cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
PENGARUH PEMBERIAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L. Poir) TERHADAP KADAR LEUKOSIT TOTAL TIKUS WISTAR JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Rahma, Fadilla; Ardiaria, Martha; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.175 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23815

Abstract

Latar belakang: Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas eksogen yang dapat menstimulasi sekresi mediator inflamasi sehingga tubuh memberikan respon inflamasi. Kadar leukosit dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat adanya inflamasi dalam tubuh. Ubi jalar ungu diketahui mengandung antioksidan yang berpotensi mengurangi efek negatif dari radikal bebas. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian ubi jalar ungu terhadap kadar leukosit total tikus yang dipapar asap rokok.Metode: Jenis penelitian ini adalah post-test only control group design. Besar sampel penelitian berjumlah 24 ekor tikus wistar jantan yang dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu kelompok K(-), kelompok K(+) yang diberi paparan asap rokok, kelompok P1 yang diberi ubi jalar ungu 8 g/200 g BB, dan kelompok P2 yang diberi paparan asap rokok serta ubi jalar ungu 8 g/200 g BB. Perlakuan dilakukan selama 30 hari. Analisis statistik menggunakan uji One-way ANOVA. Hasil: Tidak terdapat perbedaan kadar leukosit total yang signifikan antar kelompok perlakuan (p=0,579). Kadar leukosit total tertinggi berada pada kelompok K(+) dengan nilai 23.56±3.10 x 103/mm3. Kelompok P2 memiliki kadar leukosit total sebesar 21.36±3.52 x 103/mm3.Simpulan: Pemberian ubi jalar ungu tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap kadar leukosit total tikus yang dipapar asap rokok.
PENGARUH PEMBERIAN SELAI KACANG TANAH DENGAN SUBSTITUSI BEKATUL TERHADAP KADAR KOLESTEROL LDL DAN HDL TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA Indra P, Ignatius Roy; Panunggal, Binar
Journal of Nutrition College Vol 4, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.124 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i2.10062

Abstract

Latar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi dimana kadar kolesterol LDL dalam darah meningkat dan kadar kolesterol HDL menurun di bawah batas normal. Rendahnya kadar kolesterol HDL dan tingginya kadar kolesterol LDL dapat meningkatkan risiko aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler.Selai kacang tanah dengan substitusi bekatul adalah salah satu produk olahan kacang yang kaya akan serat, MUFA dan aktivitas antioksidannya seperti tokoferol, tokotrienol dan orizanol.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar LDL dan HDL pada tikus hiperkolesterolemia akibat pemberian selai kacang dengan substitusi bekatul sebanyak 22,5 mg/gramBB/hari.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian randomized control groups pre-post design. Sampel penelitian ini sebanyak 34 ekor tikus jantan Sprague Dawley umur 6-8 minggu dengan berat badan ±80 gram yang dibuat hiperkolesterolemia dan dibagi menjadi 2 kelompok. Penelitian ini dilakukan di LPPT Universitas Gadjah Mada.Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah kadar LDL dan HDL tikus, sedangkan variabel bebas adalah pemberian selai kacang tanah dengan substitusi bekatul 30% sebanyak 22.5 mg/gramBB/hari. Grup 1 adalah kelompok yang hanya diberikan pakan standar. Grup 2 adalah kelompok yang diberikan pakan standar dan selai.Hasil: Terdapat perbedaan kadar LDL dan HDL antar kedua kelompok setelah diberi selai kacang dengan substitusi bekatul 30%, namun pada grup 2 menunjukkan pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan grup 1. Pada Grup 2, kadar LDL mengalami penurunan 24.88±8.11 mg/dl (p=0.000) dan kadar HDL mengalami peningkatan 14.95±4.42 mg/dl (p=0.000). Pada grup 1, kadar LDL mengalami penurunan sebesar 15.45±5.03 mg/dl (p=0.000) dan kadar HDL mengalami peningkatan sebesar 11.08±3.41 mg/dl (p=0.000).Simpulan: Pemberian selai kacang tanah dengan substitusi bekatul 30% dengan dosis 22.5 mg/gramBB/hari dalam waktu 2 minggu dapat menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL darah tikus hiperkolesterolemia
PERBEDAAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA PADA WANITA VEGETARIAN TIPE VEGAN DAN NON-VEGAN Pamungkas, Mira Rizky; Margawati, Ani
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.562 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i1.2097

Abstract

Latar Belakang : Wanita vegetarian non-vegan berisiko memiliki kadar kolesterol total dan trigliserida yang tinggi dibandingkan dengan vegan. Hal tersebut berkaitan dengan vegetarian non-vegan masih mengkonsumsi produk hewani antara lain susu, telur dan produk olahannya. Selain itu, faktor usia, lama menjadi vegetarian, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan. Metode : Desain  penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif kualitatif.  Jumlah sampel  terdiri dari 19 vegetarian vegan dan 19 non-vegan yang dipilih secara consecutive sampling. Data yang diambil adalah IMT, asupan zat gizi, aktivitas fisik, kadar kolesterol total dan trigliserida serta data kualitatif perilaku makan. Analisis bivariat menggunakan uji independent t-test untuk variabel usia, IMT, asupan karbohidrat dan lemak total sedangkan uji Mann-Whitney untuk variabel lama menjadi vegetarian, aktivitas fisik, asupan lemak jenuh, kolesterol, MUFA, PUFA serta serat total. Analisis multivariat menggunakan uji ANCOVA (Analysis of Covariance). Hasil : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar kolesterol total (p=0,073) dan trigliserida (Z=-0.146; p=0,884) antara wanita vegan dan non-vegan. Berdasarkan uji ANCOVA perbedaan kolesterol total dan trigliserida antara kelompok vegan dan non-vegan lebih bermakna berdasarkan variabel usia (p<0,05), sedangkan kolesterol total dan trigliserida tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan berdasarkan tipe vegetarian (p>0,05). Simpulan : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kadar kolesterol total dan trigliserida antara wanita vegetarian vegan dan non-vegan tetapi terdapat perbedaan yang signifikan IMT antara vegan dan non-vegan. Usia merupakan satu-satunya variabel kontrol yang berpengaruh pada kadar kolesterol total dan trigliserida baik pada vegan maupun non-vegan. Kadar kolesterol total dan trigliserida pada kelompok vegan lebih rendah dibandingkan non-vegan. Sejak menjadi vegetarian, baik pada kelompok vegan maupun non-vegan menyatakan tidak pernah dan tidak ingin lagi mengkonsumsi produk hewani dengan berbagai alasan antara lain merasa lebih sehat tanpa makan produk hewani, merasa bahwa produk hewani tersebut bukanlah makanannya dan merasa mual serta ingin muntah saat mencium bau amis dari produk hewani tersebut.
EFEK PEMBERIAN SEDUHAN KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocerheus Polyrhizus) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS SPRAGUE DAWLEY HIPERGLIKEMIA Elvina R, Devi; Ardiaria, Martha
Journal of Nutrition College Vol 5, No 4 (2016): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.603 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v5i4.16461

Abstract

Latar Belakang : Hiperglikemia yaitu kondisi dimana kadar glukosa darah melebihi batas normal. Salah satu penyebab hiperglikemia adalah resistensi insulin yang dapat dipicu oleh seringnya mengkonsumsi makanan tinggi kandungan lemak jenuh dan gula sederhana. Kulit buah naga merah terbukti memiliki Kandungan antioksidan dan serat yang lebih tinggi dibandingkan daging buah naga merah sehingga dapat menurunakan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian seduhan kulit buah naga merah terhadap kadar glukosa darah puasa tikus Sprague dawley hiperglikemiaMetode : Penelitian ini menggunakan desain  true experimental dengan pre and post test group. Subjek penelitian 30 ekor tikus jantan Sprague dawley yang dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus putih. Kelompok terdiri dari Kelompok Kontrol Negatif (K-) yang tidak diberi perlakuan apapun, Kontrol Positif dengan pemberian pakan tinggi fruktosa dan lemak (K+), Kelompok Perlakuan 1 (P1), Kelompok Perlakuan 2 (P2), dan Kelompok Perlakuan 3 (P3). Tikus pada kelompok K+, P1, P2, dan P3 diberi pakan tinggi fruktosa dan lemak(larutan fruktosa 13,2 g dan 1,7 g margarin yang dicairkan dan dicampurkan dengan pakan standar)/hari selama 14 hari. Tikus pada kelompok K3, K4, dan K5 diberi seduhan kulit buah naga dosis 200 mg/ml, 400 mg/ml, dan 800 mg/ml setiap hari selama 14 hari. Pengukuran kadar glukosa darah puasa dilakukan 3 kali. Sebelum subjek diberi pakan tinggi fruktosa dan lemak kemudian sebelum dan setelah 14 hari perlakuan. Uji paired t test digunakan untuk melihat perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah perlakuan. Data selanjutnya dianalisis dengan Uji One way ANOVA dan post hoc.Hasil : Terdapat penurunan glukosa darah puasa sebesar 46 mg/dL, 68 mg/dL ,dan 77 mg/dL pada pemberian dosis 200 mg/ml, 400 mg/ml dan 800 mg/ml seduhan kulit buah naga merah. Uji paired t test menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah puasa yang signifikan antar kelompok (p>0,05). Uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p>0,05)Kesimpulan : Pemberian seduhan kulit buah naga merah berpengaruh signifikan pada penurunan kadar glukosa darah selama 14 hari. Dosis optimal seduhan kulit buah naga merah adalah 800 mg/ml dapat menurunkan sampai kadar glukosa darah rata-rata 77,10±1,62 mg/dl. 
ASUPAN GULA SEDERHANA DAN SERAT SERTA KADAR GLUKOSA DARAH PUASA (GDP) SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENINGKATAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA REMAJA OBESITAS DENGAN SINDROM METABOLIK Khiqmah, Atika Nurul; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 3, No 3 (2014): Juli 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.872 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i3.6600

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi sindrom metabolik pada remaja meningkat bersamaan dengan peningkatan prevalensi obesitas. Berdasarkan Riskesdas 2013, obesitas pada remaja usia 16-18 tahun meningkat dibandingkan tahun 2010, yaitu dari 1,4% menjadi 1,6%. Penelitian tahun 2005 di Semarang menunjukkan 31,6% remaja obesitas memenuhi kriteria sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes mellitus tipe 2.  Prediktor untuk mengetahui risiko penyakit tersebut adalah peningkatan kadar C-reactive protein (CRP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan gula sederhana dan serat serta kadar Glukosa Darah Puasa (GDP) sebagai faktor risiko peningkatan CRP pada remaja obesitas dengan sindrom metabolik.Metode : Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Semarang dengan desain penelitian cross sectional. Subyek dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu berusia 15-18 tahun, obesitas dan obesitas sentral. Subyek dikatakan sindrom metabolik jika memenuhi ≥3 faktor risiko dan pra sindrom jika memenuhi ≤2 faktor risiko, yaitu lingkar pinggang ≥persentil ke-90, tekanan darah sistolik dan/atau diastolik ≥persentil ke-90, kadar GDP ≥110 mg/dL, kadar trigliserida ≥110 mg/dL, atau kadar HDL <40 mg/dL. Asupan gula sederhana dan serat menggunakan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ), kadar GDP menggunakan metode enzymatic colorimetric, dan kadar CRP menggunakan metode aglutinasi. Uji hubungan menggunakan uji Pearson dan Spearman. Nilai Ratio Prevalens (RP) untuk menghitung besar risiko asupan gula sederhana dan serat serta kadar GDP pada peningkatan kadar CRP.*)Penulis Penanggungjawab Hasil : Prevalensi sindrom metabolik pada remaja obesitas sebesar 15,2%. Sindrom metabolik hanya ditemukan pada subyek laki-laki (21,27%). Frekuensi perempuan dengan kadar CRP tinggi lebih tinggi dibandingkan laki-laki (53,8%).Terdapat hubungan bermakna asupan gula sederhana (p=0,024) dan serat (p=0,034) dengan kadar CRP tinggi. Nilai RP untuk asupan gula sederhana dan serat serta kadar GDP berturut-turut adalah 2,1; 3,7; dan 1,1.Simpulan : Asupan gula sederhana yang tinggi, asupan serat yang rendah, dan kadar GDP >81,5 mg/dL merupakan faktor risiko peningkatan kadar CRP pada remaja obesitas dengan sindrom metabolik, dengan besar risiko berturut-turut adalah 2,1 kali, 3,7 kali, dan 1,1 kali.
HUBUNGAN DURASI AKTIVITAS FISIK DAN ASUPAN NATRIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE Sase, Fitra Aprilindo; Pramono, Adriyan
Journal of Nutrition College Vol 2, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.739 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i2.2753

Abstract

Latar Belakang: Wanita menopause lebih rentan terhadap hipertensi. Hormon estrogen yang kurang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berakibat tekanan darah meningkat. Kurangnya aktivitas dan asupan tinggi natrium diduga sebagai faktor penyebab peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan asupan natrium dengan tekanan darah pada wanita menopause.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data tekanan darah diperoleh dari pengukuran menggunakan sphygmomanometer air raksa oleh petugas terlatih. Data durasi aktivitas fisik diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner aktivitas fisik dan data asupan natrium diperoleh dengan melakukan wawancara menggunakan FFQ semi kuantitatif.Hasil: 65,2% subjek pre-hipertensi sistolik dan 49,3% subjek pre-hipertnsi diastolik. 14,5% subjek hipertensi sistolik dan 36,2% subjek hipertensi diastolik. 50,7% subjek beraktivitas fisik ≥440 menit/minggu. Tdiak terdapat hubungan bermakana (p>0,05) duarasi aktivitas fisik dengan tekanan drah sistolik (r=-0,133;p=0,275) maupun diastolik (r=-0,75;p=0,541) Terdapat hubungan bermakna (p<0,05) antara asupan natrium dengan tekanan darah sistolik (r=0,015; p=0,000).Simpulan: Terdapat hubungan bermakna asupan natrium dengan tekanan darah sistolik.Kata Kunci: menopause; tekanan darah; aktivitas fisik; asupan natrium
Tingkat kecukupan zat gizi dan kadar glukosa darah pada atlet sepakbola Putri, Tri Andianne; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 6, No 1 (2017): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.961 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v6i1.16899

Abstract

Latar belakang: Saat ini kegemukan telah banyak ditemukan pada umur dini, yakni mulai dari umur 0-5 tahun. Pemberian susu formula dengan kandungan energi dan protein yang tinggi pada awal pertumbuhan dapat meningkatkan risiko terjadinya kegemukan pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi susu formula dengan kegemukan pada balita di Kota Semarang.Metode: Desain penelitian ini adalah kasus-kontrol. Subjek penelitian terdiri dari 27 subjek pada kelompok kasus dan 27 subjek pada kelompok kontrol dengan umur 2-5 tahun. Kriteria kegemukan menggunakan indikator z-score BB/TB. Waktu pertama pemberian susu formula dan berat rata-rata konsumsi susu formula diperoleh melalui kuisioner. Asupan energi, karbohidrat, protein dan lemak dihitung dengan formulir semi quantitative-food frequency questionaire (SQ-FFQ). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Analisis Multivariat menggunakan Regresi Logistik Ganda.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 85.2% subjek pada kelompok kasus pertama kali mengonsumsi susu formula sebelum umur 6 bulan, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 48.1%. Pada kelompok kasus, 77.8% subjek mengonsumsi susu formula >100 g/hari dibandingkan dengan kelompok kontrol hanya 33.3% dari subjek. Terdapat perbedaan pada waktu pertama pemberian susu formula (p= 0.004) dan konsumsi susu formula >100 g/hari (p= 0.001) antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Konsumsi susu formula >100 g/hari berhubungan secara signifikan dengan kegemukan pada balita setelah dikontrol dengan asupan energi, protein, karbohidrat dan lemak (p = 0.009). Balita yang mengonsumsi susu formula >100 g/hari berisiko 7 kali lipat mengalami kegemukan dibandingkan dengan balita yang mengonsumsi < 100 g/hari.Simpulan: Balita yang mengonsumsi berat rata-rata susu formula >100 g/hari berisiko 7.0 kali mengalami kegemukan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENERIMAAN ORGANOLEPTIK YOGHURT SARI WORTEL (DAUCUS CARROTA L) Samichah, Samichah; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.045 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6843

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas antioksidan dapat menetralisir radikal bebas dalam tubuh dan mencegah penyakit kronik degeneratif. Yoghurt merupakan pangan fungsional yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Untuk meningkatkan aktivitas antioksidan pada yoghurt, ditambahkan sari wortel sebagai sumber pangan tinggi aktivitas antioksidan.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan sari wortel terhadap aktivitas antioksidan dan penerimaan organoleptik yoghurt.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan randomisasi dan tiga perlakuan, yaitu penambahan sari wortel 0% (kontrol), 15%, dan 20% pada yoghurt dengan probiotik Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Data yang dikumpulkan adalah aktivitas antioksidan, β-karoten, MPN, pH, dan penerimaan organoleptik yoghurt. Analisis statistik menggunakan uji One-way ANOVA/Kruskal-Wallis dan uji post-hoc LSD/Mann-Whitney.Hasil: Penambahan sari wortel terbukti meningkatkan aktivitas antioksidan, β-karoten, dan MPN, serta menurunkan pH yoghurt. Penerimaan warna oleh panelis semakin meningkat dengan penambahan sari wortel, sedangkan penerimaan rasa sebaliknya. Penerimaan tekstur terbaik adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 15%. Penerimaan aroma tidak dipengaruhi oleh penambahan sari wortel.Simpulan: Yoghurt yang memiliki aktivitas antioksidan, kadar β-karoten, dan MPN tertinggi adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 20%. Sedangkan yoghurt yang paling disukai panelis secara keseluruhan adalah yoghurt dengan penambahan sari wortel 15%.
PENGARUH EKSTRAK LOMPONG (Colocasia esculenta L. Schoot) 45 MENIT PENGUKUSAN TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS DAN KADAR NO (NITRIT OKSIDA) MENCIT BALB/C SEBELUM DAN SESUDAH TERINFEKSI LISTERIA MONOCYTOGENES Mubayinah, Mubayinah; Rahayuningsih, Hesti Murwani
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.159 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10165

Abstract

Latar belakang: Batang dan daun lompong (Colocasia esculenta l. schoot) dapat dikonsumsi sebagai sayuran. Ekstrak lompong mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Kandungan flavonoids dapat meningkatkan respon imun selluler. Respon imun dapat dilihat dari aktivitas fagositosis dan kadar NO (Nitrit Oksida).Tujuan: Menganalisis pengaruh ekstrak lompong 45 menit pengukusan sebanyak 0,13mg/20gBB terhadap aktivitas fagositosis dan kadar NO makrofag sebelum dan sesudah terinfeksi Listeria monocytogenes 105 CFU.Metoda: Jenis penelitian true experimental dengan the post test with randomized control group design. Sampel penelitian 21 ekor mencit Balb/c jantan dan berumur 10 minggu dengan berat badan 15-20 gram. Mencit dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok K mendapatkan pakan standar; kelompok P1 mendapatkan ekstrak lompong 45 menit pengukusan sebelum diinfeksi Listeria monocytogenes dan kelompok P2 mendapatkan ekstrak lompong 45 menit pengukusan setelah diinfeksi Listeria monocytogenes. Kelompok K, P1, dan P2 diinduksi Listeria monocytogenes pada hari keempat. Uji beda menggunakan uji independent t test.Hasil: Terdapat perbedaan aktivitas fagositosis yang signifikan antara kelompok P1-K (p=0,001) tetapi tidak terdapat perbedaan antara kelompok P2-K (p>0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan kadar NO antara kelompok P1-K dan P2-K. Terdapat peningkatan rerata indeks fagositosis dan kadar NO pada kelompok perlakuan sebelum diinfeksi. Kelompok perlakuan setelah diinfeksi hanya terdapat peningkatan rerata indeks fagositosis.Simpulan: Ekstrak lompong 45 menit pengukusan dapat meningkatkan rerata indeks fagositosis dan kadar NO makrofag pada mencit Balb/c kelompok perlakuan sebelum diinfeksi yang berfungsi sebagai preventif.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN BERKARBOHIDRAT SEBELUM LATIHAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH ATLET Rukmana, Erni; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.357 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v2i4.3739

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan glukosa darah selama latihan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan performa atlet. Pemberian minuman yang mengandung karbohidrat sebelum latihan dapat membantu mempertahankan kadar glukosa darah dan menunda kelelahan. Minuman berkarbohidrat dapat menyuplai energi selama latihan maupun pertandingan. Pemberian minuman dengan kandungan karbohidrat 6-8% selama latihan atau pertandingan dapat membantu meningkatkan performa atlet dengan menunda kelelahan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui  pengaruh pemberian minuman berkarbohidrat 15 menit sebelum latihan terhadap kadar glukosa darah atlet.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental dengan rancangan pre-post randomized controlled gorup design. Jumlah subjek 18 atlet sepak bola usia 15-18 tahun di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah yang berpartisipasi dalam penelitian. Subjek penelitian menerima intervensi pemberian minuman berkarbohidrat dan air (kontrol) sebanyak 250 ml. Minuman diberikan 15 menit sebelum latihan lari 10 menit.  Kadar glukosa darah diukur sebelum dan setelah lari 10 menit.Hasil: Terdapat perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan setelah lari 10 menit baik pada kelompok minuman berkarbohidrat maupun  kontrol (p<0.05). Rata-rata penurunan kadar glukosa darah pada kelompok minuman berkarbohidrat lebih kecil daripada kelompok kontrol, akan tetapi  menurut statistik tidak ada perbedaan yang bermakna pada kadar glukosa darah antara kelompok minuman berkarbohidrat dan kelompok kontrol (p=0.264).Simpulan: Pemberian minuman minuman berkarbohidrat sebelum latihan pada atlet dapat memperkecil penurunan kadar glukosa darah selama latihan dibandingkan kelompok kontrol.