Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,376 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN INTENSITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA ANGGOTA BHAYANGKARI
Fika Widiyarini Sulistyo;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.643 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15384
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Persepsi Keharmonisan Keluarga dengan Intensitas Komunikasi Interpersonal pada anggota Bhayangkari Cabang Boyolali. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu anggota Bhayangkari. Subjek penelitian sebanyak 63 orang dengan menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Persepsi Keharmonisan Keluarga yang terdiri dari 37 aitem dengan α=0,942. Skala Intensitas Komunikasi Interpersonal terdiri dari 28 aitem dengan α=0,911. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar rxy=0,670 dengan p=0,000 (p<0,01), artinya hipotesis dapat diterima yaitu ada hubungan positif antara Persepsi Keharmonisan Keluarga dengan Intensitas Komunikasi Interpersonal pada ibu-ibu anggota Bhayangkari Cabang Boyolali. Persepsi Keharmonisan Keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 44,9 % pada intensitas komunikasi interpersonal.
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN PERILAKU MEMBELI MAHASISWI TAHUN 2012 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Mila Rahayu Aditiya;
Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (109.569 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7367
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan perilaku membeli pada mahasiswi tahun 2012 program studi akuntansi fakultas ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana. Populasi dalam penelitian ini adalah 203 mahasiswi dan jumlah sampel penelitian 127 mahasiswi. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Citra Tubuh terdiri dari 29 aitem (ɑ = 0,909) dan Skala Perilaku membeli terdiri dari 30 aitem (ɑ = 0,859). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif dan sangat signifikan antara citra tubuh dengan perilaku membeli yang ditunjukkan oleh angka korelasi = - 497 dengan p= 0,000 (p<0,05) sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan negatif antara citra tubuh dengan perilaku membeli pada mahasiswi tahun 2012 program studi akuntansi fakultas ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana dapat diterima.Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara citra tubuh dengan perilaku membeli pada mahasiswi tahun 2012 program studi akuntansi fakultas ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana. Hubungan antara kedua variabel tersebut bahwa semakin negatif citra tubuh maka akan semakin tinggi perilaku membeli, sebaliknya semakin positif citra tubuh maka akan semakin rendah perilaku membeli. Sumbangan efektif citra tubuh terhadap perilaku membeli sebesar 22,6% sedangkan 77,4% dipengaruhi faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN WORK-LIFE BALANCE PADA KARYAWAN PT. BPR KUSUMA SUMBING DI JAWA TENGAH
Puspitasari, Krisdianti Adinda;
Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.392 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23578
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dengan work-life balance pada karyawan PT. BPR Kusuma Sumbing di Jawa Tengah. Perceived Organizational Support merupakan pandangan karyawan bahwa perusahaan memberikan kesejahteraan pada setiap karyawan dengan kontribusi yang telah diberikan karyawan kepada perusahaan. Work-Life Balance merupakan suatu keseimbangan antara peran dalam pekerjaan dengan peran dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Subjek dalam penelitian ini adalah 111 karyawan PT. BPR Kusuma Sumbing. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Perceived Organizational Support (15 aitem, α = 0,854) dan Skala Work-Life Balance (21 aitem, α = 0,870). Hasil analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,520 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara perceived organizational support dengan work-life balance. Semakin positif perceived organizational support, maka semakin tinggi pula work-life balance dan sebaliknya. Perceived organizational support memberikan sumbangan efektif sebesar 27% pada work-life balance, sedangkan 73% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
PERBEDAAN PERSEPSI TERHADAP KINERJA GURU AKUNTANSI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DAN SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SWASTA DI KOTA SEMARANG
Erika Wahyu Efrisangga
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14737
SMK memiliki tujuan dalam mendidik siswanya agar siap memasuki lapangan kerja. SMK dituntut mencetak lulusan yang memiliki prestasi yang baik agar mampu bersaing di dunia kerja atau industri. Salah satu faktor penentu prestasi belajar siswa adalah persepsi terhadap kinerja guru. Persepsi siswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan, salah satunya lingkungan sekolah. Terdapat tiga perbedaan antara Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta yaitu kepemilikan, pembiayaan, dan kontrol Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mendapatkan bukti empirik mengenai perbedaan persepsi siswa terhadap kinerja guru di SMK Negeri dan Swasta. Subjek dalam penelitian ini yaitu 67 siswa kelas XII SMK Negeri 9 Semarang dan 41 siswa kelas XII SMK Setiabudhi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala persepsi terhadap kinerja guru yang terdiri dari 54 aitem (α=0,947). Uji hipotesis menggunakan independent sample t-test menunjukkan hasil T-test menunjukkan t=3,977 dengan derajat kebebasan df=106 dan p=0,00 (p<0,05). Perbandingan means (rataan) dua kelompok data ini dilakukan dengan membandingkan t hitung (t=6,977) dengan t tabel berdasarkan df=106. T tabel dengan df=106 adalah t=1,659 (α=5%) dan t=2,362 (α=1%). Dengan demikian, t>2,362 maka H_0 ditolak yang berarti rataan sebaran kelompok data SMK Negeri dan Swasta tidak sama atau tidak identic. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi terhadap kinerja guru pada siswa SMK Swasta dengan siswa SMK Negeri.
KONGRUENSI KARIR REMAJA-ORANG TUA DENGAN KOPING STRES PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DAN KEDUA DI PROGRAM D3 KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
TALITHA AMANDA ULIMAZ
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.694 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20095
The first and second year students are in the moment where they have to strive to achieve the emotional independence and preparing their economic career. The existence of the demands and responsibilities of students in D3 Program make them to be clever enough to do coping stress. This study aims to determine the relationship between adolescent-parent career congruence with coping stress in the first and second year students on D3 Nursing’s program Poltekkes Kemenkes Semarang. The population of this research is the first and second year students at D3 Nursing Program Poltekkes Kemenkes Semarang which amounted to 186. The research sample is 92 students (91.3% female subject, M age = 19.05 years, SD age = .63) obtained by cluster random sampling. Data collection using Coping Stress Scale (30 items, α = .91) and The Adolescent-Parent Career Congruence Scale (12 items, α = .90) were piloted on 44 students. The simple regression analysis shows that there is a significant positive relationship between adolescent parent-career congruence and coping stress (as shown by rxy value = .39 (p <.001). It means that if the adolescent-parent career congruence becomes higher, so the coping stress will be better. The adolescent-parent career congruence provides an effective contribution of 15.5% in coping stress.
MAKNA HIDUP PADA ORANG DENGAN EPILEPSI (ODE)
Ahmad Iqbal Dewandono;
Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.665 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7533
Penyakit kronis seperti epilepsi dapat mendorong seseorang untuk mencari tahu makna hidupnya. Untuk menemukan makna hidup itu sendiri seseorang harus melalui beberapa tahap yaitu tahap derita, penerimaan diri, penemuan makna hidup, realisasi makna, dan tahap penghayatan hidup bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis makna hidup dari Orang Dengan Epilepsi (ODE).Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena peneliti ingin melihat pengalaman subjektif dari Orang Dengan Epilepsi (ODE). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan sebanyak dua orang subjek yang menderita epilepsi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderitaan yang dialami oleh kedua subjek dipahami sebagai ujian atau takdir dari Tuhan. Pemahaman seperti ini memotivasi mereka untuk hidup lebih baik di hadapan manusia dan Tuhan. Mereka berkomitmen untuk mengubah dan memperbaiki semua sikap yang negatif menjadi positif sehingga arah dan tujuan hidupnya menjadi lebih jelas.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN INTERPERSONAL DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA
Anis Muatsiroh;
Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.437 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15109
Stres kerja merupakan suatu kondisi ketika individu dihadapkan pada situasi menuntut dan menekan dalam pekerjaannya yang dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga memaksa individu untuk menyimpang dari fungsi normal yang semestinya. Salah satu penyebab stres kerja yaitu konflik interpersonal yang rentan terjadi ketika berinteraksi sosial dengan individu lain. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan stres kerja yang dialami perawat instalasi rawat inap di RSJD Surakarta. Populasi penelitian adalah perawat yang bekerja di instalasi rawat inap RSJD Surakarta berjumlah 120 orang. Sampel penelitian berjumlah 65 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur menggunakan skala stres kerja (33 aitem, α= 0,961) dan skala kecerdasan interpersonal (39 aitem, α= 0,954). Teknik analisis data dalam penelitian adalah analisis regresi sederhana. Penelitian ini menunjukkan rxy= -0,699; ρ= 0,000 (ρ < 0,001). Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan negatif dan signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan stres kerja. Semakin tinggi kecerdasan interpersonal maka semakin rendah tingkat stres kerja. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan interpersonal maka akan semakin tinggi tingkat stres kerja. Sumbangan efektif kecerdasan interpersonal terhadap stres kerja sebesar 48,8% dan sebesar 51,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian.
MAKNA MENJADI SUKARELAWAN PENGGIAT KESEJAHTERAAN HEWAN: Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis
Muhammad Arief Marzuqi;
Yohannis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.335 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21736
Keberadaan hewan di Indonesia kesejahteraan hewan belum medapat perhatian, sehingga tidak jarang ditemukannya tindakan kekerasan dan penganiayaan kepada hewan, Permasalahan itu membuat beberapa orang yang peduli membuat suatu gerakan sosial berupa komunitas yang aktif dalam upaya mensejahterakan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna menjadi sukarelawan penggiat kesejahteraan hewan. Subjek dalam penelitian ini diambil berdasarkan Teknik purposif, yang memiliki kriteria tergabung dalam komunitas penggiat kesejahteraan hewan, telah aktif dalam komunitas lebih dari satu tahun, dan bersedia menjadi subjek penelitian. Dilakukan dengan metode kualitiatif, menggunakan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Ada tiga tema induk yang ditemukan: (1) asal-usul menjadi sukarelawan penggiat kesejahteraan hewan, (2) dinamika menjadi sukarelawan penggiat kesejahteraan hewan, dan (3) kebutuhan dukungan sosial. Lewat penelitian ini, partisipan menyampaikan makna yang didapatkan ketika menjadi sukarelawan penggiat kesejahteraan hewan.
HUBUNGAN MODAL PSIKOLOGIS DENGAN PERSEPSI BEBAN KERJA PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG
Rindu Solide Puur Mooi;
Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13006
Modal psikologis adalah kondisi psikologis yang bersifat positif yang dimiliki oleh individu dengan ditandai adanya kepercayaan diri (efficacy), optimis (optimism), harapan (hope) dan resiliensi atau tabah dalam menghadapi berbagai permasalahan (resiliency) sedangkan, persepsi beban kerja diartikan sebagai penilaian perawat secara kognitif dan afektif mengenai kegiatan atau tuntutan tugas yang membutuhkan aktivitas mental, aktifitas fisik dan waktu, dimana perawat dituntut untuk dapat bekerja secara maksimal dalam merawat pasien dan melakukan semua pekerjaannya dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan modal psikologis dengan persepsi beban kerja pada perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Subjek penelitian ini adalah perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Sampel penelitian berjumlah 110 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengambilan data menggunakan skala persepsi beban kerja (15 aitem valid dengan α = 0.856) dan skala modal psikologis (28 aitem valid dengan α = 0.926). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0.549 dengan p=0,000 (p<0.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu hubungan negatif antara modal psikologis dengan persepsi beban kerja. Semakin tinggi modal psikologis maka semakin negatif persepsi beban kerja. Modal psikologis memberikan sumbangan efektif sebesar 30.1% pada persepsi beban kerja dan sebesar 69.9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGALAMAN IBU YANG MEMILIKI ANAK DOWN SYNDROME
Sarah Nur Rachmawati;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.722 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15443
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu yang memiliki anak down syndrome. Karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak down syndrome, berdomisili di kota Klaten, dan berusia dewasa awal hingga dewasa madya. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang ibu. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dalam pengambilan data. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Prosedur IPA bertitik fokus pada pengalaman subjek melalui kehidupan pribadinya. Eksplorasi yang dilakukan pada subjek akan memunculkan makna dalam peristiwa unik oleh subjek. Hasil penelitian ini adalah ketiga subjek dapat menerima dan merawat anak dengan baik karena dorongan dari dalam diri. Selain itu, faktor dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan juga memengaruhi dalam proses menerima dan mengasuh anak dengan baik. Dukungan sosial yang didapatkan juga menekan stres ketika memiliki anak down syndrome. Hal tersebut menjadikan ketiga subjek terdorong untuk memberikan yang terbaik dengan tujuan melatih mandiri anak melalui terapi dan pendidikan yang tepat. Penerimaan diri dipengaruhi oleh faktor dukungan sosial yaitu keluarga dan lingkungan. Hal tersebut mendorong subjek untuk memahami keadaan anak dan mengasuh anak dengan penanganan yang tepat.