cover
Contact Name
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara)
Contact Email
jman@untidar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jman@untidar.ac.id
Editorial Address
Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Tidar Jl. Barito 1 No.2, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56911 Indonesia
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara)
Published by Universitas Tidar
ISSN : 26144220     EISSN : 26158825     DOI : https://doi.org/10.31002/jman
Core Subject :
This journal contains several issues and problems in the development of State Administration such as public policy, public management, development management, administrative ethics, leadership, administrative reform, community empowerment, e-government, organizational behavior, public sector governance, and others.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PENAGGULANGAN MASALAH KETENAGAKERJAAN DI DUSUN REJOSARI DENGAN MEMANFAATKAN POTENSI YANG ADA Deviana Mutiara Clarita; Joko Tri Nugraha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.224

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu masalah utama yang selalu dihadapi setiap negara. Istilah pengangguran di Indonesia sudah akrab terdengar dimana-mana,tidak terkecuali di dusun-dusun. Masyarakat Dusun Rejosari memiliki inisiatif untuk mengurangi pengangguran yaitu dengan menciptakan home industri yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kondisi masyarakat yang bersangkutan dengan ketenagakerjaan terutama di Dusun Rejosari. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara pengambilan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode penelitian kebijakan merupakan suatu proses penelitian yang dilakukan terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat kebijakan untuk bertindak praktis dalam menyelesaikan masalah. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa masyarakat dewasa ini telah cukup menyadari bahwa dengan adanya home industri dapat mengentaskan kemiskinan, megurangi pengangguran, dan meningkatkanperekonomian masyarakat.  Katakunci: Ketenagakerjaan, Lapangan Kerja, Pengangguran
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Pada Kantor Kelurahan Kedungsari, Magelang Utara) Yuyun Purwati; Joko Tri Nugraha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.225

Abstract

Untuk mengetahui sejauh mana keberadaan peran dan kontribusi sumber daya manusia dalam mencapai keberhasilan organisasi, diperlukan pengukuran kinerja. Kinerja sumber daya manusia sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi.  Kinerja merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pekerja dalam pekerjaannya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan. Kinerja dalam definisi pendapat yang berbeda mengungkapkan kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja mengacu pada prestasi pegawai yang diukur berdasarkan standar/kriteria yang ditetapkan oleh organisasi publik. Pengelolaan untuk mencapai kinerja pegawai yang tinggi terutama dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja organisasi publik secara keseluruhan. Manfaat pengukuran kinerja pegawai yaitu untuk menganalisa dan mendorong efesiensi produksi untuk menentukan target atau sasaran yang nyata, untuk pertukaran informasi antar tenaga kerja dan manajemen yang berhubungan terhadap masalah-masalah yang berkaitan. Kinerja pegawai di organisasi publik dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah gaya kepemimpinan dan motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara random. Hasil pengolahan data menunjukkan: (1)          Gaya kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki pengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kelurahan Kedungsari Kecamatan  Magelang Utara sebesar R = 0,985; (2) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kelurahan Kedungsari  Kecamatan Magelang Utara; (3) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kelurahan Kedungsari Kecamatan Magelang Utara; (4) Ada pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kelurahan Kedungsari Kecamatan Magelang Utara.  Katakunci: Gaya Kepemimpinan, Kinerja Pegawai dan Motivasi Kerja
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN SISTEM KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN TEGALREJO Windya Nuralita; Joko Tri Nugraha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.226

Abstract

Kunci dari keberhasilan dalam pengelolaan sumber daya organisasi terutama bagi para bawahan salah satunya adalah bagaimana kepemimpinan yang digunakan oleh seorang pemimpin. Dalam proses menciptakan kinerja yang efektif, kepemimpinan dari seorang pemimpin memiliki peran yang sangat krusial. Kepemimpinan merupakan suatu unsur kunci dalam keefektifan organisasi. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Selain faktor kepemimpinan, perusahaan juga harus memperhatikan pemberian kompensasi bagi para pegawainya. Kompensasi merupakan faktor yang juga penting bagi karyawan sebagai individu karena besarnya kompensasi mencerminkan ukuran nilai karya mereka di antara para pegawai itu sendiri, keluarga, dan masyarakat. Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima pegawai sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada organisasi. Pemberian kompensasi kepada pegawai seharusnya mendapat perhatian yang utama dari pimpinan, karena dengan gaji atau upah yang cukup dan memadai akan membawa pengaruh positif terhadap semangat kerja dan kinerja pegawai dibanding dengan sumbangan tenaga maupun keahlian yang diberikan oleh perusahaan. Dengan demikian, diharapkan tujuan perusahaan tersebut bisa tercapai dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara random. Hasil pengolahan data menunjukkan: (1)        Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi memiliki pengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kecamatan Tegalrejo  Magelang sebesar R = 0,985; (2) Adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Tegalrejo  Magelang; (3) Adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara kompensasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Tegalrejo  Magelang; (4) Adanya pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Tegalrejo  Magelang. Katakunci: Gaya Kepemimpinan, Kinerja Pegawai dan Sistem Kompensasi
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN SISTEM KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KECAMATAN TEGALREJO Windya Nuralita; Joko Tri Nugraha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.227

Abstract

Kunci dari keberhasilan dalam pengelolaan sumber daya organisasi terutama bagi para bawahan salah satunya adalah bagaimana kepemimpinan yang digunakan oleh seorang pemimpin. Dalam proses menciptakan kinerja yang efektif, kepemimpinan dari seorang pemimpin memiliki peran yang sangat krusial. Kepemimpinan merupakan suatu unsur kunci dalam keefektifan organisasi. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Selain faktor kepemimpinan, perusahaan juga harus memperhatikan pemberian kompensasi bagi para pegawainya. Kompensasi merupakan faktor yang juga penting bagi karyawan sebagai individu karena besarnya kompensasi mencerminkan ukuran nilai karya mereka di antara para pegawai itu sendiri, keluarga, dan masyarakat. Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima pegawai sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada organisasi. Pemberian kompensasi kepada pegawai seharusnya mendapat perhatian yang utama dari pimpinan, karena dengan gaji atau upah yang cukup dan memadai akan membawa pengaruh positif terhadap semangat kerja dan kinerja pegawai dibanding dengan sumbangan tenaga maupun keahlian yang diberikan oleh perusahaan. Dengan demikian, diharapkan tujuan perusahaan tersebut bisa tercapai dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara random. Hasil pengolahan data menunjukkan: (1)        Gaya Kepemimpinan dan Kompensasi memiliki pengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Kecamatan Tegalrejo  Magelang sebesar R = 0,985; (2) Adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Tegalrejo  Magelang; (3) Adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara kompensasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Tegalrejo  Magelang; (4) Adanya pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Tegalrejo  Magelang. Katakunci: Gaya Kepemimpinan, Kinerja Pegawai dan Sistem Kompensasi
PERAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN TEMANGGUNG DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA Dewi Fitria Anggraeni; Fadlurrahman -
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung dalam mengembangkan objek wisata dan Mendeskripsikan kendala atau hambatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung dalam mengembangkan objek wisata. Penelitian dilakukan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan berupa analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Dalam Pengembangan Objek Wisata telah dijalankan sesuai dengan teori Pitana dan Gayatri (2005) mengenai peran Pemerintah Daerah yang terdiri dari motivator, fasilitator, dan dinamisator meskipun dalam pelaksanaanya belum berjalan dengan maksimal karena masih ada kendala atau hambatan yaitu Anggaran, SDM (Sumber Daya Manusia), SDA (Sumber Daya Alam), kurangnya promosi, kurangnya investor dan regulasi.  Kata Kunci : Peran Pemerintah Daerah, Pengembangan Objek Wisata
PERAN LEMBAGA DESA DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA WANUREJO DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL Oktavia Suryaningsih; Joko Tri Nugraha
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.229

Abstract

Desa  Wisata Wanurejo merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Magelang. Pada tahun 2016, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa wisata tersebut  mencapai 32.000 wisatawan.  Dengan besarnya jumlah pengunjung tersebut tentunya desa wisata wanurejo memperoleh pendapatan yang cukup besar, namun, pendapatan tersebut belum tentu diterima oleh masyarakat secara keseluruhan tetapi bisa saja hanya diterima oleh anggota masyarakat yang menjadi pelaku wisata, dan lembaga  desa yang mengembangkan desa wisata tersebut, sehingga peningkatan ekonomi tidak dirasakan oleh masyarakat lokal secara keseluruhan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Lembaga Desa dalam Pengembangan Desa Wisata Wanurejo Dan Dampaknya terhadap Perekonomian Masyarakat Lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah lembaga desa yang berperan dalam pengembangan desa wisata wanurejo yaitu Pemerintah Desa dengan salah satu perannya melakukan  pengaturan sumber daya dengan membentuk badan pariwisata desa (Bapardes); dan Bapardes (Badan Pariwisata Desa) yang memiliki peran salah satunya megadakan pelatihan kepada para pelaku wisata. Pengembangan desa wisata wanurejo berdampak terhadap kondisi perekonomian masyarakat lokal, yaitu peningkatan pendapatan masyarakat lokal, diversifikasi pekerjaan, dikembangkannya banyak usaha baru terkait wisata, peningkatan harga produk kerajinan masyarakat, peningkatan pembangunan sarana prasarana desa wisata Wanurejo dan lain-lain.
Transmigrasi Sebagai Mitigasi Bencana Alam (Study Kebijakan Trasmigrasi Penduduk Lereng Gunung Merapi) Leni Sriharmiati; Mawar Sari; Miftackur Rohmah; Dita Islawati; Afim Fiqrudin; Tara Hijriyandani; Fatkhatul Masruroh; Aris Fianti; Fadlurrahman -
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.230

Abstract

[1]    Alihar, Fadjri. 2014. “Transmigrasi Korban Merapi” LIPI diakses dari http://kependudukan.lipi.go.id,  pada tanggal 19 November 2017 pukul 13.59 WIB. [2]    ARS. 2017. “Penduduk Lereng Gunung Merapi Juga Dapat Prioritas untuk Transmigrasi” diakses dari http://soeharto.com, tanggal  22 Oktober 2017 pukul 11.13 WIB. [3]    fjr/nwk. 2010. “BNBP: Jumlah Korban Tewas Merapi 275 Orang” detinews.com diakses dari https://news.detik.com, pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 9.28 WIB. [4]    Gumilang, Guslan. 2010. “Korban Bencana Ditawari Transmigrasi” JPPN.com diakses dari http://m.jpnn.com/news/korban-bencana-ditawari-trasmigrasi.com pada 23 Oktober 2017 pukul 14.35 WIB [5]    Isnainiati, Nur dkk. 2014. “Kajian Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman” diakses dari http://ejournal3.undip.ac.id/jppmr pada 23 Oktober 2017 8.22 WIB [6]    Kamil pasca sarjana itb. 2015. “Mitigasi Bencana Gunung Meletus” diakses dari http://kamilpasca.itb.ac.id, pada tanggal 23 oktober 2017 pukul 8.27 WIB [7]    Kementerian pendidikan dan kebudayaan. 2016. “transmigrasi mendukung Terwujudnya desa mandiri dan percepatan pertumbuhan wilayah” diakses dari https://www.kemdikbud.go.id,  pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 10.30 WIB. [8]    Krisanto, Yakup Adi. 2011. “Relokasi Korban Bencana: Legalistik vs Kultural-Histioris (Kajian Penolakan Wraga Lereng Merapi terhadap Kebijakn Relokasi” Kompasiana9 diakses dari http://kompasiana.com, pada 19 November 2017 pukul 14.52 WIB. [9]    Mantra, Ida Bagoes. 2007. Demografi Umum.Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Hlm.58 [10]  Muhammad, Djibril.  2011. “Kerugian Akibat Letusan Merapi Capai Rp 4,23 T”. republica.co.id diakses dari http://www.republika.co.id, pada tanggal 23 Oktober 2017 9.33 WIB. [11]  Moeis, Ery Sandra Amelia.2015. ” Program transmigrasi masa kolonial Belanda dari Kedu ke Gedong Tataan (1905-1941)” diakses dari  http://lib.ui.ac.id,  pada 23 Oktober 2017 pukul 10.39 WIB. [12]  Naldi, Eri. 2011. “ Korban Erupsi Merapi Transmigras ke Sumbar” Viva diakses dari http://m.viva.co.id, pada 19 November 2017 pukul 14.22 WIB. [13]  Nugraha, Adhitya Putra. 2010. “Implementasi Kebijakan Transmigrasi Umum Di Kota Semarang” Vol.1 No.2 diakses dari http://ejournal3.undip.ac.id/jppmr/1297 pada 17 Oktober 2017 pukul 15.01 WIB. [14]  Nova, Yosi. 2016. “Dampak Transmigrasi terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat: Study Sejarah MayarkatTimpeh Dhamasyara” Jurnal Ilmu  Sosial Mamangan Vol.5  No.1 diakses dari http://ejournal.stkip.pgri.sumbar.ac.id, pada 18 Oktober 13.15 WIB. [15]  Pratama, Arliandy dkk. 2014. “Pemodelan Kawasan Rawan Bencana Erupsi Gunung Api Berbasis Data Penginderaan Jauh  (Studi Kasus Di Gunung Api Merapi)” diakses dari http://ejournal3.undip.ac.id, pada 22 Oktober 2017 pukul 8.22 WIB. [16]  Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat. 2017. “Sekilas tentang Transmigrasi dan Kebijakan Pemerintah sebagai Angin Segar Mencapai Kesejahteraan” diskses dari http://dalduksulbar.com, pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 11.34 WIB. [17]  Pona, La. 2009. “Transmigrasi era Otonomi Khusus di Provinsi Papua “ jurnal Humaniora volume 21 diakses dari https://jurnal.ugm.ac.id, pada 17 Oktober 2017 pukul 15.02 WIB. [18]  Purwoko, Krisman. 2010. “ Korban Merapi Diberangkatkan Transmigrasi ke Kalimantan” diakses dari http://m.republika.co.id, pada tanggal 19 November 2017 Pukul 13.45 WIB. [19]  Saputra, Candra Dedy. 2016. “Migrasi (Bedol Desa) Masyarakat Wonogiri : Dampak Pembangunan Waduk Gajah Mungkur  Tahun 1976-1990” diakses dari http://eprints.uny.ac.id, pada 18 Oktober2017 13.18 WIB. [20]  Setiono, Amin Nur. 2014. “Mitigasi Bencana Erupsi Gunungapi Merapi Di Desa Dompol Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten” Naskah Publikasiuniversitas Muhammadiyah Surakarta diakses dari http://eprints.ums.ac.id, pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 8.22 wib [21]  Sontosudarmo, Alip . 1996. “kajian tentang persepsi dan aspirasi penduduk korban bencana alam merapi terhadap program transmigrasi” diakses  http://www.distrodoc.com, dari pada 19 Oktober 2017 pukul 1027 WIB. [23]  Syatri, Mahdor. 2005. “Mobilitas Pekerjaan Transmigran Dari Pertanian Ke Non- Pertanian: Studi Kasus Di Daerah Transmigrasi Kabupaten Musi Banyu Asin Dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Propinsi Sumatera Selatan” diakses dari http://etd.respository.ugm.ac.id, pada17 Oktober 2017 pukul 15.00 WIB. [24]  Wicaksono, Pribadi. 2011. “ Warga Merapi Diprioritaskan Ikut Transmigrasi” Tempo.co diakses dari http://nasional.tempo.co, pada 19 oktober 2017 pukul 14.15 WIB. [25]  Yuminarti, Umi . 2017. “Kebijakan Transmigrasi Dalam Kerangka Otonomi Khusus  Di Papua: Masalah Dan Harapan”  Jurnal Kependudukan Indonesia | Vol. 12 No. 1  diakses  dari dari http://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id pada 13 Oktober 2017 pukul 13.13 WIB.
EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI E-PROCUREMENT DALAM PROSES PENGADAAN BARANG/JASA DI KABUPATEN MAGELANG Desiana Kartika Dewi; Bambang Kuncoro; RM. Mahendradi
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis e-procurement dalam proses pengadaan barang/jasa di Kabupaten Magelang dan mengetahui efektivitas dan efisiensi e-procurement dalam proses pengadaan barang/jasa. Permasalahannya Kabupaten Magelang ketika menggunakan lelang konvensional memberi dampak negatif, seperti pengaturan hasil lelang di luar adanya tindakan pencegatan yang dilakukan oleh antar penyedia, kemudian setelah adanya e-procurement ini diharapkan memberikan pelaksanaan pengadaan barang/jasa di Kabupaten Magelang yang efektif dan efisien.Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Kantor Bagian Administrasi Pembangunan Daerah Sekrertariat Daerah Kabupaten Magelang. Pengumpulan data penelitian ini adalah observasi langsung, dokumentasi dan wawancara.Proses e-procurement dalam pengadaan barang/jasa di Kabupaten Magelang sesuai dengan mekanisme dan prosedur pelaksanaan yang tercantum pada peraturan perundang-undangan. Efektivitas e-procurement pada pengadaan barang/jasa di Kabupaten Magelang ditunjukkan dengan sedikit terjadinya proses gagal lelang yaitu 8,5% dari seluruh jumlah proses lelang yang dilaksanakan. Efisiensi e-procurement dalam proses pengadaan barang/jasa di Kabupaten Magelang yaitu efisiensi terhadap pagu 17% dengan nominal Rp 80.553.703.637 dan efisiensi terhadap HPS adalah 15% dengan nominal Rp 67.732.361.487.E-procurement pada proses pengadaan barang/jasa di Kabupaten Magelang telah efektif dan efisien. Pemerintah Kabupaten Magelang melaksanakan e-procurement pada proses pengadaan barang/jasa harus mempertahankan apa yang ditunjukkan mengenai efektivitas dan efisiensinya. Keyword: efektivitas, efisiensi, e-procurement, pengadaan
EFEKTIVITAS PROGRAM DESA YANG DIDANAI OLEH APBN (DANA DESA) TAHUN 2016 DI BANJARSARI, GRABAG, MAGELANG Khikmah Wulandari; Samodra Wibawa; Bambang Kuntjoro
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.232

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah masih banyak sarana dan prasarana yang kurang memadai dan Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat desa dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang masih kurang. Sehingga memerlukan banyak dana untuk memperbaikinya, salah satunya yaitu APBN yang dialokasikan untuk Dana Desa. Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas program desa yang didanai oleh APBN yang dialokasikan untuk Dana Desa tahun 2016 di Desa Banjarsari Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang dan mengetahui faktor-faktor penunjang dan penghambat program.      Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 19 orang yang terdiri dari pelaksana program dan sasaran program dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis data model interaktif.     Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan program desa yang didanai oleh APBN yang dialokasikan untuk Dana Desa tahun 2016 di Desa Banjarsari Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang sudah berjalan secara efektif, yaitu pelaksanaan program desa yang tepat sasaran, tepat waktu, tujuannya tercapai, memberikan perubahan nyata dan semua pihak yang terlibat paham terhadap program desa tersebut. Faktor penunjang efektivitas program desa ini yaitu: Faktor komunikasi, Faktor disposisi dan Faktor struktur organisasi. Untuk faktor penghambatnya adalah Faktor sumber daya. Kata Kunci:  Efektivitas, Program, Dana Desa 2016
KINERJA PROGRAM PEMBANGUNAN JAMBAN SEHAT DI KECAMATAN KALIWIRO Siti Toibah; Samodra Wibawa; RM. Mahendradi
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja program pembangunan jamban sehat dan  mengetahui faktor-faktor apa yang menghambat dan mendukung kinerja program pembangunan jamban sehat di Kecamatan Kaliwiro. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah mengenai kinerja program pembangunan jamban sehat di Kecamatan Kaliwiro dengan menggunakan  indikator kinerja kriteria Mahsun (2006:77), yakni masukan (input), proses (process), keluaran (output), hasil (outcome), manfaat (benefit)dan dampak (impact). Data primer diperoleh dari nforman langsung yakni implementor dan kelompok sasaran, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, dokumentasi dan lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data, dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kinerja program pembangunan jamban sehat di Kecamatan Kaliwiro sudah mencapai tujuanya meskipun masih ada beberapa hal yang belum maksimal. Seperti kepala desa yang belum memprioritaskan program tersebut didesanya. Kata kunci: kinerja, program pembangunan, jamban sehat.

Page 2 of 14 | Total Record : 135