Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Pemilihan Tempat Wisata Pantai Berbasis Webgis Di Kabupaten Lampung Selatan Zusan, Ulfah Atikah; Mayaguezz, Henky; Damai, Abdullah Aman; Effendi, Nur; Darmawan, Arief; Febryano, Indra Gumay
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 1 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i2.4952

Abstract

In beach tourism development, the decision-making process via the web is a valuable tool that can provide several alternatives for decision-making planners in beach tourism development. The aim of this research is to develop the implementation of a decision support system for selecting WebGIS-based beach tourist attractions in South Lampung Regency. This research is research with the concept of Research and Development, the data used in this research is primary data obtained from field observations and secondary data obtained from the government. Data was obtained through observation and documentation studies from 30 beaches in South Lampung Regency, then processed using the Simple Additive Weighting method. The research results show that bio-physical and managerial factors are the factors that have the most influence on the results of this weighting and are the most dominant supporting alternatives for selecting beach tourist attractions in South Lampung Regency. The recommended beach tourism in South Lampung based on the highest weighting value is Pasir Putih Beach which is the highest ranked, followed by Tapak Kera Beach. Supporting factors such as bio-physical factors, socio-economic factors and managerial factors can be used as primary considerations for beach tourism managers and local governments should continue to develop and innovate in using Simple Addivite Weigting, because the method is much more practical and effective in determining object recommendations beach tourism for tourists.
Variabilitas Konsentrasi dan Sebaran N-anorganik (Amonia, Nitrit, dan Nitrat) Terlarut di Perairan Kalianda dan Perairan Anyer-Panimbang Muhaemin, Moh; Alfya Rahmadita, Dewi; Suwiryono, Joko; Mayaguezz, Henky
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.38566

Abstract

N-anorganik yang berdekatan dengan hatchery atau tambak, permukiman warga, dan muara sungai diduga bersebaran berbeda di perairan teluk dan perairan selat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis sebaran horizontal, tingkat kesesuaiannya terhadap baku mutu, serta menganalisis konektivitas antara konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat dengan parameter fisika dan kimia non nitrogen di perairan Kalianda (perairan Teluk) dan perairan Anyer-Panimbang (menghadap Selat Sunda). Penelitian dilaksanakan di perairan Kalianda dan perairan Anyer-Panimbang pada bulan September dan Oktober 2022. Konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat tersebut dianalisis, dibuat sebaran horizontalnya, serta dianalisis konektivitas antar variabelnya dengan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran horizontal konsentrasi amonia yang cenderung tinggi didominasi oleh lokasi muara sungai di perairan Kalianda, sebaran horizontal konsentrasi nitrit yang cenderung tinggi didominasi oleh lokasi yang berdekatan dengan hatchery atau tambak di perairan Kalianda dan perairan Anyer-Panimbang, dan sebaran horizontal konsentrasi nitrat yang cenderung tinggi didominasi oleh lokasi dekat permukiman warga di perairan Anyer-Panimbang. Secara dominan, konsentrasi amonia dan nitrit di perairan Kalianda dan perairan Anyer-Panimbang di bawah baku mutu, kecuali konsentrasi nitrit di Pantai Sambolo pada perairan Anyer-Panimbang yang melebihi baku mutu, serta seluruh konsentrasi nitrat di perairan Kalianda dan perairan Anyer-Panimbang di atas baku mutu. Konsentrasi amonia, nitrit, dan nitrat berkorelasi positif dengan parameter suhu, namun berkorelasi negatif dengan parameter DO dan salinitas. Inorganic nitrogen potential sources such as hatcheries/ponds, residential areas, and estuaries may affect loading capacity of n-inorganic in bay and strait waters. The concentration distributions of ammonia, nitrite, and nitrate in the bay and strait waters may have different values. The study aims was to analyze the horizontal distribution and suitability of ammonia, nitrite, and nitrate concentrations with quality standard, and to analize the intercorrelation between the concentrations of ammonia, nitrite, and nitrate with non nitrogen physical and chemical parameters in Kalianda waters and Anyer-Panimbang waters. The study was carried out in specific location of Kalianda and Anyer-Panimbang waters in September and October 2022. The concentrations of ammonia, nitrite, and nitrate were analyzed for their concentration distributions and analyzed using the Principal Component Analysis (PCA) method. The results showed that the horizontal distribution of ammonia concentrations was dominated by location of estuary in Kalianda waters, the horizontal distribution of nitrite concentrations was dominated by location near hatchery or pond in Kalianda waters and Anyer-Panimbang waters, and the horizontal distribution of nitrate concentrations was dominated by location near residential area in Anyer-Panimbang waters. Most of ammonia and nitrite concentrations in Kalianda waters and Anyer-Panimbang waters were below of quality standards, except for nitrite concentration at Sambolo Beach in Anyer-Panimbang waters which exceed the quality standard, and all nitrate concentrations in Kalianda waters and Anyer-Panimbang waters above the quality standard. The intercorrelation between the concentrations of ammonia, nitrite, and nitrate were positively correlated with water temperature, but those have negative correlated with DO and salinity. 
ANALISIS MANAJEMEN SEKTOR UNGGULAN DAN STRUKTUR EKONOMI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR: Sista, Ni Putu Fiska; Affandi, Muhammad Irfan; Mayaguezz, Henky
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 12 No. 04 (2023): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v12i04.29882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan dan pergeseran sektor ekonomi di Kabupaten Lampung Timur tahun 2017-2022. Penelitian menggunakan data sekunder berupa PDRB Kabupaten Lampung Timur dan PDRB Provinsi Lampung tahun 2017-2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SS). Hasil penelitian menunjukkan sektor unggulan di Kabupaten Lampung Barat adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; sektor pertambangan dan penggalian dan sektor jasa lainnya. Pertumbuhan sektor di Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2017-2022 didominasi pada kuadran I dengan nilai PP positif dan PPW positif. Berdasarkan hasil analisis Shift Share terdapat sepuluh sektor yang mengalami pertumbuhan cepat dan memiliki daya saing.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN AGROEKONOMI MINAPOLITAN DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG Gumelar, Satria Arif; Abidin, Zainal; Mayaguezz, Henky
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i3.14107

Abstract

Minapolitan merupakan konsep pengembangan kawasan berbasis ekonomi kelautan dan perikanan yang terpadu dan efisien dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi potensi pengembangan subsektor perikanan dalam perekonomian wilayah serta menganalisis strategi pengembangan kawasan Minapolitan di Kabupaten Tanggamus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan alat analisis SWOT, QSPM dan AHP. Responden dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah, pelaku usaha subsektor perikanan di kawasan Minapolitan Kabupaten Tanggamus serta ahli perencanaan yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi prioritas utama dalam pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Tanggamus adalah menjalin hubungan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengatasi permasalahan modal dan pemasaran, meningkatkan nilai tambah pada hasil pemasaran perikanan melalui pembinaan masyarakat nelayan dan Meningkatkan teknologi yang digunakan di sektor perikanan dengan meningkatkan pelatihan teknologi.
KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG MENINJAU PROGRAM STRUKTUR RUANG DAN POLA RUANG KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2017-2021 Aswad, Fatmawati Hajar; Affandi, Muhammad Irfan; Mayaguezz, Henky
Jurnal Spasial Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v11i3.9911

Abstract

This study aims to analyze the suitability of the use of programs and activities in the spatial structure and spatial pattern of Pringsewu Regency for 2017-2021. In this study using the Scoring and Weighting Methods to determine the suitability and quality values of spatial use in terms of spatial structure and spatial patterns in Pringsewu Regency in 2017-2021, after obtaining the weighting percentage, it can be put into GIS analysis. So the results of the study show that the suitability of spatial use in 2017-2019 and 2020-2021 has an increase in the suitability of spatial use up to 8.07% with an average weight percentage of 37.34%, namely spatial planning is not in accordance with spatial planning and affects the quality of spatial planning. The incompatibility of spatial planning with the Pringsewu District Spatial Planning is due to the influence of local government policies, investors and the community within it. The consistent use of space is implemented in Sukoharjo District, Gadingrejo District, Pagelaran District, Pringsewu District, and Ambarawa. So that policies are needed that are in line between the government and regional spatial planning so that they are sustainable and able to improve the quality of sustainable spatial planning in Pringsewu Regency as one of the areas planned to become a fast-growing area in Lampung Province.
Karakteristik Mikroplastik pada Sedimen di Perairan Pesisir Kota Bandar Lampung Banowati, Nurmaya Tri; Hasani, Qadar; Mayaguezz, Henky; Damai, Abdullah Aman; Susanto, Gregorius Nugroho
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.7130

Abstract

Sampah plastik yang dihasilkan di Kota Bandar Lampung meningkat setiap tahunnya. Sampah tersebut bersumber dari aktivitas rumah tangga, industri, perikanan, dan lainnya. Plastik dapat mengalami proses degradasi hingga menghasilkan partikel mikroplastik. Keberadaan mikroplastik di perairan dapat mengendap ke dalam sedimen dan dapat berdampak buruk bagi biota laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik dan kelimpahan mikroplastik pada sedimen di Perairan Pesisir Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2024  pada 3 stasiun berbeda di perairan Pesisir Kota Bandar Lampung. Mikroplastik pada sampel sedimen terdiri atas bentuk pelet, fragmen, foam, film, dan fiber yang didominasi mikroplastik berukuran < 1 mm. Mikroplastik yang ditemukan berwarna abu-abu, hijau toska, putih, ungu, merah, biru, hitam, kuning, coklat, hijau, transparan, dan merah muda. Hasil uji FT-IR menunjukkan adanya jenis plastik yaitu abu-abu, hijau toska, putih, ungu, merah, biru, hitam, kuning, coklat, hijau, transparan, dan merah muda. Kelimpahan rata-rata mikroplastik yang ditemukan yaitu 1.180 partikel/kg. Upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik di perlukan untuk meminimalisir pencemaran sampah plastik di wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.
KESESUAIAN PEMANFAATAN RUANG MENINJAU PROGRAM STRUKTUR RUANG DAN POLA RUANG KABUPATEN PRINGSEWU PADA TAHUN 2017-2021 Aswad, Fatmawati Hajar; Affandi, Muhammad Irfan; Mayaguezz, Henky
Jurnal Planoearth Vol 8, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v8i2.14163

Abstract

Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penggunaan program dan kegiatan dalam struktur ruang dan pola ruang Kabupaten Pringsewu tahun 2017-2021. Pada penelitian ini menggunakan Metode Scoring and Weighting untuk menentukan nilai kesesuaian dan kualitas pemanfaatan ruang ditinjau dari struktur ruang dan pola ruang di Kabupaten Pringsewu tahun 2017-2021, setelah mendapatkan persentase pembobotan dapat dimasukkan ke dalam analisis SIG. Sehingga hasil kajian menunjukkan kesesuaian pemanfaatan ruang tahun 2017-2019 dan 2020-2021 mengalami peningkatan kesesuaian pemanfaatan ruang hingga 8,07% dengan persentase bobot rata-rata 37,34% yaitu rencana tata ruang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan mempengaruhi kualitas rencana tata ruang. Ketidaksesuaian tata ruang dengan RTRW Kabupaten Pringsewu disebabkan oleh pengaruh kebijakan pemerintah daerah, investor dan masyarakat didalamnya. Pemanfaatan ruang yang konsisten diterapkan di Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Gadingrejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, dan Ambarawa. Sehingga diperlukan kebijakan yang sejalan antara pemerintah dan penataan ruang daerah agar berkelanjutan dan mampu meningkatkan kualitas penataan ruang berkelanjutan di Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu kawasan yang direncanakan menjadi kawasan cepat tumbuh di Provinsi Lampung.Abstract: This study aims to analyze the suitability of the use of programs and activities in the spatial structure and spatial pattern of Pringsewu Regency for 2017-2021. In this study using the Scoring and Weighting Methods to determine the suitability and quality values of spatial use in terms of spatial structure and spatial patterns in Pringsewu Regency in 2017-2021, after obtaining the weighting percentage, it can be put into GIS analysis. So the results of the study show that the suitability of spatial use in 2017-2019 and 2020-2021 has an increase in the suitability of spatial use up to 8.07% with an average weight percentage of 37.34%, namely spatial planning is not in accordance with spatial planning and affects the quality of spatial planning. The incompatibility of spatial planning with the Pringsewu District Spatial Planning is due to the influence of local government policies, investors and the community within it. The consistent use of space is implemented in Sukoharjo District, Gadingrejo District, Pagelaran District, Pringsewu District, and Ambarawa. So that policies are needed that are in line between the government and regional spatial planning so that they are sustainable and able to improve the quality of sustainable spatial planning in Pringsewu Regency as one of the areas planned to become a fast-growing area in Lampung Province.
Spatial Analysis of Breeding Places of Anopheles sp. Mosquitoes as Potential Vectors of Malaria Infection in Pesawaran District, Lampung, Indonesia Athma, Dwi Aji; Suwandi, Jhons Fatriayadi; Mayaguezz, Henky; Setyaningrum, Endah; SRW, Dyah Wulan; Darmawan, Arief
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v19i1.4968

Abstract

Malaria is an infectious disease caused by microorganisms of the genus Plasmodium, transmitted to humans by the female Anopheles mosquito species. The breeding place of this Anopheles mosquito is typically found in the environment, such as stagnant water in rivers, abandoned ponds, lagoons, and other similar areas. Pesawaran Regency is a malaria-endemic area in Lampung Province with an API of 1.4 in 2023. Mapping the distribution of breeding places is necessary to control malaria vectors in Pesawaran Regency. Based on this, this study will conduct a spatial analysis of the breeding sites of Anopheles sp. mosquitoes, which are potential vectors of malaria infection in Pesawaran District. This type of research is descriptive observational using cross sectional design, coordinate survey and visual inspection of larvae found in breading place and spatially processed using Arcgis V.10.8. From the observations of breeding places in the form of swamps, water reservoirs (buckets and derigen) unused fish ponds or ponds, buffering breeding place analysis carried out can be seen that malaria cases are in the area of vector flight distance of 1,000 meters and 3,000 meters. Potential breeding places were found in Teluk Pandan sub-district of Pesawaran Regency, breeding places are scattered in five villages and are located in coastal areas with a distance between 407.88 meters - 707.266 meters from the coastline, buffering analysis of breeding places can be seen that the location at risk of malaria case transmission is in the vector flight distance area of 1,000 meters and 3,000 meters covering eight villages.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Rentan Bencana (KRB) Melalui Program Sekolah Siaga Bencana (SSB) Sebagai Upaya Mitigasi Bencana di Desa Trimulyo Kabupaten Pesawaran Muhaemin, Moh; Mayaguezz, Henky; Kusuma, Anma Hari; Susanti, Oktora; Hudaidah, Siti; Efendi, eko
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.5847

Abstract

Bencana di kawasan pesisir dapat terjadi kapan saja dengan skala bencana dan cenderung berdampak besar bagi masyarakat terutama kelompok rentan. Amanat UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa kelompok rentan merupakan kelompok masyarakat berisiko tinggi, karena berada dalam situasi dan kondisi yang kurang memiliki kemampuan mempersiapkan diri dalam menghadapi risiko bencana atau ancaman bencana,  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan mengidentifikasi peluang bencana di sekitarnya dan meningkatkan keterampilan penanganan diri untuk mengurangi resiko kebencaan yang diderita. Peningkatan kapasitas kelompok mayarakat rentan dilakukan dengan mengadakan kegiatan penyuluhan tatap muka, dan kegiatan simulasi bencana kepada sejumlah siswa sekolah dasar (SD) dan masyarakat desa setempat. Pemilihan kelompok rentan tersebut didasarkan pada kondisi demografi masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian mendapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kelompok masyarakat rentan dalam mengidentifikasi dan menangani jenis dan resiko kebencanaan di daerahnya.
REHABILITASI EKOSISTEM TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN TERUMBU BUATAN DI PERAIRAN DESA KUNJIR, KECAMATAN RAJABASA, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN, PROVINSI LAMPUNG Kusuma, Anma Hari; Muhaemin, Mohammad; Mayaguezz, Henky; Effendi, Eko
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.7216

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan suatu ekosistem khas wilayah tropis. Letak wilayah Indonesia yang berada di kawasan segitiga terumbu karang dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat keanekaragaman terumbu karang dunia. Selain memiliki produktivitas dan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terumbu karang merupakan tempat mencari makan (feeding ground), memijah (spawning ground) dan pembesaran serta pengasuhan (nursery ground). Berbagai jenis sumber daya ikan yang hidup di wilayah terumbu karang yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Desa Kunjir merupakan daerah pesisir di Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki potensi sumber daya terumbu karang yang besar yang dapat dimanfaatkan untuk perikanan dan pariwisata bahari. Selaih merupakan suatu ekosistem unik di perairan tropis dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi namun sangat rentan terhadap degradasi. Tsunami yang terjadi di Selat Sunda menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan mengakibatkan kerusakan ekosistem terumbu karang di Desa Kunjir. Karang di perairan ini menjadi terangkat ke permukaan air, terdampar di pantai dan mati. Kondisi ini juga menyebabkan berkurangnya hasil tangkapan ikan di wilayah pesisir. Tetap terjaganya kondisi ekosistem terumbu karang secara tidak langsung akan menciptakan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat Desa Kunjir. Terumbu karang yang sudah dalam kondisi rusak parah membutuhkan waktu yang lama untuk dapat kembali pulih karena laju pemulihan kondisi terumbu karang sangatlah lambat sehingga diperlukan adanya intervensi rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi ekosistem terumbu karang. Transplantasi karang merupakan teknik penanaman karang baru dengan menggunakan metode fragmentasi dengan benih karang yang diambil dari indukan koloni karang tertentu. Transplantasi terumbu karang diharapkan dapat mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak serta dapat membangun daerah terumbu karang baru. Salah satu upaya rehabilitasi terumbu karang yang telah dilakukan di Indonesia antara lain dengan menggunakan terumbu butan. Metode ini dipilih sebagai salah satu yang cocok untuk pertumbuhan rekrutmen karang dan pemulihan ekosistem terumbu karang, karena permukaannya yang kasar dan keras. Keunggulan metode ini selain tingkat keberhasilan rekrutmrnt karang yang tinggi juga cocok pada daerah yang terumbu karangnya sudah rusak dan di lokasi-lokasi pariwisata bawah air sehingga dapat dijadikan sebagai objek yang menarik untuk dilihat saat menyelam dan snorkling. Kunci keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan pemulihan ekosistem terumbu karang melalui transplantasi karang adalah pemilihan lokasi, jenis karang yang ditransplantasi, kesiapan masyarakat pengelola, dan kualitas perairan. Melalui program ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi masyarakat setempat akan pentingnnya rehabilitasi karang melalui transplantasi karang dalam upaya menjaga eksosistem terumbu karang yang berkelanjutan.