cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
KUBANGUN SURGA DI RUMAHKU, KUPEROLEH PUNCAK BISNISKU ( Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) tentang Work-Family Enrichment pada Bos Wanita ) Fauzianah, Haula; Indrawati, Endang Sri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.13 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24407

Abstract

Work-family enrichment adalah suatu istilah dari kondisi saling mendukung antara peran di keluarga dan pekerjaan. Seperti halnya keterampilan atau emosi yang dihasilkan dalam satu peran, dapat diaplikasikan terhadap peran lainnya, berdasarkan pernyataan Greenhaus & Powell (dalam Shein dan Chen, 2011). Work-family enrichment dibutuhkan oleh setiap bos wanita yang sudah berkeluarga, untuk mencapai kesuksesan di kedua peran. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami pengalaman bos wanita dalam menjalankan peran di keluarga dan peran di perusahaan pada bos wanita di Jabodetabek. Subjek penelitian berjumlah tiga orang. Teknik pengambilan data menggunakan metode purposive (Herdiansyah, 2012) dan analisis data menggunakan pendekatan IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi work-family enrichment, yaitu (1) latar belakang individu, (2) kepribadian individu, (3) sikap kerja bos wanita, serta (4) strategi dan konsekuensi minat berwirausaha. Manfaat dari work-family enrichment berupa kepuasan dalam mengaktualisasikan diri, karena mendapat dukungan penuh dari suami dalam menjalankan aktivitas. Ketiga subjek memaknai work-family enrichment sebagai sarana membangun religiusitas, agar senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT di keluarga dan usaha. Gambaran work-family enrichment pada ketiga subjek berupa penerapan manajemen keuangan, strategi perencanaan, dan strategi penyusunan target capaian dalam usaha, ke domain keluarga. Disamping itu, keluarga memberikan kebahagiaan yang menghadirkan suasana positif, serta menjadikan ketiga subjek lebih efisien dalam mengelola kedua peran nya. Kata kunci: Work-Family Enrichment; Bos Wanita; Peran Ganda; Religiusitas
KEPERCAYAAN DIRI DAN KEMATANGAN KARIR REMAJA PENERIMA MANFAAT DI BALAI REHABILITASI SOSIAL WIRA ADHI KARYA UNGARAN Shahnaz Syarifah Umary; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.272 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14943

Abstract

Kematangan karir diperlukan agar remaja penerima manfaat di Balai Rehabilitasi Sosial mampu memilih pekerjaan yang melibatkan kemampuan dalam merencanakan dan membuat keputusan karir sehingga setelah purna bina dapat menekuni suatu bidang pekerjaan atau membantu peningkatan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kepercayaan diri dan kematangan karir remaja penerima manfaat di Balai Rehabilitasi Sosial Wira Adhi Karya Ungaran. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja penerima manfaat angkatan pertama tahun 2015 di Balai Rehabilitasi Sosial Wira Adhi Karya Ungaran. Peneliti menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah 46 remaja penerima manfaat. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi yaitu, Skala Kematangan Karir yang disusun berdasarkan aspek kematangan karir menurut Super (34 aitem, α = 0,845) serta Skala Kepercayaan Diri yang disusun berdasarkan aspek kepercayaan diri menurut Lauster (24 aitem, α = 0,782). Analisis data dilakukan dengan metode analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dan kematangan karir pada remaja penerima manfaat di Balai Rehabilitasi Sosial Wira Adhi Karya Ungaran (rxy = 0,690, p < 0,001). Semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin tinggi pula kematangan karir remaja penerima manfaat. Efektivitas regresi penelitian ini sebesar 47,6% artinya kematangan karir remaja penerima manfaat 47,6% ditentukan oleh kepercayaan diri. Kematangan karir dan kepercayaan diri remaja penerima manfaat rata-rata berada pada kategori tinggi.
HUBUNGAN ANTARA KONGRUENSI KARIR REMAJA-ORANGTUA DAN ACADEMIC HARDINESS PADA MAHASISWA DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Erdidhah Putri Pinilih; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.211 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20188

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kongruensi karir remaja-orangtua dengan academic hardiness pada mahasiswa Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama, kedua, dan ketiga Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang berjumlah 351 mahasiswa dan sampel sejumlah 177 mahasiswa dengan rata-rata usia 18-21 tahun, yang diperoleh dengan cluster random sampling. Analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,433 dengan p = 0,000 (p < 0,001). Artinya, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kongruensi karir remaja-orangtua dengan academic hardiness pada mahasiswa. Sumbangan efektif  kongruensi karir remaja-orangtua terhadap academic hardiness sebesar 18,8%. Artinya, terdapat faktor lain sebesar 81,2% yang mempengaruhi academic hardiness. Uji one-way anova menunjukkan bahwa mahasiswa tahun pertama memiliki skor rata-rata academic hardiness tertinggi, diikuti mahasiswa tahun ketiga, dan mahasiswa tahun kedua.   
HUBUNGAN ANTARA FANATISME TERHADAP PRODUK PERAWATAN WAJAH DENGAN CITRA DIRI FISIK PADA WANITA DEWASA AWAL Hana Afradhila; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.414 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara fanatisme terhadap produk perawatan wajah dengan citra diri fisik pada wanita dewasa awal. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita dewasa awal yang telah menjadi anggota tetap di Klinik dr. Djoko Susanto R, Sp. KK sebanyak 40 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan secara incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala citra diri fisik (8 aitem valid, α = 0,907) dan skala fanatisme terhadap produk perawatan wajah (26 aitem valid, α = 0,861). Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi sederhana. Hasil menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,483 dengan p=0,002 (p
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 SUKOHARJO Velda Fiska Saputri; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.66 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15181

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum merupakan salah satu bentuk dari hambatan komunikasi (communication apprehension) yang bisa dialami oleh setiap individu. Konsep diri dapat dikaitkan dengan kecemasan berbicara didepan umum karena setiap individu dalam berkomunikasi memiliki keyakinan untuk mampu berbicara dengan individu lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan kecemasan berbicaradi depan umum pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sampel diambil berdasarkan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo yang berjumlah 180 siswa.Alat ukur yang digunakan yaitu skala likert dengan empat pilihan respon jawaban. Skala Konsep Diri terdiri 22 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,829 dan Skala Kecemasan Berbicara di depan umum terdiri 31 aitem dengan koefisien reliabilitas 0,933. Analisis regresi menggunakan anareg sederhana didapatkan koefisien korelasi -0,490 dengan p = 0,000 (p<0,001). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan, artinya semakin tinggi konsep diri maka kecemasan berbicara di depan umum menjadi rendah. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,240, artinya konsep diri memberikan pengaruh sebesar 20,4% terhadap kecemasan berbicara di depan umum. Sebesar 79,4% pengaruh terhadap kecemasan di depan umum dapat disebabkan karena faktor lain.
EFFECT OF PROBLEM POSING METHOD (PPM) TOWARD VERBAL CREATIVITY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN GRADE 7th Bagus Priambodo; Anita Listiara; Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.165 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.257

Abstract

Verbal creativity is the ability to think fluence, flexible, and original that manifested through the words. A child who has good verbal creativity will be easier to carry out activities in school and in the surrounding environment. Psychological freedom is onefactor that can develop creativity. One alternative teaching methods that provide freedom in an atmosphere of learning is the Problem Posing Method (PPM) which is triggered by Paulo Freire. This research aims to determine the presence or absence of the influence of PPM on verbal creativity in junior high school students in grade 7th. Characteristics of the subjects of this study were junior high school students in grade 7th, received conventional learning materials, and have never had learning by using PPM. This study uses a non-randomized pretest-posttest control group design. Subjects in the study were divided into two groups in nonrandomized, based on available classes. The selection of these two classes based on the homogeneity of the two classes in terms of teacher, the way teachers teach, subject matter, and the mid term exam. Subjects in the experimental group 33 students, while subjects in the control group 35 people. The data was collected using the Verbal Creativity Test The results of hypothesis testing is done using the Independent Sample T Test techniques produce differences in the mean value of 3.294 with significance value less than alpha level, which is equal to 0.014 (a= 0.05). The results showed that there are significant differences in students' verbal creativity scores of the experimental group who received treatment Problem Posing Method (PPM) with a control group who did not receive treatment.
KETERKAITAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN HAPPINESS AT WORK PADA KARYAWAN GENERASI Y PT. TELEKOMUNIKASI SELULAR JAKARTA Arinda Gadis Wardiana; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.603 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan perceived organizational support dan happiness at work pada karyawan generasi Y PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Jakarta. Perceived organizational support adalah keyakinan, pandangan atau penilaian karyawan tentang dukungan yang diberikan organisasi dalam memenuhi kesejahteraan karyawan atas kontribusi karyawan, sedangkan happiness at work adalah perasaan positif karyawan berupa menikmati pekerjaan dan perasaan senang berada di lingkungan kerja, baik bekerja secara individu maupun berkelompok yang dapat meningkatkan kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah 989 karyawan dan sampel penelitian 129 subjek. Karyawan generasi Y dipilih sebagai subjek penelitian dikarenakan tahun 2020-2030 diperkirakan Indonesia mengalami bonus demografi, dimana angkatan usia kerja didominasi oleh generasi Y. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu Skala Perceived Organizational Support (39 aitem valid dengan α=0,932) dan Skala Happiness at work (48 aitem valid dengan α=0,949). Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan hasil rxy=0,706 dengan p=0,000(p<0,05), dimana hasil tersebut menunjukkan ada hubungan positif antara perceived organizational support dan happiness at work. Perceived organizational support memberikan sumbangan efektif sebesar 49,9% terhadap happiness at work.
KECENDERUNGAN POLA ASUH PERMISIF DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI Sriadi Triandika; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.232 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13550

Abstract

Perilaku seksual pranikah merupakan segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang dilakukan sebelum pernikahan. Hubungan orang tua dan remaja yang kurang harmonis dapat membatasi remaja untuk menanyakan mengenai seks sehingga remaja mendapatkan pemahaman tentang seks melalui teman, pendidikan sekolah, media, atau sumber lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecenderungan pola asuh permisifdengan perilaku seksual pranikah pada remaja putri. Populasi penelitian ini adalah 837 siswi  SMK N 2 Semarang, berumur 15–19 tahun, sedang atau pernah berpacaran. Sampel penelitian ini berjumlah 242 siswi dari kelas X dan XI, yang ditentukan menggunakan cluster random  sampling. Data diperoleh menggunakan Skala Perilaku Seksual Pranikah (24 aitem; α = 0,906 ) dan Skala Kecenderungan Pola Asuh Permisif (subskala Permisif-Indulgent = 6 aitem; α = 0,714; subskala Permisif-Indifferent = 13 aitem; α = 0,826). Dari hasil uji statistik non-parametrik Kendall’s Tau menunjukkan tidak adanya hubungan kecenderungan pola asuh permisif dengan perilaku seksual pranikah pada remaja putri, baik pada permisif-indulgent (r = -0,033; p = 0,468) maupun pada permisif-indifferent (r = -0,054; p = 0,151). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kecenderungan pola asuh permisifdengan perilaku seksual pranikah pada remaja putri. Bagi subjek penelitian, kebebasan yang telah diberikan oleh orang tua tidak serta merta menjadikan alasan atau peluang untuk melakukan perilaku seksual pranikah.
HUBUNGAN ANTARA SERVANT LEADERSHIP DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PERAWAT RSUD RAA SOEWONDO PATI Hestu M, Deda; Prihatsanti, Unika
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.271 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara servant leadership dengan komitmen organisasi pada perawat RSUD RAA Soewondo Pati . Sampel penelitian sebanyak 98 dari 337 total perawat yang bekerja aktif di RSUD RAA Soewondo Pati. Uji coba diberikan kepada 52 perawat dan penelitian dilakukan kepada 98 perawat RSUD RAA Soewondo Pati. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala servant leadership  (25 aitem, α = 0,926) dan skala komitmen organisai (27 aitem, α =0,894). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara servant leadership dengan komitmen organisasi pada perawat RSUD RAA Soewondo Pati (r= 0,309; p< 0,00). Hal tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu hubungan positif antara servant leadership dengan komitmen organisasi pada perawat RSUD RAA Soewondo Pati dapat diterima. Semakin tinggi servant leadership maka semakin tinggi komitmen organisasi pada perawat RSUD RAA Soewondo Pati dan sebaliknya semakin tinggi servant leadership maka semakin tinggi komitmen organisasi pada perawat RSUD RAA Soewondo Pati. Variabel servant leadership memberikan sumbangan efektif sebesar 9,5% terhadap komitmen organisasi.
MAKNA MERARIK DAN NYONGKOLAN BAGI PASANGAN PENGANTIN DI NUSA TENGGARA BARAT Febri Triwahyudi; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.916 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7480

Abstract

Penelitian ini membahas makna tradisi Merarik dan Upacara Nyongkolan bagi pasangan pengantin di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi tersebut adalah upacara yang dilaksanakan pada pernikahan Suku Sasak dan juga merupakan salah satu aset kebudayaan yang ada di Nusa Tenggara Barat.Penelitian ini berfokus pada masalah pernikahan yang dilakukan menggunakan  prosesi Merarik dan Upacara  Nyongkolan. Definisi pernikahan adalah  upacara  pengikatan  janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan  ikatan perkawinan  secara  hukum agama, hukum negara, dan hukum adat.            Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologis karena peneliti ingin mengungkap makna dari pengalaman yang dialami oleh pengantin yang menikah dengan mengunakan tradisi merarik dan upacara nyongkolan. Subjek dalam penelitian ini adalah  dua pasangan pengantin yang melakukan merarik dan upacara nyongkolan saat pernikahannya.            Data hasil penelitian dianalissis menggunakan metode deskripsi fenomenologi individu, sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi, rekaman audio dan catatan lapangan.Hasil dari penelitian ini adalah subjek dapat mengungkapkan makna penggunaan Merarik adalah berupa pengujian mental, kesiapan berumah tangga, kesiapan bertanggung jawab dan kesiapan mencari nafkah dalam kehidupan berumah tangga sedangkan Nyongkolan mengungkap makna tentang penyebaran informasi bahwa pasangan yang menikah sudah resmi menikah kepada masyarakat. Upacara Nyongkolan saat pernikahannya dan menjelaskan alasan penggunaan upacara tersebut.

Page 73 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue