cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 548 Documents
DEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK PADA SEDIMEN DI AREA MANGROVE PESISIR MOROSARI, KABUPATEN DEMAK PADA SKALA LABORATORIUM Decomposition of Organic Materials on Sediments in the Mangrove Area of Morosari Coast, Demak Regency on a Laboratory Scale Andriyanto, Wulan Oktaviasari; Purnomo, Pujiono Wahyu; Rahman, Arif
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.441 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24248

Abstract

ABSTRAK Ekosistem mangrove di pesisir Morosari, Kabupaten Demak  merupakan salah satu  ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai kawasan konservasi dan kawasan wisata bahari. Salah satu sumber bahan organik pada ekosistem mangrove berasal dari serasah daun mangrove yang berguguran jatuh bercampur dengan sedimen dan menghasilkan unsur hara sebagai sumber nutrien Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsentrasi nitrat, bahan organik, nitrit, dan total bakteri serta mengetahui perbedaan proses dekomposisi bahan organik yang terjadi di pesisir Morosari, Kabupaten Demak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 di Laboratorium Biologi FPIK Universitas Diponegoro, Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental di laboratorium dengan membandingkan media sedimen di dalam area mangrove dan luar area mangrove kemudian diisi air laut. Perlakuan pertama akuarium A diisi dengan sampel sedimen dari dalam area mangrove sedangkan akuarium B diisi dengan sampel sedimen dari luar area mangrove masing- masing ± setinggi 5 cm. Setelah itu sampel air laut dimasukan setinggi ± 15 cm ke dalam masing-masing akuarium dan ditambahkan aerator. Variabel yang diukur adalah nitrat, nitrit, bahan organik dan total bakteri kemudian diukur dan diamati setiap tiga hari sekali. Analisa data menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil yang diperoleh yaitu konsentrasi nitrat berkisar antara 9,69–18,10 mg/l, nitrit 0,01–3,44 mg/l, bahan organik 10,25–21 mg/l dan total bakteri 950–24.000 CFU/ml. Hubungan nitrat dengan bahan organik dan total bakteri menunjukan terdapat hubungan yang kuat yang berpengaruh signifikan. ABSTRACT The mangrove ecosystem in Morosari coast, Demak Regency is one of the mangrove ecosystems which is a marine tourism area. One of the organic material source in the mangrove ecosystem comes from the mangrove leaf litter that falls and mixed with sediment and produces nutrients as a source of nutrition. The purpose of this study was to determine the correlation of nitrate concentration, organic matter, nitrite, and total bacteria and also to know the differences in the process of decomposition of organic matter that occurred in Morosari coast, Demak Regency. This research was conducted in December 2018 at the Biology Laboratory of FPIK, Diponegoro University, Semarang. The method used in this study was an experimental in the laboratory by comparing the types of sediment in the mangrove area and outside the mangrove area and filled with sea water. The first aquarium A treatement was filled with sediment sample from mangrove area, meanwhile aquarium B was filled with sediment sample from the outside of mangrove area with the height of ± 5cm each. Sea water samples was entered as high as ± 15 cm into each aquarium and added the aerator. The measured variable are nitrate, nitrite, organic matter and total bacteria and observed every three days. Data analysis using multiple linear regression methods.The results obtained, nitrate concentrations range from 9.69-18.18 mg/l, nitrite 0.01-3.44 mg/l, organic matter 10.25-21 mg/l and total bacteria 950-24,000 CFU ml. The correlation between nitrate and organic matter and total bacteria shows that there is a strong correlation that has a significant effect.
ASPEK BIOLOGI IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) YANG DIDARATKAN DI PPP SADENG, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Liestiana, Henny; Ghofar, Abdul; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.766 KB)

Abstract

Ikan Layang merupakan salah satu diantara beberapa jenis ikan yang tertangkap di PPP Sadeng. Ikan Layang, Decapterus macrosoma merupakan ikan pelagis yang tertangkap dengan alat tangkap pukat cincin (mini purse seine). Kelestarian sumber daya ikan Layang perlu dipertahankan mengingat peranannya yang cukup besar dalam bidang perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sumber daya ikan Layang di PPP Sadeng dilihat dari aspek biologi yaitu aspek pertumbuhan yang terdiri dari panjang berat, faktor kondisi, dan ukuran pertama kali tertangkap. Aspek reproduksi terdiri dari tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad dan nisbah kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan cara pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling) sebanyak satu keranjang pada setiap sepuluh keranjang hasil tangkapan ikan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2014 – Februari 2015 di PPP Sadeng. Sampel yang diperoleh selama penelitian sebanyak 1.324 ekor ikan Layang dengan kisaran panjang 145-380 mm dan kisaran berat 39-669 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan Layang (D. macrosoma) adalah alometrik negatif yaitu pertambahan panjang yang lebih cepat dari pertambahan berat tubuhnya. Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 1,05 berarti bahwa kondisi ikan kurang pipih. Ukuran pertama kali tertangkap (L50%) yaitu 255 mm. Tingkat kematangan gonad didominasi TKG III dan TKG IV dan indeks kematangan gonad berkisar antara 0,11-5,15%. Ukuran pertama kali matang gonad (Lm50%) ikan Layang jantan dan betina adalah 247 mm dan 250 mm, hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap sudah mengalami matang gonad dilihat dari Lm50% < L50%. Rasio kelamin antara ikan Layang jantan dan betina adalah 1,4 : 1. The Shortfin scad (Decapterus macrosoma) is one of the few types of the fish which is caught at the Sadeng fishing base. The Shortfin Scad, Decapterus macrosoma is a pelagic fish that is caught by purse seine fishing gear (mini purse seine). The sustainability of Shortfin Scad’s resources need to be maintained, because of its significant role for fisheries. This study aims to find out informations of the Shortfin Scad’s resources from the aspects of biology. The biological aspects include the aspect of growth that consists of length and weight measurement, condition factor, and the length of first capture. Reproductive aspect consists the maturity levels of gonad, gonad maturation index, the length of first maturity and sex ratio. The method used was survey method. The sample method was using simple random sampling by collecting one basket at every ten baskets of the fish catches. Sampling was conducted in December 2014 until February 2015 at Sadeng fishing base. The samples of the Scortfin Scad used for research was 1.324 fishes, the length ranged between 145-380 mm and the weight ranged between 39-669 grams. The results showed that the growth patterns of D. macrosoma was negative allometric, which means that the growth of length is faster than the body weight gain. The condition factor of D. macrosoma was 1.05, it means that the fish has less flattened body. The length of first capture (L50%) was 255 mm. Gonad maturity level was dominated with TKG III and TKG IV and gonad maturation index was  ranged between 0.11-5.15%. The size of first maturity (Lm50%) both for males and females was 247 mm and 250 mm, it indicated that D. macrosoma had been caught in the mature moment, which is seen from Lm50%< L50%. The sex ratio of male and female was 1,4 : 1.
ASPEK REPRODUKSI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI PERAIRAN RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG Kuncoro, Maulana Dhimas; -, Subiyanto; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.728 KB)

Abstract

Rawa Pening merupakan salah satu perairan yang potensial dengan sumberdaya ikan. Ikan Nila merupakan salah satu jenis ikan yang dijadikan salah satu target penangkapan oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek reproduksi dan pertumbuhan. Metode penelitian adalah  metode survei yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple sensus sampling. Pengambilan sampel ini dilakukan setiap satu bulan sekali selama tiga bulan yaitu bulan Mei, Juni, Juli 2012. Pengumpulan data dilakukan di laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Jurusan Perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan Nila selama 3 bulan penelitian bersifat allometrik negatif, bulan Mei dengan nilai b = 2,102, bulan Juni 2,211 serta bulan Juli 2,964, faktor kondisi menunjukkan kurang pipih (bertubuh kurus), ukuran rata-rata tertangkap (L 50%) sekitar 133 mm, L∞ sekitar 263 mm dan 1/2 L∞ = 131 mm, yang artinya ukuran tersebut layak tangkap. Nilai IKG berkisar 0,03-2,5. Pada bulan Mei rata – rata fekunditasnya berjumlah 123 butir, bulan Juni berjumlah 398 butir, dan Juli berjumlah 587 butir. Prosentase ikan Nila di perairan sebesar 56,89% ikan jantan, dan 43,10% ikan betina.
ASPEK BIOLOGI UDANG Metapenaeus conjunctus DI PERAIRAN BATANG DAN KENDAL, JAWA TENGAH (Biological Aspect Assessment of Metapenaeus conjunctus Shrimp on Batang and Kendal Waters, Central Java) Monica, Soraya Chandra; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1122.344 KB)

Abstract

Udang penaeid di perairan utara Jawa banyak tertangkap nelayan, salah satunya udang Metapenaeus conjunctus. Jumlah produksi udang M. conjunctus di perairan Kendal dan Batang tidak tercatat dengan baik, karena tidak semuanya dilelang. Penangkapan udang menggunakan jaring arad dengan mesh size 19,05 mm. Perlu dilakukan pengkajian terhadap aspek biologi udang M. conjunctus di perairan Kendal dan Batang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aspek biologi dari udang M. conjunctus di kedua perairan tersebut. Hasil penelitian tersebut dapat digunakan untuk menduga status stok sumberdaya udang M. conjunctus. Pengambilan sampel penelitian dilakukan di TPI Bandengan Kendal, TPI Tawang Kendal, dan TPI Roban Batang pada September 2016 - Januari 2017. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel yang diambil sebanyak 10% dari total hasil tangkapan dalam sekali penangkapan. Data primer yang dikumpulkan yaitu data panjang karapas dan panjang total, berat udang, TKG, dan mesh size. Hasil penelitian menunjukkan udang betina jauh lebih banyak jumlahnya dibanding udang jantan baik di perairan Kendal maupun perairan Batang. Nilai L50% udang jantan 77 mm dan udang betina 73 mm. Sifat pertumbuhan udang jantan di perairan Kendal bersifat allometrik negatif dengan nilai b = 2,881 dan udang betina bersifat isometrik dengan nilai b = 3,029, sedangkan di perairan Batang udang jantan dan udang betina bersifat isometrik dengan nilai b = 2,911 dan b = 3,033. Nilai faktor kondisi udang jantan dan betina rata-rata memiliki kemontokan yang sama. Udang jantan dan betina di perairan Kendal 1,089 dan 0,845, sedangkan di perairan Batang untuk udang jantan 0,827 dan udang betina 1. Udang M. conjunctus belum ada yang matang gonad. Penaeid shrimp in Java's northern waters was caught by many fishermen; one of them is Metapenaeus conjunctus shrimp. The number of M. conjunctus shrimp production in Kendal and Batang waters is not well recorded, because not all of them are auctioned. Catching shrimp is using arad net with mesh size 19,05 mm. An assessment of the biological aspects of M. conjunctus shrimp in Kendal and Batang waters is required. The purpose of this research is to know the biological aspects of shrimp M. conjunctus in both waters. The results of  this study was to determine the stock status of shrimp resources M. conjunctus. The sampling was conducted at TPI Bandengan Kendal, TPI Tawang Kendal, and TPI Roban Batang in September 2016 - January 2017. The method used was survey method. 10% of total catch in one catch was taken as a sample. The primary data collected were data of  length of carapace and total length, shrimp weight, TKG, and mesh size. The result showed that female shrimp is much more numerous than the male shrimp both in waters of Kendal and Batang waters. The L50%’s value of male shrimp is  77 mm and female shrimp  is 73 mm. The characteristic of male shrimps growth in Kendal is allometric  negative with b = 2,881 and female shrimp is isometric with b = 3.029, while in the Batang the male shrimps and female shrimps are isometric with b = 2,911 and b = 3,033. The value factor of the male and female shrimp condition on average has the same plumage. Male and female shrimp in Kendal waters 1,089 and 0.845, while in Batang waters for male shrimp 0.827 and female shrimp 1. M. conjunctus shrimp has not been ripe gonad.
HUBUNGAN TOTAL BAKTERI DENGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TOTAL DI MUARA KALI WISO, JEPARA Kristiawan, Deni; Widyorini, Niniek; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.297 KB)

Abstract

Muara merupakan salah satu ekosistem yang penting yang berada di pesisir. Muara juga termasuk tempat terjadinya siklus dekomposisi unsur-unsur hara. Ketersediaan unsur hara didalam suatu perairan dapat menjadi indikator kesuburan perairan tersebut. Dalam hal ini, unsur hara yang dilihat adalah kandungan bahan organik total di perairan Kali Wiso, Jepara. Zat hara tersebut sangat berperan penting terhadap kelangsungan hidup organisme didalamnya. Bakteri sebagai dekomposer bahan-bahan organik sangat berperan aktif untuk menyediakan zat-zat hara di perairan seperti bahan-bahan organik. Oleh sebab itu, kandungan total bakteri di sebuah perairan terutama dalam penyedia unsur hara dapat digunakan sebagai indikator kesuburan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2014 dengan tujuan untuk mengetahui total bakteri di perairan Muara Sungai Kali Wiso, Jepara, serta kandungan bahan organik total di perairan Muara Sungai Kali Wiso, Jepara, dan hubungan antara total bakteri dengan bahan organik total di perairan Muara Sungai Kali Wiso, Jepara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel pada Muara Kali Wiso dilakukan pada tiga stasiun pengamatan. Stasiun satu merupakan bagian awal aliran air Muara Kali Wiso. Stasiun dua merupakan bagian tengah aliran air Muara Kali Wiso. Stasiun tiga merupakan bagian akhir aliran air Muara Kali Wiso yang sudah berbatasan langsung dengan laut. Pengambilan sampel air, kemudian dilakukan analisa di laboratorium untuk pengukuran total bakteri dan bahan organik total. Selain itu, pengukuran yang dilakukan secara in situ adalah pengukuran suhu, kecerahan, arus, derajat keasaman air, oksigen terlarut dan salinitas. Total Bakteri di Perairan Muara Kali Wiso, Jepara berkisar antara 710 x 102 cfu/ml hingga 2300 x 102 cfu/ml. Kandungan Bahan organik total di Perairan Muara Kali Wiso, Jepara berkisar antara 34,444 mg/l hingga 72,048 mg/l. Total bakteri dengan bahan organik total yang terdapat di Perairan Muara Kali Wiso, Jepara memiliki hubungan yang sangat erat.  Estuary is one of the important ecosystems located on the coast. Estuary is also the site of the decomposition cycle nutrients. The availability of nutrients in the waters can be an indicator of waters fertility. In this case, the element nutrient which is visible content of total organic matter in Kali Wiso Estuary , Jepara. The nutrients are crucial to the survival of organisms therein. Bacteria as decomposers of organic material very active role to provide nutrient substances in the water such as organic materials. Therefore, the total content of bacteria in a water especially in nutrient provider can be used as an indicator of waters fertility. This research was conducted on February – March 2014 in order to determine the total bacteria in the Kali Wiso estuary, Jepara, and the amount of total organic matter in the Kali Wiso estuary, Jepara, and the relations between total bacteria and total organic matter in the Kali Wiso estuary, Jepara. The method used in this research is descriptive. Sampling was conducted at Kali Wiso estuary at three observation stations. Station one is the first part of  Kali Wiso estuarine stream. Station two is a central part of Kali Wiso estuarine stream. Station three is the final part of Kali Wiso estuarine stream which is directly adjacent to the sea. Sampling for water samples, and then analyzed in the laboratory for measurement of total bacteria and total organic matter. In addition, measurements are made in situ measurements of temperature, brightness, flow, water acidity, total oxygen and salinity. Total Bacteria in the Kali Wiso estuarine waters, Jepara ranging from 710 x 102 cfu/ml up to 2300 x 102 cfu/ml. Content of Total Organic Matter in Kali Wiso estuarine waters, Jepara ranged between 34.444 mg/l up to 72.048 mg/l. Total bacteria and the content of total organic matter in Kali Wiso estuarine waters, Jepara has a very close relation.
STRUKTUR KOMUNITAS DIATOM DI PERAIRAN TANDON AIR UNTUK TAMBAK GARAM DI DESA KEDUNG MUTIH KECAMATAN WEDUNG, DEMAK Fitriyah, Yaya; Sulardiono, Bambang; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.903 KB)

Abstract

Tambak garam merupakan perairan payau yang rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan. Diatom merupakan fitoplankton yang termasuk dalam kelas Bacilariophyceae. Keberadaan diatom dapat dijadikan sebagai indikator perairan karena sifat hidupnya yang relatif menetap, jangka hidup yang relatif panjang dan mempunyai toleransi spesifik pada lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas diatom dan perbedaan salinitas air pada saat pasang dan surut di Tambak Garam Desa Kedung Mutih, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Teknik pengambilan diatom dalam penelitian ini menggunakan purposive. Pengambilan sampel diatom dilaksanakan dengan menggunakan metode sampling pasif dengan plankton net. Sampel diatom diambil dari lokasi penelitian dengan cara menyaring air menggunakan plankton net. Jenis diatom (Bacillariophyceae) yang ditemukan pada areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak selama pengamatan adalah 9 genera yaitu Thallassiosira, Bacteriastrum, Nitzschia, Chaetoceros, Rhizosolenia, Gyrosigma, Skeletonema, Asterionella dan Pleurosigma. Dari  nilai indeks  keanekaragaman,  keseragaman dan dominansi  secara umum bahwa areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak dapat dikatagorikan perairan yang stabil moderat. Jenis diatom yang paling sering muncul di areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak adalah genus Nitzschia. Salinitas pada areal perairan tambak garam Kedung Mutih Wedung Demak berkisar 30 – 45  0/00. Brackish waters of the salt ponds are susceptible to changing environmental conditions. Diatoms are phytoplankton which belongs to a class Bacilariophyceae. The existence of diatoms can be used as an indicator of water quality because of the nature of his relatively sedentary, a relatively long lifespan and have a specific tolerance in the environment. The purpose of this study are to determine the structure of the diatom communities and the differences in salinity water at high tide and low tide in saltwater Kedung Mutih, Wedung, Demak. Sampling method of diatom conducted using purposive sampling in which diatom were taken from the study site by filtering the water using a plankton net in a passive way. Types of diatoms (Bacillariophyceae) were found in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak during observation is 9 genera that Thallassiosira sp, Bacteriastrum sp, Nitzschia sp, Chaetoceros sp, Rhizosolenia sp, Gyrosigma sp, Skeletonema sp, Asterionella sp, and Pleurosigma sp. The value of diversity index, uniformity and dominance in general that the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak can be categorized waters stable moderate. Types of diatoms that appears most frequently in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak is the genus Nitzschia sp. Salinity in the area of the salt pond waters Kedung Mutih Wedung Demak range 30-45 0/00.
Pola Osmoregulasi, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Keong Macan (Babylonia spirata L) pada Media dengan Salinitas Berbeda Maulana, Reza; Anggoro, Sutrisno; Rachmawati, Diana
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.644 KB)

Abstract

Keong macan (Babylonia spirata L) merupakan sejenis gastropoda yang mempunyai toleransi yang tinggi terhadap salinitas, namun salinitas juga merupakan faktor kritis terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan keong macan. Salinitas media berperan dalam mengendalikan proses osmoregulasi keong macan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap pola osmoregulasi, pertumbuhan dan kelulushidupan keong macan pada media dengan salinitas berbeda. Materi yang digunakan adalah keong macan (Babylonia spirata L) yang diperoleh dari perairan Jepara dengan rata-rata bobot awal ±8,4 g/ekor dengan kepadata 2 ekor/L. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Sistematis (RAS) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan pada tiap perlakuannya dengan faktor utamanya adalah salinitas media. Perlakuan yang diujikan adalah dengan perlakuan S1 dengan salinitas 27 ppt (Hipo-osmotik), S2 dengan salinitas 31 ppt (Iso-osmotik), dan S3 dengan salinitas 35 ppt (Hiper-osmotik). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Oktober 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap Tingkat Kerja Osmotik (TKO), pertumbuhan dan kelulushidupan keong macan. Pola osmoregulasi keong macan pada perlakuan S2 (31 ppt) mengalami pola regulasi iso-osmotik, sementara pada perlakuan S1 (27 ppt) mengalami pola regulasi hiper-osmotik, sedangkan pada perlakuan S3 (35 ppt) mengalami pola regulasi hipo-osmotik. TKO terendah berada pada perlakuan S2 (31 ppt) sebesar 0,14 mOsm/l H2O, sedangkan pada perlakuan S1 (salinitas 27 ppt) memiliki tingkat kerja osmotik (TKO) tertinggi yakni sebesar 135,87 mOsm/l H2O. Laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik terbaik berada pada perlakuan S2 (31 ppt) dengan nilai masing-masing sebesar 3,10% dan 0,35%. Tingkat kelulushidupan (SR) keong macan terbaik berada pada perlakuan S2 (31 ppt) dengan nilai SR 100%.
KELIMPAHAN LARVA IKAN SAAT PASANG DAN SURUT DI PERAIRAN SEKTAR LOKASI WISATA BAHARI DUKUH MOROSARI DESA BEDONO, KABUPATEN DEMAK Rachmawan, Dicky Setya; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.575 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22525

Abstract

Perairan Morosari merupakan kawasan pesisir yang memiliki dinamika tinggi akibat dari adanya objek wisata bahari, dimana akan  berpengaruh  pada struktur komunitas sumberdaya perikanan, salah satu diantaranya adalah larva ikan yang ada diperairan tersebut. Larva ikan merupakan fase massa kritis dimulai bagi ikan, dimana pembentukan organ tubuh belum terbentuk secara sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan larva ikan berdasarkan pasang surut yang terdapat di perairan sekitar lokasi wisata bahari Dukuh Morosari Desa Bedono, Kabupaten Demak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan penentuan titik sampling secara purposive yang dilakukan di 6 stasiun baik pada saat pasang dan surut. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah larva ikan yang tertangkap sebanyak 1156 ind/600m3 terdiri dari 8 famili yakni: Ambassidae (551 ind/600m3), Belonidae (33 ind/600m3), Engraulidae (118 ind/600m3), Gobiidae (8 ind/600m3), Lutjanidae (7 ind/600m3), Mugilidae (130 ind/600m3), Nemipteridae (206 ind/600m3), Oryziatidae (103 ind/600m3). Larva famili Ambassidae merupakan larva yang paling banyak tertangkap, sedangkan larva yang tertangkap dengan jumlah paling sedikit ialah famili Lutjanidae. Hasil uji Independent-Sample T test ialah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelimpahan larva ikan saat pasang dan surut pada setiap stasiun maupun setiap pengulangan. Jumlah larva ikan pada saat pasang 613 ind/600m3 dan pada saat surut 543 ind/600m3.  Morosari waters are coastal areas that have high dynamics due to the existence of marine tourism object, which will affect the structure of the fishery resources community, one of which is the fish larvae that existed in these waters. Fish larvae is a critical mass phase begun for fish, where the formation of organs has not been fully formed. This study aims to determine the type and fish larvae abundance based on High Tide and Low Tide at Around Waters Marine Tourism Morosari of Bedono Village, Demak. The research was conducted in July 2017. The research method used a survey with purposive sampling conducted at 6 stations both at High Tide and Low Tide. The results showed that the number of fish larvae caught were 1156 ind/600m3 consisting of 8 families: Ambassidae (551 ind/600m3), Belonidae (33 ind/600m3), Engraulidae (118 ind/600m3), Gobiidae (8 ind/600m3), Lutjanidae (7 ind/600m3), Mugilidae (130 ind/600m3), Nemipteridae (206 ind/600m3), Oryziatidae (103 ind/600m3). The family larvae of Ambassidae are most caught larvae, while the larvae caught with the least amount are the Lutjanidae family. The result of the Independent-Sample T test is no significant different between the abundance of fish larvae during tidal and low tide at each station and every repetition. Number of fish larvae at high tide 613 ind / 600m3 and at low tide 543 ind / 600m3.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN LARVA IKAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA PASAR BANGGI KABUPATEN REMBANG Simanullang, Firtasari; Djuwito, Djuwito; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.823 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabupaten yang  terletak di pesisir Pantai utara Jawa Tengah yang mempunyai kawasan rehabilitasi mangrove seluas 106,66 ha. Ekositem mangrove di Kabupaten Rembang telah dikelola oleh masyarakat dan LSM setempat untuk dijadikan kawasan wisata dan masyarakat juga membuka lahan tambak yang dapat memberi tekanan bagi fungsi ekologis mangrove. Salah satu dampak yang sangat dikhawatirkan adalah terganggunya habitat vital serta perkembangan larva ikan di area asuhan hutan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis famili larva ikan, distribusi, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman dan dominasi larva ikan di ekosistem mangrove di Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali, dengan interval waktu 1 minggu sekali. Penelitian ini menggunakan metode survei sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified sampling. Hasil penelitian didapatkan larva ikan dari tujuh famili, yaitu: Gerreidae, Gobiidae, Clupeidae, Engraulidae, Adrianichtyidae, Megalopidae dan Carangidae. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,087- 0,770, dengan nilai tertinggi di wilayah mangrove umur sekitar tiga  tahun. Indeks keseragaman berkisar antara 0,062 – 0,555, nilai tertinggi juga pada wilayah umur mangrove sekitar tiga tahun. Nilai indeks dominasi berkisar antara 0,577 – 0,972, dengan nilai tertinggi pada wilayah mangrove berumur lima puluh tahun. Kelimpahan tertinggi larva ikan yang tertangkap pada lokasi penelitian didapat pada wilayah A (wilayah mangrove berumur sekitar lima puluh tahun) adalah sebesar 40 Ind/m3, wilayah B (wilayah mangrove berumur sekitar tujuh tahun) sebesar 22 Ind/m3 dan yang terendah adalah wilayah C (wilayah mangrove berumur sekitar tiga tahun) sebesar 19 Ind/m3..                      Kata Kunci : Kelimpahan Larva Ikan; Mangrove; Kabupaten Rembang ABSTRACT Rembang Regency located in the northeastern part of Central Java which has 106.66 ha mangrove rehabilitation area. Mangrove ecosystem in Rembang has been managed by local communities and NGOs for eco-tourism. The local people also have actively cleared mangrove area for artificial ponds that are put an ecological pressure into mangrove ecosystem function.  One of the important impact that needs to be concerned is the disruption of vital habitat as well as the development of fish larvae in mangrove area. The purpose of this study was to determine the type of fish larvae families, distribution, abundance, uniformity, diversity and dominance of larval fish in in the mangrove ecosystem of Pasar Banggi, Rembang. The samplings were conducted in April 2016 three times, with intervals one week. The sampling method was done by stratified sampling method. In three times sampling we obtained seven families of fish larvae in the following name: Gerreidae, Gobiidae, Clupeidae, Engraulidae, Adrianichtyidae, Megalopidae and Carangidae. The diversity indices range between 0,087- 0,770, with the highest in level in mangrove area with mangrove age of three years. The uniformity index ranges between 0,062 – 0,555, the highest value is also in mangrove area with mangrove age of three years. The dominance index values ranging between 0,577 – 0,972, with the highest value in the in mangrove area with mangrove age of fifty years. Highest abundance of fish larvae were caught among the sites acquired in the area A ( mangrove area about fifty years ) is 40 Ind / m3 , region B ( mangrove area about seven years ) of 22 Ind / m3 and the lowest is the area C ( mangrove area about three years old ) by 19 Ind / m3 .Key Words: Fish Larva Abundance, Mangrove , Rembang District
HUBUNGAN KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DENGAN DENSITAS ZOOXANTHELLAE PADA POLIP KARANG Acropora sp. DI PERAIRAN TERUMBU KARANG PULAU MENJANGAN KECIL, KARIMUN JAWA Pangaribuan, Tumpal Hasudungan; Soedarsono, Prijadi; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.034 KB)

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Nutrien merupakan salah satu faktor penentu terpeliharanya produktivitas perairan. Adanya asumsi ketersediaan cahaya, keberadaan zooxanthellae dan nutrien menjadi faktor yang penting. Permasalahannya adalah, apakah dukungan ini didapatkan dari ketersediaan nutrien di lingkungan perairan atau di dalam polip karang. Terkait dengan hal tersebut, maka penelitian ini akan mempelajari dukungan nutrien di dalam polip karang dan pengaruhnya terhadap keberadaan zooxanthellae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi penutupan karang di daerah pulau Menjangan Kecil, mengetahui total nitrat dan total fosfat, densitas zooxanthellae, hubungan kandungan antara total nitrat dan total fosfat terhadap densitas zooxanthellae di polip karang Acropora sp. di perairan terumbu karang pulau Menjangan kecil, Karimun Jawa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksplanatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan karang di perairan pulau Menjangan Kecil stasiun I 73,6% kategori baik dan stasiun II 76% kategori sangat baik. Terdapat hubungan antara kandungan nitrat dan fosfat pada polip karang Acropora sp. dengan densitas zooxanthellae. Pada sampel polip di dapat densitas zooxanthellae sebesar : 44 × 106 sel/ml - 78,5 × 106  sel/ml. Pengukuran nitrat pada sampel polip di dapat hasil sebesar: 14,78% - 21,09%. Pengukuran kandungan fosfat, pada sampel polip di dapat hasil sebesar: 23,4% - 28,18%. Nilai koefisien determinasi R2 antara total nitrat dengan densitas zooxanthellae sebesar 0,939 dimana mengandung pengertian pengaruh total nitrat terhadap densitas zooxanthellae adalah 93,9 %. Koefisien determinasi R2 antara total Fosfat dengan densitas zooxanthellae sebesar 0,514 dimana mengandung pengertian pengaruh total fosfat terhadap densitas zooxanthellae adalah 51,4 %. Hal ini mengindikasi semakin tinggi kandungan nitrat dan fosfat maka semakin tinggi pula densitas zooxanthellae di dalam polip karang Acropora sp. dan parameter kualitas air diukur sebagai data pendukung.