cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN DISIPLIN KERJA PEGAWAI BALAI REHABILITASI SOSIAL MARDI UTOMO SEMARANG I Yusril Nur Annas; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.948 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7494

Abstract

Disiplin kerja pegawai sangat dibutuhkan, karena tujuan organisasi mustahil akan tercapai bila pegawainya tidak disiplin. Hasil penjajagan awal memperlihatkan di Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I terjadi penggunaan waktu jam kerja yang tidak pada tempatnya. Sebab didapati pegawai pada saat jam kerja tidak ada di kantor dan beberapa lembar absen masih kosong selama beberapa hari. Secara teoritis disiplin kerja dipengaruhi oleh kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan kepemimpinan transformasional dengan disiplin kerja pegawai Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I.Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan mengambil seluruh populasi sebagai sampel dan didapatkan sampel sebanyak 33 pegawai. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi yaitu skala Disiplin Kerja dan skala Kepemimpinan Transformasional. Skala Disiplin Kerja dengan 33 item valid (α = 0,902) dan skala Kepemimpinan Transformasional dengan 33 item valid (α = 0,936). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,482 dengan p = 0,002 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan disiplin kerja, semakin tinggi kepemimpinan transformasional maka semakin baik disiplin kerja pegawai, demikian pula sebaliknya semakin rendah kepemimpinan transformasional maka semakin rendah disiplin kerja pegawai. sumbangan efektif kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai Balai Rehabilitas Sosial Mardi Utomo Semarang I sebesar 23,2% dan sisanya sebesar 76,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN WORK-FAMILY CONFLICT PADA PEGAWAI WANITA UNIT PELAKSANA TUGAS PENUNJANG DI BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA (BPK RI) AINI, AFINA QURRATA; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.039 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26527

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat hubungan empiris antara kepribadian hardiness dengan work-family conflict pada pegawai wanita unit pelaksana tugas penunjang di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Kantor Pusat Jakarta. Work-family conflict adalah sebuah kondisi ketidakseimbangan yang dialami individu dimana saat menjalankan peran dan tanggung jawab di dalam keluarga terganggu oleh peran yang dimiliki di dalam pekerjaan karena adanya konflik waktu, tenaga dan perilaku.Hardiness adalah karakterisik kepribadian yang ditandai dengan adanya kemampuan dalam memiliki kontrol diri yang baik, berkomitmen dan aktif pada hal yang ditekuni, serta melihat situasi atau tantangan sebagai hal positif untuk mengembangkan dirinya.Populasi pada penelitian ini adalah pegawai wanita yang telah berkeluarga dengan minimal masa kerja satu tahun di BPK RI Kantor Pusat Jakarta berjumlah 193 dengan sampel penelitian berjumlah 80 orang. Teknik pengambilan sampel  menggunakanconvenience sampling. Alat ukur yang digunakan Skala Work-family conflict (α= 0,906) dan Skala Hardiness (α= 0,856). Analisis data menggunakan uji korelasi Spreaman’s Rank. Hasil uji hipotesis menunjukan rxy = -0,444 ,p=0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukan hubungan negatif antara variabel hardiness dengan work-family conflict.Semakin tinggi skor hardiness maka semakin rendah work-family conflict, sebaliknya semakin rendah skor hardiness maka semakin tinggi work-family conflict yang dialami subjek.Kata kunci: Work-family conflict, kepribadian hardiness, pegawai wanita
HUBUNGAN ANTARA INTERNAL LOCUS OF CONTROL DENGAN SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMA KOLESE LOYOLA SEMARANG Handrina, Irene Alesa Gita; Ariati, Jati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.079 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dengan school well-being. Internal locus of control diartikan sebagai kepercayaan individu mengenai keberhasilan atau kegagalan yang diperoleh, merupakan hasil dari kemampuan dan usaha pada diri sendiri.School well-being diartikan sebagai sudut pandang siswa mengenai penilaian terhadap sekolahnya yang terkait dengan kondisi sekolah, hubungan sosial, kebutuhan pemenuhan diri, dan status kesehatan di sekolah.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Kolese Loyola Semarang.Sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan jumlah 257 siswa. Metode pengumpulan data dengan skala psikologi yang disusun oleh peneliti, yaitu Skala School Well-Being (47 aitem valid dengan α = 0,926) dan Skala Internal Locus of Control (21 aitem valid dengan α = 0,857). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,623 dengan p = 0.000 (p < 0,001). Internal locus of control memiliki sumbangan efektif sebesar 38,8% terhadap school well-being pada siswa SMA Kolese Loyola Semarang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi internal locus of control siswa, maka semakin tinggi siswa akan merasakan kenyamanan di sekolah. Hal tersebut dikarenakan individu dengan internal locus of control dapat menyesuaikan diri di lingkungan, sehingga dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN ANTARA JOB CRAFTING DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN GENERASI Y DI KANTOR PUSAT PT. BANK BUKOPIN, TBK JAKARTA Rahmani Azizah; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.433 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job crafting dengan keterikatan kerja pada karyawan generasi Y di kantor pusat PT. Bank Bukopin, Tbk Jakarta. Keterikatan kerja adalah keadaan psikis yang positif dan berkaitan dengan pemenuhan kerja yang dikarakteristikan dengan adanya vigor, dedication, dan absorption. Job crafting merupakan penilaian karyawan mengenai perubahan yang telah dilakukan terkait pekerjannya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan dirinya melibatkan tugas-tugas, hubungan di tempat kerja, dan cara karyawan berpikir mengenai pekerjannya. Populasi dalam penelitian ini adalah 189 karyawan pada divisi legal & investigasi kredit, pengelolaan & pengembangan SDM, dan pengembangan TI dengan sampel 60 karyawan generasi Y di kantor pusat PT. Bank Bukopin, Tbk Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala job crafting (24 aitem, α = 0,918) dan skala keterikatan kerja (21 aitem, α = 0,881 ). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,764 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara job crafting dengan keterikatan kerja. Semakin tinggi job crafting, maka semakin tinggi pula keterikatan kerja dan sebaliknya. Job crafting memberikan sumbangan efektif sebesar 59,4% dalam mempengaruhi keterikatan kerja, sedangkan sisanya sebesar 41,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
DINAMIKA PSIKOLOGIS MAHASISWA PENGHAFAL ALQURAN (Sebuah Studi Fenomenologis) Ayu Faliha; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami dinamika psikologis pada mahasiswa penghafal Alquran. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Peneliti mengumpulkan data penelitian dengan mewawancarai tiga orang mahasiswa penghafal Alquran, yang ditetapkan sebagai subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposif. Selanjutnya, eksplikasi data merupakan teknik yang digunakan peneliti untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses yang dialami ketiga subjek untuk menjadi seorang penghafal Alquran dimulai dari episode awal menghafal, beranjak memasuki episode memperbanyak hafalan, kemudian episode menjaga hafalan, hingga episode pascahafal >15 juz. Episode awal menghafal bermula dari masa kecil masing-masing subjek yang telah diarahkan ibu untuk mulai membaca/menghafalkan Alquran. Memasuki pondok pesantren menjadi transisi menuju episode memperbanyak hafalan, yang melibatkan proses kognisi para subjek berdasarkan pola pendidikan dan pembimbingan menghafal Alquran selama menempuh pendidikan menengah di ponpes. Episode menjaga hafalan mengulas tentang masa kuliah para subjek, yakni pada saat kewajiban sebagai mahasiswa dihadapkan dengan kewajiban menghafal dan/atau menjaga hafalan Alquran. Setelah menghafal lebih dari 15 juz Alquran, subjek mulai memaknai bahwa adanya proses menghafal Alquran memunculkan rasa tanggung jawab untuk mengimplementasikan agama dan nilai-nilai Alquran ke dalam kehidupan sehari-hari. Subjek pertama merasa dirinya masih sebagai pembelajar dalam menghafal Alquran, sehingga kesalahan dalam hal agama dapat ia lakukan kapan saja, yang dengan hal tersebut maka subjek membutuhkan orang lain untuk mengingatkannya. Subjek kedua merasa bahwa menghafal Alquran mendatangkan berkah berupa hadirnya rezeki tak terduga. Begitu pula subjek ketiga, yang pada sisi lain juga merasakan bahwa menghafal Alquran telah menjadi kesenangannya saat ini.
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PERAWAT WANITA YANG SUDAH BERKELUARGA DI RUMAH SAKIT SWASTA X KOTA SEMARANG Aulia Setya Amanda; Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.832 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20024

Abstract

Kepuasan kerja adalah suatu perasaan senang atau tidak senang pada diri karyawan yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Konflik pekerjaan-keluarga adalah salah satu dari bentuk konflik peran yaitu tekanan atau ketidakseimbangan peran antara peran di pekerjaan dengan peran didalam keluarga, yang ditandai dengan adanya perselisihan atau konflik antara pekerjaan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan kepuasan kerja. Subjek adalah perawat wanita yang sudah berkeluarga. Sampel diambil menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah sebanyak 52 perawat. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala yaitu Skala Konflik Pekerjaan-Keluarga dan Skala Kepuasan Kerja, sedangkan untuk analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana, dengan nilai rxy= .-637 (p < .005). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif antara kepuasan kerja dengan konflik pekerjaan-keluarga pada perawat wanita yang sudah berkeluarga yang bekerja di Rumah Sakit X di kota Semarang. Artinya, semakin rendah konflik pekerjaan-keluarga yang dirasakan oleh perawat, maka semakin tinggi kepuasan kerja perawat, dan semakin tinggi konflik pekerjaan-keluarga perawat, maka semakin rendah kepuasan kerja perawat.
MAKNA CERITA DEWI RENGGANIS BAGI PENEMBANG SERAT MENAK DI PULAU LOMBOK Lalu Arman Rozika; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.526 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7517

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan seperti apa penembang Serat Menak (SM) di pulau Lombok memaknai teks Cerita Dewi Rengganis (CDR). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Subjek penelitian berjumlah tiga orang penembang yang semenjak usia kanak-kanak telah mulai mengenal tradisi pepaosan dan SM. Metode utama yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam, sedangkan metode pendukungnya adalah observasi, catatanlapangan, dan materi audio.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa makna CDR bagi penembang SM di pulau Lombok digambarkan dengan empat tema induk, yaitu (1) memaknai tokoh Rengganis, (2) nilai yang terdapat dalam CDR, (3) kemanfaatan CDR, dan (4) memaknai perpisahan. Setelah memahami isi kandungan dalam CDR, subjek mengamalkannya di dalam kehidupannya. Hasil penelitian mendapatkan bahwa makna CDR bagi pemaos yakni sebagai suara hati  (conscience). Saran untuk peneliti selanjutnya, yakni agar mampu menemukan literatur yang lebih lengkap mengenai tradisi pepaosan, SM, dan CDR, mengingat penelitian terhadap sastra lisan dan tulisan di pulau Lombok dapat dikatakan masih minim.
STUDI KASUS: KEMATANGAN SOSIAL PADA SISWA HOMESCHOOLING Lisa Rahmi Ananda; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.816 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15090

Abstract

Remaja pada umumnya membutuhkan interaksi mutual dengan teman sebaya. Semakin banyak interaksi yang dilakukan semakin terbentuk pula kematangan sosial pada diri remaja. Kematangan sosial dapat dibentuk melalui pendidikan. Terdapat tiga jalur pendidikan di Indonesia salah satunya adalah pendidikan informal, seperti homeschooling. Homeschooling merupakan salah satu model belajar bagi anak dan merupakan pendidikan pilihan yang diselenggarakan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kematangan sosial pada remaja yang sedang menjalani homeschooling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumen. Partisipan penelitian berjumlah 1 orang yaitu remaja yang sedang menjalani homeschooling, dan 3 informan yaitu orang tua, guru sewaktu SD, dan teman yang bersedia menjadi partisipan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian kematangan sosial pada partisipan tergambarkan dari konsep diri yang positif, self-direction yang bagus, kemandirian dalam belajar dimana partisipan sendiri yang memutuskan untuk homeschooling dengan berbagai pertimbangan di usianya pada saat itu. Dalam bersosialisasi partisipan cukup terampil berinteraksi dengan orang-orang lintas usia atau yang tidak sebaya. Sedangkan dalam berinteraksi dengan teman sebaya, partisipan mengalami sedikit kendala karena memiliki perbedaan jadwal dalam pembelajaran.
“HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA BOARDING SCHOOL PONDOK PESANTREN MUJJADDADIYAH KOTA MADIUN” Purwito, Alfian Wahyu Abdi; Rahmandani, Amalia
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.914 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial siswa boarding school Pondok Pesantren Mujjaddadiyah Kota Madiun. Sebanyak 40 siswa Pondok Pesantren Mujjaddadiyah Kota Madiun diambil sebagai sampel uji coba skala dan 100 siswa sebagai subjek penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik sampel cluster random sampling. Pengumpulan data kecerdasan emosional dan penyesuaian sosial dengan skala kecerdasan emosional (30 aitem, α = 0,903) dan skala penyesuaian sosial (21 aitem, α = 0,855). Teknik analisa data yang dipakai adalah teknik analisis regresi sederhana denganmenggunakan software pengolahan data SPSSWindows Release 20.00.Dari hasil analisa data diperoleh koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,545 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang berarti ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial siswa Pondok Pesantren Mujjaddadiyah Kota Madiun. Hal ini bermakna bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa maka semakin tinggi pula penyesuaian sosial dan sebaliknya. Kecerdasan emosional member sumbangan efektif sebesar 29,7% terhadap penyesuaian sosial.Kata kunci: Kecerdasan emosional, Penyesuaian social, Siswa boarding school
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMA DI KABUPATEN TABANAN I Kadek Darmo Suputra; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12990

Abstract

Pada masa remaja, seseorang mengalami masa pubertas yang mengakibatkan ketidakstabilan emosi karena perubahan hormon yang terjadi. Hal ini menyebabkan remaja mudah terjerumus pada hal – hal negatif, seperti perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual pranikah berdampak negatif pada remaja seperti kehamilan yang tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Perilaku seksual pranikah yang dilakukan remaja menunjukkan bahwa remaja lebih bersikap terbuka atau menerima terhadap perilaku seksual pranikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara kecerdasan emosional dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa. SMA kelas X, XI, dan XII yang bersekolah di kabupaten Tabanan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 517 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Analisi data pada penelitian ini menggunakan uji regresi sederhana. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji regresi sederhana diperoleh koefisien korelasi sebesar – 0,345 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif antara kecerdasan emosional dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Artinya, semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin menolak sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional, maka semakin menerima sikap terhadap perilaku seksual pranikah. 

Page 81 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue