cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
STUDI KARBON ORGANIK DI SEDIMEN DENGAN UKURAN BUTIR PADA PERAIRAN TELUK JAKARTA Marissa Dwikartika; Muslim Muslim; Murdahayu Makmur
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.237 KB)

Abstract

Perairan Teluk Jakarta memiliki berbagai aktivitas yang menimbulkan pencemaran kandungan organik yang berasal dari matinya hewan atau tumbuhan yang terendapkan dalam waktu lama atau kandungan anorganik hasil dari aktivitas industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karbon organik di sedimen dengan ukuran butir sedimen kaitannya dengan arus permukaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Penentuan 6 stasiun yang mewakili daerah penelitian secara keseluruhan secara purposive. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karbon organik tidak memiliki hubungan yang kuat terhadap ukuran butir sedimen yang kasar (pasir).  Arus berpengaruh terhadap karbon organik karena terjadi proses pengadukan.
KAJIAN KONDISI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR PADA SAAT MUSIM TIMUR DI PERAIRAN SEMARANG - DEMAK Permana, Hendra; Hariadi, Hariadi; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.391 KB)

Abstract

AbstrakSpasi : 1 -------------------------------------------------------------------------------------------------Pemilihan lokasi untuk wilayah pengembangan pelabuhan tergantung pada beberapa faktor seperti geologi, sedimen dasar, kedalaman, gelombang, arus dan sedimentasi. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi tentang kondisi oseanografi agar dapat menunjang dalam kegiatan pengembangan wilayah pesisir maupun pengembangan suatu pelabuhan. Penelitian ini hanya sebatas memberikan informasi tentang sebaran jenis sedimen dasar yang berupa pasir, lanau dan lempung dan kondisi arus yang berada diperairan Semarang – Demak. Data yang diambil merupakan data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data arus yang didapat dari pemasangan alat ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) di dasar perairan dan sedimen perairan yang diambil dengan alat sedimen grab, sedangkan data skunder berupa data peta kontur kedalaman lokasi penelitian dan peramalan pasang surut pada bulan penelitian. Untuk analisa butir sedimen diketahui bahwa jenis sedimen, di dominasi oleh jenis pasir, dengan persentase dari 50 % sampai dengan 95,55 %, %, kandungan lanau dengan kisaran  4,45 % sampai dengan 41,55 %, sedangkan lempung kisaran antara 0 % sampai dengan 12,42 %. Jenis arus yang mendominasi di perairan Semarang adalah arus pasang surut dengan persentase dominasi arus pasang surut sebesar 84,079 % dan persentase dominasi arus residu (non pasang surut) sebesar 15,921 %. Kecepatan arus maksimum dalam pengukuran adalah 0,184 m/detik pada arah 212,8 NE, dan kecepatan arus minimum adalah 0,002 m/detik pada arah 333,4 NE. Dapat di artikan  arus perairan relatif tenang.
ANALISIS SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PATIMBAN SUBANG JAWA BARAT Hana Farah Frida Firismanda; Sugeng Widada; Muslim Muslim
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.966 KB)

Abstract

Perairan sekitar muara Sungai Sewo Patimban dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai alur layar untuk keluar dan masuk kapal. Aktifitas di muara Sungai Sewo yang cukup tinggi berdampak pada endapan sedimen yang menyebabkan pendangkalan. Faktor hidro oseanografi seperti arus dan pasang surut merupakan faktor penting dalam persebaran sedimen dasar. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran sedimen dasar berdasarkan ukuran butir. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 - 28 Desember 2016 di perairan sekitar muara Sungai Sewo Patimban. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data arus dilakukan secara hidrodinamika 2D menggunakan software MIKE 21. Pengolahan data pasang surut menggunakan metode Admiralty. Analisis sedimen dasar menggunakan metode Granulometri. Analisis sedimen tersuspensi di muara sungai menggunakan metode Gravimetri. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan arus bergerak dari arah barat laut ke tenggara saat pasang dengan kecepatan tertinggi 0,1783 m/det dan dari arah tenggara ke barat laut saat surut dengan kecepatan tertinggi 0,0994 m/det. Jenis sedimen dasar yang ada di perairan Patimban yakni lanau (silt) dan lempung (clay) dengan nilai dominan silt di muara sungai berkisar 80,667% – 95,556% dan di daerah laut berkisar 80,952 % – 89,286%. Nilai sedimen tersuspensi di muara sungai berkisar antara 416 mg/l – 460 mg/l saat pasang sedangkan saat surut berkisar antara 313 mg/l – 383 mg/l, selain itu debit sungai sebesar 1,361 m3/det saat pasang dan saat surut sebesar 1,277 m3/s menyebabkan penumpukan sedimen di muara sungai. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa presentase kandungan jenis sedimen pada daerah muara sungai memiliki kandungan jenis sedimen lanau lebih besar dibandingkan daerah sekitar pantai.
Studi Sebaran Parameter Fisika Kimia di Perairan Porong Kabupaten Sidoarjo Haryono, Gabella Oktaviora; Yusuf, Muh.; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.934 KB)

Abstract

Perairan Muara Sungai Porong Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang di sekitarnya masih banyak terdapat pemukiman, pertambakan atau perikanan budidaya. Pembuangan limbah dan lumpur ke Sungai Porong semakin memperparah beban Sungai Porong dari polutan yang berakibat air menjadi keruh, sedimentasi lumpur dan kualitas air di wilayah tersebut menurun tajam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran konsentrasi parameter kualitas air yang meliputi suhu, kekeruhan, salinitas, pH dan DO di Perairan Porong, Kab. Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yang diterapkan pada 12 titik stasiun. Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2013. Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah suhu, kekeruhan, salinitas, pH, DO dan kecepatan serta arah arus. Variabel pendukung meliputi data arah dan kecepatan arus dan peta bathimetri wilayah Perairan Porong. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program arc GIS 10, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk parameter suhu mempunyai nilai sebaran berkisar 22-22,9 ⁰C. Parameter konsentrasi kekeruhan memiliki nilai sebaran berkisar 3,6-20,5 NTU, salinitas memiliki nilai sebaran berkisar 20-20,9 ppm, pH memiliki nilai sebaran berkisar 7-7,91 dan DO memiliki nilai sebaran 5-6,1 mg/l. Sebaran parameter fisika kimia perairan adalah menuju ke laut dengan arah ke Timur, dengan nilai konsentrasi yang berbeda antara satu parameter dengan parameter lainnya. Sebaran antar stasiun untuk konsentrasi DO semakin menjauhi muara memiliki nilai yang relatif tinggi, sedangkan sebaran antar stasiun untuk konsentrasi kekeruhan semakin menjauhi muara memiliki nilai konsentrasi yang menurun. Pola sebaran konsentrasi parameter suhu, salinitas, dan pH pada lokasi stasiun penelitian relatif sama.
PEMETAAN BATIMETRI UNTUK PENENTUAN ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN PULAU BIAWAK, KABUPATEN INDRAMAYU Ramadhan, Muhamad Herdadi; Widada, Sugeng; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.146 KB)

Abstract

Pulau Biawak merupakan pulau yang terletak di sebelah utara Kabupaten Indramayu. Pulau Biawak dijadikan sebagai wilayah konservasi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu karena ekosistem yang bervariasi dan sebagian dari wilayahnya dijadikan wilayah pariwisata. Penentuan alur layar di Perairan Pulau Biawak sangat penting untuk keselamatan pelayaran karena kondisi perairan yang dangkal. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui dan menganalisa batimetri di wilayah Perairan Pulau Biawakuntuk penentuan alur pelayaran yang aman. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan metode ilmiah karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik atau model.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29-30 Juli 2015. Hasil penelitian menunjukan Perairan Pulau Biawak termasuk dalam kategori perairan dalam yang memiliki nilai kedalaman -5 m sampai -65 m. Tipe pasang surut di Perairan Pulau Biawak adalah campuran dominan ganda dengan nilai Formzahl 0,57082. Peta batimetri memperlihatkan bahwa pada jarak sekitar 150 m dari pantai memiliki kondisi kontur yang rapat, hal ini menunjukan pada daerah tersebut dikategorikan curam. Kondisi tersebut sesuai dengan hasil perhitungan kelerengan dasar laut yang menunjukkan bahwa morfologi perairan termasuk dalam kategori curam dengan nilai 12,6 sampai 26,4 %. Alur pelayaran untuk masuk dan keluar dermaga Pulau Biawak hanya bisa digunakan untuk kapal ikan yang memiliki draft paling besar 1,05 m dengan menggunakan sisi kanan dermaga untuk menghindari terjadinya kapal karam akibat adanya gugusan karang yang memiliki kedalaman yang cukup dangkal.
DISTRIBUSI RADIONUKLIDA 137Cs DI PERAIRAN SELAT PANAITAN – SELATAN GARUT Pinta Budi Pradana Hutama; Muslim Muslim; Heny Suseno; Ikhsan Budi Wahyono
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.509 KB)

Abstract

Abstrak                 Penggunaan radionuklida dalam pengembangan energi terbarukan sangat marak dilakukan akhir-akhir ini. Penggunaan tersebut tidak terlepas dari resiko kecelakaan yang dapat terjadi. Kecelakaan Fukushima pada tahun 2011 silam merupakan salah satu contohnya, dan menyumbangkan sejumlah radionuklida antropogenik ke lingkungan laut salah satunya ialah 137Cs. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran konsentrasi 137Cs di perairan Selat Panaitan – Selatan Garut yang mungkin terbawa dari sumber (Fukushima) oleh pola arus global. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September dengan kapal riset Baruna Jaya IV BPPT. Sampel selanjutnya dipreparasi dan dianalisis di Laboratorium Bidang Radioekologi Kelautan BATAN pada bulan Oktober 2012 – Desember 2012. Metode penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling purposive sedangkan analisis konsentrasi 137Cs menggunakan metode dari IAEA – MEL (International Atomic Energy Agency’s Marine Environmental Laboratories). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran konsentrasi 137Cs di perairan Selat Panaitan – Selatan Garut terdeteksi relatif sama antar stasiun penelitian yakni 0,14 – 0,30 mBq/L. Nilai tersebut sangatlah kecil bila dibandingkan penelitian sebelumnya di daerah dekat sumber. Hal ini dapat terjadi karena adanya pola arus global yang membawa lepasan 137Cs dari sumber hingga perairan Indonesia. 
KAJIAN BATIMETRI BAGI KEPENTINGAN PENAMBAHAN KEDALAMAN KOLAM PELABUHAN DI PERAIRAN TEGAL Arifyanto, Donny; Setyono, Heryoso; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.136 KB)

Abstract

Perairan Tegal merupakan wilayah pesisir bagian utara dari Kota Tegal, Jawa Tengah yang dimanfaatkan sebagai area pelabuhan. Pelabuhan Tegal merupakan pelabuhan nasional yang mempunyai kegiatan utama yaitu perbaikan kapal atau docking untuk kapal berukuran kecil sampai sedang. Kegiatan lain yang dilakukan oleh Pelabuhan Tegal yaitu aktivitas bongkar muat, namun hanya dapat dilakukan oleh kapal yang mempunyai draft kapal maksimal 3 meter karena perairan yang dangkal. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Kota Tegal berupaya untuk melakukan pengembangan pelabuhan supaya pelabuhan yang baru dapat melakukan kegiatan docking dan bongkar muat dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang karakteristik pasang surut dan kondisi batimetri yang disajikan dalam bentuk peta serta menentukan kedalaman tambahan supaya kapal kapasitas 5000 DWT dapat masuk ke dalam kolam pelabuhan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yaitu metode yang digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Data pasut diolah menggunakan metode admiralty dan kedalaman perairan dihitung dari muka surutan (LLWL) dengan menggunakan Singlebeam Echosounder. Hasil penelitian menunjukan perairan Tegal mempunyai tipe pasang surut campuran dominan ganda dengan muka air rata – rata (MSL) 152,6 cm dan muka surutan sekaligus air rendah terendah (LLWL) 100,71 cm. kedalaman perairan berkisar antara 0,7 – 3 meter dan disarankan untuk menambah kedalaman 6,8 – 8,8 meter.
STUDI PENGARUH EL NINO SOUTHERN OSCILLATION (ENSO) DAN INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Seprianto, Abdal; Kunarso, Kunarso; Wirasatriya, Anindya
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.737 KB)

Abstract

Variabilitas iklim El Nino Southern Oscilation (ENSO) dan Indian Oscillation Dipole (IOD) adalah variabilitas iklim global yang dapat mempengaruhi kondisi oseanografi diantarranya SPL dan klorofil-a. Studi tentang pengaruh ENSO dan IOD telah banyak dilakukan sebelumnya di Perairan Indonesia, namun belum ada kajian di Perairan Karimunjawa yang dapat mempengaruhi produktivitas perikanan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari variabilitas ilkim antar tahunan ENSO dan IOD terhadap variabilitas SPL dan klorofil-a di Perairan Kepulauan Karimunjawa serta mengetahui faktor fisis yang mendasari pengaruh tersebut. Penelitian ini menggunakan data near real-time SPL dan klorofil-a serta indeks ENSO dan IOD dari satelit penginderaan jauh. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan data pendukung angin dan arus laut sehingga menghasilkan kesimpulan yang akan memperjelas mengenai objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan pengaruh variabilitas iklim ENSO terhadap SPL dan klorofil-a tampak rendah, dengan masing-masing memiliki indeks korelasi -0,045 dan -0,035, hal serupa juga terlihat pada pengaruh IOD terhadap klorofil-a yang memiliki indeks korelasi sebesar 0,025. Pengaruh variabilitas iklim antar tahunan yang tampak cukup tinggi terjadi antara iklim IOD dengan SPL yang memiliki indeks korelasi sebesar -0,433. Pengaruh ENSO dan IOD terhadap variabilitas SPL dan klorofil-a terjadi pada periode-periode khusus, yaitu ketika fenomena El Nino kuat berlangsung bersamaan dengan IOD(+) kuat memicu terjadinya SPL dingin dan klorofil-a tinggi, selanjutnya ketika fenomena La Nina kuat berlangsung bersamaan dengan IOD(-) kuat memicu terjadinya SPL hangat dan klorofil-a rendah. Pola angin permukaan diduga menjadi faktor fisis yang mendasari keterkaitan antara IOD dengan variabilitas SPL
Studi Variabilitas Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Citra Satelit Aqua MODIS Tahun 2007-2011 di Perairan Selat Bali Yuniarti, Amaliana; Maslukah, Lilik; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.591 KB)

Abstract

AbstrakSuhu permukaan laut dapat memberikan informasi mengenai front, upwelling, arus, cuaca atau iklim dan daerah tangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variabilitas suhu permukaan laut secara spasial dan temporal serta pola penyebarannya selama lima tahun (2007-2011) berdasarkan data citra satelit Aqua MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) level.3 bulanan. Pengambilan data insitu dilakukan pada 10 Agustus 2012 dengan 10 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan laut mengalami variasi dan fluktuasi berdasarkan pola musim, yaitu musim barat sebesar 29,85°C, musim peralihan I sebesar 29,79°C, musim timur sebesar 26,72°C dan musim peralihan II sebesar 27,86°C. Terlihat fluktuasi antar tahunan dimana suhu permukaan laut pada tahun 2010 memiliki nilai yang paling tinggi dan pada tahun 2008 memiliki nilai yang paling rendah. Tingginya suhu permukaan laut di tahun 2010 diduga terkait  dengan fenomena IODM (Indian ocean dipole mode) di Samudera Hindia dengan nilai DMI (Dipole Mode Index) yang ekstrim negatif dengan nilai DMI sebesar -1.021 dan -1.059 sementara di tahun 2008 memiliki nilai DMI yang ekstrim positif sebesar 0,568 dan 0,860.
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN KABUPATEN BATU BARA, SUMATERA UTARA Denestiyanto, Riyan; S., Denny Nugroho; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.82 KB)

Abstract

Pengembangan wilayah pesisir Kabupaten Batu Bara membutuhkan informasi gelombang laut. Hempasan gelombang laut dan distribusi energinya memberi pengaruh yang besar terhadap pembangunan infrastruktur dalam pengembangan wilayah yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang laut di perairan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Pengukuran data gelombang lapangan menggunakan metode observasi langsung dengan sistem pengukuran titik tunggal. Pengukuran dilakukan pada tanggal 17 - 20 Juni 2014. Data time series gelombang menggunakan data gelombang dari ECMWF (The European Center For Medium-Range Weather Forecasts). Hasil pengukuran gelombang laut diketahui bahwa di perairan Kabupaten Batu Bara memiliki tinggi gelombang antara 0,24 m - 0,54 m dan periode gelombang 3,4 detik - 8,7 detik. Hasil pemodelan karakteristik gelombang menggunakan bantuan software SMS 10.0 modul STWAVE didapatkan bahwa tinggi gelombang signifikan pada musim Barat sebesar 0,53 m dan periode signifikannya sebesar 4,48 detik dan arah penjalaran dari Barat Laut. Pada musim Peralihan I tinggi gelombang signifikan sebesar 0,46 m dengan periode signifikan 4,58 detik dan arah penjalaran dari Barat Laut. Musim Timur tinggi gelombang signifikan sebesar 0,51 m dengan periode signifikan 4,78 detik dan arah penjalaran dari Tenggara. Sedangkan musim Peralihan II tinggi gelombang signifikan sebesar 0,69 m dengan perode signifikan 5,28 detik dan arah penjalaran dari Barat Laut. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan tinggi gelombang maksimum (0,54 m) dan periode gelombang maksimum (3,4 detik) diketahui kondisi gelombang adalah gelombang perairan transisi dengan d/L sebesar 0,16. Sedangkan berdasarakan nilai periodenya dapat diklasifikasikan sebagai gelombang gravitasi dan merupakan gelombang yang dipengaruhi oleh angin.