cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN PLANT MESIN MIXER PELEMBUT DAN PEWANGI PAKAIAN OTOMATIS MENGGUNAKAN KONTROL FUZZY UNTUK PENGATURAN LEVEL CAIRAN BERBASIS ATMEGA16 Dekrita, Berlianta Syiamora; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.858 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.478-484

Abstract

Abstrak Pelembut dan pewangi pakaian sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Beragam wangi dari berbagai jenis parfum telah tersedia di pasaran. Namun, kesenjangan antara pelaku industri pelembut dan pewangi pakaian masih terjadi, disaat industri modern telah memanfaatkan alat canggih dalam proses produksinya, industri rumah tangga masih memanfaatkan cara manual mulai dari pembuatan, takaran hingga pengadukan, sehingga tidak mampu menyangi produksi dari industri modern. Pada penelitian ini, dibuat prototype alat mixer pelembut dan pewangi pakaian otomatis untuk skala industri rumah tangga. Otomatisasi sistem pada alat ini mencakup proses penakaran bahan utama, dan pengadukan bahan dengan dua variasi kualitas. Metode kontrol yang digunakam dalam pengendalian level takaran bahan adalah kendali Fuzzy. Settling point takaran yang diinginkan pada proses penakaran kualitas satu adalah 1500 ml pada masing-masing tangki dan untuk kualitas dua settling point pada tangki takaran 1 sebesar 900 ml dan pada tangki takaran dua sebesar 1800 ml.Hasil pengujian diperoleh bahwa pengendalian level takaran menggunakan teknik kendali Fuzzy pada alat mixer pelembut dan pewangi pakaian otomatis menghasilkan respon sistem dengan error  yang kecil serta nilai maksimum overshoot yang masih dalam batas toleransi yakni 1%. Kata kunci: Mixer, kontrol level, Fuzzy  Abstract Softener and fragrance clothes is needed by Indonesian people. Various kind and fragrance of perfume are available on the market. However, discrepancy amongst softener and fragrance clothes industries is still exist. Modern industries are capable of using sophisticated machine for production process while home industries are still using manual process, started from producing, measuring, until packaging. Therefore, home industries cannot compete with the modern one. At this final project, a prototype of mixer system for plant of softener and fragrance clothing is made  for household industrial scale .Automation systems in this final project  include of the main ingredient dosing  and mixing ingredients with two variation quality. Fuzzy control is  applied in the controlling of dose level. Settling point of dose that is desired in the process of ingredient dosing in quality one is 1500 ml in each tank and for quality two settling point needed 900 ml and 1800 ml in each tank.The test results obtained that the level  control using Fuzzy control techniques in mixer system for plant of softener and fragrance clothing generates the system's response that have small error and the  maximum overshoot value is still within the tolerance limit of 1% . Keyword : Mixer, level Control, Fuzzy
PERANCANGAN KONTROLER PID UNTUK PENGATURAN SUHU CAIRAN PADA DISPENSER KOPI INSTAN OTOMATIS Fadilah, Aldi Nur; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.804 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.621-627

Abstract

Industri kopi semakin berkembang, maka semakin banyak teknologi yang dipakai. Pada awalnya biji kopi hanya ditumbuk lalu diseduh menggunakan air panas, namun sekarang  kopi sudah  dapat diiproses dengan mesin dari yang manual sampai full automatic. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem  kontrol suhu pada mesin kopi automatic untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Penelitian ini merancang sebuah sistem kontrol suhu pada automatic coffee instant dispenser menggunakan kontrol PID yang dapat menghasilkan respon sistem untuk memenuhi kriteria performansi yang diinginkan. Sistem ini menggunakan dua buah heater masing-masing untuk kopi dan creamer. Proses pengontrolan heater menggunakan modul dimmer. Alat ini dapat memproses otomasi level menggunakan ball valve. Pengujian sistem pemanas menggunakan kontrol P, PD, dan PID. Setelah dilakukan pengujian, respon sistem yang menghasilkan nilai waktu stabil terkecil adalah sistem yang menggunakan kontrol PD dengan nilai  adalah 5 sedangkan nilai  adalah 500. Sistem ini dapat memanaskan kopi dan creamer pada suhu standbye 50 oC dan suhu akhir 80 oC . Waktu stabil pada respon sistem adalah 1763 detik  pada suhu standbye dan 273 detik pada suhu akhir. Error pada respon sistem adalah 3 oC  pada suhu standby dan 2 oC pada suhu akhir.
PERANCANGAN MODEL PREDICTIVE CONTROL (MPC) PADA PROSES QUADRUPLE TANK Setiyo, Trio Bowo; Triwiyatno, Aris; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.204 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.565-572

