cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
PENGALAMAN BERKREASI FOTOGRAFER MODEL: PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Pratama, Adhitya Rizki; Kahija, Yohanis F. La
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.7 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15071

Abstract

Fotografer model merupakan profesi yang pekerjaannya adalah memotret model. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dunia pengalaman berkreasi fotografer model ketika memotret seorang model. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang fotografer model yang memiliki pemahaman mengenai fotografi dan sering memotret model. Penelitian ini mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA). Metode ini dipilih karena adanya prosedur yang terinci dalam menganalisis data. Prosedur tersebut menghasilkan kedalaman terhadap pengalaman, peristiwa unik, dan pemikiran yang dimiliki subjek melalui wawancara. Peneliti menemukan bahwa dalam pengalaman berkreasi subjek terdapat tiga pokok, yaitu terdiri dari: insight menjadi fotografer, proses berkreasi dalam memotret model dan konsekuensi positif dari memotret. Peneliti menemukan bahwa pengalaman berkreasi memotret tidak terpisah dari awal masuk menjadi fotografer, sehingga mempengaruhi proses berkreasi memotret yang berbeda-beda saat memotret seorang model, sehingga karya-karya yang dihasilkan memiliki keunikan masing-masing. Dari pengalaman berkreasi itu subjek memperoleh konsekuensi nilai-nilai yang positif untuk menjalani kehidupan.
PENGALAMAN HIDUP KORBAN CHILD ABUSE DARI KELUARGA BROKEN HOME (Studi Kualitatif Fenomenologis Pada Dewasa Awal) Desiyanti Setiorini; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.879 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15371

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pengalaman korban child abuse yang saat ini berada di masa dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik eksplikasi data sebagai teknik yang digunakan untuk melakukan analisis penelitian. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Subjek berjumlah tiga orang.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketiga subjek memiliki pengalaman yang cukup traumatik sebagai korban child abuse, masa kanak-kanak yang buruk memiliki pengaruh yang bersifat negatif pada masa dewasa awal ketiga subjek, dan pengalaman child abuse dari ketiga subjek mendorong keinginan untuk tidak melakukan kekerasan, memaafkan diri sendiri, memaklumi perilaku kekerasan orang tua dan revitalisasi keluarga.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL PADA SISWA SMA NEGERI 2 KOTA MAGELANG Fiona Fisabillia Lastina; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.876 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7360

Abstract

The purpose of the research is to know correlation between the social support and the test anxiety on senior high school student at SMA Negeri 2, Magelang. Hypothesis of this study expressed that there is a negative correlation between the social support  and the test anxiety on the senior high school students  at SMA Negeri 2, Magelang. The more positive social support  the lower levels of test anxiety in the senior high school students  at SMA Negeri 2, Magelang.The instruments of this study used Social Support Scale text anxiety Scale. Social Support  Scale consists of 38 items with difference indices of items ranged of 0.332 to 0.639 and a reliability coefficient of 0.913. Test Anxiety Scale consists of 31 items with a difference indices of items ranged of 0.307 to 0.846 and reliability coefficient of 0.940.Population in this study was 200 senior high school students at SMA Negeri 2, Magelang. The samples were amounted 100 students and sampled by using cluster random sampling technique. Analysis of the data carried out by using simple regression analysis with the correlation coefficient (rxy) of -0.581 with p = 0.000 (p <0.05), it means that the hypothesis stated that there is a negative correlation between academic self-concept and academic procrastination was accepted.Contribution of social support on the test anxiety in the senior high school students at SMA Negeri 2, Magelang is 33.80%. While the remaining of 66.20% is influenced by other factors that are not discussed in this study.
HUBUNGAN ANTARA HAPPINESS AT WORK DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. TELKOM WITEL SEMARANG Dana Bestari; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.487 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara happiness at work  dengan organizational citizenship behavior  pada karyawan Telkom Witel Semarang.Happiness at work dapat diartikan sebagai keadaan dimana karyawan merasa senang saat bekerja yang ditandai dengan adanya emosi positif, keyakinan diri untuk dapat mencapai segala tujuan, dan disertai dengan pengembangan perilaku.Organizational Citizenship Behavior (OCB) dapat diartikan sebagai perilaku karyawan untuk berkontribusi melebihi tuntutan tugas yang telah ditetapkan dan dapat memberikan keuntungan bagi kelangsungan organisasi serta dilakukan secara sukarela. Populasi dalam penelitian ini adalah 105 karyawan tetap di Telkom Witel Semarang dengan sampel 60 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Happiness at Work (40 aitem, α = 0,941) dan Skala OCB (22 aitem, α = 0,884). Analisis Regresi Sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,583 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara happiness at work dengan OCB. Semakin semakin tinggi happiness at work  maka akan semakin OCB. Begitu pula sebaliknya, ketika happiness at work yang dimiliki rendah, maka akan semakin rendah pula OCB. Happiness at work memberikan sumbangan efektif sebesar 34% dan sisanya sebesar 66% ditentukkan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. 
POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DAN AGRESIVITAS PADA REMAJA PERTENGAHAN DI SMK HIDAYAH SEMARANG Dwi Karunia Saputra; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.801 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14364

Abstract

Aksi-aksi kekerasan remaja terjadi dimana saja, seperti di jalan-jalan, di sekolah, bahkan di kompleks-kompleks perumahan. Aksi-aksi tersebut dapat berupa kekerasan verbal (mencaci maki) maupun kekerasan non verbal (memukul, meninju). Agresivitas adalah keinginan untuk melakukan segala bentuk perilaku yang dimaksudkan untuk menyakiti seseorang, baik secara verbal maupun non verbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji ada tidaknya hubungan antara pola asuh otoriter orang tua dengan agresivitas pada remaja pertengahan dan menguji perbedaan agresivitas antara remaja pertengahan laki-laki dan perempuan. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara pola asuh otoriter orang tua dengan agresivitas pada remaja pertengahan di SMK Hidayah Semarang serta ada perbedaan agresivitas antara remaja pertengahan laki-laki dan perempuan. Populasi penelitian ini adalah remaja pertengahan (usia 15-17 tahun) di SMK Hidayah Semarang. Sebanyak 226 siswa, dan sampelnya berjumlah 126 diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Analisis regresi sederhana menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara pola asuh otoriter orang tua dengan agresivitas r= .39 (p < 0.001). Hasil uji independent sample t-test menunjukkan t = -2.37 (p < 0.05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan antara agresivitas laki-laki dan perempuan, agresivitas laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PADJADJARAN RAHMADANI, TIKA AMELIA; Sawitri, Dian Ratna
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.686 KB)

Abstract

Communication Science of Faculty is a faculty that involves a lot of public speaking activities in the course. Therefore, students in Faculty of Communication Science are required to have good communication value. This research aims to determine the relationship between body image and public speaking anxiety in student of Communication Science Faculty of Padjadjaran University. The sample is 221 student of Communication Science Faculty of Padjadjaran University, consisted of  72 men and 149 women which obtained using convenience sampling technique. Data obtained using Body Image Scale (33 aitem; α= .91) and Public Speaking Anxiety Scale (31 item, dengan α= .94) which already tested to 45 students. The result of simple regression analysis shows a negative and significant relationship between body image and public speaking anxiety. Body image gives effective contribution of 20.25% toward public speaking anxiety, while the rest of 79.75% is determined by other factors. 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN MELAYANI PIMPINAN DENGAN STRES KERJA PADA TENAGA PENDIDIK PUSDIK BINMAS POLRI BANYUBIRU Rucy Arum Wijayanti; Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.824 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7526

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi terhadap gaya kepemimpinan melayani dengan stres kerja pada tenaga pendidik Pusdik Binmas Polri Banyubiru. Stres kerja adalah Respon fisik, psikologi, dan perilaku yang ditimbulkan oleh adanya tuntutan kerja. Persepsi terhadap gaya kepemimpinan melayani adalah penilaian karyawan terhadap kemampuan pemimpin untuk melayani karyawannya dengan panggilan altruistik, penyembuhan emosional, kebijaksanaan, pemetaan persiasif, dan pelayanan organisasi.Sampel penelitian 50 orang. Alat ukur penelitian menggunakan skala stres kerja dengan 25 aitem (α =0,919) dan skala persepsi terhadap gaya kepemimpinan melayani dengan 40 aitem (α =0,966). Analisis regresi sederhana diperoleh rxy = -0,783 dengan p = 0,000 (p<0,05). Menunjukkan semakin positif persepsi terhadap gaya kepemimpinan melayani, maka stres kerjanya semakin rendah. Persepsi terhadap kepemimpinan melayani memberikan sumbangan efektif sebesar 60,5% terhadap Stres kerja. Sisanya 39,5% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
KECERDASAN EMOSIONAL DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA TARUNA SEMESTER III POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG Lana Shintia Sekar Sari; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.194 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15100

Abstract

Psychological well-being adalah kemampuan individu yang ditandai dengan adanya perasaan bahagia, mempunyai kepuasan hidup, dan tidak ada gejala-gejala depresi. Kecerdasan emosional adalah tentang mengelola emosi dan memotivasi diri sehingga subjek dapat menghibur diri, dapat melepaskan kecemasan, kemurungan, ketersinggungan, dapat bangkit kembali dari semua itu, mampu berpikir positif, mampu untuk terus berjuang ketika menghadapi hambatan, tidak putus asa dan kehilangan harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan psychological well-being pada taruna semester III Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Populasi penelitian adalah 443 taruna dan sampel penelitian berjumlah 210 taruna dengan karakteristik sampel: taruna yang sedang menjalani kehidupan asrama kampus. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecerdasan Emosional (33 aitem, α= 0,923) dan Skala Psychological Well-Being (32 aitem, α= 0,904). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kecerdasan emosional dengan psychological well-being (rxy = 0,550 dengan p < 0,001) yang berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi psychological well-being. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 30,3% terhadap psychological well-being.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH DENGAN HARGA DIRI PADA SISWA SMK NEGERI 3 SEMARANG Della Tia Gusman; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.266 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21713

Abstract

Harga diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang memiliki peranan penting dan pengaruh besar terhadap perilaku dan sikap seseorang. Remaja yang memiliki harga diri tinggi merupakan persyaratan untuk mengembangkan rasa hormat dan empati terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan harga diri siswa SMK Negeri 3 Semarang. Harga diri adalah  penilaian yang dibuat oleh individu untuk menggambarkan sikap menerima atau tidak menerima keadaan dirinya dan menandakan sampai seberapa jauh individu itu percaya bahwa dirinya mampu, sukses, dan berharga serta diakui atau tidak kemampuan dan keberhasilan yang diperoleh. Sampel dalam penelitian ini adalah 183 siswa SMK Negeri 3 Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Persepsi terhadap Peran Ayah (33 aitem valid, α=0,945) dan Skala Harga Diri (21 aitem valid, α=0,881). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap peran ayah dengan harga diri (rxy = 0,491; p<0,001). Semakin positif persepsi terhadap peran ayah maka semakin tinggi pula harga diri dan sebaliknya. Persepsi terhadap peran ayah memberikan sumbangan efektif R=0,241. Artinya persepsi terhadap peran ayah memiliki kontribusi sebesar 24,1% terhadap harga diri, sedangkan sisanya sebesar 75,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
SELF IDENTITY PADA PEROKOK WANITA (Sebuah Studi Fenomenologis Pada Wanita Dewasa Muda) Vienna Marieta; Frieda N R H
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12999

Abstract

Proses pembentukan self identity terjadi dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Kemampuan individu melewati krisis dalam hidupnya akan menentukan pencapaian identitas dan membentuk sebuah komitmen untuk kehidupan selanjutnya. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami proses pembentukan self identity pada perokok wanita dan tujuan lainnya adalah mendeskripsikan faktor-faktor yang berpengaruh serta melihat bagaimana subjek memandang dirinya dalam menjalani kodrat sebagai wanita. Subjek berjumlah 3 orang dengan karakteristik wanita berusia dewasa muda (20-30 tahun) dan menjadi perokok aktif minimal 3 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis serta analisis data DFI (Deskripsi Fenomena Individual). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, proses pembentukan identitas ketiga subjek dimulai sejak memasuki masa kanak-kanak, dimana pola asuh memberi pengaruh yang sangat besar. Ketika masa remaja, faktor personal dan lingkungan berpengaruh signifikan dan ketika masa dewasa, faktor personal memegang peranan terpenting dalam menentukan keputusan. Terdapat perbedaan pencapaian status identitas yang dialami ketiga subjek. Kedua subjek mencapai tahap identity achievement ketika berusia dewasa. Sedangkan salah satu subjek masih menyelesaikan tahap identity moratorium ketika berusia dewasa.

Page 78 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue