cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI SEBARAN LOGAM BERAT Pb (Timbal) PADA SEDIMEN DASAR PERAIRAN PANTAI SLAMARAN KOTA PEKALONGAN Rezki, Chiquita Tri; Subardjo, Petrus; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.144 KB)

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penduduk serta industri yang pesat memberikan dampak negatif, seperti penurunan kualitas lingkungan laut akibat pembuangan bahan – bahan yang bersifat racun yang merupakan sisa hasil kegiatan manusia di daratan, seperti limbah domestik, pertanian, serta perindustrian yang berujung di muara sungai dan pantai. Menurut Palar (1994), pada limbah buangan sisa kegiatan industri seringkali terdapat bahan pencemar yang sangat membahayakan seperti logam berat (Pb). Pb tersebut selain akan mencemari air juga akan mengendap di dasar dan akan terkonsentrasi ke dalam tubuh makhluk hidup. Untuk mengetahui sejauh mana konsentrasi Pb (Timbal) yang terakumulasi pada sedimen Pantai Slamaran Pekalongan maka dilakukan penelitian mengenai logam berat Pb. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kosentrasi dan pola sebaran logam berat yaitu Pb (Timbal) pada sedimen. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel sedimen dengan materi pendukung berupa parameter fisika dan kimia oseanografi meliputi arus laut, pasang surut, pH, DO, suhu. Pengambilan data lapangan dilakukan di Perairan Pantai Slamaran Kota Pekalongan pada tanggal 27 Mei 2012. Analisa sampel sedimen untuk konsentrasi logam berat Pb (Timbal) dilakukan di laboratorium Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro. Analisa ukuran butir sedimen dilakukan di laboratorium geologi Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. ArcGIS 9.3 digunakan untuk menyajikan peta sebaran kosentrasi logam berat Pb. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kosentrasi Pb tertingi pada sedimen terletak di muara Delta Sungai Slamaran dengan nilai 32,403 ppm, dan konsentrasinya berkurang ketika menjauhi muara Delta Sungai Slamaran. Berdasarkan hasil analisa ukuran butir, jenis sedimen pada Pantai Slamaran didominasi oleh jenis silty sand (pasir lanauan).
PERAMALAN PASANG SURUT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TELUK SALEH SUMBAWA Guntara, Otto; Handoyo, Gentur; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.94 KB)

Abstract

Karateristik dan peramalan pasang surut dapat diketahui dengan cara perhitungan mengenai data amplitudo dan beda fase yang merupakan komponen pasang surut. Peramalan pasang surut ditujukan untuk memperoleh informasi tinggi muka air laut di masa mendatang pada saat dan lokasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik pasang surut dengan metode Admiralty meramalkan pasang surut dengan menggunakan software MIKE 21 dan software NAO Tide untuk mengetahui kedudukan muka air laut diperairan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Teluk Saleh, Sumbawa selama 5 tahun kedepan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut pengamatan pada lokasi penelitian dan koordinat lokasi penelitian. Hasil penelitian dengan mengunakan metode Admiralty menunjukan bahwa tipe pasang surut di Perairan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Teluk Saleh, Sumbawa adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal dengan nilai Formzahl sebesar 1,53.
SEBARAN KONSENTRASI ORTOFOSFAT DI LAPISAN PERMUKAAN PERAIRAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PENGAMBENGAN DAN ESTUARI PERANCAK, BALI Aziz, Afriza; Wulandari, Sri Yulina; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.147 KB)

Abstract

Perairan PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Pengambengan dan perairan estuari Perancak berada di satu kawasan perairan yang berhubungan langsung dengan selat Bali. Terdapat banyak industri pengolahan ikan di kawasan ini yang langsung membuang limbah ke laut tanpa pengolahan terlebih dahulu. Air limbah tersebut diduga mengandung senyawa ortofosfat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ortofosfat dalam air limbah dan air laut beserta faktor-faktor fisika-kimia perairan yang mempengaruhinya, serta penyebarannya di lapisan permukaan perairan PPN Pengambengan dan estuari Perancak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif pada 16 stasiun penelitian yang ditentukan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ortofosfat dalam sampel air laut berkisar antara 0,017 mg/l – 1,536 mg/l; konsentrasi ortofosfat dalam sampel air limbah A sebesar 39,126 mg/l dan sampel air limbah B sebesar 19,591 mg/l. Konsentrasi ortofosfat di perairan PPN Pengambengan dipengaruhi oleh sumber ortofosfat yang berasal dari air limbah hasil industri pengolahan ikan, dan konsentrasi ortofosfat di perairan estuari Perancak dipengaruhi oleh sumber ortofosfat yang berasal dari limbah buangan pemukiman penduduk dan home industry, serta ekosistem mangrove yang ada di pinggiran sungai Perancak. Secara horizontal, kadar fosfat semakin tinggi pada daerah pantai. 
Pemetaan Banjir Rob Terhadap Pasang Tertinggi di Wilayah Pesisir Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara Frederick, Hendra; Dwi S, Agus Anugroho; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.353 KB)

Abstract

Kecamatan Medan Belawan adalah salah satu dari 21 Kecamatan yang berada dibagian utara Kota Medan dengan Luas ± 21,82 Km² dan berada pada ketinggian 3 meter diatas permukaan laut. Salah satu permasalahan di Kecamatan Medan Belawan, yaitu banjir pasang/rob. Saat ini daerah pesisir Kecamatan Medan Belawan sering terjadi banjir pasang yang diakibatkan karena air laut pasang.Banjir rob merupakan genangan air laut pada bagian daratan pantai yang terjadi akibat air laut pasang. Adanya pasang naik dan pasang surut akan mempengaruhi kondisi genangan yang terjadi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi banjir rob yang terjadi di Medan Belawan, Sumatera Utara.Analisis harmonik pasang surut menggunakan metode Admiralty. Tujuan perhitungan metode admiralty adalah untuk mendapatkan konstanta harmonik pasang surut yang meliputi Amplitudo, M2, S2, K1, O1, N2, K2, P1, M4, MS4. Melakukan pendekatan Digital Elevation Model (DEM) dengan metode Topo to Raster untuk menggambarkan kondisi Medan Belawan saat ini. Hasil dari metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 0,14 cm maka pasang surut perairan Medan Belawan adalah bertipe pasang surut harian ganda dengan MSL = 144,88 cm, HWL = 246 cm, dan HHWL = 232,71 cm. Luas genangan yang terjadi pada bulan September tahun 2015 sebesar 540,938 ha meliputi Kelurahan Sicanang, Kelurahan Belawan I, Kelurahan Belawan Bahagia dan Kelurahan Bagan Deli. Berdasarkan grafik regresi didapat hubungan korelasi yang sangat kuat, artinya semakin besar elevasi pasang surut, maka akan semakin besar luas genangan yang terjadi.
PENGARUH LAPISAN TERMOKLIN TERHADAP KANDUNGAN OKSIGEN TERLARUT DI SAMUDERA HINDIA BAGIAN TIMUR Flora, Sara Maylin; Setiyono, Heryoso; Tisiana, A.Rita
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.865 KB)

Abstract

Perairan Samudera Hindia bagian Timur dipengaruhi oleh sistem angin monsun yang mengakibatkan terjadinya upwelling. Upwelling yang terjadi mengakibatkan terjadinya variabilitas lapisan termoklin, upwelling yang terjadi juga mempengaruhi tinggi rendahnya parameter pendukung dalam produktivitas primer di perairan yakni oksigen terlarut yang perlu dikaji lebih lanjut untuk memberikan gambaran mengenai kaitan lapisan termoklin dengan oksigen terlarut di daerah tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh lapisan termoklin dan peran upwelling yang mempengaruhi tinggi rendahnya oksigen terlarut di Samudera Hindia bagian Timur (Selatan Jawa), serta faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya upwelling di Selatan Jawa.Penelitian ini menggunakan data riset MOMSEI (Monsoon Onset Monitoring for Social and Ecosystems Impact) pada 22 September – 1 Oktober 2013. Data yang digunakan meliputi data kedalaman, suhu, salinitas, oksigen yang diukur menggunakan CTD pada tiga lajur yang berbeda dan diukur pada 16 titik stasiun di lapangan. Data sebaran suhu dan pola sirkulasi arus laut menggunakan data dari HYCOM (Hybrid Coordinate Ocean Model).Hasil penelitian menunjukkan kandungan oksigen terlarut memiliki nilai yang cukup tinggi yaitu 3.5-5.5ml/l pada daerah termoklin di 3 CTD yang berbeda.
IDENTIFIKASI VARIABILTAS UPWELLING BERDASARKAN INDIKATOR SUHU dan KLOROFIL-A DI SELAT LOMBOK Yuhendrasmiko, Randy; Kunarso, Kunarso; Wirasatriya, Anindya
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.326 KB)

Abstract

Upwelling merupakan proses terangkatnya massa air dalam yang kaya nutrien ke lapisan permukaan. Fenomena upwelling sangat membantu dalam menyediakan nutrien dengan konsentrasi tinggi. Selat Lombok memiliki produktivitas perairan yang tinggi akibat adanya fenomena upwelling yang terjadi secara musiman di Selat Lombok, maka diperlukannya analisa suhu dan klorofil-a sebagai indikator pendugaan daerah upwelling yang dikaitkan dengan pola angin di perairan Selat Lombok.        Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas SPL secara musiman dan pengaruhnya terhadap klorofil-a, mengetahui waktu kejadian upwelling di Selat Lombok serta mengetahui  pengaruh angin muson terhadap kejadian upwelling di Selat Lombok.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini   adalah metode kuantitatif yang deskriptif  yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan SPL dan klorofil-a di perairan Selat Lombok yang digunakan untuk menentukan daerah upwelling, kemudian dihubungkan dengan angin dari ECMWF. Survei lapangan dilakukan dengan pengukuran Suhu secara vertikal dengan CTD.                                                                  Hasil penelitian ini menunjukkan nilai SPL pada musim timur (Juni-Agustus) dan peralihan II (September-November) lebih dingin (23,380C-29,540C) dibandingkan dengan musim barat (Desember-Februari) dan Musim peralihan I ( Maret-Mei) (25,460C-33,320C). Hal ini tidak mempengaruhi kadar klorofil-a di Selat Lombok yang ditunjukkan dengan korelasi (r) Sebesar 0,19. Upwelling terjadi pada bulan Juni sampai dengan bulan November 2015 dengan puncak terluas terjadi pada bulan Juni. Angin muson tenggara tampak berpengaruh positif terhadap kejadian upwelling dengan indikator korelasi antara kecepatan angin dan SPL sebesar -0,88.
STUDI KANDUNGAN RADIONUKLIDA CESIUM-137 (137CS) DALAM SEDIMEN DI PERAIRAN SEMENANJUNG MURIA KABUPATEN JEPARA Sigit Kurniawan; Muslim Muslim; Heny Suseno
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.019 KB)

Abstract

AbstrakSejak tahun 1950 hingga 1960 banyakunsur radionuklida anthropogenik yang terlepas baik di laut dan di darat. Radionuklida yang masuk ke lautan akan tertranportasi ke beberapa tempat, termasuk juga ke perairanlautsampaike sedimenlautmelaluifenomenalaut yang ada.Padasedimenkonsentrasi radionuklida mencapai102 hingga 106 kali lebih besar daripada di air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi 137Cs pada sedimen dan pola sebarannyaberdasar arus pasang surut di perairan Semenanjung Muria. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 07 Mei 2013 dan proses analisa dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada bulan Juni 2013. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif karena menggambarkan situasi yang diteliti dalam waktu terbatas dan tempat tertentu untuk melihat situasi dan kondisi secara lokal. Hasil penelitian menunjukan nilai konsentrasi 137Cs pada sedimen berkisar antara antara 1,45-1,63 Bq/kg. Sebaran radionuklida 137Csdipengaruhioleh arus pasang surut dan topografi pantai.Sedangkandarianalisaregresi menunjukan tidakadanyahubunganantaratingkatkonsentrasi radionuklida 137Csterhadapukuranbutirsedimen.
STUDI SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN SUMURADEM, KABUPATEN INDRAMAYU Putra, Eza Rendy; D.S., Agus Anugroho; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1612.104 KB)

Abstract

Perairan Sumuradem merupakan wilayah pengelolaan dari PLTU Sumuradem, Kabupaten Indramayu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis sedimen dasar dan mengetahui hubungan antara pola sedimen dasar dengan arus laut di Perairan Sumuradem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analisa pola arus dengan model matematik dan distribusi ukuran butir sedimen menggunakan Spatial Analyst pada ArcGIS. Sedimen dasar yang terdapat pada Perairan Sumuradem didominasi dari jenis sedimen pasir dan pasir lanauan. Simulasi pola arus dilakukan pada 4 kondisi dengan menggunakan software SMS 8.1 modul ADCIRC. Perairan Sumuradem memiliki bilangan Formzahl (F) sebesar 1.26 sehingga tergolong pasang surut tipe campuran condong harian ganda. Hasil Pengolahan software world current 1.03 menunjukkan jenis arus yang mendominasi Perairan Indramayu adalah arus pasang-surut dengan persentase sebesar 60.21 %. Hasil simulasi arah arus dominan mengarah ke barat daya dan timur laut dengan arus maksimum sebesar 0.088 m/s. Pola sebaran di Perairan Sumuradem jenis pasir berada disekitar muara dan daratan sedangkan untuk pasir lanauan tersebar di lepas pantai.
PEMODELAN RIP CURRENT MENGGUNAKAN MODEL GELOMBANG TIPE BOUSSINESQ (WILAYAH KAJIAN : PANTAI KLAYAR JAWA TIMUR) Deskaranti, Rani; Prasetyawan, Indra Budi; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.561 KB)

Abstract

Wisata pantai merupakan salah satu jenis wisata yang paling diminati oleh wisatawan di Indonesia.Namun, wisata pantai memiliki resiko kecelakaan yang tinggi.Jumlah korban wisatawan yang terseret arus dapat meningkat setiap tahunnya.Hal ini, dikarenakan kurangnya pengetahuan mengenai kondisi pantai yang dikunjungi.Pantai Klayar merupakan salah satu pantai wisata di Jawa Timur yang termasuk ramai dikunjungi wisatawan karena keindahannya. Namun, terhitung dari tahun 2011 hingga 2016 jumlah korban kecelakaan yang terseret arus mencapai 30 orang. Arus balik atau rip current yang menyeret para korban ke tengah laut, sangat berbahaya bila diamati secara langsung di lapangan. Untuk itu, dapat dilakukan pendekatan lain seperti melalui pendekatan pemodelan numerik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mensimulasikan dan menganalisis rip current di Pantai Klayar Jawa Timur melalui pemodelan numerik. Materi yang digunakan adalah peta batimetri tahun 2002, data angin tahun 2005-2016, Damping Layer dan Wave Maker dari BOUSS-2D dan citra Google Earth tahun 2015. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan modul BOUSS-2D untuk mengetahui simulasi pola pergerakan rip current.Modul ini berkerja berdasarkan persamaan Boussinesq.Simulasi dilakukan selama 4 musim, yaitu musim barat, musim peralihan I, musim timur dan musim peralihan II. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pola pergerakan rip current di tiap musim nya berbeda-beda dikarenakan tinggi gelombang yang ada berbeda-beda. Simulasi model menunjukkan kecepatan rip currentakan semakin berkurang ketika bergerak semakin jauh menuju laut lepas. Selain itu, semakin besar tinggi gelombang yang terjadi di suatu perairan, akan mempengaruhi besarnya kecepatan dan pola rip current.
KAJIAN POLA SEBARAN PADATAN TERSUSPENSI DAN UNSUR LOGAM BERAT DI TELUK UJUNG BATU, JEPARA Panjaitan, Rosmeiuli; Yusuf, Muh.; Zainuri, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.974 KB)

Abstract

Abstrak Teluk Ujung Batu terletak di Kecamatan Jepara, dan lokasinya sangat strategis karena berdekatan dengan Pelabuhan Kartini serta merupakan daerah perkotaan yang padat penduduk. Aktivitas masyarakat di daratan serta lalu lintas kapal di pelabuhan dapat menyebabkan timbulnya pencemaran laut yang berasal dari buangan limbah industri dan limbah kapal berupa pencemaran logam berat, serta dapat meningkatkan konsentrasi sebaran polutan padatantersuspensi yang dipengaruhi oleh pola arus di perairan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran padatantersuspensi dan unsur logam berat di perairan Teluk Ujung Batu, Jepara. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9–20 Februari 2014. Materi yang digunakan berupa sampel air laut, serta parameter pendukung berupa arus laut dan kualitas perairan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan penentuan titik sampling menggunakan purposive sampling method. Analisis data untuk sebaran padatantersuspensi, kekeruhan, dan logam berat Cd, Pb, dan Zn menggunakan ArcGIS 10.1 dan untuk pola arus menggunakan model ADCIRC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai konsentrasi padatantersuspensi tertinggi terdapat di muara sungai dengan nilai 21 mg/l dan nilai kekeruhan dengan nilai 51,9 mg/l. Sedangkan hasil tertinggi konsentrasi logam berat kadmium (Cd) dengan nilai 0,066 mg/l, timbal (Pb) dengan nilai 0,520 mg/l dan seng (Zn) dengan nilai 0,37 mg/l. Berdasarkan hasil yang didapat, bahwa pola sebaran padatantersuspensi menumpuk di daerah muara sungai karena terbawa arus yang bergerak pada saat surut yaitu dari daratan dan semakin berkurang saat menuju laut karena pergerakan arus yang menyebar. Hal ini sesuai dengan sumber padatantersuspensi yang berasal dari aliran sungai serta material darat. Sedangkan pola sebaran logam berat cenderung menyebar di perairan lepas namun masih berdekatan dengan daratan. Hal ini didukung dari sumber logam berat yang  berasal dari limbah industri di darat yang dibuang ke laut serta dari bahan bakar minyak kapal yang melewati daerah tersebut.