Abstract

Abstrak Model Predictive Control (MPC) telah berhasil diaplikasikan di berbagai industri proses, karena kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah multivariabel kontrol seperti interaksi, waktu tunda dan batasan. Keuntungan dari MPC karena kedua variabel, yaitu variabel manipulasi dan variabel kontrol, dihitung dengan menggunakan teknik optimasi. Model predictive control (MPC) digunakan untuk mengontrol sistem quadruple tank. Quadruple tank merupakan sistem yang multivariabel, sehingga dengan hanya mengubah satu variabel manipulasi dari satu tangki, maka akan mengubah kondisi dari tangki yang lain. Sistem ini mempunyai adjustment multivariable zero yang dapat diatur dalam keadaan stabil disebelah kiri (left half plane) dan tidak stabil disebelah kanan (right half plane) dengan mengatur bukaan katup, sehingga dapat dioperasikan di kondisi minimum maupun non minimum phase. Dalam penelitian ini, MPC diharapkan mampu mengatasi masalah tracking maupun regulator pada quadruple tank. Dengan nilai parameter MPC, , , , , , diperoleh hasil yang memuaskan dalam mengatasi masalah tracking maupun regulator, untuk kondisi minimum phase dengan IAE untuk tangki 1 = 71.33 dan tangki 2 = 71.55, sedangkan untuk kondisi non minimum phase dengan IAE untuk tangki 1 = 901.6 dan tangki 2 = 951.1,  dibandingkan dengan kontroler Decentralized PI, untuk kondisi minimum phase dengan IAE untuk tangki 1 = 77.6 dan tangki 2 = 92.43, sedangkan untuk kondisi non minimum phase dengan IAE untuk tangki 1 = 681.5 dan tangki 2 = 7938. Kata kunci : decentralized pi, model predictive control, quadruple tank   Abstract Model Predictive Control (MPC) has been very successful in the process industries in dealing with multivariable control problem, such as, interactions, time delays, and constraints.The advantage of MPC is that both manipulated and controlled variables are calculated using the optimization techniques. Model predictive control (MPC) is used to control the quadruple tank system. Quadruple tank is a multivariable system, by changing one variable of the tank, it will change the variable of the another tank. This system has a adjustment multivariable zero that can be set in a stable condition on the left (left half plane) and unstable on the right (right half plane) by adjusting the valve, so it can be operated in minimum and non minimum phase. In this work,  MPC controller is expected to overcome the problem of tracking and regulator in the quadruple tank. MPC with parameter values, , , , , , has a good results in overcoming the problem tracking and regulators, for minimum phase with IAE to tank 1 and tank 2 = 71.33 and 71.55, while for non minimum phase with IAE for tank 1 and tank 2 = 901.6 and 951.1, compared with decentralized PI controller for minimum phase with IAE to tank 1 and tank 2 = 77.6 and 92.43, while for non minimum phase with IAE for tank 1 and tank 2 = 681.5 and 7938. Keywords: decentralized pi, model predictive control, quadruple tank
RANCANG BANGUN APLIKASI MYTRIP UNTUK PENCARIAN LOKASI WISATA DI WILAYAH SEMARANG DALAM PERANGKAT ANDROID BERBASIS GIS (Geographic Information System) Muhammad Fatkhur Rahman; Yuli Christyono; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.129 KB) | DOI: 10.14710/transient.v5i3.249-254

