cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012" : 32 Documents clear
ANALISIS JARINGAN VSAT TOPOLOGI STAR DENGAN NS2 Septiana, Risma; Sukiswo, Sukiswo; Z, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.181 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.136-143

Abstract

Abstrak Sistem komunikasi satelit diperkirakan dapat menghubungkan rantai komunikasi ke seluruh daerah tanpa harus memperhatikan bentuk geografis daerah tersebut. Salah satu pelayanan komunikasi satelit dilakukan dengan menggunakan terminal VSAT (Very Small Aperture Terminal). VSAT memiliki keunggulan dapat menjangkau wilayah yang sangat luas, sehingga secara ekonomis system komunikasi VSAT lebih murah. Pelayanan VSAT yang handal diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan telekomunikasi yang semakin meningkat, sehingga dibutuhkan perancangan topologi yang tepat. VSAT yang dirancang menggunakan topologi star memiliki hub yang dapat menjaga kebenaran dan keutuhan informasi yang disampaikan. Simulasi jaringan VSAT topologi star ini dibuat mendekati keadaan aslinya menggunakan software Network Simulator 2(NS2) dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi kehandalan system. Perancangan dilakukan dengan menempatkan stasiun bumi berdasarkan posisi longitude dan latitude 33 provinsi yang ada di Indonesia. Stasiun bumi akan mengirim data dan pengiriman dilakukan berdasarkan pengelompokan letak pulau, menggunakan 2 metode akses yaitu TDMA dan unslotted Aloha. Dari hasil simulasi ini dapat diperoleh kinerja jaringan VSAT yang dirancang dengan menggunakan topologi star. Dari hasil pengujian, jaringan VSAT yang dirancang menggunakan topologi star mempunyai waktu tunda yang sangat besar dikarenakan data yang dikirimkan harus melalui 2 hop yaitu pengirim ke satelit kemudian dilanjutkan ke hub, dari hub kembali ke satelit dan terakhir data diterima. Namun, untuk nilai throughput jaringan dan paket hilang menunjukkan jika VSAT yang dirancang dengan topologi star memiliki kinerja baik. Metode akses TDMA akan menghasilkan kinerja jaringan yang lebih baik dibandingkan dengan unslotted Aloha. Kata Kunci: Topologi star, VSAT, NS2, TDMA, Unslotted Aloha Abstract Satellite communication system could connect to all regions without worrying about geographical. One of the satellite communication service is done using VSAT (Very Small Aperture Terminal) terminal. VSAT has superiority in reaching wide range region, so it is cheaper economically. Persistent VSAT service is needed to fulfill the increasing telecommunication necessity, so an accurate topology design is needed. VSAT which is designed using star topology has a hub that can keep the delivered information valid and intact. This star topology VSAT network simulation is designed approaching the real situation using Network Simulator 2 (NS2) software considering some factors that affect system. The designing is done by locating earth station according to 33 Indonesian provinces longitude and latitude position. Earth station will send data according to island location group using 2 methods of access such as TDMA and unslotted Aloha. This simulation produces VSAT network performance which is designed with star topology. Based on testing result, the designed VSAT network using star topology has a large mount delay time because the sent data has to pass two hops. The first hop, data is sent to satellite and then to hub. The second hop, data from hop is sent back to satellite and finally received by receiver. Meanwhile network throughput and loss packet values show that the designed VSAT with star topology has good performance. TDMA method gives better network performance than unslotted Aloha. Keywords: Topology star, VSAT, NS2, TDMA, Unslotted Aloha
ANALISA KEBERADAAN GARDU INDUK BALAPULANG TERHADAP DISTRIBUSI 20 KV DI WILAYAH KERJA UPJ BALAPULANG PT. PLN (PERSERO) JATENG DIY Wicaksono, Cahyo; Nugroho, Agung; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.705 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.200-208

Abstract

Abstrak Gardu induk sebagai komponen sistem tenaga listrik memegang peranan penting pada kontinyuitas suplai tenaga listrik kepada konsumen yang terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Apabila beban listrik yang ditanggung oleh gardu induk lebih besar dari kapasitas gardu induk, maka gardu induk akan mengalami overload yang berakibat suplai listrik ke konsumen terhenti. Kondisi ini tentunya harus diantisipasi sedini mungkin oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng DIY UPJ Balapulang selaku penyedia energi listrik. Dalam tugas akhir ini, penulis melakukan analisa keberadaan Gardu Induk Balapulang terhadap distribusi 20 KV di UPJ balapulang dengan parameter losses dan drop tegangan menggunakan software ETAP 7.0.0. Feeder-feeder lama yang berada di UPJ Balapulang secara bertahap di ambil sebagian bebannya oleh GI Balapulang. Pengembangan gardu induk ini juga berdasarkan proyeksi kebutuhan energi listrik UPJ Balapulang dengan menggunakan metode peramalan beban DKL 3.2. Hasil proyeksi kebutuhan energi listrik didapatkan rata- rata kebutuhan energi listrik di UPJ Balapulang meningkat 1MVA tiap tahunnya. Pengaruh adanya GI balapulang membuat feeder lama terkurangi beban kerjanya dengan nilai losses dan drop tegangan yang memenuhi kriteria. Dari hasil simulasi dengan menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0.0 didapatkan bahwa nilai drop tegangan dan losses feeder-feeder GI Balapulang cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peningkatan terjadi dikarenakan adanya pertumbuhan beban tiap tahunnya dan juga pengalihan beban dari feeder-feeder lama. Kata kunci : Gardu Induk Balapulang, energi listrik, DKL 3.2, ETAP 7.0.0 Abstract Substation as a component of power system plays an important role in the continuity of the supply of electricity to consumers continues to increase each year. If the electrical load is borne by the substation is greater than the capacity of the substation, the substation will experience overload resulting in interrupted power supply to consumers. This condition must be anticipated as early as possible by PT. PLN (Persero) Java Distribution DIY UPJ Balapulang as the provider of electric energy. In this thesis, the author analyzes the existence Balapulang Substation 20 KV distribution with parameters in UPJ balapulang losses and drop voltage using ETAP software 7.0.0. Feeder old in UPJ Balapulang gradually taken part load by GI Balapulang. The development of the substation is also based on the projected electricity needs UPJ Balapulang load forecasting using DKL 3.2. The projected need for electric energy obtained the average electricity needs at UPJ Balapulang 1MVA increased each year. Effect of the GI balapulang make long feeder reduced workload with the value of losses and drop voltage criteria. From the results of simulation using ETAP software 7.0.0 it was found that the value of the voltage drop and feeder-feeder losses Balapulang GI tends to increase every year. The increase occurred due to load growth each year and also transfer the load from the old feeder. Keywords: Balapulang substation, electrical energy, DKL 3.2, ETAP 7.0.0
PEWUJUDAN TAPIS DIGITAL BANDPASS IIR MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713TMTM BERBASIS SIMULINK® Aswan, Muhammad; Hidayatno, Achmad; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.398 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.320-325

Abstract

Abstrak Tapis digital merupakan salah satu bentuk terapan pengolahan sinyal digital. Perangkat pengolahan sinyal digital dapat menggunakan DSP Stater Kit TMS320C6713TM. Salah satu jenis tapis digital adalah tapis Elliptic. Tapis ini dikategorikan sebagai tapis IIR (Infinite Impulse Response). Perhitungan koefisien dilakukan dengan bantuan Matlab® FDATool (Filter Design and Analysis Tool). Struktur tapis dirancang dengan Simulink® dan kemudian diuploadkan ke DSK dengan bantuan Code Composser Studio v3.1®. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan masukan DSK pada function generator. Variasi pengujian terdapat pada frekuensi pita lolos (yaitu 1-2 kHz, 9-10 kHz, dan 19-20 kHz) dan orde tapis (N = 6, 10, dan 20). Keluaran DSK dihubungkan pada osiloskop digital untuk melihat sinyal keluaran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanggapan magnitude sesuai dengan rancangan untuk spesifikasi tapis 1-2 kHz (tapis pemilih frekuensi sukses diwujudkan dalam DSK TMS320C6713TM). Tanggapan magnitude pada daerah pita lolos tidak tepat 0 dB. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tapis dengan panjang tapis N lebih besar (untuk N = 6, 10, dan 20) memiliki karakteristik lebar pita transisi yang lebih sempit dan penurunan kelengkungan pita transisi. Kata Kunci :Tapis digital, FDATool, DSK TMS320C6713TM, Simulink®, Elliptic Abstract Digital filter is one application of digital signal processing. Digital signal processing device can use DSP Stater Kit TMS320C6713 TM. One type of digital filter is Elliptic filter. This filter is categorized as IIR filter (Infinite Impulse Response). Coefficient calculation was performed with the help of Matlab® FDATool (Filter Design and Analysis Tool). Filter structure was designed using Simulink®, and later the final design was then uploaded to the DSK with the help of Code Composser Studio v3.1®. Experiment was conducted by connecting the DSK input with a function generator. The variations were given in the band pass frequency (which are 1-2 kHz, 9-10 kHz, and 19-20 kHz, respectively) and the filter order (N = 6, 10, and 20). DSK output was connected to the digital oscilloscope to observe the output signal. The test result shows that the magnitude of response is comparable with the design for 1-2 kHz filter specification (frequency selector filter was successfully implemented in DSK TMS320C6713 TM). Magnitude response at pass band region is not exactly 0 dB. Experiment result shows that filter with higher filter order N (for N = 6, 10, and 20) produces narrower transition width characteristic as well as slope reduction in the transition band. Keywords: Digital filters, FDATool, TMS320C6713 DSK TM, Simulink®, Elliptic
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING TEGANGAN, ARUS DAN TEMPERATUR PADA SISTEM PENCATU DAYA LISTRIK DI TEKNIK ELEKTRO BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 128 Suryawan, Dwi Wahyu; Sudjadi, Sudjadi; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.141 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.244-250

Abstract

Abstrak Sistem pencatu daya listrik yang terdapat pada gedung Teknik Elektro Universitas Diponegoro terdiri dari beberapa bagian, yaitu trafo, cubical, MCB, dan genset. Tegangan menengah 20KV dari jala-jala PLN masuk kedalam ruang cubical. Cubical berfungsi untuk menyalurkan tegangan menengah menuju kedalam trafo. Trafo yang digunakan pada sistem ini berfungsi untuk menurunkan tegangan dari tegangan menengah (20KV) menjadi tegangan rendah (220/380 V). Keluaran dari trafo kemudian menuju ruang MCB. Di dalam ruang MCB terdapat beberapa MCB berfungi untuk mendistribusikan tegangan rendah ke beberapa gedung yang telah ditentukan. Selanjutnya adalah genset digunakan untuk sumber daya listrik cadangan apabila pasokan listrik dari PLN padam. Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah alat monitoring peralatan pencatu daya listrik. Parameter yang dimonitoring antara lain tegangan dan arus pada tiap fasa di sisi beban, temperatur generator, temperatur motor genset, temperatur cubical, temperatur ruangan LVMDP, temperatur sirip trafo. Alat ukur pencatu daya listrik ini menggunakan transformator step down sebagai sensor tegangan dengan kemampuan pengukuran tehadap tegangan antara 0 V – 240 V. CT ratio 100/5 A sebagai sensor arus dengan kemampuan pengukuran tehadap arus antara 0 A – 87 A. Sensor temperatur yang digunakan adalah DS18B20 dengan kemampuan pengukuran temperatur antara -50°C sampai dengan 120°C. Sistem monitoring juga dilengkapi dengan tanda peringatan yang berupa sebuah alarm. Kata kunci: sistem pencatu daya listrik, genset, trafo, cubical, alarm Abstract Electrical power supply equipment in the building of Electrical Engineering Diponegoro University consists of several parts, transformer, cubical TM (Medium Voltage), LVMDP (Low Voltage Main Distribution Panel), and generators. Cubical TM purpose to termination and to safety transformer. Type of transformer used in this system to lower the voltage of the medium voltage (20KV) to low voltage (220/380 V). Output of transformer in the form of low-voltage 220/380 V and then headed LVMDP. Inside there are several MCB LVMDP functioning to distribute divide it into several buildings that have been determined. This final project produced a tool monitoring electrical power supply equipment. Parameters monitored include the voltage current on each phase on the load side, generator temperature, temperature of the motor generator, temperature of cubical room, LVMDP room temperature, temperature of transformer fins. To measuring electrical power supply step-down transformer is used as a voltage sensor with the capability of measuring the voltage between 0 V - 240 V. CT ratio 100/5 A as a current sensor with the capability of measuring current between 0 A - 87 A. DS18B20 used to measurement temperature with measurement capability between -50 ° C to 120 ° C. The monitoring system with a warning an alarm. Keywords: power supply system, generator, trafo, cubical, alarm
OPTIMASI PARAMETER SISTEM EKSITASI UNTUK KONDENSOR SINKRON SEBAGAI PENGATUR TEGANGAN PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) Suryawan, Maman; Sukmadi, Tedjo; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.577 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.172-180

Abstract

Abstrak Teknologi pembangkit listrik tenaga angin pada dua dekade ini berkembang sangat pesat dan pemanfaatannya sangat menjajikan. Namun energi angin memiliki karakteristik yang berubah-ubah sehingga apabila output generator induksi dihubungkan pada jaringan akan menyebabkan transfer daya dan tegangan yang berubah-ubah. Permasalahan ini perlu dianalisa agar energi listrik yang dibangkitkan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini akan disimulasikan suatu model pengaturan tegaangan listrik pada pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) menggunakan software MATLAB 7.6 (R2008a). Penelitian ini menitik beratkan pada pemodelan sistem PLTB dan optimasi parameter sistem eksitasi tipe DC1A untuk kondensor sinkron sebagai pengaturan tegangan pada PLTB. Optimasi sistem eksitasi yang dilakukan menggunakan metode algoritma genetika. Dari hasil simulasi dan analisa menunjukkan bahwa optimasi parameter sistem eksitasi tipe DC1A untuk kondensor sinkron menggunakan algoritma genetika dapat menemukan kombinasi yang optimal sehingga pengaturan tegangan model sistem PLTB dapat bekerja dengan baik saat terjadi perubahan kecepatan angin. Pada simulasi dan analisa diketahui sistem PLTB dengan kondensor sinkron berparameter sistem eksitasi kombinasi algoritma genetika 3 (percobaan kedua kombinasi parameter algen dengan peluang pindah silang 0,6 dan peluang mutasi 0,032) yaitu Ka = 297,2350, Ke = 0,6162, Kf = 0,01, Ta = 0,01 , Te = 0,01, dan Tf = 0,6278 merupakan kombinasi parameter eksitasi terbaik yang diperoleh. Dengan menghasilkan nilai ITAE 115,6604, rise time 0,17 s , over shoot 1,54% steady state 0,44 s , tegangan terkecil setelah perubahan kecepatan angin 0,9957 pu dan tegangan terbesar setelah perubahan kecepatan angin yaitu 1,0025 pu . Kata Kunci : PLTB, sistem eksitasi, kondenser sinkron, algoritma genetika. Abstract Technology of wind power in two decades is rapidly increasing and utilization is very promising. However, wind speed change continuously, so when output induction generator is connected to the network will cause the transfer of power and voltage swings. So that this problem needs to be analyzed in order to the electrical energy generated can be used optimally. In this final project a model of voltage regulation at power plants of wind energy (PLTB) will be simulated using MATLAB 7.6 (R2008a). This final project focuses on system modeling and optimization parameters of excitation systems type DC1A for synchronous condenser as voltage regulation on PLTB. Excitation system optimization made using genetic algorithms method. From the simulation results and analysis known than optimization parameters of excitation system for synchronous condenser type DC1A use genetic algorithms could find the optimal combination. So the voltage regulation of PLTB model can work well when there is change in the wind speed. In the simulation and analysis of systems known PLTB with excitation system parameterized combination of genetic algorithms 3 (second experiment of parameters combined with crossovers opportunities 0.6 and mutations opportunities 0.032) which Ka = 297.2350, Ke = 0.6162, Kf = 0.01, Ta = 0.01, Te = 0.01 and Tf = 0.6278 is the best combination of excitation parameters obtained. By generating the 115.6604 ITAE value, over shoot 1,54%, steady state 0,44 s, the smallest voltage value after wind speed change is 0.9957 pu and the largest voltage value after wind speed change is 1.0025 pu. Key Word : PLTB, excitation system, synchronous condenser, algoritma genetika
IMPLEMENTASI STEGANOGRAFI LSB DENGAN ENKRIPSI VIGENERE CIPHER PADA CITRA JPEG Cahyadi, Tri
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.728 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.281-288

