cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4: Oktober, 2018" : 10 Documents clear
VALUASI EKONOMI DAMPAK KEBERADAAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIKAGUNG REMBANG, JAWA TENGAH Negara, Bela Karisma; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPP Tasikagung Rembang merupakan suatu pelabuhan perikanan yang mampu meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan pesisir Tasikagung. PPP Tasikagung Rembang termasuk ke dalam tipe C. PPP Tasikagung Rembang mempunyai peranan yang penting dan stategis dalam pembangunan perekonomian nasional. Terdapat banyak unit usaha perikanan yang ada di PPP Tasikagung Rembang antara lain yaitu kapal cantrang, kapal mini purse seine, penyaluran BBM solar, penyaluran air bersih, pemindangan ikan, warung makan, sewa basket, warung sembako, perbengkelan, penyedia jasa MCK, dan es batu. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Februari tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan fasilitas pelabuhan yang terdapat di PPP Tasikagung Rembang dan menganalisis nilai ekonomi dampak keberadaan PPP Tasikagung Rembang ditinjau dari sektor usaha perikanan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomidampak keberadaan PPP Tasikagung Rembang pada tahun 2017 yaitu sebesar Rp 2.469.829.341.168. Nilai tersebut didapatkan dari selisih nilai keuntungan yang diperoleh dari total keuntungan usaha perikanan pada tahun 2017 yaitu senilai Rp 2.520.189.315.928 dengan nilai aset pembangunan PPP Tasikagung Rembang yaitu Rp 50.359.974.760. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya dibangun PPP Tasikagung Rembang diperoleh nilai ekonomi yaitu Rp 2.469.829.341.168 dengan nilai B/C ratio senilai 50,04.
ANALISIS PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECOPORT) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN, KOTA CIREBON, JAWA BARAT Permana, Arief Rivaldi; Boesono, Herry; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, merupakan pelabuhan perikanan kelas B yang berlokasi di Kota Cirebon, Jawa Barat. Tingginya aktivitas di PPN Kejawanan dapat menimbulkan berbagai dampak salah satunya terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis 1) kondisi fasilitas PPN Kejawanan yang terkait dengan konsep pelabuhan berbasis ecoport, 2) kondisi PPN Kejawanan sesuai konsep standar indeks ecoport, dan 3) menentukan strategi pengembangan PPN Kejawanan menuju konsep ecoport. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat survei dengan metode pengumpulan data secara purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis fasilitas pelabuhan perikanan, analisis pengembangan pelabuhan berwawasan lingkungan (ecoport), dan analisis pengembangan road map pelabuhan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi fasilitas PPN Kejawanan memiliki tingkat kelengkapan fasilitas yang baik. Nilai indeks ecoport diperoleh sebesar 1,89 sehingga perlu adanya peningkatan untuk menuju konsep ecoport. Strategi pengembangan PPN Kejawanan diarahkan pada komponen yang selama ini belum mencapai nilai maksimal yang disusun dalam bentuk road map (peta jalan) melalui periode jangka pendek (1-5 tahun) dapat melakukan penambahan jumlah ruang terbuka hijau dan peningkatan kebersihan kawasan pelabuhan. Pengembangan jangka menengah (5-10 tahun) dapat dilakukan dengan optimalisasi IPAL dan TPS, perpanjangan breakwater bagian barat dan timur, dan pengerukan kolam pelabuhan da n alur pelayaran.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL GORDON-SCHAEFER SUMBERDAYA PENANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Agustakristi, Ribka Elda; Mudzakir, Abdul Kohar; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lobster (Panulirus sp) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Kabupaten Gunungkidul. Upaya penangkapan yang terus meningkat menyebabkan munculnya masalah mengenai terancamnya kelestarian stok sumberdaya lobster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sumberdaya lobster di Kabupaten Gunungkidul dengan indikator MSY, MEY, OAE. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode analisis data yang digunakan adalah bioekonomi Gordon-Schaefer. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data produksi selama 10 tahun dari tahun 2007-2016 sebagai data sekunder dan data trip penangkapan, data harga, dan biaya sebagai data primer. Hasil analisa bioekonomi model Gordon-Schaefer pada sumberdaya lobster (Panulirus sp) menunjukkan hasil sebagai berikut: nilai CMSY sebesar 52.938 kg dengan jumlah trip sebanyak 27.500 trip/tahun, nilai CMEY sebesar 47.734 kg dengan trip sebanyak 18.878 trip/tahun dan nilai COAE sebesar 45.575 kg dengan trip sebanyak 37.756 trip/tahun. Rata -rata keuntungan per tahun yang dihasilkan adalah Rp. 17.293.774,-. Secara biologi dan secara ekonomi, sumberdaya lobster ( Panulirus sp) di Kabupaten Gunungkidul dalam keadaan overfishing
ANALISIS PENGGUNAAN MESHSIZE 2 INCH PADA ALAT TANGKAP JARING INSANG LAYUR (GILLNET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus) DI PERAIRAN PROBOLINGGO Anshory, Muhammad Fajar Izza; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Probolinggo merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan dengan jumlah produksi sebesar 21.950 kg per tahun. Wilayah Probolinggo diuntungkan dengan letaknya yang strategis yaitu di jalur perdagangan Jawa-Bali. Kabupaten Probolinggo memiliki keanekaraman alat tangkap yaitu terdiri dari 14 jenis alat tangkap. Alat tangkap yang dominan yang digunakan yaitu jaring insang (Gillnet). Penelitian ini bertujuan menganalisis ukuran dan cara tertangkapnya pada jaring insang, menganalisis presentase komposisi hasil tangkapan jaring insang, dan menganalisis penggunaan meshsize 2 inch jaring insang terhadap hasil tangkapan ikan layur (Trichiurus lepturus). Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mengikuti proses penangkapan sebanyak 10 kali trip, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Analisis data meliputi komposisi hasil tangkapan, komposisi ukuran layak tangkap, diversitas hasil tangkapan, dominansi hasil tangkapan, ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran pertama kali tertangkap. Peniliaian terhadap penggunaan meshsize dilakukan dengan cara melihat komposisi hasil tangkapan berdasarkan ukuran layak tangkap ikan. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang layur yaitu Layur ( Trichiurus lepturus), Beloso (Saurida tumbil), Kurisi (Nemitarus nematophorus), Bawal (Parastromateus niger), Kembung (Rastrelliger sp.). Diversitas hasil tangkapan yaitu bernilai 1,31 yang berarti keanekaragaman tinggi dan selektivitas alat tangkap rendah. Dominansi hasil tangkapan yaitu 0,3068 yang berarti dominansi tinggi dan selektivitas alat tangkap yang tinggi. Ikan layur (Trichiurus lepturus) sebagai tangkapan utama memiliki nilai Length at first maturity sebesar 64,54 cm sedangkan nilai length of catch yaitu 64,09 cm. Berdasarkan kriteria yang dianalisis maka penggunaan meshsize 2 inch layak digunakan.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI HASIL TANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN KEBUMEN Kusumasuci, Woro; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan memerlukan faktor-faktor produksi untuk memperoleh hasil tangkapan yang maksimal. Oleh karena itu dalam penelitian ini perlu diketahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil tangkapan Gillnet di perairan Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan gillnet, yang terdiri atas jumlah setting (X1), panjang jaring (X2), pengalaman nelayan (X3) dan konsumsi BBM (X3); menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan nelayan gillnet; menganalisis perbedaan banyaknya hasil tangkapan antara gillnet 2 inchi dan gillnet 5 inchi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan 50 orang nelayan sebagai sampel dari total populasi 89 orang nelayan. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan hubungan faktor-faktor produksi dengan produksi hasil tangkapan dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu: Ln Y = 0,33 + 0,55 ln X1 + 0,17 ln X2 – 0,06 ln X3 + 0,36 ln X4 untuk gillnet 2 inchi dan Ln Y = -2,87 + 0,21 ln X1 + 0,50 ln X2 + 0,24 ln X3 + 0,42 ln X4 untuk gillnet 5 inchi, sedangkan faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan gillnet di perairan Kebumen adalah jumlah setting (X1), panjang jaring (X2), pengalaman nelayan (X3) dan Konsumsi BBM (X4). Serta nilai return to scale (skala hasil) alat tangkap gillnet 5 inchi yaitu 1,37 lebih besar daripada nilai return to scale (skala hasil) alat tangkap gillnet 2 inchi yaitu 1,02.
ANALISIS PERBANDINGAN DIMENSI UTAMA KAPAL PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO JAWA TIMUR Maulana, Rizki; Setyanto, Indradi; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Mayangan terletak di Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Armada penangkapan yang terdapat di PP Mayangan yang dipergunakan meliputi : Bubu 95 unit, Pancing Prawai 125 unit, Gillnet 95 unit, Jaring Payang 85 unit, Trammel net 58 unit, Sero 110 unit, pukat pantai 88 unit, alat pengumpul kerang 35 unit, jaring Purse Seine 12 unit dan alat lainnya 190 unit. Pengukuran perbandingan dimensi utama kapal sangat penting untuk menganalisis nilai pada L/B, L/D dan B/D yang dapat mempengaruhi kekuatan, kecepatan dan stabilitas.Informasi dan data yang terbatas mengenai ukuran di purse seine di Pelabuhan Perikanan Mayangandapat menjadi kendala dalam pengembangan kegiatan penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbandingan, rasio, dan menganalisis hubungan antara rasio dimensi utama purse seine kapal dengan tenaga mesin dan jaring pukat yang digunakan dalam PP Mayangan. Metode yang digunakan adalah sensus dan dianalisis secara deskriptif komparatif dengan mengukur kapal sebanyak 12 kapal purse seine yang ada disana. Hasilnya menunjukkan kisaran dimensi utama dari 18.80 meter hingga 21,17 meter dari LOA, Bmax dari 5, 86 meter hingga 7,25 meter dan Kedalaman (D) dari 1,73 ke 2,12 meter. Rasio dimensi utama memiliki kisaran 3,20 hingga 3,46 dari L / B, nilai L / D dari 10,97 ke 12,23 dan B / D dari 3,19 ke 3,81. Rasio dimensi utama tidak memiliki hubungan kecenderungan tenaga mesin dan alat tangkap karena nelayan belum mempertimbangkannya.
ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA IKAN TERI (Stolephorus sp.) DI PESISIR KABUPATEN PEKALONGAN JAWA TENGAH Juniko, Nidia; Mudzakir, Abdul Kohar; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Pekalongan mempunyai sumberdaya Ikan teri (Stolephorus sp.) yang produksinya cenderung menurun pada empat tahun terakhir. Maka perlu dilakukan pengkajian stok agar sumberdaya ikan ini tetap lestari. Penelitian ini bertujuan menganalisa hasil tangkapan optimum lestari dengan upaya penangkapan optimum lestari, hasil tangkapan ekonomi lestari dengan upaya penangkapan ekonomi lestari, dan hasil tangkapan pada open access equilibrium dengan upaya penangkapan pada open access equilibrium pada kegiatan pemanfaatan sumberdaya Ikan Teri (Stolephorus sp.) dengan alat tangkap purse seine waring (bondet) di pesisir Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode Pengumpulan responden dalam penelitian menggunakan metode sensus dengan jumlah 26 responden. Jenis data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunkan dalam penelitian ini adalah meliputi perhitungan catch per unit effort dari alat tangkap yang digunakan dan analisis perhitungan bioekonomi Gordon-Schaefer serta perhitungan tingkat pemanfaatan dan pengupayaan pada usaha penangkapan purse seine waring. Kondisi bioekonomi sumberdaya Ikan Teri (Stolephorus sp.) di pesisir Kabupaten Pekalongan telah mengalami kondisi overfishing secara biologi dan ekonomi. Oleh sebab itu pendaftraran kapal penangkapan Ikan Teri (Stolephorus sp.) di pesisir Kabupaten Pekalongan sebaiknya dihentikan sementara
EVALUASI TATA LETAK FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Mumtazah, Lina Asna; Boesono, Herry; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan memiliki potensi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat nelayan. Pelabuhan Perikanan ditujukan sebagai tempat kegiatan perikanan yang terdiri dari produksi perikanan, pengendalian dan pengawasan sumberdaya ikan, serta pemasarannya. Pengembangan pada Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang bergantung pada tingkat usaha perikanan pada masyarakat. Tata letak fasilitas sangat mempengaruhi aktivitas kegiatan perikanan di PPP Tawang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tata letak fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang. Metode analisis yang digunakan adalah Peta Keterkaitan Kegiatan (ARC) dan menggunakan metode tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pemanfaatan Tingkat pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang didapatkan hasil, pemanfaatan kedalaman alur pelayaran atau kolam pelabuhan sebesar 95%, panjang dermaga sebesar 89%, dan Tempat Pelelangan Ikan sebesar 19%, terdapat adanya fasilitas yang tidak sesuai dengan peletakkan lokasi terhadap fungsi, derajat kedekatannya dan efisiensi jarak. Jenis fasilitas yang tidak sesuai dengan letaknya antara lain adalah Instalasi Air, Dermaga Istirahat, Dermaga Muat, Dermaga Bongkar dan Tempat Sampah yang harus diperbaiki lokasinya. Perbaikan dalam perencanaan ulang tata letak fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang diperlukan berdasarkan derajat kedekatannya, fungsi yang sesuai, dan efisiensi jarak.
ANALISIS KINERJA PENGAWAS PERIKANAN DALAM PENERAPAN MONITORING, CONROLING, AND SURVEILLANCE (STUDI KASUS DI PANGKALAN PSDKP JAKARTA) Yuliana, Anna; Wibowo, Bambang Argo; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragam kegiatan perikanan di perairan yang luas serta garis pantai yang panjang memerlukan pengawasan yang baik. Agar pengawasan dapat efektif, maka dilakukan penguatan Sistem Pengawasan Terpadu (Integrated Surveillance System/ISS) melalui langkah operasional salah satunya menerapkan Monitoring, Controlling and Surveillace (MCS) secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja pengawas perikanan atas pelayanan publik yang diberikanan dan merumuskan strategi pengembangannya untuk mengoptimalkan pengawasan sumberdaya kelautan perikanan dalam rangka penerapan sistem monitoring, control and surveillance (MCS) yang dilakukan di Pangkalan PSDKP Jakarta. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang bersifat studi kasus dengan analisis Customer Sastifaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan pengawas perikanan dan SWOT untuk strategi pengembangannya. Nilai tingkat kepuasan pengguna jasa berdasarkan CSI dari 44 responden adalah 86,82% terletak pada selang 81% –100% yang berarti pengguna jasa pelayanan publik dikategorikan “sangat puas” dan tingkat kesesuaian mencapai 100%. Analisis untuk strategi pengembangan pengawasan kegiatan perikanan berada pada Kuadran 1 (satu) merekomendasikan UPT Pangkalan PSDKP Jakarta untuk melaksanakan strategi-strategi yang bersifat tumbuh dan membangun (grow and build). Strategi tersebut diantaranya Penguatan kerjasama dan koordinasi dengan lintas institusi penegak hukum di laut melalui langkah operasional, Penguatan kerjasama nasional dan internasional dalam pengawasan IIU Fishing melalui patroli udara (airborne surveilllance), mensinergikan MCS dengan menerapkan sistem informasi yang terintegrasi SIMWASKAN, peningkatan koordinasi penyelesaian penyidikan dan penanganan TPKP dengan Kejaksaan Agung, serta Meningkakan pelayanan publik yang cepat dan akurat.
ANALISIS BIOEKONOMI SUMBERDAYA IKAN PARI (Dasyatis sp.) DI PERAIRAN REMBANG Amir, Mohammad Faisal; Wijayanto, Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Pari (Dasyatis sp.) merupakan salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis penting untuk daerah pemasaran pada skala lokal sebagai komoditi hasil perikanan laut. Kulit ikan Pari dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan dompet, tas, dan lain-lain, sehingga penangkapan ikan Pari meningkat pada beberapa tahun terakhir. TPI Tanjungsari selalu menghasilkan produksi ikan pari setiap tahunnya, sehingga perlu diadakan pengawasan terhadap sumberdaya ikan pari apakah telah terjadi overfishing atau belum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek bioekonomi, tingkat pemanfaatan dan tingkat pengupayaan sumberdaya ikan Pari di Perairan Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sensus dengan mengambil 19 nelayan cantrang sebagai responden. Kondisi bioekonomi sumberdaya ikan pari di perairan Rembang belum mengalami kondisi overfishing. Nilai catch dalam Maximum Suistainable Yield (MSY) adalah 83.842 Kg dengan jumlah trip penangkapan sebanyak 43.795, sedangkan nilai catch dalam Maximum Economic Yield (MEY) adalah 82.852 Kg dengan jumlah trip penangkapan sebanyak 39.037, sedangkan nilai catch dalam Open Acces Equilibrium (OAE) adalah 32.474 Kg dengan jumlah trip penangkapan sebanyak 78.074. Tingkat pemanfaatan rata-rata sumberdaya ikan Pari di perairan Rembang adalah 60,9%, tingkat pengupayaan rata-rata sumberdaya ikan Pari di perairan Rembang adalah 39,1%. Nilai Pemanfaatan sumberdaya ikan pari masih dapat ditingkatkan untuk mencapai tingkat pemanfaatan yang optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10