cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 825 Documents
Pengaruh Salinitas terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Antioksidan Dunaliella salina (Chlorophyceae: Dunaliellaceae) Setiasih, Intan Budi; Sabdono, Agus; Pramesti, Rini
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.008 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.27028

Abstract

ABSTRAK: Dunaliella salina merupakan salah satu jenis mikroalgae hijau yang mengandung berbagai senyawa bioaktif termasuk senyawa antioksidan untuk melawan radikal bebas. Pertumbuhan mikroalgae dipengaruhi oleh lingkungan salah satunya adalah salinitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui salinitas optimal untuk pertumbuhan dan aktivitas antioksidan D. salina berdasarkan nilai persen inhibisi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Biologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan Mei - Juli 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris. D. salina dikultur pada lima salinitas yang berbeda yaitu 20, 25, 30, 35 dan 40 ppt.  Pengamatan dilakukan selama 7x24 jam, dipanen dan diekstrak dengan pelarut etanol yang selanjutnya dianalisis aktivitas antioksidannya dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan optimal terjadi pada salinitas 30 ppt, dan aktivitas antioksidan tertinggi dicapai pada salinitas 20 ppt (9,88±0,59) yang termasuk dalam kategori lemah.ABSTRACT: D. salina is a type of green microalgae that contains various bioactive compounds including antioxidant compounds to fight free radicals. Microalgal growth is influenced by the environmental conditions such as  salinity. This study aims were to determine the optimal salinity of growth and antioxidant activity in ethanol extract based on percent inhibition values. This research was conducted in the Integrated Laboratory and Biology Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Diponegoro University, Semarang in May - July 2018.The research method used was an experimental laboratory. D. salina was cultivated with five different salinities on 20,  25, 30, 35 and 40 o/oo. Observation was carried out for 7x24 hours, harvested and extracted with ethanol solvent and then analyzed its antioxidant activity by 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. The results showed that optimal growth of D. salina was 30 o/oo  in salinity, and the highest antioxidant activity was 20 o/oo in salinity (9.88 ± 0.59) and included in the weak category.
Komposisi dan Kelimpahan Ophiuroidea dan Echinoidea di Perairan Pantai Pok Tunggal, Gunung Kidul, Yogyakarta Pakpahan, Herlina Lestari; Irwani, Irwani; Widowati, Ita
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.262 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26101

Abstract

ABSTRAK: Echinodermata merupakan salah satu komponen penting dalam keaneka ragaman fauna di ekosistem pantai. Habitat utama echinodermata adalah terumbu karang, hal ini karena terumbu karang berperan sebagai tempat berlindung dan mencari makan bagi fauna echinodermata. Salah satu penyebaran biota ini adalah di perairan rataan terumbu karang pantai selatan di pantai Pok Tunggal, Gunung Kidul, Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan struktur komunitas echinodermata di pantai Pok Tunggal,  kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019 di pantai Pok Tunggal. Metode pengambilan data kelimpahan menggunakan metode transek kuadrat berukuran 1x1 m, parameter kualitas perairan yang diukur adalah salinitas, DO, pH, serta suhu. Analisis  data meliputi identifikasi spesies, kelimpahan jenis (ind/m2), indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil pengamatan ditemukan beberapa spesies, dari 2 kelas filum echinodermata, antara lain 2 species dari kelas Ophiuroidea yaitu Ophiocoma erinaceus dan Ophiocoma dentata, 3 species dari kelas Echinoidea yaitu Echinometra oblonga, Echinometra mathei dan Echinothrix diadema. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan individu tertinggi adalah Echinometra oblonga (16,6 ind/m2) dan terendah adalah Echinothrix diadema (0,4 ind/m2). Parameter lingkungan perairan di pantai Pok Tunggal pada setiap stasiun masih menunjang kehidupan Echinodermata. Struktur komunitas echinodermata yaitu nilai indeks keanekaragaman (H‟) berkisar antara 0,667-1,198, nilai indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,744 - 0,999 dan nilai indeks dominansi (C) berkisar berkisar 0,308 - 0,525. ABSTRACT: Echinoderms are one of important component of fauna diversity in coastal ecosystems. The main habitat of Echinoderms is coral reefs, because coral reefs act as a shelter and food for echinoderms fauna. This species distributed in the flat waters of the coral reefs of the south coast at Pok Tunggal beach, Gunung Kidul, Yogyakarta. The aim of this study was to determine the species and Community Structure of echinoderms on the Pok Tunggal beach, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta. This research was conducted in July 2018 at Pok Tunggal Beach. Sampling was done by using transect quadrant measuring 1x1 m. Parameter of water quality was salinity, DO, pH, and temperature. Data analysis includes species abundance (ind/m2), diversity index, uniformity index and dominance index. The result showed that several species of Echinodermal phylum classes, including 2 species of Ophiuroidea class namely Ophiocoma erinaceus and Ophiocoma dentata, 3 species of Echinoidea class namely Echinometra oblonga, Echinometra mathei and Echinothrix diadema. The highest individual abundance was Echinometra oblonga (16,6 ind/m2) and the lowest was Echinothrix diadema (0,4 ind/m2). The environmental conditions of the waters at the Pok Tunggal beach at each station can support the life of echinoderms. Echinoderms community structure, namely diversity index (H ') ranges from 0,667-1,198, uniformity index (E) ranges from 0,744-0,999 and dominance index value ranges (C) ranges from 0,308-0,525.
Uji Resistensi Bakteri Karang Galaxea sp. dan Porites sp. terhadap Pestisida Triazofos Rafsanjani, Muhammad Eka Darmawan; Sabdono, Agus; Djunaedi, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.601 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26699

Abstract

ABSTRAK: Kerusakan terumbu karang merupakan permasalahan serius di laut saat ini. Kerusakan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya penggunaan pestisida. Salah satu jenis pestisida yang digunakan para petani yaitu pestisida triazofos. Penggunaan pestisida triazofos di sektor pertanian akan meninggalkan residu dan terbawa ke perairan melalui sungai dan saluran air. Residu pestisida triazofos diduga dapat menyebabkan kerusakan ekosistem terumbu karang. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui potensi resistensi karang Porites sp. dan Galaxea sp. terhadap pestisida triazofos dari Perairan Pulau Panjang, Jepara. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah purposive sampling method, untuk memperoleh isolat bakteri yang berasosiasi dengan karang Porites sp. dan Galaxea sp., dan metode experimental laboratoris untuk uji resistensi isolat bakteri. Kurva regresi larutan standar dengan persamaan y = 0,0057x + 0,1088 dipakai untuk menentukan konsentrasi pestisida triazofos. Nilai R² menunjukkan angka 0,8694 yang berarti secara umum data yang dihasilkan mempunyai validasi data yang baik. Konsentrasi pestisida triazofos digunakan dalam uji degradasi oleh bakteri sebesar 50 ppm. Nilai absorbansi yang dihasilkan sebanyak 0,5285. Hasil uji menunjukkan seluruh isolat yang digunakan bersifat resisten terhadap pestisida triazofos yaitu PPP 11, PPP 9, GPP 6, PPP 1, GPP 7, GPP 4. Isolat PPP 11 memiliki persen degradasi tertinggi sebanyak 99,67%, GPP 4 memiliki persen degradasi terenddah sebanyak 34,34%. Disimpulkan bahwa isolat bakteri asosiasi karang Porites sp. dan Galaxea sp. memiliki resistnesi terhadap pestisida triazofos. ABSTRACT: Damage to coral reefs is a serious problem at sea at this time. The damage is caused by several factors, one of which is the use of pesticides. One type of pesticide used by farmers is the triazophos pesticide. The use of triazophos pesticides in the agricultural sector will leave residues and be carried into the waters through rivers and waterways. Triazophos pesticide residues are thought to cause damage to coral reef ecosystems. The purpose of this study is to determine the potential of coral resistance Porites sp. and Galaxea sp. against triazofos pesticides from Panjang Island waters, Jepara. The method used for sampling is purposive sampling method, to obtain bacterial isolates associated with Porites sp. and Galaxea sp., and spectrophotometric methods for testing bacterial isolate resistance. Standard solution regression curves with the equation y = 0.0057x+ 0.1088 are used to determine the concentration of the triazophos pesticide. R² value indicates the number 0.8694 which means that in general the data generated has good data validation. The concentration of the triazofos pesticide used in the bacterial degradation test was 50 ppm. The absorbance value produced was 0.5285. The test results showed that all isolates used were resistant to triazophos pesticides namely PPP 11, PPP 9, GPP 6, PPP 1, GPP 7, GPP 4. PPP 11 isolates had the highest degradation percentages of 99.67%, GPP 4 had the lowest degradation percentages 34.34%. It was concluded that the bacterial isolates of Porites sp. and Galaxea sp. has triazofos pesticide resistance.
Toksisitas Partisi N-Heksan dan Etil Asetat pada Ekstrak Sargassum sp. terhadap Larva Aedes aegypti Instar III Sari, Alfianisa Permata; Yudiati, Ervia; Sunaryo, Sunaryo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.697 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26528

Abstract

ABSTRAK: Kejadian demam berdarah dengue pada awal 2019 tercatat lebih dari 17.000 kasus demam berdarah dengan angka kematian mencapai 169 jiwa di seluruh Indonesia. Sargassum sp. merupakan jenis rumput laut cokelat berlimpah namun belum dimanffatkan dengan baik. Sargassum sp  memiliki beragam aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak rumput laut cokelat Sargassum sp. larva Aedes aegypti instar III. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi sampel Sargassum sp. dengan pelarut metanol, dilanjutkan partisi dengan pelarut n-heksana dan etil asetat serta analisis fitokimia menggunakan kromatografi lapis tipis. Sepuluh ekor larva nyamuk dipaparkan dalam 100 ml aquades dengan beberapa konsentrasi ekstrak (0, 50, 100, 250, 500 dan 1000 ppm), abate sebagai kontrol positif dan DMSO dengan tiga kali ulangan. Aktivitas larvasida ekstrak Sargassum sp. juga ditentukan dengan menghitung nilai LC50 pada jam ke-72. Perubahan morfologi diamati secara mikroskopis. Fraksi n-heksana dan etil asetat Sargassum sp. memiliki nilai LC50 berturut-turut sebesar 3129.15 ppm dan 996.28 ppm. Larva yang dipaparkan dengan ekstrak etil asetat Sargassum sp. memiliki kerusakan morfologi pada bagian kepala, siphon, saluran pencernaan, papila anal serta warna tubuh menjadi lebih gelap. Keseluruhan fraksi n-heksana dan etil asetat Sargassum sp. mengandung senyawa golongan fenolat dan terpenoid. Berdasarkan hasil tersebut, fraksi etil asetat Sargassum sp. berpotensi sebagai larvasida.  ABSTRACT: In the early 2019, there has been 17,000 Indonesian people suffered and 169 died from Dengue epidemic. Sargassum sp. in Indonesian waters were plentiful, rich in biological activity and still unexpolitated. This study aimed to determine the 72-h LC50 of Sargassum sp. extract to Aedes aegypti instar III larvae. Extraction was done by maseration with methanol, partitioned with n-hexane and ethyl acetate, folowed by TLC  analysis. Ten larvae were exposed with 100 mL aqudest in a serial concentration (0; 50;100; 25; 500 dan 1000 ppm), completed with Abate® powder as positive, aquadest as negative control. All treatments were replicated three times. Observation on morphological aberration was done microscopically. 72-h LC50 of n-hexane and ethyl acetate fraction were 3129.15 ppm dan 996.28 ppm, respectively. There were larval morphologically damage in head, siphon, digestive tract and papilla anal and dark coloured body. Extract were composed with phenolate and terpeniod coumpoud. It is concluded that Sargassum sp.  extract was a good source for larvacide. 
Indeks Pencemaran Muara Sungai Jodoh, Kota Batam Akbar, R. M. Rachmad Rizal; Melani, Winny Retna; Apriadi, Tri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.783 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26613

Abstract

ABSTRAK : Penentuan status mutu perairan perlu dilakukan sebagai acuan dalam melakukan pemantauan pencemaran kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran melalui nilai Indeks Pencemaran (IP) di perairan Muara Sungai Jodoh, Kota Batam. Lokasi pengambilan sampel berdasarkan metode purposive sampling di tujuh stasiun pada perairan Muara Sungai Jodoh Kelurahan Tanjung Uma Kota Batam. Parameter yang digunakan pada penelitian ini yaitu suhu, TSS, pH, DO, BOD, salinitas, dan bakteri coliform. Sebagai pembanding, digunakan baku mutu air laut untuk biota laut berdasarkan KEPMEN LH No.51 Tahun 2004. Perhitungan nilai IP dilakukan mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 Tentang Penentuan Status Mutu Air. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perairan muara Sungai Jodoh Kelurahan Tanjung Uma Kota Batam pada saat pasang maupun surut kualitas perairan tergolong tercemar ringan.  ABSTRACT : The determination of water quality status needs to be done as a reference to monitor water pollution. This study aimed to determine the level of pollutions through the level of Index Pollution (IP) in Jodoh River estuary, Tanjung Uma, Batam City . The location of sampling based on purposive sampling method of seven station in the waters of Jodoh River, Tanjung Uma, Batam City. Physical chemichal parameters used in this study were temperature, TSS, pH, DO, BOD, salinity and coliform bacteria. The water quality results were compared with water quality standards based on KEPMEN LH No.51 2004 for marine biotas. IP calculation was reference to the Minister of Environment No.115 2003 concerning on determination of water quality status. Based on the results of this study showed the estuary waters in the Jodoh River, Tanjung Uma, Batam City, when at high and low tide the water quality were slightly polluted.
Kelimpahan dan Biomassa Ikan Karang Famili Scaridae pada Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pulau Kembar, Karimunjawa, Jepara Tambunan, Fran Ciputra; Munasik, Munasik; Trianto, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.035 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26706

Abstract

ABSTRAK : Ikan kakatua merupakan salah satu ikan karang yang dapat membantu kehidupan pada ekosistem terumbu karang. Scaridae mengumpulkan berbagai spesies ganggang dengan cara memakan algae pendek yang menutupi substrat karang sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang. Sebaran Scaridae sangat ditentukan oleh kondisi dan variasi habitat terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan biomassa dari ikan Famili Scaridae. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 di Perairan Pulau Kembar, Karimunjawa, Jepara. Pengambilan data  ikan karang menggunakan metode UVC dan data substrat terumbu karang diambil menggunakan metode LIT sepanjang 100 meter sejajar garis pantai dengan pengamatan pada dua kedalaman yaitu 3m dan 10m. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 11.459 individu yang termasuk dalam 49 spesies ikan karang yang berasal dari 14 famili. Ikan karang dari Famili Scaridae ditemukan sebanyak 1059 individu yang termasuk dalam 4 spesies ikan karang yang berasal dari 2 genus. Nilai kelimpahan ikan karang dari Famili Scaridae berkisar antara 48 hingga 204 ind/500m2, kelimpahan terendah berada pada stasiun 1 dan tertinggi berada di stasiun 3.  Nilai biomassa ikan karang dari Famili Scaridae berkisar antara 219,7–2491,7 kg/ha, biomassa terendah berada pada stasiun 1 dan tertinggi berada di stasiun 3.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahawa Pengaruh tutupan karang keras hidup sangat berpengaruh terhadap kelimpahan dan biomassa ikan karang dari Famili Scaridae. ABSTRACT : Parrot fish is one of the reef fish that can help life on the coral reef ecosystem. Scaridae collect various species of algae by eating short algae that cover the coral substrate so that it can affect the growth of coral reefs. Scaridae distribution is highly determined by the condition and variety of coral reef habitats. This study aims to examine the abundance and biomass of Scaridae Family fish. The study was conducted in October 2018 in the waters of the Kembar Islands, Karimunjawa, Jepara. Retrieval of reef fish data using UVC method and coral reef substrate data were taken using the LIT method along 100 meters along the coastline with observations at two depths in 3m and 10. Based on the results, 11,459 individuals were included in 49 species of reef fish originating from 14 families. Coral fish from the Family Scaridae were found as many as 1059 individuals included in 4 species of reef fish originating from 2 genera. The value of coral fish abundance from the Scaridae Family ranges from 48 to 204 ind / 500m2, the lowest abundance is at station 1 and the highest is at station 3. The reef fish biomass value of the Scaridae Family ranges from 219.7 - 2491.7 kg / ha, biomass the lowest is at station 1 and the highest is at station 3. Based on the results of the study it can be concluded that the effect of live hard coral cover is very influential on the abundance and biomass of reef fish from the Scaridae Family.
Mikroplastik pada Sedimen di Pantai Kartini Kabupaten Jepara Jawa Tengah Azizah, Pramita; Ridlo, Ali; Suryono, Chrisna Adhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.192 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.28197

Abstract

Microplastic is plastic waste that is less than 5 mm in size and can accumulate in sediments. This study aims to determine the contaminant of microplastics in coastal Kartini sediments, Jepara. Sediment samples were taken in November 2019 with a purposive sampling method using sediment cores at 3 different stations namely the TPI River Estuary (Fish Auction Place), the LPWP River Estuary (Coastal Development Institution), and the BBPBAP River Estuary (Central Brackish Aquaculture Fisheries Center ), at 3 points inside it is 20 cm, 40 cm and 60 cm. The sample is dried and then separated based on grain size using a sieve shaker. Sediments trapped in 0.3 mm sieve size, taken as much as 50 g then immersed in 200 mL 30% H2O2 for 24 hours and then dried. Microplastic is separated from the sediment with 200 ml NaCl ρ = 1.2 g / cm-3, and the remainder the residue is immersed in 200 ml of ZnCl ρ = 1.5 g / cm-3. The number, shape, color and size of the microplastic were observed using the SZ 61 olympus microscope with a magnification of 10 x 10. The results showed that the most microplastics were found in the estuary of the TPI River (Fish Auction Place), namely 643 particles, followed at the estuary of the BBPBAP River (Center for Aquaculture Fisheries) Brackish) 499 particles and at least at station 2 there are 438 particles. The microplastic form is dominated by 506 fragments of particles, while the least microplastic is a pellet that is 295 particles. The microplastic color is dominated by brown as many as 466 particles, while the microplastic color is the least pink and clear as much as 2 particles / 50 g of dry sediment. The largest microplastic size is 208.29 µm and the smallest size is 6.21 µm. ABSTRAK: Mikroplastik adalah sampah plastik yang berukuran kurang dari 5 mm dan dapat terakumulasi pada sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroplastik di sedimen pantai Kartini, Jepara. Sampel sedimen diambil pada bulan November 2019 dengan metode purpossive sampling menggunakan sediment core pada 3 stasiun yang berbeda yaitu Muara Sungai TPI(Tempat Pelelangan Ikan), Muara Sungai LPWP(Lembaga Pengembangan Wilayah Pantai), dan Muara Sungai BBPBAP(Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau), pada 3 titik kedalamanyaitu 20 cm, 40 cm, dan 60 cm. Sampel di keringkan kemudian dipisahkan berdasarkan ukuran butir menggunakan sieve shaker. Sedimen yang terjebak dalam sieve ukuran 0,3 mm, diambil sebanyak 50 g kemudian direndam dalam 200 mL H2O2 30% selama 24 jam lalu dikeringkan.Mikroplastik dipisahkan dari sedimen dengan  200 ml NaCl ρ = 1,2 g/cm-3, dan sisa residu nya direndam dalam 200 ml ZnCl ρ =1,5 g/cm-3. Jumlah, bentuk, warna dan ukuran mikroplastik diamati menggunakan mikroskop olympus SZ 61 dengan perbesaran 10 x 10. Hasil penelitian menunjukkan mikroplastik terbanyak ditemukan di Muara Sungai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yaitu 643 partikel/50 g sedimen, diikuti pada Muara Sungai BBPBAP (Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau) 499 partikel/50 g sedimen dan paling sedikit pada stasiun 2 berjumlah 438 partikel/50 g sedimen. Bentuk mikroplastik di dominasi fragmen 506 partikel/50 g sedimen, sedangkan mikroplastik yang paling sedikit adalah pelet yaitu 295 partikel/50 g sedimen. Warna mikroplastik di dominasi warna coklat sebanyak 466 partikel/50 g sedimen, sedangkan warna mikroplastik yang paling sedikit merah muda dan bening sebanyak 2 partikel/50 g sedimen kering. Ukuran mikroplastik terbesar adalah 208,29 µm dan ukuran terkecil adalah 6,21 µm.
Suplementasi Enzim Papain dalam Pakan terhadap Performa Pertumbuhan, Efisiensi Pemanfaatan Pakan dan Kelulushidupan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Rachmawati, Diana; Hutabarat, Johannes; Dewi, Eko Nurcahya; Windarto, Seto
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.483 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27609

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah karnivora yang sukar mencerna protein nabati dalam pakan sehingga efisiensi pemanfaatan pakan belum maksimal.  Hampir 40-60% dari total biaya produksi hanya untuk biaya pakan. Efisiensi pemanfaatan pakan dapat ditingkatkan dengan penambahan enzim papain dalam pakan yang mampu meningkatkan penguraian dan pencernaan bahan pakan yang mengandung protein nabati sederhana sehingga dapat meningkatkan daya cerna protein pakan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh suplementasi enzim papain dalam pakan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, performa pertumbuhan dan kelulushidupan udang vaname. Hewan uji berupa udang vaname dengan bobot rata-rata 3,02±0,21 g/ekor yang diperoleh dari pembudidaya udang vaname Desa Blebak, Kecamatan Mlonggo, Jepara.  Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan Rancangan Acak Lengkap, 4 Perlakuan dan 3 kali pengulangan. Terdapat 4 perlakuan suplementasi enzim papain dalam pakan yaitu A (0 %), B (0,1 %), C (0,2 %), dan D (0,3 %). Parameter yang diamati meliputi EPP, PER, RGR, SR dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain dalam pakan meningkatkan EPP, PER, RGR, namun tidak berpengaruh pada SR udang vaname. Enzim papain sebesar 0,1%/kg pakan merupakan dosis optimal pada EPP, PER dan RGR menghasilkan nilai maksimal sebesar 66,51%, 1,64 dan 4,22%/hari. White shrimp (Litopenaeus vannamei) is a carnivorous animal that difficult to digests vegetable protein in the feed so that the efficiency of feed utilization is not maximal. Nearly 40-60% of the total production cost is only for feed cost. Feed efficiency is improved by using papain in the feed which can increase the breakdown and consumption of feed containing vegetable protein so that it can easily increase the digestibility of feed protein. This study examines the effect of papain supplementation in feed on the growth performance, efficiency of feed utilization, and survival rate of white shrimps. The test animals were white shrimp with an average weight of 3.02 ± 0.21 g / individuals obtained from the whiteleg shrimp farmers in Blebak Village, Mlonggo District, Jepara. The method in this study was an experimental method, with a completely randomized design, 4 treatments, and 3 repetitions. There were 4 supplements of papain in feed: A (0%), B (0.1%), C (0.2%), and D (0.3%). The parameters were EPP, PER, RGR, SR, and water quality parameters. The results showed that the supplementation of the papain in feed increased the EPP, PER, RGR, but had no effect on the SR of white shrimp. Papain of 0.1% / kg of feed was the optimal dose at EPP, PER, and RGR resulting in a maximum value of 66.51%, 1.64 and 4.22% / day. 
Jumlah Total Bakteri dan Bakteri Coliform Pada Air Laut dan Sedimen Perairan Laut Kecamatan Kendal Hanifah, Husna; Suprijanto, Jusup; Subagiyo, Subagiyo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.386 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27480

Abstract

ABSTRAK: Perairan Laut Kendal terhubung dengan Sungai Buntu, Sungai Kendal, dan Sungai Blorong yang membawa limbah dari kegiatan di darat seperti Mandi Cuci Kakus (MCK), peternakan, tambak, pertanian, dan kegiatan kapal dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hal ini akan mempengaruhi kualitas bakteriologis perairan laut Kecamatan Kendal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kualitas bakteriologis air dan sedimen perairan laut Kecamatan Kendal berbasis jumlah total bakteri dan Coliform. Sampel air laut dan sedimen diambil pada bulan Oktober Tahun 2019. Analisa bakteriologis dilakukan di Laboratorium Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan Semarang menggunakan metode berdasarkan ISO 6222: 1999 dan SNI 01-2332.3 – 2015, SNI ISO 9308 –1: 2010 dan SNI 01-2332.1 – 2006. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total bakteri pada sampel air laut di stasiun 1 berkisar antara 190 Cfu - 240 Cfu, di stasiun 2 antara 340 Cfu - 380 Cfu. Jumlah total Coliform pada sampel air laut di stasiun 1 dan 2 adalah 1 Cfu/ 100 ml. Jumlah total bakteri pada sampel sedimen di stasiun 1 dan 2 yaitu antara 19.000 Cfu - 90.000 Cfu dan jumlah total coliform di kedua stasiun tersebut sebesar 3,6 MPN/g Coliform. Nilai total Coliform ini berada dibawah baku mutu air laut untuk biota laut, yang maksimum adalah 1.000 dengan toleransi <10%. Sedangkan untuk jumlah total bakteri tidak diatur dalam baku mutu air laut. Tetapi secara umum jumlah total bakteri di air laut terdapat 106 sel/ ml. Sehingga nilai hasil analisis total bakteri menunjukkan kualitas air laut yang masih baik. ABSTRACT: Kendal sea waters are connected to the Buntu River, Kendal River, and the Blorong River which carry waste from human activities such as domestic waste, fishery, agriculture, ship activities, and fish auction activities. These activities can influence the bacteriological quality of the waters of Kendal District. This research was conducted to analyze the bacteriological quality of seawater and sediments from Kendal Seawaters based on the total number of bacteria and Coliform. Seawater and sediment samples were taken on October 2019. Bacteriological analysis was conducted at the Semarang Fisheries Product Quality Testing Laboratory (BPMHP) using methods based on ISO 6222: 1999 and SNI 01-2332.3 - 2015, SNI ISO 9308-1: 2010 and SNI 01-2332.1 - 2006. The results showed the total number of bacteria in sea water samples at station 1 ranged from 190 Cfu - 240 Cfu, at station 2 between 340 Cfu-380 Cfu. The total amount of Coliform in seawater samples at station 1 and 2 are 1 Cfu / 100 ml. The total number of bacteria in sediment samples at station 1 and 2 are between 19,000 Cfu - 90,000 Cfu and the total number of coliforms at both stations are 3.6 MPN / g Coliform. The total value of this coliform is below the sea water quality standard for marine life, the maximum is 1,000 with a tolerance of <10%. Where as the total number of bacteria is not regulated in the seawater quality standard. But in general the total number of bacteria in seawater is 106 cells / ml. So the value of the total bacterial analysis shows that the quality of sea water is still good.
Eksplorasi Bakteri Pendegradasi Minyak dari Perairan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang Puspitasari, Ita; Trianto, Agus; Supriyanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.06 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27606

Abstract

ABSTRAK: Tanjung Mas merupakan salah satu kawasan pelabuhan di Jawa Tengah yang terus mengalami peningkatan jumlah kapal setiap tahunnya. Hal ini berimbas pada semakin meningkatnya tumpahan minyak solar yang masuk ke perairan. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah tumpahan minyak solar di Pelabuhan Tanjung Mas yaitu dengan melakukan penelitian bioremediasi menggunakan bakteri indigenouse. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu mendapatkan isolat bakteri air laut asal Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang yang mampu mendegradasi minyak solar dan mengetahui kemampuan masing-masing isolat untuk mendegradasi minyak solar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2019 dengan pengambilan sample air laut menggunakan metode purpossive sampling, metode isolasi menggunakan pour plate, metode uji minyak secara gravimetri dan pertumbuhan bakteri menggunakan Standart Plate Count (SPC). Hasil isolasi yaitu didapatkan 2 isolat unggul yaitu bakteri Alcanivorax nanhaiticus dan Halomonas meridiana. Bakteri Alcanivorax nanhaiticus mampu mendegradasi 54% minyak solar dan Halomonas meridiana mampu mendegradasi 72% minyak solar. Kedua bakteri merupakan bakteri hidrokarbonoklastik atau bakteri yang memiliki kemampuan mendegradasi minyak solar (hidrokarbon) karena mengandung enzim monooksigenase. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Pelabuhan Tanjung Mas terdapat bakteri yang mampu mendegradasi minyak solar yaitu Alcanivorax nanhaiticus dan Halomonas meridiana. Kedua isolat mampu mendegradasi lebih dari 50% minyak solar yang diujikan. ABSTRACT: Tanjung Mas is one of the port areas in Central Java that continues to experience an increase in the number of ships each year. This has an impact on the increasing amount of diesel fuel spills that enter the waters. Efforts that can be made to reduce the number of diesel fuel spills in the Port of Tanjung Mas is to conduct bioremediation research using indigenous bacteria. The purpose of this study was to obtain seawater bacterial isolates from the Port of Tanjung Mas, Semarang that can degrade diesel fuel and determine the ability of  each isolate  to degrade diesel fuel. This research was conducted in July to October 2019 by taking seawater samples using a purposive sampling method, isolation method using pour plates, gravimetric fuel test methods and bacterial growth using Standard Plate Count (SPC). The results of the isolation were obtained 2 superior isolates namely Alcanivorax nanhaiticus and Halomonas meridiana. Alcanivorax nanhaiticus can degrade 54% of diesel fuel and Halomonas meridiana can degrade 72% of diesel fuel. Both bacteria are hydrocarbonoclastic bacteria or bacteria that can degrade diesel oil (hydrocarbons) because they contain the enzyme monooxsigenase. From this study, it can be concluded that at Tanjung Mas Port there are bacteria that can degrade diesel fuel, namely Alcanivorax nanhaiticus and Halomonas meridiana. Both isolates were able  to degrade more than 50% of the tested diesel fuel.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research Vol 12, No 1 (2023): Journal of Marine Research Vol 11, No 4 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research Vol 11, No 1 (2022): Journal of Marine Research Vol 10, No 4 (2021): Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research Vol 9, No 4 (2020): Journal of Marine Research Vol 9, No 1 (2020): Journal of Marine Research Vol 8, No 4 (2019): Journal of Marine Research Vol 8, No 3 (2019): Journal of Marine Research Vol 7, No 3 (2018): Journal of Marine Research Vol 3, No 4 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 3 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 2 (2014): Journal of Marine Research Vol 3, No 1 (2014) : Journal of Marine Research Vol 2, No 4 (2013) : Journal of Marine Research Vol 1, No 2 (2012): Journal of Marine Research Vol 1, No 1 (2012): Journal of Marine Research More Issue