang persisten di alam. Penggunaan organofosfat yang berlebihan dan terus menerus dapat mencemari lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi residu pestisida organofosfat di Perairan Mlonggo Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sedangkan lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposif. Analisis pestisida organofosfat dalam sampel air laut yang diambil dari lima stasiun menggunakan alat kromatografi gas. pH, suhu, DO, salinitas dan data arus digunakan sebagai data pendukung yang diambil secara insitu. Hasil penelitian menunjukkan residu pestisida organofosfat yang terdeteksi adalah klorpirifos dengan konsentrasi dari stasiun 1 sampai 5 berturut-turut adalah 0,0027; 0,0028; 0,0024; 0,0023 dan 0,0020 ppm. Profenofos, diazinon, fenitotrion, malation, metidation, dan paration di bawah batas deteksi alat. 
PEMODELAN PENJALARAN GELOMBANG TSUNAMI DAN ANALISA DAERAH JANGKAUAN DI TELUK SUMBRENG, TRENGGALEK Redyansyah, Rio; Satriadi, Alfi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu dari 8 wilayah di pesisir selatan Jawa Timur yang termasuk dalam kategori rawan tsunami. Teluk Sumbreng merupakan salah wilayah di Trenggalek yang memiliki potensi kerusakan tinggi akibat tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah memperkirakan waktu tempuh tsunami, distribusi tinggi gelombang tsunami dan daerah jangkauan tsunami.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data titik tinggi, batimetri, parameter gempa, peramalan pasang surut wilayah perairan Kabupaten Trenggalek, data citra Geo Eye 1, dan kelerengan pantai. Pemodelan tsunami menggunakan perangka tlunak COMCOT v 1.7 dengan 4 skenariogempadan 1 skenarioberdasarkan tsunami 1994 (Banyuwangi).Berdasarkanpengolahan data, diketahui bahwa tinggi maksimum gelombang tsunami di perairan berkisar antara 3,03- 4,55 berdasar scenario gempa, sementara berdasar kejadian tsunami 1994 adalah 0,97- 1 m. Waktu tempuh tsunami untuk mencapai daratan adalah 32,23- 36,93 menit untuk 4 skenario gempa, sementara berdasar tsunami 1994 adalah 40,18- 54,66 menit. Ketinggian gelombang tsunami maksimum tertinggi pada skenario 2 di perairan Pantai Ngadipuro, Teluk Sumbreng. Wilayah jangkuan tsunami terluas berada pada skenario 2, dengan luas 4,09 km2run up setinggi 4,84 meter.Jangkauan maksimum terjauh terjadi pada skenario 2 dengan jarak 1,59 km.
DISTRIBUSI KONSENTRASI NITROGEN ANORGANIK TERLARUT PADA SAAT PASANG DAN SURUT DI MUARA SUNGAI PERANCAK DAN INDUSTRI PELABUHAN PERIKANAN PENGAMBENGAN BALI Mustiawan, Komang; Wulandari, Sri Yulina; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.485 KB)

Abstract

Abstrak Berbagai aktivitas anthropogenik atau kegiatan industri perikanan seperti pertambakan, pengalengan, penepungan dan perebusan ikan yang dilakukan di sekitar wilayah Muara Sungai Perancak dan Industri Pelabuhan Perikanan Pengambengan Bali memberikan masukan senyawa nitrogen anorganik terlarut . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi konsentrasi nitrogen anorganik pada saat pasang dan surut. Data yang digunakan mencakup data primer dan data sekunder. Data primer yaitu sampel air laut berupa nitrat, nitrit dan amonia dan data model arus. Adapun data sekunder yaitu data pengukuran parameter insitu lapangan meliputi DO,Suhu, Salinitas, pH dan Grafik Prediksi pasang sururt. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi nitrogen anorganik terlarut berupa nitrat dan nitrit pada saat pasang mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi menuju ke arah barat laut yaitu PPN Pengambengan dan pada saat surut mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi ke arah  tenggara  yaitu muara sungai Perancak. Distribusi nitrogen anorganik terlarut berupa amoniak  mempunyai pola persebaran yang sama baik pasang maupun surut yaitu paling tinggi berada pada kolam pelabuhan PPN Pengambengan.
SEBARAN HORIZONTAL NITRAT DAN ORTOFOSFAT DI PERAIRAN MUARA SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN BATANGAN KABUPATEN PATI Purwadi, Ferri Septia; Handoyo, Gentur; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.253 KB)

Abstract

Berkembangnya kegiatan penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Silugonggo, seperti bertambahnya permukiman penduduk, kegiatan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo, kegiatan industri, dan kegiatan pertanian dapat mempengaruhi kualitas air sungai. Hal ini dapat ditinjau dari konsentrasi nitrat dan ortofosfat yang berkaitan dengan faktor fisika dan kimia perairan yaitu suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi nitrat dan ortofosfat serta arah sebaran konsentrasinya saat kondisi menuju pasang dan menuju surut di perairan Muara Sungai Silugonggo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan untuk penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikaji adalah konsentrasi nitrat dan ortofosfat, suhu, oksigen terlarut (DO), salinitas, kecerahan, derajat keasaman (pH), serta permodelan arus laut menggunakan Mike 21. Pengolahan data menggunakan software ArcGIS 10.0 sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat dan ortofosfat saat menuju pasang lebih kecil dibandingkan dengan saat menuju surut. Konsentrasi nitrat saat kondisi menuju pasang berkisar antara 0,1855 - 0,9272 mg/l, dan untuk ortofosfat berkisar antara 0,0169 - 0,2068 mg/l, sedangkan saat kondisi menuju surut konsentrasi nitrat berkisar antara 0,2201 - 1,0849 mg/l dan konsentrasi ortofosfat berkisar antara 0,0729 - 0,5791 mg/l. Arah sebaran konsentrasi nitrat dan ortofosfat mengikuti arah arus yang terjadi yaitu ke arah timur saat kondisi arus menuju surut dan ke arah barat saat kondisi arus menuju pasang.