Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,376 Documents
“Ini Duniaku...”
Liza Azizah;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.122 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7546
Autis merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai oleh adanya kelainan perkembangan seperti komunikasi, interaksi sosial, perilaku yang terbatas dan berulang yang muncul sebelum usia 3 tahun sehingga membuat orangtua khususnya pada seorang ibu membutuhkan penyesuaian sosial yang tersendiri. Penyesuaian sosial merupakan suatu proses dimana seorang individu berusaha untuk menempatkan dirinya sesuai dengan lingkungan sosial sehingga mengakibatkan terjadinya interaksi timbal balik antara dirinya dengan lingkungan maupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan memberikan gambaran tentang pengalaman pada ibu yang memiliki anak autis dalam melakukan penyesuaian sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 orang dengan karakteristik ibu yang memiliki anak autis tanpa disertai dengan gangguan penyertaan lainnya dan juga anak autisnya berumur tidak lebih dari 10 tahun. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa ibu dengan anak autis menerima kondisi anak yang kemudian membantu ibu dalam berinteraksi atau berespon secara adaptif terhadap lingkungan sosialnya. Faktor yang berperan dalam penyesuaian sosial pada ibu yang memiliki anak autis adalah keyakinan tentang masa depan anak, peran dan dukungan pasangan serta pemenuhan needs of love baik dari keluarga maupun dari pasangan, sedangkan untuk faktor penghambat penyesuaian sosial antara lain pandngan negatif dari masyarakat awam.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK ANGKATAN 2015 UNIVERSITAS DIPONEGORO
Basuki, Noviana Wahyu;
Indrawati, Endang Sri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.609 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15127
Sebagai mahasiswa tahun pertama, individu mengalami perubahan lingkungan dari lingkungan sekolah menuju lingkungan Perguruan Tinggi. Individu dituntut mampu memenuhi kebutuhannya namun harus tetap menyelaraskan dengan norma sosial di lingkungannya atau yang disebut sebagai penyesuaian sosial (social adjustment). Penyesuaian yang baik tidak dibentuk secara instan melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pengasuhan orangtua. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan penyesuaian sosial pada mahasiswa dan seberapa besar sumbangan efektifnya. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Subjek penelitian berjumlah 95 mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2015. Koefisien reliabilitas Skala Persepsi terhadap Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan sebesar 0,955 dan Skala Penyesuaian Sosial sebesar 0,877.Hasil analisis menggunakan analisis regresi linier sederhana, diperoleh koefisien korelasi 0,400 dengan p=0,000 (p<0,001). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya semakin positif persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan maka semakin tinggi penyesuaian sosial. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,160, artinya persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan pengaruh sebesar 16 % pada penyesuaian sosial.
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DEPARTEMEN TEKNIK PERENCANAAN WILAYAH KOTA DAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO
Upadianti, Luh Putu S.;
Indrawati, Endang Sri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.313 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21840
Kompleksnya permasalahan dunia kerja merupakan salah satu tantangan bagi mahasiswa tingkat akhir karena dapat memicu timbulnya kecemasan menghadapi dunia kerja. Mahasiswa dengan adversity intelligence yang tinggi memiliki keyakinan terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk menghadapi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity intelligence dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Departemen Teknik Perencanaan Wilayah Kota dan Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara adversity intelligence dengan kecemasan menghadapi dunia kerja mahasiswa tingkat akhir Departemen Teknik Perencanaan Wilayah Kota dan Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 225 orang dengan sampel penelitian sebanyak 151 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Adversity Intelligence (45 aitem, α= 0, 943) dan Skala Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja (40 aitem, α= 0,924). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi (rxy) = -0,587, dengan p = 0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara adversity intelligence dengan kecemasan menghadapi dunia kerja. Semakin tinggi adversity intelligence individu semakin rendah tingkat kecemasan yang dialaminya. Selain itu, adversity intelligence memberikan sumbangan efektif sebesar 34,5% terhadap kecemasan menghadapi dunia kerja. Kata Kunci: kecemasan menghadapi dunia kerja; adversity intelligence; mahasiswa tingkat akhir.Â
PERBEDAAN PENERIMAAN TEMAN SEBAYA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT
Edwina Renaganis Rosida;
Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.038 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13120
Penerimaan teman sebaya adalah penilaian individu bahwa dirinya diterima, didengar, diperhatikan, dihargai, serta dapat merasa aman dan nyaman saat bersama dengan teman-teman umur yang sama. Penerimaan teman sebaya ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perilaku yang ditampakkan oleh individu yang merupakan cerminan dari kepribadian. Kepribadian ini dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap ada atau tidaknya perbedaan penerimaan teman sebaya ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah 335 siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Boyolali dan SMP N 2 Boyolali. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kepribadian Ekstrovert (α = 0,803), Skala Kepribadian Introvert (α = 0,805), dan Skala Penerimaan Teman Sebaya (α = 0,946). Analisis data dilakukan dengan uji statistik independent sample t test menunjukkan tidak terdapat perbedaan penerimaan teman sebaya ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert (t = 0,747; p = 0,458).
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MATERNAL SELF-EFFICACY PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD)
Hidayati, Zulfa Kumala;
Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.221 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19724
Coleman dan Karraker (2000) mendefinisikan parenting self-efficacy sebagai penilaian diri orang tua terhadap kompetensinya dalam melakukan peran sebagai orang tua, atau persepsi orang tua mengenai kemampuan mereka secara positif mempengaruhi perilaku dan perkembangan anak mereka. Salah satu faktor yang mempengaruhi maternal self-efficacy adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial yang dirasakan individu, diperoleh dari orang-orang terdekat dengan maternal self-efficacy. Subjek penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak autism spectrum disorder (ASD). Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 46 orang. Pengumpulan data menggunakan dua skala model Likert yaitu Skala Maternal Self-Efficacy (38 aitem valid, α=.97) dan Skala Dukungan Sosial (40 aitem valid, α=.98) yang telah diujicobakan pada 31 ibu yang mempunyai anak autism spectrum disorder (ASD). Analisis hasil data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan parenting self-efficacy yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi rxy=.46 dengan p=.001 (p<.05). Dukungan sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 21% terhadap maternal self-efficacy.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TERHADAP AYAH DENGAN KECENDERUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA LAKI-LAKI PENGGUNA GAME ONLINE DI KABUPATEN GROBOGAN
Martaria Rizky Rinaldi;
Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.209 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7412
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan terhadap ayah dengan kecenderungan kecanduan game online pada remaja laki-laki pengguna game online di Kabupaten Grobogan.Subjek penelitian ini adalah remaja laki-laki pengguna game online di Kabupaten Grobogan. Sampel penelitian berjumlah 78 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala kecenderungan kecanduan game online (41 aitem valid dengan α=0,938) dan skala kelekatan terhadap ayah (38 aitem valid dengan α=0,908) yang telah diujicobakan pada 38 remaja laki-laki pengguna game online di Kabupaten Grobogan. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy=-0,513 dengan p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kelekatan terhadap ayah dengan kecenderungan kecanduan game online pada remaja laki-laki pengguna game online di Kabupaten Grobogan. Artinya, semakin tinggi kelekatan terhadap ayah maka semakin rendah kecenderungan kecanduan game online, sebaliknya semakin tendah kelekatan terhadap ayah maka semakin tinggi kecenderungan kecanduan game online. Kelekatan terhadap ayah memberikan sumbangan efektif sebesar 26,3% pada kecenderungan kecanduan game online dan sebesar 73,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN REGULASI EMOSI PADA PENYANDANG TUNADAKSA DI BALAI BESAR REHABILITASI BINA DAKSA (BBRSBD) PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA
Bertha Kristiyanti;
Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.977 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.24409
Regulasi emosi adalah kemampuan individu dalam memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi emosi untuk mencapai tujuan individu. Hardiness merupakan karakteristik kepribadian yang berhubungan dengan kemampuan individu dalam mengatasi stres.Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepribadian hardiness dengan regulasi emosi pada penyandang tunadaksa. Populasi dalam penelitian berjumlah 105 subjek dengan subjek penelitian berjumlah 44 subjek. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Hardiness (31 aitem; α= 0,926) dan Skala Regulasi Emosi (25 aitem; α= 0,876). Analisis data menggunakan regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kepribadian hardiness dengan regulasi emosi pada penyandang tunadaksa sebesar rxy=0,895 dengan p=0,000 (p<0,001). Keadaan ni menunjukkan semakin kuat kepribadian hardiness, maka semakin baik kemampuan regulasi emosinya. Begitu pula sebaliknya, semakin lemah kepribadian hardiness, maka semakin buruk pula kemampuan regulasi emosinya. Kepribadian hardiness memberikan sumbangan efektif sebesar 80,1% terhadap regulasi emosi pada penyandang tunadaksa.
JARAK SEBAGAI UJIAN CINTA: EKSPLORASI PENGALAMAN ISTRI YANG MENJALANI COMMUTER MARRIAGE DENGAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Puspita Dewi Widhistyasari;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.348 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.14945
Commuter marriage merupakan alternatif pola hidup pernikahan pada pasangan profesional yang tetap ingin menjaga kelangsungan hidup pernikahan dikarenakan perkembangan dunia pendidikan dan pekerjaan saat ini yang dipengaruhi oleh proses globalisasi. Subjek penelitian ini adalah tiga orang istri yang hidup berjauhan dari suami karena alasan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman yang diperoleh individu ketika menjalani commuter marriage guna mengetahui pengaruh jarak terhadap kehadiran cinta dalam pernikahan. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dipilih sebagai acuannya. Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang sistematis. Prosedur yang sistematis tersebut membuahkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, dan pemikiran subjek melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa menjalani commuter marriage memunculkan berbagai macam pengalaman yang berkaitan dengan perjalanan kehidupan pernikahan seorang individu, mulai dari awal menjalani commuter marriage hingga komitmen untuk tetap bertahan menjalani pernikahan melalui berbagai upaya agar pernikahan yang dijalani tetap langgeng walau dengan konsekuensi hidup berjauhan tempat tinggal dari pasangan. Jarak yang memisahkan individu dengan pasangannya tidak mempengaruhi jalinan cinta yang hadir di dalam pernikahan. Rasa cinta tersebut tetap hadir di antara individu dengan pasangannya, tidak berkurang, bahkan semakin tinggi kedudukannya, dan tak lekang oleh jarak dan waktu. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan berguna bagi perkembangan keilmuan psikologi dalam bidang family and marriage.
HUBUNGAN ANTARA PARENTING SELF-EFFICACY DENGAN PERSEPSI TERHADAP KOMPETENSI SOSIAL ANAK TUNARUNGU
Anna Mardhotillah;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.631 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20190
Tunarungu adalah gangguan pendengaran sebagian atau keseluruhan yang meliputi gangguan komunikasi, interaksi sosial, dan emosi yang dibutuhkan anak untuk perkembangan kompetensi sosialnya. Oleh karena itu, orangtua sebagai pengasuh perlu menciptakan persepsi positif untuk membantu anak memenuhi kompetensi sosialnya. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi persepsi orangtua ialah kepribadian seperti self-efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Parenting Self-Efficacy dengan Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak Tunarungu. Sampel penelitian adalah 133 orangtua murid (ibu/ayah) di tiga Sekolah Luar Biasa tipe B Semarang dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala Parenting Self-Efficacy sebanyak 33 aitem (α = 0,919) dan skala Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak sebanyak 38 aitem (α = 0,922). Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi regresi sederhana dengan perolehan rxy = 0,574 dengan tingkat signifikansi korelasi pada p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan positif yang signifikan antara Parenting Self-Efficacy dengan Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak Tunarungu. Semakin tinggi parenting self-efficacy maka semakin positif pula Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak Tunarungu. Hasil penelitian ini mayoritas parenting self-efficacy rendah, sejalan dengan persepsi terhadap kompetensi sosial anak tunarungu yang negatif. Parenting Self-Efficacy memberikan sumbangan efektif sebesar 33% pada Persepsi terhadap Kompetensi Sosial Anak Tunarungu dan 67% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DENGAN BULLYING PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH KUDUS
Herlin Eviani;
Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (57.703 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7578
Perilaku bullying di Kabupaten Kudus sudah mengkhawatirkan, sebanyak 180 siswa SMP dan SMA, 94% melakukan bullying. Perilaku bullying diataranya disebabkan oleh stress yang tidak bisa diatasi dengan baik. Perilaku bullying dapat dikurangi dengan menjalankan strategi yang tepat dalam mengatasi stress. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan coping stress dengan perilaku bullying pada siswa SMK Muhammdiyah Kudus. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling dan didapat sampel sebanyak 123 siswa. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi. Skala perilaku bullying dengan 21 aitem valid (α = 0,869) dan skala coping stress dengan 30 aitem valid (α = 0,902). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,321 dengan p = 0,000 (p