Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
PENGARUH PERMAINAN STORY CARD TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT KOSAKATA BAHASA INGGRIS
Putri, Asih Kurnia;
Ariati, Jati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.002 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21709
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan story card terhadap kemampuan mengingat kosakata bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar. Karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III Sekolah Dasar yang berusia antara 8 – 9 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dengan desain eksperimen pretest – posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 23 orang yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen sebanyak 12 orang dan kelompok kontrol sebanyak 11 orang. Pembagian kelompok dilakukan dengan teknik matching menggunakan nilai rata-rata ulangan harian mata pelajaran bahasa Inggris semester I sebagai acuan. Perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen berupa permainan story card untuk meningkatkan kemampuan mengingat kosakata bahasa Inggris, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Perlakuan pada kelompok eksperimen diberikan sebanyak lima kali pertemuan dengan durasi 45 menit setiap pertemuan selama dua minggu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh story card terhadap peningkatan kosakata bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar. Alat ukur yang digunakan berupa 15 soal isian singkat tentang kosakata yang diajarkan dalam permainan story card. Hasil pengujian hipotesis dengan teknik nonparametrik Wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,002 yang kurang dari taraf nyata (p < 0, 05), sehingga dinyatakan bahwa permainan story card efektif dalam meningkatkan kemampuan mengingat kosakata bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar. Kata kunci : permainan story card; kemampuan mengingat kosakata bahasa Inggris; dan siswa sekolah dasar
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWANDEPARTEMEN PELAYANAN UMUM PT. PUPUK KALTIM
Yuli Agustiani;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12995
Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku pekerja yang dilakukan secara sukarela melebihi deskripsi kerja formal tetapi memiliki konstribusi manfaat untuk efektivitas organisasi. Penyesuaian diri adalah perilaku bereaksi individu dalam mengatasi tuntutan dalam diri dan luar untuk memperoleh suatu keselarasan dan keharmonisan antara kebutuhan diri dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada karyawan departemen pelayanan umum PT. Pupuk Kaltim. Subjek penelitian ini adalah karyawan departemen pelayanan umum PT. Pupuk Kaltim. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Insidental Sampling. Pengambilan data penelitian menggunakan skala penyesuaian diri (17 aitem valid dengan α = 0,868) dan organizational citizenship behavior (OCB) (20 aitem valid dengan α = 0,806). Data yang didapat berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara penyesuaian diri dengan organizational citizenship behavior (OCB) sebesar 0,803 dengan p= 0,000 (p<0,05). Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penyesuaian diri dengan organizational citizenship behavior (OCB). Sumbangan efektif penyesuaian diri dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada karyawan sebesar 64,5% dan sisanya 35,5% merupakan faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI KERJA DENGAN PERILAKU MENCARI BANTUAN KERJA PADA KARYAWAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
Hilmun Zahrina;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.945 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15430
Kesulitan atau hambatan dalam pekerjaan adalah suatu hal yang harus diatasi oleh karyawan, terlebih bagi karyawan bagian administrasi yang memiliki tuntutan untuk selalu dinamis dalam melakukan pelayanan akademik, sehingga membutuhkan dorongan dari dalam diri karyawan dalam mengatasi kesulitan yang dihadapinya agar dapat menunjukkan kinerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi kerja dengan perilaku mencari bantuan kerja serta mengetahui besarnya sumbangan efektif yang diberikan oleh efikasi kerja terhadap perilaku mencari bantuan kerja. Efikasi kerja adalah keyakinan individu mengenai kemampuan dan kompetensi dirinya bahwa individu tersebut akan berhasil dalam menjalankan dan menghadapi tugas dalam pekerjaannya. Perilaku mencari bantuan kerja adalah tindakan yang dliakukan oleh karyawan untuk mencari pertolongan atas kesulitan yang dihadapi untuk menyelesaikan masalahnya dengan cara mencari bantuan dari karyawan, atasan, maupun sumber lain. Subjek adalah 76 karyawan bagian administrasi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang diperoleh dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala yaitu Skala Efikasi Kerja (22 aitem; α= 0,866) dan Skala Perilaku Mencari Bantuan Kerja (27 aitem; α=0,881). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi kerja dengan perilaku mencari bantuan kerja pada karyawan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (rxy = 0,241; p=0,018). Semakin tinggi efikasi kerja maka semakin tinggi pula frekuensi perilaku mencari bantuan kerja, dengan demikian hipotesis penelitian ini diterima. Efikasi kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 5,8% terhadap variasi kecenderungan perilaku mencari bantuan kerja.
PERILAKU SEHAT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II YANG TELAH MENGALAMI RETINOPATI DIABETIKA
Afindaningtryas Warapsari;
Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.942 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7388
Salah satu komplikasi yang menyerang pada penderita Diabetes Melitus tipe II yaitu Retinopati Diabetika. Perilaku sehat penting dilakukan penderita untuk menjaga agar kadar gula darah tetap terkontrol sehingga kondisi tubuhnya tidak semakin parah.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus intrinsic single case, dengan subyek tunggal yang diangkat secara khusus dan mendalam, dengan subyek berdasarkan kriteria antara lain penderita mengalami Diabetes Melitus tipe II yang telah menderita >10 tahun dan mengalami penurunan berat badan >10 kg, menderita komplikasi Retinopati Diabetika dengan low vision, dan responden yaitu perawat, anggota keluarga, dan dokter. Metode pengumpulan data didapatkan dari hasil wawancara, observasi, dan catatan harian subyek oleh perawat. Analisis data dilakukan secara IPA (Interpretative Phenomenological Analysis).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku sehat penderita Diabetes Melitus yang telah mengalami Retinopati Diabetika dilakukan dengan cara melakukan pengaturan pola makan berdasarkan 3J (jumlah, jenis, dan jadwal); berolahraga sesuai anjuran dokter dengan memperhatikan jenis, ritme dan durasi; minum obat secara teratur dan rajin menetesi mata; pemeriksaan ke dokter DM dan dokter RD sesuai jadwal; pengelolaan stres dengan strategi koping secara spiritual; pembatasan aktivitas fisik yang berlebihan serta memperhatikan pola tidur. Perubahan perilaku sehat subyek dipengaruhi oleh semakin parah penyakitnya, pengalaman subyek dalam menghadapi penyakitnya termasuk dari motivasi diri dan strategi koping, pengaruh pengetahuan dari dokter maupun media, motivasi dari orang terdekat, serta adanya manfaat yang dirasakan setelah menjalani perilaku sehat selama 5 tahun. Manfaat yang dirasakan subyek menjadi motivasi dirinya untuk selalu melakukan perilaku sehat walaupun terkadang terdapat hambatan yaitu stres pemicu kekambuhan dan ketidaktaatan akibat kebosanan dalam menjalani perilaku sehat.
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL DENGAN PERILAKU MEMBELI AKSESORI MOBIL PADA KOMUNITAS GREAT COROLLA DI MAGELANG
Pertiwi, Lintang Putri;
Indrawati, Endang Sri
Empati Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.35 KB)
Perilaku membeli aksesori mobil adalah keputusan membeli komponen kendaraan yang dapat memperkuat gaya mobil guna menambah keindahan mobilnya. Identitas sosial adalah penilaian pada diri sendiri yang disesuaikan dengan kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dengan perilaku membeli aksesori mobil pada Komunitas Great Corolla di Magelang. Populasi penelitian yaitu anggota aktif Komunitas Great Corolla di Magelang dengan usia 20 hingga 40 tahun yang sudah menikah dan membeli aksesori mobil, dari karakteristik tersebut didapat populasi sebanyak 100 orang dengan subjek penelitian sebanyak 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Identitas Sosial (34 aitem; α = 0,922) dan Skala Perilaku Membeli Aksesori Mobil (31 aitem; α = 0,872). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara identitas sosial dengan perilaku membeli aksesori mobil (rxy= 0,511; p= 0,000). Semakin kuat identitas sosial, maka semakin sering perilaku membeli aksesori mobil. Begitu juga sebaliknya, semakin lemah identitas sosial maka semakin jarang perilaku membeli aksesori mobil. Identitas sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 21,6% terhadap perilaku membeli aksesori mobil.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP METODE PEMBELAJARAN GURU DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI GISIKDRONO 02 DAN 04 SEMARANG
Noviyanti Dwi Wulandari;
Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.38 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14905
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi terhadap metode pembelajaran guru dengan perilaku prososial pada siswa Sekolah Dasar Negeri Gisikdrono 02 dan 04 Semarang. Persepsi terhadap metode pembelajaran guru adalah penilaian siswa terhadap cara yang digunakan guru untuk memudahkan pelaksanaan pembelajaran sehingga kompetensi dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sedangkan perilaku prososial adalah suatu bentuk perilaku menolong orang lain yang bertujuan untuk meringankan bebannya atau masalah yang mereka hadapi yang didasari oleh motif murni ingin membantu orang tersebut dan dimotivasi oleh diri sendiri. Populasi penelitian sebanyak 139 siswa kelas 5 di SD Negeri Gisikdrono 02 dan 04 Semarang, sementara sampel penelitian ada sebanyak 68 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala, yaitu skala Perilaku Prososial (10 aitem valid, α = 0.801) dan skala Persepsi terhadap Metode Pembelajaran Guru (32 aitem valid, α = 0.888). Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,473 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap metode pembelajaran guru dengan perilaku prososial telah terbukti. Persepsi terhadap metode pembelajaran guru memberikan sumbangan efektif sebesar 22,4% pada perilaku prososial, sementara 77,6% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti di penelitian ini.
GAYA HIDUP ANGGOTA KOMUNITAS DAN KLUB MOTOR KOTA SEMARANG PADA USIA DEWASA AWAL
Hasna Nurbanaat;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (135.448 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20141
Komunitas dan klub motor merupakan suatu kelompok sosial masyarakat yang tergabung karena adanya kesamaan minat terhadap sesuatu, khususnya motor. Komunitas dan klub motor menjadi salah satu sarana bagi sesama pengguna motor dengan merek yang sama untuk berkumpul, bermain, berkomunikasi, dan berinteraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memahami gaya hidup yang dijalankan individu usia dewasa awal sebagai anggota komunitas dan klub motor kota Semarang. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan teknik analisis IPA. Pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik wawancara dengan bantuan rekaman audio dan catatan lapangan. Subjek penelitian dipilih menggunakan purposive. Subjek yang diikutkan dalam penelitian ini adalah anggota komunitas dan klub motor kota Semarang yang berada pada usia dewasa awal sejumlah empat subjek. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema besar antara lain dinamika mengikuti kegiatan komunitas dan klub motor, menjalani kehidupan sehari-hari, dan memaknai diri di usia dewasa awal. Dinamika mengikuti kegiatan komunitas dan klub motor mereka harus mengikuti semua kegiatan yang ada komunitas dan klub motor tersebut. Menjalani kehidupan sehari-hari sebagai anggota komunitas dan klub motor tidak lepas dari kehidupan pada umumnya, seperti menjalani kehidupan dengan keluarga dan lingkungan masyarakat dan menjalani pekerjaan. Memaknai diri di usia dewasa awal yang lebih berwarna dari segi sosial dan perilaku dalam kehidupannya.
PERBEDAAN INTENSI MENONTON PORNOGRAFI PADA SISWA SMA NEGERI 6 SEMARANG YANG MENJADI ANGGOTA ROHIS DENGAN YANG BUKAN ANGGOTA ROHIS
Tri Haryanto;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (188.422 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7554
The aim of this study was to examine differences in the intentions of watching pornography on SMA Negeri 6 Semarang students between students who become members of Rohis with the non-member of Rohis. Intension of watching pornography is defined as the tendency of individuals to take action for seeing any form of image, video, or other forms of messages through various forms of communication media and/or performing in public, which contains obscenity or sexual exploitation. The population of this study was students of SMA 6 Semarang. Subjects in the study sample was divided into two groups, namely the group of students who are members of Rohis totaled 33 students and students who are not members of Rohis many as 57 students. The data was collected using the intention scale watching pornography (37 item). The intention scale watching pornography composed by aspects of the intentions of watching pornography. The aspects of the intention to watch pornography have been prepared on four aspects intentions which proposed by Ajzen (2005, p. 102) that is action, targets, context, and time coupled with the definition viewing behavior and the definition of pornography . The results show the value of t = 2.313 with p = 0.023 (p < 0.05) . These results indicate that there are significant differences in the intentions of watching pornography on SMA Negeri 6 Semarang students between students who become members of Rohis with the non-member of Rohis. Intension of watching pornography of SMA 6 Semarang students who are a member of Rohis lower than SMA 6 Semarang students who are not members Rohis .
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN WORK-FAMILY BALANCE PADA GURU WANITA DI SMA NEGERI KABUPATEN PURWOREJO
Deya Novenia;
Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.551 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15140
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan work-fammily balance pada guru wanita di SMA Negeri Kabupaten Purworejo. Sampel penelitian adalah 100 orang guru wanita yang diperoleh dengan teknik proportional random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan pada penelitian ini adalah skala work-family balance (32 aitem, α = 0,95) dan skala dukungan sosial suami (46 aitem, α = 0,97). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial suami dengan work-family balance, rxy = 0,65 dengan p= 0,00 (p < 0,001). Dukungan sosial suami memberikan sumbangan efektif sebesar 42,4% terhadap work-family balance, sedangkan sisanya sebesar 57,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PERAWAT RUMAH SAKIT SWASTA X DI KOTA SEMARANG
Nenis Digdyani;
Dian Veronika Sakti Kaloeti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.231 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21848
Kualitas hidup perawat rendah jika dibandingkan tenaga kesehatan lain, maka dibutuhkan kemampuan untuk mengelola dan bangkit dari berbagai tekanan yang dialami dengan cara regulasi diri dan resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan resiliensi dengan kualitas hidup pada perawat Rumah Sakit Swasta X di Kota Semarang. Populasi berjumlah 185 perawat, sebanyak 122 perawat diambil untuk sampel penelitian dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tiga skala diantaranya Skala Regulasi Diri (34 aitem, α = .927), Skala Resiliensi (37 aitem, α = .949) dan Skala Kualitas Hidup (20 aitem, α = 914) dari WHOQOL – BREF (2004). Analisis menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil hipotesis pertama menunjukkan terdapat hubungan positif antara regulasi diri dengan kualitas hidup pada perawat Rumah Sakit Swasta X di Kota Semarang (Rxy = .396). Hasil hipotesis kedua menunjukkan terdapat hubungan positif antara resiliensi dengan kualitas hidup pada perawat Rumah Sakit Swasta X di Kota Semarang (Rxy = .462). Berdasarkan analisis regresi stepwise didapatkan hasil bahwa resiliensi memiliki pengaruh paling tinggi terhadap kualitas hidup perawat dengan sumbangan efektif 21.3% (R square = .213). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa menjadi seorang perawat tidak hanya butuh kemampuan untuk mengontrol dan mengatur diri agar tujuan hidup dapat tercapai, namun dibutuhkan kemampuan bertahan dan beradaptasi terhadap tekanan yang dialami sehingga perawat dapat memiliki kualitas hidup yang tinggi.