cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PERAWAT RSUD HJ. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA Meiliana Ariani; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.18 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15097

Abstract

Regulasi emosi merupakan dasar yang mendukung kemampuan untuk mengontrol emosi atau hubungan antara pekerjaan dengan klien. Peristiwa ditempat kerja dapat memicu reaksi emosi positif dan negatif sehingga diperlukan regulasi emosi yang tinggi untuk dapat menyesuaikan respon emosi yang muncul. Respon emosional pada peristiwa ditempat kerja dapat berpegaruh pada suasana hati yang akan mempengaruhi perilaku organizational citizenship behavior. Suasana hati positif mempengaruhi individu untuk menampilkan organizational citizenship behavior sehingga dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan organizational citizenship behavior pada perawat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 152 perawat dengan sampel penelitian 90 perawat. Penentuan sampel menggunakan cluster random sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan melakukan randomisasi terhadap kelompok, bukan terhadap subjek individual. Pengumpulan data menggunakan Skala Regulasi Emosi dengan 19 aitem (α = 0.857 ) dan Skala Organizational Citizenship Behavior (α = 0.901 ) dengan 31 aitem. Analisa data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan hasil rxy = 0.809 dengan p = 0.000 (p<0.001), artinya terdapat hubungan yang signifikan positif antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perawat yang memiliki organizational citizenship behavior yang tinggi, salah satunya dikarenakan memiliki regulasi emosi yang tinggi, demikian pula sebaliknya perawat yang memiliki organizational citizenship behavior yang rendah, maka regulasi emosi yang dimiliki juga rendah. Regulasi emosi memberikan sumbangan efektif sebesar 65,5% sedangkan 34,5% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF TENTANG PENGALAMAN MENJADI PENYANGGA EKONOMI KELUARGA DI USIA REMAJA Dwidya Sitta Anugari; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.167 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami pengalaman menjadi penyangga ekonomi dalam keluarga di usia remaja. Masa  remaja (adolescence) adalah periode transisi yang dimulai pada sekitar usia 10-22 tahun (Santrock, 2012). Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan metode analisis eksplikasi data. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive. Berjumlah tiga orang yang merupakan anak laki-laki pertama dalam keluarga dan berusia remaja saat ayahnya meninggal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan sebelumnya partisipan diberi informed consent. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemampuan resiliensi pada ketiga subjek. Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengatasi dan beradaptasi pada kejadian berat atau masalah yang terjadi dalam hidup (Reivich & Shatte, dalam Dewanti dan Veronica, 2014). Kemampuan resiliensi pada ketiga subjek dapat dilihat dari adanya penerimaan diri yang positif tentang diri sendiri maupun keadaan yang membuat ketiganya menjadi penyangga ekonomi dalam keluarga. Dua dari tiga subjek mengaku bahwa penerimaan diri yang muncul dipengaruhi oleh religiusitas, selain itu ketiga subjek juga memiliki faktor protektif dan aspek pembentuk resiliensi yang dimanfaatkan dengan baik sehingga ketiga subjek tidak terpuruk dalam kesedihan pasca kematian ayah. Selain sebagai pencari nafkah, ketiga subjek dalam penelitian ini juga menjalankan peran ayah yang lain yaitu sebagai teladan, pelindung dan pemberi kasih sayang, serta pemberi nasihat bagi adik-adiknya. Ketiga subjek dalam penelitian ini mampu membangun kemampuan resiliensi, yang ditunjukkan tidak hanya dengan penerimaan diri terhadap keadaannya menjadi penyangga ekonomi keluarga, melainkan juga dengan bangkit kembali, mengembangkan kemandirian serta membuat perencanaan dan pengharapan untuk masa depan. 
HUBUNGAN ANTARA MODAL PSIKOLOGI DENGAN KECENDERUNGAN BURNOUT KARYAWAN PRODUKSI PT KEMENANGAN JAYA GROUP KOTA BOGOR Annisa Azka Nabilah; Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12996

Abstract

Kecenderungan burnout merupakan konsekuensi terhadap stres kerja yang berlangsung pada karyawan dalam jangka waktu yang relatif lama dengan gejala perilaku seperti kelelahan secara emosional, hilangnya motivasi, dan penurunan prestasi yang dialami oleh individu. Modal psikologi adalah kapasitas psikologis individu yang berkembang secara positif dengan beberapa karakteristik yaitu efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara modal psikologi dengan kecenderungan burnout pada karyawan PT. Kemenangan Jaya Group. Populasi penelitian ini yaitu karyawan PT. Kemenangan Jaya Group. Sampel penelitian adalah operator produksi sebanyak 81 karyawan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Kecenderungan Burnout (25 aitem valid,  α = 0.901) dan Skala Modal Psikologi (32 aitem valid, α = 0.881). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0.561 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan negatif antara modal psikologi dengan kecenderungan burnout. Modal Psikologi memberikan sumbangan efektif sebesar 31.5% pada kecenderungan burnout dan sebesar 68.5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
LEPAS UNTUK KEMBALI DIKUNGKUNG: STUDI KASUS PEMASUNGAN KEMBALI EKS PASIEN GANGGUAN JIWA Aldani Putri Wijayanti; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.544 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15431

Abstract

Pasung adalah bentuk pengekangan fisik terhadap orang dengan hendaya kejiwaan di Indonesia. Penelitian ini berfokus memahami keputusan pemasungan kembali oleh keluarga kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah keluar dari perawatan di RSJ (eks pasien). Dengan menggunakan metode studi kasus tunggal, penelitian ini melibatkan subjek dan informan sebanyak lima orang. Subjek terdiri dari tiga anggota keluarga sebagai caregiver dan informan berasal kader Dinas Sosial yang melakukan pendampingan, serta tetangga yang mengetahui keberadaan subjek kasus yang dipasung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, FGD, dan dokumen subjek. Hasil penelitian menunjukkan pemasungan adalah upaya perlindungan tehadap ODGJ dan opsi terakhir keluarga. Paparan penelitian dalam kronologi periode sebelum dipasung, ketika dipasung, periode lepas-pasung, periode pengobatan alternatif, dan periode pemasungan kembali. Periode upaya pengobatan dijalani subjek kasus dalam waktu yang relatif singkat, sehingga pasca menjadi eks pasien RSJ, subjek kasus kembali dipasung. Analisis pengambilan keputusan caregiver mempertimbangkan sosiokultural. Coping terhadap stres perawatan keluarga dilakukan secara religious-focused, yakni mengedepankan ibadah, ikhlas, ikhtiar, serta meyakini bahwa ada maksud di balik cobaan. Keluarga melakukan keterbukaan dan tidak terpapar stigma yang beredar di masyarakat. Lingkungan sosial cenderung mendukung keputusan keluarga selagi masih bisa merawat keberadaan ODGJ meski dengan cara dipasung.
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SANTRI ASRAMA MTs PONDOK PESANTREN PABELAN MAGELANG Alif Ardiansyah; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.23 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7389

Abstract

Pondok pesantren adalah salah satu solusi pendidikan untuk memiliki wawasan keislaman dan kemanusiaan yang luas, berjiwa besar, dan ditantang untuk berani memasuki pergaulan nasional, bahkan internasional. Namun para santri dihadapkan pada situasi yang berbeda. Kegiatan yang dilakukan dengan sistem terpadu (24) jam yang sangat padat dan keadaan yang berbeda ketika di rumah, itu membutuhkan penyesuaian yang tinggi. Lingkungan pondok pesantren menjadi lingkungan sosial yang utama dalam mengadakan penyesuaian diri. Apabila santri tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, maka santri akan memiliki sikap negatif dan tidak bahagia. Sehingga dapat menimbulkan sikap prokrastinasi yang akan menghambat proses belajar mengajar di pondok pesantren.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan prokrastinasi akademik pada santri asrama MTs Pondok Pesantren Pabelan Magelang dengan subjek penelitian berjumlah 91 siswa. Pengambilan data penelitian menggunakan teknik cluster random sampling, dengan alat ukur berupa Skala penyesuaian diri yang terdiri dari 15 aitem (α = 0,863) dan Skala Prokrastinasi Akademik yang terdiri dari 21 aitem (α = 0,903).Hasil dari uji hipotesis diperoleh skor koefisien korelasi rxy = -0,662 dengan signifikan korelasi p = 0,000 (p < 0,05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara penyesuaian diri dengan prokrastinasi akademik pada santri asrama MTs Pondok Pesantren Pabelan Magelang, sehingga membuktikan hipotesis penelitian dapat diterima. Semakin tinggi penyesuaian diri maka semakin rendah prokrastinasi akademik, demikian juga sebaliknya. Sumbangan efektif yang diberikan variabel penyesuaian diri terhadap prokrastinasi akademik sebesar 43,8%.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN RESONAN DENGAN BURNOUT PADA ANGGOTA KEPOLISIAN BRIGADIR MOBIL (BRIMOB) DETASEMEN A PELOPOR SUBDEN 2 SEMARANG Kurniadi, Irfan Ari; Prasetyo, Anggun Resdasari
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.268 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23600

Abstract

Instansi Kepolisian selalu melakukan pergantian pemimpin yang berlangsung setiap periode kepemimpinan. Setiap calon pemimpin memiliki gaya dalam memimpin masing-masing. Salah satu tipe gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah gaya kepemimpinan resonan dimana pemimpin mampu menggerakan orang-orang dikelompoknya dengan penuh gairah, kekuatan, ketegasan, dan empati. Persepsi negatif anggota akan gaya kepemimpinan resonan menjadikan stresor di lingkungan kerja yang menjurus terjadinya burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout pada anggota Kepolisian Brigadir Mobil (Brimob) Detasemen A Pelopor Subden 2 Semarang. Subyek penelitian ini berjumlah 136 anggota. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Persepsi Gaya Kepemimpinan Resonan (32 aitem, α = 0,943) dan Skala Burnout (28 aitem,    α = 0,919) yang diujikan kepada 100 anggota. Analisis Spearman Rho menunjukan nilai rxy= -0,715 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan resonan dengan burnout. Artinya semakin positif persepsi gaya kepemimpinan resonan di instansi tersebut maka akan semakin rendah burnout yang dialami anggota kepolisian.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KECENDERUNGAN POST POWER SYNDROME PADA PENSIUNAN PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGGOTA PAGUYUBAN PENSIUNAN PENDIDIKAN KABUPATEN TEGAL Uki Herani; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.648 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan kecenderungan post power syndrome pada Pensiunan Pegawai Negeri Sipil anggota Paguyuban Pensiunan Pendidikan Kabupaten Tegal. Post Power Syndrome merupakan sekumpulan gejala mental yang menimbulkan gejala-gejala depresi yang diderita oleh orang yang mengalami stressor psikososial yang berkaitan dengan hilangnya jabatan atau kekuasaan. Regulasi diri merupakan kemampuan dalam mengontrol dan mengendalikan perilaku untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Populasi penelitian ini adalah pensiunan PNS yang menjadi anggota Paguyuban Pensiunan Pendidikan Kabupaten Tegal dengan sampel karakteristik pensiunan yang telah berusia 60-70 tahun. Subjek penelitian berjumlah 60 orang dan subjek ujicoba berjumlah 45 orang yang diambil menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi, yaitu Skala Kecenderungan post power syndrome (35 aitem valid, á = 0.918) dan Skala Regulasi Diri (27 aitem valid, á = 0.923). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,774 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan negatif antara regulasi diri dan kecenderungan post power syndrome dapat diterima. Semakin tinggi regulasi diri maka semakin rendah kecenderungan post power syndrome, sebaliknya semakin rendah regulasi diri maka semakin tinggi kecenderungan post power syndrome. Regulasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 60% pada kecenderungan post power syndrome dan sebesar 40% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
JIWA MUDA YANG PANTANG MENYERAH (Studi Kualitatif Perjalanan Entrepreneurship Praktisi Internet Marketing Alumni Psikologi Undip) Rizalmi Meidatama Dewantara; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.727 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20143

Abstract

Entrepreneur adalah seseorang yang mempunyai visi membangun lapangan pekerjaan berdasarkan peluang yang dicermati dari lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memahami pengalaman berwirausaha pada pengusaha yang memilih dalam menjalankan usahanya dari kuliah menggunakan strategi internet marketing. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan menggunakan metode analisis Eksplikasi Data. Partisipan dalam penelitian berjumlah tiga orang wirausaha berlatar belakang alumni Psikologi Undip yang dipilih menggunakan metode purposive. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa dalam menjalani usaha, diperlukan adanya dukungan sosial secara riil ataupun emosional dari orang yang bernilai penting seperti teman, pasangan terutama orangtua. Proses yang dijalani tidak mungkin tanpa suatu persoalan atau permasalahan, dimana memiliki resiko dapat membuat para usahawan tertekan dan putus asa. Tidak lepas dari nilai-nilai dan pemahaman akan ilmu agama, menjadi kunci bagi para usahawan dapat bertahan bahkan bangkit kembali ketika mengalami keterpurukkan dalam usahanya. Pencapaian-pencapaian yang telah diraih saat ini juga dipengaruhi oleh cara para usahawan dalam berkomunikasi. Berkomunikasi yang terjadi cukup beragam seperti ketika memberikan pemahaman baru kepada orangtua tentang wirausaha adalah salah satu cara yang menjanjikan dalam mencari penghasilan di era saat ini. Tidak sebatas itu, komunikasi menjadi perhatian wirausahawan dalam proses menjual produk kepada target pasar yang telah ditentukan.  
NURSE MORALE AND SELF-REGULATION CORELLATION AT MENTAL HOSPITAL Dr. AMINO GONDHOHUTOMO SEMARANG Aditha Fajrina; Sri Hartati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.787 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7555

Abstract

Self-regulation is the ability of a person to organize, direct and control her/himself in order to be persistently on the goal which is intended to reach and to be based on the desired standard. Morale is the working attitude of the employee which is realized into fervor, cooperation, and discipline. This research is intended to examine nurse morale and self-regulation at mental hospital Dr. Amino Gondhohutomo Semarang. The population of this research was nurses at mental hospital ward of Dr. Amino Gondhohutomo, with minimally one year working period, and less than 40 years old. The collection of research sample used simple random sample technique. The data collection instruments used were a scale consisted of morale scale from 28 valid items with the reliability coeffisient of 0.906 and self regulation from 23 valid items with reliability coeffisient of 0.872 which had been tested on 60 nurses of mental hospital of Dr. Amino Gondhohutomo Semarang. The result of simple linear regression analysis showed that coeffisient value of corellation between morale and self-regulation was 0.675 with p = 0.000 (p < 0.005). The corellation coeffisient which had possitive value showed that both variables direction were posstive, which meant that the higher the morale the higher the self-regulation was. On the contrary, the lower the morale, the lower the self-regulation. The effective contribution of morale with self-regulation was 45.5%. Such result indicated that there were 54.5% other factors.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF DALAM PEMBELIAN TAS MELALUI ONLINE SHOP PADA MAHASISWI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (FISIP) DAN FAKULTAS ILMU BUDAYA (FIB) UNIVERSITAS DIPONEGORO Putri Nur Azizah; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.498 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15141

Abstract

Perilaku konsumtif adalah keinginan mengonsumsi produk secara berlebihan dan tidak wajar yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Salah satu faktor eksternal adalah kelompok referensi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pembelian tas melalui online shop pada mahasiswi FISIP dan FIB Universitas Diponegoro. Subjek penelitian berjumlah 198 mahasiswi yang didapatkandengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Perilaku Konsumtif (26 aitem ; α = 0,905) dan Skala Konformitas (28 ; α = 0,841). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahanalisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara konformitas dengan perilaku konsumtif dalam pembelian tas melalui online shop (rxy = 0,402 ; (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konformitas, maka semakin tinggi perilaku konsumtif terhadap pembelian tas melalui online shop pada mahasiswi. Konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 16% pada perilaku konsumtif.

Page 8 of 138 | Total Record : 1376


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue