cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERBANDINGAN KINERJA AM (ACKNOWLEDGED MODE) DAN UM (UNACKNOWLEDGED MODE) PADA JARINGAN UMTS MENGGUNAKAN NS-2 Rosalinda Tri Wahyuni; Sukiswo Sukiswo; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.605 KB) | DOI: 10.14710/transient.v1i4.128-135

Abstract

Abstak Teknologi 3G (Third Generation Technology) merupakan teknologi komunikasi seluler generasi ketiga. Teknologi ini biasa dikenal dengan W-CDMA (Wideband-Code Division Multiple Access) atau UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). Jaringan UMTS mampu memberikan sebuah layanan suara dan data dalam bandwidth yang cukup besar sehingga memiliki jangkauan sinyal yang cukup luas dengan jumlah pelanggan yang lebih besar. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah simulasi dan analisis kinerja jaringan UMTS dalam satu sel dengan dua mode RLC (Radio Link Control) yang berbeda berdasarkan jumlah node UE (User Equipment) menggunakan perangkat lunak Network Simulator-2 (NS-2). Skenario pertama terdiridari 6 node UE, skenario kedua terdiridari 10 node UE dan skenario ketiga terdiridari 14 node UE. Perancangan dilakukan membandingkan kinerja dari dua mode RLC yaitu AM (Acknowledged Mode) dan UM (Unacknowledged Mode), dimana parameter-parameter yang digunakan adalah throughput, delay dan paket hilang. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa nilai throughput rata-rata terbaik untuk program simulasi tipe AM dihasilkan oleh skenario pertama dengan 6 node UE yaitu 150.842 Kbps, sedangkan untuk tipe UM dihasilkan oleh skenario ketiga dengan 14 node UE yaitu 10739 Kbps. Nilai delay rata-rata terbaik untuk program simulasi tipe AM maupun UM dihasilkan oleh skenario pertama dengan 6 node UE yaitu 8.28023 detik dan 0.0632214 detik. Sedangkan untuk jumlah paket hilang,persentase rata-rata terbaik pada program simulasi tipe AM dan UM dihasilkan oleh skenario pertama dengan 6 node UE yaitu 37.6466% dan 17.6774%. Kata kunci : 3G, UMTS, NS-2, AM, UM, Throughput, Delay Abstract 3G technology (Third Generation Technology) is a third generation of mobile communication technology. This technology is commonly known as W-CDMA (Wideband-Code Division Multiple Access) or UMTS (Universal Mobile Telecommunications System). The UMTS network is able to provide voice and data services in a bandwidth large enough so that it has coverage area of signal is quite spacious with a greater number of user. On this research will be designed a simulation and performance analysis of UMTS network in single cell with two different modes of RLC (Radio Link Control) based on amount of UE (User Equipment) nodes using Network Simulator-2 (NS-2) software. The first scenario consist of 6 UE nodes, second scenario consist of 10 UE nodes and third scenario consist of 14 UE nodes. The designing is done by comparing performance from two modes of RLC, those are AM (Acknowledged Mode) and UM (Unacknowledged Mode), the used parameters in the simulation are throughput, delay, and packet loss. From the simulation result obtained that the average throughput for the simulation program of AM type generated by the first scenario with 6 UE nodes that is 150.82 Kbps, while UM type generated by the third scenario with 10 UE nodes that is 10739 Kbps. The average delay values for the simulation program of AM and UM types generated dy the first scenario those are 8.28023 seconds and 0.0632214 seconds. As for the number of packet los, the best of average percentage in the simulation program of AM and UM types generated by the first scenario with 6 UE nodes those are 37.6466% and 17.6774%. Keywords : 3G, UMTS, NS-2, AM, UM, Throughput, Delay
PERANCANGAN ELEKTROKARDIOGRAF DENGAN TIGA ELEKTRODA MENGGUNAKAN FPGA SPARTAN-3 Iskandar, Irvan Aditya; Riyadi, Munawar Agus; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.224 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.550-556

Abstract

Abstrak Alat pengukur tanda vital merupakan peralatan medis yang umum digunakan untuk mengukur kondisi kesehatan tubuh seseorang. Dengan data-data hasil pengukuran tanda vital yang didapatkan dari peralatan medis, para ahli medis dapat mendiagnosa kondisi tubuh seorang pasien. Salah satu tanda vital tersebut adalah kesehatan jantung. Salah satu cara untuk mengetahui kesehatan jantung adalah melakukan medical check up untuk mengetahui sinyal elektrokardiogram dari jantung sehingga dapat diketahui apakah ada gangguan pada jantung. Pada penelitian ini, kami merancang suatu sistem instrumentasi medis non-invasive yang dapat menampilkan grafik elektrokardiogram dan dapat mengukur frekuensi denyut jantung. Sadapan yang digunakan untuk perekaman sinyal elektris jantung merujuk pada Lead I Standard Einthoven. Prosessor yang digunakan untuk memproses data masukan menjadi data keluaran adalah FPGA yang dapat diprogram sesuai dengan alur yang diinginkan. Pada pengujian sistem, grafik sinyal PQRST elektrokardiogram yang dihasilkan tertampilkan pada monitor dengan baik, sedangankan pengukuran denyut jantung memiliki error pengukuran paling besar 5,2% bila dibandingkan dengan pengukuran manual.Kata Kunci: FPGA, elektrokardiogram, frekuensi denyut jantung, instrumentasi medisAbstract Vital signs device measurement are medical device commonly used to measure the health condition of a person body. With vital signs measurement data obtained from medical equipment, medical experts can diagnose the current condition of patient body. One of the vital signs is heart condition. One method to find out  heart condition is by doing lab medical check up for observe electrocardiogram signal to determine if there any abnormalities on heart. In this study, we designed a non-invasive medical instrumentation that can display the recorded electrocardiogram signal and measure heart rate. For recording the cardiac electrical activities used refer to Lead I Standard Einhovent. Processor that used to process input data into output data is FPGA, which FPGA can be programmed according to desired design. As the result, the PQRST electrocardiogram signal succesfully displayed on monitor, and for heartbeat measurement have the maximum error obtained when measuring is around 5,2% when compared with manual counting. Keyword: FPGA, electrocardiogram, heart rate, medical instrumentation
PERANCANGAN BOOST CONVERTER SEBAGAI SUPLAI INVERTER MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 DENGAN METODE KONTROL PROPORTIONAL INTEGRAL Irkham, Irkham; Setiawan, Iwan; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.815 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.3.737-744

Abstract

Energi fosil adalah energi yang paling banyak digunakan, namun ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Energi terbarukan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pemenuhan energi. Panel surya adalah salah satu energi terbarukan yang bekerja dengan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Pemanfaatan panel surya sebagai pembangkit dapat dihubungkan lagsung dengan grid melalui sebuah inverter. Permasalahan ketika panel surya dihubungkan ke grid adalah tegangan panel surya lebih rendah dibanding nilai tegangan grid. Digunakan boost converter untuk menaikkan tegangan DC. Tegangan keluaran panel surya tergantung pada iradiasi dan beban yang disuplai panel surya. Untuk menjamin tegangan keluaran panel surya konstan, diperlukan umpan balik tegangan pada konverter DC-DC. Pada Penelitian ini dirancang boost converter mengunakan umpan balik tegangan dengan sistem kontrol proportional integral. Tahapan perancangan diawali menghitung komponen boost converter, verifikasi menggunakan software PSIM dan implementasi perangkat keras. Boost converter telah berhasil dibuat, dari pengujian menggunakan umpan balik tegangan variasi tegangan masukan dengan nilai keluaran dijaga konstan pada nilai 50 volt  pada parameter kontrol Kp=0.5 dan Ki=0.0, tegangan keluaran pada keadaan  steady state memiliki nilai error rata-rata sebesar 30% dari set point, pada parameter kontrol Kp=0.0 dan Ki=0.1 tegangan keluaran pada keadaan  steady state memiliki nilai error rata-rata sebesar 0% dari set point, pada parameter kontrol Kp=0.5 dan Ki=0.1 tegangan keluaran pada keadaan  steady state memiliki nilai error rata-rata sebesar 0% dari set point.
PERANCANGAN SISTEM ADMINISTRASI DAN REKAM MEDIS KLINIK GIGI Kameswara, Adi Dhama; Christyono, Yuli; Isnanto, R. Rizal
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.583 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.672-679

Abstract

Abstrak Sistem informasi rekam medis merupakan sistem yang bertujuan untuk mengelola data pasien yang mendaftar untuk berobat, melakukan perawatan berkala hingga pasien tersebut memiliki data rekam medik pribadi. Dalam hal ini sistem informasi dirancang sangatlah penting karena untuk mencegah terjadinya kesalahan prosedur dalam pelaksanaan pendaftaran dan pengolahan data sehingga dapat dilakukan sebaik-baiknya. Pengelolaan data pasien di klinik gigi masih bersifat manual sehingga pelayanan pasien menjadi lambat dan rekam pasien sering hilang atau tidak ditemukan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi rekam medis berbasis PHP. Dalam perancangan sistem informasi rekam medis di klinik gigi menggunakan metode atau siklus hidup perkembangan sistem yang terdiri dari perencanaan sistem, analisis sistem, rancangan sistem secara konseptual, evaluasi pemilihan sistem, rancangan sistem secara fungsional, dan implementasi sistem. Dari perancangan sistem informasi rekam medis di klinik gigi menghasilkan sebuah aplikasi pendaftaran pasien, melakukan perawatan berkala hingga pasien tersebut memiliki data rekam medik pribadi.. Dalam merancang aplikasi ini maka perlu dirancang beberapa database, form, dan laporan untuk mendukung pengoperasian aplikasi. Database yang dirancang yaitu database pasien, database dokter, database tindakan perawatan, database pendaftaran, database  rekam medik, pasien serta database user aplikasi. Form yang dirancang yaitu form login, menu utama, master data pasien, data dokter, registrasi, reservasi perawatan, tindakan dan rekam medik serta rencana perawatan berikutnya. Kata kunci : sistem informasi, dokter, rekam medis Abstract Medical record information system is a system that aims to manage the data of patients enrolled for treatment, perform regular treatment until the patient has a personal medical record. In this case the system is very important because the information is designed to prevent the occurrence of errors in the implementation procedure of registration and processing of data so that it can be done as well as possible. Management of patient data in clinical Dentists still manual so be slow and patient care records of patients are often missing or not found. Therefore this study aimed to design medical record information system based on PHP. In the design of information systems in the medical record Dentists clinic uses the method or system development life cycle consisting of system planning, system analysis, conceptual design of the system, evaluation system selection, system functional design, and system implementation.Of medical record information system design in clinic Dentist generate a patient registration application, perform regular maintenance until the patient has a personal medical record data. In designing this application needs to be designed several databases, forms, and reports to support the operation of the application. Designed database is a database of patients, physicians database, database maintenance actions, database application, database medical records, patient and user database applications. Form designed the login form, main menu, master patient data, physician data, registration, reservation care, medical records and the actions and subsequent treatment plan. Keywords: information systems, doctor, medical record
EVALUASI SETTING PROTEKSI ARUS LEBIH DI JENE STATION PT. MEDCO E&P INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0 Panjaitan, Aries Frananda; Hermawan, Hermawan; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.928 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.3.368-372

Abstract

Jene Station PT.Medco E&P Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Untuk menjaga kontinuitas proses produksi dan suplai daya listrik di Jene Station dibutuhkan keandalan sistem tenaga listrik dalam mengisolir dampak gangguan, diantaranya gangguan hubung singkat sehingga dibutuhkan setting dan koordinasi peralatan proteksi yang tepat. Pada penelitian ini akan dibahas tentang arus beban penuh dan arus hubung singkat di bus motor Water Injection Pump (WIP), gas turbine, dan gas engine untuk menentukan amapcity kabel pada motor WIP, gas turbine, dan gas engine, setting dan koordinasi proteksi arus lebih solid state trip Low Voltage Circuit Breaker (LVCB) menggunakan ETAP 12.6.0. Pada desain kondisi existing, kurva solid state trip LVCB pada motor WIP, incoming (1), dan (2) WIP mendahului satu dengan lainnya. Kurva solid state trip LVCB pada gas engine 3, 4, 5, 6 dan gas turbine berada di atas damage curve sementara pada gas engine 1 dan 2 menyentuh kurva karakteristiknya. Pada desain kondisi resetting, kurva solid state trip LVCB pada motor WIP, incoming (1), dan (2) WIP sudah  tidak mendahului satu dengan lainnya. Kurva solid state trip LVCB pada gas turbine dan gas engine sudah melindungi damage curve dan tidak menyentuh kurva karakteristiknya.
PERANCANGAN KONVERTER DC-DC RESONANSI BEBAN SERI Hartono, Alief Makmuri; Facta, Mochammad; Yuningtyastuti, Yuningtyastuti
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.55 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.4.586-594

Abstract

Abstrak Dalam elektronika daya, peningkatan efisiensi dilakukan melalui perbaikan topologi maupun peningkatan komponen elektronika. Konverter DC-DC resonansi beban seri merupakan jenis topologi soft-switching yang dapat memberikan peningkatan efisiensi. Keuntungan konverter resonansi adalah kesederhanaan konfigurasi sirkuit, rugi-rugi pensaklaran rendah, dan skema kontrol mudah. Penelitian ini membahas perancangan konverter DC-DC resonansi beban seri tipe pensaklaran setengah jembatan. Pada topologi resonansi beban seri tersebut menyajikan tiga model operasi : model  operasi konduksi diskontinyu ( ωs < ½ ω0) , model operasi konduksi kontinyu (½ ω0 < ωs <ω0 ), dan model operasi konduksi kontinyu ( ωs < ωo ). Kinerja perangkat konverter ditinjau dari karakteristik operasi kondisi mantap konverter hasil pengukuran. Pengukuran nilai tegangan keluaran dilakukan dengan empat variasi harga Q, yaitu : Q = 1,39 , Q = 0,80 , Q = 0,55 , dan Q = 0,37. Pada konverter resonansi beban seri, pengaturan tegangan keluaran dilakukan dengan mengatur  frekuensi pensaklaran yang diterapkan. Dari hasil pengujian dan analisis pada topologi resonansi beban seri, konverter  bertindak sebagai penurun tegangan. Hasil pengukuran menunjukan tegangan keluaran maksimal yang dapat dicapai konverter sebesar 10,54 Volt DC dengan tegangan masukan 12 Volt DC, pada frekuensi pensaklaran 30 KHz. Rata-rata tegangan keluaran terbesar dicapai pada harga Q = 0,37. Kata kunci : resonansi, konverter, karakteristik operasi kondisi mantap, harga Q.  Abstract In power electronics, increasing efficiency can be enhanced by the topology and increase the usage of electronic components. Series Load Resonant DC-DC Converter is a soft-switching topology  known to increased efficiency. The advantages of resonant converter are simplicity of the circuit configuration, low switching losses, and easy control scheme.This study discuss about design of series load resonant DC-DC converter half bridge topology. In series load resonant topology present 3 models of operation : discontinuous conduction operation model  (ωs<½ ω0), continuous conduction operation model (½ ω0< ωs<ω0)  and continuous conduction operation model (ωs< ω0) . Hardware performance reviewed from the steady state operating characteristics of the measurement converter. The measurement result of the output voltage performed 4 variation of Q : Q = 1,39 , Q = 0,80 , Q = 0,55 , dan Q = 0,37. In the type of series load resonant converter, output voltage regulation perfomed by adjusting the switching frequency. From the result and analysis, converter only be able act as lowering voltage. The measurement result showed that maximum output voltage of converter is 10,54 Volt DC with input voltage 12 Volt DC, on switching frequency 30 KHz. The largest output is achieved in Q = 0,37. Key word : resonant, converter, steady state operating characteristics, value of Q
PENGARUH VARIASI INDUKTOR TERHADAP HASIL OPERASI CCM DAN DCM DC CHOPPER TIPE ZETA BERBASIS IC TL494 Laksono, Tegar Ubo; Andromeda, Trias; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.043 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.1-7

Abstract

Kebutuhan konversi tegangan arus searah semakin banyak digunakan dibidang industri dalam skala besar maupun kecil. Salah satu cara untuk mengkonversi tegangan arus searah konstan ke tegangan arus searah yang dapat divariasikan adalah dengan menggunakan DC Chopper. DC chopper terdiri dari beberapa konfigurasi yang sering digunakan yaitu buck, boost, buck – boost, cuk, sepic dan zeta. DC Chopper mempunyai 2 mode operasi kerja, yaitu mode DCM (Discontinuous Conduction Mode) dan mode CCM (Continuous Conduction Mode). Banyak penelitian yang memanfaatkan kinerja DC Chopper sebagai penyedia catu daya tegangan searah. Namun dalam penelitian, karakteristik dan mode kerja konverter tidak diperhatikan dan dibahas, sehingga tidak jelas mode operasi apa yang digunakan dalam konverter. Pada Penelitian ini dibuat DC Chopper tipe zeta. Zeta converter tersebut menggunakan MOSFET sebagai saklar elektronik yang dipicu oleh rangkaian kontrol IC TL494. Respon keluaran zeta converter yang akan dibahas meliput respon arus dan tegangan keluaran serta efisiensi daya pada mode operasi DCM dan CCM. Berdasarkan hasil percobaan, pengujian mode DCM menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 96,3 V, dan nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 90,368 %. Pengujian mode CCM menghasilkan tegangan keluaran maksimal sebesar 86,5 V, dan nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 91,66287 %.
ANALISA PENEMPATAN KAPASITOR BANK UNTUK PERHITUNGAN DROP VOLTAGE PADA FEEDER BATANG 02 TAHUN 2012-2016 DENGAN SOFTWARE ETAP 7.0.0 Habsoro, Sigit Wisnu; Nugroho, Agung; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.125 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.16-23

Abstract

Abstrak Pertumbuhan beban pada sistem distribusi semakin meningkat terus - menerus. Pertumbuhan beban ini diikuti dengan peningkatan permintaan suplai daya reaktif. Jika suatu jaringan tidak memiliki sumber daya reaktif di daerah sekitar beban  maka semua kebutuhan beban reaktifnya dipikul oleh generator sehingga akan mengalir arus reaktif pada jaringan yang mengakibatkan drop tegangan. Namun adalah suatu hal yang sulit untuk mempertahankan tegangan konstan pada sistem distribusi karena drop tegangan akan terjadi pada semua bagian sistem. Salah satu cara untuk memperbaiki drop tegangan adalah dengan menempatkan nilai kapasitor yang optimal di lokasi yang tepat. Permasalahan ini merujuk pada wilayah UPJ Batang yang perlu adanya penambahan kapasitor. Penambahan kapasitor pada feeder-feeder di Gardu Induk (GI) Batang berguna untuk membantu kinerja sistem distribusi apabila GI tidak mampu melayani dan mensuplai beban dikarenakan drop tegangan yang besar. Pada Tugas Akhir ini, menggunakan asumsi peramalan beban. Peramalan dengan mempertimbangkan ketersediaan data yang ada,  digunakan untuk meramalkan kebutuhan beban 5 tahun yang akan datang. Software model asumsi peramalan beban dibuat dengan program ETAP 7.0.0. Dengan di gambarkan single line diagram dari model eksisting  tersebut, maka dapat dianalisa menggunakan software ETAP 7.0.0 dengan mempertimbangkan hasil drop voltage untuk feeder Batang 02 dan penempatan kapasitor yang strategis. Software pedukung untuk optimasi penempatan kapasitor adalah dengan menggunakan kombinasi logika fuzzy dan algoritma genetika. Keywords : Penempatan kapasitor baru, asumsi penambahan beban, ETAP 7.0.0 dan drop tegangan.     Abstract Load growth in distribution system increase steadily. This load growth is followed by increased demand for reactive power supply. If a network does not have a reactive power source in around load area then all the needs of reactive load borne by the generator so that reactive current will flow to the network resulting in decreased voltage drop. One way to improve drop voltage is placing the optimal capacitor value in the right location and strategic. This problem refers to the areas that need to UPJ Batang the addition of new capacitor. The addition of a capacitor on feeder-feeder at the substation (GI) is useful to help the performance of the distribution system if the GI was not able to serve and supply the load due to the large voltage drop. In this final project, using of the load forecasting assumptions. Forecasting arranged simply by considering the availability of data, is used to load forecasting needs 5 years to come. Software load forecasting model of assumptions made ​​by the program ETAP 7.0.0. With the draw single line diagram of the existing models, it can be analyzed using software ETAP 7.0.0 by considering the results for the voltage drop feeder Batang 02 and the strategic placement of capacitors. Software boosters to help the capacitor placement optimization is to use a combination of fuzzy logic and genetic algorithms.   Keywords : the placement of the new capacitor, load forecasting assumptions, ETAP 7.0.0, and drop voltage
EVALUASI KOORDINASI SETTING RELE PROTEKSI OCR PADA JARINGAN DISTRIBUSI DAYA PEMAKAIAN SENDIRI DI PT INDONESIA POWER UNIT PEMBANGKITAN SEMARANG TAMBAK LOROK BLOK I DENGAN ETAP 7.5.0 Risangpajar, Ladislaus; Juningtyastuti, Juningtyastuti; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.143 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.816-825

Abstract

Abstrak Sistem tenaga listrik terdiri dari pembangkitan, transmisi dan distribusi. Pada unit pembangkitan terdapat jaringan distribusi daya pemakaian sendiri yang selalu membutuhkan pasokan energi listrik dan diharapkan tidak terjadi gangguan maupun kegagalan.  Akan tetapi, pada jaringan distribusi daya pemakaian sendiri terdapat kesalahan koordinasi setting rele OCR, antara lain ketidaksesuaian jeda waktu / time grading antar rele OCR. Kesalahan koordinasi ini mengakibatkan menurunnya keandalan. Tugas akhir ini membahas evaluasi setting Overcurrent Relay (OCR) pada jaringan distribusi daya pemakaian sendiri di Unit Pembangkitan Tambak Lorok Blok I Semarang dengan menggunakan ETAP 7.5.0. dengan menentukan nilai arus setting untuk menghitung TMS dari masing-masing rele proteksi OCR pada jaringan. Pada existing, rele OCR terdekat tidak bekerja saat gangguan sehingga tidak sesuai syarat koordinasi proteksi. Terdapat rele OCR dengan time grading kurangdari 0,2detik dan lebihdari 0,4detik. Terdapat kurva koordinasi yang tumpang-tindih. Setelah resetting, rele OCR terdekat bekerja saat gangguan. Proteksi back-up bekerja sesuai urutan koordinasi saat rele utama gagal dan tidak ditemukan kurva tumpang-tindih.. Time grading sesuai standar IEEE 242-1986, yaitu 0,2-0,4detik. Penelitian ini memberikan koordinasi proteksi lebih baik daripada  existing dengan time grading sesuai standar IEEE 242-1986. Hasilnya adalah peningkatan keandalan pada jaringan distribusi daya pemakaian sendiri di Unit Pembangkitan Tambak Lorok Blok I Semarang. Kata Kunci : distribusi, gangguan, rele OCR, proteksi  Abstract Electrical power system consists of generation, transmission and distribution. At generation unit, there is a self power distributed network which always needs electrical power supply and expected not to be failure due to the faults. However, at self power distributed network there are possibilities of misscoordination OCR due to unappropriate time-grading that makes a decline reability. This final-assignment will investigate the OCRsetting at self power distributed network in Unit Pembangkitan Tambak Lorok Blok I Semarang by using ETAP7.5.0 to determine current-setting and TMS of each OCR. Based on existing-condition, the closest OCR was not tripped when there was a fault. This condition was incorrect coordination in protection. The time grading of several OCRs were lessthan 0.2s and morethan 0.4s. It was found overlapping curves among OCRs. After resetting, the closest OCR tripped when a fault occurs. The back-up protection was also in correct coordination. The time-grading was adjusted in accordance with IEEE242-1986standard, where the range of time grading was 0.2-0.4s. No overlap curves were found in coordination. This research gives a better OCRs coordination than existing condition and an appropriate time grading in according to IEEE242-1986 an increase the self power distributed network in Tambak Lorok Blok I Semarang reliability. Keyword: distribution, fault, Overcurrent Relay (OCR), protection
PEMODELAN DAN SIMULASI JARINGAN BACKBONE METRO ETHERNET KOTA SEMARANG TAHUN 2028 MENGGUNAKAN SIMULATOR RIVERBED MODELER 17.5 Khoiruman, Danur Ilham; Sukiswo, Sukiswo; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.643 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.4.971-977

Abstract

Metro Ethernet merupakan salah satu teknologi untuk memberikan solusi terintegrasi untuk layanan suara, data dan video dalam cakupan yang luas (perkotaan). Teknologi ini memiliki kecepatan transmisi data sebesar 10 Mbps - 100 Gbps. Suatu jaringan harus memiliki kualitas layanan dan kapasitas yang memadai baik dari segi kapasitas link, router dan performansi QoS (Quality of Service). Pada penelitian ini, dirancang jaringan metro ethernet dengan kapasitas sesuai kebutuhan masyarakat kota Semarang tahun 2028 dengan kualias layanan yang sesuai dengan standar PT. Telkom dan ITU-T. Pemodelan dan pembuatan simulasi rancangan jaringan menggunakan perangkat lunak Riverbed Modeler 17.5. Perbandingan protocol routing RIP dan OSPF dengan parameter waktu konvergensi dilakukan sebelum analisis QoS, dengan tujuan mendapatkan rekomendasi protocol routing yang terbaik. Analisis parameter QoS yang diukur meliputi round trip delay (RTD), jitter, packet loss, utilisasi dan volume trafik. Hasil perbandingan protocol routing menunjukkan bahwa protocol routing OSPF memiliki waktu konvergensi lebih cepat 2 kali lipat dari protokol RIP. Hasil analisis QoS menyatakan bahwa QoS semua link telah sesuai dengan standar yang ada, nilai terbesar untuk RTD adalah 1,265 ms, untuk jitter adalah 0,7331 ms, untuk packet loss ratio adalah 0,00019214 %, untuk utilisasi tertinggi yaitu 58,4%, dan volume trafik terbesar adalah 91.636 Mbps.

Page 64 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue