cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
JENIS TEKSTUR TANAH DAN BAHAN ORGANIK PADA HABITAT KERANG AIR TAWAR (FAMILI: UNIONIDAE) DI RAWA PENING Heriyani, Meliyana; Subiyanto, -; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.193 KB)

Abstract

Rawa Pening merupakan danau air tawar di Jawa Tengah yang memiliki potensi sumberdaya perikanan beragam, diantaranya kerang air tawar. Kerang air tawar biasanya digunakan untuk makanan ternak dan dikonsumsi masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis kerang air tawar, jenis tekstur tanah dan kandungan bahan organik pada habitat kerang air tawar di perairan Rawa Pening. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2014. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus, sementara data menggunakan analisis deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sistematis sampling. Lokasi penelitian di Tambak Rejo, Bejalen, Asinan dan Sumurup yang merupakan tempat nelayan mencari kerang air tawar. Pengambilan sampel substrat dasar menggunakan satu kuadran transek berukuran 1x1 metersecara acak dengan bantuan pralon sebagai modifikasi Ekman. Sampling dilakukan pada 4 lokasi dengan 6 stasiun pada masing-masing lokasi. Hasil penelitian didapat dua jenis kerang air tawar yaitu Anodonta sp. dan Unio sp. dengan jumlah 191 ekor dan 349 ekor. Tekstur tanah pada habitat kerang air tawar ini terdiri dari tiga fraksi yaitu pasir 0,98%, lempung 46,67% dan liat 52,81%. Fraksi substrat yang mendominasi adalah liat. Rerata kandungan bahan organik pada habitat kerang air tawar berkisar 12,59% - 19,50%. Rawa Pening is a freshwater lake located in the Central Java which has various fisheries resources, including freshwater clam. The clam is often used as animal feed and also consumed by local people. The purpose of this research were to determine the kind of freshwater clam, soil texture and organic matter content in the freshwater clam habitat in Rawa Pening. This research was conducted on June to July 2014. The method used in this research was case study, while data was analysed descriptively. Systematic sampling was used to collect samples. The locations selected were Tambak Rejo, Bejalen, Asinan and Sumurup, was an area where fishermen colecting the clam. Samples of substrate was collecting randomly by 1 x 1 m2 transect quadrants at each station and supported by a modified Ekman (pipe). Sampling was conducted at 4 locations and located each consist of six stations. The result shows that, two genus of freshwater clam were collected, they were Anodonta sp. and Unio sp. and the number of both clam were 191 and 349, respectively. The kind of soil texture at the freshwater clam habitat of Anodonta sp. and Unio sp. consists of three fractions, sand 0,98%, loam 46,67% and clay 52,81%. The substrated was dominated by clay. The average of the organic matter in the freshwater clam habitat of both clam was ranging from 12,59% to 19,50%.
IDENTIFIKASI POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA PADA KAWASAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE DESA PASAR BANGGI KABUPATEN REMBANG Dwijayati, Aprilia Kukuh; Suprapto, Djoko; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.543 KB)

Abstract

ABSTRAK Desa Pasar Banggi memiliki potensi pariwisata hutan mangrove yang besar untuk dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi, kesesuaian ekowisata dan menentukan strategi pengembangan ekowisata pada kawasan hutan mangrove Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang. Penelitian dilakukan pada tanggal 3-27 Juli 2016 di kawasan hutan mangrove Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksloratif, dengan menggunakan metode survei dalam bentuk data primer dan skunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisis kesesuaian lahan dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Thread). Hasil penelitian menyatakan bahwa ketebalan hutan mangrove 100-150 ha dengan kerapatan bernilai 35-40 ind/m2. Potensi ekowisata yang terdapat pada kawasan hutan mangrove desa Pasarbanggi adanya jenis satwa dalam hal ini jenis burung yang dilindungi seperti kuntul kecil, dan kuntul kerbau.Hasil analisis kesesuaian ekowisata mangrove menunjukan pada stasiun I, II, dan III masing-masing adalah 67%, 78%, dan 70% bahwa kawasan hutan mangrove dukuh Kaliuntu termasuk dalam kategori sesuai untuk dijadikan kawasan ekowisata di Kabupaten Rembang.Menurut hasil analisis SWOT, yang menjadi prioritas utama di Desa Pasar Banggi adalah: a) Penentuan zona dalam kawasan konservasi ekosistem mangrove dan b) Peningkatan partisipasi stakeholder terhadap program konservasi ekosistem mangrove. Kata Kunci: Ekowisata; Hutan Mangrove; Pasar Banggi  ABSTRACT Pasar Banggi Village has tourism potential of mangrove forests to be developed. The purpose of this research was to identify the potential,analysis comformity of ecotourism and estabilsh the strategy of ecotourism development in the mangrove forest at Pasar Banggi area Rembang Regency. The research was conducted on July 3 - 27th 2016 in the mangrove forest  Pasar Banggi Village, Rembang Regency. The method used in this research is descriptive explorative, by using survey method in a form of primary and secondary data. The collected data was then analyzed the conformitu of the land and SWOT analysis (Strangth, Weakness, Opportunity, and Thread). The result of the research showed that the thickness of mangrove forest is 100-150 ha with the density of 35-40 ind/m2. The ecotourism potential that can be found in the mangrove forest at Pasar banggi village is the existence of protected bird such as little egrets and egrest buffalo. The result of the analysis comformity of ecotourism mangrove was shown in the station I, II, and III respectively are 67%, 78%, and 70% that the mangrove forest area of Kaliuntu Village was include in suitable catagory to be targetted as the ecotourism area in Rembang Regency. Based on the SWOT analysis, the major priority in Pasar Banggi Village are: a) Determining zone in mangrove ecosystem concervational area, and b) The increase of stakeholders participation to the mangrove ecosystem concervational program. Keywords: Ecotourism; Mangrove Forest; Pasar Banggi
KELIMPAHAN JENIS TERIPANG DI PERAIRAN TERBUKA DAN PERAIRAN TERTUTUP PULAU PANJANG JEPARA, JAWA TENGAH Satria, Guliano Gema Adi; Sulardiono, Bambang; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.291 KB)

Abstract

Perairan terbuka adalah suatu daerah perairan yang menghadap ke arah laut lepas tanpa adanya penghalang baik itu pulau maupun daratan di depannya sehingga perairan terbuka sangat dipengaruhi oleh ombak dan gelombang. Perairan tertutup adalah suatu perairan yang terhalang oleh daratan atau pulau di depannya atau berupa teluk, sehingga kekuatan arus dan gelombang akan berkurang ketika sampai di pantai. Teripang merupakan salah satu spesies yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dilakukan penangkapan terhadap teripang yang menyebabkan menurunnya populasi teripang pada suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan teripang pada perairan terbuka dan perairan tertutup Pulau Panjang, Jepara. Metode yang digunakan adalah metode kuadran transek berukuran 2x2 meter, yang diletakkan pada line transek sepanjang 100 meter. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali pada setiap titik pengamatan, dengan jarak antara setiap line 10 meter. Jenis teripang yang ditemukan pada perairan terbuka dan tertutup pulau Panjang adalah Holothuria atra, H.leucospilota, dan H.scabra. Dimana kelimpahan teripang pada perairan terbuka pulau panjang adalah 72 individu/1200m2 pada jenis H.atra, 36 individu/1200m2 pada jenis H.Leucospilota, 1 individu/1200m2 pada jenis H.scabra. Sedangkan kelimpahan jenis teripang pada perairan tertutup pulau Panjang adalah 37 individu/1200m2 pada jenis H.atra dan 22 individu/1200m2 pada jenis H.Leucospilota.
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT DAN KESESUAIAN PERAIRAN KARANG JAHE SEBAGAI OBYEK REKREASI PANTAI DI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Harjanto, Wirawan; Rudiyanti, Siti; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.359 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22574

Abstract

Pantai Karang Jahe merupakan pantai berpasir putih yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pantai yang luasnya 393,93 ha ini mempunyai potensi wisata pantai yang dapat dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui persepsi masyarakat terhadap potensi dan perkembangan wisata di Pantai Karang Jahe dan Mengetahui nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Karang Jahe beserta kategorinya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2017-Januari 2018. Penelitian ini menggunakan teknik pengolahan data deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat setempat dan 50 responden pengunjung wisata. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dan penilaian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) di tiga stasiun. Persepsi masyarakat terhadap potensi di kawasan Pantai Karang Jahe sudah tergolong baik dari kondisi fisik sampai jenis kegiatan dapat dikatakan kawasan ini layak untuk dikunjungi. Perkembangan di kawasan Pantai Karang Jahe ini antara lain pertumbuhan jumlah pengunjung dan penambahan fasilitas / sarana dan prasarana. Pengukuran Nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Karang Jahe diukur di tiga stasiun I, II dan III saat pagi (surut) 100%, 97,61% dan 100% nilai kategori S1, S1 dan S1 (Sangat Sesuai), di stasiun I, II dan III saat sore (pasang) 96,42%, 96,42% dan 96,42% nilai kategori S1, S1 dan S1 (Sangat Sesuai). Hal ini menunjukkan bahwa Pantai Karang Jahe pada pagi dan sore hari tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai.  . Karang Jahe Beach is a white sandy beach which is located in the village of Punjulharjo, Rembang, Central Java. The beach that the extent of this potential 393,93 ha of coastal tourism can be developed. The purpose of this research is to know the perception of society against the potential and development of tourism in coastal Karang Jahe and knowing the value of the Index the Suitability of Tourism (IST) Karang Jahe Beach along with the category. The research was conducted in December 2017-January 2018. This research uses descriptive data processing techniques with a spread of 30 respondents to the questionnaire of the local community and visitors tour the 50 respondents. The sampling technique using a purposive sampling technique and quantitative assessment Index using the Suitability of Tourism (IST) at three stations. Public perception against the potential in the coastal area of the Karang Jahe already belongs to the physical condition of both types of activities can be said this area is worth a visit. Developments in the area of the Karang Jahe Beach is the growth of the number of visitors, the addition of facilities/infrastructure and facilities. Measurement of Index value the Suitability of Tourism (IST) Karang Jahe Beach measured at three stations I, II and III when the morning (receding) 100%, 97,61% and 100% value of category S1, S1 and S1 (very appropriate), at the station I, II and III when the afternoon (pairs) 96,42%, 96,42% and 96,42% value category S1, S1 and S1 (very appropriate). This suggests that Karang Jahe Beach in the morning and evening belongs in category S1 or highly suitable for Beach tourism activities. 
ANALISIS KONSENTRASI KADMIUM (Cd) DAN TIMBAL (Pb) PADA AIR DAN IKAN DARI PERAIRAN SUNGAI WAKAK KENDAL Marwah, Rieza Ayu; Supriharyono, -; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.415 KB)

Abstract

Perkembangan industri dan meningkatnya kegiatan manusia, khususnya sepanjang aliran sungai Wakak Kendal saat ini dapat memacu terjadinya pencemaran. Hal ini bisa menjadi berbahaya jika konsentrasi logam berat pada ikan melebihi tingkat nilai ditoleransi , sehingga menjadi berbahaya bagi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi kandungan logam berat Cd dan Pb di perairan dan ikan konsumsi di sungai Wakak, Kendal. Informasi ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mengevaluasi apakah ikan layak untuk dikonsumsi manusia berdasarkan konsentrasi logam berat dibandingkan dengan standar dari Depkes dan FAO. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2014. Sampel air dan ikan dari perairan sungai Wakak diambil dari tiga stasiun dengan masing-masing tiga kali pengulangan kemudian dilakukan uji logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy). Hasil penelitian menujukan seluruh sampel air tercemar logam berat melebihi nilai baku mutu yang ditetapkan berdasarkan PP. Nomor 82 Tahun 2001. Kontaminasi logam berat Kadmium (Cd) sebesar <0,01 mg/kg sedangkan konsentrasi logam berat Pb terkecil pada ikan adalah 0,61 mg/kg dan tertinggi adalah 2,08 mg/kg maka hasil tersebut menunjukan bahwa telah melebihi nilai ambang batas konsumsi yang ditetapkan berdasarkan SNI 7387:2009 yaitu sebesar 0,3 mg/kg dan berdasarkan Departemen Kesehatan sebesar 2 ppm.The growth of industry and human activities alongside in the river especially in Wakak River Kendal can increase water pollution caused by heavy metal. This could be hazardous if the heavy metal concentration in the fish exceeds the level of tolerable values, thus becoming harmful to humans being. This study aims to assess the concentration of the heavy metals cadmium and lead in the water and fish of Wakak River Kendal. The information is expected to be beneficial in evaluating whether the fish is healthy enough for human consumption or not based on its concentration of heavy metals compare to the standards from Indonesian Health Department and FAO. This research was conducted in September 2014. The heavy metals such as cadmium and lead were analyzed using the AAS(Atomic Absorption Spectroscopy). Water and fish samples were taken from three different sampling points for three time of each. The result shows all of the water samples were contaminated by heavy metal, exceed of the limit value from Indonesian government regulations No. 82 of  2001. Heavy metal contamination of Cadmium ( Cd ) of < 0.01 mg / kg , while the smallest Pb concentrations of heavy metals in fish is 0.61 mg / kg and the highest was 2.08 mg / kg, these results indicate that it has exceeded the threshold value of consumption defined by ISO 7387 : 2009 in the amount of 0.3 mg / kg and by the Ministry of Health is 2 ppm.
ASPEK BIOLOGI UDANG JERBUNG (Penaeus merguiensis de Man, 1888) DI PERAIRAN KENDAL, JAWA TENGAH Sari, Katrina Dwika; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.475 KB)

Abstract

ABSTRAK Penangkapan udang P. merguiensis yang dilakukan secara terus menerus dan tidak sesuai kaidah yang baik dapat mengancam keberlangsungan hidup udang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji aspek-aspek biologi udang P. merguiensis seperti komposisi hasil tangkapan, struktur ukuran, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), sifat pertumbuhan, faktor kondisi, dan ukuran pertama kali udang tertangkap (Lc50%). Selain itu, membuat konsep pengelolaan sumberdaya perikanan udang P. merguiensis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Pengambilan sampel udang P. merguiensis dilakukan di TPI Bandengan dan TPI Tawang Kabupaten Kendal, pada bulan Mei sampai Agustus 2016. Setiap bulan dilakukan satu kali pengambilan sampel. Sampel udang diambil dari total hasil tangkapan salah satu perahu pada setiap TPI. Hasil penelitian menunjukkan modus panjang karapas 20 mm pada bulan Juni dan Juli 2016, sedangkan pada bulan Mei dan Agustus 2016 modus panjang karapas 22 mm dan 24 mm. Perbandingan nisbah kelamin P. merguiensis jantan betina 1:0,95. Udang P. merguiensis jantan dan betina memiliki sifat pertumbuhan allometrik positif karena nilai b jantan dan betina sebesar 3,29 dan 3,23. Faktor kondisi udang P. merguiensis jantan dan betina sebesar 1,094 dan 1,096. Tingkat kematangan gonad udang P. merguiensis belum ada yang matang. Ukuran Lc50% udang P. merguiensis  jantan dan betina pada ukuran karapas 28 mm dan 27 mm. Konsep pengelolaan udang P. merguiensis di perairan Kendal yaitu mengganti alat tangkap arad menjadi trammel net, dan pengaturan daerah pengoperasian jauh dari pantai agar ukuran udang yang tertangkap adalah udang berukuran layak tangkap. Kata kunci : Penaeus merguiensis, Aspek Biologi, Perairan Kendal ABSTRACT Continuous fishing can threat the sustainability and not according to the rules of P. merguiensis shrimp resources. The objectives of this research were to know biological aspect such as composition of the catch, size of structure, sex ratio, gonad maturities (TKG), growth, condition factor, and first of length capture (Lc50%). In addition, was made management fisheries P. merguiensis shrimp resource. The method used in this research was survei method. Sampling was conducted in shrimp P. merguiensis Bandengan TPI and TPI Tawang Kendal, from Mei to Agustus 2016. Each month one-time sampling.  Shrimp samples were taken is about of the total fishing catch one of the boats at each TPI. The results showed that the mode carapace length of 20 mm in Juni and Juli 2016, while in Mei and Agustus 2016 the mode carapace length of 22 mm and 24 mm. Sex ratio of P. merguiensis shrimp male and female was 1:0,95. Growth of P. merguiensis male and female was positive allometric, because b value male and female was 3,29 and 3,23. Condition factor of P. merguiensis male and female was 1,094 and 1,096. Gonad maturities of P. merguiensis shrimp yet mature. Size Lc50% P. merguiensis shrimp male and female carapas length 28 mm and 27 mm.the concept of management of shrimp P.merguiensis in Kendal water replace the capture tool arad became a trammel net mesh size, and setting the operating areas away from the coast so that the size of the shrimp that are caught are decent-sized shrimp size. Keywords: Penaeus merguiensis, Biological Aspect, Kendal Water 
Hubungan Kelimpahan Fitoperifiton dengan Konsentrasi Nitrat dan Ortofosfat pada Daun Enhalus acoroides di Perairan Pantai Jepara Apriliana, Ade; Soedarsono, Prijadi; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.696 KB)

Abstract

Padang lamun merupakan tempat naungan, mencari makan dan berkembangbiak berbagai biota air termasuk fitoperifiton. Fitoperifiton mempunyai peranan penting sebagai salah satu penentu produktivitas primer di lingkungan lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelimpahan fitoperifiton, residu nitrat dan ortofosfat pada daun Enhalus acoroides serta mengetahui pengaruh konsentrasi nitrat dan ortofosfat terhadap kelimpahan fitoperifiton yang terdapat pada daun Enhalus acoroides. Penelitian berlangsung pada bulan November-Desember 2013 di perairan pantai Jepara (Teluk Awur dan Pulau Panjang). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampling biota, residu nitrat dan ortofosfat menggunakan metode Saito dan Adobe. Sampel diambil pada lokasi yang berbeda, Teluk Awur dan Pulau Panjang. Masing-masing lokasi ditentukan 2 titik dan di setiap titik dilakukan 3 kali pengulangan. Sampel lamun diambil dengan menggunakan frame kuadran transek berukuran 1 x 1 meter yang didalamnya dibagi kembali menjadi 25 x 50 cm sub kuadran dan setiap pengambilan sampel berjarak 1 meter. Hasil penelitian pada kedua lokasi didapatkan 4 spesies lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Syringodium isoetifolium dan Halodule uninervis. Jenis fitoperifiton yang paling banyak ditemukan di kedua lokasi berasal dari kelas Bacillariophyceae. Rata-rata kelimpahan fitoperifiton di Pulau panjang sebesar 49388.82 indvidu/ cm2 sedangkan di Teluk Awur sebesar 32684.56 individu/cm2. Berdasarkan hasil analisis uji regresi dinyatakan bahwa konsentrasi nitrat dan ortofosfat di Teluk Awur tidak berpengaruh nyata terhadap kelimpahan fitoperifiton sedangkan di Pulau Panjang nitrat berpengaruh terhadap kelimpahan fitoperifiton tetapi tidak pada ortofosfat. Seagrass bed is a shelter, feeding and spawning grounds to various biota such as phytoperiphyton. Phytoperiphyton take an important role on the primary production in the water. This study aimed to determine differences between phytoperiphyton abundance, nitrate and orthophosphate residues in the leaves of Enhalus acoroides and also to know the influence of nitrate and orthophosphate concentrations on abundance of phytoperiphyton found in the leaves of Enhalus acoroides. This research was carried out in November-December 2013 at Jepara coastal waters (Teluk Awur and Pulau Panjang). Method used in this research was descriptive. Sampling of biota, nitrate and orthophosphate residues used of Saito and Adobe methods. Samples were taken from two different locations, Teluk Awur and Pulau Panjang. every single station divided into 2 sub stations and there were 3 repetitions on each sub station. Seagrass sample taken using 1 x 1 meter quadrant transect in which divided into 25 x 50 cm sub quadrant sampling within 1 meter. The results at two locations showed 4 seagrass species among others Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Syringodium and Halodule isoetifolium uninervis. The most phytoperiphyton commonly found in both locations is from the class of Bacillariophyceae. Mean abundance of phytoperiphyton in Pulau Panjang 49388.82 indvidu/ cm2 while in Teluk Awur 32684.56 individu/cm2. Based on the results of regression analysis revealed that nitrate and orthophosphate concentration in Teluk Awur has no significant affect to phytoperiphyton abundance while in Pulau Panjang nitrates affected the abundance of phytoperiphyton but not for orthophosphate.
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN KEPADATAN DAN JENIS PERIFITON DI SUNGAI JABUNGAN, BANYUMANIK, SEMARANG Analysis of Water’s Trophic State Based on Periphyton’s Abundance and Types in Jabungan River, Banyumanik, Semarang Agustin, Arninda Dwi; Solichin, Anhar; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.256 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24254

Abstract

ABSTRAK Sungai Jabungan merupakan salah satu sungai di Kota Semarang yang banyak dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari seperti pemukiman, pertanian, dan perkebunan sehingga mempengaruhi kesuburan perairan. Kesuburan perairan sungai dapat diketahui dengan menghitung kepadatan perifiton yang ada di perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepadatan dan hubungan antara perifiton dengan kandungan nitrat fosfat, serta mengetahui tingkat kesuburan perairan Sungai Jabungan, Banyumanik, Kota Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di Sungai Jabungan, Banyumanik, Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling di tiga stasiun berbeda yaitu stasiun 1 persawahan, stasiun 2 daerah alami, dan stasiun 3 pemukiman. Analisis data menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh yaitu diperoleh 17 genera perifiton dari kelas Bacillariophyceae dan 2 genera dari kelas Cyanophycea dengan kapadatan stasiun 1 sebesar 118.379 individu/cm2, stasiun 2 sebesar 85.324 individu/cm2, dan stasiun 3 sebesar 110.925 individu/cm2. Kandungan nitrat berkisar antara 3,13–3,67 mg/l dan fosfat berkisar antara 0,93–1,33 mg/l. Hubungan kepadatan perifiton dengan kandungan nitrat dan fosfat lemah dengan nilai korelasi 0,28. Tingkat kesuburan di Sungai Jabungan termasuk dalam kategori mesotrofik (kesuburan sedang) hingga eutrofik (kesuburan tinggi). ABSTRACT Jabungan River is one of several rivers in Semarang City that used for daily activities that affect water quality. One of several ways to know the water’s trophic state is counting the abundance of periphyton. The aim of this research is to know the abundance and correlation between periphytons with nitrate and phosphate, and also to know the water’s level of productivity in Jabungan River, Banyumanik, Semarang City. This research was conducted in March 2019 in Jabungan River, Banyumanik, Semarang City. The method in this research is purposive sampling. Data analysis using multiple linear regression methods. The results show 17 genera of periphytons from Bacillariophyceae and 2 genera from Cyanophycea. The abundance in line 1 were 118.379 organisms/cm2, line 2 were 85.324 organisms/cm2, and line 3 were 110.925 organisms/cm2. The number of nitrates were about 3,13–3,67 mg/l and phosphates were about 0,93–1,33 mg/l. The correlation between periphyton’s abundance and nitrate phosphate is weak with the number of correlation was 0,28. The water’s trophic state in Jabungan River between mesotrophic until eutrophic.
DISTRIBUSI DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS PADA LAHAN PENGEMBANGAN KONSERVASI MANGROVE DI DESA TIMBUL SLOKO KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Purba, Hotri Enty; Djuwito, -; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.927 KB)

Abstract

Sayung adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Demak yang terletak di daerah pesisir utara pulau Jawa. Makrozoobentos merupakan salah satu biota dalam ekosistem perairan sehubungan dengan peranannya sebagai organisme kunci dalam jaring makanan. Makrozoobentos dapat ditemukan pada berbagai substrat sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan keanekaragaman makrozoobentos dan mengidentifikasi kondisi makrozoobentos pada lahan konservasi mangrove. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2015. Sampling dilakukan dengan menarik line sepanjang 30 m tegak lurus garis pantai dengan menggunakan metode Purposive Random Sampling. Pengambilan data dari 3 stasiun dengan jarak 10 m antar stasiun, dilakukan pengamatan makrozoobentos dengan menggunakan kuadran transek 1 x 1 m, dan pengukuran kualitas air di 3 stasiun sampling. Jenis makrozoobentos yang ditemukan di lokasi penelitian adalah Cerithidea cingulata, Terebralia semistriata, T. sulcata, Telescopium telescopium, T. palustris, Natica gualteriana, Nereis sp, Capitella sp, Polynoe sp. Nilai presentase kelimpahan relatif yaitu stasiun 1 99,6%, stasiun 2 99,4% dan stasiun 3 99,9%. Nilai indeks keanekaragam yang diperoleh yaitu stasiun 1 sebesar 1,415 dengan stasiun 2 sebesar 1,703 dan stasiun 3 sebesar 2,097. Nilai indeks keseragaman yang didapatkan adalah pada stasiun 1 sebesar 0,727, stasiun 2 sebesar 0,775 dan pada stasiun 3 sebesar 0,954. Sedangkan nilai indeks dominasi yang diperoleh adalah stasiun 1 sebesar 0,289, pada stasiun 2 sebesar 0,232 dan stasiun 3 sebesar 0,13. Tingkat keanekaragaman makrozoobentos yang ditemukan cukup beragam. Kondisi makrozoobentos kemungkinan cukup baik, mendapat kategori sedang dengan kondisi tekanan ekologis penunjang cukup seimbang. Sayung is one of Subdistrict in the Demak Regency that located at the north coast regions of Java. Macrozoobentos is one of the most important group in an ecosystem waters related to their role as key, in a food chain. Macrozoobentos can live and found in various types of substrate, sediment. This research aims to know the distribution and diversity macrozoobentos on mangrove and to identify  condition of macrozoobentos on mangrove. The research was conducted in March 2015. Sampling was done by drawing a line of 30 m long across perpendicular to the shoreline using Purposive Random Sampling. Data collected from 3 station in distance 10 m lines to the observation macrozoobentos using 1 x 1 m quadran transect and measuring the water quality in the 3 sampel points. Type of macrozoobentos that found in locations Cerithidea cingulata, Terebralia semistriata, T. sulcata, Telescopium telescopium, T. palustris, Natica gualteriana, Nereis sp, capitella sp, polynoe sp. The percentage values of relative abundance is 99,6 % Station 1, Station 2 is 99.4 % and Station 3 is 99.9 %. Index Diversity and obtained at the station 1 is 1,415 and a station 2 is 1,703 for  stations 3 amounting to 2,097. Equitability index obtained at Station 1 ia 0727, Station 2 ia 0775 and on Station 3 is 0954. While the value of domination index is stations 1 0,289, on station 2 is 0,232 and stations 3 is 0.13. Macrozoobentos diversity levels found  are quite diverse. Macrozoobenthos state good possibility for life macrozoobentos, got the medium category with supporting ecological pressure conditions fairly balanced.
The Study Biological Aspects of Parapenaeopsis coromandelica on Cilacap Water, Central Java Widyaningrum, Pramesti Budi; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.991 KB)

Abstract

Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kabupaten yang memilki potensi yang tinggi di bidang perikanan tangkap karena terletak di pesisir pantai selatan Pulau Jawa dimana terdapat pangkalan perikanan yang terbesar. Pemanfaatan udang P.coromandelica yang terus meningkat, menyebabkan tingginya intensitas penangkapan dan menurunnya daya dukung lingkungan perairan Kab. Cilacap, hal ini memungkinkan perkembangan stok dari jenis udang ini terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi, status pemanfaatan dan konsep pengelolaan udang P. coromandalica di perairan Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling yaitu mengambil sampel udang sekitar 10% dari total hasil tangkapan salah satu alat tangkap jaring arad pada setiap TPI. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Desember 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan udang P.coromandelica jantan dan betina memiliki nilai b 1,657 dan 2,22 ini menunjukan bahwa pertumbuhan udang bersifat allometrik negative. Sebagian besar udang P.coromandelica belum matang gonad dan belum siap memijah. faktor kondisi untuk udang P.coromandelica jantan dan betina menunjukkan 1,054 dan 1,117 bahwa tubuh udang kurus. Nisbah kelamin jantan dan betina adalah 1 : 1,545 artinya bahwa perairan Kab. Cilacap tersebut masih normal. Nilai Lm 41 mm, Lc50% 37 mm dan nilai L∞ jantan dan betina adalah 53,68 mm dan 64,21mm. Nilai Lc50% lebih besar dari nilai setengah L∞, itu berarti udang P. coromandalica sudah layak tangkap.