cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
Struktur Komunitas Makrozoobentos di Pantai Tanah Merah, Perairan IKN Baru, Kalimantan Timur Suryana, Irma; Ritonga, Irwan Ramadhan; Paputungan, Mohammad Sumiran; Agathajani, Brigitha Anjeli; Elisar, Elisar
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.41556

Abstract

Makrozoobentos mampu hidup di sedimen lumpur, pasir, batu, kerikil maupun sampah organik di perairan laut, sungai, kolam ataupun danau. Ia merupakan organisme yang berperan dalam rantai makanan sebagai konsumen primer dan konsumen sekunder serta membantu terdistribusinya nutrien dan mineral di substrat perairan. Penelitian pendahuluan ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang struktur komunitas Makrozooobentos di pantai Tanah Merah Samboja, serta melihat jenis substrat sedimen dan kandungan nutriennya. Peletakkan kuadran plot berukuran 2 x 0,25 m2 pada luasan 2400 m2 yang terbagi menjadi 6 titik pengamatan pada zona subtidal memperoleh 182 individu Makrozooobentos yang teridentifikasi sebagai 19 spesies kelas Gastropoda, 15 spesies Bivalvia dan 1 spesies dari kelas Scapopoda. Kelimpahan total dikonfirmasi sebesar 228 ind/m2 dimana pola sebaran kelimpahan per titik linear dengan kandungan Nitrat, Ortofosfat, total Fosfat dan Karbon organik dalam sedimen. Indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi secara berurutan terukur 3,085 (tinggi), 0,854 (tinggi) dan 0,064 (tidak ada jenis yang mendominasi). Adapun persentase fraksi pasir dalam kisaran 90-97% sebagai kategori tipe substrat.   Macrozoobenthos lives on mud, sand, stone, gravel or organic waste in the ocean floor, river, pond or lake. It is an active organism in the food chain as a decomposer and contributes to spreading some nutrients and minerals on the sediment substrate. This first record research had been to describe the structure community of Macrozoobenthos at Tanah Merah’s beach in Samboja district, also analyzed the type of substrate and the composition of the nutrient. The laying plot in size 2 x 0,25 m2 on the area of 2400 m2, which divided into six substations was, found 182 individuals of Macrozoobenthos, which is confirmed as 19 species of Gastropods, 15 species of Bivalva and 1 species of Scaphopoda. The total abundance was 227,5 ind/m2, whereas each substation's distribution pattern had linearity with nitrate, orthophosphate, total phosphate, and C-organic contents in the sediment. The diversity, uniformity, and dominance index sequentially confirmed 3,085 (high), 0,854 (high), and 0,064 (low). Then, it was confirmed sand fraction in range 90-97% for the type of substrate.
Distribusi Logam Berat (Pb dan Cd) Sedimen di Perairan Pantai Loji Pekalongan, Jawa Tengah Dierrisska, Pudja Handjanny Nastitie; Maslukah, Lilik; Rochaddi, Baskoro; Zainuri, Muhammad
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.45041

Abstract

Sungai Loji merupakan salah satu sungai di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia seperti industri, perikanan, dan pemukiman. Berbagai aktivitas tersebut dapat menghasilkan limbah, salah satunya adalah logam berat, Adanya aliran air dari daratan menyebabkan sebagian logam berat dapat masuk ke laut. Penelitian ini bertujuan  menentukan dan memetakan pola distribusi kandungan logam berat Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) di sedimen dasar dan keterkaitannya terhadap prosentase ukuran butir dan bahan organik sedimen. Pengambilan sampel pada 24 Agustus 2021. Analissis logam berat Pb dan Cd sedimen menggunakan metode SNI 4819:2013, bahan organik menggunakan loss of igniation (LOI), ukuran butir melalui pengayakan dan pemipetan. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Pb antara 3,708 - 6,149 mg/kg dan Cd dibawah deteksi limit (≤0,003 mg/kg). Pola distribusi logam Pb tidak dipengaruhi oleh ukuran butir, namun dipengaruhi oleh prosentase bahan organik sebesar 43%. Konsentrasi bahan organik berada pada kisaran 28,5% - 53,29%. Konsentrasi logam berat sedimen masih berada di bawah baku mutu ANZECC dan perairan pantai Loji, Pekalongan ini masih dalam kondisi alami atau belum tercemar. One of the rivers in Pekalongan Regency, Central Java, Loji River is affected by various human activities such as industry, fisheries, and settlements. These activities can produce waste, one of which is heavy metals. The existence of runoff from land causes some heavy metals to reach the marine environment. This study aims to determine and mapping the distribution patterns of the heavy metal content of Lead (Pb) and Cadmium (Cd) in bottom sediments and their relationship to the percentage of grain size and organic matter of sediments. Sampling was on 24 August 2021. Analysis of sediment Pb and Cd using the SNI 4819: 2013 method, organic matter using loss of igniation (LOI), grain size through sieving and pipetting. The results showed Pb concentrations between 3.708 - 6.149 mg/kg and Cd concentration below the detection limit (≤0.003 mg/kg). The distribution pattern of Pb metal was not influenced by grain size, but was influenced by the percentage of organic matter by 43%. The concentration of organic matter is in the range of 28.5% - 53.29%. The concentration of Pb and Cd in the sediment is still below the ANZECC quality standard, so the coastal waters of Loji, Pekalongan are still in an unpolluted condition.
Variabilitas Konsentrasi dan Sebaran N-anorganik (Amonia, Nitrit, dan Nitrat) Terlarut di Perairan Kalianda dan Perairan Anyer-Panimbang Muhaemin, Moh; Alfya Rahmadita, Dewi; Suwiryono, Joko; Mayaguezz, Henky
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.38566

Abstract

N-anorganik yang berdekatan dengan hatchery atau tambak, permukiman warga, dan muara sungai diduga bersebaran berbeda di perairan teluk dan perairan selat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis sebaran horizontal, tingkat kesesuaiannya terhadap baku mutu, serta menganalisis konektivitas antara konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat dengan parameter fisika dan kimia non nitrogen di perairan Kalianda (perairan Teluk) dan perairan Anyer-Panimbang (menghadap Selat Sunda). Penelitian dilaksanakan di perairan Kalianda dan perairan Anyer-Panimbang pada bulan September dan Oktober 2022. Konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat tersebut dianalisis, dibuat sebaran horizontalnya, serta dianalisis konektivitas antar variabelnya dengan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran horizontal konsentrasi amonia yang cenderung tinggi didominasi oleh lokasi muara sungai di perairan Kalianda, sebaran horizontal konsentrasi nitrit yang cenderung tinggi didominasi oleh lokasi yang berdekatan dengan hatchery atau tambak di perairan Kalianda dan perairan Anyer-Panimbang, dan sebaran horizontal konsentrasi nitrat yang cenderung tinggi didominasi oleh lokasi dekat permukiman warga di perairan Anyer-Panimbang. Secara dominan, konsentrasi amonia dan nitrit di perairan Kalianda dan perairan Anyer-Panimbang di bawah baku mutu, kecuali konsentrasi nitrit di Pantai Sambolo pada perairan Anyer-Panimbang yang melebihi baku mutu, serta seluruh konsentrasi nitrat di perairan Kalianda dan perairan Anyer-Panimbang di atas baku mutu. Konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat berkorelasi positif dengan parameter suhu, namun berkorelasi negatif dengan parameter DO dan salinitas. Inorganic nitrogen potential sources such as hatcheries/ponds, residential areas, and estuaries may affect loading capacity of n-inorganic in bay and strait waters. The concentration distributions of ammonia, nitrite, and nitrate in the bay and strait waters may have different values. The study aims was to analyze the horizontal distribution and suitability of ammonia, nitrite, and nitrate concentrations with quality standard, and to analize the intercorrelation between the concentrations of ammonia, nitrite, and nitrate with non nitrogen physical and chemical parameters in Kalianda waters and Anyer-Panimbang waters. The study was carried out in specific location of Kalianda and Anyer-Panimbang waters in September and October 2022. The concentrations of ammonia, nitrite, and nitrate were analyzed for their concentration distributions and analyzed using the Principal Component Analysis (PCA) method. The results showed that the horizontal distribution of ammonia concentrations was dominated by location of estuary in Kalianda waters, the horizontal distribution of nitrite concentrations was dominated by location near hatchery or pond in Kalianda waters and Anyer-Panimbang waters, and the horizontal distribution of nitrate concentrations was dominated by location near residential area in Anyer-Panimbang waters. Most of ammonia and nitrite concentrations in Kalianda waters and Anyer-Panimbang waters were below of quality standards, except for nitrite concentration at Sambolo Beach in Anyer-Panimbang waters which exceed the quality standard, and all nitrate concentrations in Kalianda waters and Anyer-Panimbang waters above the quality standard. The intercorrelation between the concentrations of ammonia, nitrite, and nitrate were positively correlated with water temperature, but those have negative correlated with DO and salinity. 
Suplementasi Ekstrak Spirulina sp. Pada Pakan Meningkatkan Toleransi Post-Larva L. vannamei Terhadap Stres Salinitas Lestari, Raisha Fahmida Dwi; Yudiati, Ervia; Djunaedi, Ali
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.37701

Abstract

Litopenaeus vannamei merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi pada sektor perikanan dan budidaya. Spirulina sp. merupakan mikroalga yang mengandung nutrisi tinggi dan senyawa potensial yang memiliki efek terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak Spirulina sp. dalam pakan terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan tingkat kelangsungan hidup L. vannamei pada uji stres salinitas. Hewan uji yang digunakan adalah post-larvae (PL 8) L. vannamei dengan bobot rata-rata 0,002 g/ekor. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 konsentrasi, yaitu 3 mg/kg (SP 3), 6 mg/kg (SP 6), dan 9 mg/kg (SP 9) serta satu kontrol dengan masing-masing 4 pengulangan. L. vannamei dipelihara dan diberi pakan suplementasi Spirulina sp. selama 14 hari. Pada akhir penelitian dilakukan uji stres salinitas dengan menggunakan tabung falcon yang masing-masing diisi 20 ekor PL dan dipaparkan pada akuades (45 mL) dan ditutup rapat. PL diamati dan dihitung jumlah kelulushidupannya setiap 10 menit. Waktu pengamatan dihentikan ketika kematian udang mencapai 50%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplementasi ekstrak Spirulina sp. pada pakan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang. Namun, perlakuan SP 9 menunjukkan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap tingkat kelangsungan pada uji stres salinitas. Suplementasi ekstrak Spirulina sp. mampu meningkatkan toleransi L. vannamei terhadap stres salinitas.  Litopenaeus vannamei is high economically viable cultivate in the aquaculture sectors. Spirulina sp. is high nutrients microalgae and potential compound that have therapeutic effects. This study aims to determine the effect of dietary supplementation of Spirulina sp. on feed towards survival rate, growth, and resistance of L. vannamei in the salinity stress test. This experiment was using post-larvae (PL 8) (0.002 g/ind). This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 3 concentrations, namely 3 mg/kg (SP 3), 6 mg/kg (SP 6), and 9 mg/kg (SP 9), and one control with 4 repetitions for each treatment.  L. vannamei was reared and fed with Spirulina sp. supplementation for 14 days. On stress salinity test, PL were put in the falcon tube filled with aqua dest with 20 PL each and exposed until 50% mortality. The results showed that the supplementation of Spirulina sp. on feed had no significant effect (p>0.05) on the growth and survival rate of shrimp. However, the SP 9 treatment showed a significant effect (p<0.05) on the survival rate in the salinity stress test. Is concluded that supplementation of Spirulina sp. in the diet managed to increase the resistance of L. vannamei toward stress salinity.
Karakteristik Fisik Habitat Peneluran Penyu di Pulau Gelasa, Kepulauan Bangka Belitung Marselino, Frendy; Yusuf, Muh; Redjeki, Sri
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.39011

Abstract

Penyu merupakan satwa yang termasuk dalam daftar merah satwa yang dilindungi karena populasinya semakin sedikit. Banyaknya perburuan telur,pencemaran alam, hingga perubahan morfodinamika alam mengakibatkan habitat hidupnya menjadi terganggu. Kondisi bentang alam yang kondusif sangat diperlukan untuk meningkatkan populasi penyu, oleh karena itu pengetahuan tentang kondisi fisik habitat yang sesuai untuk peneluran penyu sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik habitat peneluran penyu di Pulau Gelasa, Kepulauan Bangka Belitung. Karakteristik fisik habitat peneluran terdiri dari karakteristik pesisir hingga laut dan karakteristik sarang penelurannya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2022. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan deskriptif dengan data primer meliputi: jumlah dan telur penyu, vegetasi, kemiringan pantai, panjang dan lebar pantai, kedalaman dan diameter sarang, ukuran butir sedimen sarang, pH sarang, suhusarang, dan kelembaban sarang. Sedangkan data sekunder meliputi: data topografi dan batimetri, pasang surut air laut, angin, gelombang laut, dan arus laut. Analisis data berupa korelasi antara beberapa parameter karakteristik fisik habitat peneluran terhadap jumlah telur penyu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh sarang peneluran, diantaranya enam bekas sarang peneluran dan terdapat satu sarang yang terdapat telur. Rata-rata karakteristik fisik habitat peneluran penyu di Pulau Gelasa ini termasuk kurang sesuai untuk peneluran, karena kondisi kelerengan yang agak curam, sehingga sarang menjadi terlalu dekat dengan permukaan air laut. Hubungan antara beberapa karakteristik fisik habitat peneluran penyu yang terukur terhadap jumlah butir telur didapatkan hubungan yang sangat kuat yaitu 96,86% dengan setiap parameter yang tidak signifikan memengaruhi jumlah butir telur. Faktorfaktor yang membuat penyu tetap melakukan peneluran di Pulau Gelasa adalah kondisi alam yang masih terjaga, sehingga penyu laut banyak mencari makan di tempat tersebut, dan yang paling unik adalah penyu memiliki insting untuk kembali ke tempat kelahirannya untuk bertelur. Sea turtles are included in the red list of protected animals because of their smaller populations. The large number of egg hunting, natural pollution, tochanges in natural morphodynamics have resulted in disturbed living habitats.Conducive landscape conditions are indispensable for increasing turtlepopulations, therefore knowledge of the physical conditions of suitable habitats forturtle nesting is indispensable. This study aims to determine the physicalcharacteristics of turtle nesting beach habitats on Gelasa Island, in BangkaBelitung Province. The physical characteristics of the nesting habitat consist of thecharacteristics of the coast to the sea and the characteristics of the nest of itsspawning. This research was conducted in October 2022. The methods used arequantitative and descriptive methods with primary data including: nests and turtleeggs, vegetation, coastal slope, length and width of the beach, depth and diameterof the nest, grain size of the nest sediment, pH of the nest, nest temperature, andnest humidity. While secondary data include: topographic and bathymetric data,tides, winds, ocean waves, and ocean currents. Analysis of correlation data betweenseveral parameters of the physical characteristics of the nesting habitat to turt leeggs. The results showed that there were seven nests, including six former nests andone nest with eggs. The average physical characteristics of turtle nesting habitatson Gelasa Island are not suitable for nesting, because the slope conditions arerather steep, so the nests become too close to sea level. The relationship betweenseveral physical characteristics of turtle nesting habitat that is measured to seaturtle eggs obtained a very strong relationship of 96.86% with each parameter thatdoes not significantly affect sea turtle eggs. Factors that make sea turtles continueto nest on Gelasa Island are the natural conditions that are still maintained, so thatsea turtles are looking for food in that place, and the most unique thing is that seaturtles have an instinct to return to their birthplace to lay eggs.
Korelasi Keanekaragaman Plankton Dengan Parameter Fisika-Kimia Perairan di Estuari Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah Nazar, Ahlun; Utami, Eva; Umroh, Umroh
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.39310

Abstract

Plankton adalah organisme hidup kecil yang mengapung di kolom air dan merupakan komponen ekosistem perairan yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter fisika-kimia perairan, komposisi plankton dan korelasi antara keanekaragaman plankton dengan parameter fisika-kimia perairan dengan menggunakan analisis statistik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2022 di estuari Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian dilakukan pada pagi hari. Pengambilan data plankton dilakukan dengan metode tarikan vertikal menggunakan jaring plankton. Sampel plankton yang dihasilkan diidentifikasi di bawah mikroskop dengan tiga ulangan untuk setiap sampel di setiap titik pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 jenis plankton yang ditemukan di estuary Sungai Selan. Kelimpahan plankton tertinggi terdapat pada titik 4 dengan 701,38 ind/L dan terendah pada titik 1 dengan 197,91 ind/L. Indeks keanekaragaman plankton tertinggi pada titik 5 sebesar 2.202 dan terendah pada titik 3 sebesar 1.549. Indeks keseragaman tertinggi pada titik 5 sebesar 0,858 dan terendah pada titik 4 sebesar 0,687. Dominasi tertinggi pada poin 3 sebesar 0,269 dan terendah pada titik 5 sebesar 0,169. Hubungan antara parameter fisika-kimia dan keanekaragaman plankton menunjukkan bahwa kecepatan aliran arus  berpengaruh paling signifikan terhadap keanekaragaman plankton di estuari Sungai Selan.   Plankton are tiny living organisms that float in the water column and are an important component of aquatic ecosystems. This study aims to determine the physico-chemical parameters of the waters, plankton composition, and the correlation between the diversity of plankton and the physico-chemical parameters of the waters using statistical analysis. This research was conducted in June 2022 at the Selan River estuary in Central Bangka Regency. The research was conducted in the morning. Plankton data collection was carried out using the vertical pull method using a plankton net. The resulting plankton samples were identified under a microscope with three replicates for each sample at each observation point. The results showed that 24 types of plankton were found in the Selan River estuary. The highest plankton abundance was at point 4 with 701.38 ind/L, and the lowest was at point 1 with 197.91 ind/L. The highest plankton diversity index was at point 5 of 2,202, and the lowest was at point 3 of 1,549. The highest uniformity index is at point 5 of 0.858, and the lowest is at point 4 of 0.687. The highest dominance is at point 3 of 0.269, and the lowest is at point 5 of 0.169. The relationship between physico-chemical parameters and plankton diversity shows that current velocity significantly affects plankton diversity in the Selan River estuary.
Pengaruh Penambahan Mikroalga (Spirulina platensis) Pada Edible Coating Kitosan Untuk Meningkatkan Daya Simpan Udang (Penaeus vannamei) Utomo, Wahyu Laurentius Pria; Santoso, Gunawan Widi; Ridlo, Ali
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.41758

Abstract

Udang Penaeus vannamei adalah komoditas unggulan di Indonesia, namun udang mengalami penurunan kualitas yang cukup signifikan selama penyimpanan. Menyebabkan daya simpannya cukup singkat yaitu kurang dari 10 hari pada penyimpanan di suhu 0-4oC. Metode penyimpanan dingin atau beku menjadi cara yang paling banyak digunakan. Penurunan kualitas tetap berlangsung selama proses penyimpanan dibawah suhu rendah, oleh karena itu dibutuhkan edible coating untuk membantu menjaga kualitas udang. Penelitian dilakukan guna mengetahui pengaruh penambahan Spirulina pada edible coating kitosan untuk menambah daya simpan udang Vaname. Dilakukan uji susut bobot udang, uji organoleptik, dan analisis mikrobiologi. Hasil rata-rata susut bobot paling kecil diperoleh oleh udang dengan pelapis kitosan + Spirulina 2% yaitu sebesar 1,260%. Hal ini menunjukkan Spirulina memiliki dampak dalam mengurangi susut bobot udang walaupun tidak signifikan hasilnya (p<5). Hasil organoleptik didapati nilai udang dengan pelapis kitosan mendapatkan hasil paling kecil yaitu sebesar 7,2, sedangkan udang lainnya mendapatkan nilai sebesar 7,4. Hasil TPC didapati adanya penurunan pada udang dengan edible coating Spirulina 1,5% yaitu dari 16.000 koloni/g menjadi 8.900 koloni/g. Hasil untuk pengujian terhadap E.coli dan S.aureus masih di ambang batas yaitu <3 APM/g. Kesimpulannya didapatkan bahwa Edible coating dengan bahan tambahan Spirulina terbukti mampu menambah daya simpan udang Vaname dan konsentrasi paling efektif adalah 1,5%. Pada konsentrasi ini edible coating mampu menekan susut bobot udang sebesar ±3,54%, menekan pertumbuhan mikroorganisme, dan mampu mempertahankan kualitas udang secara organoleptis. Penaeus vannamei shrimp is a leading commodity in Indonesia, but shrimp experience a significant decline in quality during storage. This causes its shelf life to be quite short, namely less than 10 days when stored at 0-4oC. The cold or frozen storage method is the most widely used. Quality degradation continues to occur during the storage process at low temperatures, so edible coating is needed to help maintain shrimp quality. Research was conducted to determine the effect of adding Spirulina to chitosan edible coating on increasing the shelf life of Vaname shrimp. Shrimp weight loss tests, organoleptic tests, and microbiological analysis have been carried out. The smallest average weight loss results were obtained for shrimp with a 2% chitosan + Spirulina layer, namely 1.260%. This shows that Spirulina has an impact in reducing shrimp weight, although the results are not significant (p<5). Organoleptic results showed that shrimp coated with chitosan had the lowest value, namely 7.2, while other shrimp received a value of 7.4. The TPC results showed a decrease in shrimp given edible coating Spirulina 1.5%, namely from 16,000 colonies/g to 8,900 colonies/g. The test results for E. coli and S. aureus are still at the threshold, namely <3 APM/g. In conclusion, edible coating with the addition of Spirulina has been proven to be able to increase the shelf life of Vaname shrimp and the most effective concentration is 1.5%. At this concentration, edible coating can reduce shrimp weight loss by ±3.54%, suppress the growth of microorganisms, and can maintain organoleptic shrimp quality.
Analisis Kerapatan dan Tutupan Kanopi Mangrove di Gili Petagan, Lombok Timur Puna, Salvina Herawaty; Marwan, Muh.; Lestariningsih, Wiwid Andriyani; Rahman, Ibadur
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.41028

Abstract

Ekosistem mangrove terdapat pada daerah peralihan antara daratan dan lautan yang dapat berkembang pada daerah pasang surut dengan substrat berlumpur atau berpasir. Ekosistem mangrove mempunyai fungsi fisik, ekologi, dan ekonomi. Gili Petagan merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur dengan luas 56,8 hektar dan didominasi oleh vegetasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan dan tutupan kanopi mangrove di Gili Petagan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Pengumpulan data kerapatan mangrove menggunakan metode Dombois & Ellenberg, sedangkan data tutupan kanopi mangrove menggunakan metode hemispherical photography. Hasil penelitian ditemukan empat jenis mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Sonneratia alba. Kisaran diameter batang mangrove di Gili Petagan yaitu antara 4,7-9,56 cm dengan kisaran basal area yaitu antara 46,66-5.320 m2/ha. Rata-rata kerapatan mangrove sebesar 3.120 ind/ha, termasuk dalam kriteria baik. Kemudian nilai rata-rata tutupan kanopi mangrove sebesar 71%, termasuk dalam kategori sedang. Jenis substrat yang dominan ditemukan pada Gili Petagan yaitu lempung berpasir yang sesuai untuk pertumbuhan mangrove.  The mangrove ecosystem is found in transitional areas between land and sea that can develop in tidal areas with muddy or sandy substrates. Mangrove ecosystem have physical, ecological and economic functions. Gili Petagan is a small island located in Padak Guar Village, Sambelia District, East Lombok Regency with an area of 56.8 hectares and is dominated by mangroves. This study aims to determine mangrove’s density and canopy cover in Gili Petagan, Sambelia District, East Lombok Regency. Mangrove density data were collected using the Dombois and Ellenberg method, while data on mangrove canopy cover were obtained using the hemispherical photography method. The result of the study found four mangrove species, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Sonneratia alba. The range of mangrove trunk diameters on Gili Petagan is between 4.7-9.56 cm with a basal area range of between 46.66-5,320 m2/ha. The average density of mangrove is 3.120 ind/ha, which falls within the "good" criteria. Furthermore, the average value of mangrove canopy cover is 71%, classified as "moderate." The dominant type of substrate found on Gili Petagan is sandy loam which is suitable for mangrove growth.
Kandungan Logam Berat Pb dan Cd dalam Sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang, Semarang Maulina, Dinda Rizky Ayu; Pringgenies, Delianis; Haryanti, Dwi
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.35038

Abstract

Kandungan timbal (Pb) dan kadmium (Cd) di sedimen sebagian berasal dari limbah industri yang masuk ke perairan dan terakumulasi di muara sungai. Pantai Trimulyo berada di pesisir Semarang, dekat dengan Kawasan Industri Terboyo yang berpotensi membuang limbah logam berat ke peraian. Pantai Tirang juga berpotensi tercemar limbah logam berat dari industri di Kecamatan Tugu yang masuk ke aliran Sungai Tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam Pb dan Cd pada sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang. Penelitian dilakukan dengan metode survei eksploratif dan penentuan lokasi pengamatan dengan metode purposive sampling. Sampel sedimen diambil sebanyak 3 kali pengulangan disetiap lokasi dengan sediment core. Sampel sedimen dianalisis di Laboratorium BBTPPI Semarang menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk menentukan kadar logam Pb dan Cd dalam sedimen. Hasil analisis kandungan logam Pb dalam sedimen menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat tertinggi ditemukan di Pantai Tirang sebesar 49,16 mg/kg dan Pantai Trimulyo memiliki kandungan Pb tertinggi 23,78 mg/kg. Hasil analisis kandungan logam Cd dalam sedimen di Pantai Trimulyo dan Pantai Tirang sebesar >0,050 mg/kg. Pengukuran parameter lingkungan (suhu, salinitas, pH, DO, kecepatan arus dan kecerahan perairan) secara in situ menunjukkan konstribusi terhadap kandungan logam berat pada sedimen. Secara keseluruhan, kandungan logam berat Cd pada sedimen di setiap lokasi penelitian tidak melebihi baku mutu, sedangkan kandungan logam berat pada sedimen yang melebihi atau mendekati baku mutu yaitu logam berat timbal.  The sediments contain lead (Pb) and cadmium (Cd) from industrial waste were often found to enter nearby waters and accumulates at river mouths. Trimulyo Beach is adjacent to the Terboyo Industrial Estate on Semarang's coast, which has the potential to dump heavy metal waste into the waters. Heavy metal waste from industry in Tugu District that enters the Tapak River might also pollute Tirang Beach. The aim of the study is to determine the Pb and Cd content of sediments at Trimulyo and Tirang beaches. The research was conducted by using an exploratory survey method, and the research site was determined using a purposive sampling method. Using the sediment core, sediment samples were taken three times in each location. The levels of Pb and Cd metals in sediment samples were analysed using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) at the Semarang BBTPPI Laboratory. The analysis of the metal content of Pb in the sediment showed that Tirang Beach had the highest concentration of heavy metal at 49.16 mg/kg, and Trimulyo Beach had the highest Pb content at 23.78 mg/kg. The results showed that the Cd metal content in sediments at Trimulyo Beach and Tirang Beach was >0.050 mg/kg. Environmental parameters measured in situ (temperature, salinity, pH, DO, current velocity, and water clarity) made a contribution to the heavy metal content in the sediment. Overall, the heavy metal content of Cd in the sediment at each research location did not exceed the quality standard, while the lead heavy metal exceeded or approached the quality standard.
Senyawa Bioaktif Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty, 1988 Sebagai Antibakteri Marhaeny, Annisa; Pramesti, Rini; Suryono, Suryono
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.40459

Abstract

Bakteri yang menyebabkan penyakit pada inangnya disebut patogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui senyawa bioaktif dan aktivitas antibakteri yang terkandung dalam ekstrak metanol K. alvarezii. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif. Bakteri yang diujikan yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil ekstraksi dilanjutkan dengan uji fitokimia. Ekstrak diencerkan menggunakan dimetil sulfoksida (DMSO) sampai diperoleh konsentrasi uji 500 µg/disk, 1000 µg/disk, dan 1500 µg/disk. Cefadroxil dan DMSO digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol negatif. Metode difusi cakram digunakan untuk uji aktivitas antibakteri. Inokulum diinkubasi selama 3x24 jam pada suhu 37ºC. Zona hambat dihitung setiap 24 jam sekali. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol K. alvarezii terhadap bakteri S. aureus dan E. coli menunjukkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 500 µg/disk pada waktu 48 jam sebesar 4,95 mm dan 5,1 mm. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak metanol K. alvarezii yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, steroid dan tanin. Bacteria that cause disease in their hosts are called pathogens. This study aims to determine the bioactive compounds and antibacterial activity in the methanol extract of K. alvarezii. The research was conducted using a exploratory descriptive method. The bacteria tested were Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Extraction then phytochemical tests were carried out The extract was diluted using dimethyl sulfoxide (DMSO) to obtain test concentrations of 500 µg/disk, 1000 µg/disk, and 1500 µg/disk. Cefadroxil and DMSO were used as positive and negative controls. Antibacterial activity test using disc diffusion method. The inoculum was incubated for 3x24 hours at 37°C. The inhibition zone is calculated every 24 hours. The results of the antibacterial activity test of K. alvarezii methanol extract against S. aureus and E. coli bacteria showed the largest inhibition zone at a concentration of 500 µg/disk in 48 hours of 4.95 mm and 5.1 mm. The bioactive compounds contained in the methanol extract of K. alvarezii are alkaloids, flavonoids, steroids and tannins.