Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
“TABAH DI DALAM KEKURANGANKU” Studi Kualitatif Mengenai Hardiness pada Individu Dewasa Madya Penyandang Tunadaksa yang Bekerja
Muhammad Idham Abiyoga;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (432.157 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19984
This research is a qualitative research with a phenomenology perspective that aims to know the hardiness of the mature adult individuals who work with the disabled. Subjects in this study amounted to three people taken with purposive technique. Data collection was done by interview method. Interviews indicated that the three subjects had hardiness personality in work developed in different ways depending on the background of disability acquired as newly born or as adults. Personality hardiness subject number 1 who experienced disability due to fire, developed because of responsibility to the family. The desire to live independently makes subject number 2 has a hardiness personality. The gratitude and support of the people around make the subject number 3 can develop hardiness personality.
PENERIMAAN DIRI TERHADAP POLIGAMI PADA ISTRI PERTAMA
Ammelita Sari;
Yeniar Indriana;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.607 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7497
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerimaan diri pada istri pertama yang bersedia dipoligami. Penelitian ini juga berusaha mengungkap faktor-faktor yang berpengaruh dalam penerimaan diri istri.Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek berjumlah dua orang dengan karakteristik: perempuan dewasa madya, berstatus sebagai istri yang pertama kali dinikahi, dan memiliki suami yang berpoligami minimal 5 tahun pernikahan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan menggunakan materi audio, observasi digunakan sebagai pendukung data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri istri dipoligami pada subjek didasari oleh pemahaman agamanya. Subjek I sejak awal berusaha untuk menerima dipoligami dan segala konsekuensinya. Subjek II menerima dipoligami dengan didahului fase kemarahan. Namun kedua subjek sama-sama berupaya menerima poligami sebagai ketentuan Allah dan berbaik sangka atas ketentuan tersebut.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA PENGURUS IKATAN LEMBAGA MAHASISWA PSIKOLOGI INDONESIA (ILMPI)
Nadia Rosliani;
Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.06 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15410
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada pengurus Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI). Subjek penelitian ini adalah pengurus ILMPI yang berjumlah 126 orang dengan teknik pengambilan sampel proportional cluster sampling. Pengambilan data menggunakan Skala Kecemasan Menghadapi Dunia Kerja (28 aitem valid dengan α = 0,93) dan Skala Regulasi Diri (27 aitem valid dengan α = 0,91) yang telah diujicobakan kepada 66 pengurus ILMPI. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara regulasi diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja sebesar -0,61 dengan p = 0,000 (p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti yaitu ada hubungan negatif antara regulasi diri dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada pengurus ILMPI dapat diterima. Regulasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 37,3% pada kecemasan menghadapi dunia kerja dan sebesar 62,7% dipengaruhi faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN KECERDASAN INTERPERSONAL DENGAN INTENSI PERUNDUNGAN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA H. ISRIATI SEMARANG
Rini Kartikosari;
Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.798 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21682
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan intensi perundungan pada siswa Sekolah Menengah Pertama H. Isriati Semarang. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan dalam menciptakan, membangun dan mempertahankan relasi termasuk memahami, mengelola dan beradaptasi saat berinteraksi dengan orang lain. Remaja dengan kecerdasan interpersonal yang kurang akan mengalami kesulitan untuk memahami orang lain, bekerja sama, dan kurang dapat mengembangkan empati terhadap kesulitan orang lain. Hal tersebut dapat menimbulkan keinginan untuk melakukan hal negatif pada orang lain, salah satunya adalah perundungan. Intensi perundungan didefinisikan sebagai keinginan untuk membuat orang lain terluka baik fisik maupun psikis pada orang yang lebih lemah dan berulang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan IX sebanyak 169 siswa. Sampel penelitian berjumlah 115 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala kecerdasan interpersonal (23 aitem valid, α = 0,894) dan skala intensi perundungan (25 aitem valid, α = 0,905). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan interpersonal dengan intensi perundungan pada siswa kelas VIII dan IX SMP H. Isriati Semarang (rxy = -0,656 dengan p = 0,000) yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan interpersonal siswa maka akan semakin rendah intensi perundungan. Kecerdasan interpersonal memberi sumbangan efektif sebesar 43% terhadap intensi perundungan, sedangkan 57% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian.
PENGALAMAN REMAJA PEREMPUAN MENJALANI KEHIDUPAN DENGAN PERCERAIAN ORANG TUA
Dicky Awaludin;
Hastaning Sakti;
Dinie Ratri D
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12970
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran pengalaman remaja perempuan yang memiliki orang tua bercerai, dampak apa saja yang dihadapi, dan bagaimana proses remaja perempuan tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif fenomenologis, dengan wawancara mendalam pada tiga orang remaja perempuan yang mengalami perceraian orang tua sebagai partisipan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskripsi fenomena individual. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa perceraian memberikan dampak-dampak negatif pada para partisipan, seperti perasaan minder, kehilangan figur keluarga, kenakalan remaja, dan juga merokok. Dampak ini dapat di berburuk dengan pernikahan kembali orang tua. Keberadaan figur ibu yang kompeten, berkurang nya konflik antar kedua orang tua, lingkungan sekolah dan teman-teman yang mendukung merupakan faktor yang membantu para partisipan untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi perceraian orang tua, bangkit dari keterpurukan dan menjadi resilien.
Mengajar Sembari Belajar: Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis tentang Pengalaman Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar
Ananda Purnamasari;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.855 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23486
Gerakan Indonesia Mengajar adalah gerakan sosial yang dilaksanakan selama satu tahun oleh pengajar muda untuk membantu mengisi kekosongan guru di lokasi terpencil, sekaligus mendorong perkembangan daerah di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman pengajar muda yang berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Mengajar. Pendekatan kualitatif fenomenologis dengan analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dipilih sebagai metode penelitian karena kesesuaiannya dengan tujuan penelitian. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur pada tiga orang pengajar muda yang ditempatkan di Banggai, Rote, dan Sangihe. Pada penelitian ini ditemukan tiga tema induk, yaitu (1) Konsep diri, (2) Makna menjadi pengajar muda, dan (3) Makna pendidikan anak, serta ditemukannya dua tema khusus, yaitu (1) Rasa nasionalisme, dan (2) Kelekatan dengan keluarga angkat. Partisipan penelitian ini mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pengajar muda yang didasarkan oleh motivasi internal, serta motivasi eksternal. Pada penelitian ini juga ditemukan transformasi diri dan pembentukan konsep diri positif dalam pribadi pengajar muda, dan kemandirian masyarakat lokasi penempatan sebagai perubahan yang terjadi pada masyarakat tersebut dengan kehadiran pengajar muda. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran ilmiah dalam bidang psikologi sosial dan psikologi pendidikan.
RELIGIUSITAS DAN PEMAAFAN DALAM KONFLIK ORGANISASI PADA AKTIVIS ISLAM DI KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO
Tri Kurniati Amrilah;
Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.119 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14358
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan seberapa besar pengaruh yang dapat diberikan oleh religiusitas terhadap pemaafan dalam konflik organisasi pada aktivis Islam di kampus Universitas Diponegoro khususnya dalam menghadapi konflik antar personal dalam satu organisasi. Pemaafan dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatif yang terjadi akibat konflik antar personal dalam organisasi. Memaafkan tidak dapat muncul begitu saja, terdapat faktor yang mempengaruhi pemaafan diantaranya adalah personality traits. Personality traits sendiri terdiri dari dimensi-dimensi yang berkorelasi positif dengan religiusitas dimana seharusnya dimiliki oleh anggota organisasi keagamaan seperti rohis. Penelitian kuantitatif ini melibatkan anggota rohis baik rohis tingkat jurusan, fakultas, maupun universitas di Universitas Diponegoro dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 191 orang yang diambil melalui metode unproportional stratified random sampling. Pengambilan data menggunakan metode self report dengan bantuan alat berupa skala yaitu Skala Pemaafan (29 aitem; α = 0,904) dan Skala Religiusitas (31 aitem; α = 0,915). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara religiusitas dengan pemaafan dalam mengahadapi konflik organisasi pada mahasiswa aktivis Islam di kampus Universitas Diponegoro (rxy = 0,580; p < 0,001). Sumbangan efektif religiusitas terhadap pemaafan sebesar 33,6% sementara sisanya 66,4% dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL PASANGAN PADA KARYAWATI DI BANK MEGA KANTOR CABANG AREA JAKARTA SELATAN
FARISA NURDIANI;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.565 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20029
Effectiveness of interpersonal communication on couple is message delivery process that are capable to achieve suitable understanding and comprehension between husband and wife, which content of information is delivered appropriately, and takes places in a pleasant situation. Work stress is physiological, psychological, and behavioral responses caused by job stressors. Effectiveness of interpersonal communication is influenced by work stress, where stress will make individual generate negative emotions such as disbelief and suspicion, showing hostility, and other negative interactions. This study aims to determine relationship between work stress and effectiveness of interpersonal communication on couple to woman employees at Bank Mega Branch Offices of South Jakarta Area. The subject of this research is woman employees of Bank Mega who is married. The sample of the study is 121 people. The sampling technique used is purposive sampling technique. The research data were collected using Work Stress Scale (35 valid aitems, α = .91) and Effectiveness of Interpersonal Communication on Couple Scale (30 valid aitems; α = .93) which have been tested on 45 woman employees of Bank Mega. Spearman correlation test results showed a negative relationship between work stress and effectiveness of interpersonal communication on couple which is indicated by correlation coefficient rxy = -.275 with p = .002 (p <.01). Negative relationship shows the higher work stress the lower effectiveness of interpersonal communication on couple, and the lower work stress the higher effectiveness of interpersonal communication on couple.
HUBUNGANANTARA PERSEPSI TERHADAP PERUBAHAN ORGANISASI DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA GURU
Robin, Novia Megawati;
Prihatsanti, Unika
Empati Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.452 KB)
Motivasi berprestasi merupakan salah satu kebutuhan yang diartikan sebagai suatu dorongan untuk mencapai sesuatu dengan mengatasi segala hambatan.Motivasi berprestasi guru dapat dilihat dengan cara mengetahui persepsi guru terhadap perubahan organisasi di sekolah tersebut. Persepsi perubahan ini adalah berupa penilaian terhadap beralihnya suatu bagian organisasi dari kondisi yang berlaku kini menuju ke kondisi masa yang akan datang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap perubahan organisasi RSBI ke sekolah reguler dengan motivasi berprestasi pada guru di SMAN 1 dan SMAN 2 Semarang.Populasi dalam penelitian ini adalah 173 guru dengan sampel penelitian sebanyak 118 guru.Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik convenience sampling.Pengumpulan data menggunakan skala motivasi berprestasi (17 item valid) dengan koefisien reliabilitas 0,87 dan skala persepsi terhadap perubahan organisasi RSBI (44 item valid) dengan koefisien reliabilitas 0,94.Analisis regresi sederhana menunjukkan rxy=0,82 dengan p=0,000 (p<0,05), artinya ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap perubahan organisasi RSBI dengan motivasi berprestasi pada guru di SMAN 1 dan SMAN 2 Semarang.Persepsi perubahan organisasi RSBI memberikan sumbangan efektif terhadap variabel motivasi berprestasi 68% sedangkan 32% berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KESIAPAN KERJA DENGAN KETAKUTAN MENGHADAPI KEGAGALAN PADA SISWA SMK NEGERI 1 BLORA
Erfelina, Ajeng;
Ediati, Annastasia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.296 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15093
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesiapan kerja dengan ketakutan menghadapi kegagalan pada siswa SMK Negeri 1 Blora. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah ada hubungan negatif antara kesiapan kerja dengan ketakutan menghadapi kegagalan pada siswa SMK Negeri 1 Blora. Populasi penelitian adalah 509 siswa SMK Negeri 1 Blora, dan sampel penelitian berjumlah 286 siswa yang didapatkan dengan teknik cluster sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah Skala Kesiapan Kerja (27 aitem; α = 0,85) dan Skala Ketakutan Menghadapi Kegagalan (16 aitem; α = 0,84). Hasil analisis korelasi product moment dari Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kesiapan kerja dengan ketakutan menghadapi kegagalan (r = -0,288; p < 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi kesiapan kerja siswa maka semakin rendah ketakutan menghadapi kegagalan. Mayoritas subjek penelitian ini memiliki kesiapan kerja dalam kategori tinggi (n = 179; 62,59%) dan ketakutan menghadapi kegagalan dalam kategori rendah (n = 200; 69,93%).