cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
SKRINING ANTIBAKTERI EKSTRAK RUMPUT LAUT Sargassum plagyophyllum DARI PERAIRAN BANDENGAN JEPARA TERHADAP BAKTERI PATOGEN Enterobacter, Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococus aureus Yunianto, Hendi Perdian; Widowati, Ita; Radjasa, Ocky Karna
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.443 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.5987

Abstract

Sifat resistensi dan infeksi patogenitas bakteri terhadap manusia saat ini meningkat, maka perlu adanya obat alternatif baru. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam rumput laut merupakan salah satu sumber antibakteri baru yang diperoleh dari alam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak Sargassum plagyophyllum terhadap bakteri patogen Enterobacter, P. aeruginosa dan S. aureus serta mengetahui golongan senyawa dan toksisitas senyawa bioaktif ekstrak S. plagyophyllum. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2012 – Mei 2013. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling method. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratoris. Ekstraksi dilakukan secara bertingkat dengan menggunakan tiga pelarut yang berbeda kepolarannya. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi agar (Kirby-bauer) dengan 3 kali pengulangan. Analisis fitokimia dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan perubahan warna serta karakteristik fisika kimia suatu golongan. Uji toksisitas dilakukan menggunakan larva Artemia salina. Nilai toksisitas akut (LC50) ditentukan dengan menggunakan persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Sargassum plagyophyllum pelarut etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terbaik dengan zona hambat 4,87 ± 0,49 (bakteri Enterobacter); 6,06 ± 0,58 (bakteri S. aureus) dan 6,30 ± 0,62 (bakteri P. aeruginosa) serta memiliki aktivitas bakteriosidal. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa secara umum ekstrak Sargassum plagyophyllum mengandung senyawa alkaloid (pelarut heksana), steroid (ketiga pelarut), saponin (pelarut metanol). Hasil uji toksisitas menunjukkan ekstrak S. plagyophyllum pelarut etil asetat memiliki toksisitas yang toksik dengan nilai LC50-24 jam sebesar 291 ppm (toksik kategori kronik).
Kajian Kawasan Rehabilitasi Mangrove Di Desa Kartikajaya, Kecamatan Cepiring Dan Desa Margorejo Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal Putro, Muhamad Irfan Cahyo; Suryono, Chrisna Adhi; Pribadi, Rudhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.962 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i2.25897

Abstract

ABSTRAK : Upaya-upaya rehabilitasi mangrove sudah sering dilakukan dibanyak tempat di Indonesia, namun belum ada kajian hasil rehabilitasi untuk mengetahui sejauh mana upaya kegiatan rehabilitasi tersebut. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu : (1) mengetahui struktur dan komposisi vegetasi mangrove; (2) mengkaji kegiatan rehabilitasi di lokasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif eksploratif dengan analisa struktur dan komposisi vegetasi mangrove, tabel, dan presentase. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 16 jenis mangrove. Kerapatan kategori pohon (tree) di Desa Kartikajaya  sebesar 1367 ind/ha – 2766 ind/ha yang didominasi oleh Avicennia marina, dan untuk Desa Margorejo memiliki nilai 600 ind/ha – 2433 ind/ha yang didominasi oleh Rhizophora mucronata. Indeks Keanekaragaman (H’) dan Keseragaman (J’) mangrove di kedua lokasi penelitian termasuk dalam kategori rendah. Distribusi kelas diameter pohon di Desa Kartikajaya dan Desa Margorejo didominasi kelas 4 - 7 cm, sedangkan distribusi tinggi pohon didominasi oleh kelas 4,1 - 6 m. Peraturan tentang rehabilitasi dan pengelolaan mangrove di kedua lokasi belum tersosialisasi dengan baik, terdapat lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah yang terlibat rehabilitasi dan pengelolaan mangrove di kedua lokasi penelitian yang berperan cukup baik, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi dan pengelolaan mangrove di Desa Kartikajaya lebih baik jika dibandingkan Desa Margorejo. ABSTRACT : Mangrove rehabilitation efforts have often performed in many places in Indonesia, but there have been no study results to determine the extent of the rehabilitation efforts of rehabilitation activity. The research aim to: (1) determine the structure and composition of mangrove vegetation; (2) assess the rehabilitation activities at the research location. The method use explorative descriptive method with analysis of the structure and composition of mangrove vegetation, table, and percentage. Based on the results of the research, researcher found 16 species of mangrove. Density of tree categories in the Kartikajaya for 1367 ind/ha - 2766 ind/ha dominated by Avicennia marina, and for Margorejo has a value of 600 ind/ha - 2433 ind/ha dominated by Rhizophora mucronata. Diversity Index (H ') and evenness (J') of mangrove in both location included in the low category. Distribution of diameter classes of trees in the Kartikajaya and the Margorejo dominated by a class of  4-7 cm, while the height of the tree distribution is dominated by a class of 4,1-6 m. Regulations on rehabilitation and management of mangroves in both locations have not been properly socialized, there are government and non-government institution that involved on rehabilitation and management of mangrove in both research sites and have a role well, and community participation in the rehabilitation and management of mangrove in Kartikajaya is better than in the Margorejo.
KETERKAITAN JUMLAH TANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DENGAN DISTRIBUSI KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN CITRA MODIS DI LAUT JAWA DAN SELAT MAKASSAR Ashari, Fuad; Redjeki, Sri; Kunarso, Kunarso
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.801 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6009

Abstract

Laut Indonesia sangat kaya akan sumberdaya perikanan, terutama ikan pelagis yang menjadi hasil tangkapan utama nelayan. Peramalan daerah tangkapan ikan bisa menggunakan indikator suhu permukaan laut dan kadar klorofil-a. Hasil peramalan daerah tangkapan ikan belum digunakan oleh nelayan dari Kecamatan Juwana Kabupaten Pati karena belum yakin adanya keterkaitan kadar klorofil-a dan SPL dengan hasil tangkapan.Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan tingkat keterkaitan jumlah tangkapan ikan pelagis kecil dengan sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut di Laut Jawa dan Selat Makassar.Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2013. Daerah pengambilan data berada di Laut Jawa sampai Selat Makassar, berada pada Lintang 2 - 7⁰ LS dan Bujur 112 – 118⁰ BT. Data penelitian yang digunakan berupa hasil tangkapan, arah dan kecepatan arus, serta koordinat titik tangkapan, juga data sebaran klorofil-a dan SPL yang diperoleh dari citra satelit MODIS level-3 periode 8-harian dan data angin dari website www.ecmwf.int. Kadar klorofil-a yang ditentukan secara detail per lokasi tangkapan berkaitan sangat lemah dengan hasil tangkapan ikan layang, tongkol, semar dan banyar yang ditangkap menggunakan alat tangkap purse seine. Kadar klorofil-a yang ditentukan secara rerata keseluruhan di area penangkapan berkaitan kuat dengan hasil tangkapan ikan layang, tongkol, semar dan banyar yang ditangkap menggunakan alat tangkap jaring purse seine dengan nilai koefesien korelasi (r) 0,638. Suhu permukaan laut baik yang ditentukan detail per lokasi tangkapan maupun secara rerata keseluruhan area tangkapan mempunyai tingkat keterkaitan sedang dengan hasil tangkapan ikan layang, tongkol, semar dan banyar yang ditangkap menggunakan alat tangkap jaring purse seine dengan nilai kisaran koefesien korelasi (r) –(0,502 – 0,534). Faktor yang mempengaruhi keberhasilan nelayan  purse seine dalam melakukan proses penangkapan disamping kadar klorofil-a dan SPL juga arah arus permukaan dan arus dalam serta arah angin.
Studi Kandungan Nutrien Pada Ekosistem Mangrove Perairan Muara Sungai Kawasan Pesisir Semarang Ridwan, Muhammad; Suryono, Suryono; Nuraini, Ria Azizah Tri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.819 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i4.25927

Abstract

ABSTRAK : Nutrien memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan biota laut. Kandungan nutrien merupakan salah satu indikator terhadap kesuburan sebagai deskripsi kualitatif suatu perairan. Tersedianya nutrien di muara sungai dipengaruhi oleh ekosistem mangrove yang hidup di sekitarnya. Kerusakan ekosistem mangrove yang terjadi karena tingginya konversi lahan dan faktor alam akan mempengaruhi kandungan nutrien di perairan, ditambah aktifitas manusia di daerah hulu yang memanfaatkan kawasan perairan sungai sebagai tempat untuk membuang limbah akan berdampak terhadap semakin tertekannya ekosistem mangrove, selain itu juga dapat mempengaruhi kondisi perairan muara sungai secara langsung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan nutrien (N, P dan Si) pada ekosistem mangrove perairan muara sungai kawasan pesisir Kota Semarang. Penelitian ini dilakukan selama bulan April 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, sedangkan metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air yang diambil dari 4 Lokasi muara sungai yang terdapat ekosistem mangrove, yaitu: Lokasi A (Mangunharjo), Lokasi B (Mangkang Wetan), Lokasi C (Maron) dan Lokasi D (Trimulyo). Analisis sampel penelitian dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan, Semarang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nutrien N, P dan Si selama penelitian di semua lokasi adalah amonia (0,1-1.96 mg/L), nitrit (0.009-0.37 mg/L), nitrat (0,216-5.86 mg/L), fosfat (0.57-3.87 mg/L) dan silika (0.1-11.21 mg/L). Secara umum kandungan nutrien di seluruh lokasi telah melebihi baku mutu Kemetrian Lingkungan Hidup tahun 2004 untuk biota laut. Berdasarkan kandungan nutrien nitrat dan fosfat kesuburan perairan berada pada level mesotropik – hypertropik. Rasio N:P selama penelitian  berkisar antara 0.47:1 – 3.24:1. ABSTRACT : Nutrient had an important role in growth and development of organism. The content of nutrient is indicator to fertility as qualitative description of water. The availability of nutrient in estuary affected by mangrove ecosystem that live in the vicinity. The damage of mangrove ecosystem happened because of land conversion and nature cause, it will affect nutrient content in water. Human activities in headwaters which utilize river areas as a place to waste disposal will also aggravate mangrove ecosystem, it will affect the water condition in estuarine directly. This research was conducted to analyze the content of (N, P dan Si ) in mangrove ecosystem of estuary waters coastal area of Semarang. The research started from April 2015 - January 2016 consisting of sampling the estuaries of Semarang coastal area to writing the final report. The method used is descriptive explorative, while the method of determining location using purposive sampling method. The material used in this research is water samples taken from four location of estuary where there are mangrove ecosystem, that is: Location A (Mangunharjo), Location B (Mangkang Wetan), Location C (Maron) and Location D (Trimulyo). The Analysis samples of this research conducted at Balai Laboratorium Kesehatan, Semarang. The results showed that the nutrient content of N, P and Si for all locations are ammonia (0,1-1.96 mg/L), nitrite (0.009-0.37 mg/L), nitrates (0,216-5.86 mg/L), phosphate (0.57-3.87 mg/L) and silica (0.1-11.21 mg/L). In general the nutrient content in all locations has exceeded the quality standard The Ministry of Environment in 2004 for marine life . Based on the nutrient content of nitrate and phosphate fertility waters at the level mesotropik – hypertropik. Rasio N: P during the study ranged from 0.47 : 1 - 3:24 : 1.
PENGARUH PENGGUNAAN Divine Cigarette TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa (Hudson) Papenfus Imaniar, Khajar; Sunaryo, Sunaryo; Santosa, Gunawan Widi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.25 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i2.2353

Abstract

Seaweed culture in Indonesia has a good prospects and is very important in the supply of row material at agar industry. Request seaweed for industrial use can met through the culture process. Optimalitation of the seaweed production in marine culture need to pay attention to environmental factors, especially mercury. Pollution of mercury in the water rearing media of seaweed can damage on tissue of plant. The Divine cigarette can catch, control and decay free radicals, may with its application in the process of cultivation very important to do. This research was aimed to know the influence of Divine cigarette on the rearing media to the growth of seaweed G. verrucosa. This research was conducted at the Hatchery of Coastal Ecodevelopment Area Laboratory (LPWP) Prof. Dr. Ir. Gatot Rahardjo Joenoes, the University of Diponegoro, Jepara on June-July 2012. Treatments were the addition of the Divine cigarette in the fertilizer (A) and without Divine cigarette addition (B) on fertilizer rearing in the media of seaweed G. verrucosa. The observation were made on the spesific growth rate of seaweed G. verrucosa and statistically analyzed using t-test. The results of this research showed that the growth respons of G. verrucosa was significantly difference (p<0,05).
Distribusi Makroalgae Di Wilayah Intertidal Pantai Krakal, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta Stephani, Wandha; Santosa, Gunawan Widi; Sunaryo, Sunaryo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.845 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11425

Abstract

Makroalgae merupakan tumbuhan laut yang berperan penting dalam ekosistem perairan. Distribusi makroalgae dipengaruhi oleh beberapa faktor baik fisika, kimia, maupun biologi. Berdasarkan pengaruh faktor pencahayaan makroalgae bisa dikelompokkan berdasarkan kandungan pigmennya. Ada 3 kelas makroalgae yaitu algae hijau (Chlorophyceae), algae coklat (Phaeophyceae) dan algae merah (Rhodophyceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan komposisi jenis makroalgae di wilayah intertidal Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta.Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2014 di wilayah intertidal Pantai Krakal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan pada 6 stasiun dengan jarak antar stasiun 30 meter. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penelitian ditemukan 12 spesies yang terbagi atas 3 kelas diantaranya adalah 3 spesies dari kelas Chlorophyceae, 4 spesies dari kelas Phaeophyceae, dan 4 spesies dari kelas Rhodophyceae. Makroalgae dari Stasiun 6 memiliki tingkat keanekaragaman makroalgae tertinggi dengan nilai 1,684 dan Stasiun 1 memiliki keanekaragaman terendah berada yaitu dengan nilai 1,390. Keseragaman tertinggi ditemukan pada Stasiun 3 dengan nilai 0,782 dan terendah pada Stasiun 4 dengan nilai 0,597. Indeks dominansi tertinggi berada pada Stasiun 4. Faktor yang mempengaruhi distribusi makroalgae di wilayah intertidal adalah cahaya, suhu, salinitas, pergerakan air dan jenis substrat. Semua parameter kualitas air yang telah diukur memenuhi syarat bagi pertumbuhan optimum rumput laut kecuali kandungan nitrat dan fosfat
STUDI AKUMULASI LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DAN EFEKNYA TERHADAP KANDUNGAN KLOROFIL DAUN MANGROVE Rhizophora mucronata Dewi, Arum Rosita; Tri Nuraini, Ria Azizah; Yulianto, Bambang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.234 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3145

Abstract

The condition of waters east of Semarang allegedly tainted by the many human activities such as 12th and December 11th in the waters of eastern pilula, Marcia hiantia, Placuna placenta, Paphia undulate, and Pharella javanic. The species with the highest abundance was Anadara granosa ( 301.1 Ind / ha (Station III)). Organic matter content was highest at station II, period 2, amounting to 22.56%, and lowest was at station V, period 3, amounting to 9.48%. The correlation between organic matter content of sediment with an abundance of bivalves in the waters of eastern Semarang overall resulted to receive Ho (no significant correlation).
Ekologi Mangrove Di Pesisir Kecamatan Tongas Dan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Wijaya, Dyah; Suryono, Suryono; Soenardjo, Nirwani
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.223 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i2.25213

Abstract

Komunitas mangrove menempati area diantara darat dan laut yang memiliki kondisi lingkungan berbeda satu sama lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur vegetasi mangrove dan mengetahui kesesuaian jenis mangrove yang sesuai untuk perencanaan program rehabilitasi mangrove di Desa Bayeman Kecamatan Tongas dan Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret 2015 sampai Januari 2016. Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan metode purposive sampling dan setiap transek dibuat plot sampling. Setiap individu pohon (plot 10 m x 10 m) dan sapling (anakan) (subplot 5 m x 5 m) diidentifikasi dan diukur diameternya setinggi dada (±1,3 m). Sementara seedling (semai) dihitung jumlah masing-masing spesies dan persentase penutupannya (subplot 1 m x 1 m). Hasil penelitian di Desa Bayeman ditemukan 7 spesies mangrove dan 1 jenis spesies di Desa Pesisir. Vegetasi pohon mangrove di Desa Bayeman dan Desa Pesisir berada dalam kondisi baik. Vegetasi Mangrove di Desa Bayeman didominasi spesies Xylocarpus mollucensis dan untuk Desa Pesisir adalah Avicennia marina. Vegetation mangrove occupy the area between land and sea that have environmental conditions differ from one another. The purpose of this studied to know about the structure and composition of mangrove vegetation for rehabilitation program planning in Bayeman Sub-District of. Tongas and Pesisir Sub-Districk Sumberasih, District of Probolinggo , East Java. The studied was conducted in March, 2015 to January, 2016. Vegetation data was done with purposive sampling method and every transect was made with plot sampling method. Each tree (plot 10 m x 10 m) and sapling (subplot 5 m x 5 m) was identified and measured on diameter at breast height (± 1.3 m).  Meanwhile, Seedling calculated the amount of each species and the percentage of cover (subplot 1 m x 1 m). The research finding at Bayeman shows that there are seven mangroves and one mangrove shows in Pesisir. The mangrove vegetation at Bayeman and Pesisir in good conditions. Mangrove vegetation at Bayeman is dominated by Xylocarpus mollucensis and Mangrove vegetation at Pesisir is dominated Avicennia marina .   
Pengaruh Perbedaan Jenis Substrat dan Kedalaman Terhadap Jumlah Juvenil Karang yang Menempel di Perairan Pulau Sambangan, Kepulauan Karimunjawa, Jepara Hartono, Eko Puji; Munasik, Munasik; Wijayanti, Diah Permata
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.992 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2019

Abstract

Coral reef degradation caused by the human and natural factors. Human factors such as pollution and exploitation of marine resources is excessive. While natural factors such as waves, currents, brightness, substrate type and depth. This study aims to determine the effect of differences in substrate type and depth to the number of juvenile coral attached. Substrate used is a slab of concrete blocks and andesite which have been compiled into a series of collector substrate. Were of compile congcrete blok and andesit mounted at a depth of 3m and 10m. The study was conducted with experimental methods and data processed in the field by descriptive analysis. The observation station were using a purposive sampling method. The substrate was observed every month with 3 repetitions. After 6 mounth of observation the slabs of compile concrete blocks were tooh from the side and them. Taken were dipped in a chlorine solution of 10%. Juveniles determined attached identification and calculate. The number of juvenile corals on a andesite substrate at a depth of 3 meters by 14 induvidu the position of the water column and as many as 17 induvidu the bottom position, while at a depth of 10 meters as 11 induvidu at position 18 induvidu water column and bottom positions. While the number of juvenile corals are attached to the substrate concrete block at a depth of 3 meters by 24 induvidu the position of the water column and as many as 30 induvidu the bottom position, while at a depth of 10 meters by 17 induvidu at position 22 induvidu water column and bottom positions. The results may indicate that the differences in substrate type and depth of exercising influence over the settlement of juveniles.
MORFOMETRI DAN KOMPOSISI ISI LAMBUNG IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) YANG DIDARATKAN DI PANTAI PRIGI JAWA TIMUR Adina Feti Nuraini; Adi Santoso; Sri Redjeki
Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.852 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.4968

Abstract

Ikan tuna sirip kuning mempunyai panjang cagak (fork-length) sepanjang 70 cm, 90 cm, 155 cm hingga yang terpanjang yang pernah tercatat 210 cm. Ikan tuna yang ditemukan di PPN Prigi memiliki ukuran yang beragam. Penelitian ini dapat memberikan informasi kondisi morfometri ikan tuna sirip kuning dari kelas panjang yang ditemukan di perairan pantai Prigi dan kebiasaan makan (food habits) ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek. 71 ekor sampel ikan tuna sirip kuning diambil pada bulan September – November 2013 dari pengepul di pantai Prigi, untuk selanjutnya di lakukan pengukuran panjang total, berat tubuh dan analisis hubungan panjang-berat serta analisis isi lambung dengan metode frekuensi kejadian, metode volumetrik dan indeks preponderance. Kisaran panjang ikan tuna sirip kuning terdiri atas kisaran panjang kelas kecil 17 cm – 37 cm dengan komposisi organisme dalam lambung yang banyak ditemukan adalah udang dan ikan kecil, sedangkan kisaran panjang kelas sedang 38 cm – 58 cm komposisi organisme dalam lambung adalah ikan dan kisaran panjang kelas besar 59 cm – 78 cm dengan komposisi organisme yang banyak adalah ikan. Penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa nilai dari perhitungan regresi sederhana hubungan panjang dan berat ikan tuna sirip kuning di perairan pantai Prigi bersifat allometrik negatif dengan nilai slope b sebesar 2,9518.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue