cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 382 Documents
Sebaran Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang Berdasarkan Analisa Citra Satelit Landsat-8 di Perairan PLTU Labuhan Angin Sibolga, Sumatera Utara Sitinjak, Dedy Febrianto; Suryo P., Agus Anugroho Dwi; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.416 KB)

Abstract

PLTU Labuhan Angin Sibolga memiliki air bahang yang langsung berhubungan dengan laut. Air bahang adalah air laut yang telah digunakan dalam proses pendinginan mesin PLTU yang dibuang kembali ke laut, sehingga suhu permukaan laut mengalami peningkatan suhu dari suhu rata-rata laut.             Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut akibat air bahang PLTU Labuhan Angin Sibolga dengan menggunakan data Citra Satelit Landsat-8. Sebaran suhu permukaan laut diproses melalui pendekatan metode penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). hasil analisa terlihat adanya perubahan dan sebaran suhu permukaan laut akibat air bahang PLTU. Penelitian ini dilakukan verifikasi data lapangan di beberapa titik sampling dengan penentuan titik secara acak sebanyak 15 titik yang digunakan untuk verifikasi data.             Hasil dari penelitian didapatkan adanya suhu permukaan laut yang mengalami perubahan suhu sebesar 4,8oC dari suhu rata-rata laut dan arah sebaran dominan ke arah Selatan perairan sejauh 690 meter dengan kecepatan arus permukaan rata-rata 0,032 m/s. Suhu tertinggi perairan akibat air bahang sebesar 35,4oC dan suhu terendah 31,4oC, verifikasi data lapangan mendapatkan Mean Relative Error 3,48%.
STUDI ARUS DAN SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PANTAI LARANGAN KABUPATEN TEGAL Wardheni, Alan; Satriadi, Alfi; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.883 KB)

Abstract

ABSTRAKKecepatan dan arah arus yang selalu berlawanan arah setiap tahun dapat mempengaruhi sebaran sedimen dasar di sekitar pantai, sehingga diperlukan beberapa analisis mengenai kondisi arus serta pola sebaran sedimen dasar di perairan Pantai Larangan, Kabupaten Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan dan arah arus serta sebaran sedimen dasar di perairan Pantai Larangan Kabupaten Tegal. Penelitian ini dilakukan 2 tahap, pengumpulan data lapangan yang meliputi pengukuran dan pengambilan data arus, pasang surut, dan sedimen dasar dilakukan pada tanggal 19 Mei - 5 Juni 2013, dan pengolahan data pada bulan Juni 2013. Teknik pengambilan sampel sedimen menggunakan metode sampling purposive (Grab sampler),  pengambilan data arus dan pasang surut menggunakan metode Euler (ADCP dan Palem pasut). Berdasarkan analisis data, diperoleh kecepatan arus rata-rata berkisar antara 0,023 – 0,301 m/s dengan arah dominan menuju Barat dan Barat Daya.  Kecepatan rata-rata pada kolom air permukaan adalah 0,472 m/s, kolom air tengah 0,056 m/s, dan kolom air dasar 0,049 m/s. Pola pergerakan arus dominan dipengaruhi oleh arus pasang surut. Sebaran sedimen dasar didominasi oleh lanau dan pasir. Kecepatan arus di perairan Pantai Larangan relatif kecil sehingga sebaran sedimen dasar didominasi oleh sedimen dengan ukuran butir halus (lanau).
SEBARAN TUMPAHAN MINYAK DENGAN PENDEKATAN MODEL HIDRODINAMIKA DAN SPILL ANALYSIS DI PERAIRAN CILACAP, JAWA TENGAH Widhayanti, Arintika; Ismanto, Aris; Yulianto, Bambang
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.898 KB)

Abstract

Perairan Cilacap memiliki pelabuhan laut yang berfungsi sebagai pelabuhan ekspor-impor termasuk aktivitas bongkar muat minyak dari kapal-kapal tanker yang menyebabkan perairan Cilacap rentan terhadap tumpahan minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran dan proses pelapukan (weathering) yang meliputi waktu pemaparan, proses disolusi, proses dispersi vertikal, proses emulsifikasi, dan proses evaporasi pada tumpahan minyak mentah dan aspal di Perairan Cilacap yang dimodelkan menggunakan model hidrodinamika 2D dan Spill Analysis. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data arus laut, data pasang surut, data angin, data suhu air laut, data batimetri, data suhu udara, data cloudiness, data oil properties, dan data lalu lintas kapal. Hasil simulasi model sebaran tumpahan minyak mentah dan aspal memperlihatkan sebaran menuju ke arah barat laut saat pasang tertinggi, sebaliknya minyak menyebar ke arah tenggara saat surut terendah. Penyebaran tumpahan minyak berbentuk lintasan saat kondisi perbani dan partikel minyak berbentuk acak saat kondisi purnama. Waktu pemaparan aspal berlangsung lebih lama, yaitu berkisar 280 jam daripada waktu pemaparan minyak mentah, yaitu berkisar 259 jam. Proses pelapukan pada tumpahan minyak terhadap lamanya waktu tumpahan minyak menunjukkan bahwa perubahan laju emulsifikasi berlawanan dengan laju evaporasi dan sebanding dengan laju dispersi vertikal, sedangkan laju disolusi tidak mengalami perubahan signifikan. Tumpahan minyak setelah 24 jam memperlihatkan bahwa proses disolusi, dispersi vertikal, dan evaporasi pada minyak mentah lebih tinggi daripada aspal. Namun, proses emulsifikasi pada aspal lebih tinggi daripada minyak mentah.
ANALISA DATA PASANG DAN SATELIT ALTRIMETRI SEBAGAI KAJIAN FLUKTUASI MUKA AIR LAUT DI PESISIR KOTA SURABAYA PERIODE 2000-2009 Sageta, Yulian Fahmi; Widada, Sugeng; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.738 KB)

Abstract

Daerah pesisir Surabaya adalah daerah dengan topografi cukup landai yaitu mempunyai kemiringan 0-2%. Kondisi yang demikian menyebabkan pesisir Surabaya rentan sekali terhadap dampak kenaikan muka air laut. Kenaikan muka air laut dipresentasikan dengan kenaikan MSL (mean Sea Level) yang dipengaruhi oleh pemuaian thermal. Tujuan dilakukan penelitian ini  adalah untuk mengetahui seberapa besar fluktuasi muka air laut serta dampak yang ditimbulkannya.Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2010 dengan lokasi daerah Pesisir Surabaya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak komputer yaitu Ms Excel, Er Mapper, Arc GIS,dan SPSS 16.Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer yaitu pengamatan lokasi genangan rob, data pasang dan suhu udara, sedangkan data sekundernya yaitu berupa peta rupa bumi Indonesia, data tinggi muka air laut dari satelit Jason dan data DEM.Berdasarkan hasil analisis terjadi flukltuasi muka air laut di perairan Surabaya dengan nilai MSL tertinggi pada tahun 2008 yaitu sebesar 162,11 cm dan MSL terendah pada tahun 2006 sebesar 155,64 cm. Hasil regresi linier dari data pengamatan pasang surut menunjukan kenaikan sebesar 0,366 cm/tahun, sedangkan hasil satelit Jason menunjukan kenaikan  1,537cm/tahun. Kenaikan muka air laut menyebabkan dampak banjir rob di pesisir Surabaya  dengan total luas yang tergenang mencapai 42,57 km2 pada
STUDI SEDIMENTASI PADA PERENCANAAN PENGEMBANGAN PELABUHAN PATIMBAN, SUBANG Maris, Muhamad Ribhi; Handoyo, Gentur; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.949 KB)

Abstract

Daerah Patimban, Kabupaten Subang terdapat pelabuhan yang akan di kembangkan. Pengembangan pelabuhan dapat memicu proses sedimentasi di sekitar pelabuhan. Salah satu penyebab terjadinya sedimentasi adalah arus sepanjang pantai (Longshore Current). Mengetahui adanya hubungan arus sepanjang pantai (Longashore Current) yang mempengaruhi laju sedimentasi yang terjadi di suatu perairan. Analisis proses sedimentasi yang disebabkan dengan adanya pengaruh arus sepanjang pantai yang berada di sekitar bangunan pelabuhan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Desember – 28 Desember 2016 di Perairan Patimban, Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel sedimen pada 2 titik pengamatan. Metode analisa data untuk memperoleh hubungan antara hasil analitik dengan kondisi dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah datang gelombang pada musim barat yaitu dari arah utara dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 19,870 dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,645 m/dt. Untuk angkutan  sedimen pada musim barat sebesar 80386,68 m3/tahun. Pada musim timur, peralihan I, dan peralihan II dianggap tidak berpengaruh dikarenakan arah datang angin berasal dari wilayah daratan. Laju sedimentasi pada pelabuhan Patimban pada sisi timur sebesar 6,4634 kg/m2/tahun dan pada sisi barat sebesar 6,4348 kg/m2/tahun dengan jenis sedimen yaitu lanau pasiran.
LAJU SEDIMENTASI DI MUARA SUNGAI SEMAT JEPARA Fajarin, Septi Nur; Saputro, Siddhi; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.402 KB)

Abstract

Muara sungai merupakan tempat bertemunya sungai dengan wilayah pesisir. Suplai sedimen dari hulu terangkut menuju daerah muara sungai. Suplai sedimen tersebut mengakibatkan sedimentasi di muara sungai. Sedimentasi muara sungai menyebabkan berkurangnya kecepatan aliran sungai yang melimpas mengakibatkan banjir di sekitar sungai. Secara geografis Desa Semat Kecamatan Tahunan terletak 6°38’33.8” LS dan 110°38’40” BT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya laju sedimentasi di muara Sungai Semat Jepara. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu penelitian lapangan dan analisa laboratorium. Penelitian lapangan yang meliputi pengambilan data laju sedimentasi dan debit sungai pada tanggal 22 Februari sampai 8 Maret 2014 di muara Sungai Semat Jepara. Analisa laboratorium meliputi perhitungan laju sedimentasi dan analisa ukuran butir di laboratorium Geologi Laut, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro serta di Badan Pengujian dan Informasi Kontruksi, Jl. Murbei Timur 1, Srondol Wetan, Semarang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan purposive sampling. Sediment trap diletakan di 8 titik lokasi. Pengukuran arus sungai menggunakan bola duga. Sedangkan data pasang surut, dan arus diperoleh dari stasiun pengukuran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim (BMKG Maritim) Semarang. Pengolahan data menggunakan perangkat ArcGIS 10.1, Microsoft Office Excel 2007 dan Global Mapper 13. Analisis laboratorium laju sedimentasi di muara Sungai Semat Jepara rata-rata laju sedimentasi di setiap stasiun berkisar 0,1133 kg/m2/hari sampai 0,1510 kg/m2/hari sedangkan rata-rata laju sedimentasi disetiap stasiun setelah dikonversi menjadi volume berkisar 0,0647 m3/hari sampai 0,086 m3/hari. Laju sedimentasi disetiap pengambilan sampel berkisar 0,1128 kg/m2/hari sampai 0,1329 kg/m2/hari, sedangkan laju sedimentasi setelah dikonversi menjadi volume berkisar 0,0645 m3/hari sampai 0,0759 m3/hari. 
STUDI SEBARAN KONSENTRASI NITRAT DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN TELUK UJUNGBATU JEPARA Rianingtyas, Caturayu; Yusuf, Muh.; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.447 KB)

Abstract

Teluk Ujungbatu merupakan perairan yang banyak digunakan untuk berbagai aktifitas manusia seperti pemukiman penduduk, kegiatan pertambakan dan aktivitas dermaga nelayan, sera dermaga kapal. Dengan kondisi seperti ini dapat memberikan dampak yang berpengaruh terhadap kesuburan dan kualitas perairan di wilayah tersebut. Hal ini dapat ditinjau dari konsentrasi nitrat dan kandungan klorofil-a yang berkaitan dengan faktor fisika dan kimia perairan, yaitu suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2015. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat konsentrasi dan pola sebaran nitrat serta kandungan klorofil-adi perairan Teluk Ujungbatu Jepara. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 10 stasiun dengan pertimbangan dapat mewakili wilayah muara sungai, dalam teluk dan luar teluk. Data yang diamati adalah konsentrasi nitrat, klorofil-a, suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH serta pemodelan arus laut menggunakan MIKE 2.1. Pengolahan data menggunakan software ArcGIS 10.0 sehingga output yang dihasilkan berupa distribusi spasial.Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa konsentrasi nitrat dan kandungan klorofil-a akan semakin kecil ke arah laut. Konsentrasi nitrat berkisar antara 0,345 – 0,65 mg/l dan kandungan klorofil-a berkisar antara0,04 – 0,08 µg/l. Pola sebaran  konsentrasi nitrat dan kandungan klorofil-a mengarah ke barat daya mengikuti pola arus dengan kecepatan berkisar antara 0,028 – 0,167 m/dt.
SEBARAN SEDIMEN DI DALAM KOLAM PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Ginting, Leon Rich; Setiyono, Heriyoso; Subardjo, Petrus
Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.763 KB)

Abstract

Abstrak Pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah pelabuhan besar yang berfungsi sebagai salah satu pintu perekonomian daerah Jawa Tengah, dimana lalu lintas kunjungan kapal meningkat setiap tahunnya. Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sendiri terletak diantara dua buah sungai yang bermuara disekitar pelabuhan. Data yang diambil terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data arus yang diperoleh dari pemasangan alat ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) dan data sedimen dasar perairan yang diambil dengan menggunakan alat sedimen grab, sedangkan untuk data sekunder berupa data debit sungai di sekitar pelabuhan dan peta kontur kedalam daerah lokasi penelitian. Kondisi arus di perairan Tnajung Emas, didominasi oleh arus musiman yang bergerak berdasarkan angin muson. Kecepatan arus dominan tertinggi yaitu mencapai kisaran 0,12 m/detik – 0,82 m/detik yang terdapat di permukaan perairan dengan kedalaman 1,5 meter dan bergerak ke arah barat laut. Untuk analisa ukuran butir sedimen dasar, jenis sedimennya didominasioleh jenis pasir dimana nilai persennya lebih besar dari jenis lanau dan lempung yaitu sebesar 70,74%. Sebaran sedimen dasar di dalam kolam pelabuhan semakin mendekati pelabuhan  jenisnya adalah lanau pasiran sedangkan semakin menjauhi pelabuhan jenis sedimen yang dominan adalah pasir lanauan. 
SEBARAN HORIZONTAL KONSENTRASI NITRAT DAN NITRIT PADA KONDISI PASANG SURUT DI PERAIRAN CILAUTEUREUN, GARUT Farihah, Rizqi Ayu; Maslukah, Lilik; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.624 KB)

Abstract

Perairan Cilauteureun di Kabupaten Garut merupakan Perairan yang banyak menerima masukan bahan organik dari aliran sungai dan hasil sampingan TPI Cilautereun yang merupakan TPI terbesar di Kabupaten Garut.Tujuan penelitian ini adalah melihat sebaran horizontal konsentrasi nitrat dan nitrit pada kondisi pasang surut di Perairan Cilauteureun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan teknik penentuan lokasi sampling menggunakan teknik Cluster samplingdengan titik pengambilan sample sebanyak 9 titik. Konsentrasi  nitrat dan nitrit dianalisa dengan menggunakan  metode SNI 06-2480-1991 (APHA 4500 NO3 Th. 1992) untuk nitrat dan metode SNI 06-6989.9-2004 untuk nitrit.Sebaran konsentrasi nitrat dan nitrit saat pasang dominan ke arah Barat Laut dan sebagian kecil ke arah Barat. Sedangkan sebaran pada saat surut arus mengalir dari arah Utara ke Selatan, kemudian arus karena adanya Pulau Santolo arus berbelok dari arah Barat Laut ke Tenggara. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa kadar nitrat dan nitrit di Perairan Cilauteureun saat pasang dan surut adalah sama, karena perbedaan konsentrasinya yang sangat kecil.
Pemodelan Pola Arus Pada Perairan Teluk Balikpapan Dengan Menggunakan Software Mike 21 Witono, Aryo; S, Denny Nugroho; Widada, Sugeng; Novico, Franto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teluk Balikpapan mendapat masukan air dari beberapa sungai besar yang bermuara di daerah teluk tersebut, dan juga dari perairan yang langsung berbatasan dengan Selat Makassar. Pada Teluk Balikpapan terdapat banyak aktifitas manusia, Aktifitas aktifitas tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi hidrodinamika. Salah satu faktor hidrodinamika yang paling berpengaruh di teluk ini adalah arus.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dan pola arus dengan menggunakan data pasang surut sebagai data pembanding antara hasil pemodelan dan hasil lapangan. Penelitian dilaksanakan di pada tanggal 10 November – 24 november 2011.Dari hasil pengukuran diperoleh nilai Tinggi Muka Air Rata-rata (Mean Sea Level), Tinggi Muka Air Tinggi Tertinggi (High Highest Water Level), Tinggi Muka Air Rendah Terendah (Low Lowest Water Level) berturut-turut sebesar 141 cm, 280 cm, dan 23 cm. Dari data pasang surut diperoleh juga bilangan Formzahl sebesar 0,54 maka dapat diketahui tipe pasut Perairan Teluk Balikpapan adalah tipe campuran dengan dominasi pasang surut ganda. Simulasi model Hidrodinamika 2D menghasilkan pola arus yang dirata-ratakan terhadap kedalaman  pada daerah model.  Pada daerah model, kecepatan arus yang terbentuk hingga 0.06 m/detik pada kondisi pasang bulan purnama dan 0,03 m/detik pada kondisi surut bulan mati. Hasil verifikasi data lapangan dengan hasil pemodelan didapat korelasi sebesar 92%.