cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN AKUISISI DATA PADA PANEL RTU PT.PLN (PERSERO) BERPLATFORM ANDROID Imron, Ahmad; Andromeda, Trias; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.482 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.664-670

Abstract

Listrik merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Terjadinya gangguan listrik akan berakibat terhambatnya aktivitas masyarakat. Selain diperlukan penambahan listrik, masyarakat juga membutuhkan kestabilan, kualitas dan kehandalan listrik. PT. PLN (Persero) sebagai salah satu penyedia listrik dituntun untuk memberikan distribusi listrik yang stabil dan handal. Untuk itu, PT. PLN (Persero) menggunakan sistem SCADA (Supervisory Conrol and Data Aqcuisition) yang membuat kendali dan pengawasan alat – alat distribusi listrik dapat dilakukan secara jarak jauh. Untuk mengendalikan alat-alat distribusi tersebut digunakan RTU( Remote Terminal Unit) yang terpasang pada tiang distribusi. Berdasarkan data Distribution control center (DCC) Yogyakarta, pada area distribusi Yogyakarta, Surakarta, Klaten dan Magelang periode April hingga Oktober 2016  terdapat 73 keypoint yang gagal untuk dikendalikan dan dimonitor oleh sistem SCADA. Salah satu penyebabnya adalah turun atau hilangnya nilai tegangan suplai panel RTU. Masalah tersebut dapat diatasi dengan adanya alat pemantau tegangan pada panel RTU yang mampu memonitor data tegangan AC, tegangan DC charger, tegangan DC baterai dan arus pengisian charger ke baterai. Prototipe akuisisi data pada RTU dibuat pada penelitian ini sebagai salah satu alternatif solusi atas masalah tersebut. Pengujian pada prototipe menunjukkan bahwa data tersebut dapat diakuisisi secara real time menggunakan android yang dapat dimonitor secara mobile.
ANALISIS MDART PADA MANET MENGGUNAKAN NS-2 Adityas, Fitra Pandu; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.308 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.608-613

Abstract

Abstrak Mobile Adhoc Network adalah suatu jaringan Adhoc dimana setiap node di dalam jaringan bebas bergerak secara independen tanpa memerlukan infrastruktur yang tetap. Pada node-node yang bergerak akan terjadi pembangunan dan pemutusan hubungan antar link di dalam suatu jaringan atau dengan jaringan yang lain. Oleh karena itu diperlukan routing handal yang mampu mengatur jalur pengiriman data dari node pengirim ke node penerima.Dalam penelitian ini dilakukan simulasi jaringan MANET untuk menganalisis kinerja protokol MDART pada jaringan MANET dengan cara mensimulasikannya menggunakan Network Simulator 2 (NS2). Dalam pengujiannya skenario akan menggunakan variasi 10 node, 25 node, 50 node, 75 node, 100 node, 125 node dan 150 node. Untuk penilaian kinerja jaringan menggunakan parameter-parameter QoS (Quality of Services), seperti throughtput, delay dan PDR. Simulasi akan dijalankan selama 200 detik menggunakan sumber traffic TCP pada topologi Mesh.Hasil dari simulasi MDART menghasilkan nilai throughput tertinggi pada simulasi pertama 399,429Kbps dengan 10 node. Hasil dari simulasi MDART menghasilkan nilai PDR tertinggi pada simulasi pertama 98,415% dengan 10 node. Hasil dari simulasi MDART menghasilkan nilai waktu tunda terendah pada simulasi 0,7911629sdengan 10 node. Kata Kunci : MDART, QoS (Quality of Services), NS2  Abstract Mobile Adhoc Network is a wireless Adhock which each nodes free to move independently without requiring a fixed infrastructur. There will be setting up and termination of interlink in a network or with other network. Therefore is needed a good routing which can manage traffick path from source node to destination node.In this research maked network simulation MANET network to analyzez the performances of MDART routing protocol in MANET network then simulate it using Network Simulator 2 (NS2). In this scenario will be used variations of node, ie 10 nodes, 25 nodes, 50 nodes, 75 nodes, 100 nodes, 125 nodes dan 150 nodes. The values of performances QoS (Quality of Services) wireless network using three parameters such as throughtput, delay and PDR. Simulation will be held in 200 seconde using TCP as traffic source in Mesh Topology.Results from MDART simulation produces best throughput value 399.429 Kbps at first simulation with 10 node. Results from MDART simulation produces best PDR value 98.415% at first simulation with 10 node.. Results from MDART simulation produces best delay value 0.7911629 s at first simulation with 10 node. Keywords: MDART, QoS (Quality of Services), NS2
ANALISIS KESTABILAN TEGANGAN PADA SISTEM KELISTRIKAN SUBSISTEM TANJUNGJATI Ericson, Dedy Brian; Nugroho, Agung; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.514 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.293-299

Abstract

Stabilitas tegangan merupakan bagian penting dalam operasi suatu sistem tenaga listrik. PT. PLN APB JATENG dan DIY sebagai perusahaan yang memegang peranan dalam pengaturan beban Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta memiliki prosedur manual load shedding terkait undervoltage pada tahun 2014. Namun untuk subsistem Tanjungjati dan Pedan tidak memiliki prosedur manual load shedding. Berdasarkan permasalahan diatas, tugas akhir ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik jaringan dan kestabilan tegangan subsistem Tanjungjati. Pada tugas akhir ini dilakukan simulasi gangguan kenaikan beban dan lepas generator untuk melihat respon tegangan pada subsistem Tanjungjati. Dalam menganalisis tegangan, pada tugas akhir ini menggunakan metode sensitivitas busbar dan kurva hubungan P-V dan Q-V. Sehingga didapatkan tingkat kestabilan dan rekomendasi yang diperlukan dalam menanggulangi kondisi undervoltage. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kasus kenaikan beban dan pelepasan pembangkit kemungkinan terjadinya sangat kecil mendapatkan tegangan undervoltage. Sehingga subsistem Tanjungjati masih belum memerlukan prosedur manual load shedding terkait undervoltage. Berdasarkan kurva P-V dan Q-V juga didapatkan busbar Mojosongo adalah busbar yang paling mudah untuk undervoltage dibandingkan dengan busbar yang lainnya. Dalam menanggulangi terjadinya turun tegangan sangat direkomendasikan dilakukannya tapping transformator dan pelepasan beban berdasarkan sensitivitas busbar.
PERANCANGAN DAN ANALISIS ANTENA DELTA LOOP DOUBLE BAND SEBAGAI PENERIMA SIARAN TELEVISI VHF (VERY HIGH FREQUENCY) DAN UHF (ULTRA HIGH FRQUENCY) Pratama, Aditya; Christiyono, Yuli; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.904 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.501-507

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin pesat, terutama dalam pembuatan antena sebagai penerima siaran televisi, baik siaran televisi analog maupun siaran televisi digital. Antena memiliki banyak sekali jenis dan bentuk guna dapat menerima siaran televsi dengan baik. Dengan semakin berkembangya bentuk antena, maka dibutuhkan kreativitas yang lebih untuk membuat sebuah antena yang dapat menerima siaran televisi analog maupun digital. Pada penelitian ini akan disimulasikan dan diimplementasikan antena loop double band yang nantinya dapat diaplikasikan sebagai penerima siaran terestrial TV analog pada rentang frekuensi VHF dan siaran terrestrial TV digital pada rentang frekuensi UHF. Antena tersebut dirancang pada frekuensi 175,4MHz untuk VHF dan 580,1 MHz untuk UHF. Bahan yang digunakan adalah kawat seng dengan ketebalan kawat sebesar 3mm, lalu dibentuk segitiga dengan panjang ketiga sisinya sebesar 56cm. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh hasil untuk antena delta loop-A bekerja pada pita frekuensi VHF =  200 MHz, VSWR = 1,03 dan pada frekuensi UHF = 540 MHz, VSWR = 1,06. Antena delta loop-B bekerja pada pita frekuensi VHF = 200 MHz, VSWR = 1,05 dan pada frekuensi UHF = 540, VSWR = 1,07. Pola radiasi dari kedua antena menunjukkan bahwa antena memiliki pola radiasi berbentuk directional. Kata kunci: VHF-UHF, antena, delta loop double band,  frekuensi, VSWR, pola radiasi  Abstract The development of technology is now growing rapidly, especially in the manufacture of television broadcast antenna as a receiver, either analog television or digital television broadcasts. Antenna has many types and forms in order to be able to receive broadcasts televsi well. With the development of antenna’s shape, it takes more creativity to make an antenna that can receive both analog and digital television broadcasts.. In this research will be simulated and implemented double band loop antenna which can later be applied as a broadcast receiver analog TV for VHF frequencies and digital TV for UHF frequencies. The antenna is designed at a frequency of 175,4 MHz for VHF and 580,1 MHz for UHF. The materials used are zinc wire with 3mm thickness, and then make the wire become triangle (delta) with the length of it`s sides  is 56 cm. Based on test results, obtained results for delta loop antenna-A works on 200 MHz VHF frequency band with VSWR = 1.03 and at 540 MHz UHF frequency band with VSWR = 1.06. B delta-loop antenna works on 200 MHz VHF frequency band with VSWR = 1.05 and at 540 MHz UHF frequency band with VSWR = 1.07. Keywords; VHF - UHF, antennas, delta loop double band, VSWR, radiation pattern
SIMULASI PENGENALAN WAJAH MANUSIA MENGGUNAKAN METODE ANALISIS DISKRIMINAN LINEAR DUA DIMENSI (2D-LDA) DENGAN JARAK MANHATTAN, CANBERRA DAN EUCLIDEAN Rivaldi MHS; Ajub Ajulian Zahra; Imam Santoso; R. Rizal Isnanto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.313 KB) | DOI: 10.14710/transient.v6i2.298-304

Abstract

Wajah merupakan salah satu ciri biometrika yaitu ciri dari tiap-tiap individu yang unik yang tidak dimiliki individu lainnya selain individu tersebut. Pada teknik pengolahan citra digital ciri biometrika wajah dapat digunakan pada sistem pengenalan wajah dengan melakukan proses ekstraksi ciri nilai piksel citra wajah tersebut menggunakan beberapa metode ekstraksi ciri yang ada, salah satunya metode Analisis Diskriminan Linear Dua Dimensi (2-Dimensional Linear Discriminant Analysis atau 2D-LDA). Pada Tugas Akhir ini dirancang sebuah perangkat lunak simulasi pengenalan wajah manusia berdasarkan variasi posisi dan ekspresi tertentu wajah. Pada simulasi ini proses pengenalan wajah manusia diawali dengan tahap prapengolahan dan selanjutnya tahap ekstraksi ciri dari citra wajah manusia menggunakan metode 2D-LDA. Tahap terakhir adalah proses pengenalan dengan melakukan perhitungan jarak terkecil vektor ciri citra yang akan dikenali dengan semua vektor ciri yang ada di basis data yaitu dengan menggunakan 3 variasi jarak yaitu Jarak Manhattan, Canberra dan Euclidean. Berdasarkan pengujian pada keseluruhan data dengan variasi jumlah ciri yang dipertahankan 100, 75, dan 50, tingkat keberhasilan tertinggi adalah pada penggunaan jarak Canberra dengan nilai persentase akurasinya sama pada saat jumlah ciri yang dipertahankan 100, 75 maupun 50 yaitu sebesar 96,67%. Selain citra wajah yang sudah terdaftar, terdapat pula pengujian citra luar yang tidak terdaftar pada basis data dan nilai persentase akurasi tertinggi diperoleh dengan menggunakan jarak Canberra  dengan nilai akurasinya sama untuk semua variasi jumlah ciri yang dipertahankan yaitu 80%.
ANALISIS KEANDALAN KOMPOSIT PEMBANGKIT DAN TRANSMISI (KONTINGENSI N-2) SISTEM TENAGA LISTRIK Wardhana, Nandi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.781 KB) | DOI: 10.14710/transient.1.4.300-310

Abstract

Abstrak Sistem tenaga listrik berfungsi untuk menyuplai energi listrik ke pelanggan. Dalam fungsinya untuk menyalurkan energi listrik tersebut maka sistem tenaga listrik dituntut untuk menghasilkan energi dengan tingkat keandalan yang baik. Untuk itu dalam perencanaan sistem tenaga listrik perlu dilakukan suatu evaluasi keandalan. Dari evaluasi keandalan ini akan didapatkan besaran kuantitatif yang menggambarkan tingkat keandalan dari sistem tenaga listrik. Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi untuk menghitung indeks keandalan sistem tenaga listrik dengan model komposit yang memperhitungkan keandalan pembangkit dan keandalan saluran. Teknik analisis data menggunakan analisis aliran daya dengan metode Newton-Rhapson, sedangkan sebagai program bantu (software) menggunakan software MATLAB. Sebagai batasan-batasan kendala operasi sistem yaitu batasan tegangan bus, batasan kapasitas arus saluran, batasan daya aktif pembangkit dan batasan daya reaktif pembangkit. Batasan tingkat kontingensi yang digunakan pada program simulasi adalah sampai dengan kontingensi tingkat kedua (kontingensi N-2) yang mana terjadi lepasnya dua komponen sekaligus dan sebagai komponen pemutusannya adalah komponen pembangkit dan komponen saluran. Kata kunci : keandalan komposit pembangkit dan transmisi sistem tenaga listrik, kontingensi N-2, indeks keandalan. Abstract Power system serves to supply electrical energy to customers. In a function to distribute electrical energy, the power system is required to produce energy with a good level of reliability. From the evaluation of the reliability it can describe the reliability of the power system. This penelitian was carried out by a simulation to calculate the reliability index that take into account the reliability of generator and transmission lines. Data analysis techniques uses power flow analysis based Newton-Rhapson methods and uses MATLAB software. Constraints in this analysis are the system bus voltage, the lines current capacity, active and reactive generation. Limitation of contingency levels is contingency N-2. Contingencies components are generators and transmission lines. Keywords: reliability of composite generation and transmission of electric power systems, contingency N-2, the reliability index
PURIFIKASI FAKTOR RUGI DIELEKTRIK (TAN δ) DAN RESISTIVITAS SERTA WARNA DARI MINYAK ISOLASI TRANSFORMATOR SETELAH MENGALAMI PEMBEBANAN, DENGAN BENTONIT AKTIF Mahardika, Swastika; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Syakur, Abdul
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.107 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.716-726

Abstract

Abstrak Minyak isolasi transformator mengalami penuaan setelah mengalami pembebanan, terkontaminasi uap air, karbon dan debu. Tan δ, resistivitas, dan warna digunakan menjadi indikator kualitas minyak. Untuk memperbaiki kualitas minyak, dilakukan purifikasi dengan bentonit aktif. Pengujian menggunakan lima sampel minyak transformator setelah mengalami pembebanan dari transformator distribusi 3 fasa (transformator 400 KVA, 630 KVA dan 1 MVA). Pengujian tan δ dan resistivitas menggunakan Baur DTL metode standar IEC 60247, sedangkan pengujian warna menggunakan color comparator metode standar ASTM D1500, di Laboratorium Kimia, PT. PLN (Persero) Puslitbang, Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai tan δ dari sampel 1 menurun dari 0,00518 menjadi 0,00145, sampel 2 menurun dari 0,0448 menjadi 0,00455, sampel 3 menurun dari 0,01266 menjadi 0,00126, sampel 4 menurun dari 0,01544 menjadi 0,00128 dan sampel 5 menurun dari 0,02862 menjadi 0,00973. Perbaikan terjadi pada resistivitas, sampel 1 suhu 80°C mengalami peningkatan yaitu dari 171 GΩm menjadi 414 GΩm, sampel 2 dari 10,3 GΩm menjadi 266,5 GΩm, sampel 3 dari 71,4 GΩm menjadi 509,5 GΩm, sampel 4 dari 104,5 GΩm menjadi 483,2 GΩm. Sedangkan nilai resistivitas sampel 5 dari 8,8 GΩm menjadi 23,8 GΩm dan warna pada minyak yang sebelumnya gelap menjadi lebih cerah. Berdasarkan data-data uji tersebut sampel 1, sampel 2, sampel 3, sampel 4 masih layak digunakan, sedangkan sampel 5 tidak layak digunakan. Kata kunci : minyak transformator, tan δ, resistivitas, warna minyak, bentonit aktif  Abstract Used transformer oil aging caused by loading operation, water content, carbon, and ash. Tan δ, resistivity and color is an indicator the quality of the transformer oil. For improvement oil using purification with bentonite activated. Test used  five samples transformator oil from distribution 3 phases transformer (transformers 400 KVA, 630 KVA, and 1000 KVA. Tan δ and resistivity used Baur DTL standard method IEC 60247 and color test used color comparator standard method ASTM D1500 in Chemistry Laboratory of PT. PLN (Persero) Puslitbang, South Jakarta. The result showed that purification can improve tan δ of sample 1 (from 0,00518 to 0,00145), sample 2 (from 0,0448 to 0,00455), sample 3 (0,01266 to 0,00126), sample 4 (0,01544 to 0,00128) and sample 5 (from 0,02862 to 0,00973). Some improvements have been achieved resistivity improved of sample 1 with 80°C from 171 GΩm to 414 GΩm, sample 2 from 10,3 GΩm to 266,5 GΩm, sample 3 from 71,4 GΩm to 509,5 GΩm, sample 4 from 104,5 GΩm to 483,2 GΩm. Whereas resistivity sample 5 from 8,8 GΩm to 23,8 GΩm and the color of used transformer oil is dark after purification become clear. Based on results that sample 1, sample 2, sample 3, sample 4 still deserve for use, whereas sample 5 is not worth using. Keywords: used transformer oil, tan δ,  resistivity, transformer oil color,  activated bentonite
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE FLYBACK SEBAGAI CATU DAYA RANGKAIAN DRIVER DAN MICROCONTROLLER PADA KONVERTER TIPE ZETA Nugroho, Gilang Cahyo; Andromeda, Trias; Christyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.116 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.897-903

Abstract

Hampir semua catu daya modern bekerja dalam mode switching atau dikenal sebagai SMPS (Switched Mode Power Supply), salah satu dari topologi yang dipakai adalah konverter arus searah tipe Flyback. Penambahan kontrol umpan balik tegangan dapat digunakan untuk menjaga kestabilan tegangan keluaran konverter arus searah. Pada penelitian ini akan direalisasikan sebuah konverter arus searah tipe Flyback dengan umpan balik tegangan yang menghasilkan tegangan keluaran sebesar 15V dan 9V untuk menyuplai rangkaian driver dan microcontroller pada konverter tipe Zeta dalam sistem Hybrid Charger Controller. Kontrol PWM pada penelitian ini menggunakan IC TL494. Pada penelitian ini, dilakukan pengujian konverter dengan umpan balik tegangan menggunakan variasi beban resistif. Hasil pengujian konverter dengan umpan balik tegangan pada sisi keluaran 9V diperoleh tegangan keluaran tetap terjaga sebesar 9V ketika diberi variasi beban resistif 330Ω sampai 47Ω. Namun pada sisi keluaran 15V terdapat penurunan tegangan dari 14,83V dengan beban 330Ω ke 14,57V dengan beban 47Ω karena pada sisi keluaran 15V hanya menyesuaikan perubahan duty cycle dari sisi keluaran 9V. Dengan penambahan kontrol umpan balik tegangan pada konverter arus searah tipe Flyback menghasilkan nilai tegangan keluaran yang lebih stabil dengan adanya perubahan nilai beban.
ANALISIS PERBAIKAN DROP VOLTAGE DENGAN PENGGANTIAN KABEL PENAMPANG DAN EVALUASI KOORDINASI OCR-RECLOSER STUDI KASUS PADA PENYULANG KALISARI 1 DAN 2 GI KALISARI – SEMARANG Octavianto, Akbar Kurnia; Karnoto, Karnoto; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.085 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.826-833

Abstract

Abstrak Suatu sistem tenaga listrik yang baik harus memiliki nilai tegangan yang tidak melebihi batas toleransi serta rugi-rugi daya yang kecil. Batas toleransi yang diperbolehkan untuk suatu nilai tegangan ± 5% dari nilai nominalnya. Nilai tegangan yang konstan akan mengoptimalkan unjuk kerja dari peralatan listrik yang digunakan. Sedangkan rugi-rugi daya yang kecil akan menjaga pasokan daya listrik sesuai dengan kebutuhan konsumen, serta dapat mengurangi kerugian finansial yang terjadi selama proses transmisi dan distribusi. Pada penelitian ini akan dilakukan perbaikan kualitas tenaga listrik dengan perbaikan drop tegangan pada  jaringan  distribusi tegangan menengah sisi 1 fasa dengan penggantian kabel penampang. Proses perbaikan dilakukan dengan kabel yang nilai resistansinya lebih kecil, kemudian dibandingkan hasil drop tegangan sebelum dan sesudah dilakukan perbaikan. Pada penelitian ini pula dibahas koordinasi rele OCR-recloser yang terpasang pada penyulang, Dilakukan beberapa simulasi untuk mengetahui kooordinasi tersebut. Proses perbaikan pada penelitian ini disimulasikan dengan menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0.0. Dari hasil simulasi drop tegangan didapatkan hasil sebelum dan sesudah perbaikan. Sampel bus yang diambil dibandingkan rata-rata tegangan naik setelah dilakukan perbaikan. pada penyulang Kalisari 1 nilai kenaikan tegangan yang terendah 0.035Kv pada bus 6 dan yang tertinggi 0.131Kv di bus 138, pada penyulang Kalisari 2 kenaikan tegangan dari yang terendah 0.001 Kv pada bus 2 dan yang tertinggi 0.01 Kv di bus 125. Kata Kunci :drop tegangan, kabel penampang, koordinasi OCR-Recloser, ETAP 7.0.0  Abstract A good power system must have a value that does not exceed the voltage tolerance and power losses are small. Tolerance limit allowed for a ± 5% voltage value of their nominal value. Constant voltage value will optimize the performance of electrical equipment used. While the power loss would keep a small supply of electric power in accordance with the needs of consumers, and can reduce financial losses that occur during the process of transmission and distribution. This research will be be improved with the improvement of the quality of electric power distribution network voltage drop on the 1-phase medium voltage cables with section replacement. Process improvements made by cable resistance value is smaller, then compared the results of the voltage drop before and after repairs. In this research also discussed coordination OCR rele-recloser is installed on feeders, Do a simulation to determine the coordination over. The repair process is simulated in this research using ETAP 7.0.0 software. From the simulation results showed the voltage drop before and after repair. Bus samples taken compared to the average voltage rise after repairs. at feeders Kalisari 1 lowest voltage rise value 0.035Kv  in bus 6 and the highest 0.131Kv on bus 138, at 2 Kalisari feeder voltage rise from a low of 0.001 in the Kv bus 2 and the highest 0.01 Kv on bus 125. Keywords: Voltage Drop , cable section, coordinating the OCR-Recloser, ETAP 7.0.0
KINERJA RANGKAIAN R-C DAN R-L-C DALAM PEMBANGKITAN TEGANGAN TINGGI IMPULS Bimatara, Tofan; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.767 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.4.536-542

Abstract

Tegangan impuls merupakan gelombang tegangan yang besarnya naik secara pesat mencapai nilai tertentu kemudian drop menuju nilai nol. Tegangan impuls merupakan hal yang penting dalam pengujian isolasi dari sebuah sistem. Karakteristik tegangan impuls yang sesuai dengan standart diperlukan untuk menjamin keberhasilan pengujian isolasi sebuah sistem. Pembangkitan tegangan impuls dapat dilakukan dengan  menggunakan rangkaian R-C dan R-L-C. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pembangkitan tegangan impuls berbasis rangkaian R-C dan rangkaian R-L-C yang akan digunakan untuk praktikum gejala medan tinggi. Masing – masing rangkaian akan disusun untuk membentuk gelombang impulse yang sesuai standar IEC 600060-1. Pembangkit impuls berbasis rangkaian R-C dan R-L-C akan dibandingkan effisiensi tegangan serta kesesuain bentuk gelombang tegangan keluarannya dengan standart gelombang tegangan impuls IEC 60060-1. Rangkaian R-L-C memiliki effisiensi tegangan yang lebih baik daripada rangkaian R-C. Masing-masing rangkaian mampu menghasilkan gelombang tegangan impuls 1,2/50 yang sesuai dengan standar IEC 60060-1.

Page 49 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue