cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN MELAYANI DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA SALES FORCE PT. “X” Cyntia Shani Mahardhika; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.13002

Abstract

Pertumbuhan industri otomotif di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, untuk itu dibutuhkan SDM berkualitas agar mampu bersaing. Salah satu cara membentuk SDM berkualitas dipengaruhi oleh peran pemimpinnya yang dapat melayani dan mengerti kebutuhan bawahan sepenuhnya. Karyawan yang memiliki penilaian positif terhadap pimpinan yang melayani cenderung juga bersikap melayani dalam bagaimana mereka melakukan perannya dengan memberikan lebih dari diri mereka sendiri melalui tingkat engagement yang lebih besar.Work Engagement adalah keadaan psikologis karyawan yang bersifat positif yang ditandai dengan curahan energi secara fisik dan mental dalam bekerja serta adanya keterlibatan yang kuat dan penuh konsentrasi dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan melayani dengan work engagement pada karyawan sales force PT. “X”. Populasi penelitian ini adalah karyawan PT. “X” yang berjumlah 174 dengan sampel karakteristik karyawan dengan minimal masa kerja 1 tahun sebanyak 100 karyawan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu Skala Work Engagement (29 aitem valid,  α = 0.895) dan Skala Gaya Kepemimpinan Melayani (57 aitem valid, α = 0.971). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0.424 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara gaya kepemimpinan melayani dengan work engagement. Semakin positif gaya kepemimpinan melayani maka semakin tinggi work engagement. Gaya kepemimpinan melayani memberikan sumbangan efektif sebesar 18% pada work engagement dan sebesar 82% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL DENGAN PERILAKU MENGEMUDI AGRESIF PADA KOMUNITAS MOTOR RX-KING DI SEMARANG Zaky Hafizhudin; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.548 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15438

Abstract

Identitas sosial merupakan penilaian positif atau negatif seseorang tentang siapa dirinya (termasuk di dalamnya adalah atribut pribadi dan atribut yang dibaginya bersama orang lain), berdasarkan keanggotaannya dalam suatu kelompok sosial seperti kelompok gender, ras, agama, dan kelompok sosial lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dengan perilaku mengemudi agresif pada komunitas Rx-King di Semarang. Subjek penelitian adalah 100 orang anggota Club of Rx-King Semarang (CORS). Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Identitas Sosial (29 aitem valid, α = 0,929) dan Skala Perilaku Mengemudi Agresif (31 aitem valid, α = 0,904). Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi rxy = 0,511 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara identitas sosial dengan agressive driving pada komunitas motor rx-king Semarang. Artinya, semakin tinggi identitas sosial, maka semakin tinggi pula perilaku mengemudi agresif yang terlihat, begitupun sebaliknya. Identitas sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 26,1% pada perilaku mengemudi agresif yang artinya perilaku mengemudi agresif tidak selalu terjadi karena identitas sosial masih ada faktor lain sebesar 73,9% yang tidak diukur dalam penelitian ini.
RELATIONSHIP BETWEEN SPIRITUAL INTELLIGENCE AND SUBJECTIVE WELL-BEING IN CIVIL SERVANT GROUP II DIPONEGORO UNIVERSITY Brian Shendy Haryanto; Sri Hartati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.646 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7395

Abstract

Related to the ability to produce creative work of God in the lives of so-called spiritual intelligence, which has an important role to humans. Spiritual intelligence of the individual to create a close relationship with God and build relationships with fellow human beings and nature preserve. Spiritual intelligence will affect the way of thinking and how to solve problems that affect the emotional state of class II civil servants who then have an impact on subjective well-being. This study aims to determine the ties between spiritual intelligence with subjective well-being in the state of class II civil servants at the University of Diponegoro.The population in this study is the state of class II civil servants at the University of Diponegoro total of 157 people from a total of 327 civil servants number of class II. This study using proportional random sampling technique. Methods of data collection using psychological scales, the scale of subjective well-being and spiritual intelligence scale. Subjective well-being scale consists of 20 items valid (α = 0.798) and Spiritual Intelligence Scale with 27 aitem (α = 0.875). Data analysis was conducted using correlation analysis SpearmanThe results showed a correlation coefficient r xy = -0.327 with p = 0.079 (p <0.005) which means that there is no relationship between spiritual intelligence with subjective well-being.
PENGALAMAN MENJADI CAREGIVER ANAK TUNAGANDA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Emiliana Milka Nurmalita; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.552 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23606

Abstract

Mengasuh anak tunaganda merupakan hal yang jarang diminati individu untuk dijadikan karir, karena sulit untuk mengasuh anak-anak yang menderita gabungan dari dua atau lebih kelainan/kecacatan dalam segi fisik, mental, emosi dan sosial. Individu yang bekerja untuk mengasuh anak tunaganda bisa disebut sebagai caregiver, yaitu seseorang yang menyediakan bantuan dalam kegiatan dasar dalam kehidupan sehari-hari kepada orang yang tidak bisa melakukan aktivitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman menjadi caregiver anak tunaganda. Pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria caregiver anak tunaganda di Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih dan memiliki usia kerja lebih dari 5 tahun. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur untuk mengambil data, dan menggunakan interpretative phenomenological analysis untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga tema induk, yaitu (1) keinginan bekerja di Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG), yang meliputi keinginan membantu anak-anak dan panggilan bekerja di PACG, (2) emosi yang dirasakan ketika bekerja, yang meliputi kesenangan dan tantangan dalam bekerja, serta dampak bekerja di PACG, (3) upaya untuk bertahan kerja, yang meliputi upaya menikmati pekerjaan dan dukungan dalam bekerja.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN ASERTIVITAS (Studi Korelasi pada Siswa di SMA Negeri 9 Semarang) Anastasia Christie Silaen; Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.706 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas pada remaja, serta mengetahui kemampuan regulasi emosi dalam memprediksi besarnya variasi yang terjadi pada asertivitas. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah ada hubungan positif antara regulasi emosi dengan asertivitas. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 362 orang, dengan menggunakan cluster random sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 187 orang yang terdiri dari 5 kelas. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan skala psikologi yang terdiri dari Skala Regulasi Emosi (28 aitem; α=0.888) dan Skala Asertivitas (26 aitem; α=0.842). Analisis data dengan menggunakan metode analisis regresi sederhana mengungkapkan bahwa ada hubungan positif antara regulasi emosi dengan asertivitas (rxy=0.385; p=0.000), maka hipotesis diterima. Artinya, semakin tinggi regulasi emosi, maka semakin tinggi asertivitas. Sebaliknya, semakin rendah regulasi emosi, maka semakin rendah asertivitas. Koefisien determinasi menunjukkan secara simultan regulasi emosi dapat menjelaskan perubahan asertivitas sebesar 14.8%, dan selebihnya 85.2% dipengaruhi oleh faktor lain.
KERJA DI GENGGAMANKU KELUARGA DI HATIKU Interpretative Phenomenological Analysis Tentang Work-Family Balance Pada Ibu Bekerja Aditya Yulyan Wijayanto; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.735 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20149

Abstract

Keputusan wanita untuk bekerja akan membawa wanita pada peran ganda. Oleh sebab itu wanita perlu menciptakan harmonisasi diantara peran-peran tersebut sehingga bisa berjalan seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap pengalaman individu dalam menyeimbangkan antara tuntutan peran dalam pekerjaan dan keluarga (work-family balance). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan teknik analisis IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Pemilihan subjek ditentukan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposif. Subjek penelitian berjumlah tiga orang ibu bekerja yang telah bekerja sejak sebelum menikah, usia anak di bawah 18 tahun dan belum bekerja, pernah mengalami konflik peran dan memiliki suami yang bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-family balance ditandai dengan tercapainya kepuasan pada setiap peran yang dijalankan yang subjek tunjukkan dengan perasaan bahagia dalam menjalankan peran-perannya tersebut. Usaha subjek untuk menyeimbangkan peran gandanya adalah dengan mengatur waktu, meminta bantuan orang lain, memperpendek jarak fisik ranah peran dan strategi komunikasi. Tercapainya keseimbangan peran dipengaruhi oleh adanya dukungan sosial dari tempat kerja, keluarga dan dukungan sosial lainnya. Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah pemahaman akan peran yang dijalankan, prioritas, konsep diri, kecerdasan emosi dan religiusitas subjek. Keseimbangan yang dicapai oleh subjek memberikan dampak positif pada kinerja dan loyalitas terhadap pekerjaannya serta terjaganya keharmonisan rumah tangga.  
HUBUNGAN ANTARA IKLIM SEKOLAH DENGAN ORIENTASI TUJUAN PERFORMA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Anisa Nurcahyanti; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.809 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim sekolah dengan orientasi tujuan performa. Iklim sekolah adalah pandangan siswa mengenai kualitas dari sekolah untuk menciptakan sarana pembelajaran yang sehat ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, serta mengenal caramengajar guru dan lingkungan di sekitar sekolah. Orientasi Tujuan Performa adalah sebuah fokus belajar siswa yang menekankan pada pencapaian hasil akhir, persaingan dan mementingkan penilaian dari orang lain, serta tidak menekankan pada pentingnya proses pembelajaran, memiliki motivasi yang besar dalam memperoleh pengakuan dari orang lain tanpa adanya usaha yang maksimal untuk meraih prestasinya tersebut. Populasi penelitian yaitu siswa kelas VII dengan total 296 siswa, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 88 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala iklim sekolah (36 aitem valid, α = 0,85) dan skala orientasi tujuan performa (20 aitem valid, α = 0,88). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien rxy = -0, 40 dengan p = 0,000 (p< 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan negatif dan signifikan antara iklim sekolah dengan orientasi tujuan performa. Semakin positif iklim sekolah, maka semakin rendah orientasi tujuan performa. Iklim sekolah memberikan sumbangan efektif sebesar 16,2% pada orientasi tujuan performa dan sisanya sebesar 83,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN INTENSI AGRESI PADA SISWA KELAS XI SMK X SEMARANG Reza Anantyo Adhi Putra; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.508 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan intensi agresi pada siswa kelas XI SMK X Semarang.Populasi penelitian sebanyak 146 siswa kelas XI SMK X Semarang.Uji coba diberikankepada 67 siswa kelas XI SMK X Semarang dan penelitian dilakukan kepada 79 siswa kelas XI SMK X Semarang.Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling.Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala intensi agresi (46 aitem, α = 0,923) dan skala kecerdasan emosional (30 aitem, α =0,901).Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatifsignifikan antara kecerdasan emosional dengan intensi agresi pada siswakelas XI SMK X Semarang (r= -0,549; p< 0,001). Hal tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan intensi agresi pada siswa kelas XI SMK X Semarang dapat diterima. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah intensi agresi pada siswa kelas XI SMK X Semarang, sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional maka semakin tinggi intensi agresi siswa kelas XISMK X Semarang. Variabelkecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 30,1% terhadap intensi agresi.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA-ORANGTUA DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA SMK Rachel Choirunissa; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.387 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi siswa SMKN 5 Semarang. Regulasi emosi mempengaruhi remaja dalam bersikap dan berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada. Keluarga merupakan tempat remaja belajar mengeksrepsikan emosinya. Hubungan remaja dengan orangtua, khususnya proses komunikasi interpersonal dapat memengaruhi perkembangan emosi remaja. Penelitian ini melibatkan 467 siswa SMK. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Komunikasi Interpersonal Remaja-Orangtua (34 aitem; α= 0,922) dan Skala Regulasi Emosi (31 aitem; α= 0,866). Teknik analisis data pada penelitian menggunakan uji korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal remaja-orangtua dengan regulasi emosi pada siswa SMKN 5 Semarang  (rxy=0,555; p<0,001). Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi komunikasi interpersonal remaja-orangtua, maka semakin tinggi regulasi emosi pada siswa SMKN 5 Semarang.
SELF-COMPASSION DAN ALTRUISME PADA PERAWAT RAWAT INAP RSUD KOTA SALATIGA Syarifah Rahma Dewi; Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.657 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13135

Abstract

Altruisme merupakan perilaku membantu tanpa pamrih demi mementingkan kesejahteraan orang lain yang perlu dimiliki perawat dalam melaksanakan tugas keperawatan. Perawat dihadapkan pada situasi dan kondisi yang kurang nyaman, sehingga perawat perlu memiliki penerimaan atas apa yang terjadi. Self-compassion merupakan salah satu bentuk penerimaan yang mendorong orang untuk mampu bersikap objektif dan bijaksana dalam menghadapi setiap situasi dan kondisi buruk. Tujuan dari peneiltian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris hubungan antara self-compassion dengan altruisme. Subjek penelitian adalah perawat rawat inap RSUD Kota Salatiga. Subjek penelitian berjumlah 105 perawat dari 280 populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala, yaitu Skala Altruisme (32 aitem; α = 0,925) dan Skala Self-Compassion (24 aitem; α = 0,877). Analisa regresi sederhana menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-compassion dengan altruisme pada perawat rawat inap RSUD Kota Salatiga dapat diterima (rxy= 0,311; p = 0,001). Self-compassion memberikan sumbangan efektif sebesar 9,7% pada altruisme.

Page 42 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue