cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
VALUASI EKONOMI MANFAAT LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG KAWASAN WADUK MALAHAYU, KABUPATEN BREBES Sofiana, Sofiana; Solichin, Anhar; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.593 KB)

Abstract

ABSTRAK Waduk Malahayu merupakan waduk yang mempunyai peranan penting baik bagi warga masyarakat sekitar maupun bagi pemerintah Kabupaten Brebes. Hal ini dikarenakan warga masyrakat memanfaatkan Waduk Malahayu sebagai alat pemenuh kebutuhan mereka seperti kegiatan perikanan tangkap, kegiatan pariwisata, kegiatan penggunaan air bersih, kegiatan transportasi waduk dan kegiatan irigasi sawah. Oleh karena itu Waduk Malahayu menjadi waduk yang perlu dilestarikan keberadaannya untuk menjaga sumberdaya yang mempunyai nilai ekonomi tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2016 di Waduk Malahayu yang bertujuan untuk mengetahui secara ekonomi nilai manfaat langsung kawasan Waduk Malahayu dan secara ekonomi manfaat tidak langsung kawasan Waduk Malahayu. Metode yang digunakan yaitu metode penilaian harga pasar untuk sektor perikanan tangkap, metode biaya perjalanan untuk sektor pariwisata, metode Effect on Production Approach(EOP) untuk sektor air bersih dan metode Contingent Valuation Method(CVM) untuk sektor irigasi. Metode penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling untuk perikanan tangkap, convenience sampling untuk pariwisata, cluster sampling untuk air bersih, sensus dan convenience sampling untuk transportasi serta purposive sampling untuk irigasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi manfaat langsung sektor perikanan tangkap yaitu sebesar Rp. 1.369.180.000/tahun, sektor pariwisata yaitu Rp. 3.542.398.400/tahun, sektor air bersih sebesar Rp. 210.360.000/tahun dan sektor transportasi sebesar Rp. 375.407.002/tahun. total nilai ekonomi manfaat langsung yaitu Rp. 5.497.345.402/tahun. Nilai ekonomi manfaat tidak langsung yaitu dari sektor irigasi mempunyai Nilai ekonomi sebesar Rp. 1.101.500.000/tahun. Kata Kunci : Valuasi Ekonomi; Manfaat Langsung; Manfaat Tidak Langsung; Waduk  ABSTRACT Malahayu reservoir is a reservoir that has an important role both for the citizens and the government around Brebes. This is because citizens of the community utilizing Malahayu Reservoir as a means of fulfilling their needs as the activities of fisheries, tourism, fresh water, transportation reservoirs and irrigated rice fields plantation. Therefore Reservoir Malahayu into reservoirs that need to be preserved its existence to keep the resources which have economic values. The study was conducted in January-February 2016 in Reservoir Malahayu which aims to determine the economic values of the direct and indirect economic benefits of Malahayu Reservoir area. The method used are the market price valuation method for the fisheries sector, method of travel costs for the tourism sector, the method Effect on Production Approach (EOP) for the water sector and the methods of Contingent Valuation Method (CVM) for the irrigation sector. The method to determine the respondents used purposive sampling techniques for capture fisheries, convenience sampling for tourism, cluster sampling for clean water, census and convenience sampling for transporationt as well as purposive sampling for irrigation. The results showed the economic values of direct benefit fisheries sector is IDR 1,369,180,000 per year , the tourism sector is IDR 3,542,398,400/year, water sector amounting to IDR 210,360,000 per year and the transportation sector amounted to IDR 375,407,002 per year. The total values of the direct economic benefits of IDR 5,497, 345, 402 per year. The economic values of the indirect benefits of the irrigation sector that has economic values of IDR 1,101,500,000per year. Keywords: Economic Valuation, Benefits Direct, Indirect Benefits, Malahayu Reservoirs
TOKSISITAS LIMBAH CAIR PENCUCIAN UDANG dari PASAR KOBONG, SEMARANG TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROALGA Chlorella sp. Harry Saxena Saragih; Siti Rudiyanti; Haeruddin Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.948 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22530

Abstract

Pasar Kobong merupakan pasar ikan di kawasan Pengapon, Kecamatan Semarang Utara. Kegiatan pengolahan dan penjualan produk perikanan di pasar ini menghasilkan limbah cair yang berasal dari pencucian ikan dan limbah padat yang berasal dari sisa-sisa kulit ikan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas dan pengaruh limbah cair pencucian udang terhadap pertumbuhan kultur Chlorella sp. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2017 di laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan, Universitas Diponegoro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang diberikan pada media uji Chlorella sp. adalah konsentrasi air limbah 0%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%, kemudian dihitung kepadatan akhirnya. Pada penelitian ini juga dilakukan pengukuran parameter DO, amonia, nitrit, dan H2S untuk mengetahui jumlah kandungannya pada limbah cair pencucian udang tersebut. Hasil perhitungan probit stimulasi dengan logaritma konsentrasi limbah kemudian dianalisis menggunakan uji anova dan uji regresi. Hasil uji anova menunjukkan bahwa konsentrasi limbah pencucian udang berpengaruh terhadap pertumbuhan Chlorella sp. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa log konsentrasi limbah cair dengan probit stimulasi pertumbuhan Chlorella sp. memiliki hubungan sangat erat dengan nilai r = 0,9345. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa limbah cair pencucian udang dari pasar Kobong mengandung amonia, nitrit, dan H2S pada setiap konsentrasi perlakuan. Berdasarkan uji toksisitas disimpulkan bahwa limbah cair pencucian udang dari pasar Kobong berpengaruh terhadap pertumbuhan Chlorella sp. dan merangsang pertumbuhan Chlorella sp. Nilai SC50 yang diperoleh pada penelitian ini adalah 40,50 %.                           Pasar Kobong is a fish market in Pengapon area, North Semarang Subdistrict. The activity in this market produce liquid wastes derived from fish wash and solid waste derived from the remains of the fish skin. The purpose of this study was to know the toxicity and effect of waste shrimp washing to the growth of Chlorella sp. This study was conducted on March 2017 in the laboratory of Fish Resources and Environmental Management, Diponegoro University. This study used a laboratory experimental method. The method used is a laboratory experimental method. Treatment given on Chlorella sp. were  the concentration of wastewater 0%, 12.5%, 25%, 50%, and 100%, then calculated its final density. This study also measured parameters DO, ammonia, nitrite, and H2S to know the amount of its content in the waste shrimp washing. The result of stimulation probit with logarithm of waste concentration then analyzed using anova test and regression test. Anova test showed that the concentration of shrimp wash waste was affect the growth of Chlorella sp. Regression test show that the log of concentration of liquid waste with stimulation probit of growth of Chlorella sp. has a very close relationship with the value of r = 0.9345. The research also showed that the shrimp liquid waste from Pasar Kobong contains ammonia, nitrite, and H2S at each treatment concentration. Based on toxicity tests can be concluded that the waste liquid washing shrimp affect and stimulate the growth of Chlorella sp. SC50 value obtained in this study was 40,50%. 
KELIMPAHAN ZOOXANTHELLAE PADA Acropora sp. BERDASARKAN KEDALAMAN PERAIRAN DAN NAUNGAN YANG BERBEDA DI PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Rauf, Khaslinda Pratiwi; Supriharyono, -; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.14 KB)

Abstract

Zooxanthellae merupakan mikroalga yang hidup bersimbiosis dengan karang. Acropora sp. merupakan salah satu jenis karang yang dapat hidup dan berkembang mulai dari rataan terumbu (reef flat) hingga tubir (slope), baik dalam keadaan ternaung maupun tidak. Tipe naungan akan mempengaruhi simbiosisnya dengan zooxanthellae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran karang Acropora sp. yang ada di pulau Pari Kepulauan Seribu Jakarta, dan menganalisis perbedaan kelimpahan zooxanthellae karang Acropora sp. berdasarkan kedalaman dan tipe naungan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan di 3 stasiun selatan pulau Pari, berlangsung antara 20-23 Juni 2014. Pada Penelitian ini diukur penutupan terumbu karang khususnya Acropora sp yang hidup, kualitas air dan kelimpahan zooxanthellae. Analisis perbedaan kelimpahan zooxanthellae menggunakan uji chi-kuadrat. Persentase penutupan Acropora sp. di selatan pulau Pari mendominasi jenis karang hidup dengan persentase 30,6 % sampai dengan 41,6 % di reef flat dan 29,5 % sampai dengan 50,1 % di slope. Kelimpahan zooxanthellae pada tipe naungan non-shading lebih tinggi dan terdapat perbedaan yang sangat nyata dibandingkan tipe naungan shading. Berdasarkan kedalaman perairan yang berbeda, kelimpahan zooxanthellae yang ditemukan pada level kedalaman reef flat lebih tinggi dan terdapat perbedaan yang sangat nyata daripada level kedalaman slope. Kelimpahan zooxanthellae berdasarkan stasiun menunjukkan bahwa kelimpahan tertinggi terdapat pada staiun I kemudian stasiun III dan yang terendah pada stasiun II, hal ini terjadi dikarenakan kondisi lingkungan antar stasiun yang berbeda.  Zooxanthellae is a microalga lived inside the coral’s tissue by symbiotic system. Acropora sp. is one of those species that can live and develop from the reef flat to slope, both in shading or not. The difference of shading will affect the symbiotic between coral and zooxanthellae. The purposes of this study were to determine the distribution of Acropora sp. in Pari Island and analyze the differences abundance of zooxanthellae inside Acropora sp based on depth  and  shading’s type. This research had been carried out in three stations in south of Pari island from 20 to 23 June 2014. This study measured the covering of living coral especially Acropora sp., water quality and zooxanthellae's abundance. Analysis for differences of zooxanthellae's abundance used chi-square test. Percentage of coral cover, Acropora sp., in the south of Pari Island was dominated by living coral species, at 30.6-41.6% in the reef flat area and 29.5-50.1% in the slope area. Zooxanthellae's abundance on non-shading part was highly significant higher than shading part. As well based on the depth, the abundance of zooxanthellae on reef flat was highly significant higher (P > 0.01) than on  the slope. Abundance of zooxanthellae based on station showed that the highest abundance found in station I, station III and the lowest one appeared at station II, because the environmental condition in every stations were different.
PRODUKSI DAN LAJU DEKOMPOSISI SERASAH MANGROVE BERDASARKAN TINGKAT KERAPATANNYA DI DELTA SUNGAI WULAN, DEMAK, JAWA TENGAH Widhitama, Sena; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.243 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu proses pada ekosistem mangrove yang memberikan kontribusi  besar terhadap kesuburan perairan adalah proses dekomposisi atau penghancuran serasah mangrove. Penghancuran serasah merupakan bagian dari tahap proses dekomposisi, yang dapat menghasilkan nutrient  penting dalam rantai makanan, melalui produktivitas perairan disekitarnya, sebagaimana yang terjadi di Delta Sungai Wulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi serasah mangrove dan laju dekomposisinya berdasarkan tingkat kerapatan mangrove.Metode yang digunakan adalah metode survai hal ini dilakukan dalam tiga titik sampling, yang dikelompokkan pada tiga kategori kerapatan mangrove yaitu rendah, sedang dan tinggi.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari sampai maret 2016. Hasil penelitian  menemukan  tiga spesies mangrove yaitu Rhizopora mocrunata, Rhizopora apiculata, dan Avicennia marina. Jumlah serasah yang diperoleh pada kerapatan mangrove rendah adalah 701.51 gram, mangrove kerapatan sedang berjumlah 837.94 gram dan mangrove kerapatan tinggi berjumlah 1276.85 gram. Laju dekomposisi dalam 30 hari pengamatan dengan laju tertinggi berada pada mangrove kerapatan tinggi dengan persentase 29 – 30 %, sedangkan kerapatan mangrove rendah dan kerapatan mangrove sedang dengan persentase 28%. Kata kunci : Delta Sungai Wulan;Produksi Serasah;Laju Dekomposisi ABSTRACTOne of the processes at mangrove ecosystem which contributes greatly to the fertility waters is the process of decomposition or destruction of mangrove manure. Destruction of Manure is a part of the decomposition process, can produce an important nutrient in the food chain, by means of  productivity of the surroundings waters, as happened in Delta Wulan. The purpose of this study was to find out the mangrove manure production and the rate of decomposition is based on the density of mangrove. The method used is a survey method  to divide the three point sampling, which grouped in three categories mangrove density, low, medium and high. This research was conducted in January to March 2016. The result of research to found  three species of mangrove that Rhizopora mocrunata, Rhizophora apiculata and Avicennia marina. The amount of manure that is obtained at a low density is 701.51 grams, medium density amounted to 837.94 grams and high density mangrove amounted to 1276.85 grams. The rate of decomposition in the 30 days of observation by the highest rates are in the high density mangrove with a percentage of 29% - 30%, meanwhile low density mangrove and mangrove medium density with a percentage of 28%. Keywords : Delta Wulan River;Manure production;Decomposition rate
PENILAIAN KERENTANAN HABITAT MANGROVE di KELURAHAN MANGUNHARJO, KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG TERHADAP VARIABEL OSEANOGRAFI BERDASARKAN METODE CVI (COASTAL VULNERABILITY INDEX) Wahyudi, Agus; Hendrarto, Boedi; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.207 KB)

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan atau vegetasi pantai tropis yang hidup di wilayah pesisir yang luas dan terbuka. Hutan mangrove disebut juga sabuk hijau karena mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang laut. Habitat mangrove memiliki beberapa sifat atau karakteristik yang khusus diantaranya salinitas, pasang surut, angin, dan substrat yang berlumpur. Kerentanan variabel oseanografi di habitat mangrove dan pembukaan lahan kawasan hutan mangrove menjadi lahan tambak budidaya dan lahan industri menyebabkan kondisi hutan mangrove di Kota Semarang mengalami degradasi atau penurun kondisi habitat mangrove, oleh karena itu perlu dilakukan kajian mengenai seberapa besar kerentanan dari karakteristik habitat mangrove yang mempengaruhi kerentanan habitat mangrove di pesisir Kota Semarang sehingga diketahui tingkat kerentanan di daerah habitat mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai indeks kerentanan habitat mangrove dan mengetahui kondisi kerentanan habitat mangrove di lokasi penelitian berdasarkan variabel salinitas, jenis substrat, dan pasang surut. Penelitian ini menggunakan metode survey dan metode eksploratif sedangkan untuk pengamatan objek menggunakan metode purposive dan perhitungan nilai indeks kerentanan habitat mangrove menggunakan metode CVI (Coastal Vulnerability Index). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan habitat mangrove berdasarkan data pasang surut termasuk dalam kategori kerentanan tinggi dan kerentanan habitat mangrove berdasarkan variabel nilai salinitas termasuk dalam kategori kerentanan rendah, sedangkan untuk kerentanan habitat mangrove berdasarkan variabel jenis substrat termasuk dalam kategori kerentanan sedang. Nilai CVI habitat mangrove yang didapatkan berdasarkan perhitungan yaitu 2.12, hal itu menunjukkan kerentanan habitat mangrove di lokasi penelitian masuk dalam kategori kerentanan rendah.
ANALISIS HUBUNGAN TOTAL BAKTERI, BAHAN ORGANIK TERLARUT, NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN MOROSARI, DEMAK Nursubekhi, Rijal Galih Amta; Widyorini, Niniek; Jati, Oktavianto Eko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.692 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22572

Abstract

Perairan Morosari terletak di wilayah Kabupaten Demak. Perairan ini telah banyak dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai macam aktivitas seperti pembuangan limbah domestik maupun industri, jalur lalu lintas perahu nelayan, kawasan wisata dan kegiatan perikanan baik budidaya maupun tangkap. Limbah yang dibuang langsung ke perairan ini diperkirakan telah menyebabkan terjadinya peningkatan kandungan nutrien, seperti bahan organik, nitrat dan fosfat di perairan Morosari, Demak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan total bakteri, bahan organik terlarut, nitrat, dan fosfat di Perairan Morosari, Demak. serta mengetahui hubungan antara total bakteri dengan bahan organik terlarut, nitrat dan fosfat di Perairan Morosari, Demak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada lima stasiun. Hasil penelitian menunjukkan nilai total bakteri berkisar <1x101 – 3,6x1011 CFU/ml, bahan organik terlarut 12,77 – 33,81 mg/l, nitrat 4,43 – 7,97 mg/l, fosfat 0,099 - 2,112 mg/l. Morosari Waters is located in Demak Regency. This waters have been widely used by the surrounding community for various activities such as the disposal of domestic and industrial waste, fishing boat traffic lanes, tourist areas and fishing activities both aquaculture and capture. Waste that directly enters  the water is thought to have caused an increase in nutrient content, such as organic matter, nitrate and phosphate in the waters of Morosari, Demak. The purpose of this study was to determine the total abundance of bacteria, dissolved organic matters, nitrate and phosphate in waters of Morosari, Demak. and knowing the relationship between total bacteria and dissolved organic matter, nitrate and phosphate in waters of Morosari, Demak. This research was carried out in May 2018. The method used in this research was survey method and the sampling technique used was purposive sampling method which was carried out at five stations. The results showed the total value of bacteria ranged from <1 x 101 – 3.6 x 1011 CFU / ml, dissolved organic matter 12.77 – 33.81 mg / l, nitrate 4.43 – 7.97 mg / l, phosphate 0.099 – 2,112 mg / l.
PENGARUH JARAK PANTAI DAN TIPE SUBSTRAT DASAR PERAIRAN TERHADAP KELIMPAHAN DAN JENIS EPIFAUNA DI PERAIRAN PULAU PANJANG SEBELAH BARAT DAN SELATAN JEPARA Setyaboma, Dyaning Betari; Supriharyono, -; Ruswahyuni, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.718 KB)

Abstract

Perairan Pulau panjang sebelah selatan banyak dikunjugi oleh para wisatawan, karena banyak aktivitas yang terjadi termasuk lalu lalang kapal penangkapan ikan maupun kapal wisata. Berbeda dengan pantai yang berada di sebelah selatan, Pulau Panjang sebelah barat yang berbatasan dengan laut lepas dan letaknya jauh dari dermaga sehingga tidak banyak aktivitas. Potensi yang ada adalah karang dan rumput laut dimana dapat menyokong kelimpahan epifauna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis epifauna yang terdapat di Pulau Panjang sebelah barat dan selatan, pengaruh jarak pantai dan tipe substrat dasar perairan terhadap kelimpahan epifauna serta untuk mengetahui hubungan antara jarak dari pantai dan tipe substrat dasar perairan. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif. Aktivitas penelitian yang dilakukan meliputi survey lokasi penelitian, sampling, identifikasi dan analisis data. Hasil penelitian diperoleh sebelas jenis epifauna pada sebelah barat dan sepuluh jenis epifauna pada sebelah selatan. Kelimpahan tertinggi pada kedua lokasi adalah jenis Turbo sp. Berdasarkan uji regresi linier hubungan jarak dari pantai dengan kelimpahan epifauna diperoleh nilai signifikan 0,012 pada sebelah barat dan tidak signifikan 0,298 pada sebelah selatan. Hasil uji T one-sample test untuk tipe substrat di dapatkan hasil p> 0,05 menunjukkan adanya beda nyata antar tipe substrat dengan epifauna. Epifauna banyak ditemukan pada substrat pecahan karang, pasir dan rumput laut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara tipe substrat dasar perairan terhadap kelimpahan epifauna serta adanya pengaruh jarak pantai dengan faktor tipe substrat dasar yang terdapat pada setiap meter jarak terhadap epifauna pada sebelah barat tetapi tidak ada pengaruh pada sebelah selatan. Panjang Island waters, mainly in the south coast is the destination area of the tourists to visit. Therefore many activities may occured, including passing fishing and tourism boats. Unlike in the south coast, in the west coast of Panjang Island which face to the sea is not a lot of activity, may due to far from the pier. Potential of this tourism area is coral and seaweed which very supporting of abundance epifauna. The purpose of this study is to determine the type of epifauna contained in both the west and the south Panjang Island waters, the influences of distance of the coast and the type substrate bottom waters on the abundance of epifauna and to investigate the relationship between the distance from the coast and the type of substrate. This study uses explanatory method.  Activities of the study include survey of study location, sampling, identification, and data analysis. The study resulted that there eleven types of epifauna on the west coast and ten types of epifauna in the south. The highest abundance in the both sites (the west and thes outh coast) is Turbo sp.. Based on linear regression of the distance from the coast with abundance of epifauna it is  obtained signicantly correlation (sig=0,012) in the west and not significant (sig= 0,298) in the south. T test results of one-sample test for the type of substrate indicates significant difference between the type of substrate with epifauna (P>0,05). Epifauna substrates majority were found in the rubble, sand and seaweed. Based on the results of this study concluded that there is a very strong influence of the type of substrate on the abundance of epifauna waters, as well the effect of distance on the coast to the west epifauna but no influence on the south.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA PERAIRAN YANG DITUMBUHI ECENG GONDOK SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DI DANAU RAWA PENING, SEMARANG Tyas, Eritrina Ardining; Hutabarat, Sahala; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.347 KB)

Abstract

ABSTRAKSecara ekologis, Danau Rawa Pening kondisinya telah banyak mengalami perubahan yang diindikasikan oleh tidak terkontrolnya pertumbuhan tanaman akuatik seperti eceng gondok yang umumnya berkaitan dengan proses eutrofikasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan struktur komunitas plankton pada perairan yang ditumbuhi eceng gondok di Rawa Pening. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2016. Metode yang digunakan adalah observatif dan pengambilan teknik sampling secara purposif dan uji laboratorium. Lokasi pengambilan sampel yaitu stasiun 1 merupakan daerah yang terdapat eceng gondok cukup tinggi (kerapatan tinggi dengan persentase berkisar >70-100%). Stasiun 2 merupakan daerah yang terdapat eceng gondok relatif sedang (kerapatan sedang dengan persentase berkisar 40-70%). Stasiun 3 merupakan daerah yang terdapat eceng gondok relatif rendah (kerapatan rendah dengan persentase berkisar <40%) serta stasiun 4 merupakan daerah yang tidak terdapat eceng gondok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan Fitoplankton berkisar 620-15690 Ind/L. Jenis Fitoplankton yang ditemukan terdiri dari 4 kelas yaitu Chlorophyceae, Bacillariophyceae, Cyanophyceae , Xanthophyceae. Kelimpahan Zooplankton berkisar 620-1608 Ind/m3. Jenis Zooplankton yang ditemukan terdiri dari 5 kelas yaitu  Zoomastigopora, Pytomastigopora, Euglenaphyceae, Rotiferaceae Ciliata, Crustacea. Kualitas perairan di Danau Rawa Pening masih pada batas-batas yang layak untuk kehidupan plankton.Kata Kunci: Plankton, Eceng Gondok, Danau Rawa Pening.  ABSTRACT                Ecologically, Lake Rawa Pening has been extensively amended condition indicated by the uncontrolled growth of aquatic plants such as water hyacinth which is generally related to the process of eutrophication. The goal of the research is to find out the quality of the waters of the plankton community structure based on waters covered by water hyacinth in the Lake Rawa Pening. This research was carried out in Oktober and November 2016.  The method used is observatif field and taking of sampling in purposive and laboratory. The location of sampling is divided into four stations and each station is divided into two points. Station 1 is that there is water hyacinth is quite high (high density with a percentage ranging <70-100%). Station 2 is the area contained relatively water hyacinth are medium density (percentage of 40-70%). Station 3 is the station contained water hyacinth is relatively low (low density with a percentage ranging from 40%) as well as station 4 is there is no water hyacinth. The results showed that Phytoplankton abundance range 620-15690 Ind/L.  Types of Phytoplankton found consists of 4 classes namely Chlorophyceae, Cyanophyceae, Bacillariophyceae, Xanthophyceae. The abundance of Zooplankton range 620-1608 Ind/m3. Types of  Zooplankton found consists of 5 classes, namely Zoomastigopora, Pytomastigopora, Euglenaphyceae, Rotiferaceae Ciliata, Crustacea. The quality of the waters of Lake Rawa Pening is still within the limits that are reasonable for the life of the plankton. Saprobik index (SI) of 2 and the value of Tropical Saprobik Index (TSI) of 1,33 this indicated that these waters are in a phase of Oligosaprobik toward β-mesosaprobik.. Keywords: Plankton, Eichhornia crassipes, Lake Rawa Pening. 
ANALISIS KELIMPAHAN JUVENIL UDANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERANGKAP AGAR-AGAR DAN PEMBERIAN PAKAN UDANG DI PERAIRAN MOROSARI, DEMAK Putri, Nurul Fhitriany; Nitisupadjo, Mustofa; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.981 KB)

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas penting dari sektor perikanan. Sebagai salah satu usaha yang menjanjikan, usaha penangkapan udang terus menerus dilakukan. Upaya penangkapan yang tak terkendali dan perusakan ekosistem menyebabkan menurunnya potensi kelimpahan udang. Wilayah perairan yang potensial terhadap kelimpahan udang perlu dilakukan kajian untuk dapat dikelola dan dipertahankan kelestariannya. Sebaran juvenil udang di beberapa perairan khususnya di Pantai Utara Jawa masih belum banyak diketahui sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis juvenil udang yang tertangkap dengan metode perangkap agar-agar di perairan sungai dan muara Morosari, Demak, mengetahui adanya pengaruh perbedaan lokasi, pemberian pakan atau tanpa pakan dan perbedaan periode terhadap kelimpahan juvenil udang; dan mengetahui pola pertumbuhan juvenil udang yang tertangkap dengan metode perangkap agar-agar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental lapangan. Pengambilan sampel juvenil udang dilakukan dengan menggunakan perangkap  agar-agar pada dua lokasi yaitu perairan sungai dan muara yang terdiri dari tiga titik lokasi dalam periode I sampai periode IV dengan interval sampling seminggu sekali. Hasil penempelan juvenil udang pada perangkap agar-agar disimpan dan diberi formalin 5 % untuk diawetkan. Hasil yang diperoleh didapatkan jenis juvenil udang dari genus Macrobrachium dan Penaeus. Jumlah seluruh juvenil udang yang didapatkan di perairan sungai sebanyak 743 individu/m2 dan di perairan muara sebanyak 333 individu/m2. Jumlah juvenil udang yang tertangkap dengan agar-agar yang diberi pakan udang berjumlah seluruhnya 943 individu/m2 dan jumlah seluruh tangkapan juvenil udang tanpa pemberian pakan udang sejumlah 133 individu/m2. Jumlah juvenil udang pada periode I sampai periode IV didapatkan hasil tangkapan berturut-turut yaitu 111 individu/m2, 122 individu/m2, 410 individu/m2, dan 433 individu/m2. Pola pertumbuhan juvenil udang adalah allometrik negatif.  Shrimp is one of the important commodity of the fisheries sector. As one of the promising economic efforts, the catch of the shrimps is continue to be done. Efforts to capture the uncontrolled will lead to destruction of ecosystem and decrease abundance of shrimps. Potential waters for shrimp is necessary to study in order to manage and maintain its sustainability. Distribution of juvenile shrimp in some waters, especially in North Coats of Java is not well known so that more research needs to be done. The purpose of this research was to know the species of juvenile shrimp are caught with agar traps method in estuarine waters of Morosari, Demak, investigate the effect of differences location, feeding and period to abundance of juvenile shrimp, and determined the pattern of juvenile growth shrimp caught by agar traps method. The method used was an field experimental method. Sampling was performed using juvenile shrimp agar traps at two locations the waters of the river and estuary that consisted of three point location of the first period to period IV of weekly sampling. Juvenile shrimps were kept in 5% formaldehyde. The results obtained juvenile shrimps of the genus Macrobrachium and Penaeus. Total number of juvenile shrimp in the waters of the river was as much as 743 idividuals/m2 and in estuarine waters was as much as 333 individuals/ m2. The numbers of juvenile shrimp caught with agar shrimp fed entirely was 943 individuals/m2, and the total catch of juvenile shrimp without shrimp feeding was 133 individuals/m2. The number of juvenile shrimp in weekly period I to period IV obtained 111 individuals/m2, 122 individuals/m2, 410 individuals/m2 and 433 individuals/m2, respectively. Patterns of juvenile shrimp growth was allometric negative.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE PANTAI KERTOMULYO, TRANGKIL, PATI Ecotourism Development Strategy for Mangrove Conservation Area of Kertomulyo Beach, Trangkil, Pati Nisa, Amida Urfah Khoirun; Sulardiono, Bambang; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.326 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24252

Abstract

ABSTRAKKawasan Konservasi Mangrove di Pantai Kertomulyo merupakan salah satu wisata alam di Kota Pati yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi daya tarik pengunjung, persepsi, aspirasi, dan partisipasi pengunjung maupun masyarakat dalam pengembangan ekowisata. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2019. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan kuesioner untuk pengunjung maupun masyarakat. Responden terdiri dari 25 masyarakat sekitar, 75 pengunjung, dan 1 ketua umum PORDAKWIS “Trisno Segoro” Desa Kertomulyo. Teknik pengambilan sampel untuk masyarakat dan pengelola ekowisata dengan purposive sampling, sedangkan untuk pengunjung dengan accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Persepsi respoden mengenai daya tarik ekowisata, fasilitas, dan aksesibilitas tergolong baik. Partisipasi responden dalam menjaga lingkungan sekitar tergolong baik karena sebagian besar responden tidak setuju dengan adanya tindakan negatif terhadap kawasan ekowisata. Aspirasi responden yaitu pengoptimalan tentang sarana prasarana di kawasan ekowisata. Strategi pengembangan ekowisata yaitu pengembangan ekowisata dengan konsep pelestarian ekosistem serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah; peningkatan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan fasilitas kawasan ekowisata; menjaga ekosistem mangrove dengan cara mengefektifkan rehabilitasi dan penegakan peraturan perlindungan mangrove; serta meningkatkan fasilitas yang dapat digunakan untuk meminimalkan dampak dari abrasi. ABSTRACTThe Mangrove Conservation Area in the Kertomulyo Beach is one of the natural attractions in Pati which has the potential to be developed as an educational tourism destination. The purpose of this study is to determine the potential of visitor attraction, perceptions, aspirations, and participation of visitors and the community in developing ecotourism. This research was conducted in January 2019. The survey method is used by using a questionnaire for visitors and the community. The respondents consists of 25 surrounding communities, 75 visitors, and 1 the general chairman of PORDAKWIS "Trisno Segoro" Kertomulyo Village. The sampling technique for the community and ecotourism caretaker is purposive sampling, and the sampling technique for visitors is accidental sampling. The data is analyzed using SWOT analysis. The respondents’ perception of the attractiveness of ecotourism, facilities and accessibility is good. The participation of respondents in maintaining the surrounding environment is relatively good because most respondents do not agree with the negative actions towards the ecotourism area. The aspirations of respondents are the optimization of infrastructure in ecotourism areas. The ecotourism development strategy are developing ecotourism with the concept of ecosystem preservation and coordination with the Regional Government, increasing the empowerment of the communities in optimizing ecotourism facilities, safeguarding mangrove ecosystems by doing effective rehabilitation and enforcement of mangrove protection regulations, and improving facilities that can be used to minimize the impact of abrasion.