Abstract

Perkembangan wisata yang tiap tahun meningkat karena pembangunan daerah menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk memaksimalkan potensi wisata yang ada di wilayahnya. Namun pemanfaatan SIG pada perangkat bergerak di masyarakat untuk keperluan promosi wisata belum memadai, Oleh karena itu dibutuhkan sebuah media yang mampu membantu wisatawan untuk mendapatkan informasi mengenai jenis wisata tempat wisata dan lokasi tempat wisata dengan posisi strategis untuk dikunjungi dan dapat diakses secara mobile, sehingga Potensi Wisata kota Semarang mampu tereksplorasi secara maksimal. Dengan kebutuhan itu, dirancang sebuah aplikasi MyTrip, sebuah aplikasi berbasis android yang memanfaatkan  fitur SIG dengan menggunakan dukungan Google Maps API untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama para wisatawan. sehingga pengguna dapat juga mencari tempat wisata sesuai dengan informasi geografis yang tersedia. penelitian ini akan membahas bagaimana aplikasi MyTrip sisi pengguna yang tertanam pada perangkat android. Aplikasi MyTrip berbasis android menyajikan antarmuka berbasis GIS dari Google Maps yang data penunjangnya diambil dari database firebase. Perancangan  aplikasi menggunakan Unified Modelling language berupa diagram use case, diagram aktivitas, diagram kelas. Setelah itu dilakukan implementasi dan pengujian blackbox kemampuan aplikasi. Hasil implementasi menunjukkan aplikasi telah dibuat sesuai dengan perancangan yang direncanakan. Pada pengujian blackbox dilakukan pengujian tiap fitur aplikasi  dengan hasil pengujian dengan status berhasil
KOMPRESI CITRA DIGITAL ARAS KEABUAN (GRAYSCALE) MENGGUNAKAN METODE EMBEDDED ZEROTREE WAVELET (EZW) M, Faizal Haris; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.734 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.460-466

Abstract

Abstrak Kompresi citra sangat penting untuk banyak aplikasi. Khususnya untuk mempercepat pengiriman dan pengaksesan sebuah citra dalam berbagai media. Sebuah citra biasanya mengandung jumlah data yang besar untuk kualitas gambar yang bagus, sehingga membutuhkan memori yang besar juga untuk menyimpannya. Salah satu cara untuk mengurangi pemborosan memori adalah dengan melakukan kompresi citra. Salah satu kompresi yang digunakan adalah algoritma Embedded Zerotree Wavelet (EZW). Sistem kompresi citra digital dengan menggunakan EZW dirancang untuk mengkompresi citra asli bitmap aras-keabuan menjadi citra yang terkompresi dengan ukuran data citra sekecil mungkin. Proses kompresi citra dimulai dengan proses Discrette Wavelet Transform (DWT)  agar diperoleh aproksimasi dan koefisien detail matriks citra  yang digunakan untuk masukan proses EZW. Proses selanjutnya adalah proses kompresi EZW untuk mengkompresi matriks citra menjadi citra yang terkompresi. Pengujian aplikasi kompresi ini menggunakan 4 citra aras-keabuan berformat berkas .bmp, yang memiliki resolusi 256 × 256 piksel dan  512 × 512 piksel  dengan variasi threshold. Berdasarkan hasil pengujian terhadap citra uji diperoleh rasio kompresi citra maksimal sebesar 99,39 % dan minimal 62,16%, nilai  PSNR  rata-rata 28,5 dan MSE 174,41 dengan menggunakan variasi threshold 5 ,10, 30, 50, 80. Untuk  kualitas citra yang terkompres, semakin kecil nilai threshold  semakin baik kualitas citra terkompresinya.Kata kunci: citra bitmap, kompresi citra,  threshold, Embedded  Zerotree Wavelet  Abstract Image compresion is very important for many aplications. In particular to speed up the delivery and accesing an image in a variety of media. An image usually contains a large amount of data for good picture quality, thus requiring large memory to store them as well. One solution for reduce the waste of memory with the image compression. One of the compression used the Embedded Zerotree Wavelet (EZW) algorithm. The system digital image compression using EZW is designed to compress the original bitmap grayscale image into a compressed image with image data size as small as possible. The process begins by Discrette Wavelet Transform (DWT) to obtain the approximation and detail coefficient matrix for input EZW process. The next process is the EZW compression to compress the image matrix into a compressed image. This compression testing applications using a 4 grayscale image with file format .Bmp, which has a resolution of  256 × 256 pixels and 512 × 512 pixels with variation  threshold. Based on the test results of the test images obtained by the image compression rate of 99.39% and a maximum of at least 62,16%, the average PSNR 174,41 and MSE 28,5 with a variation threshold 5, 10, 30, 50, 80. Quality of the compressed image, the smaller the threshold value the better quality of image compressed Keyword: Bitmap image, Image compresion, threshold, Embedded Zerotree Wavelet
ANALISIS SETTING DAN KOORDINASI RELE JARAK PADA GI 150 KV KRAPYAK–SRONDOL–PANDEAN LAMPER DAN ARAH SEBALIKNYA Handoko, Susatyo; Ni’am, Muhammad Aulan; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1897.746 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.4.605-614

Abstract

Saluran transmisi berfungsi menyalurkan energi listrik dari pembangkit ke beban. Gangguan hubung singkat dapat terjadi pada saluran transmisi. Pada sistem transmisi 150 kV rele jarak sebagai proteksi utama dan sebagai proteksi cadangan untuk seksi didepannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis setting dan koordinasi rele jarak pada saluran Krapyak-Srondol-Pandean Lamper dan arah sebaliknya. Setting rele eksisting dari PT. PLN kemudian diinputkan dan dihitung menggunakan software DIgSILENT untuk mengevaluasi jangkauan proteksinya. Analisis dibuat dengan berdasarkan standar IEEE std C37.113.1999 IEEE Guide for Protective Relay Applications to Transmission Lines. Pada setting eksisting kemudian dilakukan simulasi gangguan menggunakan skenario yang telah ditentukan. Pada skenario 1 gangguan disimulasikan pada jarak 3% Srondol arah Krapyak dan pada skenario 2 gangguan disimulasikan pada jarak 84% Srondol arah Krapyak. Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai jangkauan rele jarak pada kondisi eksisting banyak yang belum  memenuhi standar. Setting yang belum memenuhi standar dilakukan resetting. Setelah dilakukan resetting diperoleh nilai jangkauan baru yang sudah sesuai standar. Pada kondisi eksisting dan resetting semua rele telah terkoordinasi dengan baik. Kerja rele Pandean Lamper kondisi resetting masih mengalami capaian kurang sehingga perlu dilakukan modifikasi. Hasil modifikasi setting menghasilkan nilai impedansi sebesar 13 ohm primer agar rele bekerja.
PERANCANGAN SISTEM PEMANTAU RUANGAN DENGAN WEBCAM MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN VISUAL BASIC. NET Hidayat, Rian Aldy; Satoto, Kodrat Imam; Rochim, Adian Fatchur
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.579 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.251-257

Abstract

Abstrak Saat ini, keamanan menjadi sesuatu yang susah didapat dan mahal harganya di kehidupan manusia. Tuntutan ekonomi yang semakin tinggi semakin menambah beban bagi warga yang kehidupan ekonominya dibawah standar. Hal ini mengakibatkan meningkatnya tindak kejahatan seperti pencurian. Sedangkan manusia tidak bisa terus menerus memantau tempat yang dianggapnya kurang aman. Teknologi keamanan yang banyak digunakan sekarang adalah CCTV (Closed Circuit Television). Namun, harga CCTV tidaklah murah dan tidak semua orang sanggup membelinya. Alternatifnya adalah menggunakan web camera atau webcam yang harganya jauh lebih murah dari CCTV. Webcam adalah kamera video digital kecil yang dihubungkan ke komputer melalui port USB maupun serial. Langkah yang dilakukan dalam menyusun Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut. Langkah pertama adalah melakukan studi literatur tentang webcam dan bahasa pemrograman Visual Basic .NET, serta melakukan pengamatan pada aplikasi yang sudah ada untuk dijadikan acuan. Langkah kedua adalah melakukan perancangan dengan Unified Modelling Language (UML) untuk mewujudkan aplikasi tersebut. Langkah ketiga adalah mengimplementasikan menjadi sebuah produk berupa program aplikasi. Aplikasi dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic .NET. Berdasarkan dari hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau kondisi ruangan. Pengguna dapat menyimpan video selama proses pemantauan berlangsung dan dapat mengaktifkan fitur pendeteksi gerak yang apabila terdeteksi gerakan di area pemantauan dapat menghidupkan alarm dan menangkap gambar selama terdeteksi gerakan. Selain itu pengguna dapat menyiarkan video dari server dan melihat secara streaming di aplikasi client dimanapun pengguna berada. Kata Kunci : Webcam, Visual Basic .NET, Pemantauan Abstract Today, security is something that hard to find and expensive in human life. Economic demand was increase from day to day add burden for people that have economy below for standard. This is cause increase crime such theft. While humans can not continuosly monitor the placed that less secure. The popular security technology used is CCTV (Closed Circuit Television). However, CCTV price is not cheap and not everyone can buy it. An alternative is use web camera or webcam that cost far cheaper than CCTV. Webcam is a small digital video camera that connected to computer via USB or serial port. Steps taken in preparing this Final Exam is as follows. The first step is to conduct studies in the literature about the email client in order to find out how it works, as well as making observations on the application of an existing email client to be used as a reference. The second step is to design with Unified Modeling Language (UML) to realize these application. The third step is to implement the design into a product of the application program. Applications created with Visual Basic .NET. Based on the result, Based on the test results, it is concluded that this application can be used to monitor the condition of the house. Users can save the videos during the process of monitoring progress and can activate the motion detection feature that if movement is detected in the monitoring area to turn the alarm on and capture images during motion is detected. In addition, users can broadcast video from server and streaming at the client application wherever user is. Keyword : Webcam, Visual Basic .NET, Monitoring
EVALUASI KINERJA PROTOKOL AOMDV TERHADAP SERANGAN RUSHING DAN FLOODING PADA MANET DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2 (NS-2) Rifquddin, Muhamad Rifqi; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.941 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.669-676

Abstract

Abstrak Teknologi MANET berkembang ketika pengguna perangkat bergerak dihadapkan pada suatu keadaan tanpa adanya dukungan infrastruktur jaringan tetap. Teknologi ini memungkinkan komunikasi tanpa adanya infrastruktur yang tetap. Tingginya mobilitas pada jaringan MANET membuatnya sangat rentan terhadap serangan. Serangan pada MANET dapat merusak skema routing yang dibentuk protokol routing. Pada penelitian ini dirancang jaringan MANET dengan menggunakan protokol routing AOMDV. Jaringan disimulasikan menggunakan Network Simulatior 2 v2.35. Jaringan ini diberikan serangan rushing dan flooding. Terdapat 3 skenario yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu kondisi jaringan terkena serangan rushing, serangan flooding, dan serangan rushing dan flooding bersamaan. Parameter yang digunakan dalam analisis performansi protokol AOMDV adalah Packet Delivery Ratio (PDR), Throughput, dan Delay. Hasil simulasi menunjukkan penurunan performansi terbesar jaringan dengan protokol AOMDV untuk nilai packet delivery ratio dan throughput terjadi saat terkena serangan rushing dan flooding bersamaan dengan jumlah node flooder sebanyak 10 node. Nilai Packet Delivery Ratio menurun sebesar 17,596%. Nilai throughput mengalami penurunan sebesar 84,23 %. Nilai delay mengalami peningkatan terbesar pada kondisi terkena serangan flooding dengan 10 node flooder. Nilai delay meningkat dari kondisi normal sebesar 59,15 ms menjadi 269,734 ms pada kondisi flooding 10 node flooder. Kata kunci : MANET, Network Simulator 2,  AOMDV, Rushing, Flooding  Abstract MANET technology develops when the mobile device users are faced situation without support of a fixed network infrastructure. This technology allows communication without a fixed infrastructure. The high mobility in MANET network makes it very vulnerable to attack. Attacks in MANET can destructive routing scheme formed by routing protocols. This study designed a MANET network using a routing protocol AOMDV. Network Simulatior 2 v2.35 is used to simulated this network. In this network is given the rushing and flooding attack. There are three scenarios used in this study, namely network conditions exposed rushing attack, flooding attacks, and the rushing and flooding attack simultaneously. The parameters used in analysis AOMDV protocol is Packet Delivery Ratio (PDR), Throughput, and Delay. Simulation results obtained AOMDV protocol has largest decrease network performance for Packet Delivery Ratio dan throughput value in rushing and flooding attack combination with 10 nodes flooder. Packet Delivery Ratio value is decreased by 17,596 %. Throughput value is decreased by 84,23 %. Delay value has the largest increase in flooding attack condition with 10 nodes flooder. Delay value increases from the normal conditions of 59,15 ms becomes 269,734 ms. Keywords : MANET, Network Simulator 2,  AOMDV, Rushing, Flooding 
KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK DENGAN RANGKAIAN PEMICU MIKROKONTROLLER ARDUINO UNTUK APLIKASI GENERATOR TERMOELEKTRIK Mashduuqi, Ali; Facta, Mochammad; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.201 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.853-860

Abstract

Generator termoelektrik merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang mudah untuk didapatkan. Modul termoelektrik dapat mengkonversi  energi panas menjadi energi listrik tegangan arus searah, energi listrik tegangan arus searah ini dapat digunakan sebagai sumber energi listrik. Penggunaan konverter arus searah pada generator termoelektrik termasuk dalam aplikasi daya rendah (Low Power Application).  Dalam Tugas Akhir ini, dirancang konverter arus searah tipe buck dengan menggunakan kontroller arduino sebagai rangkaian pembangkit sinyal PWM dalam kondisi tanpa umpan balik dan dengan umpan balik tegangan. Umpan balik tegangan mampu menjaga nilai tegangan pada nilai yang dikehendaki. Berdasarkan hasil pengujian, rangkaian konverter arus searah tipe buck dapat menghasilkan tegangan dalam kondisi loop terbuka dengan nilai efisiensi rata-rata sebesar 80,16% . Berdasarkan hasil pengukuran, rangkaian buck converter dengan umpan balik  tegangan, nilai tegangan keluaran dapat dijaga pada nilai 4-5 Volt  dengan tegangan keluaran rata-rata sebesar 4,45 Volt dengan nilai efisiensi rata-rata buck converter dengan umpan balik sebesar 81.68%.
METODE PENDEKATAN UNTUKMEREKONFIGURASI PANJANG MAKSIMAL PADA PENYULANG TAMBAK LOROK 04 DAN KALISARI 02 DI UPJ SEMARANG TENGAH Banartama, Zulfakar Athur; Hermawan, Hermawan; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.667 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.786-790

Abstract

Abstrak Metode pendekatan merupakan salah satu cara untuk menekan jatuh tegangan menjadi lebih kecil , dengan prinsip menghitung panjang maksimal pada penyulang dengan menggunakan mengetahui besar arus di pangkal penyulang dan menentukan faktor lokasi beban penyulang. Panjang penyulang yang melebihi standart menyebabkan jatuh tegangan besar sehingga merugikan PLN dan konsumen. Kondisi exsisting panjang jaringan pada Tambak Lorok 04 masih melebihi panjang maksimal pada titik 196 dengan panjang 16.87 km melebihi standart PLN sebesar 15 km sehinggap ada Tambak Lorok 04 tidak memenuhi syarat.  Pada Kalisari 02 mempunyai panjang  8.7 km .  Hasil perhitungan metode pendekatan panjang maksimal penyulang untuk panjang maksimal Tambak Lorok 04 adalah 10.67 km dengan voltage drop 1.93%  dengan beban 7740 kVA sehingga memenuhi standart. Hasil Panjang maksimal penyulang yang  melebihi batas maka akan direkonfigurasi sehingga  panjang  penyulang Kalisari 02 menjadi  14.9 km dengan voltage drop 1,54% dengan beban 8155 kVA. Kata Kunci :jatuhtegangan, penyulang, direkonfigurasi.  Abstract Method of approach is one way to reduce the voltage drop becomes smaller, with the principle of calculating the maximum length of the feeder by using knowing the current at the base of the factors determining the location of feeders and feeder load. Feeder length in excess of the standard causes a voltage drop to the detriment of PLN and consumers. Long exsisting network conditions on farms Lorok 04 still exceeds the maximum length at 196 points with a standard length of 16.87 km exceeding PLN for 15 km to the Pond Lorok 04 are not eligible. At 02 Kalisari 8.7 km in length.The results of the calculation method feeder approaches the maximum length for a maximum length of 04 Pond Lorok is 10.67 km with 1.93% voltage drop with a load of 7740 kVA to meet the standard. Results that exceed the maximum length of feeders will be reconfigured so that limits the length of feeder Kalisari 02 to 14.9 km with 1.54% voltage drop with a load of 8155 kVA. Keyword: UPJ Semarang Tengah ,Rekonfigurasi , ETAP 7.0.0

Page 24 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue