cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
ESTIMASI PERBAIKAN NILAI SNR (SIGNAL TO NOISE RATIO) PADA PROSES DENOISING MENGGUNAKAN METODE WAVELET TERHADAP SUATU SINYAL BERDERAU Simangunsong, David Sebastyan; Zahra, Ajub Ajulian; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.396 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.4.895-899

Abstract

Abstrak SNR ( Signal to Noise Ratio) adalah perbandingan antara sinyal informasi dengan derau yang terdapat pada sebuah media transmisi. Semakin tinggi nilai SNR semakin baik kualitas sinyal informasi yang melewati media. Dalam penelitian SNR diukur dengan membandingkan energi sinyal berderau dan sinyal hasil denoising, dimana masing-masing sinyal dibandingkan dengan energi dari sinyal informasi. Sinyal hasil denoising didapat dengan metode Wavelet melalui proses pemisahan komponen sinyal derau dan threshold pada hasil iterasi. Selanjutnya proses pembangunan ulang sinyal untuk mendapatkan bentuk sinyal yang lebih baik dari sinyal berderau lalu dibandingkan terhadap sinyal informasi untuk dicari nilai SNR masing-masing sinyal. Terakhir melakukan operasi selisih SNR untuk mendapatkan nilai perbaikan SNR. Dari perhitungan yang dilakukan, didapat hasil perbaikan SNR Metode Wavelet Daubechies4 2 level dekomposisi dan Coiflet1 3 level dekomposisi mengalami perubahan yang signifikan terhadap perubahan nilai gain yang diberikan pada derau. Sedangkan  pada percobaan perubahan amplitudo dari nilai 1 sampai 50,  Metode Wavelet  Daubechies4 2 level dekomposisi dan Coiflet1 3 level dekomposisi mengalami penurunan masing-masing dari 7.3276 menjadi 3.6553 dan 9.3148 menjadi 4.7879 merupakan penurunan terbesar yang dialami pada jenis  Wavelet yang diuji. Kata Kunci : Metode Wavelet ,SNR, DWT,  perbaikan SNR , threshold, Daubechies, Coiflet.  Abstract SNR ( Signal to Noise Ratio) is a comparison between information signal and noise collide in a transmisssion medium. The higher value of SNR, the better quality an information signal would be when transmitted. For this research, SNR is estimated with comparing amount of energy between noisy signal and denoised signal, where both signal compared first with information signal. In order to define denoised signal, the noisy signal is passed into Wavelet Method (DWT) which create dividing operation between approximation and detail. In this operation noise determined and being thresholded after several iterations, then reconstruct using IDWT. The denoised signal is produced. Then compare the energy between both noisy and denoised signal by firstly compared the energy each of them to energy of information signal. The result then become the SNR of noisy signal to information minus denoised signal to information which is called SNR Improvement. From measurements, SNR improvement with DWT Daubechies4 3 level decomposition and Coiflet1 3 level decomposition providing significant value from gain changing from 0.001 to 1. Whereas from amplitude experiment, both DWT show drastic changes in value that keep going down where each of them is from 7.3276 to 3.6553 and  9.3148 to 4.7879.     Keywords : Wavelet Method, SNR, DWT,  SNR Improvement , threshold, Daubechies, Coiflet.
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE SEPIC YANG DIOPERASIKAN UNTUK PENCARIAN TITIK DAYA MAKSIMUM PANEL SURYA BERBASIS METODE PERTURBATION AND OBSERVATION (P&O) Zainal, Ahmad Rizky; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.705 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.1.60-67

Abstract

Panel surya biasanya dapat dihubungkan langsung dengan beban tanpa konverter. Hal ini mengakibatkan beban menerima tegangan yang tidak sesuai dengan tegangan kerja yang dibutuhkan. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan menggunakan konverter arus searah yang dapat menaikkan dan menurunkan level tegangan sesuai dengan kebutuhan beban sebagaimana terdapat pada Penelitian ini. Konverter arus searah pada MPPT berfungsi sebagai konverter untuk mengubah tegangan yang dibangkitkan panel surya ke level tegangan yang dibutuhkan beban dengan memodulasi duty cycle pada konverter. Sepic konverter adalah salah satu tipe dari konverter arus searah yang dapat menaikkan dan menurunkan tegangan dengan polaritas tegangan yang sama. Pada Penelitian ini dilakukan perancangan konverter arus searah tipe sepic yang dioperasikan untuk pencarian titik daya maksimum panel surya berbasis metode P&O. Pengujian sistem menunjukkan bahwa konverter arus searah tipe sepic yang dirancang mampu mencari titik daya maksimum ketika terjadi perubahan irradiasi. Daya maksimum yang dihasilkan oleh panel surya dengan MPPT adalah 4,6 watt untuk irradiasi 1060 W/m2, 3,9 watt untuk irradiasi 950 W/m2, 3,6 watt untuk irradiasi 850 W/m2, 2,6 watt untuk irradiasi 650 W/m2, dan 1,6 watt untuk irradiasi 400 W/m2.
KINERJA DC – DC CONVERTER DENGAN RANGKAIAN RESONANSI FREKUENSI TINGGI CLC Heriawan, Nugraha Luis; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.261 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.106-113

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi mengharapkan topologi rangkaian yang lebih sederhana, namun tidak mengesampingkan nilai efisiensi. Banyak penelitian menunjukkan dengan memanfaatkan frekuensi tinggi, nilai induktor (L) dan kapasitor (C) yang digunakan dapat dikurangi, sehingga volume induktor dan kapasitor dapat diperkecil.  Nilai L dan C yang semakin kecil, membuat topologi rangkaian bisa menjadi lebih sederhana secara ukuran dan biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh nilai tersebut juga bisa semakin ditekan. Salah satu metode bisa digunakan  untuk memperoleh topologi rangkaian yang lebih sederhana adalah menggunakan metode resonan konverter. Konverter resonansi beban dapat diklasifikasikan menjadi resonansi beban seri, dan resonansi beban paralel.  Penelitian ini menggunakan topologi DC – DC converter dengan rangkaian resonansi CLC, yakni menggabungkan rangkaian resonan beban seri dan beban paralel. Pengukuran nilai tegangan keluaran dilakukan dengan variasi frekuensi pensaklaran, variasi jenis induktor, dan jenis lilitan induktor. Dari hasil pengujian dan analisis  yang telah dilakukan pada topologi resonansi CLC, konverter hanya mampu bertindak sebagai penurun tegangan. Hasil pengukuran menunjukan bahwa tegangan keluaran maksimal yang dapat dicapai oleh konverter sebesar 9,07 Volt DC dengan tegangan masukan 12 Volt DC, pada frekuensi pensaklaran 70 KHz. Rata-rata tegangan keluaran terbesar dicapai pada variasi induktor L4 ( inti batang ferit 3 kawat ). Kata kunci: Penguat tegangan, resonansi CLC,variasi induktor.  Abstract The development of technologies expect simpler circuit topology, on the other hand it does not rule out the value of efficiency. Many studies showed by utilizing high frequency, the value of the inductor (L) and capacitor (C) can be reduced, so the volume of inductors and capacitors can be minimized. By getting smaller of L and C values, both cost and size of the circuit topology can be simpler. Futhermore,  those values can be suppressed as well. One method that can be used to obtain simpler circuit topology is using resonant converters. Load resonance converter topology can be classified : series resonance load, parallel resonance load. On this research use DC-DC converter with CLC resonance circuit, which combines the circuit of series and parallel resonance load. The output voltage is measured by switching frequency variation, variation in type of inductor, and type of the inductor coil. According to  the results of the testing and analysis performed on CLC resonanct topology, the converter is only capable to act as a voltage minimizer. The measurement results showed that the maximum output voltage can be achieved by the DC converter at 9.07 Volts with input voltage of 12 Volts DC, switching frequency at 70 KHz. The largest average of output voltage is on L4 (3 ferrite rod core wire). Keywords: amplifier voltage, CLC resonant , variations inductor.
PROTOTYPE ALAT PENGOLAH LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI DAN OZONISASI Ridho, Muhammad Alvin; Bagaskoro, Bimo; Al Komar, Ro’ad Baladi; Yulfarida, Monica; Safitri, Wirda Nabilla
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.581 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.345-349

Abstract

Elektrokoagulasi merupakan proses koagulasi kontinyu menggunakan arus listrik searah sedangkan ozonasi merupakan salah satu proses desinfeksi dengan menggunakan ozon. Pengolahan limbah tekstil dapat dilakukan dengan berbagai proses seperti menambahkan koagulan, melakukan proses elekrolisis atau dengan ozonasi. Penelitian yang dilakukan bertujuan dalam mengetahui efektivitas pengolahan air limbah tekstil dengan menggunakan elektrokoagulasi, ozonasi atau dengan menggabungkan kedua proses tersebut. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan air limbah tekstil yang di uji coba dengan variabel bebas yaitu, metode elektrokoagulasi, metode ozonasi, dan kombinasi. Sampel dianalisis pada rentang waktu 0 menit, 45 menit, 60 menit dan 120 menit. Analisa mengacu pada SNI 06-6989.15-2-2004, SNI 06-6989.72-2009 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 untuk parameter COD dan BOD. SK SNI M-03-1989-F untuk parameter TSS. Hasil analisa menunjukkan dengan menggunakan metode elektrokoagulasi setelah 2 jam efesiensi  pengolahan mencapai , pada metode ozonasi mencapai dan pada metode kombinasi mencapai . Melalui penelitian yang telah dilakukan metode kombinasi memeliki efesiensi yang tinggi dalam mengolah limbah tekstil.
SISTEM STABILISATOR SHOOTING POINT KAMERA PADA GIMBAL 3 AXIS DENGAN METODE FUZZY Vamiko, Alfrian Dwi; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.03 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.225-233

Abstract

Abstrak Gimbal merupakan salah satu perangkat sinematografi yang digunakan untuk menjaga posisi kamera agar kamera dapat mengambil gambar dengan baik pada suatu sudut pandang tertentu. Pada tugas akhir ini, dibuat sebuah gimbal dengan sensor IMU untuk mengetahui sudut kemiringan gimbal, kendali fuzzy sebagai pengendali otomatis, dan tiga buah motor servo sebagai aktuator. Sensor IMU digunakan terdiri dari sebuah gyroscope 3 axis dan accelerometer 3 axis. Pengukuran kemiringan pada accelerometer menggunakan metode direct cosine matriks. Untuk meredam  gangguan pada sensor, digunakan filter digital complementary filter dan filter moving average. Metode kendali yang ditanamkan pada sistem terdiri dari 3 sistem fuzzy dengan metode mamdani untuk menangani sudut pan dan tilt. Sudut tilt terdiri dari pitch dan roll. Aktuator dipasang pada 3 titik gimbal, titik-titik aktuator tersebut apabila ditarik garis lurus akan berpotongan pada sebuat titik dimana kamera akan diletakkan. Hasil pengukuran menunjukkan sistem cukup stabil dengan waktu respon 720 milidetik pada tilt,580 milidetik pada roll, dan 440 milidetik pada pan. Filter digital yang digunakan dapat mengurangi gangguan pada sensor. Kata Kunci : Gimbal, IMU, Fuzzy, Direct Cosine Matriks.  Abstract Gimbals represent one of cinematography peripheral used to take care camera position so that camera can take picture better at one particular certain viewpoint. This final project, made a gimbals with IMU censor to know inclination angle of gimbals, fuzzy controller as automatic controller, and three motor of servo as aktuator. IMU censor consist of a 3 axis gyroscope and 3 axis accelerometer. To measurement inclination angle of accelerometer, use direct matrix cosine method. To weaken censor noise, used digital filter complementary filter and average moving filter. Control method which embed in system consist of 3 fuzzy control with mamdani method to handle error angle of pan and tilt. angle of Tilt consist of and pitch of roll. Aktuator attached by 3 points gimbals, that points of aktuator is pulled by straight line will be proportioned at a point where camera will be put down. The result of measurement show system stabilize enough with 720 milisecond time respon  at tilt, 580 milisecond at roll, and 440 milidetik at pan. Digital Filter which used can lessen censor error. Keywords: Gimbal, IMU, Fuzzy, Direct Cosine Matriks.
PERANCANGAN RANGKAIAN H-BRIDGE CHOPPER UNTUK SIMULASI KENDARAAN LISTRIK DENGAN PEMICUAN PWM ANALOG DAN DIGITAL Wibowo, Meicky Ari; Warsito, Agung; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.058 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.4.1046-1052

Abstract

Konverter DC-DC atau DC Chopper adalah aplikasi dari rangkaian elektronika daya. Salah satu tipe dari DC Chopper yaitu H-Bridge Chopper. H-Bridge Chopper dapat di aplikasikan pada kendaraan listrik karena dapat bekerja secara bidirectional pada arus maupun tegangan kerjanya. Kendaraan listrik membutuhkan rangkaian kendali (controller) yang digunakan untuk mengontrol kecepatan kendaraan listrik. Pada penelitian tugas akhir ini telah dirancang konverter DC-DC untuk simulasi kendaraan listrik bertopologi H-Bridge Chopper menggunakan controller pembangkitan PWM analog dan digital. Penelitian ini membahas mengenai kuadran kerja dari H-Bridge Chopper dan membahas metode pembangkitan sinyal pemicuan PWM menggunakan controller analog dengan berbasis IC TL 494 dan controller digital dengan berbasis mikrokontroler ATmega8535. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan kontrol PWM digital dengan duty cycle maksimal 80% di dapatkan efisiensi sebesar 89,67% pada mode forward motoring dan saat mode reverse motoring dengan hasil 79,41% serta dapat menghasilkan tegangan charging sebesar 9,12 V. Pada pengujian menggunakan kontrol PWM analog dengan duty cycle maksimal 80% didapatkan efisiensi sebesar 87,49% pada mode forward motoring, 80,5% pada mode reverse motoring serta dapat menghasilkan tegangan charging sebesar 9,07 V.
PERANCANGAN DAN ANALISIS EKONOMI TEKNIK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SISTEM OFFGRID MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK HOMER DI KAWASAN WISATA PANTAI PULAU CEMARA Bagaskoro, Bimo; Windarta, Jaka; Denis, Denis
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.877 KB) | DOI: 10.14710/transient.8.2.152-157

Abstract

Pulau Cemara merupakan kawasan wisata yang belum teraliri energi listrik, hal ini dikarenakan letak Pulau Cemara yang jauh dari daratan sehingga PLN tidak dapat menjangkau tempat ini. Hal ini menjadi kendala bagi warga setempat, sehingga mengakibatkan tidak optimalnya aktivitas wisata pantai dan alam wilayah tersebut. Photovoltaic (PV) merupakan komponen berbentuk sel-sel yang dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik melalui efek photovoltaic. Dengan menggunakan PV, dapat dibangun sebuah pembangkit listrik tenaga surya yang akan menjadi solusi permasalahan di Pulau Cemara. Namun, dibutuhkan analisis secara teknis dan ekonomi dalam pembangunannya. Dari hasil perhitungan perancangan PLTS, didapat jumlah kapasitas panel surya sebesar 8x150Wp, solar charge controller sebesar 40A, baterai 4x100Ah, dan inverter 2000Watt. Dengan menggunakan Homer, dapat diketahui jumlah daya yang dihasilkan oleh panel surya sebesar 1746kWh/tahun. Dengan investasi awal sebesar $3745, pada skenario menggunakan bunga sebesar 6 %, didapat nilai NPC sebesar $6354 , nilai COE sebesar $1,06/kWh, dan BEP terjadi pada tahun ke-11. Sedangkan biaya yang perlu ditanggung oleh 11 pengelola Pulau Cemara adalah $3,76 per bulan. Pada skenario tanpa menggunakan bunga didapat nilai NPC sebesar $8848, nilai COE sebesar 0,755$/kWh dan BEP terjadi pada tahun ke-25. Sedangkan biaya yang perlu ditanggung oleh 11 pengelola adalah $2,68 per bulan.
PERHITUNGAN PEMBEBANAN PEMBANGKIT DI KOMPLEKS PLTU JABAR II SUKABUMI, JAWA BARAT DENGAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER DAN KURVA KAPABILITAS GENERATOR Ranisa, Ranisa; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.852 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.3.763-770

Abstract

Abstrak Dalam menjalankan bisnis utamanya sebagai salah satu bagian dari perusahaan listrik Negara, PT Indonesia Power mempunyai tanggung jawab atas ketersediaan listrik di Indonesia. PT indonesia Power berupaya menghasilkan tenaga listrik yang handal dan bermutu. PT Indonesia Power memiliki beberapa unit pembangkit yang salah satunya adalah PLTU JABAR II yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat. PLTU JABAR II merupakan unit pembangkit listrik tenaga uap dengan tiga unit generator pembangkit yang berkapasitas 3×350 MW. Tugas akhir ini memaparkan tentang pembagian ekonomis daya aktif pada setiap unit pembangkit  yang  berada  di PLTU JABAR II untuk  mencapai  kondisi  operasi  yang  optimal dan ekonomis serta perhitungan batas daya reaktif sesuai kurva kapabilitas milik generator. Perhitungan pembagian beban ekonomis pembangkit listrik menggunakan metode Lagrange Multiplier yang disimulasikan dengan perangkat lunak MATLAB 7.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat pembebanan 350 MW, Generator Unit 2 memiliki biaya pembangkitan paling murah dengan total biaya pembangkitan  sebesar  USD 10.807/jam dan saat dua dari tiga generator diaktifkan, kombinasi pengoperasian Unit 2 dan Unit 3 merupakan kombinasi pengoperasian generator paling murah dengan biaya saat pembangkitan daya 700 MW adalah sebesar USD 21.999/jam. Kurva kapabilitas hasil simulasi sudah sangat mendekati kurva kapabilitas asli milik Generator di PLTU JABAR II. Kata kunci: Pembangkit, Lagrange Multiplier, Optimasi, Kurva Kapabilitas Abstract In running the main business as one part of  National electrical  company, PT Indonesia Power has responsibility to fullfil electrical energy availability. PT Indonesia Power attemps to produce electrical energy which is reliable and quality-proved. PT Indonesia Power has several power plants, one of them is JABAR II coal fired power plant located in Sukabumi, West Java. JABAR II coal fired power plant is a steam power plant with three generating units that has capacity of 3×350MW. This final assignment explains distribution of active load each of generating unit to reach an optimal and economic operation, this assignment also explains about reactive power limits calculation based provided capability curve of Generator in PLTU JABAR II. The calculation of economic dispatch use Lagrange Multiplier method which is simulated in Matlab 7.6. The result of this final assignment shows that with 350 MW load, Generator Unit 2 is the generator with cheapest fuel cost at total of USD 10.807/hour and when two of three generators are activated, the combination  Unit 2 and Unit 3 are the cheapest generator combined operation that has total fuel cost of USD 21.999/hour at 700 MW generating load. The capability curve from simulation result is already very close to the original capability curve of Generator in PLTU JABAR II. Keywords: Power Plant, Lagrange Multiplier, Optimization, Capability Curve.
PERANCANGAN KENDALI LAJU ALIRAN HIDROGEN DAN OKSIGEN PADA SIMULATOR SOLID OXIDE FUEL CELL MENGGUNAKAN METODE KONTROL LOGIKA FUZZY Kurniahadi, Andra; Sudjadi, Sudjadi; Darjat, Darjat
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.296 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.432-441

Abstract

Solid Oxide Fuel Cell (SOFC) adalah sel elektrokimia yang mengkonversi energi kimia menjadi energi listrik dengan cara mengoksidasi bahan bakarnya. SOFC mempunyai efisiensi yang tinggi dan sisa pembakaran yang bersih. Penilitian tentang SOFC semakin berkembang terutama dalam merancang kontroler yang tepat untuk mengatur tegangan keluaran karena sistem yang nonlinier, respon dinamis yang lambat dan batasan-batasan pengoperasian SOFC yang aman. Pada penelitian ini dirancang suatu simulator SOFC dengan kontroler laju aliran hidrogen dan oksigen. Perancangan simulator SOFC berdasarkan penelitian sebelumnya dan dirancang menggunakan komponen elektronika. Kontroler dirancang dengan menggunakan metode kontrol logika fuzzy Sugeno yang memiliki nilai tegas dalam penentuan sudut servo laju aliran H2 dan O2. Hasil pengujian diperoleh set point tegangan dapat dicapai yaitu rata-rata 334,73 volt dengan ∆tekanan H2-O2 rata-rata dibawah batas aman yang disarankan yaitu 3602 Pa. Kontroler dapat memperbaiki tegangan keluaran dari simulator SOFC saat diberikan gangguan, tetapi ∆tekanan H2-O2 melebihi batas aman 4000 Pa yang disarankan.
SISTEM INFORMASI POTENSI DAN ANALISA PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) DI INDONESIA MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN PHP Wicaksono, Purbo Adi; Somantri, Maman; Windarto, Djoko
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.711 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.380-388

Abstract

Abstrak Energi listrik telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup manusia. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan energi listrik pun semakin meningkat. Oleh karena itu dibutuhkan sumber energi alternatif lain yang mampu mencukupi semua aspek kehidupan manusia,seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang menggunakan tenaga air sebagai tenaga penggeraknya. Pada penelitian ini dibuat sistem informasi PLTMH untuk menganalisa studi kelayakan perencanaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Pada sistem ini dianalisa berdasarkan pada banyaknya debit air andalan, diambil salah satu pada perencanaan di sungai Logawa Kec. Kedungbanteng. Parameter yang digunakan untuk analisa adalah hasil perhitungan keluaran daya dan Pay Back Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit air sungai Logawa mampu membangkitkan daya minimal sebesar 728,13 kW. Energi listrik yang dapat dijual ke PT.PLN (Persero) sebesar 592 kWh. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh biaya investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di sungai Logawa sebesar Rp. 14.943.992.745,-. Pay Back Period (PBP) = 3,8 tahun. Hal ini berarti pembangkit listrik tenaga mikrohidro layak  untuk direalisasikan. Kata kunci: energi listrik, mikrohidro, pltmh, analisa studi kelayakan   Abstract Nowadays electricity become one of energy sources for human being. Along with the population increase, the needed to the electrical energy is also rise rapidly. Therefore alternative energy sources that can meet all human needed is required such as micro hydro power plant (PLTMH). PLTMH is one of alternative energy resources, which uses hydropower as its energy sources. In this research the information systems PLTMH was made, for planning feasibility studies to analyze micro hydro power plant. The analysis was based on the amount of water discharge in the Logawa River Kedungbanteng Sub-Distric. The parameters were used to measure the feasibility analysis were power output and Pay Back Period (PBP). The results of the research showed that water discharge in the Logawa River was able to generate a minimum energy of 728,13 kW. The electrical energy which could be sold to PT PLN (Persero) was 592 kWh. Based on the calculations, the cost of the investment required for the realization of a mini hydro power plant on the Logawa River was Rp. 14.943.992.745,- which Pay Back Period (PBP) = 3,8 years. It means the mini-hydro power plant is possible to be realized. Keywords: electrical energy, micro-hydro, pltmh, feasibility study analysis

Page 65 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue