cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN BUCK CONVERTER SEBAGAI PENGATURAN LAJU KECEPATAN MOTOR DC PADA GERAK LONGITUDINAL DAN TRANSVERSAL PROTOTYPE OVERHEAD CRANE Anggiawan, Iqba; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.643 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.319-326

Abstract

Crane merupakan alat pendukung pada bidang industri, dalam penerapannya beban yang ditanggung oleh crane beragam, maka diperlukan sebuah sistem dalam mengatur kecepatan kerja crane untuk menyesuaikan jenis barang yang ditanggung. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan prototype overhead crane dengan penggerak motor DC magnet permanen CSD80A1-A yang di dioperasikan oleh buck converter. Pengaturan kecepatan putar motor DC magnet permanen sebagai penggerak  prototype overhead crane dilakukan dengan memvariasikan nilai duty cycle pada buck converter. Prototype overhead crane ini dilakukan pengujian dengan variasi tidak dibebani dan dibebani sebesar 5 kg. Berdasarkan hasil pengukuran buck converter, nilai output terendah terjadi pada gerakan forward transversal tidak dibebani dengan duty cycle 60% yang menghasilkan daya keluaran 7,74 watt, kecepatan putar 76,53 rpm, dan torsi 0,96 Nm. Nilai output tertinggi terjadi pada gerakan forward longitudinal dibebani 5 kg dengan duty cycle 90%, yang menghasilkan daya keluaran 24,79 watt, kecepatan putar 80,59 rpm, dan torsi 2,93 Nm.
SISTEM MANAJEMEN PEMELIHARAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) REMBANG SECARA ONLIN Rudiyanto, Dony Bagus; Isnanto, R. Rizal; Windarto, Djoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.202 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.289-295

Abstract

Abstrak Perkembangan peradaban manusia telah memacu peningkatan kebutuhan baik dalam jumlah, variasi jenis dan tingkat mutu. Perkembangan ini menimbulkan tantangan untuk dapat memenuhi keinginan tersebut dengan cara meningkatkan kemampuan menyediakan dan menghasilkan produk yang baik. Peningkatan kemampuan penyediaan atau produksi barang merupakan usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan secara efektif dan efisien. Dalam mencapai tujuan dan sasaran perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan cara-cara yang lebih baik, salah satunya dengan membangun sistem manajemen pemeliharaan secara online. Manajemen Pemeliharaan didefinisikan sebagai “Organisasi pemeliharaan yang sesuai dengan kebijaksanaan yang disetujui top manajemen”. Sistem ini dirancang menggunakan bahasa pemograman PHP dan MySQL. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan antara lain, Memiliki menu-menu yang dapat membantu pengguna dalam melakukan pengolahan data serta memberikan informasi mengenai manajemen pemeliharaan. Membantu pengguna untuk memantau dari jarak jauh asalkan terhubung ke jaringan. Hasil dari sistem manajemen pemeliharaan ini disajikan dalam bentuk data activity yang nantinya akan dilakukan evaluasi lebih lanjut. Kata Kunci : manajemen pemeliharaan, PLTU, PHP, MySQL  Abstract The development of human civilization has accelerated an increased requirement in number, variety type and quality level. This development poses a challenge to be able to fulfill this requirement by increasing the ability to provide and produce a good product.  Increased capacity of production of goods or the provision of an effort should be made by the company to meet the needs effectively and efficiently. In achieving the objectives and targets need to be an attempt to get a way better way, one of them by building a maintenance management system online. Maintenance Management is defined as "maintenance organizations in accordance with the policy approved top management". The system was designed using PHP programming language and MySQL database. From the research conducted it can be concluded, among others, Have menus that can help the user in performing data processing as well as provide information on maintenance management. Helps users to monitor remotely connected to the network as long. Results of the maintenance management system is presented in the form of data packages which will be evaluated further. Key words: Management maintenance,PLTU, PHP, MySQL
ANALISIS KERJA INVERTER SETENGAH JEMBATAN DENGAN RANGKAIAN RESONAN LC SERI Wibowo, Lutfi Lastiko; Facta, Mochammad; Nugroho, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.028 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.76-82

Abstract

Abstrak Rangkaian inverter adalah salah satu jenis konverter dalam rangkaian elektronika daya, yang berfungsi sebagai perubah tegangan dari AC ke DC. Dalam inverter konvensional, transformator di butuhkan untuk menaikkan tegangan hingga mencapai nilai yang diperlukan. Namun, transformator memiliki kelemahan yaitu rugi tembaga, rugi kopling, hysterisis, efek kulit dan Curren eddy. Untuk mengatasinya, dalam tugas akhir ini mengusulkan penggunaan rangkaian resonan LC seri untuk mengganti fungsi transformator dan menaikkan tegangan. Untuk mewujudkan tujuan di atas maka dirancang sebuah catu daya sebagai  inverter setengah jembatan frekuensi tinggi dengan resonan LC seri. Inverter setengah jembatan frekuensi tinggi menggunakan MOSFET yang dikendalikan oleh IC 4047. Tegangan AC dari jala-jala disearahkan menggunakan rangkaian penyearah jembatan penuh. Hasil penyearahan diubah menjadi tegangan AC frekuensi tinggi melalui inverter. Inverter akan menyuplai rangkaian resonan LC seri. Semakin tinggi tegangan yang didapatkan pada keluaran inverter dikarenakan faktor penguatan dalam rangkaian resonan LC seri. Rangkaian ini membutuhkan beban resistif murni untuk mengamati dalam hal kenaikan tegangan. Berdasarkan hasil pengujian, rangkaian inverter setengah jembatan dengan rangkaian resonan LC seri yang dapat menaikkan tegangan dari 18 Volt DC menjadi 272Volt AC dengan  frekuensi operasi 19,6 kHz. Efisiensi rata-rata inverter adalah 93,7%. Kata kunci:transformator, resonan LC seri, inverter setengah jembatan  Abstract Inverter circuit is one kind of converter in power electronics circuit, that function as voltage converter from AC to DC. In conventional inverter, transformer in needed to increase the voltage as it is required. However, transformer has several disadvantages i.e. losses due to copper, clutch, hysterisis, skin effect and eddy curren. To overcome, this final project propose the use of series LC resonan circuit to replace the transformer and step up the voltage. To realize, then power supply is designed as high frequency half bridge inverter with series LC resonant circuit. High frequency half bridge inverter uses MOSFET controlled by IC 4047. The AC voltage from the grid is rectified by full bridge rectifier circuit. The result of rectifier is converted into high frequency AC voltage through inverter. The inverter will supply the series LC resonant circuit. The higher voltage at inverter output is obtainned due to amplification factor inside LC resonan circuit. The circuit feeds pure resistive load to case observation of voltage gain. The result, half bridge inverter circuit with series LC resonant circuit can increase the voltage from 18 Volt DC to 272 Volt AC with 19,6 kHz operation frequency. The average efficiency of inverter is 93,7%. Keyword :transformator, series LC resonant, half bridge inverter
IDENTIFIKASI KERUSAKAN SARAF AUTONOMIK MELALUI CITRA IRIS MATA MENGGUNAKAN EKSTRAKSI CIRI ANALISIS KOMPONEN UTAMA (PCA) DAN JARINGAN SARAF TIRUAN PERAMBATAN BALIK Erizco Satya Wicaksono; Imam Santoso; Ajub Ajulian Zahra; R. Rizal Isnanto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.012 KB) | DOI: 10.14710/transient.v6i3.254-258

Abstract

Identifikasi penyakit dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya menggunakan pengamatan kondisi iris mata yang sedang berkembang dengan pesat di kalangan akademik dan industri. Berdasarkan ilmu iridologi pola tertentu pada citra iris mata dapat menunjukkan penyakit tertentu sehingga dalam hal ini dapat memanfaatkan pengolahan citra digital. Dalam penelitian ini, dibuat program identifikasi penyakit khususnya kerusakan saraf autonomik yang mengamati pola tertemtu pada iris mata menggunakan metode ekstraksi ciri analisis komponen utama dan metode klasifikasi jaringan saraf tiruan perambatan balik. Dalam penelitian ini digunakan 80 data yang berisi 40 citra iris mata normal dan 40 citra iris mata mengalami kerusakan saraf autonomik. Tujuan pembuatan penelitian ini guna mendapatkan hasil identifikasi yang cukup baik untuk mengenali kerusakan saraf autonomik, dan memberikan saran untuk pengembangan identifikasi kerusakan saraf autonomik agar semakin baik lagi. Berdasarkan hasil pengujian keseluruhan data dengan variasi komponen utama 25, 50, dan 100 dan jumlah lapisan tersembunyi 10 sampai 50 memiliki rata-rata tingkat akurasi keberhasilan pengenalan penyakit 62,88% dengan nilai tertinggi 83,33%, tingkat sensitivitas 55,56% dengan nilai tertinggi 100%, nilai spesifisitas 71,50% dengan nilai tertinggi 100%.
OPTIMASI KETINGGIAN ACCESS POINT PADA JARINGAN WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM Farich Novriana Sandy; Wahyul Amien Syafei; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.059 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i2.355-359

Abstract

Abstrak Wireless LAN memberikan alternatif baru dalam mengakses internet kecepatan tinggi tanpa bergantung pada jaringan kabel yang menyebabkan mobilitas user terbatas. User dapat terhubung dalam jaringan untuk mengakses dan mengirim data serta melakukan koneksi ke internet tanpa menggunakan media kabel. Untuk memperluas jangkauan sinyal yang dihasilkan Access Point (AP) tanpa menggunakan kabel, dibutuhkan sebuah Wireless Distribution System (WDS) yang mampu mendistribusikan sinyal dari  satu AP ke AP yang lain. Salah satu permasalahan dalam WDS adalah penempatan posisi AP yang kurang optimal, oleh karena itu diperlukan optimasi ketinggian AP dengan mengukur kualitas layanan data agar diperoleh analisa teoritis sebelum mengimplementasikan AP. Pada penelitian ini kualitas layanan data yang diukur adalah throughput dan delay. Perancangan meliputi konfigurasi WDS dan FTP server. Pengujian dilakukan di dalam ruangan (Laboratorium KPS) dan luar ruangan (Lapangan dan Selasar) dengan variasi ketinggian AP 0,75 meter, 2 meter, 3,5 meter dan 4 meter. Ketinggian optimal AP di dalam ruangan yaitu pada ketinggian 2 meter dengan throughput rata-rata sebesar 169,08 Bps, sedangkan posisi optimal AP di luar ruangan yaitu pada ketinggian 0,75 meter dengan throughput 676,03 Bps di Lapangan Basket dan pada ketinggian 2 meter di Selasar dengan throughput rata-rata 703,7 Bps. Kata kunci : Wireless Distribution System, tinggi optimal, QoS.  Abstract Wireless LAN provides a new alternative to high-speed internet access without relying on network cables that lead to limited user mobility. Users can connect to the network to access and transmit data, and connect to the internet without using a cable. To extend the range of the signal generated by Access Point (AP) without using a cable, it takes a Wireless Distribution System (WDS) that is able to distribute the signal from one AP to another AP. One of problem in WDS is positoning AP less than optimal, therefore the necessary optimization AP height by measuring the quality of data services in order to obtain a theoretical analysis before implementing the AP. In this research, the quality of data services that measured are throughput and delay. The design includes the configuration of the WDS and the FTP server. Tests conducted indoor (KPS Laboratory) and outdoor (land and selasar) with a height variation AP 0.75 mters, 2 meters, 3.5 meters and 4 meters. Optimal AP in the room is 2 meters height with average throughput 169.08 Bps, while the optimal altitude AP outdoors are at a height of 0.75 meters to 676.03 Bps throughput in Basketball and 2 meters height with average throughput 703,7 Bps in Selasar. Keywords : Wireless Distribution System, high-optimal, QoS.
PENGENDALIAN SUHU MENGGUNAKAN KONTROLER PID PADA PROTOTIPE MESIN PENGERING FLUIDISASI GABAH Laksmita, Aurelia Ketawang Tunjung; Andromeda, Trias; Triwiyatno, Aris
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.123 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.500-507

Abstract

Alat pengering tipe fluidisasi Laboratorium Proses Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro menggunakan metode on-off sebagai kontroler suhu. Kontroler on-off memiliki kelemahan yaitu respon sistem yang kurang bagus sehingga sistem memiliki error yang besar. Alat pengering tipe fluidisasi Laboratorium Proses Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro memiliki error pengaturan suhu hingga ± 2° Celsius. Pada penelitian ini, digunakan metode PID pada sistem pengendalian suhu mesin pengering fluidisasi. Sensor thermocouple tipe K digunakan sebagai pengukur suhu udara dan hasil pengukuran dioperasikan menggunakan modul MAX6675. Keypad 3x4 digunakan sebagai masukan untuk memerikan nilai referensi dan tampilan pengendalian ditampilkan pada display LCD 16x2. Mikrokontroler ATMega16 digunakan sebagai pengendali pusat, di mana kontrol PID digunakan sebagai metode pengendalian. Pengujian dilakukan pada simulator sederhana dengan setrika sebagai elemen pemanas dan kipas sebagai penyebar panas. Metoda penalaan Ziegler-Nichols 1 menghasilkan parameter Kp = 14,9, Ti = 188  dan Td = 47. Pengujian dilakukan dengan nilai referensi tetap 40°C, dinaikkan dari 40°C ke 42°C, diturunkan dari 40°C ke 35°C, dan diberi gangguan. Ketika diberi gangguan, sistem dapat mengendalikan tanggapan keluaran hingga mencapai nilai stabil. Unjuk kerja pengendalian suhu pada simulator pengering gabah menunjukkan hasil yang baik yaitu deviasi pengendalian suhu menurun dari ± 2° C menjadi ±0,60°C.
MINIATUR 2 LIFT 5 LANTAI MENGGUNAKAN KONTROLLER 2 PLC OMRON CPM1A DENGAN ONE TO ONE PC LINK CONNECTION MENGGUNAKAN KABEL RS232 Handoko, Sucron; Triwiyatno, Aris; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.79 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.3.446-453

Abstract

Abstrak Pada era sekarang, teknologi semakin berkembang, tidak terkecuali pada bidang transportasi. Lift merupakan salah satu transportasi yang memiliki arah pergerakan secara tegak. Salah satu permasalahan yang muncul pada lift adalah pembagian tugas  ketika terdapat 2 lift yang bersebelahan dan saling bekerjasama dalam mengantarkan penumpang. Pada Tugas Akhir ini dilakukan perancangan miniatur 2 lift 5 lantai menggunakan kontroller 2 PLC Omron CPM1A yang dikomunikasikan dengan One to One PC Link Connection menggunakan kabel RS 232. Salah satu PLC digunakan sebagai PLC Master dan PLC yang lain sebagai PLC Slave. Masing-masing lift dikontrol oleh satu PLC sedangkan pembagian tugas diatur oleh PLC Master. Masukan pada PLC adalah sensor mekanis yang berupa limit switch dan push button sebagai sensor-sensor pada lift. Sedangkan keluaran pada PLC adalah relay dan LED yang berfungsi sebagai pengontrol  aktuator dan sebagai indikator pada lift. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa plant miniatur 2 lift 5 lantai ini dapat dikontrol menggunakan 2 PLC Omron CPM1A yang dikomunikasikan dengan one to one PC link connection menggunakan kabel RS 232. Pembagian tugas pada miniatur 2 lift 5 lantai yang bersebelahan dengan push button naik/turun di  setiap lantai dapat dilakukan berdasarkan letak kedua lift, kondisi kedua lift sedang naik atau turun, serta jumlah tugas pada setiap lift. Kata kunci: Lift, PLC Omron CPM1A, One to One PC Link Connection  Abstract Recently, technology has been advanced, including the transportation field. Elevator is one of the vertical transportation. The synchronous of two elevator that placed side by side is one problem of elevator system so it can work together to carry the  passengers . This final project purpose is to design a 2 elevators 5 floors miniature using 2 PLC Omron CPM1A controller  which communicated with One to One PC Link Connection using RS 232 cable. One PLC used as a Master PLC and the other PLC as Slave PLC. Each elevator is controlled by the one PLC while the division of tasks set by the Master PLC. Input of the PLC is in the form of a mechanical sensor limit switch and push button as the sensors on the elevator. While the output of PLC is relays and LEDs that used as actuator controllers and  as an indicator of the elevator. From the tests, 2 elevators 5 floors miniature plant can be controlled using 2 PLC Omron CPM1A  communicated with one-to-one PC link connection using RS 232 cable. The  2  elevators 5 floors miniature plant that placed side by side with up and down push button in each floor can be synchronized by the position of 2 elevators, the condition of 2 elevators (up or down), and the task of each elevator. Keywords: Elevator, PLC Omron CPM1A, One to One PC Link Connection
PERANCANGAN KENDALI MODEL SISTEM PENGANGKUTAN DAN PENYIMPANAN MATERIAL DARI ALAT MULTIMIXER PADA PROSES BLOWING DI PT. APAC INTI CORPORA BERBASIS PLC OMRON CPM1A Purusha, Yulius Krisna Deva; Sumardi, Sumardi; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.351 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.2.149-156

Abstract

Teknologi memiliki peran yang penting pada perkembangan di bidang industri. Salah satunya adalah teknologi otomasi yang dapat meningkatkan kualitas hasil produksi secara cepat dan efisien. PT. Apac Inti Corpora. merupakan salah satu industri garmen di Indonesia yang menggunakan teknologi otomasi. Namun teknologi otomasi pada bagian multimixer pada proses blowing masih menggunakan metode konvensional. Pada tugas akhir ini dibuat sistem kendali model pengangkutan dan penyimpanan material alat multimixer pada proses blowing. Digunakan PLC untuk mengontrol sistem dari proses pengangkutan dan penyimpanan material hingga sistem keamanannya. HMI dibuat untuk memudahkan proses monitoring dan database. Model sistem penyimpanan dan pengangkutan material multimixer sudah dibuat dengan PLC sebagai media pengontrolan dan HMI yang memiliki fungsi control, monitoring, dan record data. Tegangan rata-rata sensor photodioda-laser adalah 22,8 V saat terhalang dan 0,09 V saat tidak terhalang.  Komunikasi HMI dan PLC terdapat delay sebesar 2,56 detik. Seluruh alarm yang ditunjukkan HMI dalam 3 kali percobaan tidak mengalami eror. Hasil pengujian penyimpanan dengan menggunakan program mempunyai eror sebesar 20% dibandingkan dengan hasil pengisian manual secara penuh sesuai dengan kemampuan  penyimpanan multimixer.
APLIKASI ALGORITMA HASH DALAM PENGACAKAN PERTEMUAN DAN PERTARUNGAN DINAMIS PADA PERANGKAT LUNAK PERMAINAN DENGAN SISTEM OPERASI ANDROID Yogatama, Chandra; Isnanto, R. Rizal; Triwiyanto, Aris
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.982 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.3.301-308

Abstract

Abstrak Permainan bisa digolongkan menjadi 2, yakni Online dan Offline. Permainan Offline memiliki sebuah kendala, yakni tidak adanya unsur persaingan antara pemain yang satu dan lainnya. Hal ini bisa diabaikan apabila persaingan antara pemain dan permainan itu sendiri bisa terjadi. Persaingan akan terjadi apabila setiap pihak memiliki kesempatan yang sama untuk menang. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan kemungkinan acak. Penelitian ini menawarkan sebuah sistem permainan yang menggunakan MD5 sebagai PRNG dengan masukan berupa alamat MAC dan tanggal. Hasil keluarannya kemudian digunakan untuk menentukan musuh dan serangan yang digunakan musuh. Perangkat lunak yang dibuat kemudian diujikan dengan melakukan variasi alamat MAC dan tanggal. Perangkat lunak yang dibuat juga diujikan kepada responden untuk didapatkan pendapat pengguna. Perangkat lunak yang dihasilkan menunjukkan bahwa MD5 dari alamat MAC, tanggal, dan detik dapat menghasilkan keluaran acak yang bisa digunakan sebagai PRNG. Sifat permainan yang menggunakan alamat MAC dan kemampuan perangkat Android untuk menjadi Hotspot memungkinkan perangkat yang satu dan lainnya untuk berbagi set musuh. Permainan bisa digunakan pada sembarang Hotspot baik umum maupun khusus dengan syarat bisa tersambung. Jumlah maksimal keluaran MD5 yang digunakan sama dengan jumlah maksimal daya tampung dari tipe data integer. Dari hasil uji coba yang dilakukan pada 20 responden, 45% responden merasa sudah puas, 15% responden merasa tidak puas, dan sisanya menjawab tidak tahu. Kata Kunci : PRNG, MD5, keacakan, permainan. Abstract Games can be divided into 2 kind, Online games and Offline games. Offline games has a major problem, there is no competition among players. This problem can be avoided when games able to become competitive opponent for player. A competition will be happened if both side has same chance to win. We can use randomization to create that condition. This research offer a System of gaming That uses MD5 as a PRNG with MAC address and date as the input. The output of the system will define enemy encountered by player and its attack. Created software will be tested on multiple MAC address and date. We will need player thought of the system by testing the created game on multiple respondent. The created software shows that the MD5 output of MAC address and date is a PRNG. The game behavior that uses MAC address and the ability of android to be used as Hotspot able to give the game an enemy sharing feature. Created game is able to be used on public and private Hotspot as long as we able to connecting our device to the Hotspot. Maximum value of the output of MD5 which is used for the game is as many as the maximum value of Integer data type. From the test of the created games on 20 respondent shows that 45% respondent did enjoys the game, 15% didn’t enjoys the game, and the other didn’t know. Keywords: PRNG, MD5, random, games.
IMPLEMENTASI MIMO DECODER BERBASIS METODE NON-LINEAR UNTUK MENINGKATKAN KINERJA WLAN 802.11ac Zuhrotul Maulida; Wahyul Amien Syafei; Imam Santoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.574 KB) | DOI: 10.14710/transient.v6i3.496-502

Abstract

Kebutuhan sistem komunikasi nirkabel yang mendukung laju data dan kinerja yang semakin tinggi mendorong perkembangan teknologi WLAN. Teknologi ini mengerucut pada penggunaan teknologi terkini, yaitu MIMO-OFDM. Implementasi OFDM pada perkembangan WLAN dimulai sejak IEEE 802.11a, hingga saat ini mencapai 900 Mbps pada IEEE 802.11ac. Dengan penggunaan kanal yang sama  untuk beberapa data pada setiap antenna, dibutuhkan teknik khusus untuk mendapatkan kembali informasi yang dikirim. Dua teknik yang umum digunakan adalah berbasis metode linear, yaitu ZF dan MMSE. Keduanya memiliki kompleksitas yang rendah, tetapi kinerjanya juga rendah. Teknik yang dikenal optimal adalah berbasis non-linear, yaitu MLD. Teknik ini memiliki kinerja paling baik tetapi tingkat kompleksitasnya tinggi. Untuk menengahi kedua metode tersebut, dikembangkanlah metode non-linear yang sub-optimal, seperti K-Best, Trellis, dan Sphere Detection. Ketiga metode ini memiliki kompleksitas yang rendah dan menghasilkan kinerja yang baik. Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi dan analisa terhadap kinerja MIMO Decoder yang berbasis metode non-linear, yaitu K-Best, Trellis, dan Sphere Detection. Simulasi dilakukan pada MCS 5, 6, dan 7 dengan konfigurasi 6x6 dan 40 MHz bandwidth. Konfigurasi ini akan menghasilkan laju data sebesar 720 Mbps, 810 Mbps, dan 900 Mbps.

Page 63 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue