cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
KEPUASAN KERJA DI TINJAU DARI STRES KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN MARKETING DI PT NEW RATNA MOTOR “NASMOCO GROUP” SEMARANG Sinta Apriliana Hadiningrum; Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.032 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7378

Abstract

Pada dunia organisasi industri, karyawan telah dipandang sebagai sumber daya yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus, karena dapat menentukan tercapainya tujuan organisasi. Tujuan organisasi tidak akan tercapai apabila tidak didukung oleh kepuasan kerja karyawan,  di sisi lain demi tercapainya tujuan tersebut, karyawan juga dituntut untuk bekerja lebih giat, disertai dengan tuntutan yang dapat memicu munculnya stres kerja pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan bagian marketing PT New Ratna Motor atau “Nasmoco Group” semarang.Populasi dalam penelitian ini adalah 122 karyawan dan jumlah sampel penelitian 92 karyawan. Penentuan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kepuasan Kerja terdiri dari 36 aitem (ɑ = 0,920) dan Skala Stres Kerja terdiri dari 34 aitem (ɑ = 0,943). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan  adanya hubungan negatif dan sangat signifikan antara stress kerja dengan kepuasan kerja yang ditunjukkan oleh angka analisis regresi F = 23,278 ; p = 0,000 ( p < 1% ),  dan pada variabel stres kerja menunjukkan hasil t = - 4,825 ( p < 0,01), sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan negatif antara stres kerja dengan kepuasan kerja karyawan bagian marketing di PT New Ratna Motor Semarang dapat diterimaBerdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara stres kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan bagian marketing di PT New Ratna Motor “Nasmoco Group” Semarang, yang artinya bahwa semakin rendah  stres kerja yang dialami maka akan semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan, begitupun sebaliknya. Sumbangan efektif stres kerja terhadap kepuasan kerja sebesar 26,8 %  sedangkan 73,2 % ditentukan oleh  faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
PENGALAMAN PENGASUHAN SINGLE MOTHER YANG MEMILIKI ANAK DISABILITAS INTELEKTUAL (STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS) Ramadhani, Aulia Fauza; Rahmandani, Amalia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.373 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23589

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman pengasuhan single mother yang memiliki anak disabilitas intelektual. Subjek penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik, yakni single mother yang bercerai dan memiliki anak kandung dengan disabilitas intelektual. Metode yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tema induk yaitu (1) tema yang terkait dengan penyesuaian diri, (2) tema yang terkait dengan pengasuhan dan, (3) tema yang terkait dengan keberadaan anak. Faktor terkait penyesuaian diri single mother dengan anak disabilitas intelektual yaitu adanya dukungan dari keluarga atau lingkungan, keterlibatan mantan suami dalam pengasuhan, keadaan yang dapat memicu konflik, serta cara masing-masing subjek menanggulangi tekanan yang dialami. Tema pengasuhan anak menjelaskan bagaimana perasaan yang muncul selama proses pengasuhan, serta peran ketiga subjek dalam upaya merawat dan mendidik anak. Penelitian ini juga mendapatkan gambaran penilaian single mother terhadap anak disabilitas intelektual yang turut mempengaruhi pengasuhan, yaitu adanya penilaian positif berupa rasa bangga, maupun penilaian negatif karena malu pada kondisi anak. Meskipun demikian, ketiga subjek memiliki harapan yang hampir sama yaitu menginginkan anak dapat hidup mandiri dan menjalani kehidupan seperti orang normal lainnya di kemudian hari.
PENGALAMAN KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK (STUDI KUALITATIF FENOMENOLOGIS) Vera Astuti; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.374 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14893

Abstract

Tuntutan pada ayah untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pengasuhan dan sosialisasi terkait anak dan keluarga telah mengalami peningkatan selama beberapa dekade ini. Peningkatan ini dihadapkan pada tantangan terkait kompleksitas peran laki-laki yang kemudian berimplikasi pada keterlibatannya dalam pengasuhan anak. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta dianalisis dengan deskripsi fenomenologis individual agar mendapatkan gambaran menyeluruh. Penggalian data utama dilakukan dengan depth interview. Subjek penelitian sejumlah tiga orang dengan kriteria yaitu, ayah yang bekerja, ayah yang memiliki anak berprestasi dan atau tidak mengalami kenakalan, dan ayah yang menjadi tokoh masyarakat khususnya dalam pengasuhan anak. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bentuk-bentuk dan faktor yang berpengaruh pada ayah dalam pengasuhan dengan kondisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan dimulai sejak seorang ayah memilih pasangan. Bentuk pengasuhan mengacu pada beberapa pola yaitu pola asuh islami, mengedepankan egalitarian, autoritatif, dan mengarahkan minat bakat anak. Esensi dari keterlibatan ayah adalah usaha sadar yang berfokus pada tujuan membentuk anak sholeh dan matang dalam berbagai aspek, dengan berprinsip bahwa anak adalah jalan kesuksesan dunia dan akhirat. Faktor yang berpengaruh adalah karakter, kebiasaan dan konsep diri sebagai pemimpin, yang dipengaruhi riwayat perkembangannya terdahulu. Faktor pendukung yaitu pengalaman mengasuh pribadi dan orang lain, dukungan pekerjaan, istri dan sekolah anak. Faktor penghambat adalah tekhnologi, nilai-nilai masyarakat yang kontradiktif, dan minimnya waktu. Temuan unik penelitian ini adalah prinsip hidup religius yang mendasari segala peran yang dijalani subjek.
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN RESILIENSI PADA ISTRI ANGGOTA SATUAN BRIGADE MOBIL KEPOLISIAN DAERAH JAWA TENGAH (SATBRIMOB POLDA JATENG) ANNISA PUTRI PERMATASARI; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.278 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20109

Abstract

Anggota Bhayangkari sebagai istri anggota Polri memegang peranan yang sangat penting dalam rumah tangga. Perpisahan dalam jangka waktu tertentu ketika suami melaksanakan dinas luar atau Bantuan Kendali Operasi (BKO) mengharuskan anggota Bhayangkari untuk dapat menyesuaikan diri, bangkit, dan beradaptasi dari situasi sulit atau yang disebut dengan resiliensi. Self-compassion dapat membantu anggota Bhayangkari dalam menghadapi situasi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan resiliensi pada istri anggota Satbrimob Polda Jateng. Populasi berjumlah 139 dan sampel penelitian sebanyak 73 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala resiliensi (36 aitem valid, α=0,913) dan skala self-compassion (22 aitem valid, α=0,858). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,738 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara self-compassion dengan resiliensi pada istri anggota Satbrimob Polda Jateng, dengan sumbangan efektif sebesar 54,5%.    
PERBEDAAN PERILAKU PROSOSIAL SISWA MADRASAH ALIYAH (MA) BERBASIS PONDOK PESANTREN DAN SEKOLAH MENENGAH UMUM (SMU) Kurniawan Harefa; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.35 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7544

Abstract

Remaja merupakan generasi yang ikut menentukan masa depan bangsa dan ikut berjuang mengisi kemerdekaan. Salah satu tugas perkembangan remaja yang diungkapkan oleh Havighurst (dalam Agustiani, 2009, h.16), menuntut individu untuk dapat mencapai tingkah laku sosial yang bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan perilaku prososial siswa Madrasah Aliyah (MA) berbasis pondok pesantren dan siswa Sekolah Menengah Umum (SMU).Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan mengambil sampel sebanyak 142 siswa dengan rincian sebesar 108 siswa dari Madrasah Aliyah Asy Syarifah dan 34 siswa dari SMA Ronggolawe. Metode penggalian data dengan menggunakan satu skala psikologi yaitu skala perilaku prososial. Skala perilaku prososial berjumlah 40 item valid (α = 0,923). Analisis data menggunakan uji independent sample t test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan perilaku prososial siswa Madrasah Aliyah Asy Syarifah Mranggen Demak dan siswa SMA Ronggolawe  Semarang yang ditunjukkan oleh nilai t hitung = 2,368 dengan p = 0,019 (p < 0,05).  Perilaku prososial siswa Madrasah Aliyah Asy Syarifah lebih tinggi sebesar 124,94 dibandingkan dengan rata-rata  perilaku prososial pada SMA Ronggolawe Semarang sebesar 119,21 dengan perbedaan rata-rata sebesar 5,739. Jadi penelitian ini membuktikan bahwa siswa di Madrasah Aliyah (MA)  berbasis pondok pesantren mempunyai perilaku prososial lebih baik dibandingkan dengan Sekolah Menengah Umum.
DUKUNGAN ORANG TUA DAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA SMK PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA Mutiara Herin; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.385 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara dukungan orang tua dengan kematangan karir siswa SMK kelas X program keahlian tata boga. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan orang tua dan kematangan karir pada siswa SMK program keahlian tata boga. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menggunakan subjek penelitian siswa SMK kelas X dengan program keahlian tata boga selain itu terdapat perbedaan pada alat ukur yang digunakan untuk mengukur dukungan orang tua dan kematangan karir. Populasi dalam penelitian ini adalah 204 siswa kelas X dari SMK N 4 Madiun dan SMK N 4 Surakarta dengan sampel penelitian berjumlah 123 siswa, yang diperoleh melalui cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah Skala Kematangan Karir (26 aitem valid, α = .87) dan Skala Dukungan Orang Tua (45 aitem valid, α= .96) yang telah diujicobakan pada 45 siswa. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan orang tua dan kematangan karir pada siswa SMK program keahlian Tata Boga (r = .54 ; p < .001), yang berarti bahwa semakin tinggi dukungan orang tua maka semakin tinggi kematangan karir. Dukungan orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar 30% dalam mempengaruhi kematangan karir siswa, sedangkan sisanya 70% dipengaruhi oleh faktor lain. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pembaruan referensi dan lebih memperbanyak referensi sehingga dapat memperkaya hasil penelitian selanjutnya.
HARAPAN ORANGTUA DAN DEPRESI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 KEDOKTERAN UMUM Oktami Dwi Martsari; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.884 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21835

Abstract

Depresi merupakan gangguan psikologis yang dapat dialami berbagai kalangan usia. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami depresi. Salah satu program studi yang dianggap memiliki tuntutan dan tekanan yang berat yaitu Program Studi Kedokteran. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab depresi adalah tingginya harapan orangtua yang sulit dipenuhi oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan orangtua dengan depresi pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Sarjana Kedokteran Umum. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Umum Universitas Diponegoro angkatan 2017 yang berjumlah 246 mahasiswa. Sampel penelitian terdiri dari  101 mahasiswa (62 perempuan; 39 laki-laki) yang diperoleh dengan metode cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua alat ukur, yaitu Beck Depression Inventory-II (21 aitem; α = 0,90) yang telah divalidasi ke dalam Bahasa Indonesia dan Skala Harapan Orangtua (18 aitem; α = 0,869). Berdasarkan uji korelasi Spearman’s Rho diperoleh hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara harapan orangtua dengan depresi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Umum Universitas Diponegoro (r = 0,172 ; p= 0,086). Sejumlah 40 mahasiswa (39,6%)  tergolong depresi ringan hingga berat namun bukan disebabkan oleh penilaian mereka terhadap harapan orangtua. Faktor-faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap depresi pada mahasiswa tahun pertama perlu diteliti lebih lanjut.
WORK FAMILY CONFLICT PADA SINGLE MOTHER YANG BERCERAI: Interpretative Phenomenological Analysis Dewi Safarina Maulida; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.594 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13118

Abstract

Tujuan dari penelitian dengan studi fenomenologis ini adalah untuk dapat memahami work family conflict pada single mother yang bercerai. Subjek penelitian ini adalah dua orang wanita yang sudah bercerai, memiliki anak dan bekerja. Penemuan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposif sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode IPA menggunakan prosedur yang rinci dalam menganalisis data, sehingga menghasilkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, serta pemikiran yang di rasakan subjek yang di dapat melalui proses wawancara. Hasil penelitian ini membahas tentang tuntutan menjadi single mother, dampak negatif pekerjaan pada keluarga hingga timbulnya upaya pengelolaan waktu. Peneliti menemukan setiap subjek hampir memiliki kesamaan dalam pemaknaan pada work family conflict. Pengelolaan waktu untuk meyeimbangkan kedua peran merupakan perjalanan puncak dari work family conflict pada single mother. pengalaman tersebut telah menjadi suatu kesatuan sebagai upaya memahami work family conflict pada single mother yang bercerai.
STUDI KASUS PENERAPAN PROGRAM BEYOND CENTERS AND CIRCLES TIME (BCCT) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIAL ANAK DOWN SYNDROME DI PAUD TB SEMARANG Paramita Estikasari; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.854 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15457

Abstract

Perkembangan sosial merupakan prestasi besar bagi perkembangan anak-anak prasekolah. Pada masa ini anak-anak mulai terlibat aktif dalam dunia sosial yang lebih luas, khususnya ketika anak menempuh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program PAUD yang tepat akan menghantarkan anak pada perkembangan sosial yang optimal. Anak dengan hambatan perkembangan down syndrome sering mendapat penolakan dalam peer group dan lingkungannya karena anak down syndrome belum berkompeten secara sosial. Kompetensi sosial merupakan hal penting sebagai investasi masa depan anak down syndrome agar diterima di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran program BCCT di PAUD TB Semarang yang merupakan Pusat Unggulan PAUD di Jawa Tengah dalam meningkatkan kompetensi sosial. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah anak down syndrome di PAUD TB Semarang, orangtua siswa down syndrome, guru, shadow, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi sosial anak down syndrome di Pusat Unggulan PAUD TB Semarang membaik dibandingkan sejak pertama kali bersekolah. (2) Program pembelajaran di PAUD TB Semarang menggunakan pendekatan BCCT yang berfokus pada individual differences dan scaffolding. (3) Perkembangan kompetensi sosial anak down syndrome dipengaruhi oleh dukungan sosial seperti penerimaan orangtua anak berkebutuhan khusus, orangtua siswa, siswa lain, kurikulum/program pembelajaran, dan fasilitas yang disediakan di PAUD TB Semarang. (4) Orangtua siswa menunjukkan respon puas terhadap program pembelajaran PAUD TB Semarang.
STUDI PERBEDAAN PROKRASTINASI AKADEMIK DITINJAU DARI JENIS PENDIDIKAN PADA SISWA SETINGKAT SMA DI KAYEN PATI Mahruzar Susan Wijaya; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.284 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7410

Abstract

Prokrastinasi akademik adalah suatu kecenderungan untuk tidak memulai mengerjakan tugas atau pekerjaan secara sengaja dan berulang-ulang dengan melakukan aktifitas lain yang tidak diperlukan dalam pengerjaan tugas formal yang berhubungan dengan tugas akademik, seperti tugas mengarang, belajar menghadapi ujian, membaca, kinerja administratif, menghadiri pertemuan, dan kinerja akademik secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prokrastinasi akademik ditinjau dari jenis pendidikan pada siswa setingkat SMA di Kayen Pati.Penelitian dilakukan menggunakan metode diskriptif kuantitatif dengan teknik sampling yaitu Cluster Random Sampling di SMA Negeri 1 Kayen dan MA Miftahul Ulum pada kelas XI dan XII. Populasi dan sampel terdiri dari SMA Negeri 1 Kayen yaitu 68 siswa dan sampel MA Miftahul Ulum terdiri dari 64 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan skala prokrastinasi akademik yang terdiri dari 23 aitem dengan koefisien reabilitas=0,881. Hasil penelitian nilai mean pada SMA Negeri 1 Kayen sebanyak 53,3382 dan mean pada MA Miftahul Ulum yaitu 58,1719, homogenitas lavene’s test dengan nilai F=1,351, signifikansi 0,254 (p>0,05) dikatakan homogen.Analisis data dilakukan dengan uji t-test, diperoleh nilai signifikansi 0,002 (p<0,05) dan t=3,211, penelitian tersebut menunjukkan ada perbedaan  prokrastinasi akademik yang signifikan pada siswa SMA Negeri 1 Kayen dan MA Miftahul Ulum.

Page 72 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue