cover
Contact Name
Suhadi
Contact Email
jleadersia@gmail.com
Phone
+6281324616616
Journal Mail Official
jleadersia@gmail.com
Editorial Address
Perum GIS No. 16 Desa Sampih Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Leadersia: Journal of Educational Management
ISSN : 31249914     EISSN : 31249906     DOI : -
Core Subject :
Leadersia: Journal of Educational Management adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian akademik di bidang manajemen dan kepemimpinan pendidikan. Jurnal ini berfokus pada pengembangan teori, praktik, dan inovasi dalam pengelolaan lembaga pendidikan di berbagai jenjang dan konteks. Leadersia menjadi wadah ilmiah bagi akademisi, peneliti, pengelola pendidikan, dan praktisi untuk mendiseminasikan temuan riset, gagasan, dan pemikiran kritis yang berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas manajemen, kepemimpinan, dan mutu pendidikan. Seluruh artikel yang diterbitkan melalui proses penelaahan sejawat (peer review) yang ketat dan mengacu pada standar etika publikasi ilmiah guna menjamin kualitas, objektivitas, dan integritas akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Pengembangan Kerangka Konseptual Manajemen Pendidikan Berbasis Data untuk Meningkatkan Tata Kelola Sekolah Cici Umi Solikhatun; Dwi Lestari
Leadersia: Journal of Educational Management Vol. 1 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/leadersia.v1i1.233

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka konseptual manajemen pendidikan berbasis data untuk meningkatkan tata kelola sekolah. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif melalui analisis terhadap artikel jurnal bereputasi, buku ilmiah, dokumen kebijakan, dan publikasi akademik yang relevan mengenai manajemen pendidikan, data-driven decision making, school governance, dan transformasi digital pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi, mengintegrasikan, dan mensintesis berbagai konsep yang berkembang dalam literatur. Hasil penelitian menghasilkan kerangka konseptual yang terdiri atas lima komponen utama, yaitu input data pendidikan, kapabilitas organisasi, proses manajemen berbasis data, pengambilan keputusan berbasis bukti, dan tata kelola sekolah yang berkualitas. Kelima komponen tersebut membentuk siklus perbaikan berkelanjutan yang mendukung transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan peningkatan mutu pendidikan. Kerangka konseptual ini diharapkan menjadi kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu manajemen pendidikan sekaligus menjadi acuan bagi sekolah dalam mengoptimalkan pemanfaatan data untuk mewujudkan tata kelola pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
Peran Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah dalam Membangun Organizational Citizenship Behavior (OCB) Guru di Madrasah Tsanamiyah Imam Afifudin
Leadersia: Journal of Educational Management Vol. 1 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/leadersia.v1i1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan spiritual kepala sekolah dalam membangun Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru melalui pendekatan library research. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan mengkaji berbagai buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan mengenai kepemimpinan spiritual, perilaku organisasi, dan manajemen pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis berbagai konsep yang berkembang dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual berperan dalam membangun OCB guru melalui penguatan motivasi intrinsik, komitmen organisasi, dan budaya organisasi kolaboratif. Kerangka konseptual yang dihasilkan menjelaskan bahwa internalisasi nilai-nilai amanah, integritas, keteladanan, kepedulian, dan tanggung jawab mendorong munculnya perilaku sukarela guru yang mendukung efektivitas organisasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam sekaligus menjadi acuan bagi kepala madrasah dalam membangun budaya organisasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Kepemimpinan Multikultural Kepala Sekolah: Strategi Pengelolaan Keberagaman Sosial Budaya Peserta Didik di Sekolah Dasar Raihanah Afifah; Astrea Ulfa Fadiya; Nur Laili Khoiriyah
Leadersia: Journal of Educational Management Vol. 1 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/leadersia.v1i2.235

Abstract

Penelitian berbasis studi kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai strategi pengelolaan keberagaman sosial-budaya peserta didik melalui lensa Kepemimpinan Multikultural Kepala Sekolah di tingkat Sekolah Dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen keberagaman yang efektif menuntut pergeseran paradigma kepemimpinan dari model administratif konvensional menuju kepemimpinan transformatif yang inklusif. Strategi komprehensif yang dianalisis mencakup empat pilar utama: (1) transformasi kebijakan institusional yang berkeadilan, (2) pengembangan kompetensi kultural tenaga pendidik melalui pedagogi responsif, (3) rekayasa iklim interaksi sosial berbasis pemanfaatan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), serta (4) pembangunan kemitraan strategis dengan orang tua dan komunitas multikultural. Meskipun implementasinya kerap dihadapkan pada hambatan berupa sikap etnosentrisme, keterbatasan sumber daya, dan tekanan birokrasi akademik, kepala sekolah dapat mengatasinya melalui pendekatan dialogis, penerapan keadilan restoratif (restorative justice), serta kolaborasi lintas sektor. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa kepemimpinan multikultural mampu mengubah keberagaman menjadi modal sosial yang kokoh guna merajut harmoni dan mencetak generasi cerdas berkarakter toleran.
Manajemen Pembelajaran Berbasis Proyek Lintas Mata Pelajaran dalam Kerangka Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Vika Ariska
Leadersia: Journal of Educational Management Vol. 1 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/leadersia.v1i2.236

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar menuntut adanya transformasi tata kelola pendidikan yang bergeser dari pola pengajaran konvensional yang terfragmentasi menuju pendekatan pembelajaran yang holistik dan kontekstual. Penelitian berbasis studi kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai Manajemen Pembelajaran Berbasis Proyek Lintas Mata Pelajaran dalam kerangka Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan pembelajaran berbasis proyek lintas mata pelajaran sangat bergantung pada efektivitas tiga pilar manajerial utama, yaitu: (1) perencanaan dan desain kurikulum terpadu yang menyinkronkan capaian pembelajaran antar-bidang studi secara koheren; (2) pengorganisasian kolaborasi guru melalui komunitas belajar profesional serta optimalisasi sumber daya fisik dan lingkungan belajar secara fleksibel; serta (3) dinamika pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered) yang didukung oleh penerapan sistem asesmen otentik yang komprehensif. Meskipun pelaksanaannya kerap dihadapkan pada tantangan seperti ego sektoral, hambatan penjadwalan, dan kompleksitas penilaian formatif, satuan pendidikan dapat mengatasinya melalui kepemimpinan kolaboratif dan penguatan kapasitas pedagogis pendidik. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa manajemen pembelajaran berbasis proyek lintas mata pelajaran mampu meruntuhkan sekat-sekat kaku mata pelajaran konvensional, menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, serta menjadi wahana yang sangat efektif untuk mencetak generasi peserta didik yang kreatif, kolaboratif, kompeten, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Manajemen Krisis Reputasi Sekolah: Strategi Humas dan Kepala Sekolah dalam Menangani Isu Kekerasan di Satuan Pendidikan Dasar Wiwin Windriani
Leadersia: Journal of Educational Management Vol. 1 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/leadersia.v1i2.237

Abstract

Kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan dasar menuntut adanya tata kelola manajemen krisis reputasi yang cepat, tepat, dan terstruktur guna menjaga kepercayaan publik (public trust). Penelitian berbasis studi kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai Manajemen Krisis Reputasi Sekolah: Strategi Humas dan Kepala Sekolah dalam Menangani Isu Kekerasan di Satuan Pendidikan Dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan penanganan krisis institusional sangat bergantung pada efektivitas tiga pilar utama, yaitu: (1) mitigasi pra-krisis yang proaktif melalui audit kerentanan institusional dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) perlindungan anak yang transparan; (2) ketepatan strategi komunikasi krisis pada fase tanggap darurat yang mengedepankan empati, keterbukaan informasi, dan penunjukan juru bicara resmi guna meredam kepanikan publik; serta (3) pemulihan reputasi dan reformasi kultural pasca-krisis melalui evaluasi menyeluruh (post-crisis audit), peningkatan pengawasan, pendampingan psikologis korban, serta pemulihan komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Meskipun krisis kekerasan membawa ancaman kehancuran citra yang masif, pengelolaan krisis yang profesional dan berbasis nilai integritas mampu mengubah situasi destruktif menjadi momentum perbaikan institusional. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa sinergi yang harmonis antara kepemimpinan kepala sekolah yang tegas dan strategi kehumasan yang handal merupakan kunci utama bagi sekolah dasar dalam memulihkan kepercayaan publik, menjamin rasa aman peserta didik, serta menjaga kehormatan lembaga pendidikan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15