Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
KONTROL DIRI DAN GAYA HIDUP HEDONIS PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO
Fatia Nur Azizah;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.478 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14313
Gaya hidup hedonis merupakan pola hidup atau interaksi seseorang dengan lingkungannya yang hanya berorientasi pada kesenangan atau kenikmatan dalam kegiatan, minat, dan pendapat. Kontrol diri adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri dan kemampuan untuk menekankan atau merintangi impuls-impuls atau tingkah laku impulsif. Individu dengan kontrol diri tinggi akan mampu mengurangi untuk bergaya hidup hedonis, sebaliknya individu dengan kontrol diri rendah maka kemampuan mengontrol kepuasan dan kesenangan pribadi menjadi lemah sehingga akan bergaya hidup hedonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kontrol diri dengan gaya hidup hedonis pada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Sampel penelitian berjumlah 70 orang, yang diperoleh dengan menggunakan teknik convinience sampling. Data diambil dengan menggunakan Skala Gaya Hidup Hedonis dengan 23 aitem, dan Skala Kontrol Diri dengan 26 aitem. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan yang negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan gaya hidup hedonis pada mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (r = -0,480; p<0,001). Semakin tinggi kontrol diri mahasiswa maka semakin rendah gaya hidup hedonisnya, dan sebaliknya semakin rendah kontrol dirinya maka semakin tinggi gaya hidup hedonis yang dimiliki subjek penelitian. Sumbangan efektif kontrol diri terhadap gaya hidup hedonis sebesar 23%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain sebesar 77% yang ikut mempengaruhi gaya hidup hedonis yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KESEPIAN PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT DAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Ningrumsari, Putri Ria
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.565 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19986
Individuals in early adult experience transition from high school to college. At that time involves major changes in the physical, cognitive, and psychosocial aspects. During the transition to college, it was found that there was a risk of a lonely phenomenon. This reasearch aims to determine the relationship between self-regulation with loneliness in first year students in the Faculty of Public Health and Faculty of Social and Political Sciences Diponegoro University of Semarang. The population of this reasearch is the first year students in the Faculty of Public Health and Faculty of Social and Political Sciences Diponegoro University numbered 886 students. The sample of research was 248 people obtained with convenience sampling technique. The data were collected using Self Regulation Scale (26 valid items; α = .88) and Loneliness Scale (26 valid items; α = .89), which have been tested on 92 students. Simple regression analysis showed a negative and significant relationship between self-regulation with loneliness shown through rxy = -.54 correlation coefficient with p = .000 (p <.001). The higher the self-regulation, the loneliness felt will be lower, and vice versa. Self regulation provides an effective contribution of 29% on loneliness. Additional analysis in this study used an independent sample t-test, which showed that there was no significant difference in loneliness based on differences in residence, gender, and the origin of the faculty. This research is expected to be a consideration for students and faculty about self regulation and loneliness, as well as supporting references for further researchers.  Â
THE MEANING OF WORK TOWARDS MOTHER WHO HAS AUTISTIC CHILD
Saputra, Anoldy Agus;
Karyono, Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.743 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7499
This research was aimed to find out and to comprehend the meaning of work on mother who has autistic child. This research used a qualitative method by using phenomenological approach in specific. The data collecting was accomplished by means of in-depth interview towards three career mothers who have autistic child. The data analysis used in this study was Interpretative Phenomenological Analysis (IPA).The research result indicated that the reason of all subjects to be a career mother although they have autistic child was economic factor, namely for family prosperity and be autonomous in economical aspect. The consequences which were resulted from subjects’ decision who kept working could be minimized due to the support from family and the office policy. The subjects felt the benefit by becoming a career mother, which is fulfilling the needs of autistic child and be autonomous in financial side. However, the other subjects accepted different benefit that is having worthwhile knowledge for society.
PENGALAMAN RELIGIUSITAS PADA MANTAN PUNKERS
Dimas Indra Ridwanto;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.031 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15067
Punkers muslim merupakan sesorang yang telah meninggalkan ideologi punk dan menerapkan serta mempraktikan agama Islam dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami pengalaman sisi religiusitas mantan punkers. Subjek yang diikutkan dalam penelitian ini adalah pendiri komunitas punkers muslim. Pendekatan penelitian ini fenomenologis dan teknik analisis data IPA. Hasil penelitian menunjukan, antara lain awal kehidupan punk, kehadiran punker muslim sebagai pendakwah, dan keislaman pada punker.Awal kehidupan punk mereka harus menyesuaikan diri dengan perilaku yang menjadi kebiasaan anggota punk sehari-hari. Kehadiran punkers muslim sebagai pendakwah dengan kegiatan-kegiatan keagamaannya memberikan pengaruh bagi pengalaman beragama masing-masing subjek. Keislaman pada punkersyang membawa kenyamanan, ketenangan dan sebagai pegangan hidup.
“BEKERJA DALAM STIGMA” (Studi Fenomenologis tentang Pengalaman Bekerja pada Sales Promotion Girl)
Unsa Faizati Safrina;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.455 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21685
Wiraniaga atau yang dikenal sebagai sales promotion girl (SPG) merupakan pekerjaan yang mempromosikan dan menjualkan sebuah produk langsung ke masyarakat. Tujuan penelitian yaitu melihat pengalaman bekerja pada pekerja SPG khususnya produk rokok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan dianalisis dengan teknik eksplikasi data. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi perilaku secara langsung. Subjek penelitian berjumlah empat orang yang tergolong usia dewasa awal dan sudah bekerja sekurangnya selama satu tahun. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keempat subjek mengalami perubahan kehidupan yang berawal dari pengambilan keputusan bekerja sebagai SPG yang disebabkan latar belakang keluarga. Pengalaman traumatis dari subjek saat bekerja tidak dihiraukan karena adanya motivasi terbesar untuk tetap bertahan dalam pekerjaan ini yaitu gaji yang besar. Walaupun pada subjek ketiga, ia memutuskan kontrak dan memilih menjadi SPG freelance. Perubahan-perubahan yang terjadi meliputi kestabilan finansial, gaya hidup, perilaku konsumtif serta meningkatnya kepercayaan diri pada subjek. Namun subjek lebih nyaman dengan rekan kerja dan menarik diri dengan lingkungan sosial. Rekan sesama SPG meningkatkan kepercayaan diri pada subjek untuk merokok dan minum minuman beralkohol. Menurut subjek keempat berhubungan intim dengan pasangan yang belum menikah adalah hal yang lumrah dilakukan dikalangan SPG rokok sehingga ia juga melakukannya.
PENGALAMAN REMAJA KORBAN BROKEN HOME (STUDI KUALITATIF FENOMENOLOGIS)
Desi Wulandari;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.379 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23567
Keluarga adalah suatu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama dengan hubungan darah atau ikatan pernikahan. Perselisihan dalam keluarga dapat menimbulkan keretakan keluarga atau krisis keluarga atau broken home. Keadaan keluarga yang krisis dapat menimbulkan kerugian pada banyak pihak terutama pada anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan memahami pengalaman individu saat remaja yang menjadi korban broken home serta memberikan gambaran mengenai bagaimana remaja yang menjadi korban broken home dapat bertahan dan menjalani kehidupan. Metode digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan metode analisis eksplikasi data. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive. Partisipan berjumlah tiga orang, partisipan merupakan perempuan dan berusia remaja saat keadaan keluarga broken home. Temuan dari penelitian ini, ketiga partisipan dapat bertahan pada keadaan keluarga yang broken home karena adanya penerimaan diri yang positif. Ketiga subjek mengaku bahwa penerimaan diri yang muncul dipengaruhi oleh religiusitas dan dukungan emosional dari lingkungan. Ketiga subjek mampu membangun kemampuan resiliensi ditunjukkan dengan bangkit kembali dan memiliki harapan untuk masa depan.
KONSEP DIRI DITINJAU DARI DUKUNGAN TEMAN SEBAYA PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN QOSIM AL-HADI SEMARANG
Dika Resty Tri Ananda;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.43 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14360
Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam memajukan bangsa, sehingga remaja perlu mengembangkan dirinya dengan optimal. Konsep diri sebagai bagian dari pengembangan diri remaja tidak dapat diabaikan. Bagi remaja yang tinggal terpisah dari orang tua yakni di panti asuhan, teman sebaya memiliki andil yang cukup besar dalam mempengaruhi perkembangan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan konsep diri pada remaja di Panti Asuhan Qosim Al-Hadi. Sampel diambil dengan teknik studi populasi. Dari populasi berjumlah 98 diperoleh sampel sebanyak 73 orang, yang terdiri atas remaja dhuafa dan yatim berusia 13-18 tahun. Analisis regresi sederhana menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara dukungan teman sebaya dan konsep diri dengan hasil r =.59 (p < .001). Sumbangan efektif sebesar 35% menunjukkan bahwa terdapat 65% faktor lain yang berkontribusi pada terbentuknya konsep diri. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti di kancah penelitian lain dengan karakteristik yang khas, seperti pondok pesantren maupun panti sosial. Remaja panti asuhan hendaknya menjaga serta mengembangkan konsep dirinya menjadi lebih baik lagi, dan pengurus panti asuhan hendaknya mampu menciptakan lingkungan kekeluargaan dalam panti asuhan.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU KONSUMTIF MEMBELI PAKAIAN PADA MAHASISWI ANGKATAN 2016 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO
PUTRA IDHAM PERDANA;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.607 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20031
Remaja sering dijadikan target pemasaran berbagai produk industri, dikarenakan karakteristik remaja yang labil, spesifik dan mudah dipengaruhi, sehingga mendorong munculnya perilaku konsumtif yaitu perilaku membeli tidak wajar. Perilaku konsumtif salah satunya dipengaruhi oleh konformitas teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif membeli pakaian pada mahasiswi angkatan 2016 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling, jumlah populasi keseluruhan 203 orang tetapi yang sesuai karakteristik ada 157, didapat sampel sebanyak 64 orang untuk subjek uji coba dan 93 orang untuk subjek penelitian. Metode penggalian data dengan menggunakan dua skala psikologi. Skala Perilaku Konsumtif dengan 39 aitem valid (α = 0,950) dan Skala Konformitas Teman Sebaya dengan 25 aitem valid (α = 0,928). Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,476 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada hubungan positif antara konformitas teman sebaya dengan perilaku konsumtif, semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi perilaku konsumtif mahasiswa, demikian pula sebaliknya semakin rendah konformitas teman sebaya maka semakin rendah perilaku konsumtif. Sumbangan efektif konformitas teman sebaya terhadap perilaku konsumtif mahasiswa sebesar 22,6% dan sisanya sebesar 77,4% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
BAGAIMANA PENGHAYAT KEJAWEN MEMAKNAI HIDUPNYA? : SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Pungki Ariawan Sukamto;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.287 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7522
Penelitian ini bermaksud untuk menilik bagaimana pengalaman subjek yang menempuh jalan hidup sebagai penghayat Kejawen terkait dengan dinamika kehidupan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami dunia pengalaman subjek dalam proses memaknai hidupnya.Peneliti mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci. Prosedur tersebut bertitik fokus pada makna yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Subjek yang terlibat dalam penelitian berjumlah tiga orang laki-laki (lansia) yang berasal dari tiga kota, yaitu Semarang, Jogja, dan Solo.Berdasarkan hasil riset, peneliti menemukan bahwa pergumulan yang dilakukan subjek untuk memaknai hidupnya terdiri dari tiga tahapan, yaitu (1) proses pendalaman Kejawen; (2) perkembangan diri yang integratif; (3) upaya-upaya transformatif menuju integritas sosial. Esensi dari kebermaknaan hidup mereka merupakan proses integrasi diri menuju integritas sosial. Dengan demikian, integrasi ini bermula dari proses penempaan diri yang kemudian mengaktualisasi dalam masyarakat dan berpuncak pada integritas sosial. Selanjutnya, kajian mengenai tema ini tentu akan memberi sumbangan bagi kekayaan indigenous psychology (psikologi ulayat).
KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI KETURUNAN
Ryan Mardiyan;
Erin Ratna Kustanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.485 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15406
Penelitian ini berdasar pada fenomena bahwa kehadiran anak memiliki pengaruh penting dalam keluarga.Kehadiran anak dapat meningkatkan kepuasan pernikahan dan menguatkan komitmen pernikahan. Disisi lain, terdapat pasangan yang tetap bertahan pada pernikahannya walaupun belum memiliki anak. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengungkap kepuasan pernikahan yang dirasakan oleh pasangan menikah ditinjau dari ketidakberadaan anak dalam pernikahan.Kepuasan pernikahan didefinisikan sebagai sejauh mana pasangan yang menikah merasakan dirinya tercukupi dan terpenuhi dalam hubungan yang dijalani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, dan teknik analisis IPA (Interpretetive Phenomenological Analysis).Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semi-terstuktur. Penelitian ini dilakukan pada dua pasangan yang telah menikah dan belum memiliki anak, dengan usia pernikahan minimal 4 tahun yang dipilih menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik sampling purposif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketidakhadiran anak mempengaruhi kepuasan pernikahan yang dialami sebagian besar subjek, yaitu berupa perasaan sedih, kesepian, ketidaknyamanan dan kejenuhan dalam pernikahan. Selain ketidakhadiran anak, faktor lain yang mempengaruhi kepuasan pernikahan subjek adalah hubungan dengan pasangan, ketidaksesuaian harapan dan belum tercapainya tujuan pernikahan. Kepuasan pernikahan dipandang sebagai terpenuhinya segala kebutuhan dalam pernikahan.