cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
PENGARUH PERBEDAAN JENIS PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN Nannochloropsis sp. DILIHAT DARI KEPADATAN SEL DAN KLOROFIL α PADA SKALA SEMI MASSAL Octhreeani, Agatha Marline; Supriharyono, -; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.68 KB)

Abstract

Banyak pihak yang tertarik pada pembudidayaan mikroalga, karena selain mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, mudah didapat dan dikembangkan. Fitoplankton yang merupakan sumber rantai makanan di laut berperan sebagai produsen mikroalga. Tujuan Penelitian ini untuk melihat pengaruh jenis pupuk yang berbeda terhadap kepadatan sel dan kandungan klorofil α dari fitoplankton Nannochloropsis sp., agar dapat dilihat pupuk terbaik yang dapat  digunakan untuk pertumbuhan, dalam skala semi massal, dan untuk mengetahui pertumbuhan Nannochloropsis sp. yang dilihat dari kepadatan sel dan kandungan klorofil α tertinggi dari jenis pupuk yang berbeda. Metode yang digunakan adalah eksperimentasi dengan menerapkan teknik kultur skala semi massal, dengan diberikan perlakuan dari tiga jenis pupuk yang berbeda Walne, BBLsm dan Guillard diberlakukan masing-masing tiga kali ulangan. Pertumbuhan yang cepat terjadi melalui pembelahan sel sehingga pertumbuhannya dapat didorong dengan memperkaya kandungan kultur melalui pemupukan, menurut Kurniaty (2009) skala semi massal menggunakan pupuk bahan kimia murni Pro Analisis, pupuk teknis. Kemudian dilakukan pengamatan dan perhitungan kepadatan sel dan pengukuran kandungan klorofil α. Setelah dilakukan pengamatan dilakukan analisa data untuk mengetahui perbedaan dan keterkaitan antar perlakuan terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Hasil analisis data menunjukkan bahwa semua pupuk mempengaruhi pertumbuhan Nannochloropsis sp. yang dilihat dari kepadatan sel dan kandungan klorofil α, perlakuan dengan pupuk BBLsm lebih unggul dibanding dengan perlakuan yang lain, yaitu pada masa puncak dengan kepadatan 5416 x 104 sel/ml dengan kandungan klorofil 5,82 μg/l, pupuk Guillard yang mengalami puncak kepadatan sel pada hari ke-delapan yang mengahasilkan 4741 x 104 sel/ml dengan kandungan  klorofil 6,54 μg/l dan pupuk Walne pada masa puncak menghasilkan kepadatan sel 1733 x 104 sel/ml dengan kandungan klorofil 4,13 μg/l hasilnya lebih rendah dibanding dengan perlakuan yang lain. Many partices who are interested in cultivating the mikroalga, because in addition to having a high economic value, are easily obtained and developed. Phytoplankton which is the source of the food chain in the Ocean acts as a manufacturer mikroalga. The purpose of this research was to look at the effects of different types of fertilizers on chlorophyll content and cell density of phytoplankton Nannochloropsis sp., in order that it can be seen the best fertilizer that can be used for growth, the scale of the mass, spring and to know the growth of Nannochloropsis sp. is seen from the chlorophyll content and cell density% u03B1 highest of different types of fertilizers. The method used is the experimentation by applying techniques of mass spring scale, cultures with a given treatment of three types of different fertilizer Walne, BBLsm and Guillard enacted each of the three times repeated. Rapid growth occurs through cell division so that its growth can be encouraged to enrich the content of culture through fertilization, according to Kurniaty (2009) spring mass-scale use of fertilizer chemicals, fertilizer Analysis Pro pure technical. Then conducted observation and calculation of the density of cells and measurement of chlorophyll content of% u03B1. After observations conducted data analysis to find out the difference and relation between treatment of growth of Nannochloropsis sp.. Results of the analysis of the data indicates that all fertilizer affect the growth of Nannochloropsis SP. is seen from the chlorophyll content α and cell density% u03B1, BBLsm fertilizer treatment is superior compared with other treatments, namely at the Summit with a density of 46 x 104 cells/ml with the chlorophyll content of α, fertilizer that is experiencing the peak of cell density on the eight mengahasilkan 4741 x 104 cells/ml with chlorophyll content was at 6.54% u03BCg/l and fertilizer at the time of peak produced Walne density cell 1733 x 104 cells/ml with the chlorophyll content αresults were lower compared to other treatments.
STATUS PENCEMARAN PERAIRAN WADUK JATIBARANG KOTA SEMARANG PADA BERBAGAI KEGIATAN PERUNTUKAN Water Pollution Status of Jatibarang Reservoir, Semarang City in Various Activities Allocation Fristiwi Silvi Melinda; Siti Rudiyanti; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.277 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24245

Abstract

ABSTRAK Waduk Jatibarang terletak di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang resmi dioperasikan pada tahun 2014. Pemanfaatan Waduk Jatibarang sebagai penyedia air baku, tempat pariwisata dan kegiatan perikanan. Pemanfaatan waduk dapat menurunkan kualitas air. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui status pencemaran perairan Waduk Jatibarang berdasarkan berbagai kegiatan peruntukan (kegiatan pariwisata, perikanan dan penyediaan air baku). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Pebruari 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan contoh air menggunakan metode purposive sampling, dilakukan 2 (dua) kali pengambilan dengan rentang waktu 1 bulan. Penelitian dilakukan dengan mengukur variabel kualitas air yang terdapat pada PP Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, antara lain Temperatur, TSS, pH, DO, BOD, COD, Amonia dan Total Coliform. Selanjutnya di analisis dengan metode Indeks Pencemaran sesuai KepMen LH Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Perairan Waduk Jatibarang memiliki temperatur berkisar antara 30 - 31◦C, TSS 20 - 80 mg/l, pH netral, DO 6,8 - 8,6 mg/l, BOD 1,46 - 3,95 mg/l, COD 9,7 - 15,69 mg/l, Amonia 0,110 - 0,566 mg/l dan Total Coliform 15 – 4.600 sel/100 ml. Status pencemaran pada dermaga Waduk Jatibarang (kegiatan pariwisata) tercemar ringan – sedang (IP = 3,62 - 5,49). Inlet Waduk Jatibarang (Kegiatan Perikanan) tercemar ringan – sedang (IP = 2,88 – 5,93). Outlet Waduk Jatibarang (penyediaan air baku) tercemar ringan (IP = 1,43 – 1,84). ABSTRACT Jatibarang Reservoir is located in the Village Kandri, District Gunung Pati, Semarang officially operated in 2014. Utilization of Jatibarang Reservoir as a provider of raw water, tourism sites and fisheries activities. Utilization of reservoirs can reduce water quality. The purpose of research to determine the water pollution status of Jatibarang Reservoir in based on the various activities allocation (tourism, fisheries and raw water supply). Research was conducted on January - February 2019. The method used is a survey method. Water sampling using purposive sampling with two replicate and sampling interval 1 month. The research was conducted by measuring the water quality variables by activities allocation according with Government Regulation Number 82 of 2001 about Management of Water Quality and Water Pollution Control, among others temperature, TSS, pH, DO, BOD, COD, ammonia and Total Coliform. Furthermore, analized with Pollution Index according to the decree of the minister of environment of the republic of indonesia number 115 year 2003 regarding Guidelines for Determination of Water Quality Status. Jatibarang Reservoir waters have temperature ranging between 30 - 31◦C, TSS 20 - 80 mg/l, pH neutral, DO 6,8 – 8,6 mg/l, BOD 1,46 – 3,95 mg/l, COD 9,7 - 15,69 mg/l, Ammonia 0,110 – 0,566 mg/l and Total Coliform 15 – 4.600 cells/100 ml. Pollution status of the dock Jatibarang Reservoir (tourism activity) lightly - moderatly polluted (IP = 3,62 – 5,49). Inlet of Reservoir Jatibarang (fisheries activity) lightly - moderately polluted (IP = 2,88 - 5,93). Outlet of Reservoir Jatibarang lightly polluted (IP = 1,43 – 1,84).
EVALUASI UPAYA KONSERVASI MANGROVE BERDASARKAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA TIMBUL SLOKO, SAYUNG, DEMAK Setyoningsih, Dwi; Anggoro, Sutrisno; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.816 KB)

Abstract

Kondisi mangrove di desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak telah mengalami kerusakan akibat abrasi. Hutan mangrove di Kabupaten Demak merupakan salah satu ekosistem yang menerima dampak akibat perencanaan dan pengelolaan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi upaya konservasi mangrove, mengetahui partisipasi masyarakat dalam menunjang konservasi mangrove, dan mengetahui hubungan antara partisipasi masyarakat dan upaya konservasi mangrove di desa Timbul Sloko. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung,  Demak. Variabel yang diukur adalah tingkat upaya konservasi dan partisipasi masyarakat yang  meliputi persepsi, aspirasi dan aksi masyarakat mengenai pengetahuan tentang hutan mangrove dan manfaatnya bagi kehidupan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai dasar wawancara. Analisis data menggunakan program SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas berdasarkan nilai modus kuesioner dari setiap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya konservasi mangrove di desa Timbul Sloko cukup dipahami oleh responden dengan skor 3; dimana kegiatannya meliputi pemeliharaan mangrove, menyusun rancangan kegiatan pengelolaan mangrove serta kesediaan penggunaan lahan untuk ditanami mangrove dan reboisasi. Sebagian besar responden berpartisipasi aktif dimana untuk responden nelayan 85,7%, wiraswasta 51,0% dan petani 67,9%. Hubungan antara partisipasi dan upaya konservasi kurang erat, dimana nilai r dan R2 pada nelayan sebesar -0,310 dan 9,61%; pada wiraswasta sebesar -0,247 dan 6,101%; dan pada petani sebesar 0,005 dan 0,003%. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan, rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan alam dan turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok pengelola. Mangrove condition in the Timbul Sloko village, Sayung sub-district, Demak regency has been degrading because of abrasion. Mangrove forest in Demak is one of the impacted ecosystem due to incorrect planning and management. The purpose of this study were to identify mangrove conservation efforts, to know community participation in supporting mangrove conservation and to know the correlation between community participation and mangrove conservation efforts in the Timbul Sloko village. The research conducted in February 2015 at the Timbul Sloko village, Sayung sub-district, Demak regency. The measured variables were conservation effort level and community participation that composed of perception, aspiration and action on their knowledge about mangrove and it’s benefits for life. Data collected using questionnaires as a based for interview. Data analysed using SPSS to test validity and realibility of modus questionnaire score from respondents. Mangrove conservation effort at the Timbul Sloko village was moderate to be understand by respondents with score of 3, the activities include mangrove cultivation, planning for management and land use availability for planting and reforestation of mangrove. Most respondents participate actively inwhich for respondents fishermen 85.7%,  farmers 51,0% and entrepreneur 67.9%. Correlation between participation and conservation effort was less related in which the r and R2 value for fishermen are -0.310 and 9.61%; entrepreneur -0.247 and 6.101%; and farmers 0.005 and 0.003%. This are happened because lack of knowledge, low education level and less-awareness to protect nature environment and to participate in the organized activities by the management group.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS PADA SUBSTRAT DASAR BERLOGAM TIMBAL (Pb) DI PESISIR TELUK JAKARTA Marbun, Lolo Ray; -, Ruswahyuni; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.718 KB)

Abstract

Teluk Jakarta sebagai pintu gerbang masuk ibukota telah mengalami pencemaran yang telah melewati ambang batas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kadar konsentrasi timbal (Pb) dalam substrat terhadap kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobenthos di pesisir Teluk Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, sedangkan metode yang digunakan untuk pengambilan sampel metode purposive sampling. Adapun lokasi sampling sebagai berikut :Stasiun I (Muara Cengkareng), Stasiun II (Muara Marina), Stasiun III (Muara Merunda).Hasil perhitungan pada Stasiun I diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 100 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 1,88, indeks keseragaman sebesar 0,76 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 50,02 ppm. Hasil perhitungan pada Stasiun II diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 893 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 0,32, indeks keseragaman sebesar 0,15 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 7,145 ppm. Hasil perhitungan pada Stasiun III diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 18 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 1,2, indeks keseragaman sebesar 0,75 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 35,73 ppm.
HUBUNGAN PERSENTASE TUTUPAN KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PULAU MENJANGAN KECIL, KEPULAUAN KARIMUNJAWA, KABUPATEN JEPARA,JAWA TENGAH (Relationship of Coral Cover Percentage with Reef Fishes Abundance in Menjangan Kecil Island, Karimunjawa Island, Jepara) Fahmi, Fahmi; Supriharyono, Supriharyono; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.694 KB)

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan kekayaan sumberdaya laut yang memiliki peranan penting dalam mendukung kehidupan berbagai organisme perairan. Salah satu organisme yang memiliki ketergantungan hidup pada terumbu karang adalah ikan karang. Hal ini dikarenakan ikan karang melalui fase hidup sebagian atau seluruhnya di terumbu karang, sehingga terumbu karang menjadi tempat tinggal, tempat mencari makan, tempat berlindung dan tempat berkembang biak.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2017, dengan tujuan untuk mengetahui persentase tutupan karang hidup dan kelimpahan ikan. Serta hubungan persentase tutupan karang dengan kelimpahan ikan karang pada sisi Barat dan Timur Pulau Menjangan Kecil kedalaman 1 dan 3 meter. Metode yang digunakan adalah metode observasi lapangan, dengan metode sampling menggunakan transek garis (line transect) pada data karang dan visual census untuk data ikan sepanjang 25m. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Persentase rata-rata tutupan karang yang diperoleh pada kedalaman 1 meter sisi Barat adalah 73,39%, sedangkan pada kedalaman 3 meter adalah 85,97%. Persentase tutupan karang pada kedalaman 1 meter sisi Timur adalah 63,73%, sedangkan pada kedalaman 3 meter adalah 77,61%. Secara keseluruhan kondisi terumbu karang masih tergolong baik. Kelimpahan rata-rata ikan pada sisi Barat kedalaman 1 meter adalah 70 individu/125 m2, sedangkan pada kedalaman 3 meter adalah 232 individu/125 m2. Kelimpahan ikan sisi Timur kedalaman 1 dan 3 meter masing-masing adalah 49 dan 138 individu/125 m2. Hasil perhitungan indeks korelasi secara keseluruhan menghasilkan nilai 0,8415 dengan koefesien determinasi sebesar 0,7081. Hal ini menunjukkan bahwa pola hubungan persentase tutupan karang dengan kelimpahan ikan karang kuat (signifikan) dan positif (searah). Coral reef ecosystem is a wealth of marine resources that have an important role in supporting the life of various aquatic organisms. One of the organisms that has a living dependence on coral reefs is reef fish. This is because coral fish through a partial or complete life phase on the coral reef, so that coral reefs become a place to live, a place to find food, shelter and breeding ground. The study was conducted in May 2017, with the objective of knowing the percentage of live coral cover and fish abundance. And the correlation of percentage of coral cover with abundance of reef fish on West and East side of Menjangan Kecil Island depth of 1 and 3 meters. The method used is field observation method, with sampling method using line transect on coral data and visual census for fish data along 25m. The results of this study indicate that the average percentage of coral cover obtained at a depth of 1 meter west side is 73.39%, while at a depth of 3 meters is 85.97%. The percentage of coral cover at depth of 1 meter East side is 63,73%, while at depth 3 meter is 77,61%. Overall the condition of coral reefs is still quite good. The average abundance of fish on the west side of 1 meter depth is 70 individuals / 125 m2, while at 3 meters depth is 232 individuals / 125 m2. The abundance of fish on Eastern side, depth of 1 and 3 meters respectively were 49 and 138 individu / 125 m2. Result of calculation of correlation index as a whole yield value 0,8415 with coefficient of determination equal to 0,7081. This shows that the pattern of correlation of percentage of coral cover with abundance of reef fish is strong (significant) and positive (unidirectional).
PENGARUH LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP KELIMPAHAN MAKROBENTHOS DI SUNGAI ELO MAGELANG Wulandari, Angela Herma Gita Retno; Hutabarat, Sahala; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.013 KB)

Abstract

Sungai Elo digunakan sebagai salah satu lokasi pembuangan limbah cair tahu, diduga telah mengalami penurunan kualitas perairan. Adanya masukan polutan seperti bahan organik dari limbah cair tahu yang berlebih akan menyebabkan pencemaran dan akan berdampak pada kehidupan makrobenthos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh limbah cair tahu terhadap kelimpahan makrobenthos, mengetahui kondisi perairan yang ditimbulkan oleh buangan limbah cair tahu berdasarkan bio-indikator makrobenthos, dan mengetahui korelasi antara kelimpahan makrobenthos dengan bahan organik di Sungai Elo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 – Januari 2014 di Sungai Elo Magelang. Penelitian ini dilakukan pada 3 stasiun. Materi penelitian adalah makrobenthos dan bahan organik yang terdapat di Sungai Elo. Metode yang digunakan adalah metode survei dan metode deskriptif. Makrobenthos yang diperoleh selama penelitian di Sungai Elo terdiri dari 6 kelas yaitu Oligochaeta 2 genus, Polychaeta 1 genus, Clitellata 1 genus, Hexapoda 1 genus, Gastropoda 3 genus, dan Bivalvia 1 genus. Genus yang paling banyak ditemukan Melanoides sp. (144,38%), Tubifex sp. (53,30%), dan Elimia sp. (49,21%). Kelimpahan makrobenthos terbesar terdapat pada stasiun II sebesar 1284 ind/m3 dan terendah terdapat pada stasiun I sebesar 327 ind/m3. Kandungan bahan organik berkisar antara 5,63 – 17,67 mg/l termasuk dalam kategori sedang-tinggi. Nilai Saprobik Indeks (SI) dalam analisa Saprobitas adalah -3 yang berarti perairan tercemar berat. Hasil uji korelasi regresi antara kelimpahan makrobenthos dengan kandungan bahan organik diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,678. Koefisien korelasi (r) sebesar 0,823 dengan nilai koefisien 0,7 < r ≤ 0,9 yang menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut cukup kuat. Elo River was used as a location dismissal of Soybean Liquid Waste, has assumed been degradation of water quality. The existence of polutan like organic materials from soybean liquid waste will be contain and be affect to longlife of macrobenthos. The aim was to identify structure of macrobenthos community, the impact of soybean liquid waste based on macrobenthos bio-indicator, and corelation between macrobenthos abundance and organic materials in Elo River. The research was implemented on December 2013 - Januari 2014 in 3 location stations. The materials were organic materials and macrobenthos. The Method were Survey and Descriptive Method. The result was macrobenthos have been obtained consist of 6 classes, these were Oligochaeta (2 genus), Polychaeta (1 genus), Clitellata (1 genus), Hexapoda (1 genus), Gastropoda (3 genus), and Bivalve (1 genus). The most species founded was Melanoides sp. (144,38%), Tubifex sp. (53,30%), and Elimia sp. (49,21%). The biggest of macrobenthos abundance in station II, meanwhile the lowest of macrobenthos abundance in station I. Diversity index value all of stations ranging from 0,5 – 1,5. Content of organic material ranging from 5,63 – 17,67 mg/l include in moderate category. The value of saprobic index was -3, mean Elo River`s water wich high polutan. Result of regression test among macrobenthos abundance with content of organic material in Elo River obtained determination coefficient value (R2) was 0,678. Coefficient Corellation (r) was 0,823 with value of coefficient 0,7 < r ≤ 0,9 that sound was relationship among two variable strength enough.
ASPEK BIOLOGI UDANG Metapenaeus conjunctus DI PERAIRAN PEMALANG, JAWA TENGAH Biological Aspects of Metapenaeus conjunctus Shrimp in the Pemalang Water, Central Java Siraj, Ahmad Zhafran; Saputra, Suradi Wijaya; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 4 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.168 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i4.26556

Abstract

Penangkapan udang Metapenaeus conjunctus secara intensif serta tidak berpedoman kepada pendekatan pembangunan berkelanjutan dapat menyebabkan sumber daya M. conjunctus terkuras dan juga tingkat eksploitasinya menjadi tidak efisien. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengkajian kepada aspek-aspek biologi udang M. conjunctus seperti: komposisi hasil tangkapan, struktur ukuran, nisbah kelamin, ukuran pertama kali udang tertangkap (L50%), sifat pertumbuhan, faktor kondisi, dan Tingkat Kematangan Gonad. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan April sampai Juni 2017. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey. Sampel udang M. conjunctus diambil 1 kali setiap bulan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Asemdoyong dan Tanjungsari di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Setiap bulan dilakukan satu kali pengambilan sampel. Sampel udang diambil dari total hasil tangkapan salah satu perahu pada setiap TPI. Jumlah sampel udang M. conjunctus yang diteliti yaitu 898 ekor.  Hasil penelitian menunjukkan modus panjang karapas udang bulan April 114-129 mm, bulan Mei 82-97 mm, bulan Juni 66-81 mm. Udang M. conjunctus jantan memiliki sifat pertumbuhan isometrik, dan pada udang betina allometrik positif. Nilai faktor kondisi udang jantan adalah 1, sedangkan udang betina 1,15 yang berarti udang betina lebih montok. Ukuran pertama kali tertangkap (L50%) udang jantan 95 dan 92 mm pada udang betina. Tingkat Kematangan Gonad udang pada bulan April didominasi TKG II 47% udang jantan dan 50% udang betina, bulan Mei didominasi TKG I 76%, bulan Juni didominasi TKG I sebesar 75%. Perbandingan nisbah kelamin udang M. conjunctus jantan dan betina yaitu 1:1,99. Konsep pengelolaan udang M. conjunctus di perairan Kabupaten Pemalang penggunaan alat tangkap selektif dengan mesh size yang sesuai, dan operasi penangkapan dilakukan jauh dari bibir pantai. Hal tersebut sesuai dengan prinsip pengelolaan perikanan berkelanjutan. The intensive catching of Metapenaeus conjunctus shrimp and not guided by the sustainable development approach can cause M. conjunctus resources to be drained and also the level of exploitation becomes inefficient. The purpose of this study is to study the biological aspects of M. conjunctus shrimp such as catch composition, size structure, sex ratio, size of the first time the shrimp was caught (L50%), growth characteristics, condition factors, and Gonad Maturity Level. The research was conducted from April to June 2017. The research method used was the survey method. M. conjunctus shrimp samples were taken once a month from Asemdoyong and Tanjungsari Fish Auction Sites in Pemalang District, Central Java. Every month sampling is done. Shrimp samples were taken from the total catch of one boat at each TPI. The number of samples of M. conjunctus shrimp studied was 898. The results showed the long mode of shrimp carapace in April 114-129 mm, in May 82-97 mm, in June 66-81 mm. Male M. conjunctus shrimp have isometric growth properties, and in allometric positive shrimp. The value of the condition factor of male shrimp is 1, while female shrimp is 1.15, which means female shrimp is plumper. The first size caught (L50%) was 95 and 92 mm male shrimp in female shrimp. Maturity Level of shrimp in April was dominated by TKG II 47% male shrimp and 50% female shrimp, in May dominated TKG I 76%, in June dominated TKG I by 75%. A comparison of male and female M. conjunctus shrimp sex ratio is 1: 1,99. The concept of management of M. conjunctus shrimp in Pemalang Regency waters uses selective fishing gear with an appropriate mesh size, and fishing operations are carried out far from the shoreline. This is by following the principles of sustainable fisheries management.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PRIMER TAMBAK IKAN BANDENG (Chanos chanos, FORSSKAL) DENGAN DATA CITRA SATELIT IKONOS DI KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH Juniarta, Andrian; Hartoko, Agus; Suryanti, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.382 KB)

Abstract

Kabupaten Pati salah satu sentra penghasil ikan bandeng terbesar di Propinsi Jawa Tengah. Hal tersebut tentunya dapat memberikan pengaruh terhadap perubahan kualitas kesuburan perairan yang dipengaruhi oleh adanya unsur hara, klorofil-a, nitrat, fosfat, dan fitoplankton. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2015 di tambak ikan Bandeng Kabupaten Pati, bertujuan mengetahui kandungan klorofil-a, nitrat, fosfat, dan fitoplankton di beberapa wilayah tambak ikan bandeng dengan citra satelit resolusi tinggi serta mengetahui keterkaitan antara klorofil-a dengan nitrat, fosfat serta fitoplankton. Metodenya yaitu metode deskriptif dengan teknik purposive random sampling, dan interpretasi citra IKONOS. Kandungan klorofil-a di tambak semua tergolong oligotrofik, kecuali VI tergolong mesotrofik. Kandungan nitratnya di tambak II, III, IV, V, VII, dan VIII tergolong oligotrofik, dan tambak I, VI, dan IX tergolong mesotrofik. Berdasarkan kandungan fosfatnya, semua tambak tergolong oligotrofik. Fitoplankton yang mendominasi yaitu genus Nitzchia, Navicula, dan Ulothrix. Pada tambak I, II, III, IV nilai indeks keanekaragaman, kestabilan komunitas dan penyebaran jumlah individu setiap jenis fitoplankton termasuk dalam kategori sedang, pada tambak V, VI, VII, VIII, IX dalam kategori rendah. Nilai indeks keseragaman tambak I dan II yaitu stabil, relatif sama dan tidak ada yang mendominasi sedangkan tambak III, IV, V, VI, VII, VIII, IX tidak merata dan ada jenis yang mendominasi. Hubungan antara klorofil-a dengan nitrat lebih kuat daripada klorofil-a dengan fosfat yang dibuktikan pada hasil regresi polinomial dimana nilai (r) klorofil-a dengan nitrat sebesar 0,771 sedangkan nilai (r) klorofil-a dengan fosfat sebesar 0,301, klorofil-a dengan fitoplankton dengan nilai (r) 0.3951. Pati regency one of the largest center's milkfish producer in The Central Java Province. It certainly can give effect to changes in fertility quality of waters affected by the presence of nutrients, nitrates, phosphates, chlorophyll-a, phytoplankton. This research was conducted in May 2015 in Pati regency milkfish ponds, aims to determine the content of chlorophyll-a, nitrate, phosphate, and phytoplankton in some areas milkfish ponds with high-resolution satellite imagery and determine the relationship between chlorophyll-a by nitrates, phosphates and phytoplankton. The method used is descriptive method with purposive random sampling technique, and interpretation of IKONOS imagery. The results based on content of chlorophyll-a in ponds I, II, III, IV, V, VII, VIII, IX classified oligotrofik, and pond VI classified mesotrofik. Based on the content of nitrate in ponds II, III, IV, V, VII, and VIII classified oligotrofik, and ponds I, VI and IX classified mesotrofik. Based on the content of phosphate, all ponds classified oligotrofik. Namely of phytoplankton dominate the genus Nitzschia, Navicula, and ulothrix. At the ponds I, II, III, IV value of diversity index, the stability of communities and the spread of the number of individuals of each species of phytoplankton in medium category, in ponds V, VI, VII, VIII, IX index value of diversity, the stability of communities and the spread of the number of individuals of each species phytoplankton are included in the low category. Ponds uniformity index value I and II are stable, relatively the same and no one dominates, while ponds III, IV, V, VI, VII, VIII, IX is uneven and there is a dominant species. The relationship between chlorophyll-a by nitrate is stronger than chlorophyll-a with phosphate as evidenced in the results of polynomial regression in which the value (r) of chlorophyll-a with nitrate of 0.771 while the value (r) of chlorophyll-a with phosphate at 0.301, chlorophyll-a with phytoplankton value (r) 0.3951.
KELIMPAHAN SERTA PREDASI Acanthaster planci di PERAIRAN TANJUNG KELAYANG KABUPATEN BELITUNG Fahreza, Anugrah Dwi; Purnomo, Pujiono Wahyu; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.047 KB)

Abstract

Kabupaten Belitung khususnya pantai Tanjung Kelayang memiliki potensi ekosistem terumbu karang dengan kondisi yang alami. Sedikitnya penelitian tentang kondisi terumbu karang di kawasan ini, menyebabkan sedikitnya informasi kondisi terumbu karang yang ada, sehingga pengelolaannya menjadi kurang diperhatikan. Pemanfaaatan terumbu karang yang kurang diperhatikan menyebabkan kerusakan terumbu karang menjadi tidak terkontrol, termasuk berkembangnya Acanthaster planci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kelimpahan dari Acanthaster planci pada daerah terumbu karang di perairan Tanjung Kelayang, serta mengetahui predasi atau pemangsaan Acanthaster planci pada karang. Metode dalam penelitian ini adalah metode survei dengan Line Intercept Transect (LIT) dan Kuadran Transect ( ukuran 2,5 x 2,5 cm2) digunakan untuk pengambilan data tutupan terumbu karang dan kelimpahan Acanthaster planci serta untuk pengambilan data predasi Acanthaster planci. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Lengkuas Kabupaten Belitung, mulai bulan Juni sampai Agustus 2012. Pengamatan yang dilakukan terhadap penutupan karang hidup pada stasiun I adalah 5228cm2 dan pada stasiun II adalah 4070cm2. Untuk kelimpahan Acanthaster planci didapatkan pada masing-masing stasiun adalah 7 dan 5 individu, yang dikategorikan mempunyai ancaman lemah karena mempunyai kepadatan kurang dari 14 ind/1000m2 (0,014 individu/m2). Predasi Acanthaster planci yang diamati pada 2 stasiun, dimana pada masing-masing stasiun didapatkan ukuran rata-rata dan tingkat pemangsaan individu, yaitu pada stasiun I 17,8 cm dan stasiun II 19,3 cm dengan predasi rata-rata 176,6 dan 221,3 cm2. Predasi yang terjadi di stasiun II lebih tinggi dari stasiun I dimana tingkat predasi juga dipengaruhi oleh ukuran dari individu yang berbeda pada stasiun I dan II, dengan preferensi utama pemangsaan adalah jenis Acropora Sp.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI BLEBAK SEBAGAI OBYEK REKREASI PANTAI DI KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH Febrilia, Anggita Yohana; Rudiyanti, Siti; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.895 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22538

Abstract

Pantai Blebak adalah destinasi wisata pantai di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara yang memiliki peluang untuk dikembangkan akan tetapi terdapat kendala yaitu informasi mengenai pantai ini belum terekspose dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata, persepsi masyarakat dan pengunjung tentang daya tarik, fasilitas, aksesibilitas dan kepedulian lingkungan; serta menilai kesesuaian wisata Pantai Blebak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif dengan membagikan kuesioner kepada 30 responden masyarakat menggunakan teknik purposive sampling, 30 responden pengunjung menggunakan teknik accidental sampling dan metode kuantitatif untuk mengukur kesesuaian wisata Pantai Blebak. Potensi wisata  yaitu 1). Potensi Biologi : empat jenis mangrove (Rhizopora mucronata , R. apiculata, Avicenia alba, Sonneratia sp) dan terdapat satu jenis lamun (Thalassia hemprichii) serta makrofauna (kepiting, gastropoda dan bivalvia); 2.) Potensi Fisik : Atraksi wisata (Pemandangan alam, pasir putih, perairan jernih dan ombak tenang); Aksesibilitas (sejauh 13 km dari Kota Jepara, kondisi jalan sudah beraspal); Fasilitas (akomodasi penginapan, kurangnya penerangan jalan, tersedianya air bersih dari sumur tanah, hanya terdapat 4 toilet dan 2 mushola; Aktivitas masyarakat dan pengujung berjalan dengan baik 3.) Potensi Budaya : sedekah laut dilaksanakan satu minggu setelah hari raya Idul Fitri. Persepsi responden tentang daya tarik wisata yaitu baik, fasilitas yaitu kurang baik, aksesibilitas dan kepedulian lingkungan yaitu baik. Hasil perhitungan Indeks Kesesuaian Wisata Pantai Blebak yaitu tergolong dalam kategori pantai yang sesuai untuk kegiatan rekreasi pantai Blebak Beach is coastal tourist destinations in the Sekuro Village, Mlonggo Sub-district that has a chance to be developed but there are constraints on information about this beach that has not being well exposed. The purpose of this study were to reveal the potential of tourism, perception of community and visitors about attractivenees, facility, accessibility and environmental awareness; and to assess the tourism suitability of the beach. This research was conducted in March 2018. The methods used in this research was qualitative method by distribute questionnaires to 30 community respondents using purposive sampling technique, 30 visitors respondents using accidental sampling technique and quantitative method to measure the tourism suitability of the beach. Tourism potentials include 1). Biological Potentials: four types of mangrove (Rhizopora mucronata, R. apiculata, Avicenia alba, Sonneratia sp) and one type lamun (Thalassia hemprichii), macrofauna (crabs, gastropods and bivalves); 2.) Physical Potentials: Tourist attraction (Natural scenery, white sand, clear waters and calm waves); Accessibility (as far as 13 km from Jepara City, road conditions have been paved); Facilities (Hotel accommodation, poor lighting, availability of clean water  from ground wells, 4 toilets and 2 mushollas, Activity of community and visitors are going well 3.) Cultural Potentials: sea charity which held in a week after Eid Mubarak. Perception of the respondents  about attraction are good, facilities are deficient, accessibility and environmental awareness are good. The calculation result of Suitability Index of Blebak Beach is classified into the appropriate category for recreational beach activities.Â