Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,376 Documents
Hubungan Antara Koformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Konsumtif Pembelian Skincare di Marketplace Pada Remaja Putri SMA N 1 Kendal
Arnandiza Amirul Khafida;
Frieda Nuzulia Ratna Hadiyati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.862 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26501
Konformitas teman sebaya adalah pengaruh sosial dimana individu mengubah sikap dan tingkah laku agar sesuai dengan norma sosial sehingga dapat diterima oleh kelompok sosial. Sedangkan perilaku konsumtif adalah perilaku membeli barang atau produk yang didasarkan pada pertimbangan tidak rasional, melainkan didasarkan pada unsur emosional yang kuat dan keinginan memperoleh fungsi simbolik dari produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif pembelian skincare di marketplace pada remaja putri SMA N 1 Kendal. Populasi pada penelitian ini berjumlah 248 siswi dengan subjek penelitian sebanyak 163 siswi. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling . Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu Skala Konformitas Teman Sebaya (25 aitem valid dengan α=0,913) dan Skala Perilaku Konsumtif (25 aitem valid dengan α=0, 896). Analisis Spearman Rho menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,272 dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP HARGA DENGAN INTENSI MEMBELI PRIVATE LABEL INDOMARET PADA IBU-IBU DI KECAMATAN MARGADANA KOTA TEGAL
Mohamad Rizal Rifai;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.613 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14993
Penggunaan strategi pasar ritel dengan menawarkan private label banyak digunakan oleh ritel di Indonesia untuk menarik konsumen. Intensi membeli private label Indomaret merupakan niat konsumen untuk melakukan pengambilan keputusan membeli private label Indomaret sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan. Persepsi terhadap harga merupakan penilaian konsumen akan harga yang ditetapkan oleh produsen atau ritel sebagai harga yang rendah, tinggi atau wajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi konsumen mengenai harga private label Indomaret terhadap intensi membeli private label Indomaret di Kecamatan Margadana Kota Tegal. Subyek penelitian adalah konsumen di Kecamatan Margadana Kota Tegal. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan 220 konsumen di Kecamatan Margadana Kota Tegal. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan menggunakan 2 skala psikologi model Likert, yaitu skala intensi membeli private label Indomaret (39 aitem valid, = 0,955) dan skala persepsi terhadap harga private label Indomaret (20 aitem valid, = 0,893). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Data penelitian yang diperoleh menunjukkan nilai koefisien korelasi persepsi konsumen mengenai harga private label Indomaret terhadap intensi membeli private label Indomaret sebesar 0,872 dengan p = 0,000 (p<0,05). Nilai korelasi tersebut menunjukkan arah hubungan yang positif dan signifikan antara variabel persepsi terhadap harga dengan intensi membeli private label Indomaret. Hipotesis penelitian ini dapat diterima. Koefisien Determinasi sebesar 0,760 memberi pengertian bahwa persepsi terhadap harga memberikan sumbangan efektif sebesar 76% terhadap intensi membeli private label Indomaret dan 24% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KOMPENSASI DENGAN PERILAKU INOVATIF PADA KARYAWAN PT TELKOM DIVISI REGIONAL IV JAWA TENGAH DAN DIY
Yusi Fitri Novianti;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.444 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20251
Perilaku inovatif karyawan adalah tindakan yang dilakukan karyawan untuk memperkenalkan tentang ide – ide yang telah dikembangkn dari hal – hal yang sudah ada sehingga menjadi lebih baru dalam sebuah organisasi untuk memperoleh keuntungan organisasi. Persepsi terhadap kompensasi merupakan penilaian karyawan secara kognisi dan afeksi karyawan secara individual terhadap kompensasi finansial dan kompensasi non finansial yang diberikan oleh organisasi sebagai balas jasa atas kerja keras yang telah dilakukan oleh karyawannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan persepsi terhadap kompensasi dengan perilaku inovatif pada karyawan PT Telkom Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DIY. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 153 karyawan PT Telkom Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DIY. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling dengan jumlah 75 subjek. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu Skala Perilaku Inovatif (39 aitem α ; = 0,927) dan Skala Persepsi terhadap Kompensasi (36 aitem α ; = 0,906). Analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara dukungan persepsi terhadap kompensasi dengan perilaku inovatif pada karyawan PT Telkom Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DIY(rxy= 0,589), persepsi terhadap kompensasi memberikan sumbangan efektif sebesar 34,7%.
GAMBARAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DI PT BANK X (STUDI DESKRIPTIF)
Octarina Arista Ningrum;
Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.81 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7607
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pencapaian kinerja organisasi. Peran kepemimpinan sangat diperlukan bagi pengembangan karir karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepemimpinan transformasional di PT Bank X. Teknik pengambilan sampel dengan cara proporsional sampling dan didapatkan sampel sebanyak 54 pegawai. Metode penggalian data dengan menggunakan skala psikologi. Skala kepemimpinan transformasional dengan 27 item valid (α = 0,918). Analisis data menggunakan deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan transformasional di PT Bank X berada pada kategori tinggi sebesar 68,5%, dan bahkan didapatkan 18,5% kepemimpinan transformasional kategori sangat tinggi. Kepemimpinan transformasional pada aspek idealized influence yang paling tinggi adalah kemampuan pemimpin memberi semangat kepada pegawai sehingga karyawan bekerja dengan sepenuh hati. Kepemimpinan transformasional pada aspek inspirational leadership/motivation yang paling tinggi adalah tentang karyawan senang dengan pengarahan yang diberikan pemimpin. Kepemimpinan transformasional pada aspek intellectual stimulation yang paling tinggi adalah tentang pemimpin memiliki wawasan yang luas untuk memunculkan inovasi baru dalam pekerjaan. Kepemimpinan transformasional pada aspek individualized consideration yang paling tinggi adalah pemimpin memberi promosi jabatan terhadap karyawan yang berprestasi.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH DENGAN INTENSI MEROKOK PADA SISWA SMP FRANSISKUS SEMARANG
Hardvon Todo Yosua Hutapea;
Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.799 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15230
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan intensi merokok pada siswa SMP Fransiskus Semarang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 149 siswa. Sampel yang diambil untuk penelitian sebanyak 105 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu Skala Persepsi Terhadap Peran Ayah (103 aitem valid; α = 0,961) dan Intensi Merokok (39 aitem valid; α = 0,954). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara persepsi terhadap peran ayah dengan intensi merokok (rxy= -0,636; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi terhadap peran ayah, maka semakin rendah intensi merokok yang dimiliki siswa. Sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap peran ayah, maka semakin tinggi intensi merokok yang dimiliki siswa. Persepsi terhadap peran ayah memberikan sumbangan efektif sebesar 40,5% dalam memengaruhi intensi merokok siswa dan 59,5% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGANANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN HOTEL PANDANARAN SEMARANG
Intifada, Ratna;
Nurtjahjanti, Harlina
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.347 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.5258
Organisasi bergantung pada ketersediaan karyawan berkualitas. Pencapaian kualitas dan keunggulan pelayanan akan membuat pelanggan puas dan loyal.Karyawan yang berkualitascenderung menunjukkan perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB adalah perilaku karyawan bersifat sukarela, tidak mendapat imbalan secara langsung dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi. Dukungan organisasi yang diterima karyawan dipersepsikan dan menimbulkan keinginan untuk membalasnya dan memotivasi karyawan untuk berperilaku melebihi tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perceived organizational support dengan organizational citizenship behaviorpada karyawan Hotel Pandanaran Semarang.Populasi penelitian ini sebanyak 86 karyawan dan sampel penelitian sebanyak 52 karyawan, sampel diambil dengan menggunakan teknik sampling proporsional. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu Skala Perceived Organizational Support (32 aitem valid, α = 0,933) dan Skala Organizational Citizenship Behavior(31 aitem valid, α = 0,938).Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,734dengan p=0,000 (p<0,05) serta koefisien determinasi R2= 0,539, yang berarti ada hubungan positif antara perceived organizational support dengan organizational citizenship behavior. Semakin tinggiperceived organizational support maka semakin tinggiorganizational citizenship behavior dan sebaliknya, serta sumbangan efektif perceived organizational support terhadaporganizational citizenship behavior sebesar 53,9%dan selebihnya berasal dari faktor lain yang tidak ditelitidalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN TERHADAP ORANG TUA DAN KONTROL DIRI DENGAN INTENSI DELINKUENSI PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 4 SEMARANG
Amalia Sari Ramadhani;
Dian Veronika Sakti Kaloeti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.503 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23441
Masa remaja merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, sehingga pada masa ini terlihat adanya labilitas serta keterguncangan emosionalitas dalam diri remaja yang dapat menimbulkan intensi delinkuensi. Salah satu penyebab timbulnya intensi delinkuensi yaitu lemahnya pengendalian dorongan dalam diri serta masalah pada lingkungan keluarga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kelekatan aman terhadap orangtua dan kontrol diri dengan intensi delinkuensi pada siswa kelas XI SMK Negeri 4 Semarang. Populasi pada penelitian ini berjumlah 585 siswa kelas XI, dan sebanyak 219 siswa diambil sebagai sampel penelitian yang didapatkan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu skala intensi delinkuensi (60 aitem, α = .947), skala kelekatan aman terhadap orangtua (28 aitem, α = .891), dan skala kontrol diri (18 aitem, α = .881). Analisis menggunakan analisis regresi berganda dan sederhana untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kelekatan aman terhadap orangtua dan kontrol diri dengan intensi delinkuensi (BX1 = -.548; BX2 = -1.042; p = .000). Hasil analisis regresi sederhana pertama menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kelekatan aman terhadap orangtua dengan intensi delinkuensi (B = -.886; p = .000). Hasil analisis regresi sederhana kedua menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan intensi delinkuensi (B = -1.482; p = .000). Maka dapat disimpulkan bahwa untuk dapat terhindar dari intensi delinkuensi pada diri siswa, kelekatan aman terhadap orangtua saja tidak cukup namun juga dibutuhkan kemampuan mengontrol diri yang baik.
LOCUS OF CONTROL INTERNAL DAN JOB INSECURITY PADA KARYAWAN CV. ELFANA SEMARANG
Juwita Dwi Insani;
Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.492 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14315
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dengan job insecurity pada karyawan tetap CV. Elfana. Locus of control internal adalah tingkat pengendalian diri seseorang dan keyakinan individu dalam menghadapi suatu masalah dan bentuk pengendalian yang terjadi pada diri mereka sendiri. Job insecurity merupakan perasaan tidak aman yang dirasakan dalam bekerja yang muncul karena adanya situasi yang mengancam kontinuitas dan keberlangsungan kerja seseorang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap CV. Elfana. Subjek penelitian berjumlah 60 orang, yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah Skala locus of control internal (22 aitem α = 0,930) dan Skala job insecurity (26 aitem α = 0,944). Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,257 dengan p = 0,048 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan negatif antara locus of control internal dengan job insecurity pada CV. Elfana. Locus of control internal memberikan sumbangan efektif sebesar 5% pada job insecurity pada karyawan tetap CV. Elfana.
HUBUNGAN STRES DAN KECANDUAN SMARTPHONE PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 SURAKARTA
Simon Simangunsong;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (391.868 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19988
X grade students in the transition phase from junior high to high school are required to immediately adapt to the environment and master the lesson material that has never been before. With the sophistication of smartphones X-class students can solve problems they have to solve. This study aims to determine the relationship between stress with smartphone addiction in the class X students SMA Negeri 5 Surakarta. The hypothesis proposed is a significant positive relationship between stress with smartphone addiction in grade X students SMA N 5 Surakarta. The population of this study is the students of class X SMA Negeri 5 Surakarta as many as 300 students. A sample of 148 students consisting of 53 men and 95 women were obtained by cluster random sampling technique. The research instruments analyzed were Stress Scale (32 items; α = 0,88) and Smartphone Addiction Scale (29 items; α = 0,91). Simple regression analysis showed a positive and significant relationship between stress and subject matter smartphone addiction (rxy = 0.40; p <0.001). The results of this study indicate that the hypothesis proposed in this study accepted, ie there is a relationship between stress and addiction smartphones in the students of class X SMA Negeri 5 Surakarta. The data analysis shows R2 = 0.16 which explains that the contribution of stress to addiction of smartphone is 16% while the rest 84% is determined by other factor. Researchers provide suggestions for future researchers to conduct research into groups of subjects who have stress and high levels of smartphone addiction.
THE CORRELATION BEETWEN PERCEPTION TO ORGANIZATION WITH INTEREST BECOME LEADER IN STUDENT OF DIPONEGORO UNIVERSITY
Aziz Nugroho;
Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.616 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7501
The study aims to find the correlation between perception to organization with interest become leader in student of Diponegoro University (Undip). The Subjek were member of the Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) at Undip. The sample consisted of 135 student was spread over in 9 UKM, with sampling technique used cluster random sampling. Retrieval of data used interest become leader scale ( 27 aitem with α = 0,869) and perception to organization scale ( 31 aitem with α = 0,876) which previously have been tested on 200 student in 11 organizations.The items were analyzed by simple regression analysis and showed correlation coefficient value at 0,632 with p=0,00 ( p<0,05). These result indicate there is significant correlation between perception to organization with interest become leader in student of Diponegoro University. Perception to organization effective contribution 39,9% to interest become leader.