Abstract

Abstrak Saat ini teknologi informasi sudah sangat berkembang menjadi salah satu media yang paling populer di dunia. Sayangnya dengan berkembangnya teknologi informasi semakin berkembang pula tindak penyalah gunaan informasi yang bukan haknya. Dengan berbagai teknik banyak yang mencoba untuk mengakses informasi yang bukan haknya. Maka dari itu sejalan dengan berkembangnya media internet ini harus juga dibarengi dengan perkembangan pengamanan informasi. Berbagai macam teknik digunakan untuk melindungi informasi yang dirahasiakan dari orang yang tidak berhak, salah satunya adalah teknik steganografi. Pada tugas akhir ini, dibuat aplikasi steganografi yang bertujuan untuk mengamankan informasi berupa pesan teks dengan menyisipkan (menyembunyikan) kedalam pesan lainnya yaitu pada citra digital dengan menggunakan metode algoritma LSB (Least Significant Bit) dan dengan enkripsi Vigenere Cipher. Hasil dari aplikasi ini adalah dapat menyisipkan pesan tersembunyi berupa teks ke dalam berkas citra digital berformat JPEG dan dapat mengekstraksi kembali pesan tersembunyi tersebut dari dalam citra (stego-image). Kata kunci: Steganografi, Least Significant Bit (LSB), Vigenere Cipher. Abstract Today information technology has greatly evolved into one of the most popular media in the world. Unfortunately, with the rapid development of information technology is growing also follow misuse of information that is not right. With the many techniques that attempt to access information that is not right. Therefore in line with the growth of the Internet media should also be coupled with the development of information security. Various techniques are used to protect confidential information from unauthorized people, one of which is the technique of steganography. In this final report, made steganography application that aims to secure the information in the form of a text by inserting (hide) into another message that the digital image using the algorithm LSB (Least Significant Bit) and encryption Vigenere Cipher. The result of this application is to insert hidden messages (text file) into digital image (JPEG) and can extract the hidden message back from the image (stego-image). Keywords: Steganography, Least Significant Bit (LSB), Vigenere Cipher.
ANALISIS ARUS BOCOR DAN TEGANGAN FLASHOVER PADA ISOLATOR SUSPENSI 20 kV 3 SIRIP DENGAN 4 TIPE SIRIP BERBAHAN POLIMER RESIN EPOKSI SILANE SILIKA Sulistyanto, Dwi Aji; Hermawan, Hermawan; Syakur, Abdul
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.526 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.226-232

Abstract

Abstrak Isolator adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk mengisolasi penghantar bertegangan dan menyangga penghantar. Isolator konvensional berbahan porselin dan kaca memiliki berat yang cukup tinggi dan bersifat menyerap air. Beberapa penelitian terdahulu didapatkan isolator resin epoksi dengan kode uji RTV24 memiliki kekuatan mekanis cukup tinggi yang tahan terhadap penuaan di daerah tropis, tapi ketika dilakukan pengujian dengan tegangan tinggi impuls isolator mengalami breakdown (pecah). Untuk mengatasi masalah ini perlu adanya peningkatan kekuatan dielektrik dengan memperbesar konstruksi isolator. Tugas akhir ini menganalisis dan membandingkan pengaruh empat tipe sirip (Shed Compact Type (SC), Shed Standart Type (SS), Shed Long Leakage Type (SL), Shed Extra Long Leakage Type (SE)) isolator polimer resin epoksi silane silika terhadap besarnya arus bocor dan tegangan flashover pada tingkat kelembaban 60% dan 70%. Tipe sirip isolator yang paling efektif dapat diperoleh dengan meningkatan kekuatan dielektriknya. Berdasarkan hasil penelitian dari keempat tipe sirip isolator polimer resin epoksi silane silika didapatkan jarak bocor terpanjang terdapat pada isolator tipe SE, sedangkan jarak flashover terpanjang terdapat pada isolator tipe SL. Nilai arus bocor semakin meningkat sebanding dengan meningkatnya tegangan terapan isolator dan berbanding terbalik dengan panjang jarak bocornya. Besarnya tegangan flashover sebanding dengan panjang jarak flashover dari isolator. Tingkat tegangan flashover dan arus bocor dipengaruhi oleh tingkat persentase kelembaban udara. Isolator tipe SE adalah tipe yang paling efektif dalam menurunkan nilai arus bocor, sedangkan isolator tipe SL adalah tipe yang paling efektif dalam meningkatkan tegangan flashover. Kata Kunci : Isolator, arus bocor, tegangan flashover, jarak bocor, jarak flashover. Abstract Insulator iselectric equipment that serves to isolate the conductors voltage and supporting conductors. Conventional insulators made of porcelain and glass has high weight and are absorbing water. Several previous studies found an epoxy resin insulator with test code RTV24 have high mechanical strength that is resistant to aging in the tropics, but when tested with a high impulse voltage insulator breakdown (rupture). To solve this problem there is a needs to increase the dielectric strength of insulator by increasing insulator construction. The final assigment is to analyze and compare the effect of four types of fins (Compact Shed Type (SC), Shed Standard Type (SS), Long Leakage Shed Type (SL), Shed Extra Long Leakage Type (SE)) polymer insulator sealant silica epoxy resin to the amount of leakage current and flashover voltage on the moisture content of 60% and 70%. The effective type of fins insulator are most effective in increasing the dielectric strength. Based on the results of the four types of polymer insulator sealant silica epoxy resin obtained longest leaked distance found in SE type insulator, whereas the longest flashover distance found in type SL insulator. Value of the leakage current increases with increasing the applied voltage insulator and inversely proportional to the length of the distance leaking. Flashover voltage magnitude is proportional to the length of the insulator flashover distance. Rate flashover voltage and the leakage current is influenced by the level of humidity percentage. Insulator SE type is most effective type to decrease the value of leakage current, while the SL type insulator is the most effective one increasing voltage flashover. Keywords: Insulator, leakage current, flashover voltage, leakage distance, flashover distance.
PENGENDALI SUARA PENJELASAN OBJEK MUSEUM BERBASIS RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) A. G. N., M. Azwar; Christiyono, Yuli; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.672 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.144-150

Abstract

Abstrak Selama ini, informasi yang diperoleh oleh pengunjung museum diberikan secara tertulis maupun langsung oleh pemandu dan belum dilakukan secara terautomatisasi menggunakan teknologi elektronis. Oleh karena itu, pada Tugas Akhir ini dilakukan penelitian menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) untuk membuat suatu alat yang dapat memainkan suara penjelasan objek museum sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Perancangan alat pengendali suara penjelasan objek museum ini terdiri atas dua bagian, yaitu pembuatan perangkat keras dan pengembangan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri atas pembaca RFID, mikrokontroler, LCD 16 2, MP3 player, dan konektor komunikasi serial. Pembaca RFID memindai tag RFID yang berada di objek museum. Mikrokontroler akan mengenali objek berdasarkan data hasil pemindaian tag RFID dan mengendalikan MP3 player agar memainkan suara penjelasan yang sesuai dengan objek museum tersebut. LCD 16 2 berfungsi untuk menampilkan waktu, nama objek, dan pilihan bahasa suara penjelasan objek berupa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sementara itu, aplikasi basis-data dikembangkan menggunakan Delphi. Perangkat keras yang dibuat mampu memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan pengunjung, misalnya: pilihan objek museum dalam hal ini angklung, batik, dan reog, serta pilihan bahasa yang terdiri atas bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. LCD 16 2 mampu menampilkan waktu, pilihan bahasa yang digunakan, dan nama objek museum. Aplikasi basis-data yang dikembangkan mampu menerima data dari perangkat keras dan menampilkannya pada tabel yang tersedia. Data tersebut berupa tanggal, jam, dan nama objek yang sudah disimak pengunjung. Berdasarkan data yang ditampilkan, dapat diketahui objek yang menarik maupun yang kurang menarik bagi pengunjung. Kata kunci : RFID, mikrokontroler, objek museum, aplikasi basis-data. Abstract During the time, information gotten by museum visitors is given textually or directly from tour guide and it has not been done automatically using electrical technology. Therefore, in this final project research using RFID (Radio Frequency Identification) technology is done to make a device which can play museum object explanation sound according to visitor necessaries.The device designing is divided into two parts, those are hardware making and software development. The hardware consists of RFID reader, microcontroller, LCD 16 2, MP3 player, and serial communication connector. RFID reader scans RFID tag near an object. Microcontroller identifies object according to data from RFID reader then controls MP3 player to play suitable object explanation sound. LCD 16 2 shows time, object name, and language choices. The language choices are bahasa Indonesia and English. Meanwhile, database application is developed using Delphi. The hardware can give information according to visitors necessaries, such as: museum object choices in this case angklung, batik, and reog, as well as language choices which consists of bahasa Indonesia and English. LCD 16 2 can show time, used language choices, and museum object name. Developed database application can receive data from hardware and show it on available table. The data are date, time, and object name. Based on shown data, it can be known the more interesting objects or the less interesting one to visitors. Keywords: RFID, microcontroller, museum object, database application
ESTIMASI SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) MENGGUNAKAN METODE KORELASI Haq, Ahmad Dhiyaul; Santoso, Imam; Macrina, Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.15 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.326-332

Abstract

Abstrak Signal to Noise ratio (SNR) adalah suatu ukuran untuk menentukan kualitas dari sebuah sinyal yang terganggu oleh derau. Penelitian ini, estimasi SNR dilakukan dengan menggunakan metode korelasi. Sinyal masukan (sinyal uji) dimodelkan dengan sinyal sinusoidal. Sinyal derau dimodelkan sebagai sinyal random dengan distribusi normal (Gaussian). Perancangan simulasi ini dilakukan dengan menggunakan Simulink Matlab. Hasil pengujian telah diperoleh bahwa variasi frekuensi sinyal masukan menghasilkan nilai estimasi SNR yang bervariasi. Pada hasil simulasi, yang mendekati nilai SNR target adalah pada frekuensi 1000 Hz dengan metode korelasi tak tertapis dan frekuensi 500 Hz dengan metode korelasi tertapis. Ukuran frame sinyal masukan 512 sampel/frame, baik dengan metode korelasi tak tertapis maupun dengan metode korelasi tertapis. Frekuensi sampling terjadi pada 16 kHz dengan metode korelasi tak tertapis dan pada 8 kHz dengan metode korelasi tertapis.Waktu tunda sampel pada sampel adalah 50 sampel dengan metode korelasi tak tertapis dan pada 30 sampel dengan metode korelasi tertapis. Kata-kunci: Signal to Noise Ratio (SNR), Distribusi Normal (Gaussian),Simulink Matlab. Abstract In a communication system, a signal transmission of information will be disturbed by the unwanted signals called noise. Signal to Noise ratio (SNR) is a measure for determining the quality of a signal are disturbed by the noise.This research, SNR estimation is done using the correlation method. The input signal (test signal) modeled by a sinusoidal signal. Signal noise is modeled as a random signal with a normal(Gaussian) distribution. The design of the simulation is performed using SimulinkMatlab.The test results on simulated SNR estimation has been obtained that the variations in the frequency of the input signal produces a variety SNR value estimate. In the simulation results, the results are approximate to the target SNR value is at a frequency of 1000 Hz withthe unfiltered correlation method and at frequency of 500 Hz with the filtered correlation method. Frame size of 512 samples of the input signal both with the unfiltered and the filtered correlation method. Sampling frequency occurs at 16 kHz, the with the unfiltered correlation method and at 8 kHz with with the unfiltered. Delay timeat 50 samples with the unfiltered correlation method and in 30 samples with filtered correlation method. Keywords: Signal to Noise Ratio (SNR), Distribusi Normal (Gaussian), Simulink Matlab.
PERANCANGAN SISTEM PEMANTAU RUANGAN DENGAN WEBCAM MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN VISUAL BASIC. NET Hidayat, Rian Aldy; Satoto, Kodrat Imam; Rochim, Adian Fatchur
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.579 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.251-257

Abstract

Abstrak Saat ini, keamanan menjadi sesuatu yang susah didapat dan mahal harganya di kehidupan manusia. Tuntutan ekonomi yang semakin tinggi semakin menambah beban bagi warga yang kehidupan ekonominya dibawah standar. Hal ini mengakibatkan meningkatnya tindak kejahatan seperti pencurian. Sedangkan manusia tidak bisa terus menerus memantau tempat yang dianggapnya kurang aman. Teknologi keamanan yang banyak digunakan sekarang adalah CCTV (Closed Circuit Television). Namun, harga CCTV tidaklah murah dan tidak semua orang sanggup membelinya. Alternatifnya adalah menggunakan web camera atau webcam yang harganya jauh lebih murah dari CCTV. Webcam adalah kamera video digital kecil yang dihubungkan ke komputer melalui port USB maupun serial. Langkah yang dilakukan dalam menyusun Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut. Langkah pertama adalah melakukan studi literatur tentang webcam dan bahasa pemrograman Visual Basic .NET, serta melakukan pengamatan pada aplikasi yang sudah ada untuk dijadikan acuan. Langkah kedua adalah melakukan perancangan dengan Unified Modelling Language (UML) untuk mewujudkan aplikasi tersebut. Langkah ketiga adalah mengimplementasikan menjadi sebuah produk berupa program aplikasi. Aplikasi dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic .NET. Berdasarkan dari hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau kondisi ruangan. Pengguna dapat menyimpan video selama proses pemantauan berlangsung dan dapat mengaktifkan fitur pendeteksi gerak yang apabila terdeteksi gerakan di area pemantauan dapat menghidupkan alarm dan menangkap gambar selama terdeteksi gerakan. Selain itu pengguna dapat menyiarkan video dari server dan melihat secara streaming di aplikasi client dimanapun pengguna berada. Kata Kunci : Webcam, Visual Basic .NET, Pemantauan Abstract Today, security is something that hard to find and expensive in human life. Economic demand was increase from day to day add burden for people that have economy below for standard. This is cause increase crime such theft. While humans can not continuosly monitor the placed that less secure. The popular security technology used is CCTV (Closed Circuit Television). However, CCTV price is not cheap and not everyone can buy it. An alternative is use web camera or webcam that cost far cheaper than CCTV. Webcam is a small digital video camera that connected to computer via USB or serial port. Steps taken in preparing this Final Exam is as follows. The first step is to conduct studies in the literature about the email client in order to find out how it works, as well as making observations on the application of an existing email client to be used as a reference. The second step is to design with Unified Modeling Language (UML) to realize these application. The third step is to implement the design into a product of the application program. Applications created with Visual Basic .NET. Based on the result, Based on the test results, it is concluded that this application can be used to monitor the condition of the house. Users can save the videos during the process of monitoring progress and can activate the motion detection feature that if movement is detected in the monitoring area to turn the alarm on and capture images during motion is detected. In addition, users can broadcast video from server and streaming at the client application wherever user is. Keyword : Webcam, Visual Basic .NET, Monitoring

Page 1 of 4 | Total Record : 32


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue