cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
EVALUASI KINERJA PENJADWALAN WEIGHTED FAIR QUEUEING (WFQ) DENGAN ADAPTIVE MODULATION AND CODING (AMC) DALAM JARINGAN MOBILE WIMAX Cahyo, Nur; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.447 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.2.126-133

Abstract

Abstrak WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah teknologi komunikasi nirkabel yang menyediakan koneksi jalur lebar pita pada jarak yang jauh dengan kecepatan tinggi yang berbasis pada standar IEEE 802.16. Teknologi yang dipakai Mobile WiMAX adalah Scalable Orthogonal Division Multiple Access (SOFDMA). Pada jaringan WiMAX akan digunakan oleh banyak pengguna, maka dalam hal tersebut dibutuhkan penjadwalan. Penjadwalan ini bertujuan untuk mengatur antrian pada semua pengguna agar tidak tidak terjadi banyak packet loss. Pada penelitian ini dirancang sebuah simulasi dan analisis kinerja jaringan Mobile WiMAX yang terbagi dalam 3 skenario menggunakan perangkat lunak OPNET v14.5. Dalam Skenario Tak Penuh terdapat 18 pengguna, Skenario Hampir Penuh terdapat 25 pengguna dan Skenario Penuh terdapat 31 pengguna. Perbedaan jumlah pengguna dimaksudkan untuk menganalisa penjadwalan Weighted Fair Queueing (WFQ). Parameter-parameter yang digunakan adalah throughput, delay jaringan dan fairness index pada setiap pengguna dalam masing-masing skenario. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa nilai throughput untuk layanan HTTP berkisar antara 129-135 kbps, untuk layanan FTP antara 106-113 kbps, untuk VoIP berkisar 138 kbps dan Video Conference sebesar 79 kbps. Dengan penjadwalan WFQ memberikan cukup adil alokasi pembagian lebar pita, dibuktikan dengan fairness index untuk Skenario Tak Penuh sebesar 0,96, untuk Skenario Hampir Penuh sebesar 0,95 dan untuk Skenario Penuh sebesar 0,97. Delay masing-masing layanan kurang dari 0.006 detik Kata kunci :  Mobile WiMAX, OPNET Modeler v14.5, Weighted Fair Queueing, Throughput, Delay  Abstract WiMAX( Worldwide Interoperability for Microwave Access ) is a wireless communications technology that provides broadband connections over long distances tape at high speed based on the IEEE 802.16 standard. Mobile WiMAX technology is used Scalable Orthogonal Division Multiple Access (SOFDMA). In WiMAX network will be used by many users, it is necessary in terms of scheduling. Scheduling is intended to regulate the queueonall users from a lot of packet loss does not occur. In this study designed a simulation and performance analysis of Mobile WiMAX network is divided into 3 scenarios using OPNET software v14.5 . In Scenario Not Fully there are 18 users , Scenario Almost Full are 25 users and 31 users Scenario sold there . The difference is intended to analyze the number of users Weighted Fair Queueing scheduling (WFQ) . The parameters used are the throughput, the network delay and fairness index for each user in each scenario. From the simulation results obtained that the throughput values for the HTTP service ranged between 129-135 kbps, for the FTP service between 106-113 kbps, 138 kbps range for VoIP and Video Conference at 79 kbps. With WFQ scheduling gives a pretty fair distribution of bandwidth allocation, evidenced by the fairness index for Scenario Not Full of 0.96, for Scenario Almost Full of 0.95 and 0.97 for the full scenario. Delay of each service is less than 0.006 seconds Keywords :  Mobile WiMAX, OPNET Modeler v14.5, Weighted Fair Queueing, Throughput, Delay
PENGARUH SINAR ULTRAVIOLET DAN KOMPOSISI FLY ASH PADA BAHAN ISOLASI RESIN EPOKSI SILANE TERHADAP NILAI ARUS BOCOR DENGAN KONTAMINAN NH4Cl DAN AIR HUJAN Hidayat, Adhitya Fauzan; Hermawan, Hermawan; Syakur, Abdul
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.562 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.3.308-315

Abstract

Riset terhadap bahan isolator polimer yang lebih ringan dan dapat ditambahkan pengisi untuk memperbaiki kekuatan isolator masih menjadi sebuah riset, namun kondisi lingkungan akan mempengaruhi kinerja pada isolator polimer di luar ruangan. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran arus bocor kondisi basah terhadap permukaan bahan isolator dengan metode pengukuran Inclaned-Planed Tracking (IEC 587:1984) dengan kontaminan NH4Cl dan air hujan. Sampel pengukuran menggunakan bahan isolasi resin epoksi yang terbuat dari campuran DGEBA dan MPDA dengan campuran bahan pengisi silicone rubber dan fly ash. Penuaan dipercepat dilakukan dalam kotak pengukuran yang terdapat paparan radiasi ultraviolet. Parameter yang dianalisa adalah sudut kontak, arus bocor lucutan pertama dan arus puncak. Hasil pengukuran menunjukkan semakin lama radiasi ultraviolet menyebabkan penurunan hidrofobik permukaan dan meningkatnya nilai arus bocor. Penggunaan polutan dengan nilai konduktivitas tinggi menyebabkan semakin tingginya arus bocor lucutan pertama dan arus puncak pada permukaan isolator. Didapatkan penggunaan komposisi pengisi terbaik terdapat pada sampel uji RTV23 dibandingkan RTV22 dan RTV24 dengan daya tahan sudut hidrofobik paling stabil sebesar 48.56% dan rata-rata kenaikan nilai arus bocor lucutan awal sebesar 31.16% dan arus puncak 10.76% terhadap penuaan radiasi ultraviolet.
PERANCANGAN ARITHMATIC LOGIC UNIT (ALU) PADA PROSESOR RISC 16-BIT DENGAN TEKNOLOGI 600NM MENGGUNAKAN ELECTRIC Hendrawan, Rizka; Riyadi, Munawar Agus; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.41 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.2.410-418

Abstract

Abstrak Teknologi IC merupakan salah satu teknologi yang paling penting dalam dunia elektronik saat ini, karena dapat meminimalkan luas area dari rangkaian elektronik, efek parasitik dan biaya. Divais ini lebih handal dibandingkan dengan komponen disktrit. Salah satu penerapannya ada pada prosesor yang merupakan unit pusat pemrosesan data pada komputer digital dan sistem tertanam untuk keperluan sehari–hari. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah merancang layout Arithmatic Logic Unit (ALU) pada prosesor RISC 16-bit pada level transistor. Metode yang digunakan dalam perancangan Arithmatic Logic Unit (ALU) ini menggunakan teknologi fabrikasi 600nm dari model C5 MOSIS menggunakan software Electric untuk mendesain layout, serta software LT-spice untuk menguji hasil ekstraksi dari layout. Hasil pengujian perancangan ini menujukkan bahwa Arithmatic Logic Unit (ALU) memiliki 8 fungsi yaitu penjumlahan, pengurangan, AND, OR, XOR, SLL, SRL, SLTU. Secara fungsional, ALU dapat mengeluarkan data sesuai dengan sinyal kontrol. Time propagation delay (Tpd)  yang terjadi pada ALU sebesar 13ns. Nilai ini merupakan rata–rata dari time propagation delay rise (Tpdr) sebesar 10ns dan time propagation delay fall (Tpdf) sebesar 16ns. Sedangkan nilai rise time (Tr) sebesar 0.22ns dan fall time (Tf) sebesar 0.15ns. Oleh karena itu, ALU dapat beroperasi maksimal pada clock sebesar 62.5MHz. Kata kunci: Prosesor, Arithmatic Logic Unit (ALU),  teknologi fabrikasi 600nm.  Abstract IC technology is one of the most important technologies in electronic world now, because IC technology can minimize the area of electronic circuit, parasitic effect and cost. Device based in IC technology  is more reliable than the discrete  components. One of the implementation is in the processor which is a unit of the data processing center on digital computer and embedded system for daily needs. The aim of this final project is to design the floorplan layout of Arithmatic Logic Unit (ALU) on 16-bit RISC processor in  transistor level. The method used in designing Arithmatic Logic Unit (ALU) is using 600nm fabrication technology from C5 MOSIS model and using Electric software to design the layout and also LT-spice software to examine  extraction result from the layout. The testing result shows that Arithmatic Logic Unit (ALU) has eight functions: addition, reduction, AND, OR, XOR, SLL, SRL, SLTU. Functionally, ALU can issue  the data according to the control signal. Time propagation delay (Tpd) that occurs in the ALU is 13ns. This value is the average of time propagation delay rise (Tpdr) of 10ns and time propagation delay fall (Tpdf) of 16ns. Moreover, the value of rise time (Tr) is 0.22ns and fall time (Tf) is 0.15ns. Therefore, ALU can operate at maximum 62.5MHz clock frequency.(Times New Roman 10) Keywords: Processor, Arithmatic Logic Unit (ALU), 600nm fabrication technology.
PERANCANGAN PROTIPE PENGGAMBAR POLA BATIK ROBOT KARTESIAN 2 DOF METODE PENGURUTAN DATA KOORDINAT JARAK EUCLIDEAN BERBASIS ARDUINO UNO Huda, Solichul; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.136 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.552-559

Abstract

Teknologi yang terus maju mendorong manusia untuk meningkatkan produktivitas dengan mengubah sistem manual ke sistem otomasi . modernisasi merambah hampir ke semua aspek tak terkecuali bidang kesenian. Batik adalah warisan leluhur nusantara yang telah diakui oleh UNESCO  sebagai warisan budaya milik Indonesia namun industri batik di Indonesia belum begitu berkembang. Modernisasi industri di bidang seni batik diharapkan mampu mengoptimalkan prduktivitas batik.  Penelitian ini merancang algoritma dan program pada MATLAB yang  digunakan untuk mengatur gerak prototipe pembatik robot kartesian dengan 2 derajat kebebasan (2 DOF). Data masukan berupa gambar yang kemudian diolah untuk didapatkan urutan koordinat tepinya. Urutan koordinat diproses dan dikirim pada plant dengan menggunakan software MATLAB berbasis Graphical User Interface (GUI). Robot Kartesian dengan 2 derajat kebebasan (DOF) dan sebuah pena tulis (end effector) yang dipasang pada ujung lengannya untuk menggambar pola batik. Sebuah servo dipasang untuk menggerakkan end effector, dan dua buah stepper yang terkopel dengan ulir digunakan untuk mengarahkan pena tulis pada koordinat X-Y yang telah tersusun. Pengujian dilakukan dengan mengirimkan data urutan koordinat pada plant atau dengan melihat urutan proses penggambaran pada grafik. Error yang didapatkan pada pengujian program dan algoritma adalah 2,32%
DIPO PV COOLER, PENGGUNAAN SISTEM PENDINGIN TEMPERATUR HEATSINK FAN PADA PANEL SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC) SEBAGAI PENIINGKATAN KERJA ENERGI LISTRIK BARU TERBARUKAN Warsito, Adhi; Adriono, Erwin; Nugroho, M. Yudi; Oding, Oding; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.769 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.499-503

Abstract

Abstrak Panel surya merupakan salah satu sumber energy terbarukan. Panel surya merubah sinar matahari menjadi energy listrik. Namun kendala utama dari panel surya sendiri adalah energy yang dihasilkan tidak berkelanjutan. Panel surya sendiri memiliki suhu maksimum Body yang mana berpengaruh pada keluaran panel surya. Maka pada penelitian kali ini akan dibuat pendingin panel surya dengan menggunakan heatsink fan. Suhu maksimum Body pada panel surya berjenis SHARP ND 120T1D adalah 45 oC. Sehingga jika suhu melebihi dari 45 oC akan menurunkan keluaran dari panel surya sendiri. Pada penelitian ini didapatkan suhu rata-rata body panel surya di kampus teknik elektro, tembalang pada pukul 9 pagi hingga 3 sore adalah 50.14oC dan keluaran rata-rata dari panel tersebut adalah 18.80 Volt. Sedangkan pada suhu rata-rata panel surya dengan penggunaan heatsink adalah 36oC dan keluaran rata-rata panel tersebut adalah 19.11 volt. Dengan demikian maka dengan menggunakan pendingin heatsink penurunan rata-rata suhu sebesar 28.20 % dan kenaikan keluaran dapat ditingkatkan sebesar 1.64 % dari efisiensi  panel surya ini yang hanya 12,1%. Kata Kunci :Efisiensi, Panel Surya, Pendingin, Suhu Body  Abstract Solar cells are one source of renewable energy. Solar cells transform sunlight into electrical energy. But the main obstacle of the solar cells themselves are not sustainable energy generated. The solar cell itself has a maximum body temperature which affect the output of solar panels. So in the present study will be made using the solar cell cooling fan heatsink. Body Maximum temperature on the solar cell Sharp ND 120T1D manifold is 45 oC. So if the temperature exceeds 45 ° C will reduce the output of the solar cells themselves. In this study obtained an average body temperature of the solar cells on the campus of electrical engineering, Tembalang at 9 am to 3 pm is 50.14oC and the average output of the panels is 18.80 volts. While the average temperature of the solar cell with the use heatsink is 36oC and the average output volt panel is 19,11. Thus, by using a heatsink cooler temperatures average reduction of 28.20% and an increase in output can be increased by 1.64% of the efficiency of the solar panel is only 12.1%. Keywords: Efficiency, Solar cells, Cooling, Body Temperature
PERANCANGAN APLIKASI PEMERINGKATAN DOSEN SEBAGAI PENGUJI TUGAS AKHIR DI TEKNIK ELEKTRO MENGGUNAKAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING BERBASIS STANDALONE Suseno, Setyo; Soemantri, Maman; Christyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.686 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.199-207

Abstract

Penetapan penguji sidang tugas akhir merupakan kegiatan rutin koordinator Kerja Praktek dan Tugas Akhir setiap periode sidang tugas akhir. Selain menguji tugas akhir mahasiswa, penguji memiliki peran dalam penyempurnaan tugas akhir mahasiswa yang diuji pada sidang tugas akhir. Oleh sebab itu, penguji tugas akhir sebaiknya merupakan dosen yang menguasai topik tugas akhir mahasiswa yang diuji. Namun, Banyaknya mahasiswa peserta sidang tugas akhir menyebabkan kekurangan dosen yang ahli pada topik tersebut. Selain itu, tidak adanya informasi dosen yang cukup menguasai atau tertarik terhadap topik tugas akhir milik peserta menyebabkan pemilihan penguji dilakukan secara random. Akibatnya, pengujian tugas akhir tidak berjalan secara optimal. Penelitian ini mencoba menyediakan informasi peringkat dosen sebagai penguji sidang tugas akhir menggunakan simple additive weighting. Kriteria yang digunakan adalah keahlian dan minat dosen  terhadap topik tugas akhir. Topik tugas merupakan kompetensi pendukung yang ada di teknik elektro dengan nilai relasi menggunakan nilai dummy. Penelitian ini juga merancang aplikasi pemeringkatan dosen menggunakan C# berbasis standalone. Hasil pengujian menunjukan bahwa aplikasi pemeringkatan dosen sebagai penguji tugas akhir menggunakan simple additive weighting dapat menyediakan informasi peringkat dosen terhadap topik tugas akhir mahasiswa peserta sidang tugas akhir. Selain itu pengujian blackbox untuk tiap fitur yang ada di aplikasi menunjukan keberhasilan 100 persen.
PEMODELAN ARUS BOCOR ISOLATOR CABLE SPACER BERBAHAN POLIMER PADA KONDISI KERING DAN BASAH Nugroho, Setiyo; Facta, Mochammad; Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.199 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.384-392

Abstract

Abstrak Cable spacer merupakan isolator pasang luar berbahan polimer yang masih jarang digunakan di Indonesia. Isolator pasang luar rentan terhadap pengaruh lingkungan seperti kelembaban sehingga dapat mengurangi unjuk kerja dari isolator seperti penurunan tahanan permukaan yang mengakibatkan peningkatan arus bocor permukaan. Hal inilah yang mendasari dilakukannya penelitian mengenai pengaruh kelembaban terhadap karakteristik arus bocor  dari isolator cable spacer. Untuk memahami karakteristik arus bocor pada cable spacer, dalam penelitian ini dilakukan pengukuran dan pemodelan rangkaian ekivalen dengan menggunakan perangkat lunak ATP/EMTP. Selain itu juga dilakukan pemodelan matematis menggunakan perangkat lunak MATLAB. Untuk validasi, gelombang arus bocor hasil simulasi dibandingkan dengan hasil pengukuran. Variabel yang dibandingkan  adalah amplitudo, spektrum harmonik, urutan harmonik dominan dan nilai THD gelombang arus bocor. Hasil pengukuran menunjukan bahwa pada kondisi basah isolator cable spacer menghasilkan nilai arus bocor lebih besar daripada kondisi kering dengan kenaikan 34%. Arus bocor meningkat seiring dengan kenaikan tegangan. Perbandingan gelombang hasil pemodelan dan pengukuran  menunjukan hasil yang hampir sama. Untuk simulasi ATP selisih nilai rata-rata amplitudo sebesar 14% dan THD sebesar 0,33%. Sedangkan untuk simulasi MATLAB selisih nilai rata-rata amplitudo sebesar 47% dan THD sebesar 15%.               Kata Kunci : isolator pasang luar, arus bocor, isolator cable spacer .  Abstract Cable spacer is a polymer outdoor insulator that rarely used in Indonesia. Outdoor insulators may severe environmental influences such as humidity that reduce the performance of  insulator, decrease of surface resistance that cause an increase in surface leakage current. Therefore the influence of humidity on the leakage current characteristic of cable spacer needs to be investigated. To understand the characteristics of the leakage current, we tested and modeled the equivalent circuit using ATP / EMTP software and mathematical modeling using MATLAB software. For validation, we compared the leakage current waveform resulted in the simulation the test results. Variables that compared are the amplitude, harmonic spectrum, the dominant harmonic sequence and wave leakage current THD value.The test results showed that in wet conditions, cable spacer insulating material generated leakage current value greater than the dry conditions with a 34% increasing. Leakage current increased along with voltage increasing. Comparison between modeled results wave and the test results showed that the value was almost the same. For ATP simulation the difference average value of the amplitude was 14% and THD was 0.33%. While, for MATLAB simulation the difference between the average value of the amplitude was 47% and THD .was 15%. Keywords: outdoor insulators, leakage current, cable spacer insulator
OPTIMASI WATERMARKING PADA CITRA BIOMETRIK MENGGUNAKAN ALGORITME GENETIKA Muhammad Rifqi Fadhilah; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.246 KB) | DOI: 10.14710/transient.v6i4.615-621

Abstract

Watermarking atau tanda air dapat diartikan sebagai suatu teknik penyisipan informasi pada suatu berkas lainnya untuk ditumpangi, baik itu berupa citra, video, ataupun berkas lainnya. Pada penerapannya, proses watermarking tidak menyisipkan informasi secara sembarang, tetapi perlu memperhatikan parameter-parameter yang sesuai agar hasil menjadi optimal. Hasil watermarking bisa dikatakan optimal jika memiliki nilai invisibility dan robustness yang tinggi. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mencari parameter tersebut adalah Algoritme Genetika. Program watermarking pada penelitian ini diterapkan pada citra biometrik menggunakan domain Discrete Wavelet Transform dan Singular Value Decomposition. Penelitian ini menggunakan citra biometrik yaitu citra wajah sebagai citra host dan citra sidik jari sebagai citra watermark. Setelah dilakukan proses watermarking, dilakukan serangan-serangan untuk menguji ketahanan dari citra tersebut seperti pemberian derau salt & pepper, rotasi citra, penambahan teks dan pemampatan citra. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan nilai invisibility yang sangat baik dari hasil watermarking dengan nilai Peak Signal to Noise Ratio paling tinggi 47,78767 dB. Tingkat robustness yang dimiliki juga cukup baik setelah dilakukan serangan dengan nilai Normalized Correlation tertinggi 0,9850766.
PERANCANGAN PRESET EQUALIZER PADA DSP STARTER KIT TMS320C6713 BERBASIS SIMULINK[TM] Khuluqi, Achmad Chusnul; Hidayatno, Achmad; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.05 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.181-187

Abstract

Abstract Saat ini pengolahan sinyal digital lebih diminati daripada secara analog. Salah satu terapan teknologi pengolahan sinyal digital yang paling sederhana adalah tapis digital. Tapis digital dapat diwujudkan dalam bentuk perangkat lunak atau perangkat keras. Tapis digital diwujudkan dalam bentuk perangkat keras menggunakan chip DSP (Digital Signal Processor) yang dapat diprogram sesuai keinginan pengguna. Dalam tugas akhir ini, tapis digunakan untuk merancang preset equalizer. Preset equalizer yang dibuat ada 4 yaitu flat, rock, bass dan opera. Masing-masing preset equalizer tersebut memiliki gain yang bervariasi. Perancangan preset equalizer ini dibuat dengan menggunakan software simulink dalam matlab. Simulink dapat terkoneksikan pada papan DSK C6713 melalui software Code Composser Studio v3.1 sehingga dihasilkan berkas berekstensi .out. Berkas tersebut yang akan diunduh ke papan DSK C6713. Pengujian preset equalizer dilakukan dengan memberikan sinyal masukan (yang dihasilkan oleh function generator) pada port line in DSK berupa sinyal sinus. Pada port keluaran line out DSK, sinyal keluaran diamati menggunakan osiloskop digital dan dicatat nilai tegangannya. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah tapis pada preset equalizer berfungsi atau tidak, dan besarnya nilai tegangan sudah sesuai atau tidak dengan penambahan gain pada rancangan tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua tapis bekerja dengan baik. Dan nilai tegangan yang diperoleh sudah sesuai dengan nilai gain pada rancangan preset equalizer. Tetapi sinyal hasil keluaran dari DSK C6713 mengalami pelemahan jika dibandingkan dengan sinyal masukan dari function generator. Hal ini merupakan hal yang wajar karena spesifikasi dari alat DSK itu sendiri. Keywords : Digital signal processing, Preset equalizer, Simulink, DSK C6713 Abstract Nowadays, digital signal processing more attractive than the analog. One of the simplest adaptive digital signal processing technology is a digital filter. Digital filter can be implemented as software or hardware. Digital filter is implemented as hardware using programable DSP (Digital Signal Processor) chip. In this final project, that digital filter used for designing preset equalizer. There are 4 preset equalizer in this project such as flat, rock, bass, and opera. Each preset equalizer has variable gain. Designing preset equalizer is using Simulink software from matlab. Simulink can be connected in DSK C6713 board through Code composer Studio v3.1 software to produce the file extension. Outs. The file that will be downloaded to the C6713 DSK board. The testing of preset equalizer is done by giving input signal (created by function generator) to DSK’s line in port. The output signal on DSK’s output port is observed using Digital Osciloscope and written its voltage value. This testing is done to get know are this filter in preset equalizer work well or not and the voltage value is suitable or not with the additional gain in design. Experiment’s result show that all of the filter works well. And the voltage values that be obtained is suitable with gain values in preset equalizer design. But the output signal from DSK C6713 weakened when compared with the input signal from function generator. This is normal because of the specification of the DSK itself. Keywords : Digital signal processing, Preset equalizer, Simulink, DSK C6713
PERANCANGAN SISTEM INSTRUMENTASI MEDIS PENGUKUR TIGA TANDA VITAL TUBUH MENGGUNAKAN CORE FPGA XILINX SPARTAN-6 Rizal, Aminuddin; Riyadi, Munawar Agus; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.082 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.604-611

Abstract

Abstrak Alat pengukuran tanda vital tubuh adalah peralatan instrumentasi medis yang umum digunakan untuk mengukur kondisi kesehatan tubuh seseorang. Praktisi medis dapat mengetahui informasi kondisi kesehatan tubuh seorang pasien dengan menganalisa data-data yang ditampilkan dari pengukuran tanda vital tubuh. Pada penelitian kali ini, kami mendesain sistem instrumentasi medis ­non-invasive untuk mengukur tiga tanda vital tubuh yang murah dan berbasis sistem digital. Tiga parameter pengukuran yang dilakukan adalah suhu tubuh yang memiliki jangkauan pengukuran dari 30°C sampai 40°C, frekuensi denyut jantung yang memiliki jangkauan pengukuran dari 0 sampai 200 BPM (beat per minute), frekuensi pernapasan yang memiliki jangkauan pengukuran dari 0 sampai 60 breath per minute. Sistem digital yang digunakan untuk memproses data input menjadi data output dirancang dengan memanfaatkan FPGA yang diprogram sesuai dengan alur yang diinginkan. Pada pengujian sistem, error rata-rata yang didapat saat pengukuran suhu tubuh, frekuensi denyut jantung, dan frekuensi pernapasan masing-masing sebesar 0,72%, 2,01%, 8,21%. Perancangan pada core FPGA memiliki utility keseluruhan hingga 19%. Kata kunci: FPGA, frekuensi denyut jantung, frekuensi  pernapasan, suhu tubuh.  Abstract Biomedical instrumentation of  vital signs measurement is a common instrumentation which measure or monitoring human’s physiological  condition. Medical practitioner assesses patient’s health condition by analyzing the measurement result which shown in display. In this research, we design a non-invasive biomedical instrumentation that measure 3 parameter of human’s vital signs (body temperature, heartbeat, and respiration rate). The aim of  the design are low cost instrumentation and digital based design. The measurement of heartbeat has measurement range from 0 to 200 BPM (beat per minute). The measurement ofbody temperature has measurement range from 30°C to 40°C. The measurement of respiration rate has measurement range from 0 to 60 BPM (breath per minute). Digital system which processing input data into output data implemented on FPGA Xilinx Spartan-6. As the result of design, Error rate from measurement of heartbeat, body temperature, and respiration rate respectively by 0,72%, 2,01%, 8,21%. Summary of FPGA core usage has 19% of utilitation. Keywords: Body temperature measurement, FPGA, Heartbeat measurement, Respiration rate measurement

Page 26 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue