Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
MAKNA KERJA PADA FLIGHT INSTRUCTOR : STUDI FENOMENOLOGIS DENGAN MENGGUNAKAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Pradita Sita Devi Normasari;
Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.554 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15434
Flight instructor di sekolah penerbangan yang berkontribusi dalam mendidik pilot cenderung minim jumlahnya. Individu yang memilih karier sebagai flight instructor, tentunya telah mengetahui segala informasi tentang profesi dan memiliki makna yang berbeda tergantung pada tujuan yang diharapkan. Subjek dalam penelitian ini adalah flight instructor yang bekerja di sekolah penerbangan, minimal memiliki 100 jam terbang dan berusia 22 tahun, serta memegang lisensi pilot transportasi komersial. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang flight instructor. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses subjek menjalani profesi sebagai flight instructor. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Prosedur IPA berfokus pada pengalaman subjek melalui kehidupan pribadinya. Eksplorasi yang dilakukan pada subjek akan memunculkan makna dalam peristiwa unik yang dialami oleh subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga pokok pembahasan, yaitu profesi sebagai flight instructor, pendalaman profesi, dan pengembangan karier. Setiap subjek memiliki pemaknaan yang berbeda terkait pengalamannya bekerja menjadi flight instructor. Makna kerja yang dialami para subjek adalah memperoleh keuntungan untuk meraih pekerjaan yang lebih baik dan pengetahuan yang belum dimiliki serta memahami berbagai karakter siswa. Para subjek juga menemukan makna mengajar sebagai pemberi ilmu pada orang lain dan upaya peningkatan kemampuan diri. Selain itu, para subjek mengalami perubahan dalam diri sebagai pembelajaran dari profesi yang digeluti dan mulai merasakan keinginan untuk mengembangkan kariernya dengan berpindah profesi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN ADVERSITY INTELLIGENCE AND SENSATION SEEKING AMONG NATURE LOVERS COLLEGE STUDENTS IN SEMARANG
Ari Wahyuni;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.708 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7392
This study aims to determine the relationship between Adversity Intelligence andSensation Seeking in Nature Lovers Students in Semarang. Study population asmuch as 258 students from 18 University nature lovers organizations in Semarangwith as many as 149 students as a sample. Sampling technique using proportionalrandom sampling. Methods of data collection in this study using AdversityIntelligence Scale and the Sensation Seeking Scale. Analysis of data using simplelinear regression analysis.Simple linear regression analysis showed a positive and significant relationshipbetween Adversity Intelligence and Sensation Seeking on nature lovers student. Itcan be seen from the magnitude of the rxy = 0.277 p = 0.001 (p <0,05). Rxy valuesindicate positive direction of the correlation between the two variables, meaningthat the higher Adversity Intelligence, the higher Sensation Seeking, andconversely the lower Adversity Intelligence, the lower Sensation Seeking.Adversity Intelligence give 7.7% effective contribution value of the SensationSeeking. This result indicates that the level of Sensation Seeking consistency7.7% can be predicted by Adversity Intelligence, while the remaining 92.3% isdetermined by other factors that are not revealed in this study such as age,environment, education and sosioeconomic conditions.
HUBUGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XII SMK TEUKU UMAR SEMARANG
Yuriko Adriel;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.03 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23603
Perilaku bullying merupakan perilaku kekerasan fisik, verbal, ataupun psikologis dan biasanya dilakukan secara berulang dari seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat terhadap seseorang atau sekelompok lebih lemah dengan tujuan menindas korban. Konformitas teman sebaya adalah sebuah upaya yang dilakukan individu agar diterima oleh orang lain, dengan cara menjadi apapun sebagaimana keinginan orang lain, termasuk mengubah keyakinan dan perilakunya serupa dengan orang lain walaupun perilaku sebenarnya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa kelas XII SMK Teuku Umar Semarang. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Teuku Umar Semarang yang berjumlah 184 siswa dengan subjek penelitian sebanyak 123 siswa memakai teknik cluster random sampling. Penelitian ini memakai 2 skala sebagai alat ukur yaitu Skala Konformitas Teman Sebaya (25 aitem valid, α = 0,904) dan Skala Perilaku Bullying (23 aitem valid, α = 0,909). Dengan menggunakan analisis regresi sederhana maka terdapat hubungan positif hubungan positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying (rᵪᵧ = 0,313; p = 0,000). Semakin tinggi konformitas teman sebaya maka akan semakin tinggi pula perilaku bullying siswa. Begitupun sebaliknya, semakin rendah konformitas teman sebaya maka semakin rendah pula perilaku bullying siswa. Konformitas teman sebaya memberi sumbangan efektif sebesar 9,8% terhadap perilaku bullying.
PENGALAMAN ISTRI YANG TIDAK MEMILIKI ANAK DAN MENJALANI PERNIKAHAN COMMUTER
Sherly Azizah;
Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.937 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14909
Pernikahan commuter adalah pasangan suami istri yang secara sukarela tinggal di lokasi geografis yang berbeda dan dipisahkan setidaknya tiga malam dalam satu minggu untuk menjalankan pekerjaan masing-masing. Salah satu tujuan seseorang melangsungkan pernikahan adalah untuk memiliki anak. Pengalaman istri yang tidak memiliki anak dan menjalani pernikahan commuter adalah peristiwa-peristiwa yang dialami oleh istri terkait dengan keadaan tidak dimilikinya anak dan menjalani pernikahan commuter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman istri yang tidak memiliki anak dan menjalani pernikahan commuter serta alasan istri mempertahankan menjalani pernikahan commuter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah dua orang dengan usia pernikahan yang berbeda. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling dan pengambilan data menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menjalani pernikahan commuter menyebabkan kedua subjek mengalami kekhawatiran akan kesehatan suami dan datangnya gangguan dari pihak lain, selain itu pada subjek pertama mengalami kesedihan, kesepian, dan kurangnya hubungan seksual, sedangkan subjek kedua mengalami peningkatan biaya komunikasi dan suami tidak selalu ada menemani, meski demikian kedua subjek mengalami peningkatan kemandirian, posisi kerja, dan penghasilan. Tidak dimilikinya anak diyakini sebagai kehendak Tuhan. Subjek pertama yang berusia 32 tahun masih berusaha memiliki anak dan memiliki rencana untuk mengadopsi anak, sedangkan subjek kedua berusia 43 tahun lebih pasrah menerima kondisi tidak memiliki anak. Kedua subjek tidak rela meninggalkan pekerjaan, selain itu subjek pertama memiliki kinginan untuk merawat ibu yang sakit, sedangkan subjek kedua mempertimbangkan anak yang di asuh bersekolah di Semarang sehingga kedua subjek memilih mempertahankan menjalani pernikahan commuter.
HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Sofiachudairi Hatari;
Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.942 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20146
Mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dihadapkan pada berbagai resiko dan permasalahan yang membuat mahasiswa tertekan sehingga berdampak pada psikologis mahasiswa, oleh karena itu dibutuhkan resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bertahan, bangkit, dan menyesuaikan dengan kondisi yang sulit. Untuk mampu bertahan mahasiswa harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang diri dan kondisi yang sedang dihadapi. Self compassion didefinisikan sebagai sikap perhatian dan kebaikan terhadap diri sendiri saat menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan resiliensi pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Populasi penelitian sebanyak 250 mahasiswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling dan didapat 88 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi. Skala Resiliensi dengan 30 aitem valid (α = 0,909) dan Skala Self Compassion dengan 30 aitem valid (α = 0,906). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,600 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara Self Compassion dengan Resiliensi, semakin tinggi self compassion maka semakin tinggi resiliensi mahasiswa, demikian pula sebaliknya semakin rendah self compassion maka semakin rendah resiliensi. Sumbangan efektif self compassion terhadap resiliensi mahasiswi sebesar 35,9% dan sisanya sebesar 64,1% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK REMAJA
Rachmawati, Alifia Yuli;
Kristiana, Ika Febrian
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.765 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7558
Kelekatan aman telah dibuktikan berkorelasi dengan keberfungsian di masa mendatang, seperti hubungan individu terhadap orang lain, perkembangan kepribadian, serta masalah-masalah perilaku. Berkembangnya kelekatan aman memungkinkan individu memiliki pandangan yang positif terhadap diri sendiri, termasuk terhadap kemampuan diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kelekatan aman dengan efikasi diri akademik remaja. Pengumpulan data menggunakan Skala Kelekatan Aman yang terdiri dari 40 aitem valid (rxx’ = 0,905) dan Skala Efikasi Diri Akademik yang terdiri dari 28 aitem valid (rxx’ = 0,909). Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Ungaran yang berjumlah 306 siswa. Subjek penelitian berjumlah 175 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana, menunjukkan nilai koefisien korelasi (rxy) = 0,425 dengan p=0,000 (p
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
Ramadhan, Rachmat;
Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.844 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15147
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan intensi berwirausaha pada Mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro.Subjek penelitian adalah 141 mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan datamenggunakan Skala Intensi Berwirausaha (28 aitem, α = .877) dan Skala Psychological Capital (19 aitem, α = .874). Hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan angka koefisien korelasi sebesar r = .565 dengan nilai p = .000(p<.001). Tingkat signifikansi sebesar p = .00 menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif sigmifikan antara psychological capaital dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Peternakandan Pertanian Universitas Diponegoro. Psychological Capital memberikan sumbangan efektif terhadap Intensi Berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Pternakan dan Pertanian Universitas Diponegorosebesar 31.9% dan sisanya 68.1 % dipengaruhi oleh faktor- faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
PENGARUH PSIKOEDUKASI DARING TERHADAP INTENSI “HEALTH-SEEKING†INFORMAL PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO
Prabandari, Kirana;
Indriana, Yeniar
Jurnal EMPATI Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018
Publisher : Jurnal EMPATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.521 KB)
Intensi health-seeking informal adalah sebuah keputusan terencana yang dilakukan dengan cara mengkomunikasikan masalahnya pada orang terdekat (significant others) dengan tujuan untuk mendapatkan saran, dukungan, dan bantuan untuk menurunkan taraf permasalahan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh empat tema intervensi psikoedukasi daring yakni insomnia, self-injury, sindrom stockholm, dan bunuh diri yang diberikan selama tujuh hari terhadap intensi health-seeking informal. Hipotesis dalam penelitian ini ialah terdapat perbedaan skor intensi health-seeking informal yang signifikan pada subjek sebelum dan sesudah mendapat psikoedukasi daring. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro angkatan 2017. Subjek penelitian berjumlah 40 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro angkatan 2017 yang didapatkan dengan menggunakan teknik two stages cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala intensi health-seeking informal (34 aitem dengan α = 0,914). Berdasarkan hasil analisis paired sample t-test menunjukkan adanya kenaikan yang signifikan pada skor intensi health-seeking informal pada subjek setelah mendapatkan psikoedukasi via daring/instagram (Msebelum = 100,23; SDsebelum = 9,407; Msesudah = 101,68; SDsesudah = 9,975; t (39) = -2,243; p = 0,031), sehingga hipotesis yang diajukan oleh peneliti terbukti.Kata kunci: Intensi; Health-Seeking; Psikoedukasi; Daring; MahasiswaÂ
BAGIMU NEGERI, AKU MENGABDI: Gambaran loyalitas pada atlet PON Provinsi Jawa Tengah
Rizky Fajar Prasetyo;
Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.281 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13132
Olahraga merupakan suatu bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh relevansi kemenangan dan prestasi optimal. Dapat berlaga di turnamen nasional seperti PON merupakan impian bagi setiap atlet. PON yang sejatinya digunakan untuk pembinaan atlet di daerah berubah menjdi adu gengsi daerah. Membajak atlet daerah lain menjadi cara instan untuk memperoleh prestasi. Fenomena perpindahan atlet seringkali menjadi permasalahan dalam penyelenggaraan PON. Perpindahan atlet seringkali dikaitkan dengan besarnya uang yang ditawarkan oleh daerah lain. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran loyalitas dan faktor yang mempengaruhi loyalitas pada atlet PON Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, materi audio, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah tiga orang atlet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa loyalitas atlet PON Provinsi Jawa Tengah dipengaruhi oleh 1) adanya kepercayaan dan keyakinan diri pada atlet bahwa penting bagi provinsi untuk berprestasi; 2) adanya kebersamaan serta ikatan keluarga dalam tim; 3) harapan dan kepercayaan dari jajaran pelatih dalam tim; 4) dapat menerima keterbatasan sarana yang diberikan.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI KEJUARAAN NASIONALPADA ATLET TENIS LAPANGAN PELTI SEMARANG
Darama Pramudani Safitri;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.79 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19736
Kecemasan merupakan salah satu problem yang mempengaruhi performa seorang atlet pada saat bertanding di lapangan. Keyakinan atlet tentang kemampuannya mengatasi berbagai situasi di lapangan yang biasa disebut sebagai efikasi diri patut diduga turut mempengaruhi kecemasan atlet dalam menghadai pertandingan. Penelitian ini mengkaji kecemasan pada atlet tenis lapangan dalam menghadapi kejuaraan nasional ditinjau dari efikasi diri. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet tenis lapangan Pelti Semarang yang pernah mengikuti kejuaraan nasional sebanyak 5 kali dengan jumlah sampel sebanyak 70 orang yang diambil dengan menggunakan teknik convinience sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini diungkap dengan menggunakandua buah skala psikologi, yaitu Skala Kecemasan Menghadapi Kejuaraan Nasional dengan item valid sejumlah 21 item (koefisien sebesar ≥ 0,3) dan Skala Efikasi Diri dengan item valid sebanyak 29 item (koefisien sebesar ≥ 0,3) dan reliabilitas di atas Cronbach’s Alpha > 0,6.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara variabel efikasi diri dengan kecemasan menghadapi pertandingan kejuaraan nasional adalah -0,471 dengan p=0,000. Hal tersebut berarti bahwa kedua variabel tersebut berhubungan dengan arah hubungan bersifat negatif sehingga apabila semakin tinggi efikasi diri atlet tenis, maka semakin rendah kecemasan atlet tenis lapangan Pelti Semarang dalam menghadapikejuaraan nasional.